Gallery

You My Only Boy, Baby… (Part 7)


Author                  : Selly

Genre                   : Romance, Friendship

Cast                       :

Lee Sunghae

Cho Kyuhyun

Lee Sungmin

Choi Minho

Kim Soeun

Aku berangkat ke sekolah seperti biasanya. Hari ini seosangnim memberikan tugas sangat banyak. Aku rasa minggu ini aku akan sangat sibuk dengan tugasku ini. Mungkin aku tidak punya waktu untuk bermain-main dengan Cho Kyuhyun.

“Aish, mengapa tugasnya banyak sekali. Sepertinya menjadi seorang siswa SMA di Korea tertekan seperti ini ya” celetuk Minho sambil menggaruk kepalanya dengan putus asa.
“Hya Choi Minho, kau bahkan baru seminggu berada di sekolah ini, masa sudah menyerah begitu saja” balas Soeun sambil menjitak pelan kepala minho yg sedang berada disampingnya.

“Sudahlah, ini sudah menjadi hal yang biasa bagi kami. Ayolah, tugas ini akan menyenangkan jika kita mengerjakannya bersama-sama” ucapku sambil tersenyum kepada kedua sahabatku ini

“Ya, ide yang bagus. Bagaimana kalau mengerjakan di rumahmu saja Sunghae, aku sudah lama tidak bertemu dengan oema dan appamu” ucap Soeun dengan antusias kepadaku.

“Hya, kau yakin hanya appa dan oema, kan dirumahku masih ada satu orang lagi, apa kau lupa” jawabku sambil melirik Soeun dan tersenyum. Kulihat wajahnya memerah karena aku meledeknya.

Iya, Soeun dan oppaku sepertinya saling menyukai. Soeun memang sudah lama sering bermain kerumahku, selain rumah kami berada di kompleks yang sama, dia  juga sahabat baiku sejak kecil. Soeun, sering berbincang dengan oppa. Mereka membicarakan tentang musik, karena Soeun mulai tertarik dengan semua itu setelah kami bergabung dengan exschool musik 1 tahun terakhir ini. Oppaku sangat hebat dalam memainkan setiap alat musik, memang dia tidak tergolong sebagai pria romantis, tapi dengan berbagai kelebihannya ini kurasa tak ada seorang wanitapun yang bisa menolak pesonanya termasuk Kim Soeun sahabat baiku ini. Aku tentunya akan sangat senang jika Soeun bisa menjadi yoejacinggu oppaku, karena dia adalah sahabat terbaiku. Hem baiklah, mungkin kita akan mengerjakan tugas kita dirumahku. Siapa tau oppa juga bisa membantu.

***

Sudah beberapa hari ini aku tidak berhubungan dengan Cho Kyuhyun, jangankan bertemu. Mengobrol di telepon atau sekedar mengirim pesan juga tidak. Sepertinya dia memang sedang sangat sibuk akhir-akhir ini. Baiklah aku tidak akan mengganggunya, lagipula aku juga mempunyai banyak sekali tugas dari sekolah. Aish, otokhe?.

“Kita berangkat sekarang, khaja” seruku kepada Minho dan Soeun.

Yah, minggu ini banyak sekali tugas, kami akan mengerjakan tugas itu dirumahku. Dengan mengerjakan bersama-sama pasti akan lebih mudah dan menyenangkan. Kami berangkat menuju rumahku dengan menggunakan mobil minho. Aku dan Soeun duduk dibelakang sambil mengobrolkan setiap hal, selalu menyenangkan rasanya jika membicarakan sesuatu yang sama-sama kami sukai. sedangkan Minho masih berkonsentrasi menyetir dan sesekali ikut bercanda bersama kami.

“Ini cemilannya, jangan terlalu dipaksakan belajarnya, kalau lelah istirahat saja dulu” kata oemaku sambil meletakan sepiring biscuit dan 3 cangkir cokelat panas.

“Kamsahamnida, omounim” jawab Soeun dan Minho bersamaan

“Em, oema, dimana oppa?apa dia masih dikampus” tanyaku. Hem, ini sudah sore tapi oppaku belum pulang. Kalau dia tau disini ada Soeun pasti dia akan sangat senang.

“Iya, dia masih dikampus, mungkin sebentar lagi pulang” jawab oemaku.

Tak lama aku mendengar suara mobil datang di depan rumahku, sepertinya itu oppa.

Aku membuka pintu, dan benar saja. Sungmin oppa sudah datang.

“Sunghaenya, tidak biasanya kau menyambutku di depan pintu seperti ini” kata oppaku sambil tersenyum kepadaku

“Hem, kenapa baru pulang oppa?” tanyaku

“Tadi aku harus pergi ke tempat latihan dulu. Ada acara disana” jawab oppaku sambil berjalan masuk. Dia melihat Minho dan Soeun yang sedang duduk di ruang tamu, berhadapan dengan beberapa buku yang tergeletak di atas meja.

“Minho, Soeun. Sepertinya kalian sedang sibuk?” ujar oppaku. dia melirik kearah Soeun dan tersenyum. Aish sepertinya oppaku sangat senang bertemu dengan Kim Soeun saat ini.

“Hyung, cepatlah kemari, bantu kami menyelesaikan tugas ini” kata Minho sambil mengangkat buku tugasnya

“Oppa, kau sudah pulang?” sapa Soeun sambil tersenyum dan menatap oppaku.

Sungmin oppa menghampiri, Minho dan Soeun. Aku mengikutinya dari belakang. Kami duduk bersama dan mendiskusikan tugas ini. Ini tugas mata pelajaran kesenian, kami harus membuat sebuah konsep acara pertunjukan, karena Sungmin oppa seorang mahasiswa jurusan seni, dia pasti sangat bisa membantu mengerjakan tugas seperti ini.

“Akhirnya selesai juga” seru kami bertiga sambil meletakan pulpen yang kami pegang

“Terimakasih atas bantuannya hyung” ujar Minho sambil menyenggol bahu oppaku

Aku dan Soeun hanya tersenyum melihatnya.

“Chonmaneyo, aku sudah biasa berhadapan dengan yang seperti ini” jawab oppaku.

“Aku akan mengambil makanan, dan minuman lagi” Aku melirik kea rah minho, mengisyaratkan sesuatu, dengan mengedipkan sebelah mataku sambil melirik kearah oppa dan Soeun. Minho sepertinya mengerti maksudku dan segera menyusulku

“Aku akan membantumu” balas Minho

Kami meninggalkan sungmin oppa dan Soeun berdua disana. Agar mereka bisa mengobrol berdua dengan leluasa. Setelah ini kurasa oppa akan sangat berterimaksih padaku. Haha. Kami meninggalakan mereka cukup lama berduaan disana.

Aku dan Minho pergi ke taman di belakang rumahku. ini sudah gelap. Tidak terasa kami mengerjakan tugas dari sepulang sekolah.

“Bunganya cantik, oemaku pasti merawatnya dengan sangat baik.” Gumamku

“Bagaimana dengan pacarmu?” Tanya Minho tiba-tiba saat aku sedang memperhatikan sebuah tanaman bungan didepanku

“Em? Maksudmu Cho Kyuhyun. Sepertinya dia baik-baik saja” jawabku datar

“Kenapa? apakah kalian sedang bertengkar?” tanyanya lagi

“Anyio, akhir-akhir ini mungkin dia sedang sangat sibuk, sampai melupakanku” jawabku

“Hem, baguslah” kata Minho pelan, namun aku dapat mendengar jawabannya itu

“Mwo?Apa maksudmu?” tanyaku

“Hya, Lee Sunghae. Apakah kau tidak tau bagaimana perasaanku padamu, apa kau tidak bisa menyadari perhatianku selama ini padamu” perkataan Minho membuatku tersentak, aku sungguh tidak menyangka dia akan mengatakan hal ini padaku

“Bwosunmariya?Choi Minho” kataku dengan ekspresi kaget. Minho terdiam sejenak menatap ke arahku.

“Kau pikir aku telah melupakanmu setelah hampir 3 tahun kita tidak bertemu. Dan kau pikir ketika aku pergi, aku tidak sedih. Aku kembali ke Korea karena aku matia-matian membujuk appaku. Aku selalu memohon pada appa dan oemaku agar diizinkan untuk kembali ke Korea, bahkan walaupun aku harus tinggal sendiri disini. Awalnya appa tidak mengizinkanku kembali, tapi akhirnya dia luluh dan membiarkanku kembali bersama oema disini. Tetapi Siwon hyung tetap membantunya disana. Kau pikir aku kembali ke korea untuk siapa? Kau tau hatiku sangat sakit ketika mengetahui kau sudah mempunyai seorang kekasih, kau tau aku sangat benci melihat Kyuhyun hyung yang telah merebut hatimu dariku”

Deg.. aku benar-benar sangat kaget dengan pernyataannya, aku dapat melihat wajah Choi Minho saat ini, aku tidak pernah melihatnya seperti ini, dia tidak pernah marah di depanku, dia tidak pernah berbicara dengan nada tinggi seperti ini kepadaku. Tidak terasa, tiba-tiba air mataku jatuh, aku tidak tahu mengapa ini terjadi. Air mataku jatuh begitu saja, hingga mengalir ke pipiku. Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan. Aku sangat bingung saat ini.

“Mengapa kau tidak mengatakan apapun sebelum kau pergi? Mengapa kau tidak menyuruhku untuk menunggumu, kau tau saat kau pergi, aku juga merasa sangat sedih. Aku tidak menyangka kau akan berbuat seperti itu padaku” kataku dengan nada tinggi didepan wajahnya, sambil terus menangis.

“Itu karena aku kira aku tidak akan pernah bisa kembali ke Korea, karena aku kira, aku akan selamanya menetap disana. Aku tidak ingin memberikanmu harapan kosong. Aku tidak ingin kau menungguku tanpa kejelasan. Dan yang paling aku sesali sampai saat ini adalah, aku belum mengatakan bagaimana perasaanku padamu. Aku memang seorang pria bodoh, seorang pria pengecut yang tidak berani mengungkapkan perasaanya pada seorang wanita yang ia cintai. Kau tau, ketika itu aku sudah menyusun kata-kata dan mempersiapkan hadiah yang akan kuberikan padamu esok harinya ketika di sekolah, aku akan mengungkapkan perasaanku padamu Sunghaeya. Tapi di malam itu ayah memanggil kami untuk berkumpul dan menjelaskan mengenai rencana kepindahan kami ke California. Dan yang lebih menyakitkan, kami harus segera berangkat esok paginya. Sebelum aku sempat mengatakan apapun padamu, sebelum aku mengungkapkan perasaanku padamu”

Dapat kulihat wajah Minho memerah dan matanya yang mulai berkaca-kaca menahan emosinya. Kakiku gemetar rasanya mendengarkan pernyataannya saat ini di hadapanku.

“Sudahlah, jangan kau teruskan lagi. Aku tidak ingin mendengarnya” jawabku sambil terus terisak. Minho mengeluarkan sesuatu di sakunya, sebuah cincin perak dengan motif love didalam sebuah kotak trasparan.

“Ini adalah sebuah hadiah yang kupersiapkan untukmu tiga tahun yang lau, masih kusimpan sampai saat ini. mungkin sekarang sudah sangat kuno keliatannya, tapi Ini adalah milikmu Lee Sunghae, sesuatu yang seharusnya menjadi milikmu sejak 3 tahun yang lalu. Sunghaeya aku mencintaimu” katanya tegas.

Seluruh tubuhku bergetar mendengar pernyataan yang keluar dari mulut Minho, aku merasakan air mataku kembali meleleh membasahi pipiku, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan.

Aku menatap ke sekeliling, sebelum aku melihat seorang namja sedang berdiri tidak jauh dari kami berdua. Minhopun melihat ke arahnya. Kami berdua tidak menyadari keberadaannya, bahkan tidak tau sejak kapan dia berada di situ. Cho Kyuhyun… aku melihatnya menatap tajam kearah kami. Dengan tangan kanannya yang terkepal, menahan emosi yang sepertinya sudah memuncak.

*TBC*

Haduuh, kasian Kyuhyun tuh. Ah.. si Sunghae keterlaluan tuh, sini Kyu aku peluk aja deh mending *dilempar sendal sama reader*. Kyuhyun bakal gimana nih reaksinya pas ngeliat adegan luarbiasa menguras emosi ini? Kalo mau tau, tunggu lanjutannya ya cinggu. Eh iya dikoment yang banyak pokonya.

Gamsahamnida 🙂

Advertisements

18 comments on “You My Only Boy, Baby… (Part 7)

  1. kyu itu milik sunghae……… Kok malah ngomongin minho sih….
    Tpi over all bgus kok…

    Lanjutin yaa….. Ditunggu chinggu…

  2. Cemburu menguras hatiT_T

    si Kyu ksian bget liat ceweknya jgi berduaan sm Minho, dan lbh gaswatnya lgi Minho lg ngungkapin perasaannya ke Sunghae.
    Penasaran nanti Kyu mau ngapain…

    terbang ke part selanjutnya^..^
    , dan lbh gaswatnya lgi Minho lg ngungkapin perasaannya ke Sunghae.
    Penasaran nanti Kyu mau ngapain…

    terbang ke part selanjutnya^..^

  3. OMG,,,wahhhh mkin seru niihhh..
    gmna tuh reaksi kyuhyun,,,udah emosi gitu
    jgn ampe mukul minho,,calm down oppa
    langsung next part ja,,
    penasaran.com

  4. yahhhhakin runyam kyuhyun y ngedenger semua yg minho omongin ma sunghae jadi marah besar deh kyuhyun,,,, sedih juga sih sama minho tapi salah juga minho pergi tiba2 gt n ngak ngasi kejelasan le sunghae….
    ngeri kyuhyun y marah n ntar nonjok minho lagi….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s