Oppa Saranghae *We Got Married*




Gyuri’s POV

Hubunganku dan Jinki berjalan baik seperti biasanya. Tetapi aku selalu merasa bersalah jika mengingat perkataan Oemonim padaku saat memberikan kalung ini. dia terlihat sangat tulus dan sangat berharap aku bisa menjadi seorang menantu yang baik, seorang istri untuk Donghae oppa, yang memperlakukannya dengan baik. Tapi biarkanlah semuanya menglir, aku ingin hidupku berjalan sebagaimana mestinya. Besok adalah hari pernikahanku dengan oppa, tidak terasa dua minggu berlalu begitu cepat, rasanya baru kemarin acara pertunangan kami yang sangat mengejutkan itu dilakukan. Sampai saat ini aku masih tidak percaya, aku tidak menyangka di umurku yang bahkan belum genap 20 tahun. Aku harus menikah, dan berubah menjadi nyonya Lee Gyuri istri dari Lee Donghae, pewaris LK Corporation Korea. Sungguh perjalanan hidup yang penuh kejutan. Aku bahkan masih ingat ketika pertama kali Oppa datang ke rumahku, saat itu dia baru lulus dari High School, dan aku bahkan baru tingkat satu di Junior High School, yah suatu perbedaan yang lumayan jauh.

Malam ini aku tidak bisa tidur, masih memikirkan apa yang akan terjadi besok di hari pernikahanku. Aku masih ingin menikmati masa mudaku aku baru menginjak usia 19 tahun, walaupun aku tau pasti Oppa tidak akan mengekangku. Tapi tetap saja statusku sudah berubah menjadi seorang istri. Aku duduk dan bersandar di tempat tidurku, menyelimuti kakiku dan menatap kosong kearah tembok dengan suasana lampu kamarku yang redup. Mencoba memikirkan hal apa yang akan terjadi pada hidupku selanjutnya.

Tok..tok..tok…

“Gyuri-ah, kau belum tidur” oemaku membuka pintu dan menghampiriku duduk di tempat tidur.

“Aniyeo, oema aku belum mengantuk”

Oema merangkul bahuku dan menariku ke pelukannya.

“Kim Gyuri putri cantik oema akan segera menikah. Kau akan menjadi nyonya Lee sekarang. Bersikaplah sebagai seorang istri yang baik, Patuhi perkataan suamimu, perlakukan ia dengan baik. Kau lihat kalung indah yang melingkar di lehermu adalah pemberian dari Ibu Donghae, dia memberikannya padamu berarti dia sudah memberikan tanggung jawab untuk menjaganya begitupula dengan putera kesayangannya. Tidak kusangka kau akan mengenakan baju pengantin besok. Rasanya baru kemarin aku mengantarkanmu masuk ke sekolah dasar, memakaikanmu baju-baju lucu, dan juga menguncir rambut panjangmu. Tetapi sekarang kau akan menjadi nyonya lee Gyuri istri dari seorang pria yang sangat hebat hebat Lee Donghae kebanggaanku. Oema sudah menganggapnya seperti putraku sendiri. Tapi akhirnya dia benar-benar menjadi putraku.”

Perkataan oema membuatku meneteskan air mata, aku sudah tidak bisa menahannya lagi saat ini hingga aku menangis keras di pelukan oemaku

“Oema, aku ini adalah Kim Gyuri. Aku masih Kim Gyuri yang dulu, putri kecil kesayangan oema”

Aku terus terisak di pelukan oema. Kurasakan oema mengelus lembut rambutku sambil sesekali mencoba menghentikan tangisanku. Tidak terasa akhirnya aku terlelap di pangkuan oema malam ini.

Aku harus bersiap-siap untuk segera berangkat. Ayah dan Donghae oppa sudah pergi terlebih dahulu kesana, mereka bahkan tidak menemuiku terlebih dahulu karena aku sedang sibuk dengan berbagai hal.

Tiga orang perias mengelilingiku saat ini. mereka merias wajahku, menata rambutku, dan yang lainnya sibuk mempersiapkan gaun yang akan aku kenakan. Setelah semuanya sempurna, aku dan oema segera berangkat menuju gereja tempat pemberkatan. Sesampainya disana aku langsung masuk ke dalam, jantungku berdebar sangat kencang, tetapi aku tetap mencoba terlihat tenang. Kulihat Appa menghampiriku dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya. Kulihat Donghae oppa sudah berdiri di depan pastur. Dia membulatkan matanya menatapku dan kulihat dia tidak dapat menutup mulutnya, oh mungkinkah aku sangat mempesona hari ini. aku tersenyum pada ayahku, melingkarkan tanganku di lengannya. Kami berjalan perlahan, hingga akhirnya ayah memberikan lenganku pada oppa sebagai tanda kalu dia mengizinkanku untuk menikah dengannya. Ayah sedikit mengangguk member penegasan. Donghae oppa segera meraih tanganku sambil tersenyum menatap ayahku.

***

Pemberkatan pernikahan terlah dilaksanakan. Aku dan Donghae oppa memang sangat serius mengikutinya. Ya Tuhan, apakah aku tidak sedang bermimpi. Aku sudah menikah sekarang.

“Baiklah disaksikan Tuhan dan semua hadirin yang datang kali ini, kalian resmi menjadi suami istri” ucapan pastur membuatku dan Donghae oppa tertunduk. Kami benar-benar menjadi sepasang suami istri sekarang. Ya Tuhan, benarkah ini semuanya terjadi. Aku benar-benar sudah menikah dan menjadi Nyonya Lee.

Segenap hadirin yang hadir disitu berdiri dan bertepuk tangan, aku melirik kea rah Oema, Appa, Oemonim, dan Donghwa oppa. Mereka sepertinya meneteskan air mata karena masing masing memegang sebuah tisu di tangan mereka.

“Kalian sudah resmi menjadi suami istri, kau boleh mencium pasanganmu sebagai tanda cintamu padanya” ujar pastur yang memberkati kami

Deg…

Tiba-tiba aku merasa suluruh darahku naik ke kepala,oema oetokhae? Didepan semua orang, dan berciuman? Andweeee….. aku melirik kearah oppa yang masih tertunduk malu. Para hadirin juga hanya bisa tertawa melihat tingkah kami berdua yang masih malu-malu.

“Donghae-ya, apa yang kau tunggu. Ayo cepat lakukan. Kalian sudah resmi menjadi pasangan suami istri sekarang”

Ucapan Eunhyuk oppa membuat wajahku semakin merah. Huwaa… aku harus bagaimana sekarang. Kulihat donghae oppa mengangkat wajahnya dan mulai menatap mataku. Aaaaah ini adalah first kissku, apakah akan diambil olehnya hari ini, baiklah dia memang suamiku tapi kita bahkan tidak saling mencintai. Aku ingin first kissku untuk seseorang yang benar-benar aku cintai dah mencintaiku. Donghae oppa, merengkuh bahuku. Dia mengecup dahiku, setelah itu kami berdua hanya saling  tersenyum satu sama lain dan kembali tertunduk malu.

“Donghae-ya, kau tidak bisa melakukannya? Tidak masalah jika kau ingin mempertontonkan sebuah ciuman hot dihadapan kami semua, itu wajar karena kalian sudah sah sebagai suami istri sekarang”

Aish.. kenapa Eunhyuk oppa tidak bisa berhenti melontarkan pernyataan konyol yang membuat aku dan oppa menjadi salah tingkah. Aku melihat oppa yang menatap eunhyuk oppa dengan tatapan tajam yang mungkin jika tidak banyak orang disini, Donghae oppa akan segera memasukan sepatu yang ia kenakan ke dalam mulut Eunhyuk oppa.

Setelah pemberkatan selesai, dilanjutkan dengan resepsi pernikahan kami. Konsepnya adalah garden party. Untungnya sore ini cukup cerah. Aku dan Donghae oppa sibuk menyapa setiap tamu undangan yang datang, semuanya terlihat sangat menikmati pesta ini. Kulihat Donghae sibuk menyambut setiap tamu yang datang, dia benar-benar memiliki kemampuan sosial yang sangat baik, tidak heran dia sangat hebat dalam berbisnis.

Beberapa teman dari kampusku juga datang ke resepsi pernikahanku hari ini. kebanyakan dari mereka sangat iri melihatku yang bisa menjadi seorang Nyonya Lee. Siapa yang tidak ingin menjadi seorang pendamping hidup Lee Donghae pewaris utama LK Corporation Korea. Akulah gadis beruntung itu, tapi aku masih merasa tidak beruntung karena kisahku ini sangat rumit. Aku menikah sedangkan statusku masih sebagai kekasih orang lain, Aish apa yang harus kulakukan sekarang?.

Aku melihat ke sekeliling tamu undangan, sebelum perhatianku tertuju pada seseorang yang tidak asing, pria yang selalu ada disampingku. Lee Jinki, dia datang ke acara resepsi pernikahaku. Omo.. apa yang ada dipikirannya saat ini, bagaiamana mungkin dia datang ke acara pernikahan kekasihnya sendiri. Kulihat Jinki berdiri disamping seorang pria paruh baya, dan kenapa ayahku dan Donghae oppa menghampirinya juga. Apa mungkin ayah Jinki juga salah satu rekan bisnis ayahku. Kulihat mereka berjalan ke arahku, huwaaa apa yang harus aku lakukan, Lee Jinki kau sengaja datang rupanya.

“Gyuri-ah, ini adalah Tuan Lee Jihyuk dia salah satu rekan kerja ayah” ujar ayahku memperkenalkan ayah Jinki padaku. Aku membungkukan badanku sopan.

“Dan ini adalah Lee Jinki, putra tunggal Tuan Lee. Dia juga kuliah di Kyunghae University. Apa kalian pernah bertemu sebelumnya” lanjut ayahku.

“aa..a..anyeonghaseo. kita tidak pernah bertemu sebelumnya” jawabku spontan. Aku menjabat tangan Jinki, kulihat Jinki hanya tersenyum dengan terpaksa.

Ketika aku melihat ke sekeliling, aku melihat Donghae oppa dan Eunhyuk oppa sedang mengobrol, mereka berdua memegang segelas wine ditangannya, tapi mengapa mata Donghae oppa tertuju padaku. Dia masih memperhatikanku yang sedang berbincang dengan ayahku,  Jinki dan juga tuan Lee. Kenapa tatapannya pada Jinki selalu seperti itu

Aku dan Jinki duduk disebuah kursi yang terletak di pinggir taman. Ayahku sedang memperkenalkan Tuan Lee kepada ibu dan Oemonim, sehingga meninggalkan kami berdua disini. Ayahku tentu sangat menyambut tuan Lee dangan baik, karena dia adalah rekan bisnisnya. Kulihat Donghae oppa masih berdiri disana, dia sedang berbincang dengan Eunhyuk oppa, dan…. seorang wanita? tapi siapa wanita itu? Ia terlihat sangat anggun, sepertinya dia juga seorang wanita yang cerdas. Aku yakin sekali umurnya pasti lebih tua dariku, mungkin tidak jauh dengan usia Donghae oppa. Ah sudahlah apa yang sedang kufikirkan. Aku dan Jinki masih sama-sama terdiam, tapi akhirnya Jinki memulai pembicaraan

“Kau terlihat sangat cantik Kim Gyuri, baju itu sangat cocok denganmu” ujarnya sambil tersenyum pahit. Aku tau bagaimana perasaannya saat ini. bagaimanapun juga statusku saat ini masih kekasihnya. Tetapi di lain pihak, statusku adalah seorang istri. Aku hanya terdiam mendengar hal yang baru saja Jinki katakan.

“Mengapa kau datang kesini? Mengapa kau datang ke pesta pernikahan pacarmu sendiri Jinki-ah. Apa kau sengaja ingin membuatku bingung?” tanyaku

“Aku hanya ingin melihatmu memakai gaun pengantin, walaupun bukan aku mempelai prianya. Tapi aku yakin suatu saat nanti kau akan jauh lebih cantik jika menjadi pengantinku” jawabnya.

Entah mengapa aku merasa perasaanku padanya semakin berubah. Walaupun sampai saat ini aku tidak tau perasaanku ini disebut cinta atau bukan, aku selalu merasa dia memperlakukanku dengan sangat baik, dia juga selalu melindungiku dari teman-temanku yang memanfaatkanku atau dari gadis-gadis yang iri denganku. Tapi sekarang aku mulai berfikir, aku rasa aku telah membohongi orang-orang yang aku sayangi. Oema, Appa, Oemonim, dan tentu saja Donghae oppa. dan yang lebih parah lagi, aku menikah membuat janji di hadapan Tuhan dan disaksikan oleh puluhan orang, sedangkan aku masih ragu dengan pernikahan yang tidak aku kehendaki ini.

“Jinki-ah, sudahlah jangan bicarakan hal seperti itu lagi disini. Aku tahu kau takut jika aku dan Donghae oppa benar-benar hidup sebagaimana suami istri pada umumnya kan?. Kurasa tidak seperti itu. Donghae oppa hanya menganggapku sebagai adiknya. Dan akupun demikian, aku menganggap Donghae oppa seperti kaka laki-lakiku sendiri. Donghae oppa memang sangat baik padaku, walau kadang bersikap menyebalkan, tapi dia tidak pernah menyakiti hatiku. Tapi kurasa diantara kami berdua tidak ada perasaan cinta antara seorang pria dan wanita, mungkin lebih tepatnya seperti adik dan kakak”

Aku melihat ke arah Donghae oppa, dia masih asyik berbincang dengan Eunhyuk oppa, dan seorang wanita cantik yang sedari tadi bersama mereka. Sepertinya obrolan mereka sangat seru karena kulihat sesekali mereka tertawa bersama. Tapi tiba-tiba kurasakan tangan Jinki menggenggam tanganku, aish… apa yang dilakukannya di depan banyak orang seperti ini.

“Gyuri-ah, tunggulah aku. Aku berjanji akan membebaskanmu dari pernikahan yang tidak kau kehendaki ini. Aku akan berusaha melakukan apapun agar kau bisa menjadi pengantinku Kim Gyuri”

Aku mencoba melepaskan tangan Jinki yang menggengam erat lenganku sebelum semua orang disini melihatnya.

“Jinki-ah, ini hari pernikahanku, kau tidak boleh bersikap seperti ini” ujarku sambil terus mencoba melepaskan tangan Jinki yang semakin erat menggenggam tanganku. Omo… kulihat Donghae oppa sedang memperhatikan kami, matanya tajam mengarah pada Jinki. Ya Tuhan apa yang harus kulakukan. Tapi akhirnya Jinki melepaskan tanganku ketika ayahnya menghampiri kami berdua.

“Jinki-ah sebaiknya kita segera pulang. Kau sudah memberikan selamat kepada teman kuliahmu ini kan?” Tanya ayah Jinki sambil tersenyum melihatku.

“Kim Gyuri-ssi, er.. maksudku Lee Gyuri-ssi selamat atas pernikahanmu. Semoga kalian bahagia” ucap Jinki dengan senyum palsunya yang dipaksakan.

Donghae’s POV

Aku memperhatikan setiap gerak-gerik sepasang remaja labil yang sedang berbincang disana. Berani sekali Lee Jinki datang ke pernikahan pacarnya sendiri, apa dia sengaja ingin membuat Gyuri bingung. Dan apa yang dia lakukan pada pengantinku, mengapa dia menggenggap tangan Gyuri seperti itu. apa sebenarnya yang sedang mereka bicarakan. Tapi untunglah tuan Lee tiba di saat yang tepat. Aku segera menghampiri mereka.

“Tuan Lee, terimakasih telah menyempatkan waktu ada datang ke acara pernikahanku” ujarku sambil menjabat tangan tuan Lee.

“Ya, selamat atas pernikahanmu, istrimu sangat cantik, jagalah ia dengan baik. Jangan sampai dia pergi dengan pria lain” ujar tual Lee dengan nada bercanda sambil tertawa keras. Kami bertiga mencoba ikut tertawa, walaupun sebenarnya hal itu sangat  tidak enak untuk dijadikan bahan guyonan. Iya Lee Gyuri mungkin bisa pergi dengan pria lain, tepatnya dengan Anakmu tuan Lee, batinku. Ah kenapa gadis manja ini tidak bisa mengerti perasaanku padanya. Aku bahkan sudah menyimpan perasaan ini sejak aku bertemu dengannya 6 tahun lalu, tepatnya ketika aku pindah ke Seoul. Terakhir kali bertemu saat Gyuri dan kedua orangtuanya berkunjung ke rumaku di Mokpo saat itu dia baru masuk sekolah dasar. Setelah aku datang ke Seoul, aku baru menyadari dia tumbuh menjadi gadis manis ketika memasuki Junior High School. Waktu itu aku bahkan menganggap diriku aneh, karena menyukai gadis kecil yang bahkan masih tingkat satu. Seiring berjalannya waktu, perasaanku padanya semakin dalam. Aku tidak bisa mengilangkan rasa ini. Tapi sayangnya dia berkencan dengan teman sekelasnya. Sahabat tepatnya. Aku sering mendengar dia bercerita mengenai teman-temannya yang sering memanfaatkan dia, karena Gyuri putri tunggal dari pemilik LK Corporation Korea, banyak juga diantara teman-temannya yang iri dan menjauhinya. Dia juga sering menceritakan tentang Lee Jinki pahlawan yang selalu membelanya di sekolah, yah aku mengakui kehebatan Jinki, seseorang yang berani melindungi Lee Gyuriku. Hatiku sangat sakit ketika mengetahui mereka berdua resmi menjadi sepasang kekasih. Ketika di memasuki tingkat 3 di Inha High School Gyuri pernah mengatakan padaku kalau dia sendiri tidak tahu bagaimana perasaanya pada Jinki. Tapi dia tidak ingin melukai hati sahabatnya itu, yah… Kurasanya gadis manja itu benar-benar menyukai Lee Jinki, buktinya, sudah hampir 2 tahun hubungan mereka masih baik-baik saja. Malangnya nasibku, menikahi wanita yang bahkan hatinya tidak untuku.

Gyuri’s POV

Kali ini aku duduk berdua dengan Donghae oppa, beberapa tamu menghampiri kami untuk mengucapkan selamat. Setiap orang yang memberikan selamat pasti berkata kalau kami berdua terlihat sangat serasi, sehingga bisa membuatku tertunduk malu. Aku mencoba membuka sesi obrolan dengan Donghae oppa.

“Oppa, sebenarnya siapa wanita itu? Baru kali ini aku melihatnya” Aish, mengapa pertanyaan itu yang terlontar dari mulutku. Ah pasti terdengar sangat aneh, untuk apa aku menanyakan mengenai wanita yang bersamanya itu.

“Siapa? Yang mana?” ujar Donghae oppa sambil menatap ke sekeliling. Bai.klah aku sudah terlanjur membuka pertanyaan, dan lebih baik aku mencari tahu sekarang

“Wanita yang sejak tadi tertawa denganmu, itu disana yang sedang bersama Eunhyuk oppa” jawabku sambil menunjuk ke arah mereka berdua yang memang sedari tadi masih asik mengobrol disitu

“Oh, dia adalah asisten pribadiku” jawabnya santai,

“Hem, jadi kau punya asisten pribadi juga. Seorang wanita cantik pula” ujarku menyindirnya. Jujur saja aku kesal melihat pemandangan tadi, mereka berdua terlihat sangat akrab. Donghae oppa juga sangat ramah di hadapannya. Ah, apa peduliku. Mengapa jadi seperti ini.

“MWO? Apakah istriku ini sedang cemburu dengan asisten pribadi suaminya”

Donghae’s POV

Haha, lucu sekali pertanyaan dari gadis ini. dia menanyakan tentang Haneul, yah Park Haneul adalah asisten pribadiku. Baru 2 minggu dia bekerja di perusahaan kami. Dia adalah seorang wanita yang sangat cerdas. Tidak bisa kupungkiri, asisten pribadiku ini memang sangat cantik dan anggun. Tapi itu semua tidak dapat mengalahkan pesonamu di mataku Lee Gyuri. Ah akurasa, kau memang sudah membuat ku buta, sehingga tidak bisa melihat gadis manapun selain dirimu.

“MWO? Apakah istriku ini sedang cemburu dengan asisten pribadi suaminya” godaku. Aku sangat suka melihat wajah kesalnya, terlihat sangat lucu.

“HYA oppa, apa maksudmu, siapa yang cemburu? Tidak mungkin aku cemburu dengan wanita itu. Aku jauh lebih manis dari dia. Terserah padamu kalau kau ingin mengencaninya, aku tidak masalah” Yah kau benar Lee Gyuri, kau jauh lebih manis dari gadis manapun di mataku. Tapi kenapa kau berkata seperti itu, itu membuat hatiku sakit. Bagaimana mungkin kau menyuruh suamimu berkencan dengan wanita lain. Ah, ini tak dapat dipercaya.

“Oh iya aku lupa, istriku saja mempunyai kekasih, masa aku tidak boleh punya pacar juga” balas ku. Aku berbohong dengan jawabanku karena kesal dengan pernyataanya barusan. Hem, kau pikir aku pria seperti apa, mana mungkin aku mengencani sekretaris pribadiku sendiri.

Gyuri’s POV

Perkataan Donghae oppa kembali membuatku tidak nyaman, setiap membicarakan mengenai hubunganku dan Jinki, pasti hatiku menjadi tidak enak. Ah…, sudahlah, aku tidak mau memikirkannya lagi.

Resepsi pernikahan kami berjalan dengan lancar. Dari pagi hingga sore, rasanya sangat melelahkan.

Setelah semuanya selesai, Kami segera kembali kerumah.

Oema dan appa sudah terlebih dahulu pulang, mungkin sekarang sudah sampai di rumah. Aku dan Donghae oppa menyusul di belakang. Sepanjang perjalanan aku tertidur karena kelelahan. Bagaimana tidak, aku harus memakai gaun yang cukup berat ini, dan berdiri menyapa para tamu. Oh tuhan rasanya punggungku patah semua.

“Pengantin baru kita seperti sudah sangat kelelahan” ujar ayahku tepat ketika kami melangkahkan kaki masuk kedalam rumah.

“Cepatlah bereskan diri kalian, setelah itu kita makan malam” lanjut oemaku.

Kami berdua naik ke atas menuju kamarku, atau kamar kami tepatnya. Oema menata ulang kamarku menjadi sangat berbeda dari sebelumnya. Pernak-pernik lucu yang tertata dikamarku sekarang sudah menghilang. Sebuah meja kerja diletakan di salah satu sudut kamarku lengkap dengan bebagai buku dan box file yang tertata rapih diatasnya, itu adalah meja kerja oppa yang sudah  berpindah dari kamarnya ke kamarku. Kali ini kami berdua didalam kamar, atmosfir ruangan ini menjadi sangat berbeda. Tidak ada satu katapun yang terlontar, kami berdua masih sama-sama terdiam. Kulihat Donghae oppa melangkah menuju tempat tidur, dia merebahkan dirinya dengan santai. Sedangkan aku masih berdiri sini, tidak tau harus berbuat apa, padahal ini kamarku sendiri tapi kenapa rasanya begitu lain.

“Hya, Kim Gyuri, ah bukan-bukan kau Lee Gyuri sekarang. Hei.. apa kau akan berdiri disitu terus sampai pagi?” ujar Donghae oppa, bangkit dari posisinya dan kini ia duduk di pinggir tempat tidur. Tch, bahkan dia memanggilku Lee Gyuri sekarang.

‘”Ini kamarku sendiri, tapi kenapa rasanya begitu lain” balasku

“Sudahlah santai saja. Apa kau lupa, aku bahkan sudah sangat sering masuk ke kamarmu. Menurutku sama saja seperti sebelumnya kan?” jawabnya

Memang bukan pertama kali oppa masuk ke kamarku, kami bahkan pernah hampir semalaman bersama ketia ia membantuku mengerjakan tugas kuliahku. Tapi kali ini suasananya berbeda. Berbeda karena sekarang dia adalah suamiku, berbeda karena status kami sekarang adalah suami istri. Yah aku akan mencoba bersikap seperti biasa.

“Baiklah, aku akan bersikap seperti biasa padamu. Dan sekarang lebih baik oppa keluar, karna aku akan mengganti bajuku. Kau tau gaun ini sangat berat, ditambah lagi sepanjang hari ini aku berdiri menyapa para tamu. Dan sekarang seluruh tubuhnya sakit semua” ujarku

“Lee Gyuri, sekarang ini adalah kamarku juga. Mengapa aku harus keluar, lagipula sekarang kita suami istri. Buka saja gaunmu itu didepanku, tidak masalah kan” jawabnya santai

“Mwo?Apa kau ingin mati? Sireo… Aku tidak akan melakukannya” balasku setengah berteriak. Sedangkan dia hanya tersenyum mendengarnya.

Aku membuka lemari untuk mengambil baju tidurku. Ya tuhan, oema bahkan menyusun seluruh pakaian oppa di disini. Aku mencari-cari baju tidur yang biasa kupakai, tapi mengapa tidak ada, apa oema membuanganya juga. Perhatianku akhirnya tertuju pada sebuah baju tidur yang tergantung rapih diantara baju-bajuku.

“WHOAAAA… apa ini?” teriaku keras.

Aku mengambil gaun tidur bewarna merah muda yang sedikit membuatku bergidik geli itu.

Donghae’s POV

“WHOAAAA.. apa ini?” teriakan Gyuri membuatku kaget dan bangkit dari posisiku, segera menghampirnya.

“Hya, ada apa?” Tanyaku penasaran, aku berdiri dibelakangnya yang sedang sibuk dengan baju-baju di dalam lemari itu.

“lihat ini.. pasti oema yang meletakannya disini. Bahannya bahkan sangat tipis, dan kurasa ini terlalu pendek. Aku bisa membeku kedinginan jika harus menggunakannya untuk tidur” jawabnya sambil berbalik ke arahku dan menunjukan sebuah gaun tidur berwarna merah muda di tangannya.

Deg… apa ini? tiba-tiba perasaanku menjadi tak karuan. Gaunnya memang memang sangat minim dan juga tipis, bagaimana mungkin dia menggunakannya untuk tidur. Jika gadis ini benar-benar menggunakannya bagaimana dengan nasibku. Bagaimana jika aku tidak bisa menahan diri dan menerkamnya ketika sedang terlelap? Bukankan itu sangat menakutkan. Aku hanya bisa tersenyum dengan menampakan ekspresi aneh. Kurasa Gyuri menyadari tingkahku.

“Ya, kau benar, sebaiknya kau tidak usah menggunakannya untuk tidur” pernyataan itu yang keluar dari mulutku. Kau tidak boleh menggunakan gaun tidur itu didepanku jika kau ingin selamat malam ini Lee Gyuri. Ah.. aku menarik nafas dalam-dalam mencoba mengumpukan konsentrasiku yang berantakan karena ulah gadis ini.

“Oh.. mengapa tiba-tiba kamarmu panas sekali Lee Gyuri” lanjutku sambil melonggarkan kerah bajuku, yang tiba-tiba rasanya benar-benar mencekik leherku. Ah suasana kamar ini menjadi berubah gara-gara gaun tidur itu. aish Jinja….

***

To Be Continue…

***

Anyeong readers, Abang Ikan uda kawin aja nih, haduh sebenernya garela sih. Tapi ga apa-apa asalkan oppa bahagia *digeplak readers* 

Gamsahamnida 🙂

Advertisements

97 comments on “Oppa Saranghae *We Got Married*

  1. wah2..keren2…

    suka endingnya….whoot whoot…kebayang tuh rasa sakit hatinya Jinki…

    huweee..*hug Onew…

    eh..kirain td mau kissing bibir..trnyata dahi..hhaahha…=)

    *sumpel dah tuh si eunhyuknya…wkwkwkw

  2. Wedew,
    Abang ikan ternyata ‘cinta terpendam’
    Hwaaaaa,
    Pake aja tu gaun Gyurina, biar abang ikan makin salting
    Wkwkwkwkwkwkwkwk….
    LANJUUUUUUUTTT…..

  3. wah keren2….
    saya suka…

    ampe bosen ngmongnya tp emang bener kok ceritanya bgus….
    trus lucu lg…
    hehehehe

  4. astaga.com abang ikan kau manis skali sperti gula batu *plak* knp ga d poppo dbibir aja. hahaha

    aduh piye iki si jinki, kacian kacian kacian. ama aku aja gmn? *tabur kembang*

  5. Haeppa sweet bgt,, udah suka dari dulu toh.. Hhahaha Gyuri jg kaya’y emng suka cuman dy msh bingung*sotoy*
    Lanjut ke’part berikutnya deh

  6. Hyaaaa gyuri kalo kamu gak mau, aku rela gantiin posisimu hahaha kayanya aku langsung ngacir kepart selanjutnya aja ya…… Penasaran bgt

  7. wakakakaka..panas ya bang, buka aja bajunya #Plak
    gyuri udah mulai jeles jg nih…hayoooooo kalian kapan nydar perasaaan klian masing2 ??!!! gemessss kan jadinya ==”
    lanjuttt…penasaran!!!

  8. Congratulation…… ,`^^
    ternyata hae dah mencintaibdr lama…. Cita cita jinki mengerikan… Mau rebut istri orang ….. Dah mulai seru dah…..

  9. Hehehe,, tuh benerkan donghae emang suka gyuri dari awal,, hahahah,, gyuri cemburu tuh,, kereeeen,, lanjut baca part selanjutnya,,

  10. akhirnya hae ma gyuri married,,,,,
    makin seru deh ceritanya 🙂
    krn penasaran tingkat tinggi,aq lanjut next part y,,,

  11. “Oh.. mengapa tiba-tiba kamarmu panas sekali Lee Gyuri”

    yahhh alibi.. pengalih pembicaraan.. ckckckckckkk
    hihihiiiiii entahyah ngikik ajah ngebayangin pasangan ini sekamar..

  12. huaaaaaa
    keren !! tp agak sedih juga sm cintanya donghae
    he’s married !!
    belum rela kalo beneran, tp kalo di ff ini gppa deh, buat donghae sebahagia mungkin ^^
    lanjut ~

  13. hahahhaha lucu donghae n gyuri,,,, suami istri yg unik….
    sekarang agak lega n ngak lg penasaran sama perasaan y donghae semua terungkap di part ini ternyata dia udah cnt ma gyuri dari dulu n sikap y slama ini cuma buat nutupin rasa suka y…..
    dari tatapan donghae ja udah kerasa persaingan y ma jinki pa lg pas jinki dateng ke pesta pernikahan y itu,,,,, kasian juga sih ma jinki…..

  14. Puahahahaha pada salting gara-gara lingrie xD
    Udahh gyuri pake ajaa ~ , biarin ga selamat malem nyaa , kann nanti bisa punya baby u.u /plak/

    Daebakkkk eo ceritanyaaa!!! Suka banget sama alur ya g kayaj gini, okeee next chap! Hwaiting eo ^^b

  15. mf br komen chingu, akhirnya hae-ry couple nkh jg XD.. tp kasian hae oppa ms istrinya punya pcr jg o_O.. uri oppa kepanasan xixixi XD #kipas2in hae oppa

  16. hahaha lumayan nglangn stress gra2 ngeliat s.dongek nyium cwe d ss5 nyampe bkin aku nangis gak karuan…

  17. Harusnya hae oppa yg nyakitin gyuri *plak*
    Spya lbh mantep ceritanya ;(

    Tep gak terima klo abang donghae di duain sama gyuri *protes* (˘ ˘̯) :p

  18. wkwk masa gegara liat lingerie aja udah ngefek. Aelah donghae donghae..
    Udah terkam aja gyuri kekeke~*dilindes gyuri*

  19. sweet…sweet…
    jadi hae oppa memendam rasa cinta ke gyuri dh lama toh..
    knp ga ngomong dari duLu oppa?????

  20. Sebenernya gyuri nganggep jinki oppa sebagai apa?kok kayakya cuma sbg sahabat..
    Beda bgt kalo ke donghae oppa

  21. tp jinki beneran suka kan ama gyuri…
    knp jd su’udzon ama jinki ya..
    tkutnya jg manfaatin gyuri..hahaha
    #di patok ayam

    pikiran donghae oppa udh kemana-mana tuh pas liat lingerie..kkkkk

    udah sah ko oppa..gg papa..hahaahawww

  22. ealaaahhh ternyata eh ternyata si ikan amis bantet juga sukaa sama si gyuri wkwkwk
    enyahlah kau lee jinki.. mengganggu saja #plakkk hohoho

  23. Ngakak Baca bagian ini hahahah….. => bagaimana dengan
    nasibku. Bagaimana jika aku tidak
    bisa menahan diri dan menerkamnya
    ketika sedang terlelap? Bukankan itu
    sangat menakutkan. Aku hanya bisa
    tersenyum dengan menampakan
    ekspresi aneh. Kurasa Gyuri
    menyadari tingkahku.

  24. Wkwkwkwk
    Donghae lucu, kasihan banget. Semoga aja Gyuri tidak polos polos banget, dan gak pakek tu baju tidur.
    Gak kebayang kalo ampek dia pakek tu baju tidur.

  25. kyaaa~ ternyata oh ternyata donghae suka sama gyuri >.< bahkan udah dari dulu~! dan donghae nggak punya pacar, semoga aja gyuri bisa tahu perasaan donghae yg sebenarnya ^^

  26. Tuh kan donghae emang uuda sukaam gyuri …..
    aq kok gg enak ati ya am omongan jinki , kayak yg mau rencanain hal yg jahat gttu , aq akan melakukan berbagai cara , nah kata” itu yg bikin agak was was :/
    harus.a gyuri tuh cemburu am hyuk /apaan coba/
    #abaikan :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s