Gallery

My Beautiful Photographer (Part 2)


Author                 : Serlin

Genre                   : Romance

Cast                       :

Hwang Jangmi

Yesung

Lee Sungmin

“Jangmi-ya kau itu salah memotret orang” tukas nona ming membuat mata jangmi membelalak lebar.

“MWOYA???”

Semua orang tertawa terkekeh dan salah satu dari mereka berucap “Bagaimana mungkin seorang agen majalah tak tahu bagaimana wajah artisnya” dan dia kembali menertawai jangmi. Sungguh malu dirinya. Tapi akhirnya nona memutuskan untuk tetap mempertahankan pegawainya yang babo ini.

@@@

“Apa harus hari ini? Aiisshh.. aku benar benar sangat lelah sekali, kenapa kau terus memaksaku untuk kehendakmu itu” Keluh yesung yang masih tak mau juga bangun dari tempat tidurnya, manajernya tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk bisa membuat dirinya tidak dinyatakan bersalah di depan yesung.

“Tapi kau sudah menandatangani surat perjanjiannya, dan besok kau akan mengadakan konsermu di jepang, kau juga harus pikirkan perasaan fansmu jika kau membatalkan konsermu”

Yesung terdiam dan bangun perlahan dari tempat tidurnya, baru satu jam dia beristirahat sekarang dia sudah harus melanjutkan kegiatannya lagi.

“Baiklah” jawabnya dengan suara parau, dia menyingkap selimutnya dan berlalu ke kamar mandi.

2 jam kemudian..

“Yesung-ah.. apa kau di dalam??” manajer sangat khawatir karena sudah 2 jam yesung berada dalam kamar mandi, dia putuskan untuk mendobrak pintunya dan..”Brakkk!!!” didapatinya yesung sedang tertidur pulas di dalam bath up.

@@@

Lee Sungmin

“Tidak bisa sekarang karena aku besok harus mengadakan rapat di cina untuk memastikan tentang pembuatan indoor stadium ke-5” tegasnya menolak mentah mentah tawaran yang diberikan oleh penanam saham.

“Aku hargai itu dan kuharap kau mau bekerja sama dengan perusahaan kami” ujar seorang ahjussi memelas, tapi sungmin masih tetap dengan sikap angkuhnya.

“Bila aku ada waktu dan akan kuhubungi kau” ucapnya santai. Ahjussi tadi beranjak dari duduknya dan membungkukan badannya, tapi tak ada sedikitpun penghargaan dari sungmin.

@@@

Jang mi kembali melihat ke arlojinya, pukul 09am dan seharusnya nick sudah tiba disini. Benar saja orang yang sudah hampir 2 jam jangmi tunggu ternyata melambaikan tangannya dari kejauhan.

“NIIICCKK!!!” teriak jangmi dan menghampiri nick yang sedang menyeret kopernya itu, kemudian dia memberikan pelukan hangatnya kepada kekasih yang sudah sekitar 6bulan tidak dia temui.

“How was your day nick?” jangmi belum ingin melepaskan pelukannya, nick mengelus kepalanya.

“I dont know because everyday you always in my mind, i couldnt feel anything that’s only you jang mi”

Jangmi melepaskan pelukannya saat melihat para gadis mengerumuni seseorang, dialah yesung yang sudah 2 hari jangmi cari keberadaannya.

“Just a few minutes” tukasnya sambil berlari ikut mengerumuni yesung. “Ckreekk!!” dia dapatkan juga gambarnya dan inilah yang akan dijadikan cover dimajalah. Jangmi tersenyum bangga. Nick hanya memandanginya tidak mengerti.

“Come on nick” jangmi meraih tangannya dan mengajak nick berjalan mengelilingi airport.

“Who is he?” tanya nick masih penasaran dengan sosok yesung tadi.

“He is a singer, an actor and.. i love him” jelas jang mi yang menyatakan bahwa dia adalah fans dari yesung, untuk membuat nick tidak curiga apa yang baru saja dia lakukan.

“You really love him?”

“Yeah as my idol”

Kali ini nick mulai paham, jangmi menawarinya eskrim. Untuk beberapa hari ini nick berada dikorea. Dia biasa mengunjungi jang mi kekasihnya 6 bulan sekali. Jang mi dan nick bertemu saat jang mi sekolah di amerika dulu tapi karena jang mi memutuskan untuk kembali ke korea maka nick yang harus mengalah untuk mengunjungi jang mi. Jang mi harus berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sudah lama dia tidak bertemu dengan ayah yang selalu mengekangnya tapi setiap hari dia selalu mencari tahu tentang perkembangan dan kemajuan perusahaan ayahnya itu. Tak ada yang tahu bahwa hwang jang mi adalah anak dari hwang bae nim pengusaha konstruksi terbesar di korea.

@@@

“Hasil potretanku sudah di publish?” tanya jang mi girang, nona ming mengangguk pelan. Jang mi benar-benar senang karena ini pertama kalinya hasil karya jang mi dilihat oleh banyak orang.

“Aiigoo.. aku benar benar sangaat sangat senang!!” ujarnya, saat jang mi mulai menari-nari nona ming menghentikannya.

“Kau jangan melakukan hal aneh disini, ara?” nona ming mengingatkan jangmi.

“Arasseo nona ming, aiishh kau benar-benar mengesankan” jangmi mencubit pipi nona ming dan berlalu pergi, nona ming mengelus-elus pipinya yang memerah “Aiisshh anak itu” gumamnya.

“Kau sedang senang, kau sangat berseri hari ini” ucap hae ja ramah, tapi entah kenapa jang mi tak pernah mau sedikitpun bersikap baik padanya meski hari ini hatinya sedang berbunga bunga.

“Hari sabtu yesung pulang dari jepang dan jika kau ingin mendapatkan sedikit informasinya dia datang sekitar pukul 7 malam” hae ja tersenyum kecil pada jangmi.

“Darimana dia tahu tentang itu?” pikir jangmi.

Hari sabtu jang mi mengantar kepulangan nick ke bandara, sekaligus menjalankan misinya untuk menunggu yesung. Nick berkata padanya bahwa suatu saat jika dia menemui jangmi kembali ketika sekolahnya sudah selesai maka dia akan melamar jang mi dan tinggal di korea bersamanya. Jang mi hanya terkagum mendengar pernyataan kekasihnya itu. Nick berjalan perlahan meninggalkan jangmi, jangmi melambaikan tangannya mengucapkan salam perpisahan. Dilihatnya fans dari yesung telah berkumpul memenuhi airport. Sungguh melelahkan harus menunggu ber jam-jam sampai jangmi terbangun dari tidurnya.

“aiisshh.. masih 1 jam lagi? Bagaimana bisaaaa!!!!” pekiknya.

“aku bahkan sudah tertidur disini, apa-apaan aku ini orang pasti berpikiran bahwa aku ini kurang kerjaan tapi inilah pekerjaanku, sangat sulit untuk mewujudkannya”

“Kau?” seseorang menundukan kepalanya melihat ke arah jangmi, jangmi mendongak dan terperanjat setelah tahu bahwa itu adalah lee sungmin.

“A..aa..nnyeong” ujarnya pelan, sungmin tersenyum iblis “Akhirnya kau kutemukan nona” jangmi berusaha menutupi wajahnya dengan menghamburkan rambutnya ke muka.

“Sillyehamnida, aku ingin ke toilet sebentar” jangmi berusaha bangkit dari tempat duduknya tapi tidak bisa dia kembali terduduk, sungmin benar-benar tak mengijinkannya.

“Kau pikir aku akan membiarkanmu pergi begitu saja? HAH!!!!”

Jantung jang mi berdegup kencang, hatinya mencelos dibentak seperti itu oleh sungmin.

“Sini berikan kameramu” sungmin merebut kamera jang mi, jangmi hanya bersikap pasrah dan tanpa seizin jang mi sungmin melemparkan kameranya begitu saja jang mi berteriak histeris dan “Yesung-aah” keriuhan terdengar di belakang sana, yesung berhasil menangkap kamera jangmi, yesung mengenakan kostum super man menjadi penyelamat hidupnya. Jubahnya berkibar dan sesekali yesung membetulkan poni berbentuk huruf S nya.

Jang mi ternganga tidak percaya. Yesung mendekatinya dan berjalan di depan sungmin.

“Ini milikmu nona?” gaya yesung benar benar membuat perut melilit, walaupun agak sedikit aneh tapi tetap saja para gadis itu terus menerus meneriaki namanya.

“Gomawo” jang mi masih terbengong mengetahui siapa yang berada dihadapannya itu, benar benar mendramatisir.

“Cheonmaneyo” yesung mengelus pipi jang mi kemudian mengibaskan jubahnya dan pergi meninggalkan jangmi.

Ah tidak itu hanya sebuah khayalan, yang sebenarnya terjadi adalah yesung menangkap kamera jangmi, mengamatinya sejenak lalu membuangnya ke tempat sampah di depannya.

“NNEEOO!!!” jang mi menunjuk kesal ke arah sungmin, berusaha memukul tapi tidak bisa karena sungmin memegangi kepalanya. “Aigoo.. lepaskan kepalaku, ini sakit aaa” geram jangmi, Sungmin mendorong jang mi membuat jang mi terjungkal dan meninggalkannya, ingin sekali rasanya jangmi mengacak-acak rambut sungmin, dan mencekik lehernya tapi tidak mungkin terlalu banyak pengawal di sekelilingnya. Kaki jangmi terbentur bangku di depannya menyebabkan lebam pada daerah lututnya.

“Gwaenchanayo?” seseorang menghampirinya sedikit menundukan badannya dan kali ini benar-benar yesung, jangmi kaget tidak mau melihatnya karena yakin ini juga pasti khayalannya.

“Shiro jangmi-ya, ini fatamorgana dan tidak ada yang nyata” serunya dalam hati, namun yesung malah berjongkok di depannya.

“Ini milikmu nona?” dia menyerahkan kamera jangmi.

“Mwo?” jangmi masih belum tersadar.

“Aku tadi ingin mengembalikannya padamu tapi aku tahu banyak fans disekelilingku dan pasti kau akan dapat masalah besar nona” jelasnya, jangmi mulai mengerti dan segera mengambil kameranya lalu mengalungkannya.

“Ghamsahamnida” jangmi berusaha bangun tapi tidak bisa, ternyata kakinya bermasalah. Yesung mengamati keadaan sekeliling memastikan tidak ada orang yang memata matainya. Dia melepas jaketnya dan berjongkok membelakangi jangmi.

“Kau naik ke punggungku dan tutupi wajahku dengan jaket ini” perintah yesung.

“WAE??” jangmi terlonjak kaget.

“Pallii..” pinta yesung segera, akhirnya jangmi mengabulkan permintaannya itu. Yesung menggendong jangmi dan jangmi menutupi kepalanya yesung.

“Aku tak bisa melihat apapun nona, apa kau ingin terjatuh?” protes yesung, sesegera mungkin jangmi membuka jaketnya.

“Jangan juga terlalu terbuka seperti ini, aku bisa ketahuan dan menjadi trending topic besok” protes yesung lagi. Jangmi merasa sedikit kesal tapi bagaimanapun juga dia benar-benar berterima kasih karena yesung walapun artis papan atas tetapi tetap rendah hati.

“Kau akan membawaku kemana?” jang mi mulai bersuara yang sedari tadi hanya melamun diatas punggungnya yesung.

“Aku akan membawamu ke apartemenku terlebih dulu untuk mengobati luka dikakimu itu”

Jang mi menyetujuinya dia yakin bahwa yesung adalah orang baik-baik. Tapi mereka mendapat kesulitan untuk masuk ke dalam apartemen yesung, tapi dengan pikiran yang di bolak balik akhirnya yesung bilang bahwa jangmi adalah adiknya yang sudah tidak bertemu selama 5 tahun, dan dengan percayanya petugas resepsionis di apartemen itu mengangguk padahal yesung itu tidak memiliki adik perempuan.

“Waahh.. ini apartemenmu? Aku tidak percaya ini, Neomu yeopo!!” aku sangat mengaguminya. Sementara itu yesung pergi ke sebuah ruangan dan kembali membawa kotak obat.

“Apa-apaan ini? Hanya ada sedikit luka dikakiku kenapa kau membawakanku kotak obat begitu banyaknya?” jangmi memprotes, tingkah yesung seperti dokter yang akan mengoperasi pasiennya.

“Aiisshh.. kau jangan banyak protes” katanya, Dia hanya mengenakan kaos tak berlengan dan celana bahannya selutut, sama sekali tak ada pamor keartisan yang nampak dari dirinya. Yesung sekarang duduk disebelah jangmi, mengobati luka jangmi dengan hati-hati.

“ANDWAEE!!!” teriak jangmi keras, membuat alis yesung mengerut seketika. Mungkin suara teriakannya itu terdengar hingga lantai dasar. Yesung tersenyum, jangmi terpaut oleh senyumannya tak lama setelah itu dia menggelengkan kepalanya seraya berkata “Shiro”.

“Aniyo oppa, aku terlalu merepotkanmu.. mianhaeyo”

Jangmi berusaha menarik kakinya, yesung tertawa terkekeh.

“Kenapa kau nampak begitu gugup? Kau tenang saja aku tak akan apa-apakan kau, aku yang menemukanmu dalam keadaan seperti ini jadi aku harus bertanggung jawab, oiya aku hampir lupa tapi aku yakin kau pasti sudah mengenalku saat melihat wajahku yang familiar, benar kan? kau siapa namamu?” yesung terus mengoceh sambil melumasi obat di kaki jangmi, hwang jangmi nampak sedikit kesakitan “too confident” pikirnya. Jangmi tak mau memperlihatkan raut kesakitannya di depan orang ini, pasti akan tambah merepotkan yesung yang baru hari ini bertemu dengannya.

“Aaiih.. Hwang Jang Mi imnida”

Setelah beberapa saat mereka berdua saling diam, terlihat yesung termanggut-manggut dan tangannya mulai berhenti mengobati kakinya, jangmi memerhatikan dengan seksama dan ternyata orang ini telah tertidur, sepertinya dia sangat kelelahan sampai susah sekali untuk dibangunkan. Jangmi menarik kakinya, masih belum bisa berdiri kedua kakinya terasa lunglai, kedua kakinya lebam dan memang sempat mengeluarkan darah.

“Awas kau jika ku bertemu denganmu lagi akan kupatahkan tulang lehermu, pemuda gila!!” jangmi benar-benar merutuk perbuatan sungmin.

“Oppa ireona” jangmi menepuk pipi yesung yang kepalanya sudah tergolek tak berdaya di sandaran sofa. Jangmi berusaha bangun dan mencoba menahan nyeri dikakinya, diambilnya secarik kertas dan sebuah pena akhirnya dia putuskan untuk menulis sebuah catatan kecil ucapan terimakasih banyak kepada orang ini “Jeongmal ghamsahamnida oppa, kau begitu baik dan kuharap kau akan mendapatkan sesuatu yang terbaik dari yang paling baik, hwang-jang-mi-yang-tak-akan-melupakanmu”. Jangmi meraih tas ranselnya dan berjalan dengan langkah terseok seok sambil meringis kesakitan.

To be continue…

Part 2, gimana menurut kalian? Terusin jangan nih? Tinggalin komentar ya. Gamsahamnida…

Advertisements

12 comments on “My Beautiful Photographer (Part 2)

  1. umin’y koq evil siiihhhh,,kseringan ma kyu jd ktularan evil 😀

    aiihhh yeye baik bgt siihhh mu nlongin jang mi,,,

    langsung next part 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s