Gallery

I Love You Yongwonhie (Part 6)


Author : Serlin

PART 6

(who wanna feels comfort?)

Hwang mae ri’s Pov

Sungmin terlihat sangat kelelahan, dia mungkin tadi mencariku karena kulihat tas kerjanya sudah ada di apartemen kami.

“Apa tadi kau berniat untuk kembali kerumahmu?” Sungmin menatap keluar jendela apartemen, dibawah sana ada aliran kecil dari sungai han.

“Menurutmu?” aku terus memainkan ponselku, mencoba bersikap sesantai mungkin setelah adanya ketegangan antara kami dan orang tuaku.

“Aku bertanya padamu, kenapa kau malah bertanya balik?” dia terlihat melipat kedua lengannya tanpa menoleh kearahku, ku lihat boneka teddy bear berwarna coklat di sampingnya.

“Itu..itu..untuk siapa?” tanyaku penasaran sambil melirik ke arah boneka tersebut, aku mencoba mengalihkan topik pembicaraan dan lee sungmin, dia terlihat menjadi salah tingkah setelah aku menanyakan tentang boneka itu.

“Ah.. ini hadiah, kau tahu hari pertama aku menjadi dokter bahkan sudah ada pasien yang jatuh cinta padaku” dia bertingkah dengan sedikit pamer, berusaha untuk membuatku iri.

“Heh? Aku tidak peduli dengan seonmul yang begitu jelek seperti itu, hadiahnya pasti tak lebih mahal dari sebuah flip kertas” aku mulai menggelung dikasur dan menutupi seluruh tubuhku dengan bed cover, tidak peduli bagaimana ekspresinya saat ini yang pasti aku sudah sangat sangat mengantuk.

Sungmin’s Pov

Aku tidak tahu kalau ternyata Mae ri tidak menyukai hadiahnya, tadinya aku berniat untuk meminta maaf kepada Mae ri karena kejadian tadi malam tapi karena tingkahnya yang begitu dingin membuatku sedikit menaikan harga diriku didepannya. Hem lebih baik besok aku kembalikan boneka ini pada toko mainan tadi, mungkin ada yang lebih menginginkannya dariku. Aku belum menceritakan tentng pernikahan ini pada appa-ku tapi kurasa appa Ga young

Ga young’s Pov

Aku sangat rindu pada appa, apa yang sedang dilakukannya sekarang? Aku memang tadi sempat mampir ke rumah appa, tapi dia tidak ada disana, bahkan toko kue beras appa juga tutup, ponselnya tidak bisa dihubungi, apa yang terjadi? Aku membalikan tubuhku ke sebelah sisi yang lain.

“HUWAAA!!!” aku menjerit kencang saat berhadapan dengan sosok Choi Minho yanng sudah memandangku garang.

“Kau yang sudah memukul hyung-ku hah?” tuduhnya asal.

“Hah? Apa kau kira tenagaku sekuat itu sehingga membua ujung bibirnya robek?” bantahku, enak saja dia menuduhku sembarangan seperti itu.

“Tapi auramu itu tidak menolak kemungkinan” dia terus mengintogerasiku berulang-ulang, aku benar-benar marah kali ini.

“aura apa yang kau maksud hah? Jikalau iya, aku juga tak akan mungkin memukul hyung-mu itu tapi aku akan langsung membunuhnya, ara!!”

“Cih sepertinya hyung-ku salah memirih orang, hah dan aku sebagai dongsaeng harus kena imbasnya” dia melengos keluar kamar, menyebalkan sekali orang itu tiba-tiba masuk kamar tanpa mengetuk pintu, haissh..

Keesokan harinya..

Siwon keluar dari kamarnya, kami sempat berpapasan sejenak dan tak menyapa satu sama lain. Dia melirikku sinis, aku hanya berlenggang di depannya dengan sedikit mengambil aba-aba.

“Hyung apa sudah agak baikan?” minho mulai membuka suasana pagi hari yang begitu sepi, di meja makan dia mulai bertanya menunjukan rasa kekhawatirannya pada Siwon.

“Nde, gwaencahana.. ya park ga young” dia mengawasi cara makanku.

“apa seperti itu cara makan seorang yeoja? Kau bahkan tak pernah berpakaian layaknya istri dari seorang bangsawan” Siwon menuturkan peringatannya, aku hanya mencibir dengan mulut masih penuh makanan.

“Minho-ya nanti sepulang sekolah kau antar dia ke mall kita, kau yang bertanggung jawab untuk merubah penampilannya yang tidak ada unsur estetis sama sekali” tambah siwon, perkataannya membuatku tersedak dan terbatuk berkali-kali.

Author’s Pov

“shireo.. mana mungkin kita dapat merubah wanita jadi-jadian seperti dia hyung? Kucing saja tidak mau meliriknya..” tolak minho kasar, Ga young meletakkan roti yang sedang ia pegang dengan hentakan tangan yang menyentuh meja.

“Apa maksudmu dengan wanita jadi-jadian hah?” ga young mulai geram.

“Nde, kau itu jadi-jadian, dasar wanita jorok kau bahkan tidak mencuci tanganmu saat mulai memasukan roti kemulutmu” sergah minho, membuat emosi Ga young semakin berkumpul di atas kepala. Siwon yang sedang menyeruput segelas cappucino sedikit terbatuk saat mendengar perkataan minho, dia meletakan cangkirnya kembali ke atas meja.

“Aish.. You? Are you crazy? We’re just an intelegent people, and you? You did anything that you didnt have to do..” mata siwon mulai membulat memandang Ga young.

“You never directed me, because i have my own life.. understand?” Ga young membalas perkataan siwon tadi, Minho yang menyaksikannya terkesiap melihat ga young yang lumayan fasih mengucapkan kata-kata dalam bahasa asing.

“Ohayou gozaimasu..” Ga young melambaikan tangan kirinya kilat, dan mulai berlalu meninggalkan meja makan, kepala siwon mulai berputar melihat tingkah istrinya yang tak masuk diakal itu.

Sungmin’s Pov

Hari ini aku bahkan tidak melihat satu sama lain, Mae ri benar-benar dingin terhadapku apa sebegitu dia membenciku sehingga tak mu memalingkan pandangannya kepadaku sedikitpun.

“Kau memasak ini?” aku membuka tutup panci, ada sedikit ramyeon di dalamnya. Dia sedang sibuk mengikat tali sepatunya, sudah beberapa menit yang lalu dia tidak berpaling dari tali sepatunya yang terlihat sulit dilepas untuk kembali diikat simpul.

“Hem.. kau terlihat kesulitan?” tanyaku sambil menyendok ramyeon, da tak membalasnya. Oke aku putuskan untuk sedikit membantunya. Aku berjongkok di hadapannya, dia terlihat sangat kaget.

“Aniya.. “ tolaknya pelan, tapi aku tidak peduli dan saat ini tali sepatunya telah terikat rapi.

“Sudah.. berangkt sana, jangan sampai kau terlambat karena yang membiayai sekolahmu sekarang adalah suamimu ini” kataku dengan lantang, dia hanya mengangguk dan sedikit merengut. Ku acak rambutnya dan tersenyum kecil.

“Khaja..” titahku dan dia mulai melangkahkan kaki keluar apartemen mini kami.

Mae ri’s pov

“aigoo.. kenapa jantungku jadi berdebar seperti ini saat melihat senyuman tulus dari namja tadi? Aish.. jahat sekali dia membuatku gugup seperti ini?” senyumannya terus terbayang di benakku, hem apa-apaan ini? Aku mengayun-ayun kakiku sambil menunggu bus di shelter, hari ini kami tidak berangkat bersama karena dia ada pengurangan jadwal pagi ini.

“Tiiiiddtt..tiiiddtt..” sebuah klakson membuyarkan lamunanku, aku segera berdiri dan kulihat ada Ga young disana yang sedang asik memainkan klakson mobil yang dikendarai siwon.

“Mae ri-ya.. sedang apa kau disitu? Ayo cepat masuk?” ajaknya, aku paling tidak bisa menolak tawaran ga young, karena dia pasti akan mengamuk jika aku menolaknya. Aku mendekat ke mobilnya dan mulai menginjakan kaki ke dalam mobil.

“Annyeonghaseyo..” sapaku dengan ramah pada siwon yang sedang duduk dingin di samping Ga young, ga young hanya tersenyum sumringah melihatku.

“Annyeonghaseyo..” sapaku kembali memaksa sebuah reaksi dari siwon, ga young mencibirkan bibirnya dan.

“PLAKK!!” dia memukul kepala siwon keras, aku terkekeh melihat sahabatku ini.

Siwon Pov

“HYAA!!! Apa-apaan kau ini??” pekikku kesal, sembarangan sekali dia memukulku seperti itu dasar wanita bengis.

“Mae ri itu daritadi menyapamu kenapa kau tidak menjawabnya?” Ga young membentaku, cih memang wanita tidak waras, aku menoleh ke Mae ri dan mulai tersenyum paksa menunjukan senyum 3 jariku.

“Annyeonghaseyo..” ucapku dan kembali berkonsentrasi menyetir. Kami sudah tiba di depan gerbang sekolah, terlihat mobil dongsaengku minho sudah terparkir di sana. aku hanya mengantar gadis ini sampai depan gerbang saja, itupun menimbulkan reaksi pada siswa yang sedang mulai memasuki gerbang sekolah. Ga young membuka seatbeltnya, mulai keluar mobil dan “BRUKK!!” dia menutup pintu mobilku brutal.

“HYAA!! APA KAU TIDAK TAHU BERAPA HARGA MOBIL INI HAH?” pekikku dengan emosi, dan mae ri yang mulai keluar mengucapkan salamnya sebentar kemudian berlalu.

“Ghamsahamnida” dia berterima kasih padaku,  aku hanya mengangguk sekali. Beda sekali kelakuannya dengan gadis jadi-jadian seperti Ga young, aku baru sadar bahwa mae ri sempat menjadi calon istriku, hem jika bukan karena kesalahanku apa mungkin aku sudah hidup tentram dengannya sekarang ini? Memang calon istri pilihan appaku jauh lebih baik dari istriku sekarang ini yang tak punya etika sama sekali.

Mae ri’s Pov

Aku terus berjalan melangkah menuju apartemenku, ya apartemen kami, aku dan lee sungmin.

“Fyuhh..” aku menghembuskan nafas membuat poniku tertiup oleh anginnya, ya ampun bagaimana bisa aku harus melalui hidup yang bahkan belum pernah aku pikirkan sebelumnya. Ga young memisahkan diri, dia pulang bersama Choi minho, hem kehidupannya mungkin akan lebih berat daripada kehidupanku setelah aku tahu bahwa Choi minho itu adalah adik iparnya.

“fighting ga young-ah” aku mengepalkan tinju di udara, langkahku terhenti ketika melihat toko mainan di kiri jalan. Mataku langsung terpusat pada boneka teddy bear yang terpajang indah di etalase toko.

“Itu..itu..” aku menunjuknya dan sedikit berpikir, aha..

“Aku ingat, itu kan boneka yang dibawa sungmin malam tadi, pitanya sama persis..” aku mendekat ke toko itu, disana ada seorang ahjumma sedang berdiam diri menunggu pelanggan.

“Silyehamnida..” ucapku pelan “Annyeonhaseyo..” ku bungkukan badanku dan mulai memasuki toko tersebut.

“Ini..” aku menunjuk boneka teddy bear “Apa kau menjualnya?” tanyaku penasaran, mata sang ahjumma langsung terpusat pada boneka yang kutunjuk.

“Ne..” dia tersenyum padaku.

“Jeongmal? Tapi ini persis sekali.. ah aniyo tidak mungkin kan boneka ini dijual hanya di satu tempat” aku memutuskan untuk keluar dari toko boneka, ahjumma masih terlihat heran.

“Waegurae? Apa ada yang bisa aku bantu agashi?” tanyanya sopan.

“Tadi pagi seorang namja mengembalikan ini padaku, tapi saat aku mengembalikan uangnya dia menolak, aku juga tidak tahu apa yang sedang terjadi antara dia dan istrinya kau tahu dia semalam membeli itu untuk istrinya dia bilang ini adalah salah satu cara untuk meminta maaf, dia benar-benar pria baik” penjelasan ahjumma barusan membuatku mematung, apa yang dimaksudnya Lee sungmin? Aku putuskan untuk berlari menuju apartemenku.

“Ahjumma aku pergi dulu, annyeong” aku bergegas pergi keluar dari tempat tadi, setibanya di tempat tinggalku ku langsung berkeliling mencari benda yang kulihat tadi malam, boneka itu tak ada dimanapun. Aku putuskan untuk kembali ke tempat tadi dengan nafas yang terengah-engah.

“Ah..jum..ma.. apa pria itu berwajah oval dan tidak terlalu tinggi? Apa dia memakai seragam dokter?” tanyaku bertubi-tubi membuat ahjumma memandangku dengan pandangan aneh.

“Ne.. dia namja yang tidak terlalu tinggi dengan gurat senyum yang membuat siapa saja meleleh jika melihatnya” jawab ahjumma sraya mendekat kepadaku.

“Apa kau istrinya?” pertanyaannya barusan membuatku terdiam sejenak, tak berapa lama aku mengangguk mengiyakan.

“Sudah kuduga, kau bawa saja boneka ini, bilang pada suamimu itu bahwa kau menerima hadiahnya.. memang selalu terjadi pertengkaran kecil di pernikahan usia muda namun aku yakin kalian pasti bisa mengatasinya” ahjumma tadi memberikan boneka teddy bear kepadaku, aku hanya mengangguk dengan mata yang berkaca-kaca.

“Lee sungmin entah kenapa aku tiba-tiba rindu padamu..”

Author’s Pov

Mae ri sudah siap diruang tengah menunggu kedatangan suaminya, hatinya tiba-tiba saja berubah menjadi simpati. Entah kenapa dia merasa sangat merindukan Sungmin yang baru 12 jam belum ia temui.

“Hya.. kau jahat, hem sudah 2 jam aku disini.. aku kedinginan karena menunggumu aigoo” Mae ri memainkan tangan dari boneka teddy bearnya, dia memeluk boneka dengan gemas.

“Aku pulang..” terdengar suara sungmin yang baru saja datang, Mae ri menoleh dan langsung merapikan rambutnya yang berantakan.

“Kau sudah pulang” ucap mae ri canggung, sungmin hanya mengangguk dan menggerakan kepalanya yang mulai terasa pegal hingga ia lihat boneka teddy bear yang ada di pelukan Mae ri.

“Aku menerima hadiahmu ini dengan senang hati tentunya” jawab Mae ri sebelum sungmin bertanya padanya, setelah itu Sungmin menunjukan ekspresi yang luar biasa gembira namun tidak ia lakukan lewat tindakan hanya dalam hati.

Ga young’s Pov

“Huah.. aku capek bisakah kita berhenti sebentar saja?” pintaku pada minho yang terus melangkah di depanku, sudah 4 jam sejak aku dan minho berputar mengelilingi mall ini sejak sepulang sekolah tadi.

“Kau tahu, kita sudah melewati tempat ini ratusan kali..” tunjukku pada minho yang hanya berdiri dengan tatapan mendesak, ya dia memang diperintahkan oleh HYUNG-nya itu untuk mencarikan baju yang harus aku pakai, tapi aku rasa sudah ratusan kali kami hanya berputar-putar di tempat yang sama.

“Cepat atau kita akan semakin lama” ancamnya dengan melipat kedua tangan, dia berlaku seolah-olah aku adalah yeodongsaengnya yang rela diseret kemanapun.

“Aku ini kakak iparmu jadi jangan pernah kau brtindak seperti kau memerintahku” ujarku menyipitkan mata menatapnya tajam.

“Oh arasseo EONNI, jadi apakah kita bisa pergi sekarang?” Minho memberi penekanan pada kata “EONNI” lalu ia tersenyum 3 jari padaku, aissh bocah ini..

Saat aku mulai melanjutkan langkahku, kulihat sosok yang sangat anggun dari kejauhan, dia tersenyum menghampiri kami. Tubuhnya tinggi dan wajahnya sangat cantik, benar-benar wanita idaman.

“Minho-ya” sapanya pada minho yang sedang menghadap kepadaku, dia langsung menoleh.

“heh? Eonni wow.. ottoshimnika?” minho langsung membalas sapaan wanita itu, mereka terlihat sangat akrab tidak canggung sama sekali.

“Aku baik, bagaimana denganmu?” mereka bersalaman hangat, aku hanya bisa diam sambil terus memerhatikan keduanya dan mendengarkan perbincangan yang terjadi. Biarlah aku akan duduk sebentar dan meregangkan otot kakiku.

“Aku baik, sangat baik kenapa kau sekarang tak pernah mampir ke rumah kami kau tahu hyung sangat frustasi setelah beberapa minggu tak bertemu denganmu, sikapnya jadi sangat dingin pada wanita setelah berpisah denganmu, padahal aku sangat menyetujui kalian berdua” Minho berbincang dengan wanita itu, mereka telihat sangat nyaman dan walaupun hanya sayup-sayup tapi aku bisa menangkap kata-kata yang diucapkannya.

“Jadi dia mantan Siwon? Huh kenapa bukan menikah dengannya saja, dia cantik dan dilihat dari penampilannya dia itu pasti bukan gadis sembarangan, sangat dewasa..ckck” pikirku melihat ke arahnya, dia kemudian melirikku dari tengkuk minho sedikit mengangkat kepalanya.

“Nugu?” tanyanya penasaran, minho kemudian berbalik dan tersenyum sinis padaku.

“Dia.. hem..”

Belum sempat minho menjawabnya, perempuan itu sudah bisa menyimpulkan, kesimpulan yang membuatku dan Minho terkejut tentunya.

“Dia yeojachingumu?” kata perempuan itu datar, aku membelalak lebar.

“MWO??” ucapku dan Minho bersamaan. Perempuan tadi menghampiriku dan menarikku.

“Kenapa kau disini? Ayo kita mengobrol bersama, rasanya kurang enak jika disini bagaimana di cafe sana setidaknya aku perlu segelas kopi hangat” tawarnya padaku dan minho, tentu saja kami menolaknya lagipula hari memang sudah mulai malam.

“Aniyo eonni, kami masih harus membeli sesuatu jadi kupikir lain kali saja” tolak minho dengan nada sopan, wanita tadi hanya tersenyum.

“Geurasseo, tapi lain kali kau ajak yeojachingumu ini ya agar ada obrolan antara wanita..” Dia berlalu menuju cafe diatas sana, aku hanya memandangnya berjalan dengan mata yang tak berkedip.

“Hya.. kenapa kau tidak bilang kalau aku bukanlah yeojachingumu?” bentakku tepat sekali di samping telinga minho.

“Hya.. kau berisik sekali sih, ini telingaku bukan assesories!!” Sergah minho tidak terima.

“Aku kan hanya diam, dan itu bukan berarti mengiyakan ara! Lagipula jika ku beritahu dia yang sebenarnya aku yakin kau pasti sudah mati dilempari sepatu olehnya” Minho berjalan menjauh, kembali berkeliling mencari benda yang seharusnya sudah di temukan beberapa jam yang lalu. Kami hanya akan mencari beberapa pakaian untukku tapi hingga sekarang masih belum kita temukan juga.

To be continue…

Ada yang baca kah?

Advertisements

14 comments on “I Love You Yongwonhie (Part 6)

  1. 4 jempol untukmu dek author *pletak, dilempar sandal ma author*
    si siwon belum terlihat suka ma gayoung ya, jd penasaran selanjutnya.

  2. anyeong author ak reader baru salam kanal *lambai”
    ak baca ff di blog ini atas rekomendari teman saya *inpo ga penting* hahaha
    ditunggu karya” selanjutnya ya apalagi cast’a siwon hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s