Gallery

When The Love Reached Into My Heart (Part 3)

Author : Serlin

Part 3

Aku memainkan piano dengan jari-jemariku di ruang bermusik, aku rasa aku sudah bermain baik tapi entah mengapa tutsnya tidak mengindahkan setiap nada yang kumainkan. Tiba-tiba siwon datang dan kemudian duduk disebelahku, dia pun ikut memainkannya.

“nada apa yang kau mainkan?”

“slowly” aku menjawabnya penuh percaya diri, siwon tertawa kecil, ku lihat dia sepertinya meledekku.

“slowly? Aku pikir kau memainkan musik cassino, ah tidak tidak itu lebih mirip irama ritmik”

Siwon benar-benar meledekku, aku hanya memasang raut wajah kesal.

“tapi aku sudah memainkannya dengan baik kan?”

Aku kembali memainkan tuts yang berderet di piano itu.

“Andwae” jawab siwon tegas.

“wae?” aku meletakkan pandanganku ke arahnya dan dia sama sekali tak memandangku, dia terus berirama dengan nada yang dimainkannya.

“Kau memainkannya dengan penuh semangat sehingga permainanmu benar-benar memusingkan untuk di dengar, mungkin mayat saja akan berdiri mendengarnya”

“Cih oppa, kau tahu aku pernah kontes internasional..”

“Kontes apa” tanya siwon tidak percaya.

“Ya lomba memainkan nada tinggi..hehe” aku menjawabnya santai, siwon terkekeh.

“sini” siwon menarik tanganku dan mengajariku cara bermain piano yang benar, aku merasa canggung dengan situasi seperti ini, bukan tuts yang ku lihat melainkan wajah siwon yang begitu serius. Tak lama terdengar suara orang membuka pintu depan dan ryeowook menghampirinya, siwon menghentikan permainannya dan ikut menghampiri orang itu, kulihat ryeowook menepuk-nepuk pundak orang tersebut.

“orang itu?” aku kaget melihat wajahnya yang tidak asing bagiku.

“ahjumma!!” serunya.

Aku langsung memalingkan wajahku dan berusaha menghindar dari penglihatan pria tersebut.

“Kyaa apa yang kau lakukan disini?” dia berbicara lantang

Aku benar-benar tak bisa berkutik. Belum ku jawab pertanyaan dari kyuhyun tadi, dia langsung melayangkan pertanyaaan lainnya terhadapku.

“apa kau mengikutiku? Aishh.. dasar wanita penjilat”

Secepat mungkin aku melihat ke arah kyuhyun dan memelototinya, tapi tak ada reflek sedikitpun yang menunjukan bahwa dia takut kepadaku.

“yaa.. kenapa kau bicara seperti itu? Apa kau itu seorang artis yang bisa membuatmu berpikiran seperti itu?”

Semua orang yang berada disitu tertawa kecil, aku hanya memikirkannya bingung, sementara heechul menatapku dengan penuh kebencian.

“Kyu, kau ini baru saja pulang, kalian pasti kelelahan jadi lebih baik kita bersantai bersama, Khaza”

Ajak siwon kepada yang lainnya, dan mereka pun menuruti ajakannya. Orang ini benar-benar menjadi penengah aku pikir dia itu adalah the winter in the middle of the summer.

@@@

Aku ditinggal sendiri akhirnya aku memutuskan untuk pergi mencari udara segar dilluar dan aku duduk di ayunan di halaman asrama ini. Sungguh aku ingin sekali keluar dari tempat ini, tapi manajer nam bilang bahwa jika aku ingin pergi harus berpamitan terlebih dahulu kepadanya, sedangkan aku tidak tahu keberadannya sekarang. Sungguh melelahkan harus hidup terkatung-katung seperti ini. Tapi entah kemana aku harus mencari tempat tinggal tanpa uang. Sementara selama ini aku hidup dari hasil uang kiriman paman dan sekarang kartu atmku telah diblokir.

“Lee yura-ya”

Seseorang memanggilku dari kejauhan kemudian dia menghampiriku dan duduk di ayunan sebelahku. Dia tersenyum kearahku, dialah leeteuk sang leader dari grup ini. Kulihat wajahnya memang aneh, begitu pula dengan kelakuannya.

“Kau tidak berpikir untuk mencari tempat tinggal kan?”

“Oppa andai kau tahu bahwa ku memang sedang berpikir tentang hal itu” sahutku dalam hati. Tapi ku hanya menjawabnya dengan senyuman. Leeteuk memainkan ayunan yang sedang dinaikinya.

“Aku ingin membantumu untuk mencarikan tempat tinggal”

“andwae, aku sudah merepotkan kalian jadi kalian tak perlu berbaik hati kepada orang yg sudah membuat kesusahan”

“aku sudah mendengar ceritamu yang menyedihkan itu dari paman nam, (teukie memegang tanganku) kau itu sungguh menyedihkan”

Dia menghentikan ayunannya dan menatapku dengan mata yang berkaca-kaca kemudian dia memalingkan wajahnya setelah itu dia pergi sambil mengusap kedua matanya.

“Apa-apaan orang itu” kataku pelan, memandangnya geli.

Tadi pagi aku memang menceritakan tentang kejadian yang menimpaku pada paman nam karena dia memang benar-benar memaksaku tapi aku bilang jangan menceritakan kejadian ini kepada siapapun, ternyata janjinya itu memang tak bisa dipertanggung jawabkan.

@@@

“kemana kau akan pergi?” tanya paman nam penuh dengan keyakinan.

“aku tidak tahu, tapi aku yakin bisa menemukan tempat tinggal untukku”

Aku tersenyum dan mencoba mencari alasan yang kuat agar bisa keluar dari tempat yang menggerahkan ini. Lalu paman nam memegang pundakku dengan kedua tangannya, terdengar yesung menertawaiku dan saat kulihat dia menundukan kepalanya dan terus tertawa.

“itu tidak mungkin, mana ada tempat penginapan selarut ini”

Aku berpikir ini semua adalah salahnya karena tidak mengijinkanku pergi sebelum berpamitan dengannya.

“aku pikir aku bisa menjaga diriku, aku harus pergi sekarang ahjussi, ghamsa hamnida” aku menundukan kepalaku mengungkapkan rasa terimakasihku.

“andwae!!” teriak paman nam yang membuat eunhyuk terlonjak sehingga pisang yang sedang dimakannya terjatuh. Semua orang yang berada disitu mengangkat wajahnya.

“Kau menginap disini malam ini!!” perintahnya tegas.

“MWO???” jawab kami bersamaan. Heechul langsung berdiri dan menentang pernyataan manajernya tadi.

“yaa ahjussi, apa maksudmu?”

“diam kau kim heechul” paman nam memelototi heechul dengan galak. Heechul tak bisa berkutik begitupun denganku. Apa-apaan dia membuat keputusan seperti itu.

“tidak paman, aku itu seorang perempuan jadi itu tidak mungkin dan aku pun tidak mau”

“kalau kau menginap disini aku yang bertanggung jawab, sementara kalau kau pergi sekarang juga aku tidak tahu apa yang akan terjadi padamu”

Aku teringat kejadian kemarin, bagaimana jika aku bertemu lagi dengan para bodyguard yang mengejarku kemarin. Aku tidak punya banyak kekuatan untuk melawan mereka.

“bagaimana?” tawarnya.

Sementara kulihat kyuhyun dan heechul sangat tidak bisa menerimanya. Siwon, leeteuk dan ryeowook hanya melemparkan senyumannya, eunhyuk hanya asik menyantap gyool di mejanya, dan yesung hanya memasang raut mukanya datar. Karena ku merasa mendapat sedikit dukungan akhirnya dengan berat hati ku mengiyakan tawaran paman nam tadi.

“baguslah, ada 2 kamar kosong disini terserah kau mau tidur dimanapun, ayo ikut aku”

Ku lihat paman nam sangat bersemangat membawaku untuk menunjukan sebuah kamar yang akan kupakai malam ini.

“ahjussi” panggilku pelan.

“ada apa?” paman nam menjawab begitu antusias.

“aku tidak memiliki pakaian ganti”

“oohh.. baiklah aku akan mencarikan kau pakaian ditoko seberang sana”

“Mwo? Tak usah baju ini masih bisa ku pakai sampai besok”

“tidak apa-apa aku kan yang menyuruhmu menginap disini jadi aku akan membelikan kau baju sebagai permintaan maafku”

“maaf? Harusnya aku yang meminta maaf” seruku dalam hati.

“kau tunggu disini aku akan kembali secepatnya, hati-hati”

Paman nam begitu bersemangat mencarikanku pakaian, aku tak bisa mencegahnya.

“dia yang akan pergi kenapa malah menyuruh aku yang berhati-hati?” pikirku. Heechul muncul dari balik pintu.

“Kkau (menunjuk kearahku) aku tak mengerti apa maumu, tapi aku yakin kau memang sudah merencanakan semuanya KAN??”

Aku menghampirinya dan “Bruukk!!!” kututup pintu kamarku sehingga membuat hidung heecul terbentur. “Yaaa… Kau wanita angker” bentaknya sambil meringis kesakitan.

@@@

Belanjaan paman nam sangat banyak, aku rasa sepertinya dia masuk lewat jalan pintas sehingga tak ada seorangpun yang mengetahuinya.

“ini kubelikan banyak pakaian untukmu”

Ku lihat satu persatu, kenapa pakaiannya dress semua. Aku perlu pakaian untuk melakukan kegiatanku sehari-hari bukan untuk peragaan busana.

“bagaimana? apa kau menyukainya?” paman nam benar-benar sangat baik. Tak mungkin bagiku untuk mengecewakannya.

“neommu yeoppo”

“baiklah, setelah itu kau gunakan ini” dia membawa baju berlapiskan baja yang digunakan para tentara untuk berperang.

“MWO? Apa ini ahjussi?”

Aku kebingungan melihatnya, bagaimana mungkin dia bisa menyuruhku memakai benda seperti itu pasti aku akan terlihat sangat bodoh dan semuanya akan menertawaiku.

“ini sebagai pengaman, kau tidak mau kan sesuatu hal terjadi pada dirimu? Kalau malam-malam Yesung itu suka menyelinap masuk ke kamar orang lain”

Aku kaget mendengarnya, akhirnya aku menuruti perintah dari paman nam tadi kemudian aku keluar dengan pakaian yang jelas-jelas membuatku merasa berat untuk melangkah. Semua orang yang sedang menonton diruang tv menatap ke arahku, bersusah payah ku coba untuk duduk tapi aku tidak bisa.

“apa-apaan kau ini?” kyuhyun memang merasa tak nyaman dengan keberadaanku. Dengan datarnya ku jawab “pelindung”. Semuanya hanya terdiam, yesung sudah menertawaiku dari awal melihatku, dan eunhyuk hanya menelan ludahnya.

“ahjumma, kau itu hanya bersikap bodoh atau benar-benar bodoh sih?” kyu naik darah.

“kau tidak dengar tadi dia bilang pakaian itu adalah pelindung, agar badannya tidak terlihat seksi” enhyuk mengeluarkan kata-kata sambil memeragakan gerakan genit hal itu begitu menggelitik yesung.

“kau pikir kami akan tergoda olehmu?” kyuhyun kembali memandang dengan raut wajahnya yang kesal. Ku lihat heechul hanya masa bodo dan terus memencet remote tv. Tapi aku tidak melihat siwon “ kemana orang itu?”, aissh aku malah mencarinya bukan malah menjawab pertanyaan yang ditujukan kyuhyun padaku.

“kalian itu kan pria sedangkan aku seorang wanita, tidak ada yang tidak mungkin”

Kali ini terlihat kyuhyun tersenyum paksa dan diapun berkata pedas padaku

“yaa kau harus tahu bahwa tak ada yang menarik pada dirimu, lihat (menunjuk ke arahku) dadamu saja rata seperti omelet”

“MWOO??” aku tersentak mendengar pernyataannya, benar-benar membuatku naik darah.

“yaa kau pikir dadamu tidak rata? Hah”pekikku.

Mereka yang menyaksikan perseteruan antara kami berdua tertawa keras, yesung sudah berguling-guling, ryeowook malah sudah keluar air mata dan heechul yang dari tadi hanya diam mulai menyunggingkan bibirnya. Benar-benar menyebalkan melihat kenyataan bahwa mereka menjadikanku sebagai bahan lelucon di rumah ini.

“Kau akan bertempur yura-ya? Kau lebih mirip satria baja hitam, cih kau benar-benar aneh yura-ya” heechul bersuara dan berlalu ke kamarnya, disusul dengan yang lainnya. Hanya ada ryeowook yang menemaniku.

@@@

“Mworago? Apa kau  bercanda?”

Heechul sangat erat memegang handphonenya.

“Ani aku tidak mau, akan ku putuskan besok tapi kau jangan pernah menghubungiku lagi, aku tidak suka terus kau perolok seperti itu”

Panggilan terputus, heechul merebahkan dirinya di atas kasur, dia terus mengotak atik handphonenya, mendekatkannya ke telinga dan “aniyo aniyo” dia begitu gelisah.

“Apa-apaan dia ini, tak bisakah dia menungguku hanya untuk setahun? Aiishh aku tak bisa percaya ini”

@@@

“aisshh kalau begini caranya aku akan benar-benar tidak tidur semalaman ini!!” aku sangat kesal dengan keributan diluar sana. Aku  bangun dan keluar dari kamarku untuk mencari asal suara yang ku dengar. “rupanya dari sini” aku membuka pintu kamar seseorang dan “kyaa!!!” teriakku, rupanya kyuhyun sedang bergulat dengan komputernya, secepat mungkin aku berlari ke kamarku.

“omo..omo.. yang benar saja kalau aku tahu itu dia tidak akan ku menghampirinya, aisshh bodohnya akuu” aku memukul-mukul kepalaku, seseorang diluar sana mengetuk pintuku, aku tahu itu pasti kyuhyun karena kudengar dia berteriak “yaa ahjumma, apa kau gila!! gara-gara kau aku kalah, araaa!! Sebenarnya apa yang kau inginkan? Yaa ahjumma?aku kalah araaa ahjmma” dia menendang pintu kamarku, aku menutup telingaku dengan bantal, aku yakin kalau aku keluar menemuinya, tamatlah riwayatku.

Keesokan harinya saat semua telah berkumpul di ruang makan aku hanya terduduk diam dikasurku, tidak bisa ku elakkan rasa kantuk ini. “Aaaa.. aku sangat mengantuk, hooaammh” saat ku menguap seseorang mengetuk pintu kamarku.

“Lee yura, kau tak mau makan? Kalau tidak akan ku makan semuamuamua makananmu, ara?”

“Kim heechul, bilang saja kau masih lapar.” Aku pun bergegas setelah mendengar teriakan heechul tadi. “Aku malas mandi.”

“Hyaa.. walaupun kau tidak mandi setidaknya kau sikat gigi” heechul merebut sumpitku.

“ heechul kau selalu tidak mengindahkan kehadiranku” batinku. Aku memutuskan membawa makananku ke dalam kamar. Dari kemarin aku tidak melihat siwon bahkan saat ku ditertawakan semua orang dia tidak ada. “Aissh berpikir apa aku ini, lagipula walaupun tadi malam dia ada disini sepertinya aku pun tak akan terhindar dari olokan mereka, memang aku terlalu bodoh.” Setelah menyelesaikan sarapan aku langsung mencuci muka dan keluar kamarku.

“Kami akan pergi dan ku harap kau mencuci semua piring kotor ini” pinta yesung sambil terus tertawa. Aku membantahnya “Hyaa.. kau itu sungguh menghinaku tertawa seperti itu”

Kulihat semua orang tengah bersiap-siap dengan berpakaian rapi, ada siwon juga.

“kalian mau kemana?” tanyaku penasaran

“kita mau berpiknik” sungmin meraih tas ranselnya, aku jadi tidak  mengerti apa yang akan mereka lakukan.

“ kalau mereka berpiknik hari ini kapan aku bisa berpamitan untuk pergi” pikirku.

“kau mau ikut?”siwon berbisik kepadaku, tentu saja aku kaget mendengarnya ternyata tak hanya siwon yang mengajakku manajer nam malah sudah menyiapkan barang-barang yang akan kubawa.

“kau ikut dengan kami yura”

Aku mengernyitkan dahiku, rasanya hati ini tidak bisa menolak tapi tidak mungkin selamanya aku akan bergantung pada mereka.

“Ahjussi, biarkan dia mencuci piring kenapa kau malah mengajaknya” tentang heechul, paman nam memelototinya “Kau pikir dia pembantu?”, heechul mencibirkan bibirnya menandakan ketidak percayaannya atas semua perlakuan paman nam terhadapku.

“Hya.. Kau telah merebut hatinya?” perkataan heechul itu membuatku seperti mau muntah, yesung tertawa keras.

“Heechul-ssi apa MAKSUDMUUU???” aku mengamuk dan ku lempar sendok yang ku pegang ke arahnya, dan “PLAKK” itu mengenai paman nam.

To Be Continue..

Advertisements

10 comments on “When The Love Reached Into My Heart (Part 3)

  1. Lapor, saya udah baca. Komentar : member suju dikeluarin dgn bgus masing2 karakternya. Cuma msh blm bs menebak peran utamanya, yg jelas ceweknya si yura.

  2. ndaa nyangka klo yura onnie ud 21 thn,ap ini semua gara2 mr. Chang..?? *betul ndaa nama.a gini, saeng lupa onnie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s