Gallery

When The Love Reached Into My Heart (Part 5)

“Kau beri dia nafas buatan?” saran yesung padaku, aku menggeleng tidak mau.

“Yang benar saja, apa kau gila? Jika dia memberikan nafas pada paman nam aku yakin paman nam pasti koma” tandas eunhyuk. Aku bangkit dan kucoba melaksanakan usul yesung tadi saat ku mendekat “Awas” siwon menepisku dan menggantikan posisiku. Semua orang terbengong.

“Hyung..” ucap kyuhyun. “Ahjussi itu sudah seperti ayahku” sahut siwon datar, paman nam tersadar dan tersenyum padaku.

“Yura-ya kau tidak apa-apa?” tanyanya khawatir, aku bingung tidak mengerti apa yang dikatakannya.

“Ahjussi.. dia yang melukaimu kenapa kau malah bertanya seperti itu padanya?” tegas heechul.

“Kim heechul aku tahu kepribadianmu, dia hanya melempariku dengan sendok tapi tidak tahu saat aku pingsan kau akan melemparinya dengan apa” paman nam berusaha bangun dengan bantuan leeteuk, aku tersenyum mendengar perkataannya tadi meski heechul sangat tidak senang.

“Ahjussi.. aissshh” heechul mencibirkan bibirnya dan menatapku garang.

“Hihi.. kau itu lebih buruk dari harimau rupanya” tukasku sambil berjalan membawa tumpukkan piring. Setelah itu akhirnya kami berangkat bersama ke puncak.

Sesampainya disana..

Aku sudah bulak balik mengangkut kayu bakar tapi kyuhyun hanya berdiam diri sambil membaca buku. Aku menghampirinya “Hyaaa..” kyuhyun tersentak, sepertinya suaraku memang sangat kencang.

“Ahjumma.. apa kau ingin membunuhku?” bentak kyu, aku menatapnya sinis “Hyaa.. aku lihat daritadi kau hanya berdiam diri seperti itu, apa kau tidak berniat untuk membantuku yang berlalu didepanmu sambil membawa tumpukkan kayu?”

Kyuhyun tersenyum paksa dan menunjuk ke arah Enhyuk dan leeteuk yang begitu hiperaktif berlari-lari dari ujung sebelah utara ke ujung sebelah selatan. Shindong, yesung, donghae dan heechul bersiap-siap di meja makan menunggu makanan yang sedang di buat oleh ryeowook dan sungmin.

“Kau lihat, bukan hanya aku, jadi sekarang kau cepat selesaikan pekerjaanmu, Go Away” perintahnya dan kembali terduduk di kursi bersantai dengan buku yang masih depegangnya. Aku sangat membencinya. Setelah itu aku dan siwon menyusun satu persatu kayu yang kami dapatkan.

“kau tidak lelah?” tanya siwon sambil terus menyusun kayu.

“tidak, aku malah sangat senang”

“karena ada aku kan?”

“Kau percaya diri sekali oppa, aku senang karena ini adalah pertama kalinya aku berpiknik”

Sedang asik kami berbincang seorang wanita menyelip ditengah tengah aku dan siwon. Dia bertingkah sangat genit di depan siwon, aku sangat kesal kepadanya. Makanan sudah siap dan secepat kilat aku menuju meja makan karena kali ini perutku sudah tidak bisa dikendalikan lagi. Saat ku coba menjangkau bulgogi yang pas di depan mataku, heechul merampasnya.

“sepertinya ini enak” katanya tanpa beban, aku harus bersabar kali ini agar tidak menimbulkan pepecahan lagi, yesung hanya memandang dengan datar, leeteuk menggeleng-gelengkan kepalanya. Hanya ada gimbap yang tersisa, siwon mengambilkannya untukku dan meletakannya di piringku yang masih kosong. Aku tersenyum senang meski mataku berkaca-kaca tak kuat menahan lapar.

Aku pun langsung memakannya, pria ini benar-benar baik.

@@@

“waah Aleumdaun” aku sangat mengagumi keindahan alam dimalam hari dengan kerlipan bintang di langit malam. Ku perhatikan ada seseorang disana sedang menyendiri ditengah gelapnya malam. Ku coba menghampirinya dan terlihat eunhyuk sedang menangis tersedu.

“Wae?” aku mengeluarkan suara selembut mungkin kemudian aku duduk disampingnya.

“Peluk aku” eunhyuk tampak kacau sekali.

“kalau kau pergi aku akan terjun dari atas tebing ini” ancamnya.

Aku sangat bingung, ada apa lagi dengan orang ini, tiba-tiba bertingkah seperti itu.

“ayo cepat” eunhyuk membuka kedua tangannya agar aku bisa terjatuh kedalam dekapannya. Ku melihat ke segala arah takut akan ada yang melihat kita berdua. Tapi sepertinya dia memang sangat menyedihkan, akhirnya aku pun kembali terduduk dan merelakan diriku didekap kuat olehnya. Lama sekali rasanya dia tidak melepaskan pelukannya itu, tiba-tiba terdengar suara ramai mendatangi kami berdua. Aku mencoba melepaskannya tapi tidak bisa.

“aissh kau hebat yura bisa tahan dengan bau badan eunhyuk”

Aku rasa itu suara yesung, dia berbicara sambil menertawaiku. Apa ada sebuah kelucuan disini? Aarrgghh sekali lagi aku mencoba melepaskan dekapan eunhyuk dan berhasil. Aku langsung berdiri dan kulihat disana bukan hanya yesung tetapi juga shindong dan heechul.

“apa maksudmu, yaa??” aku mulai geram setelah mengetahui ternyata eunhyuk hanya berpura-pura.

“ya Lee yura, kami memang sengaja mengerjaimu, eunhyuk belum mandi selama seminggu ini jadi siapa yang bisa bertahan dengan dekapannya selama 1 menit kami akan memberi hadiah pada hyukie 30dolar, dan kau bertahan lebih dari 3 menit, kau hebat yura” shindong menjelaskan panjang lebar, aku sangat sangat kesal dengan kelakuan mereka dan ingin sekali rasanya ku meninju mereka satu persatu.

“yaa eunhyuk, kau benar-benar monkey!!!” aku menunjuk tajam ke arah eunhyuk, dia terlihat sangat senang. Yang lainnya juga merasa puas. Aku pergi meninggalkan mereka dengan kedongkolan hatiku. Dalam perjalanan aku terus menggerutu “apa-apaan mereka ini, aku yang merasakan baunya kenapa eunhyuk yang diberi hadiah, aigoo” sikapku tak terkendali sehingga aku menendang kaleng yang ada di depanku. “aww” terdengar suara orang meringis. Ternyata kaleng yang aku tendang tadi mengenai seseorang jauh disana “kyuhyun” ucapku. Secepat mungkin aku mengumpat dibalik pepohonan yang ada, sementara kyuhyun berteriak untuk memastikan siapa yang melempar kaleng itu.

“Kya siapa disana? Yaa keluar kau kalau tidak aku akan membunuhmu” geramnya.

“Yura-ya” panggilnya.

Aku menoleh dan tampak seorang berperawakan tinggi dan putih dia tersenyum sinis melihat tingkahku.

“kau mau sembunyi?” kyuhyun tersenyum iblis.

Aku hanya menundukan kepalaku, aku sangat takut untuk melihat ke wajahnya. Aku pikir tadi dia ada disana ternyata dia mengetahui keberadaanku.

“mianhae, mianhae, mianhae, mianhae, jeongmal mianhaeyo” aku terus menunduk tidak mau melihat mukanya

“apa kau tidak mau melihatku, yaa?” teriak kyu, akupun mendongak, ternyata keningnya terluk.

“Mwoo? gwaenchanayo” aku berdiri dan mencoba menjangkau lukanya, namun orang ini ternyata tak ingin disentuh olehku.

“kau memiliki tenaga kuda? Kau itu aish selalu membuat gara-gara, aku tak pernah melakukan kesalahan padamu tapi kenapa kau selalu menghantui kehidupanku? Kau itu benar-benar sebuah bencana”

“Kenapa dia malah menghinaku seperti itu, aku hanya tidak sengaja menendangngnya lagipula itu semua kulakukan karena sikap dari para hyungnya itu” kesalku.

“kau pikir aku sengaja melakukannya? Kalau pun aku sengaja untuk apa aku mengenaimu sementara banyak orang yang lebih menarik disini, salah siapa kau ada disana saat kaleng itu membentur kepalamu”

“cih ahjumma, kau itu seorang wanita yang kesepian jadi aku yakin kalau kau melakukan ini karena kau ingin dekat denganku”

“mwoo? Kenapa kau begitu percaya diri mengatakan hal itu? Aissh.. kau ini selalu memanggilku dengan ahjumma, kau tahu aku tidak suka”ingin rasanya ku jenggut rambutnya itu

“karena aku suka semua hal yang kau tidak suka, ara!! Kau itu sunbaeku jadi apa masalahnya jika aku memanggilmu bibi, lagipula jika aku memanggilmu gadis kecil rasanya akan sungguh menggelitik”

“aissh.. orang ini, baik terserah kau saja” aku mendekatinyaa dan ku pencet bekas lukanya, dia langsung jongkok dan meringis kesakitan saat ku beranjak pergi.

“aigoo, apa yang kulakukan” aku langsung berbalik menghampirinya.

“aww.. ushh” rintihnya, kyuhyun memegangi kepalanya sepertinya lukanya memang cukup serius. Dengan tangan gemetar aku mencoba menjangkaunya, kali ini dia tidak menepisnya dan membiarkan diriku melihat lukanya.

@@@

Sudah selesai ku obati luka di kening kyuhyun, tak ada ungkapan rasa terimakasihnya kepadaku yang telah mengobati lukanya.

“kenapa kau tetap berdiri disitu?”

“cheonmaneyo” aku berbicara sangat keras agar dia sadar untuk mengucapkan terimakasih kepadaku, namun dia tetap masa bodo dan kembali berbaring di tempatnya semula. Aku pergi dengan perasaan kalut akan hari ini, sesampainya di tempat penginapan kulihat tak ada pintu masuk karena para wanita itu menutupnya dari dalam sehingga ku tak bisa membukanya.

“hanya orang gila yang berlibur di tengah musim gugur seperti ini”

Aku duduk didekat perapian sambil memeluk kedua kakiku, udara sangat dingin dan tak ada selimut disini.

“kemari” siwon menghampiriku dan menyelimutiku dengan jaketnya. “Aih begitu romantis orang ini, siwon kau benar-benar sempurna” pikirku.  orang-orang yang sudah tertidur lalu terbangun untuk menikmati hangatnya perapian, kulihat juga ada kyuhyun dari arah tempat tadi.

“Sungguh dingin didalam sana” ucap donghae sambil terus-terusan menguap.

“kyu ada apa dengan keningmu?” heechul tersadar akan keadaan kyuhyun. Aku terus memandang kyuhyun dan memasang wajah garangku dengan maksud agar dia jangan memberi tahu tentang hal itu.

“Tanya saja padanya” jawab kyuhyun singkat sambil mengedek  ke arahku dan jelas saja karena kelakuannya itu aku sekarang menjadi pusat perhatian.

“Kau” heechul benar-benar marah padaku, tapi tentu saja manajer nam tidak ingin ada keributan lagi diantara kami.

“aku pikir yura tidak sengaja melakukannya, kau tidak usah sensitif seperti itu dia hanya tidak tahu, benarkan yura?” paman nam mengedipkan sebelah matanya, aku langsung mengangguk cepat.

“hyung untuk mengurangi rasa dingin ini bagaimana kalau kita memainkan sebuah permainan?”  siwon memang keren, disaat aku bermasalah dia selalu menjadi penyejuk hatiku. Aku benar-benar menyukainya.

@@@

Akhirnya setelah dua hari kami berlibur kami pun kembali ke asrama suju. Aku tak mengerti kenapa sampai sekarang aku tidak diizinkan untuk pergi mencari tempat untuk kutinggali. Paman nam tetap bersikeras untuk menahanku tinggal di asrama ini. Aku pun hanya bisa mengikuti kemauannya tersebut. Aku kembali ke kamar yang ku tempati kemarin, hari ini siwon memutuskan untuk tinggal beberapa hari di asrama, aku baru tahu kenapa kemarin dia tidak ada disini ternyata karena selama ini dia itu lebih memilih hidup bersama orang tuanya.

“fyuuhh..” aku membantingkan tubuhku ke atas kasur, sungguh melelahkan setelah menempuh banyak cobaan dua hari ini baik itu cobaaan jasmani maupun cobaan rohani. Tak terasa aku pun tertidur pulas dan hilanglah sudah kesadaranku.

Esok hari saat aku bangun aku benar-benar kelabakan saat mataku tidak bisa dibuka, aku pikir aku buta, aku terus meraba-raba sekeliling kamar, aku coba menjangkau pintu tapi salah aku malah membuka jendela, aku pegang mataku ternyata ada sesuatu menempel disana, perlahan ku copot dan “auww” bulu mataku ikut tercopot. Seseorang telah mengerjaiku dengan menempelkan plester di mataku tak hanya itu ketika ku menatap ke depan cermin wajahku sudah berubah menjadi seorang badut yang siap tampil diatas pentas. “Errrgghhh..” gusarku. Ku lap semua make-up yang masih menempel diwajahku tapi ternyata pipiku diolesi oleh spidol bukan oleh alat rias yang sering dipakai untuk mengoles wajah, kali ini aku terlihat seperti boneka kabuki.

“Ada apa?” siwon melihat ke arahku, semuanya telah berkumpul diruang makan dan ku perhatikan eunhyuk tertawa dengan gyoolnya. Aku yakin semua ini adalah hasil buah karya ciptaan orang usil seperti dirinya itu.

“andwae” aku menggelengkan kepalaku meyakinkan bahwa tak ada yang terjadi pada diriku.

“duduk disini” ryeowook memerintah dan mengambilkan sesuatu untukku, setelah beberapa menit ryeowook duduk disampingku sambil membawa lap basah.

“Ini terbuat dari olesan spidol permanen, aku pernah mengalaminya dan ku hilangkan dengan alkohol” dengan lembutnya ryeowook mengusap usap pipiku untuk menghilangkan bekas noda spidol tadi.

“gomawoyo” aku menundukan kepalaku, ryeowook tersenyum padaku dan pergi untuk menaruh lap bekas wajahku tadi.

“ini” siwon menjulurkan tangannya menawariku bulgogi, alangkah senangnya hatiku setelah beberapa kali aku gagal menyantapnya. Di lain tempat heechul kembali memandangku sinis, orang ini memang tidak pernah suka dengan kehadiranku, jangankan menyapa kepadaku, memberikan senyumnya saja untukku itu terasa berat baginya.

“Hari ini kita akan mengadakan wawancara, apa kau mau ikut?”

Sedang asik ku menyantap makananku, leeteuk tiba-tiba saja mengeluarkan suaranya, yang  tak kusangka adalah kata-katanya, aku senang banyak orang yang memperlakukanku dengan baik disini.

“wae? Ahh oppa aku disini saja, aku tak ingin menyusahkan kalian lagi” ujarku sambil terus menyantap makanan yang masih tersisa, leeteuk hanya menganggukan kepala seraya mengangkat alisnya pertanda bahwa dia paham akan jawabanku tadi.

“baiklah, kau jaga rumah kami baik-baik ya” leeteuk mulai bangkit dari tempat duduknya, sebenarnya mereka sudah selesai makan dari 15 menit yang lalu, tapi entah mengapa mereka masih tetap memutuskan untuk tetap berada di ruang makan yang sempit ini.

@@@

“Hyaaa.. aku bebas disini, hahahaha” aku berteriak sangat keras namun tak ada respon karena memang tak ada siapapun dirumah ini. Aku berlari kesana kemari, memainkan remote tv dan karena ku merasa bosan aku memutuskan untuk melihat-lihat keadaan asrama ini. Memang menyenangkan hidup disini, tempatnya sejuk dan sangat luas, selain itu terdapat banyak ruangan untuk menghabiskan waktu disaat tidak ada kegiatan. Pantas saja mereka betah tinggal disini, ku putuskan masuk ke ruang bermusik lagi dan ku mainkan drum dengan hentakkan yang sangat kuat, nyaris saja jantungku copot mendengarnya. Tidak lucu kan kalau aku tiba-tiba terkena serangan jantung karena ulahku memainkan drum ini. Ku alihkan perhatianku pada sebuah piano, aku pun mulai memainkannya dengan nada tak beraturan sambil menyanyikan sebuah lagu lama “first love” lagu yang sangat kusukai. Tapi menurutku iramanya sungguh kacau, berharap tidak ada seorangpun yang mendengarnya.

“Yaaa ahjumma!!!!”

Seseorang membuka pintu dengan keras, dan membentakku, aku kaget dan menoleh karena tadinya kukira dia itu adalah hantu.

“Kau itu berisik sekali, aku sudah menyumbat telingaku dengan headphone, apa kau gila, kau bisa merusak barang-barang kami, arasseo”

Aku tidak memperdulikannya, aku terus memainkan piano sekuat tenaga dan di tutts yang terakhir yang ku pencet ku buat nada tinggi dan panjang sehingga memekakan telinganya maupun telingaku.

“ya ahjumma, aissh” kyuhyun sangat terganggu dan menghampiriku kemudian menarikku keluar ruangan.

“apa kau gila?” bentaknya keras, membuatku mencibirkan bibirku.

“Cho kyuhyun listen to me, aku tidak salah karena kukira hanya ada aku dirumah ini, kenapa kau tidak bilang kalau kau ada dirumah juga?”

Aku sangat tidak suka dengan situasi seperti ini, setiap hari harus bergolak dengan peperanganku bersamanya. Peperangan yang tak berujung.

“untuk apa aku memberitahumu, aku juga tidak ikut wawancara gara-gara kau”

Menunjukan keningnya yang masih di perban. Betapa manjanya anak ini, dia itu sungguh membesar besarkannya. Keningnya itu hanya tergores bukan tersobek.

“Cho kyuhyun, kau benar-benar mengganggu konsentrasiku”

“konsentrasi apa? Membuat telinga orang tuli? Kau lihat (menunjukan headphonenya), aku sudah memakai ini dengan volume yg full tapi suaramu masih tetap terdengar, aku tak bisa beristirahat”

“kau itu terlalu manja, kau lihat (aku menunjuk telingaku) aku tak memakai pelindung apapun tapi aku masih bisa mendengarmu”

“aisshh.. ahjumma, daripada kau membuang-buang waktumu disini lebih baik kau pergi keluar dan carikan aku makanan”

Berani-beraninya bocah ini memerintahku, tentu saja aku menjawabnya dengan gelengan kepala dan juluran lidahku.

@@@

Cukup bosan juga terus-terusan berada di dalam kamar seperti ini, tadinya aku bermaksud untuk menghindari kyuhyun tapi apa boleh buat, aku memberanikan diriku untuk menurunkan jarak darinya. Kulihat dia tidak ada di ruang tv, aku penasaran sehingga ku coba mencarinya ternyata dia berada diruang makan sedang meratapi ramyeon hasil karyanya, ku coba untuk lebih mendekat dan kyuhyun langsung menatapku kesal. Aku pun menanyakan akan hal apa yang dia permasalahkan.

“Wae?”

“AHJUMMA” bentaknya, dan kemudian membawa panci yang berisikan ramyeon hasil racikannya. Saat aku lihat ke arah ramyeonnya “ahahahaha” aku tertawa sambil memegang perutku, sungguh menggelikan melihat masakannya yang penuh dengan air itu, 90% isi dari pancinya itu adalah air.

“kau menyuruhku berenang kedalamnya? Ne baiklah, lain kali kau gunakan penampang air agar semua orang bisa masuk kedalamnya” ledekku. Dan ternyata kyuhyun sangat marah mendengar ucapanku tersebut.

“Makan ini” sulutnya kasar, dia menyodor-nyodorkan panci itu ke dekat mulutku.

“Mwo?? Kau yang memasaknya kenapa malah menyuruhku yang memakannya? Lagipula Mana mungkin aku memakan sungai han-mu ini” aku kembali menuai emosinya kyuhyun, kali ini dia makin kesal ku ledek seperti itu, dan…. Byurr semua bajuku basah setelah dia guyurkan masakannya ke kepalaku, aku mandi mie hari ini.

“YAAAAAAAAA!!” aku benar-benar membencinya, kuambil panci yang tadi dijatuhkannya dan ku coba untuk melayangkan kepadanya tapi ternyata aku mengenai orang yang salah. “pluukk” heechul pun terjatuh saat panci itu mencium kepalanya.

@@@

Heechul lebih membenciku kali ini, dia pun tidak mau melihat wajahku sehingga dia menolak saat aku berusaha untuk masuk ke kamarnya dan meminta maaf kepadanya. Aku tak bisa berbuat apa-apa, aku ingin pergi dari sini tapi manajer nam benar-benar memproteksi aku.

“Matamu minus ya?”

Aku kira siapa yang bertanya begitu ternyata lagi-lagi kyuhyun yang terus-menerus menghantui kehidupanku.

“Wae?” aku menjawabnya galak, ku lihat dia tersenyum, tadinya aku kira dia itu perhatian karena bertanya hal semacam itu padaku, ternyata dia hanya kembali meledekku.

“iya, sampai-sampai kau mengenai orang yang salah? Harusnya aku sebelumnya membelikanmu kacamata agar kita bisa berperang lebih hebat lagi”

Dia mengambil sesuatu dan kembali menghampiriku, aku hanya memerhatikan setiap geriknya dengan tatapan benciku.

“Pelindung” dia memasangkan helm ke kepalaku, apa maksudnya?.

Sudah 2 jam ku berusaha untuk melepas helm ini dari kepalaku, tapi tak berhasil. Waktu menunjukan pukul 7pm, aku tidak ingin diketahui dalam keadaan sebodoh ini. Terdengar klakson mobil dari luar sana, sepertinya mereka sudah kembali dari aktifitasnya. Sesegera mungkin aku berlari keluar untuk membukakan pintu gerbang, aku persis seperti pembantu.

“Kau kenapa” siwon menatapku curiga yang dari tadi terus berurusan dengan helm yang tidak mau lepas ini. Dia pun mendekatiku dan dengan mudahnya melepas helm yang dari tadi melekat di kepalaku, betapa gembiranya diriku dan tidak sadar aku pun memeluknya sebagai ucapan terimakasihku. Sementara siwon tidak menolaknya, dan kulihat yang lain saling bertatapan dan mengangkat pundak mereka.

“Won-ah gomawoyo, ghamsa hamnida” ujarku lirih karena aku sangat terharu dengan perlakuannya terhadapku selama ini.

To Be Continue…

Haduh Yoreubuen maaf ya selama 2 hari ini internetnya eror. Jadi sebagai rasa menyesalnya, aku langsung publish 4 hari ini.

Advertisements

5 comments on “When The Love Reached Into My Heart (Part 5)

  1. gawat nich,chullie oppa makin marah am yura onnie..!
    kyuhyun oppa iseng.a ndaa ketulungan… XD

    Lanjut baca yoo..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s