I HAVE A LOVER

Ini adalah sekelumit kisah yang author ambil dari lagu yang mungkin udah ga asing buat reader sekalian, lagu ini pernah dinyanyiin sama Super Junior KRY feat Donghae, lagu ini juga merupakan soundtrack dari Prince Hours atau lebih sering dikenal sebagai Princess Hours 2, meskipun ceritanya agak basi enjoy reading aja ya..

Main cast :

Lee Dong Hae

Jung Ahn yong

Author : Serlin

Ajikdo nan Honjan-geoni..

Muroboneyo nan kujo useoyo

Saranghago ihtjyo, saranghanun saram isseoyo..

You ask me are you still alone?

And I just laughed

I am loving someone, I have someone to love..

“Oppa..” suara itu membuatku mengalihkan perhatianku dari buku yang sedang ku pegang. Dia menyembulkan kepalanya melalui celah jendela disampingku.

“Hyaa!! Apa yang kau lakukan Ahn yong-ah? Untung saja aku tidak melemparkan buku ini kekepalamu!!” aku sangat tersentak, orang ini selalu membuatku jantungan..aissh.

“Aissh oppa aku hanya ingin memberikan ini” dia mengulurkan sebuah kotak makanan, dan tersenyum lebar padaku. Itulah yang tak bisa ku hindari, aku tak bisa menampik bagaimana indah wajahnya saat dia tersenyum, dengan eyesmile-nya yang khas.

“Kita makan bersama..khaja!!” pintanya manja, aku tak bisa mengelak dan mulai bangkit menuju aula belakang sekolah. Dia adalah yeodongsaengku di tingkat 2, sebenarnya kami sudah bersahabat sejak kecil karena jarak rumah kami yang begitu berdekatan. Dia sering sekali menghampiriku ke kelas, meskipun semua murid mengolok-oloknya atau malah banyak yang tersenyum jahil karena kedetakannya denganku tapi ia sepertinya sudah kebal, tidak denganku entahlah sudah 4 tahun lalu aku merasakan ini. Rasa yang sebelumnya begitu asing, aku tak tahu apa yang harus kulakukan. Hanya satu yaitu untuk terus membuatnya bahagia.

“Oppa.. apa kau tidak iri melihat chingudeulmu yang sudah menggandeng seorang yeoja?” kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutnya. Aku mengangkat kepalaku yang sedang memandangi isi dari bekal makanan yang dibawakannya untukku.

“Heh?” ku tutup kotak bekal makanan miliknya dan menatapnya bingung.

“abaikan.. aku sudah lapar Oppa, kita makan.. yayaya!!” dia mengangkat sumpit diudara, aku hanya tersenyum kecil melihat tingkah yeoja ini.

“Donghae Oppa.. aku tak ingin berlama-lama melihat tumpukan buku seperti ini, bagaimana kalau kita pergi mencari eskrim? Jebal..” lagi-lagi dia menggangguku, kapan aku bisa tenang? Oke memang hariku sepi tanpa gangguannya, tapi tidak bisakah dia lihat kalau aku sedang belajar hah?

“Besok aku tes masuk universitas jika aku sampai gagal apa kau akan tanggung jawab hah?” tolakku keras, ini semua demi masa depanku.. anak ini tidak disekolah, tidak dirumah selalu saja mennghantuiku.

“Geuraesseo, kalau begitu aku akan disini mengamatimu.. otte?” dia duduk di depanku, aissh yang benar saja bagaimana aku bisa berkonsentrasi kalau ada wajahnya di depanku.

“Oke mari kita lihat seberapa lama kau mampu bertahan!!” ucapku lantang, dia tetap diam tidak bergeming. Ahn yong-ah selalu saja kau membuatku luluh lantak seperti ini. Dia menyandarkan dagunya di meja, kenapa aku tak bisa berkedip jika memandang wajahnya entah ekspresi apa yang hinggap di wajahnya itu aku tetap suka.

“Fyuh..apa nanti aku juga akan sibuk sepertimu..” dia memainkan poninya sendiri.

“Tentu saja, jika kau menginginkan masa depan yang dapat membawamu menuju kesuksesan kau harus berusaha..” sahutku datar, dan kini mulai kembali membuka lembaran buku yang sedang ku pegang.

“Aku akan menjadi ibu rumah tangga saja kalau begitu, aku akan menjadi istri yang baik.. tak ada sekolah dengan jurusan bagaimana untuk menjadi seorang istri yang baik kan?” dia menegakkan kepalanya dan mulai mengedarkan pandangan. Mendengarnya berkata seperti itu membuat jantungku berpacu dengan waktu, aigoo jantungku sangat berdegup kencang. Sesuatu menghalangi tenggorokanku membuatku kesulitan meneguk ludah.

Geudaenun naega an surro-un gon-gabwa

Choun saram itdamyeon hanbeon mannabora ma-rhajyo

Geudaen morujyo naegedo motjin aeyini itdanun geol

Nomu sojunghae ggok sumgyotu-utjyo

You seem to worry about me

Telling me there is someone that you would like me to see

Do you know that i do also have a great lover

Someone that i cherish so much that i had to hide

Dia menggandeng lenganku, selalu seperti ini. Orang-orang pasti berpikir kalau kami adalah sepasang kekasih, tapi itu bukan. Walaupun sebenarnya hatiku ini sedikit berharap..

“Apa kau bisa lepaskan lenganmu Ahn yong-ah? Kau suka jika mereka berpikir kalau kita adalah sepasang kekasih?” bisikku tepat di sampingnya, dia kemudian menuruti perkataanku barusan.

“Ne oppa..” kemudian berjalan mendahuluiku. Bukannya aku tidak suka tapi dengan caranya seperti tadi membuatku kesulitan bernafas, dia tak akan membiarkanku mati kekurangan oksigen kan? Hari ini aku akan menjalani serangkaian tes di universitas yang sangat terkenal di korea Seoul University. Pasti akan sangat sulit sekali, tapi bagaimanapun juga aku harus tetap bersemangat, tak ada kata menyerah dalam kamusku. Ahn yong rela menghabiskan waktunya untuk ikut denganku, sebenarnya aku yang meminta ahn yong untuk ikut denganku hanya untuk membangkitkan semangatnya setelah mendengar perkataan ahn yong kemarin yang tidak ada semangat sama sekali.

“Donghae-ssi” seseorang melambaikan tangannya di kejauhan sana, dia tersenyum riang menyambutku. Dia adalah seorang mahasiswi di Universitas ini, dia juga adalah Sunbae ku dulu.

“Oh Sunbae-nim annyeong” sapaku ramah, dia mulai menghampiriku. Kulihat Ahn yong hanya mengamati kami bingung.

“Aissh apa kabarmu?” serunya, dan kemudian melirik ke arah Ahn yong. Ahn yong membungkuk ramah.

“Annyeong.. Ahn yong imnida”

“Ah Kim han rim imnida.. bangapseumnida” jawabnya dengan tersenyum kecil.

“Noona.. sudah lama kita tidak bertemu..” aku kembali berbicara, aku dan Han rim noona memang sangat dekat, karena kami bergabung di klub sekolah yang sama dan kami merupakan pengurus klub tersebut. Klub basket. Noona adalah wanita yang sangat baik, dia tidak pernah menganggapku sebagai adik kelasnya, dia itu adalah teman terbaikku selain Ahn yong.

“Oppa.. aku harus pergi ke toilet, apa kau akan terus menggenggam tanganku?” suara itu kemudian membuatku menunduk kebawah, benar saja aku belum melepas genggaman tanganku dari tangan Ahn yong.

“Ah mianhae..” ujarku salah tingkah, pasti wajahku sudah seperti tomat sekarang. Han rim tertawa kecil.

“Donghae-ah kita duduk disana saja..” Han rim noona menunjuk ke suatu tempat, sebuah kursi di tengah taman. Aku kemudian berjalan di belakangnya menuju kursi yang ia maksud, mungkin obrolan kami akan lebih santai disana.

“Apa Hanrim eonnie adalah yeojachingumu Oppa?” perkataannya membuatku terbatuk saat kucoba menyesap eskrim yang mulai meleleh.

“Hya bwosun mariya? Apa kami terlihat seperti sepasang kekasih hah?” aku harus menahan gejolak kesal di hatiku yang mendengar perkataannya seperti itu.

“Aku bisa membacanya lewat matamu Oppa, dan aku melihat cincin yang kau kenakan sama dengan miliknya..”

“Itu cincin pertemanan kami, dan itu sudah melingkar di jari kami 2 tahun yang lalu..” jawabku dengan nada tinggi.

“Arasseo, aku mengerti oppa tapi tak bisakah kau mengecilkan volume suaramu!!” sungutnya kesal, aku paling tidak bisa melihatnya marah seperti ini. Dia merengut kesal dan berjalan di depanku.

“Kau bahkan tak memberikan cincin seperti itu padaku..” dia menunduk, aku jadi merasa bersalah mendengarnya berkata seperti itu.

“Lain kali aku pasti akan membelikannya special untukmu..” ucapku mengalengkan lengan di pundaknya. Jika aku dapat memberitahumu sebuah alasan bahwa aku belum siap untuk memberikannya padamu Ahn yong-ah, aku tak bisa menolak semua perasaanku yang terjadi saat ini. Perasaan bahwa aku sangat menyukaimu.

Geu saram naman bolsu isseoyo nae nuneman boyeoyeo

Nae ubsure yeongwonhi tamadul-geoya

Gakkeumsshik cha-orum nunmulman algo ihtjyo

Geu saram geudaeranun geol..

That someone, only i can see her, she is only visible to my eyes

I will keep her locked in my lips forever

Only the tears that fill my eyes know

That person is you..

“Oppa.. mianhae aku ada pelajaran tambahan jadi tak bisa pulang bersamamu..”

“Ne.. gwaenchana, huh lagi lagi aku harus menghabiskan waktu di shelter bus gara-gara menunggumu”

“Ah oppa jeongmal mianhaeyo, ada seonsangnim ku tutup ya..”

Ahn yong memutuskan panggilannya, tega sekali dia membiarkanku menunggu di shelter bus depan sekolah selama 45 menit. Apa kau tidak tahu kalau waktuku itu sangat berharga?

“eh.. eh.. tunggu akuu!!!” pekikku saat kulihat bus yang ku tunggu berlalu begitu saja.

Drrt drrt..

Ponselku bergetar di atas meja, aku melangkah untuk membuka pesan yang baru saja ku terima.

“From: My little princess

Oppa.. lihatlah keluar jendela, palli..”

Hemh? Ada apa? Apa dia akan membuat sebuah kejutan seperti di drama tv?

“To : My little princess

Mwoya? Apa kau akan membuat sebuah kejutan ahn yong-ah?”

Ku tekan tombol hijauku, dan sedetik kemudian ponselku kembali bergetar.

“From : My little Princess

Oppa!!!!”

Whoaa.. dari cara smsnya dia pasti sedang marah sekarang. Baiklah aku turuti keinginannya kali ini. Aku berjalan perlahan dan mulai membuka tirai yang menutupi jendelaku, dan..

“WHOAAA!!” aku menganga hebat menyaksikan pemandangan yang begitu membuatku tak bisa berkedip. Ini benar seperti di drama tv, seorang namja yang menyatakan perasaan perasaannya lewat lilin yang bertebaran membentuk Love. Ah jangan berharap sejauh itu Lee Donghae, lilin yang kulihat sekarang hanya berbentuk sebuah lingkaran dengan sebuah kue tart dan Ahn yong yang sudah siap berada di tengah-tengahnya.

Drrt drrt.. ponselku kembali bergetar.

“From : My little prince

Saengil Chukha Hamnida Oppa..”

Aku tersenyum lebar, dan omo omo.. air mataku jatuh begitu saja tanpa ku perintah.

Sesegera mungkin aku berlari menuruni tangga rumahku ke lantai dasar untuk menemui Ahn yong.

“Oppa..” serunya yang berada di tengah lingkaran lilin yang menyala.

“Otte?” dia berbicara di depan wajahku, aku tidak tahu bagaimana mengungkapkan kegembiraanku saat ini. Semuanya lebih dari yang kuharapkan, apa aku harus memeluknya sekarang? Yap dan tak berselang lama aku menarik Ahn yong ke dalam dekapanku.

“ah Oppa apa ini sangat mengharukan?” dia mendengarku yang sedang tersedu menahan tangis, aku paling tak bisa membendung air mataku. Tapi akan sangat memalukan jika aku harus menangis keras di depan wajahnya.

“Aku sangat bahagia Ahn yong-ah..” ujarku lirih, Ahn yong menepuk-nepuk pundakku.

“Ne.. mianhae aku tak bisa memberi yang lebih baik dari ini, Oppa aku akan berdoa agar secepat mungkin kau bisa mendapatkan yeoja yang sering mengisi pikiranmu itu..”

Aku melepaskan dekapanku, kemudian mengerutkan dahiku.

“Aku tahu Oppa kau itu sedang memiliki perasaan pada seseorang, buktinya kau sering sekali tersenyum-senyum sendiri seperti orang gila, siapa lagi yang bisa membuatmu seperti itu jika bukan seorang yeoja..”

Aku menatapnya tajam, disaat romantis seperti sekarang ini dia masih saja berusaha mengorek pikiranku. Apa dia begitu ingin tahu siapa yang selalu aku pikirkan? Apa perlu aku katakan sekarang juga kala aku benar-benar menyukaimu?

“Wuusshh..” semilir angin menghembus kencang membuat semua lilin yang tadi menyala mati seketika.

“Aisshh.. aku sudah menyiapkannya sejak siang kenapa kau malah mengacaukannya angin buruk!!” Ahn yong menggerutu kesal, aku hanya bisa tersenyum dengan mata yang masih berkaca-kaca.

“Sudahlah..” kataku pelan.

Nanun geu saram gatgo shipji a-nhayo

Yeokshim-nae-ji an-hayeo

Geunyang saranghago shipeoyeo

Geudaen morujyo naegedo mutjin aeyini itdanun-geol

Nomu sujunghae ggok sumkyodu-otjyo

I don’t want to have her

I don’t want to be greedy

I just want to love her

Do you know

That i do also have a great lover?

Aku melihatnya yang sedang berlari mengelilingi lapangan, dia terlihat sangat kelelahan tapi aku terus menyemangatinya.

“Ahn yong-ah.. palli palli, kalau kau bisa melewatinya aku akan membelikan eskrim untukmu nanti!!” aku berteriak sekeras mungkin, semua orang menatapku aneh. Memang kedekatanku dan Ahn yong sudah menjadi rahasia publik.

“Ah oppa..” Keluhnya dengan langkah yang mulai melemah. Aku berjalan menghampirinya.

“Aigoo.. apa kau bisa mendengar ucapanku tadi? Ice crem ice cream” Ahn yong mengerucutkan bibirnya dan kembali berlari kecil. Ah kenapa dia selalu terlihat manis di keadaan apapun?

Aku terus memandang ke arah cincin dengan batu berwarna biru, apa cincin ini akan serasi jika ia kenakan di jari manisnya? Cincin yang sudah semenjak 4 tahun lalu ku simpan di laci meja belajarku. Aku menanti waktu yang tepat untuk kuberikan padanya, wanita yang sudah 4 tahun ini mengisi hatiku.

“Oppa..” suaranya mengejutkanku dan secepat mungkin kumasukan benda tadi ke saku jas seragam yang sedang kukenakan.

“Eunhyuk memberikan ini padaku, tapi aku tidak suka jika harus pergi berdua saja dengannya..”

Dekk.. darahku mengumpul di kepala, apa yang ia katakan barusan? Apa dia akan pergi berkencan dengan Lee Hyuk Jae? Dua tiket konser musikal, tentu saja Ahn yong aku tak akan membiarkanmu pergi hanya berdua dengannya.

“Ne tentu saja Ahn yong-ah, aku tak akan membiarkan siapapun menyentuhmu..” jawabku lantang seraya membusungkan dadaku. Ahn yong menarik tanganku dan menebarkan senyum permintaan maafnya kepada orang-orang di depan kami. Sepertinya suaraku sangat kencang.

“Kalau begitu kau ajak saja Han rim-eonni, otte?”

Ide yang sangat tidak bagus Ahn yong-ah, aku tak suka.

“Andwae, lebih baik aku pergi sendiri saja” tolakku.

“Mwo? Harusnya kau senang Oppa, bukankah kau begitu menyukai Han rim-eonni?” dia memiringkan kepalanya, aishh ternyata selama ini dia mengira kalau aku menyukai Han rim noona? Ahn yong-ah bagaimana kau bisa berpikiran seperti itu?

“Tentu saja bukan Ahn yong-shi, seharusnya kau gunakan otakmu itu untuk berpikir.. apa tidak bisa kau menebak jalan pikiranku yang selama ini tak ada jarak denganmu? Bahkan kita berdua sangat dekat setidaknya kau bisa memahami apa yang ku rasakan..” jelasku panjang lebar, sempat tersirat apa yang ku sebutkan adalah menandakan perasaanku padamu. Itupun kalau dia memang pintar dia pasti bisa mengerti apa yang kumaksud tapi reaksinya dengan menggaruk-garuk kepala seperti itu aku yakin pasti dia tidak mengerti.

Algetjyeo na honja anin-golyo anssurowo marayo

Onjen-gan geu saram sogaehalkkeyo

Ireohke cha-orunun nunmuri ma-rhanayo

Geu saram geudaeranun geol

Can you see I’m not alone

So don’t worry about me so much

“Ehm..” aku berdeham di sebelah Eunhyuk, dia menoleh heran.

“Hya!! Apa yang kau lakukan disini hah? Mana Ahn yong?” dia bertanya bertubi-tubi. Kutunjukan senyum 3 jariku padanya.

“Aku pemilik kursi ini dan kau jangan protes lagi, ara” aku duduk santai sementara Eunhyuk terlihat sangat gelisah di sebelahku. Aku tahu apa maksudmu Eunhyuk-ssi, maka dari itu tak kubiarkan Ahn young hanya berdua denganmu. Aku membeli tiket baru untuk Ahn yong, setelah kutahu kalau ternyata tiket yang ia beli adalah tiket film romantis, aku lebih suka menghadiahinya film animasi daripada harus membiarkannya menonton film romantis dengan adegan sepasang kekasih berdua dengan bocah ingusan ini.

“Umurmu itu belum genap 18 tahun berani sekali kau menonton film seperti ini?” ku lipat kedua tanganku dan memandang lurus ke depan. Benar-benar, ini bahkan tak bisa dikatakan film remaja, adegan pertamanya dimulai dengan kiss scene berdurasi 2 menit. Aishh..

“Ah aku hanyaa..mm..” jawabnya gugup. Aku tak menanggapinya dan memutuskan untuk keluar tempat itu, lebih baik kutinggalkan menonton film yang kurasa sangat membosankan.

Kembali  ku lirik arloji ku dan Ahn yong mulai berjalan menghampiriku.

“Oppaaaa…” dia berlari kecil dan menggandeng lenganku.

“Mwo?”

“Neomu joha..” kata-kata itu membuatku meneguk ludahku gugup, apa maksudnya?

“Oppa film yang kau pilihkan itu sangat teramat bagus… neom joha..” lanjutnya, aku bisa bernafas lega sekarang ternyata itu yang ia maksud.

“Lalu kapan kau akan mengenalkanku pada yeojamu itu?” dia lagi-lagi bertanya soal itu.

“Apa kau sangat penasaran Ahn yong-ah?”

Dia mengangguk pasti, aku memegang pundaknya dan ku balikan tubuhnya hingga sekarang dia bisa menatap cermin besar yang berada di ruang itu.

“Aku pasti akan mengenalkannya padamu”

Ahn yong melirik kearahku bingung.

“Dan sekarang kau bisa tahu siapa yang kumaksud..”

Ku lihat dia menatap lurus ke depan hingga menyentuh bayangannya di cermin besar itu. Selama dia kesulitan mencerna kata-kataku, aku merogoh saku celanaku dan mengambil sebuah kotak beludru yang berisi cincin di dalamnya.

“Yeoja itu adalah kau Ahn yong-ah..” ujarku menjelaskan, dia begitu tersentak dan menutup mulutnya.

“Oppa.. kau becanda kan?” tanyanya tidak percaya, aku hanya menggeleng dan mulai meraih jemarinya untuk ku sematkan cincin di jari manisnya.

“Dan ini yang kumaksud cincin spcialmu itu Ahn yong-ah..”

Aku tahu pasti hal ini membuatnya sangat terkejut, tapi walah bagaimanapun aku sudah berusaha untuk jujur tentang perasaanku padanya.

“Oppa..” ujarnya manja, aku mengacak rambutnya inilah yang sangat aku sukai dari seorang Ahn yong. Pribadinya yang sangat polos dan tidak peka, dia memang babo tapi karena itulah aku bisa menyukainya. Ku lihat cincin itu melingkar manis di jarinya, aku tersenyum dan mengusapnya perlahan.

“Saranghaeyo.. naega saranghamnida..” Ahn yong tetap tidak bergeming. Dia kemudian menunduk memainkan kakinya.

“Naddo Oppa..” jawabnya dengan suara yang tak bisa kudengar jelas.

“MWO?”

“Oppa apa kau berniat untuk membuatku malu? Aigoo sepertinya pipiku mulai terbakar..” dia memegang kedua pipinya, aih kyeopta..

“Haha.. aku hanya perlu mendengarnya sekali lagi, hemh? Jebal..” pintaku seraya tersenyum jahil padanya.

“Ah aniyo, tak ada siaran ulang jangan berpura-pura tidak mendengarnya!!” dia berbalik untuk menghindari aku yang terus menggodainya.

“Naddo saranghae Oppa” ujarnya lagi, membuatku terkekeh geli karena kulihat kakinya yang mulai bergetar hebat.

“Kau gugup hah?” senang sekali menggodanya, haha.

“Ahn yong-ah” ku tarik wanita ini ke dalam pelukanku dan mengelus kepalanya lembut. Ku tarik nafas perlahan dan merasakan betapa indahnya saat ini.

“Apa sekarang kau bisa merasakan degup jantungku?”

“Ne.. oppa”

“Itu pertanda bahwa aku benar-benar mencintaimu..”

THE END

A/N: ini author ketik pas iseng-iseng aja sambil nyanyiin tuh lagu, melepas penat karena tugas yang ga ada abisnya.. haha ceritanya basi yah? Mianhae.. author buatnya hanya dalam waktu 2 jam, gimana ga berantakan coba..kekeke bagi yang rela mohon dikomen aja deh, hehe gomawoyo..

Advertisements

13 comments on “I HAVE A LOVER

  1. Ish..donghae !!

    ‘Aku tau itu akting..tapi jangan di sebarluaskan donk, itu kan kenangan indah kita berdua masa jadi skenario sh ! ‘
    hahahahahaha

    ahjumma, ko neo tau perjalanan cinta aku sama donghae??
    Wah…kau penguntit ya??
    Wkwkwkwkwk rdua masa jadi skenario sh ! ‘
    hahahahahaha

    ahjumma, ko neo tau perjalanan cinta aku sama donghae??
    Wah…kau penguntit ya??
    Wkwkwkwkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s