Just Believe Me (Part 5)

Author : Selly

 

Sunghae’s POV

Aku duduk di atas tempat tidur, menyelimuti kedua kakiku, walaupun terasa masih sedikit pusing tapi aku tetap saja tidak tahan dengan PSP ku yang tergeletak begitu saja di meja belajar. Hem rasanya aku sudah lama tidak bermain game. Segera ku ambil PSP kesayanganku itu, kembali duduk di samping tempat tidur dan bermain game kesukaanku, rasanya perasaanku jauh lebih baik dari sebelumnya. Bingung, bagaiman bisa aku sakit semudah itu, daya tahan tubuhku ini kan sangat kuat, Sungmin oppa juga bingung ketika tau aku terkena flu. Tapi aku juga kan manusia, bodoh, mana ada manusia yang tidak pernah sakit. Aku menaikan kedua kakiku ke tempat tidur dan kembali duduk dengan posisi sebelumnya. Menjulurkan kedua kakiku dan menutupnya dengan selimut, menyenderkan kepalaku dan tentu saja kedua tanganku dengan lihainya menekan setiap tombol memainkan PSP di tanganku.

Seseorang mengetuk pintu kamarku, sehingga membuatku mengalihkan perhatianku dari layar PSP.

“Nuguseo?” ujarku dari dalam kamar, kalau oemma pasti dia akan langsung masuk dan membuka pintu.

“Aku… ”. Yah suara yang sudah sangat familiar di telingaku, tentu saja sahabatku, em aniyeo, calon kakak iparku, haha. Setelah dia resmi menjadi namja cinggu oppa ku, aku selalu merasa dia menjadi lebih dewasa dari sebelumnya, benar-benar seperti oenni ku.

“Soeun-ah…, masuklah” balasku dengan setengah berteriak. Seketika itu pintu kamarku terbuka, Soeun menghampiriku dan segera memeluku dengan erat.

“Kau ini keterlaluan, kenapa sakit tidak memberitahuku? Kau tidak menganggapku sebagai sahabatmu lagi hah?” ujarnya dengan ekspresi kesal, dia menggembungkan pipinya.

“Aigoo, mengapa kau memasang tampang seperti itu di depanku, aku tambah pusing melihatnya. Keure, kau memang bukan sahabatku,tapi calon kakak iparku, haha” balasku sambil terkekeh. Melihat wajahnya yang memerah membuatku tidak bisa menahan untuk tertawa, dia selalu terlihat seperti itu jika ku sebut kakak ipar. Lucu sekali ekspresinya.

“Lee Sunghae, kau ini sedang sakit masih saja meledekku seperti itu” balasnya dengan senyum yang ditahan.

“Mianhae kakak ipar” balasku sambil membungkukan badanku,membuatnya semakin merasa malu.

“Aish, kau ini. eh? Apa ini, sedang sakit masih saja memegang benda ini. Berikan padaku, kau bisa semakin pusing jika bermain game terus” ujarnya sambil merampas PSP di tanganku dan meletakannya di meja samping tempat tidur.

“Oenni, berikan padaku, jaebal” aku menangkupkan kedua tanganku, merengek dengan manja, merayunya agar mengembalikan PSP ku agar aku bisa meneruskan permainanku yang tertunda.

Pletak…..

“Oenni, kau ini kasar sekali pada dongsaeng mu yang cantik ini” aku meringis dan mengusap kepalaku. Sebenarnya tidak sakit karena dia hanya menjitaknya dengan pelan.

“Mianhae dongsaeng. Jika aku tidak melayangkan jitakan di kepalamu maka kau tidak akan berhenti menggodaku” balasnya sambil mengusap kepalaku.

“Hem.., Soeun-ah… bogoshipheo” aku kembali memeluknya dengan erat.

“Nado Bogoshipeo.., tidak ada kau di sekolah terasa sangat sepi. Ditambah hari ini perasaanku juga sedang tidak baik” balasnya setelah aku melepaskan pelukannya.

“Weyo? Ada masalah apa?” tanyaku dengan tampang penasaran. Mengapa calon kakak iparku ini terlihat benar-benar kesal.

“Tadi pagi aku diantar ke sekolah oleh Sungmin oppa, dia yang memberitahuku kalau kau sedang sakit. Dan dia bilang kemarin kau pulang basah kuyup karena kehujanan. Kyuhyun oppa tidak datang untuk menjemputmu kan? Keterlaluan. Dan yang membuatku kesal adalah mengapa dia tidak menjemputmu di selter bus, malah membiarkanku berjalan sendiri ditengah hujan, selain itu juga karena dia membela Kyuhyun oppa dan tetap menganggapnya tidak bersalah, walaupun si evil itu sudah menelantarkanmu begitu saja. Aku benar-benar kesal setelah mendengarnya mengatakan itu. sampai sekarang aku masih tidak mau membalas pesan dan mengangkat teleponnya.” Dia menjelaskan dengan panjang lebar, tanpa menarik nafas hingga akhirnya setelah menyelesaikan perkataanya, dia menjadi ter engah-engah karena kehabisan nafas. Aku yang melihatnya sampai seperti itu hanya bisa menggelengkan kepalaku.

“Kemarin ponselku mati. Aku tidak bisa menghubungi Kyuhyun untuk menanyakan keberadaannya. Aku juga tidak bisa menghubungi oppa untuk memintanya menjemputku. Dan setan itu? hem, sampai sekarang aku masih mematikan ponselku agar tidak diganggu olehnya. Aku benar-benar kesal dengan perlakuannya padaku. Awas saja kalau dia datang kesini, tidak akan kubiarkan dia keluar dengan selamat. Kalau Sungmin oppa membelanya, itu pasti karena mereka berdua berteman. Benar-benar teman yang baik, bahkan masih membelanya ketika si evil itu benar-benar berbuat kesalahan padaku. Pasangan yang cocok.” Aku menjelaskan pada Soeun yang masih memasang tampang kesalnya itu di depanku.

“Cukup. Kurasa kita tidak usah membahas dua pria tidak berperasaan itu, membuat tensi darahku naik saja. Hem, bagaiman dengan pendaftaran masuk universitas?” dia beringsut mengubah posisi duduknya menjadi lebih nyaman, duduk tepat di sampingku dengan posisinya yang sama, meluruskan kedua kaki di balik selimut dan menyandarkan kepaku.

“Eng? Pendaftaran sudah dibuka? aku sepertinya akan mengikutimu di Inha University. Aku masih belum bosan bertemu denganmu. Lagipula aku juga bisa mengawasi tingkah kakak iparku yang cantik ini kan? Dia jadi tidak bisa macam-macam, kalau berani maka aku akan mengadukannya pada Sungmin oppa” aku mendongakan kepalaku mencibirnya.

“Aish, berani mematai-mataiku, dongsaeng kurang ngajar, cih. Rasanya aku ingin sekali pergi kuliah dan terlepas dari seragam sekolah yang membosankan. Tapi aku merasa masa SMA adalah masa terbaik dalam hidupku. Tidak akan bisa dilupakan, teman, persahabatan, dan tentu saja cinta” ujarnya dengan senyum cantiknya. Hemh, masa SMA, teman, persahabatan, dan cinta. Yah, sampai saat ini aku bersyukur masih bersahabat baik dengan Soeun. Tepat ketika aku duduk di tingkat 2, aku bertemu dengan Cho Kyuhyun dan menjadi kekasihnya lebih dari setahun ini. dan hal yang masih sangat ku ingat adalah Choi Minho, merangkap teman, sahabat, dan eng… cinta. Seseorang yang memperlakukanku dengan sangat baik bahkan sempat membuatku jatuh cinta padanya, tapi itu dulu sebelum aku bertemu dengan si evil bodoh yang berhasil membuatku semakin hari semakin menyukainya.

“Yah, masa-masa yang sangat menyenangkan, salah satu proses kehidupan terindah yang penuh pelajaran. Tidak akan pernah terlupakan seumur hidupku. Baiklah lusa kita berangkat, jam 8 pagi bertemu di staler bus. Oke?”  aku menganggat jempolku tepat di depan wajahnya, dan segera ia balas dengan menempelkan ibu jarinya. Kami berdua tertawa dengan lepas sebelum sebuah suara mengalihkan perhatian kami. Seseorang mengetuk pintu kamarku.

Tok… tok… tok…

“Nuguseo?” ujarku dari dalam kamar

“Boleh aku masuk?” balasnya. yah suara yang sudah sangat aku kenal, yang lebih dari 2 minggu ini aku bahkan tidak mendengarnya sama sekali. Suara dari seseorang yang selalu memberikanku hari hari special bahkan dia juga sering sekali datang ke dalam mimpiku, benar-benar menyebalkan ketika aku merasa bahwa aku bahkan tidak dapat melalui hari-hariku seperti biasanya hanya karena memikirkan si evil bodoh itu. berani sekali dia datang ke rumah dan menemuiku, mau mati rupanya.

“Aku tidak mau melihatmu… Khaa… khayeo…”. Kau fikir aku akan membiarkanmu masuk begitu saja. Keterlaluankah jika aku menyuruhnya pergi seperti ini. sebenarnya aku sangat ingin melihat wajahnya, bahkan ketika barusan aku mendengar suaranya, hatiku menjadi berdebar. Lee Sunghae bodoh, begitu berpengaruhkan seorang Cho Kyuhyun, bahkan dia bisa mengendalikan detak jantungmu yang semula biasa menjadi berdebar kencang seperti itu hanya karena mendengar suaranya saja. Berlebihan sekali.

“Sunghae-ah, biarkan aku melihatmu sebentar saja. Ayolah sayang…, aku merindukanmu”

DEG….

Apa dia tau bagaimana keadaanku saat ini, jantungku serasa akan melompat dari tempatnya ketika dia memanggi namaku dengan nada seperti itu ditambah dengan kata ‘sayang’. Kau benar-benar sangat tau kelemahanku Cho Kyuhyun, aku juga sangat merindukanmu. Walaupun aku sangat kesal karena kemarin kau menelantarkanku begitu saja, tapi tetap saja rasa benci ku ini tidak bisa mengalahkan rasa rinduku padamu. Ya Tuhan, Lee Sunghae, sadarlah, dia hanya sedang menggodamu.

“Khaa.., aku tidak mau melihatmu” balasku dengan setengah berteriak. Aku menatap pintu dengan tatapan tajam yang mengerikan, mencoba menyembunyikan hatiku yang sedang berbunga-bunga karena mendengar dia yang mengatakan kalau dia merindukanku. Soeun yang sedang duduk di sebelahku hanya dapat memandangku dengan mengerutkan bibirnya dan mengusap-usap tengkuknya, kurasa dia dapat merasakan tatapanku yang siap membunuh seorang manusia.

“Sunghae-ah…, jangan memasang wajah seperti itu. aku takut” gumamnya dengan sangat pelan, membuatku menjadi tidak bisa menahan tawa ketika kelihat ekspresi wajahnya yang benar-benar sedang ketakutan.

“WAHAHAHA…” melihatnya seperti itu membuatku tidak bisa menahan tawa, segera ku tutup mulutku dengan kedua tangan mencoba meredam suaraku sendiri. Huuuh… mengatur nafasku yang sedikit sesak karena aku tertawa yang ditahan.

“tenanglah kakak ipar, aku tidak akan membunuh seorang manusia…” lanjutku sambil menepuk pundaknya yang masih meringis dengan tampang menyedihkan.

Kyuhyun’s POV

Tepat pukul 16.00 aku sampai di rumah Sunghae. Bagaimana aku menjelaskan padanya masalah kemarin? Jujurkah? Atau berbohong kah? Atau aku mengatakan beberapa hal secara jujur dan menyembunyikan selebihnya. Ayolah Cho Kyuhyun, masa kau takut menghadapi seorang gadis, umurnya bahkan 5 tahun di bawahmu. Aku mencoba menghibur diriku sendiri mencoba meyakinkan perasaanku yang masih ragu. Tapi bagaiman ini, dia bukan gadis biasa, dia itu Lee Sunghae. Dan kali ini aku berbuat kesalahan besar yang membuatnya sakit seperti ini. ya Tuhan semoga aku bisa keluar dari rumah ini dengan selamat, tanpa ada cedera atau luka apapun, sangat mengerikan jika aku keluar dan harus pergi ke rumah sakit, atau lebih parah lagi jika aku tidak bisa keluar dalam keadaan hidup.

Huuuuuuh…… aku menghembuskan nafasku dengan berat, melangkahkan kakiku menuju pagar rumahnya. Menekan bell, dan beberapa saat kemudian bibi Han segera membukakannya dan mempersilahkanku masuk.

“Anyeonghaseo…, maaf mengganggu oemoenim” aku membungkukan badanku ketika melihat Sunghae oemma menghampiriku dengan sangat antusias.

“Aigoo Kyuhyun-ah, kau kah itu?” dia menjulurkan tangannya dan menepuk kedua bahuku. Membuatku sedikit tidak nyaman, karena kemarin aku menelantarkan putri kesayangannya itu dan membuatnya terkena flu seperti sekarang.

“Mianhae oemoenim. Aku ingin bertemu Sunghae dan menjelaskan masalah kemarin. Kemarin aku tidak bisa menjemputnya karena ada urusan yang mendesak dan harus aku laksanakan secepatnya” ujarku member penjelasan singkat padanya yang masih menampakan senyum ramahnya padaku.

“Gwencana, oema tau kau pasti punya alasan yang logis, sampai kau tidak bisa datang. Santai saja, coba temui dia sekarang. Sunghae ada di dalam kamarnya bersama Soeun” balasnya, dan segera mendorongku untuk naik ke lantai atas menuju kamar Sunghae.

“Gamsahamnida oemonim” aku kembali membungkukan badanku serendah mungkin sebelum melangkahkan kaki menuju kamar Sunghae.

Tok…. Tok… tok…

Dengan sedikit ragu aku mengetuk pintu kamarnya. Semoga dia mau membukakan pintu kamarnya dan membiarkanku masuk. Heeemh.. aku menarik nafasku dalam-dalam dan melirik kotak coklat di tanganku. Semoga berguna. Gumamku.

“Nuguseo?” akhirnya dia bersuara. lebih dari 2 minggu ini aku bahkan tidak mendengarnya sama sekali. Merasa sangat bersalah karena sama sekali tidak menghubunginya ketika menyelesaikan ujian akhir sekolahnya seminggu lalu. Hanya sebuah jawaban singkat yang membuatku sedikit lega, rasanya hanya mendengar suara keluar dari mulutnya saja aku sudah sangat senang. Yah karena aku tau ketika dia sedang marah padaku dia lebih memilih diam tanpa bersuara. Jadi aku lebih senang jika dia mengomel setiap hari.

“Boleh aku masuk?”  jawabku dengan sedikit ragu, apa dia akan membukakan pintu, atau dia akan membukakan pintu dan melempar vas bunga ke wajahku. Beberapa hal mengerikan terlintas di kepalaku, dan segera ku tepis semuanya. Keterlaluan sekali kalau dia melakukan itu padaku.

“Aku tidak mau melihatmu… Khaa… khayeo…” Yah, bagus sekali Lee Sunghae, aku suka gayamu. Sudah aku duga pasti reaksinya akan seperti ini. Justru kalau dia dengan mudah membiarkanku masuk, pasti ada yang tidak beres dengan otaknya. Kurasa flu tidak menyerang otak sehingga dia masih bersikap seperti biasanya. tapi aku akan membuatmu mebukakan pintunya segera setelah aku memberikan kata-kata manis. Pasti kau langsung meleleh dan belari menghampiriku dan segera memeluku dengan erat.

 “Sunghae-ah, biarkan aku melihatmu sebentar saja. Ayolah sayang…, aku merindukanmu”  sebuah kata-kata yang pasti membuat gadis cerewet itu melayang. Aku jadi penasaran bagaimana ekspresimu saat ini setelah mendengar pernyataanku barusan.

 “Khaa.., aku tidak mau melihatmu” balasnya dengan setengah berteriak sehingga membuatku tersentak kaget. Sebuah senyum keyakinanpun segera memudar dari wajahku. Yah kurasanya cara yang aku pilih GAGAL. Baiklah, akan aku gunakan cara kedua.

“Lee Sunghae, biarkan aku masuk atau aku ada mendobrak pintu kamarmu. Cepatlah aku bisa berbuat nekat dalam situasi terdesak seperti ini” aku terkekeh pelan dan menahannya dengan punggung tanganku. Jangan sampai dia tau kalau aku sedang main-main. Beberapa saat kemudian pintu kamarnya sedikit terbuka. BERHASIL.

“Wheyo? Mau apa kau kesini” dia menjulurkan kepalanya keluar tanpa membuka seluruh pintunya. Tapi aku dapat melihat Soeun ada di dalam, dia menatap kami dan mengigit telunjuknya dengan ekspresi cemas. Kurasa dia takut akan terjadi pertempuran berdarah di hadapannya.

“Ayolah sayang, jangan bersikap seperti ini. biarkan aku menjelaskan semuanya. Kau mau mendengarkannya kan? jaebal” aku memohon padanya dengan memasang tampang menyedihkan. Jika dia seorang gadis normal pasti akan langsung meleleh setelah melihat wajah tampanku ini.

“Baiklah, cepat jelasnya. 2 menit” ujarnya masih dengan tampang masa bodohnya.

“Aku tidak boleh masuk? Kurasa lebih nyaman jika kita mengobrol sambil duduk santai” balasku mencoba member saran.

“Sisa waktumu 100 detik lagi tuan Cho Kyuhyun” dia mendongakan kepalanya dan mencibirku dengan tampang kesalnya.

“Araso… em,, bagaimana aku menjelaskannya.. eng… begini,, sebenarnya kemarin aku tidak menjemputmu Karena,, em sebenarnya kemarin aku…. Aku sudah siap berangkat ke sekolahmu bahkan aku berencana untuk sudah sampai disana sebelum kau keluar dari kelas, tapi semuanya batal karena ada sesuatu yang… em…, aku tidak bisa menolaknya, makanya aku… eng…”

“20 detik lagi” dia memotong perkataanku masih dengan wajah tak pedulu. Bagaimana ini.

“ini semua karena Yoobin” ujarku mantap. Aku berkata dengan tegas mengatakan sejujurnya. Yah, menjadi pria sejati tentu tidak boleh berbohong iya kan.

“Wah bagus sekali Cho Kyuhyun sayang” ujarnya dengan nada mencibir dan segera menutup pintu kamarnya dengan kencang. Aish, bodoh. Menjadi pria sejati tidak boleh berbohong, tapi ku rasa pria sejati harus sedikit berbohong untuk menyelamatkan nyawanya sendiri.

“HYA LEE SUNGHAE…. LEE SUNGHAE AKU BELUM SELESAI BICARA” aku berteriak dibalik pintu kamarnya. Benar-benar keterlaluan, dia bahkan hanya memberiku waktu 2 menit untuk menjelaskan, bagaimana aku bisa bicara dengan lancar jika melihat tatapan matanya yang seakan-akan penuh nafsu untuk segera melahapku hidup-hidup.

“Sayang, ayolah jangan seperti ini. kemarin aku mengantarkannya ke rumah sakit. Kau ini kan seorang wanita pasti lebih berperasaankan, bagaimana mungkin aku mengacuhkannya begitu saja. Ayolah, percaya padaku” aku menempelkan dahiku di pintu kamarnya, sepertinya sudah tidak ada harapan. Apa yang harus aku lakukan sekarang.

“Sunghae-ah, aku mengantarkan Yoobin kerumah sakit karena keadaan ibunya memburuk, ayolah, maafkan aku, jaebal” dengan tidak semangat aku masih mencoba membuat hatinya luluh. aku masih menyandarkan dahiku, menahanyya di depan pintu. Tapi beberapa saat kemudian pintu terbuka, dan membuatku kehilangan keseimbangan menudian tumbang ke depan.

“HYA BODOH…. KAU INI KENAPA?” dia berteriak padaku sambil menahan kedua tangannya di dadaku, mencegahku terjatuh dan menindihnya.

“Mianhae, suruh siapa membuka pintu dengan mendadak seperti itu” aku mengusap kupingku yang sedikit pengang karena teriakannya. Aku melirik kea rah Soeun yang terkekeh karena melihat tingkah kami berdua. Aku mengangkat tanganku menyapanya dengan senyuman.

PLETAK….

Sunghae menjitak kepalaku yang sedang memandang Soeun, sehingga membuatku ditertawakan untuk kedua kalinya oleh calon kakak iparku itu. Soeun segera beranjak turun dari tempat tidur dan pergi keluar melewati kami berdua.

“sebaiknya aku keluar” ujarnya, kemudian melangkah menuju pintu.

“Jangan ditutup, biarkan terbuka, aku tidak mau berada di dalam kamar berdua dengan evil ini” ujar Sunghae ketika Soeun akan menutup pintu kamar.

“Ne…”  balas Soeun, dia membiarkan pintu kamar terbuka, kami berdua berada di dalam kamar tentu saja tidak baik jika menutup pintunya seperti itu. selain itu jika pintunya terbuka maka aku bisa lari keluar ketika dia akan memangsaku.

“kau bilang ingin aku mebukakan pintu. Aku kesal karena tadi kau mengucapkan nama Yoobin oenni di depanku, tapi kemudian aku terkejut ketika kau mengatakan kalau kau mengantarkannya kerumah sakit karena keadaan ibunya sedang memburuk. Oke, kurasa aku tertarik dengan alasanmu itu. coba jelaskan padaku” dia melipat kedua tangan di dadanya, mengerucutkan bibirnya dan masih dengan aura mengerikan.

“ehm… jadi kemarin aku sudah bersiap untuk menjemputmu di sekolah, tapi Yoobin menghubungiku dan memintaku untuk mengantarkannya ke rumah sakit karena keadaan ibunya memburuk. Yoobin oema memnag menderita hipertensi akut, aku tau itu dari dulu ketika aku masih berhubungan baik dengan dia dan juga keluarganya. Kau tau kan Yoobin satu kampus denganku, sebenarnya aku bisa menyuruhnya naik taksi sendiri, tapi sebagai seorang pria aku tentu tidak bisa membiarkannya begitu saja, bagaimanapun dia juga temanku. Setelah pulang dari rumah sakit, aku segera memacu mobilku untuk menemuimu di sekolah. Tapi keadaan sedang hujan lebat, dan ternyata terjadi kecelakaan sehingga jalan ditutup untuk sementara karena sedang dilakukan evakuasi. Lebih sialnya lagi adalah ketika aku akan menghubungimu, ternyata ponselku mati. Yah, lengkaplah sudah semua kekacauan. Semuanya tidak terduga kan, aku sudah berusaha untuk menghubungimu tapi tidak bisa. Alasanku ini bisa diterima kan? Aku bisa dimaafkan?” aku mengerutkan alisku, memperlihatkan tampang menyesal dan berharap dia mau memaafkanku.

“Kau tau aku menunggumu sendirian di tengah hujan” balasnya dengan nada yang sama dari sebelumnya.

“Mianhae, jeongmal mianhae, aku benar-benar menyesal. Ini semua diluar dugaan. Aku janji tidak akan mengulanginya, yaksu..” aku memasang tampang aegyo, wajah tampanku ini pasti terlihat sangat menggemaskan sekarang. Gadis mana yang tidak terpesona melihatku seperti ini.

“Sudahlah berhenti bertingkah seperti itu, menjijikan” dia melangkahkan kakinya menuju sofa, dan mengambil PSP yang diletakan di meja samping tempat tidurnya.

“Tapi aku sudah dimaafkan? Iya?” aku menghampiri dan duduk di sampingnya.

“Hem… alasanmu bisa diterima” gumamnya tanpa mengalihkan pandangannya dan tetap menggerakan jari-jarinya dengan lihai memainkan PSP di tangannya.

“Gumawo…, Sunghae-ah. Kau memang gadis termanis yang pernah aku temui” Ah, akhirnya selesai. Pengorbananku tidak sia-sia. Aku bisa keluar dari rumah ini dengan selamat. Kerja bagus Cho Kyuhyun.

“Em.., tapi awas saja kalau kau berani menelantarkanku seperti kemarin” balasnya dengan datar, dan tetap perhatiannya masih tertuju pada PSP di tangannya.

“Gumawo Jagiya.., saranghae* #chu…

Aku mendaratkan sebuah ciuman di pipi kanannya. Dia yang masih asik memainkan game tiba-tiba berhenti ketika menyadari bahwa aku menciumnya. Hanya tanpa berkata apapun, kurasa di benar-benar kaget,  hingga sesaat kemudian kulihat semburat merah di wajahnya. Aigooo, manis sekali.

“Kenapa wajahmu jadi merah seperti itu” aku menjulurkan wajahku tepat di depan wajahnya.

“HYAISH…..” dia mendorong  dahiku dengan telunjuknya. Hingga membuatku memundurkan kepalaku dan kembali duduk dengan posisi sebelumnya, menyandarkan punggungku di sofa.

 “Bogoshipheoso”  aku tersenyum padanya yang tampak malu-malu. “ini untukmu” lanjutku sambil memberikan kotak coklat yang sedari tadi aku pegang.

“coklat?” dia mengernyitkan alisnya dan menatap kotak itu dengan teliti.

“Em,, itu dari Yoobin” aku hanya menampakan wajah polos tanpa dosa ketika memberikan coklat itu padanya.

“Mworago? Keterlaluan. Kau mendapatkan coklat darinya dan memberikan padaku? Tidak tahu diri” ujarnya dengan sinis. Dia mengembalikan coklat itu ke tanganku.

“kau kan sangat suka coklat. Dia memberikan ini sebagai ucapan terimakasih. Aku berkata jujur padamu. Kau marah?” aku memiringkan kepalaku tak sabar mendengar jawabannya

“aniyeo, aku senang kau jujur. tapi keterlaluan jika kau memberikan coklat itu padaku. Bawa pulang saja, atau berikan pada orang lain. Pipimu sudah sangat gemuk seperti itu, aku tidak mau kau tambah lebar” balasnya sambil terkekeh, meledek aku rupanya.

“Keure, aku akan berikan pada ibumu saja” balasku masih dengan tampang tak berdosa

“Cho Kyuhyun” dia menghentakan kakinya, dan mengertaku dengan keras sehingga membuatku terlonjak kaget.

 “haha, mianhae. Baiklah akan aku berikan saja pada bibi Han, boleh kan? hem Kau tau, selama 2 minggu ini aku merindukanmu. Dan sekarang aku benar-benar senang bisa melihat wajah manismu lagi. Maafkan aku karena tidak memberi dukungan ketika kau melaksanakan ujianmu untuk yang terakhir. tapi kau bisa lulus dengan nilai baik kan? Hebat. Aku senang kau tidak membuatku malu.  Kapan daftar masuk ke universitas? kau benar-benar tidak mau masuk ke Kyunghee University. Apa masih tetap mau di Inha University?” Aku memasang tampang pensaaranku, berharap dia memilih Kyunghae University, dengan seperti itu aku jadi bisa bertemu dengannya setiap hari. pasti menyenangkan.

“Aku akan pergi lusa bersama Soeun. Aniyeo, aku tidak mau masuk Kyunghee University. Aku akan memilih Inha University. Aku takut nanti bosan jika terlalu sering bertemu denganmu” sebuah jawaban yang mengecewakan. Baru saja dia bersikap manis, tapi satu menit kemudian dia kembali seperti biasanya. Kurasa flu bisa membuat cara kerja otak berantakan.

“Aish, menyebalkan. Mana ada gadis yang bosan melihat wajah tampanku” ujarku.

“Evil bodoh, jangan sampai aku melayangkan jitakan untuk kesekian kalinya di kepalamu. Berhenti menyombongkan dirimu seperti itu” dia menarik sudut bibirnya mencibirku, dan terlihat seperti tatapan merendahkan.

“Aku lebih memilih kau mendaratkan ciuman daripada sebuah jitakan, haha” aku balas menyindirnya sehingga membuat wajahnya kembali bersemu merah karena malu. Benar-benar lucu.

***

Sunghae’s POV

Dengan terburu-buru aku turun dari kamarku. Hari ini harus pergi mendaftar ke Inha university untuk mengikuti ujian masuk, ujiannya akan diadakan 1 minggu lagi tetapi aku bahkan baru mendaftar sekarang.  Aku akan mengambil jurusan fotografi, aku sangat suka dengan hal-hal indah, rasanya tidak tahan untuk mengabadikannya menjadi sebuah gambar. Kalau Soeun tentu saja dia akan mengambil jurusan yang sama dengan oppaku. Jurusan seni.

“Oema, aku harus buru-buru berangkat. Soeun pasti sudah menungguku di stalker bus. Aku janji akan menemuinya jam 8 dan sekarang tinggal 5 menit lagi” aku mengambil sehelai roti dan memasukannya ke dalam mulutku, kedua tanganku masih sibuk mengikat tali sepatu cats ku dengan terburu-buru sehingga talinya agak sedikit tidak beraturan.

“Hya hya…. Sarapan dulu yang benar, jangan tergesa-gesa seperti itu” ujar oema sambil menuangkan susu putih ke gelas kosong di depanku. Aku mengambil roti yang masih aku terjulur di mulutku, dan meraih segelas susu dan meneguknya hingga habis, setelah itu kembali aku masukan roti itu ke dalam mulutku.

“Soeun sudah menungguku, aku berangkat sekarang. Anyeonghi khaseo”ujarku setengah beteriak sambil berlari menuju pintu.

***

Dengan ter engah-engah aku menghampiri Soeun yang sedang duduk di staler, ada beberapa orang yang juga sedang menunggu bus.

“Mianhae, aku  kesiangan. Semalam tidurku benar-benar nyenyak sampai tidak sadar sudah siang” aku menarik nafasku dalam-dalam mengataur oksigen yang masuk ke paru-paruku secara perlahan.

“Gwencana, aku juga belum lama disini” balasnya sambil tersenyum. dan bebrapa saat kemudian bus datang. Kami segera naik, tapi karena ini masih pagi, jadi kami harus bersedia untuk berdiri sampai ada beberapa penumpang yang keluar sehingga kami bisa menggantikan tempat duduknya.

“Soeun-ah, aku akan ke toilet sebentar, kau duluan saja, nanti aku menyusul” ujarku pada Soeun yang berdiri sejajar dengan langkahku. Aku tidak bisa menahan untuk buang air kecil sejak tadi, ah benar-benar menyiksa. Dengan setengah berlari aku segera mencari keberadaan toilet. Sebuah gedung yang baru pertama kali aku masuki, bodoh mengapa aku tidak meminta Soeun untuk mengantarku. Jika seperti ini, bagaimana kalau aku tersesat. Aigoo…

Aku mengitari beberapa sudut di lantai dasar, kemudian melihat penunjuk arah yang menunjukan keberadaan toilet. Aku segera berlari menyurusinya.

Ah akhirnya aku temukan juga toiletnya. Karena sudah tidak tahan, aku segera membuka pintu toilet itu dengan terburu-buru, tapi kemudian Aku melihat seorang pria berdiri sedang menaikan resleting celananyanya. Dia mengalihkan pandangannya ke arahku, setelah kami berdua menyadarinya, akhirnya sebuah teriakan menggema di dalam kamar mandi.

KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA……………………………………………….

Aku salah masuk toilet, dan ini adalah TOILET PRIA. Bukannya segera berlari menyelamatkan diri, aku malah membatu di depan pintu, membulatkan mataku dengan mulut menganga. Hingga akhirnya dia mengampiriku sambil merapihkan kaos dan jacketnya.

“Nona, kau mau mengintip?” tanyanya tepat di depan wajahku hingga membuatku menahan nafas untuk sesaat.

“mmm… mmm… mi… mianhae, jeongmal mianhae, aku salah masuk” aku segera mundur dan berlari menjauhi ruangan sialan ini. bahkan secara tiba-tiba aku tidak merasakan ingin buang air kecil, semuanya hilang begitu saja. Dengan terburu-buru aku kembali menemui Soeun di ruang pendaftaran, ‘Lee Sunghae babo, babo, babo’ gumamku sambil memukul-mukul kepalaku sendiri. Untung saja aku masuk ketika dia sudah menaikan resleting celananya, jadi aku tidak melihat sebuah pemandangan mengerikan di depan mataku. Huuuuh aku menghembuskan nafasku dengan berat dan menghampiri Soeun yang berdiri tidak jauh di depanku.

 “Eh? Sunghae-ah sudah selesai? Mengapa cepat sekali, ayo ambil formulirnya disana. Maaf tidak bisa diwakilkan” ujar Soeun sambil mengibaskan sebuah kertas di tangan kanannya.

“Aniyeo, hem, aku tidak jadi ke toilet. Apa mengambilnya di sebelah sana? Ne, aku ambil” balasku dengan senyum pahit. Benar-benar hari yang memalukan. Aku segera berjalan menghampiri salah satu tempat pengambilan formulir, ah sisa satu, kurasa petugasnya belum memeriksa kalau formulirnya habis. ketika aku akan meraih kertas yang tergeletak di meja, tiba-tiba seseorang juga mengambilnya, hingga akhirnya satu formulir itu berada diantara genggaman tanganku dan orang itu.

“Chogeo, aku yang pertama mengambilnya” aku mendongakan kepalaku dan menatapnya, MWORAGO? DIA? Pria yang di toilet tadi. Ya Tuhan, apa ini takdir, mengapa aku harus bertemu lagi dengannya.

“Kau gadis pengintip itu kan? Cih, sial sekali aku hari ini, bertemu dua kali dengan gadis menyebalkan yang suka mengintip dan menyelinap ke toilet pria” balasnya dengan tampang menyebalkan, aku benar-benar ingin melayangkan sebuah tinju di wajahnya. Pria ini kira-kira seumuran denganku, tingginya hampir sama dengan Kyuhyun tapi lebih kurus. Hem kurasa dia juga akan mendaftar di universitas ini.

“Mworago? Bwosunsuria? Kau bilang apa? Gadis pengintip. Aish jinja. Singkirkan tanganmu dari kertas itu, aku yang menyentuhnya duluan” ujarku dengan sinis, aku menatapnya dengan kesal karena dia berani menyebutku seperti itu.

“Dengar gadis pengintip, kertas ini miliku” dia menarik kertas itu. tapi seketika itu juga aku kembali meariknya dengan keras. Dan

Sret…..

Kertas itu sobek menjadi dua bagian, YA TUHAN mengapa hari ini benar-benar sial.

“Bodoh, kenapa kau merobeknya?” aku berteriak penuh emosi.

“kau yang merobeknya, gadis mesum” balasnya

“HYA………… KAU MAU MATI?” aku mengangkat tanganku dan siap melayangkan pukulan ke kepalanya tapi beberapa saat kemudian Soeun segera berlari menghampiriku dan menahanku sebelum tanganku mendarat di kepalanya.

“Sunghae-ya, jangan seperti itu. em.. mianhae” Soeun meraih tanganku dan membungkuk singkat pada pria itu. menyebalkan.

Belum selesai kami berseteru kemudian salah seorang petugas datang dan kembali menaruh setumpuk formulir di meja itu.

“kalian harus menuliskan nama kalian setelah mengambil formulirnya” ujarnya sebelum pergi meninggalkan kami.

Pria di depanku segera mengambil formulir itu dan menuliskan namanya dia sebuah kertas yang sudah disediakan.

‘Kim Kibum’ yah, namanya Kim Kibum, pria menyebalkan yang membuat hari ini berantakan.

To Be Continue…..

Ehm.. ehm…, hehe maaf ya yeoreubeun yang uda nunggu lama ff ini *siapa juga yang nunggu, kepedean*

2 minggu lagi aku UAS dan sekarang lagi sibuk-sibuknya sama tugas, sumpah ya aku beneran kewalahan  nyelesain tugas-tugas kulih yang se abreg abreg. Mana minggu tenang juga masih dipake buat ngisi mata kuliah, arggh *jambak rambut yesung oppa*

Yap, oke gimana menurut kalian part ini? hem ada pemeran baru nih, udah tau kan si Almighty Key. Jangan marah ya kalo anak-anak Shinee sering aku jadiin orang ke tiga, malah di setiap ff aku kayanya, haha *ditabok onew* Abisnya kan biar nyari yang seumuran gitu ceritanya, kan oppadeul suju uda tuwa-tuwa, ga pantes juga dapet peran baru masuk kuliah begitu *dilempar member suju pake panggung supershow3*

Yah maaf kalo ceritanya ngebosenin, berantakan, ancur, gaje, atau apalah. Maklum aku nulis dari abis magrib ampe jam 9 malem, abis itu ngurusin tugas bahasa Inggris. tapi aku mohon dengan sangat amat. Leave your coment please. Aku seneng banget kalo ada yang coment, walopun Cuma nulis “Lanjut thor” atau “Bagus thor” atau “Gw tunggu lanjutannya thor” itu beneran bikin aku tambah semangat, suwer deh. Kalo mau coment jatohin juga boleh misalnya “ga kreatip lu thor” atau “ancur banget nih ff” atau “najis banget w ama cerita lu thor”  dengan berlinang air mata aku akan berhenti nulis, hiks *nangis di pelukan Dongho, eh salah, Donghae oppa*

Yauda kayanya author gatau diri kebanyakan ngomong nih, maaf ya. terimakasih buat yang ngedukung Kyuhyun~Sunghae Couple.

Gamsahamnida *bow*

Advertisements

28 comments on “Just Believe Me (Part 5)

  1. akhrnyaa stlh nunggu part lanjutann nihh keluar kekeke xD ehmm hrsnyaa sunghae gaq maafin si evil * bletak * u.u
    gaq ngeboseninn koq ceritanyaa malahh bgs coz adaa pmerann br key oppa hehe ^^
    ak tunggu yaa lanjutannyaa . buadd author hwaiting ujiannyaa. x) * evilsmile *

  2. wah, oppaku muncul di ff.a onnie..
    XD
    Lanjut yah onnie, cerita.a makin seru.. =D

    Onnie hwaiting yo UAS.a….!!!!

  3. yah, aku kira si kyuhyun bakalan babak belur.. #plakk pabo XD
    syukurlah kyuhyun kaga diapa apain sama sunghae… Wakaka

    daebak author!! Aku ini redear yg setia menunggu ff mu yg ini lho.. *kyu: bo’ong author jgn dipercaya* XD
    Part selanjutnya jgn lama dipublish ya thor.. 😀
    semangat author!!

  4. akhirnya setelah menunggu berabad2 keluar jga ni ff ahaahah
    wahh mkin seru nih ada org ke 3 nantinya.hihihihi ^^

  5. bakal ad hal2 yq menarik nich bagi sunghae onnie di kehidupan kuliah.a…. =D

    Lanjut onnie,tp tunggu UAS.a selesai az…
    Hwaiting yoo UAS.a…. 🙂

  6. Orang ke3?
    Pa si Key nanti bkl jadi orang ke3 antara Kyu sm Sunghae?
    Kalau iya, bkal tmbh rame dong.

    Terbang ke part selanjutnya^..^

  7. *jeng.jeng.jeng*
    kira2 hubungan seperti apa yang akan terjadi antara key dgn sunghae ? Sepertinya akan sangat complicated. Mari kita lanjut.. *reader gila -_-*
    walaupun udah lewat lamaaa.. Aku mohon ijin buat baca serial yg ini ya thor ? Abis bikin penasaran :p
    gomawoyo~~ ^^

  8. selamet selamet,kyu gk diapa2in ma sunghae 😉
    wahhh skr gntian yaaa,,,pertama sunghae cemburu krna da yoobin skr jgn2 kyu yg jd galau coz da kibum,,,
    makin seru daahhh,,
    gregetan jd’y gregetan
    😀 kyak lagu aja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s