Gallery

My Beautiful Photographer (Part 9 END)

 

Author : Serlin

 

 

jangmi terus memotret saat berkeliling melihat-lihat keadaan tempat yang di datanginya.

“Apa kau bisa diam sebentar? Aku itu sangat risih melihat tingkah kau seperti itu”

Tempat itu adalah sebuah lahan lapang yang niatnya akan dibangun sebuah mini mall oleh perusahaan sungmin.

“Cheers..” jangmi mengarahkan kameranya pada sungmin, sungmin sangat kesal melihat jangmi mengambil fotonya.

“Yaa.. kau itu kenapa, cih.. andai ada gurat senyum sedikit disini hem pasti kau akan terlihat sangat tampan, aku yakin itu” jangmi berbicara sendiri mengomentari hasil jpretannya, sungmin malah diam memandangnya dengan tatapan mematikan. Jangmi menoleh melihat pandangan sungmin yang tertuju padanya, jangmi melihat keadaan sekeliling dan ternyata dirinyalah yang sedang sungmin perhatikan.

“Yaa.. kenapa kau memandangku seperti itu” pekik jangmi mengagetkan sungmin, mukanya sekarang bersemu merah. Dia menunduk.

“Kau tau aku akan mati rasa jika kau tatap seperti tadi” jangmi mengelap lensa kameranya, perasaan sungmi tak bisa dikendalikan sekarang, sungmin jadi salah tingkah.

“Jangmi-ya..” panggil sungmin lembut, jangmi menoleh.

“Waeyo?”

“A..ani.. khaza, kita pergi dan pulang”

Jangmi menggaruk kepalanya bingung, satu kali lagi dia memotret dan sungmin berteriak “Yaa..” oke jangmi memutuskan masuk kedalam mobil sebelum melihat sungmin mengamuk, ingat kejadian saat ramyeon tumpah waktu itu, sungmi memarahi jangmi dan yesung habis-habisan, tingkahnya seperti ahjumma penjaga toko roti saat mengetahui ada pembeli yang tidak membayar rotinya.

Sudah 2 hari jangmi tidak melihat yesung berada di tmpatnya, sesekali dia melongok tempat itu, tapi langsung pergi setelah melihat sungmin mengamatinya.

“Aih.. kenapa jantungku berdebar setiap kali mengingatnya, omo.. jangan jangan..” jangmi segera bangun dan membasuh wajahnya, dilihatnya di cermin ada bayangan yesung yang sedang melambaikan tangannya dan tersenyum lebar.

“Mwo??” jangmi menggelengkan kepalanya dan kembali membasuh wajahnya, bayangan itu masih ada dan kali ini raut yesung berubah datar.

“Ya jangmi kau kenapa?”

Jangmi menoleh memandang yesung sebentar, mencubit pipi yesung dan “Ah ini kau asli rupanya?” ujar jangmi pasrah. Yesung mendorong kepala jangmi dengan telunjuknya.

“Mwoya? Memang sejak kapan ada orang mirip denganku, kau dengar hanya ada satu yesung di dunia ini”

“Ah arasseo, oppa kapan kau datang?” saat ini hati jangmi sedang berbunga-bunga rupanya.

“Baru saja, kau tau kaulah yang kukunjungi pertama kali setelah kepulanganku ini” yesung merogoh koceknya dan memberikan sesuatu kepada jangmi.

“Apa ini oppa?” jangmi mengamati gelang kaki yang diberikan oleh yesung.

“Kau pakai saja itu, seorang anak memberikannya padaku di venezuela dan saat aku menerimanya kau tahu pikiranku langsung ingat kepadamu.. hehe” yesung bersantai di atas kasur jangmi, jangmi memandang gelang itu sambil senyum senyum sendiri.

“Kau tebak berapa lama aku belum tidur” yesung mulai memejamkan matanya.

“Aku rasa setiap ada kesempatan kau pasti tidur” jangmi mulai memakai gelang pemberian yesung tadi.

“Ah aku tidak bisa tidur seharian ini, kau tahu disana aku tidak punya teman untuk mengobrol dan jika aku bertanya pada orang orang yang lewat tidak akan nyambung”

Jangmi memandang yesung sejenak, kemudian mengedip ngedipkan matanya. Ah perasaan itu datang lagi dan kali ini jantungnya berdetak lebih cepat.

“Ya jangmi apa kau merindukanku?” yesung bangun dan membawa kopernya keluar dari tempat jangmi, ia berlalu ke tempatnya. Jangmi menelan ludahnya, bahkan itu terasa sangat pahit.

@@@

“Kenapa kau masih diam disitu, cepat foto aku” perintah yesung embuat sungmin mencibirkan bibirnya, jangmi menurut. Yesung merangkul bahu sungmin, sungmin sangat tidak menyukai hal ini.

“Ne sudah jadi..” jangmi memamerkannya pada yesung.

“Ige mwoya? Kau mengambilnya dalam jarak berapa meter? Kenapa pipiku terlihat sangat besar didini, aigoo.. kau lihat seharusnya tadi kau suruh aku jangan tersenyum mataku seperti sebuah garis jika aku tersenyum seperti ini.”

Jangmi menatap yesung sebal, yesung melihatnya dan menghentikan mulutnya.

“tadinya aku berniat mau mempublish ini lihat kami benar-benar seperti sepasang sahabat” yesung memperlihatkan fotonya pada sungmin.

“Mwo? Di publish? Apa maksudmu?” sungmin tidak mengerti.

“Ne, kau tahu aku benar-benar senang bisa menjadi tetangga dari pengusaha terkenal sepertimu, haha.. kau pasti sangat senang kan punya tetangga artis tampan seperti ku?” yesung tertawa lepas, jangmi merasa mual mendengar semua perkataan yesung tadi. Sungmin menggelengkan kepalanya.

“Jangmi sekarang aku yang akan memotret kalian, khaza” pinta yesung mendekatkan jangmi ke sungmin, sungmin menjadi sangat gugup bibirnya terasa kelu. Jangmi berharap hal ini tak pernah terjadi.

“Ya.. agak dekat sedikit lagi” yesung terus mengatur, posisi jangmi dan sungmin memang seperti orang yang bermusuhan.

“Aisshh.. sini” yesung mendekatkan mereka berdua dan dia kalengkan lengan sungmin ke bahu jangmi, jangmi memandang sungmin sinis.

“Nah seperti ini kan lebih baik, oke kalian tersenyum yah..”

Fotonya sudah selesai yesung ambil, sangat bagus dia benar-benar fotografer profesional.

“Lihat jangmi ya, kalian benar benar seperti sepasang kekasih, cocok sekali” yesung tersenyum bangga melihat hasil karyanya itu, sungmin terus memandang jangmi. Jangmi marah mendengar yesung berbiccara seperti itu dia rampas kameranya dan masuk ke dalam tempatnya.

“Dia itu kenapa?” yesung bingung, sungmin masuk dengan langkah lemasnya.

“Aku akan menerima tawaran ahjussi untuk menikah dengannya” seru sungmin dalam hati.

Sementara itu jangmi tidak tahu sejak kapan dia meneteskan air mata ini, sesak rasanya mendengar yesung berkata seperti itu tadi.

“Kenapa aku harus menangisi kata-katanya tadi? Dia kan tidak salah.. ahh aku ini kenapa?” jangmi membuntal buntal selimutnya. Dia terus terisak. Ponselnya berbunyi.

“Yeoboseyo..” ucapnya lirih tanpa tahu siapa yang menelponnya itu.

“Kau menangis?” yesung khawatir, jangmi langsung memutus panggilannya dan mengusap air matanya.

“Ya hwang jang mi, kau kenapa? Kenapa menangis? Apa aku salah?” terdengar yesung berteriak dari depan  pintu. Jangmi malah menutup dirinya dengan selimut. Sungmin menghampiri yesung yang dari tadi mengetuk ngetuk pintu jangmi.

“Kau jangan pernah mengganggunya, kau dengar dia tidak menyahut itu berarti dia sudah tidur, ara!!” tatapan sungmin sinis, yesung pergi menghindar. Jangmi mendengarnya dari balik selimut.

@@@

Jangmi berpenampilan menarik hari ini, yesung yang henda pergi untuk menjalankan aktifitas sehari harinya begitu tercengang.

“Neomu yeoppo..” gumamnya melihat penampilan jangmi. Jangmi tersenyum mendengarnya, sungmin lekas meraih tangan jangmi dan mengajaknya pergi, yesung hanya diam melongo.

“Aissh.. setidaknya kau coba untuk mencegahnya kau itu oppa..?” jangmi merengut kesal, berharap yesung akan menahannya.

“Pasang seatbeltmu kalau kau belum mau mati” sungmin menstarter mobilnya dan “Brruung!!” mereka melaju cepat, tak ada omelan dari jangmi, dia hanya terdiam dengan wajah ditekuk.

“Kau tidak bertanya aku akan membawamu kemana?”

“Aku pasrah, kau itu kan atasanku” jangmi tidak bersemangat.

“Kita akan menemui ayahmu” ujar sungmin singkat namun membuat jangmi membuka pikirannya lebar-lebar.

“Mwo??” jangmi mulai menghindari sandaran mobil.

“Ne.. kita akan membicarakan sesuatu” sungmin memutar stirnya, mobil berbelok.

“Aniya.. kau itu kenapa selalu memaksaku???” jangmi menolak, sungmin menariknya paksa.

“Andwae.. lepaskan aku.. andwae” jangmi coba berontak tapi dia mulai diam melihat sosok paruh baya dipojokan sana.

“Appa..” ujarnya pelan. Jangmi tidak mau melihat appanya.

“Lee sungmin” panggil appa jangmi sumringah tapi senyuman di wajahnya itu seketika berubah saat melihat hwang jang mi.

“Aku akan menikah dengannya” tegas sungmin, jangmi langsung menoleh ke arahnya, mulutnya menganga lebar, tatapannya penuh kebencian. Lain halnya appa jangmi, dia terlihat sangat senang mendengar pernyataan itu.

@@@

Jangmi terus memandangi gelang kaki pemberian yesung, tapi mana mungkin dia harus bertepuk sebelah tangan seperti ini. Dan lee sungmin “hyaisshh,, aku benar-benar sangat membencinya, dia sangat kasar bagaimana bisa aku seorang hwang jangmi akan menjadi istri manusia itu” jangmi mulai pusing, tak mengerti apa yang harus dilakukannya sekarang ini.

“Jangmi-ya..” panggil yesung dari luar.

“Ye..” sahut jangmi malas, dia bukakan pintu dan dilihatnya yesung membawa banyak barang bawaan.

“Khaza..” yesung memberikan semua barang bawaannya pada jangmi, menutupi wajahnya sering sekali dia melakukan hal semacam ini.

“Aku membeli banyak makanan tadi, malam ini kita pesta besar-besaran oh kita ajak lee sungmin bagaimana?”yesung mengeluarkan satu persatu isi belanjaan tadi.

“Mwo? Pesta untuk apa? Dan untuk apa mengajaknya aku tak suka”

“Ah aku tadi sukses rekaman pertama di album baruku, senang rasanya meskipn ini sering ku lakukan tapi kali ini beda karena aku merayakannya dengan orang yang berbeda, semuanya sudah siap makan aku sengaja membeli makanan kemasan biar tidak repot, aku juga membeli ini..” yesung menunnjukan 3 kaleng shoju, dia tersenyum bahagia.

“Oiya kita ajak sungmin juga, walaupun dia itu pelit tapi dia itu tetangga kita”

Jangmi Cuma diam membungkam mulutnya mengingat bahwa sungmin akan segera menjadi suaminya, ah sungguh dunia ini rasanya seperti foto hitam putih. Yesung pergi keluar menarik sungmin dari tempatnya dan memaksanya duduk di depan meja kayu sederhana. Sungmin dan jangmi saling bertatapan. Jangmi sama sekali tidak ada nafsu makan.

“Ahh.. jebal, kalian makanlah yang banyak, kenapa kalian begitu canggung sih?” yesung terus menyuap mulutnya, mulutnya penuh oleh makanan tampangnya benar-benar babo.

“Oppa hajiman Chukhae untuk keberhasilanmu” jangmi menjangkau botol shoju saat tangan jangmi memegang kalengnya sungmin memegang tangan jangmi, segera mungkin jangmi mengibaskannya. Yesung memerhatikan tingkah mereka tak mengerti dengan mulut yang penuh dengan makanan.

“Apa ada yang kalian sembunyikan dariku?” tanya yesung curiga. Jangmi diam sejenak “Ah aniya oppa, tidak ada apa-apa” tapi sungmin membicarakan hal yang berbeda.

“Kami akan menikah” ujar sungmin santai, yesung yang baru saja akan memasukan makanan kemulutnya dengan sumpit langsung meletakan mangkuknya di atas meja. Dia terlihat kosong dan mematung.

“Ah.. daebak!!” ucapnya lemah tak terdengar suaranya oleh jangmi.

“Mwo?” jangmi melihat ke arah yesung berharap yesung akan mengungkapkan sesuatu, yesung kembali mengambil mangkuknya lalu makan secepat mungkin. Jangmi dan sungmin hanya terpaku melihat tingkah yesung itu, sudah selesai yesung meletakan mangkuknya kembali di atas meja, suara benturannya agak sedikit keras memang.

“Ah kenapa kau baru memberitahuku sekarang? Kau tau aku sangat senang sekali mendengarnya, kalian ini kan sudah seperti semut dan gajah tak pernah akur dan aku yakin setelah kalian terikat jalinan pernikahan kalian akan menjadi pasangan yang romantis” yesung berbicaa panjang lebar, jangmi benar benar geram ingin rasanya langsung berteriak di depan muka yesung kalau jangmi benar-benar menyukainya.

“Ghamsahamnida” sungmin tersenyum ramah, pertama kalinya dia terlihat senang seperti itu.

Jangmi hanya terbengong mendengar ucapan yesung barusan.

“Geurae.. aku mengantuk oppa aku ingin tidur” jangmi bangkit dari duduknya, dia sedikit membungkukan badannya permisi untuk kembali ke tempatnya.

“Yaa jangmi, makanannya masih banyak kau mau menyia nyiakannya?” cegah yesung, namun jangmi pura pura tidak mendengarnya. Sesak sekali dada jangmi.

Yesung melamun dikamarnya, dia sudah menghabiskan 3 kaleng shoju. Pikirannya kosong tidak mengerti apa yang dirasakannya saat ini. Yesung memutuskan keluar dari tempatnya dengan wajah sedikit merah dibawah pengaruh alkohol.

Jangmi yang masih belum tertidur di dalam kamarnya mendengar suara yesung yang sedang menyanyi sendiri di luar sana. jangmi membuka pintunya dan sedikit mengintip keluar, setelah beripikir beberapa saat jangmi memutuskan untuk menghampirinya.

“Kau mabuk?” jangmi sedikit khawatir melihat keadaan yesung, yesung menoleh ke arahnya kemudian tertawa.

“Haha.. apa aku terlihat seperti orang mabuk hwang jang mi?” yesung berayun di pagar pembatas lantai 3.

“Sebenarnya sulit membedakan saat kau mabuk ataupun tidak tapi sepertinya kali ini kau benar benar mabuk”

“teng..” yesung melemparkan kaleng shoju jauh sekali, mengenai sesuatu sepertinya karena menimbulkan sebuah suara.

“Hwang Jang Mi” yesung memegang pundak jangmi, menghadapkan tubuh jangmi kepadanya. Tatapannya sangat serius, jangmi kesulitan bernafas sekarang, darahnya mengalir dari ujung kepala ke kaki, dan dari kaki kembali lagi ke ujung kepala. Mereka berdua saling bertatapan, entah kenapa malam yang dingin ini berubah menjadi sangat panas bagi jangmi. Yesung memegang wajah jangmi mendekatkan wajahnya dan “Blupp” sungguh mencengangkan, jangmi tak bisa menghindarinya. Kejadiannya berlangsung cukup lama dan sungmin yang baru saja pulang dari membeli persediaan makanannya, dia menjatuhkannya dan semuanya berceceran dimana mana.

@@@

Tidak ada pernikahan tidak ada sungmin. Ya itulah yang diharapkan oleh jangmi selama ini setelah melalui proses yang berliku akhirnya dia bisa terbebas dari bayang-bayang jangmi akan menghabiskan kehidupannya dengan lee sungmin. Jangmi masih terduduk di sebuah taman dengan menyandang sebuah kamera.

“Kau foto aku dengan kelinci ini” titah yesung, jangmi merengut.

“Kau selalu menyuruhku memfotomu tapi kita tidak pernah berfoto bersama” ucap jangmi iri melihat yesung yang sedang menciummi kelinci yang dibawanya.

“Iye.. lagipula apa arti sebuah foto kalau aslinya kau itu sudah menjadi milikku” yesung meletakkan kelinci itu di atas rumput yang hijau, agar kelinci itu bisa bergerak kesana kemari. Dia mendekat ke arah jangmi.

“Ya oppa kau mau apa?” jangmi berjalan mundur.

“Boleh aku memelukmu?”

Jangmi tersenyum sumringah dan langsung memeluk yesung dengan tenaganya, membuat kamera yang sedang di kalungkan di lehernya menekan ke perut yesung.

“Aissh..” ringis yesung, jangmi melepas pelukannya.

“Ya oppa gwaenchanayo?” jangmi khawatir kemudian diusap usapnya perut yesung.

“Aiissh.. sudahlah aku tidak apa-apa” tolak yesung. Kemudian meraih kamera yang dikalungkan di leher jangmi. Menggenggam kamera itu dengan tangan kirinya.

“Mianhae..” jangmi menampakkan muka memelas. Yesung tersenyum dan mengacak rambutnya. Kemudia meraih tengkuk jangmi dengan tangan kananya dan mencium bibirnya dengan lembut, melumatnya beberapa saat sebelum menjauhkan wajahnya. Dia tersenyum sesaat setelah melihat wajah jangmi yang bersemu merah.

“Kau kenapa?” ujarnya sambil mengangkat dagu Jangmi sehingga membuatnya mendongak tepat di depan wajahnya.  Jangmi hanya bisa tersenyum malu ketika Yesung menatapnya seperti itu

“Aigooo, manis sekali” ucapnya beberapa detik sebelum bibirnya kembali mencapai bibir Jangmi, memejamkan mata ketika memperdalam ciumannya sehingga membuat Jangmi tanpa sadar meletakan kedua tangannya di bahu Yesung.

 

The end

 

 

Yap akhirnya selesai juga nih FF, bagaimana menurut kalian?

Terimakasih yang uda mengikuti cerita ini dari awal, maaf kalo ada banyak kesalahan penulisan atau apalah itu. yang pasti jeongmal Gamsahamnida Yeorobeun.*bungkuk 90derajat*

 

Advertisements

7 comments on “My Beautiful Photographer (Part 9 END)

  1. mianhae yoo onnie saeng ndaa coment di setiap part….

    Ending.a am yesung oppa.. =D
    Sungmin oppa am akku az.. XD *plakkkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s