Baby Here With Us (Part 2)

Author : Serlin

Super Junior’s Dorm

Author’s POV

“Ya hyung apa kau tidak tidur semalaman? Lihat lingkaran hitam di matamu” Kyuhyun mengalengkan lengannya di bahu Eunhyuk, Eunhyuk hanya diam tak bereaksi seraya memijit-mijit keningnya yang terasa sedikit pening.

“Aku tak bisa tidur..” jawabnya singkat.

“Kau sedang ada masalah?” Tanya Kyuhyun mulai menginterogasi, Eunhyuk menoleh dan memandangnya dengan pikiran yang masih melayang kemana-mana.

“Nanti akan kuberitahu jika waktunya memungkinkan..”

Kyuhyun hanya mengangguk dan berlalu sambil mencomot sesuatu di atas meja.

“HYA!! Itu milikku!!!” teriak Eunhyuk sedikit emosi namun Kyu hanya melebarkan senyumnya.

Yoora’s Apartment

Yoora’s POV

Aku terus membulak balik kartu nama yang sedang ku pegang, kepalaku sedikit pusing karena semalaman aku tidak bisa tidur dengan tenang dan hari ini aku harus berangkan kuliah namun yang menjadi permasalahan akan ku taruh dimana anak pria tidak tau diri itu? Ah sebuah ide terpintas di pikiranku, kulirik ke arah anak balita yang sedang tertidur pulas di atas kasur lantaiku.

“Aigoo kenapa nasibmu itu malang sekali hah? Jika aku memiliki banyak uang aku tak akan segan-segan untuk merawatmu tapi mau bagaimana lagi untuk menghidupi kehidupanku sendiri saja sangat sulit..” aku menghampirinya dan mulai menggendongnya perlahan, kuletakan dia dipunggungku dan mulai pergi menjauh dari tempat tinggalku. Aku yakin keadaanku sekarang akan menjadi perbincangan hangat para tetanggaku saat ini, apalagi mereka melihat pria menyebalkan yang berada di apartemenku tadi malam. Kacau ini akan menjadi sangat kacau dan memalukan tentunya.

“Dibalik wajahnya yang polos ternyata wanita ini memiliki pekerjaan lain selain sebagai pegawai supermarket, hemh.. pasti akan sangat berat memiliki seorang anak yang tidak diinginkan seperti itu” seorang ahjumma menghentikan langkahku, perkataannya barusan benar-benar mengundang emosiku. Pagi hari seperti ini aku sudah mendapatkan sambutan yang sangat tidak menyenangkan.

“HYAA AHJUMMA.. CEPAT MINGGIR ATAU AKU AKAN MEMBUAT BIBIRMU MENJADI 4!!!” bentakku, dia segera menyingkir dari jalan yang sedang berusaha kulewati. Tak ada reaksi apapun dari anak yang sedang ku gendong, walaupun tadi dia sempat terbangun tapi dia akhirnya bisa tertidur kembali. Aku terus berdiri menanti bus yang akan berhenti di halte dimana aku berada sekarang, pagi hari seperti ini biasanya bus penuh sesak karena orang-orang yang menggunakan fasilitas ini untuk berangkat kerja ataupun sekolah.

“Ya.. busnya sudah datang khaja..” aku menaiki bus yang berhenti di halte, hanya ada sedikit ruang yang tersisa itupun dengan berdiri. Aku menunjukan alamat yang tertera di kartu nama milik namja bernama Lee Hyuk Jae. Setelah beberapa lama akhirnya kami sampai di depan sebuah gedung besar.

“Chogeo.. ini gedung apa yah?” walaupun orang-orang mungkin menganggapku sedikit ‘norak’ tapi apa salahnya jika aku hanya sekedar ingin tahu. Bisa terlihat dari ekspresi mereka yang menggelengkan kepalanya saat aku menanyakan ‘ini gedung apa ya?’.

“Ini gedung milik SM, tidak sembarangan orang bisa masuk kesana.. sudah berapa lama kau di korea hah?” seorang ahjussi bertanya balik padaku, aku hanya tersenyum mencoba ramah padanya.

“Apa gedung ini sangat memiliki privasi hingga memberlakukan sistem semacam itu?” belum sempat dia menjawab pertanyaanku dia malah berlalu menjauh dan pergi meninggalkanku.

“Cish… tidak sopan”

Aku berjalan memasuki halaman gedung tinggi menjulang ini, setelah sampai di pintu masuk 5 orang namja bertubuh besar menghadangku.

“Hya!! “ pekikku sedikit terkejut.

“Apa yang akan kau lakukan agassi?” tanyanya tak ramah. Hatiku menjadi sedikit gentar mendengar perkataannya dengan nada yang begitu tegas.

“Aku ingin bertemu dengan Lee Hyuk Jae” jawabku sedikit gugup dengan kata-kata yang sedikit ku eja.

“Lebih dari ratusan orang setiap harinya mengucapkan hal yang sama, apa kau salah satu dari mereka yang selalu mengganggu namja idolanya?”

Aku mengerutkan dahiku, apa yang dia maksud? Ini bahkan pertama kalinya aku menginjakan kaki di gedung ini, anak di punggungku bergerak kecil rupanya dia sudah terbangun.

“Aku kesini karena ada urusan penting, biarkan aku masuk..”

“Aku juga disini adalah orang penting yang bertugas menjaga keamanan penghuni tempat kami..”

Haissh.. aku harus bagaimana sekarang? Hah..

“YA LEE HYUK JAE!!” aku berusaha menipu mereka dan dengan seketika mereka menoleh ke belakang selanjutnya aku mencari kesempatan untuk mengelabui mereka. Tanpa pikir panjang aku langsung berlari masuk ke dalam elevator yang kebetulan terbuka. Mereka mengejarku dan terlambat, elevator langsung menutup. Fyuhh nafasku sedikit berantakan, kutolehkan kepalaku ke samping dan kulihat seorang namja bertubuh tinggi dengan rambut yang di cat berwarna kepirangan.

“Oh Annyeonghaseyo..” sapaku sambil membungkukan badan 90 derajat.

“Waah anakmu itu lucu sekali” dia tersenyum ramah sambil menggoda Mark yang sedang ku gendong di belakangku.

“Ah aniya, dia bukan anakku..” jawabku sesegera mungkin untuk mencegah terjadinya persilangan pendapat darinya.

“Aigoo.. apa dia blasteran? Kau pasti akan tampan sepertiku jika sudah besar nanti.. geuraeyo” namja itu menjabat tangan kecil milik Mark. Wajahnya memang manis tapi aku pikir tingkahnya agak sedikit feminim.

“Ting..” Elevator terbuka.

“Sudah sampai rupanya, Key imnida.. ya senang bertemu denganmu ehmm..”

“Mark..” selaku, dia mengangguk dan melambaikan tangannya. Elevator kembali menutup dan sekarang tinggal aku sendiri berada di dalam ruang sempit ini. Eh tunggu dulu, kemana tujuanku sekarang ini? Aku berniat bertemu dengan Lee Hyuk Jae tapi aku sendiri tidak tahu dimana ia berada. Kembali ku keluarkan kartu nama yang kemarin dia berikan padaku, hemm.. whoh.. lantai 11 ya? Ku tekan tombol menuju lantai 11. Setelah ku sampai di lantai 11 aku mulai kembali kebingungan, kamar berderet sepanjang koridor dan aku tidak tahu dimana tempat dia tinggal.

Eunhyuk’s POV

“MWOYA? Apa tingginya 160cm rambutnya lurus dan matanya agak besar?”

“Ne..”

“lalu apalagi ciri-ciri yang kau dapatkan?”

“Dia menggendong seorang bayi..”

Deg..

Hatiku mencelos, tidak salah lagi pasti perempuan itu. Kuakhiri perbincanganku di telepon dengan seorang resepsionis tempat ini. Matilah aku jika dia benar-benar datang ke tempat ini.

“Ting..tong..” suara bel berbunyi nyaring, aku melirik ke arah Ryeowook yang sedang asik dengan dramanya sementara Kyuhyun semenjak bangun tidur tadi bukannya mandi tapi malah berperang dengan PSP. Aku melangkahkan kakiku menuju ambang pintu, kulihat di intercom dan kudapati wanita yang daritadi mengusik pikiranku karena pelaporan dari lobby.

“Ckrekk..” ku buka pintu perlahan dengan mata yang kututup serapat mungkin, rasanya sangat sulit untuk menghirup oksigen yang berkeliaran bebas sekarang ini.

“Annyeonghaseyo..” Sapanya seraya membungkuk kaku dan tersenyum aneh padaku.

“Mwoeyo?” kataku ragu dan “PLETAKK!!” dia menjitakku bengis.

“Kalau aku tidak datang kesini aku yakin kau pasti akan meninggalkan tanggung jawabmu!!”

Aku langsung menariknya masuk ke dalam dorm menghindari kemungkinan buruk yang akan terjadi jikalau orang-orang sampai melihat wanita ini.

“Hyung..” Ku lihat Ryeowook begitu tersentak melihatku menggandeng seorang yeoja. Mereka semua memandangku dengan tatapan aneh, ah aku sangsi sudah berbagai macam pikiran yang hinggap di benak mereka.

“Geurasseo aku akan berusaha menjelaskannya..”

Aku menarik nafas panjang, aissh kenapa rasanya jadi sesak seperti ini? Kulihat yeoja itu sedang sibuk menurunkan seorang balita yang tadi di gendongnya.

“Kenapa kau tidak memberitahu kami kalau kau memiliki anak selucu ini? Aigoo kalau begitu aku jadi ingin punya anak juga..” aku belum sempat memberi penjelasan pada mereka dan Yesung Hyung tiba-tiba saja menyelaku dengan pernyataan menyebalkannya.

“Hyung ini bukan seperti yang kau pikirkan, aku aku.. aissh” kenapa lidahku jadi berbelit seperti ini?

“Hya Lee Hyuk Jae aku memiliki kehidupan pribadiku dan sekarang aku harus berangkat ke tempat kuliahku, jika kau tak ingin mati maka kau harus menjaga tanggung jawabmu ini.. semalaman aku tidak bisa tidur gara-gara anak ini!!”

“Kau pikir aku bisa tidur? Semalaman otakku terus dipompa hanya karena masalah ini aku juga pusing, dan tidak tahu apa yang harus aku lakukan”

“Mwo? Kenapa kau berbicara seolah-olah aku yang salah hah? Harusnya kau berterima kasih karena aku sudah dengan rela menjaga anakmu semalaman tanpa meminta imbalan sedikitpun, dasar Pria menyebalkan!!”

“Mwo? Anakmu? Apa benar itu Lee Hyuk Jae?” sesuatu membuat bulu di pundakku berlari, hembusan nafasnya mematikan aliran darahku. Heechul Hyung, ah tidak ada lagi aura semengerikan ini selain berasal dari dirinya.

“Sejak kapan kau datang Hyung?” aku berusaha membuat ototku yang mulai kejang menjadi sedikit rileks dengan tidak memandangnya.

“Kau Lee Hyuk Jae!!! Aissh..”

***

Authhor POV

Semua member Super Junior berkumpul di dorm lantai 11, karena letaknya yang lumayan strategis maka mereka mamutuskan untuk mendiskusikan masalah yang sedang terjadi di tempat tersebut.

“Sekarang jelaskan apa yang sedang terjadi antara kau Lee Hyuk Jae, dan kau yeoja yang tak aku kenal serta anak kalian!” Leeteuk kini memasang wajah seriusnya, dia memang terlihat sangat kesal atas dugaan member lain yang mengira-ngira bahwa itu adalah anak mereka.

“MWO??” ujar Yoo ra dan Eunhyuk bersamaan.

“Ah apa kalian masih belum mengerti kalau ini bukanlah anakku?” Eunhyuk berusaha meyakinkan.

“Benarkah itu bukan anak kalian?” Leeteuk menginterogasi Yoo ra.

“Tentu saja, tidakkah kau lihat kalau wajahnya ini blasteran? Apakah pria ini seperti Elijah wood atau semacamnya sehingga bisa menghasilkan anak setampan dia? Pasang matamu baik-baik tuan”

Leeteuk mengangguk paham.

“Geurasseo ini pasti bukan anak kalian, jadi ini anakmu dengan siapa Lee Hyuk Jae?” kali ini dia kembali bertanya pada Eunhyuk yang masih sibuk dengan pikirannya.

“Hya Hyung!! Kenapa kau malah menuduhku lagi hah? Aku kan sudah bilang itu bukan anakku bukan bukan!! Harus berapa kali aku menyebutkan kata itu untuk meyakinkan kalian!!” Eunhyuk berteriak penuh dengan rasa frustasi.

“Appa..pa..pa..”

Mereka semua mengalihkan pandangannya melihat ke arah anak tersebut. Dia sedang menggeliat halus berada di gendongan Ryeowook yang terlihat begitu menyukainya.

“Whoaa.. dia memanggilmu Appa hyung” Ryeowook menunjukan rasa takjubnya.

“Aigoo Kyeopta..!!”

Eunhyuk mendecak kesal dan beradu pandang dengan Yoo Ra.

“Mwoya?” Yoo Ra menajamkan pandangannya.

“Jadi apa yang akan kalian lakukan untuk menyembunyikan semua ini? Jangan ada orang lain yang mengetahui hal ini selain kita!! Aku tolerir perbuatanmu Hyuk Jae tapi kau harus berjanji mau bertanggung jawab atas apa yang telah kau lakukan..” sebagai leader yang menjadi panutan dari semua member Super Junior kali ini Leeteuk mulai menunjukan sikapnya sebagai orang dewasa.

“Hyung untuk keberapa kalinya au menyatakan AKU TIDAK MELAKUKAN APAPUN, kenapa kau masih belum bisa mempercayainya?” Eunhyuk mendengus kesal.

“Hya Namja bodoh, kalau kau tak melakukan apapun mana mungkin bisa ada hasil anak lucu seperti Mark hah?” Yoo Ra terlihat sangat gemas mendengar pengakuan demi pengakuan yang Eunhyuk katakan namun tidak menunjukan hal yang pasti sama sekali.

“Shut Up!! Atau aku akan menyumpalmu dengan kaus kakiku!!” Sergah Eunhyuk.

***

Yoo Ra POV

“Aissh.. kenapa aku harus terlibat dalam masalah serumit ini?” aku terus memegang kepalaku yang terasa berdenyut. Aku lebih baik hidup penuh kekurangan daripada harus terlibat dengan masalah kompleks ini. Masalah yang membuat hidupku seolah berbalik 180 derajat. Aku tidak bisa tenang lagi berada diluar, apalagi kalau sampai orang-orang di luar tahu masalah ini ada hubungannya dengan Hallyu Wave nomor 1 Super Junior. Eunhyuk mengajukan sebuah penawaran demi karirnya dan juga kehidupanku. Sebelumnya dia memutuskan untuk meninggalkan anak itu di panti asuhan namun aku menolaknya dengan alasan kemanusiaan. Akhirnya setelah kami berunding semua member membantu untuk mencari pemecahan masalah. Dia memutuskan untuk meminta bantuanku dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan anak itu, sebelum berangkat kuliah dia menyuruhku untuk menitipkan Mark di tempat pengasuhan anak setelah itu aku mengurusnya di rumah. Aku harus berhenti dari pekerjaanku dan beralih menjadi babysitter anak itu. Dia berjanji akan memberi dukungan financial padaku. Ya aku bisa memahaminya karena memang jadwal kegiatannya yang begitu padat tidak memungkinkan baginya untuk memantau Mark. Namun saat ini Mark masih berada di dorm SJ karena mereka tak ada kegiatan hari ini maka aku titipkan saja Mak untuk mereka asuh, kurasa semua member menyukainya jadi aku tak perlu khawatir.

“Gwaenchanayo Yoo Ra-ya?” So Eun menyadarkan lamunanku.

“So Eun-a” aku mengerucutkan bibirku dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Apa aku harus menceritakan masalahku ini padanya? Dia satu-satunya sahabatku yang sangat baik yang mau berteman denganku secara tulus, aku tidak memiliki siapa-siapa lagi selain dia. Aku sudah menganggap keluargaku tidak ada karena mereka hanya menyibukkan diri mereka dengan pekerjaan yang tiada hentinya sehingga aku memilih kabur dari rumah dan memutuskan untuk merangkai kehidupanku sendiri.

“Waeyo?” So Eun terlihat sangat mengkhawatirkanku.

“Apa yang akan kau lakukan jika mendapat masalah disaat kau tidak tahu apa yang harus kau lakukan? Masalah yang sangat tiba-tiba dan membuat kehidupanmu berubah 180 derajat? Apa yang akan kau korbankan untuk masalah semacam itu? Apa kau akan tetap mencari jalan keluar untuk menyelesaikannya atau kau akan melepasnya begitu saja dan bersikap tidak mau tahu?”

So Eun hanya mengerutkan dahinya, wajahnya sangat kebingungan.

“Aku tidak mengerti apa yang kau katakan Yoo Ra-ya!!”

“Ah.. benar kau pasti tidak akan mengerti..” aku kembali berpikir apa mungkin aku harus memberi tahunya untuk membantuku keluar dari masalah ini? Tapi dia itu adalah ELF fanatik dan tentunya kalau dia sampai tahu ini ada hubungannya dengan salah satu member boyband idolanya itu pasti dia malah akan menambah masalah.

“Aku akan memberitahumu tapi kau harus berjanji untuk membantuku dan merahasiakan hal ini pada siapapun!!” aku berusaha untuk memberi keyakinan pada diriku sendiri, mencoba untuk berbagi keluhanku padanya.

“Tentu saja aku berjanji tidak akan menceritakannya pada siapapun, kita sudah bersahabat 9 tahun dan aku tak akan dengan mudah mengecewakan sahabatku ini”

Senyum langsung berkembang dibibirku, baguslah kata-katanya barusan setidaknya bisa membantuku bernafas lega sekarang.

“Semalam ketika ada acara fansigning Super Junior ada salah satu member datang mengunjungi tempat belanja dimana kita bekerja”

“whooa Jeongmalyo?”

“Ne..sebelumnya aku tidak mengenal siapa dia karena penyamarannya yang sangat sempurna tapi ternyata Ji Yeong memiliki ingatan dan penglihatan sangat baik dari situ aku mengetahui siapa Namja itu dan dia adalah Lee Hyuk Jae” aku bisa melihat bahwa So Eun sangat antusias mendengarkan keluhanku ah aniyo lebih tepatnya ceritaku.

“Keurom?”

“Keurom ketika aku mulai melangkah berpisah dari teman-teman meninggalkan tempatku bekerja dia tiba-tiba menarikku ke dalam mobil dan..”

“Dan..”

“Dia memasukan sebuah keranjang yang ternyata berisi bayi di bangku belakang, bayi blasteran bernama Mark, dia bilang itu bukan bayinya. Dia memintaku untuk membicarakan masalah itu di apartemenku, aku hanya mengiyakan dan menuruti perintahnya karena entah kenapa aku langsung jatuh cinta ketika melihat anak tersebut. Semua tetangga menggunjingkan tentang diriku dan sekarang mereka berpikir kalau anak itu adalah buah dari perbuatanku dengan namja bernama Lee Hyuk Jae tersebut, sekarang Namja menyebalkan itu mengajukan sebuah permintaan, aku bingung So Eun-a, Naega michyeosseo!!!hufh..” aku meneguk minuman di depanku yang sedari tadi hanya ku aduk, rasanya cukup melelahkan setelah menceritakan kejadian panjang lebar seperti tadi. So Eun hanya membuka mulutnya tidak percaya atas apa yang aku ucapkan.

“Kurasa kau memang benar-benar gila Yoo Ra-ya!! Kenapa kau tidak bilang kalau kau begitu menyukai Super Junior? Apa itu adalah bagian dari tema fanfction yang akan kau buat?”

“MBYURRR” aku menyemburkan minumanku. Hey So Eun-a apa kau masih belum mengerti juga? haissh..

“Hya!! Aku berkata yang sebenarnya, aku tidak mengada-ada So Eun-a tolong kau coba berpikir logis!!”

“Ah arasseo, arasseo.. hem lalu apa yang akan kau lakukan?” So eun menanggapiku tidak serius.

“Seriuslah, aku berkata tentang apa yang terjadi pada diriku saat ini, Lee Hyuk Jae seorang member dari grup yang kau idolakan, apa kau tidak mengingatnya hah?”

“Tentu saja aku sangat mengenalnya, yang aku tidak percayai adalah ceritamu yang tidak masuk akal Yoo Ra-ya”

“Ne ini memang tidak masuk akal dan aku pun tidak bisa mempercayai ini tapi ini benar-benar terjadi So Eun-a!! Kalau kau tidak percaya aku memiliki foto-foto mereka saat aku berkunjung ke dorm-nya tadi pagi” aku mengeluarkan ponselku dan menunjukan foto Lee Sungmin yang sedang menggendong Mark, yah ini memang sudah ku rencanakan sebelumnya karena aku berniat meminta  bantuan pada So Eun.

“Mwo? Aku belum pernah menemukan fotonya yang ini di internet, kau dapat dari mana?”

Aku memukul keningku pelan, aiish bagaimana caranya untuk membuat sahabatku satu ini percaya dengan apa yang telah aku ucapkan.

“Ini belum tersebar di internet dan aku mengambilnya secara exclusive, ini tidak di zoom.. kau lihat ini baik-baik” aku menyerahkan Ponselku agar foto hasil jepretanku dipahami oleh So Eun.

“Jadi ini benar-benar Lee Sungmin dan.. Omoo apakah dia anak yang kau maksud Yoo Ra-ya?”

Aku mengangguk, akhirnya So Eun-a!! berabad-abad aku menunggu agar kau memahaminya..

“Apa sekarang kau bisa mempercayainya?” tukasku.

“Eh Tunggu sebentar..” So Eun mengeluarkan Ponsel dari dalam tasnya.

“Mwoya?”

“Hem ada pesan” So eun terlihat serius mengamati pesan yang dimaksudnya.

“Lihat berita hari ini, seorang yeoja dengan tudungnya berusaha masuk kedalam apartemen milik SM, dia terlihat menggendong seorang anak dan berhasil masuk melalui pintu depan dengan mengelabui para penjaga gedung tersebut” So Eun membacakan pesan itu nyaring, aku langsung memalingkan wajahku saat dia berusaha melesatkan tatapan penuh ancamannya.

“Neo Michyeosseo? Kau mau dibakar hidup-hidup oleh ELF ataupun fans idol lainnya yang satu apartemen dengan mereka?”

“Ssstt.. bisakah kau tidak berteriak seperti itu? Semua orang melihat kita” kami sedang berada di cafe kampus sekarang dan apa yang terjadi jika semua orang menyadari apa yang sedang kami bicarakan.

“Ah.. mianhae, lalu sekarang kau tinggalkan dimana anak itu?”

“Di dorm SJ bersama Eunhyuk dan member lainnya, aku rasa mereka semua menyuki anak itu”

“Setidaknya kau harus bersyukur karena masih bisa selamat, jika mereka mengetahui perempuan itu kau aku yakin kau tak akan selamat Yoo Ra-ya!”

Aku hanya menunduk sedikit ada rasa takut di benakku.

“Ne.. arasseo..”

To Be Continue…

 

Anyeong… aku kembali lagi bareng suami dan baby aku #plak

Terimakasih atas respon kalian di part sebelumnya, huhu senangnyah.

Jeongmal gumawoyo readers *chu*

Advertisements

22 comments on “Baby Here With Us (Part 2)

  1. Hahaha,,kacian ga ada yg prcama ma hyuk *evil laugh brng kyu*
    Aih,tu sbnrny ort t asli Mark siapa sih? Koq tega ninggalin itu cute baby..
    Yawdh,hyuk n yoora jd baik2 anak klyn y.. *dijitak hyuk-yoora*
    Lanjut,ser.. Pnasaran XD

  2. Andwaeeeeee….

    Itu buah cinta aku dengan hyukjae ..bukan dirimu ahjumma !! 0

    aish mark, aku indonesia..appamu korea, tapi kenapa kamu bule??
    Ah iya, ayah kakekku mungkin bule..hahahahahaha

    aduh jumma, lanjutanny palli..
    Aku ga sabar nih…hoho
    Andwaeeeeee….

    Itu buah cinta aku dengan hyukjae ..bukan dirimu ahjumma !! 0

    aish mark, aku indonesia..appamu korea, tapi kenapa kamu bule??
    Ah iya, ayah kakekku mungkin bule..hahahahahaha

    aduh jumma, lanjutanny palli..
    Aku ga sabar nih…hoho

  3. Yaampun Kyu benerbener evil udah tau hyungnya lagi pusing masih aja digangguin.
    Itu lgi si ahjumma tkang gosip, sukur dibentak sm Yoo Ra. Tpi klo si ahjumma itu beneran bibirnya dijadiin 4 sm Yoo Ra nanti ngomongnya gmana ya si bibi, apa gag susah?

    Aduh Yoo Ra beneran kashan udah ikut kna masalah garagara abang Eunhyuk, dtambah lg sm kelakuan shabtnya yg lemotnya minta ampun. Udh curhat serius mlah dkira lg buat krangan.
    Benerbener kayaknya So eun minta dgantung sm Yoo Ra.

    terbang ke part selanjutnya^..^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s