Love At The First Sight (Part 3)

Author : Hani a.k.a Han Sihae

Author pov

Hari sudah semakin larut Soon Hae berjalan sambil menikmati kota Seoul pada malam hari, penuh dengan lampu yang menyinari jalanan   meskipun hampir tengah malam seperti ini pun jalanan tetap dipadati orang-orang yang pulang dari perkerjaanya. Wajah Soon Hae tampak lemas dan agak sedikit pucat , jalanya pun sempoyongan seperti orang mau pingsan. Hari ini memang berat baginya, diawali dengan hampir ditabrak mobil, telat datang kekampus, diomeli dosen karena lupa membawa tugas kuliahnya dan tertidur saat kelas berlangsung,  bertemu dengan orang yang tidak ingin dia liat ( siapa lagi kalau bukan Tae Woo).

Tinnnn… tinnnnn

Bunyi klakson mobil membuat Soon Hae terperanjak kaget,” hya kau gila??” Omel Soon Hae.

Kaca mobil pun terbuka

“ mianhae” orang yang di dalam mobil pun bersuara.

”Oppa.. hya oppa apakau ingin membuatku mati karena serangan jantung” Donghae pun hanya  terkekeh mendengar omelan Soon Hae yang bunyinya seperti kereta api yang sedang lewat.

“Ayo cepat masuk ajak Donghae” , Soon Hae pun masuk kedalam mobil.

“Gwaechanh-a?? Muka mu pucat sekali, kau sudah makan?” Donghae khawatir melihat wajah soon hae yang pucat itu. ”Nan gwaechana ” soonhae pun tersenyum untuk meyakinkan bahwa dia tidak apa-apa.” aku hanya sangat lelah, aku sudah makan sekarang yang aku inginkan agar aku bisa cepat sampai dirumah”.

“Hal apa yang bisa membuat mu senang ?” tanya Donghae.

” Emm aku suka melihat matahari terbenam, bintang, kembang api,bunga mawar putih dan pantai,” Soon Hae asik memandang ke luar jendela

“Apa hal yang paling kau tidak sukai?” Tambah Donghae, Tapi tidak ada jawaban dari Soon Hae. Donghae pun melirik kearah Soon Hae yang sudah tertidur pulas.

“Soon Hae kita sudah sampai” Donghae membangunkan Soon Hae yang tertidur pulas.

“Soon hae sekarang kau didepan rumah mu sekarang.. ayo bangun”  tapi Soon Hae masih tertidur pulas. Donghae pun memutuskan untuk mengendong soon hae ke dalam rumahnya.

Donghae’s pov

Aku  membuka sabuk pengaman yang masih terpasang di tubuh Soon Hae. Kini tubuh ku sangat dekat dengan Soon Hae, jantung ku pun berdetak lebih keras. aku dapat merasakan hembusan nafas Soon Hae yang masih tertidur. Ku  tatap wajah Soon Hae dalam-dalam

“ dalam keadaan tidur seperti ini pun kau memang benar-benar manis Han Soon Hae”.  Untuk beberapa waktu ku tatap wajahnya yang cantik itu, ku usap rambutnya dengan lembut. Kulihat dia menggeliat karna terusik oleh ku, kucium keningnya dengan lembut.

Aku menggendongnya kemudian menekan bel rumah Soon Hae.  Eoma Soon Hae membukakan pintu dan merasa sedikit terkejut melihat putrinya tertidur pulas di gendongan ku. Dia pun mempersilahkan ku untuk meletakan Soon Hae di kamarnya,aku menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya. Mereka pun lega mendengar penjelasanku,  kemuadian aku pamit pulang pada orang tua Soon Hae.

Soon Hae’s pov

Aku terbangun dari tidurku, kepalaku sakit bahkan aku tidak ingat kejadian kemarin malam. aku pun membasuh wajah ku dan aku pun mulai mengingat-ingat kejadian yang terjadi kemarin malam. AAAAAAAAAAAARRRRRRGHHHHHHHH…….. semalam aku kan tertidur dimobilnya oppa bagaimana bisa aku terbangun di tempat tidurku pagi ini, janagan-jangan oppa yang menggendongku sampai ke kamar.. aishh kenapa bisa begini… kenapa aku tertidur pulas sekali…. Soon Hae kau memang babo. Kenapa aku selalu melakukan hal yang memalukan  di depanya…

Aku keluar dari kamarku turun menuju meja makan, kulihat eoma dan appa yang sedang sarapan.

“Akhirnya kau bangun juga, ayo sini kita sarapan bersama” ajak eoma.

Aku menarik bangku di sebelah appa yang sedang melahap sepotong roti.

” Neo gwaechanh-a?” Tanya appa dengan wajah yang tampak khawatir.

“ Nan gwecana” kataku sambil mengoleskan selai coklat diatas roti ku.

“Kau yakin? semalam kau terlihat pucat, sampai-sampai kau digendong Donghae-ssi  sampai kamar” Eoma menjelaskan kejadian semalam.

“Untung ada dia yang menjagamu, kau harus mengucapkan terimakasih padanya, dia anak yang baik, eoma pun ikut khawatir dengan keadaan mu semalam”.

” Donghae itu pacarmu ya?” tanya appa dengan  wajah jahilnya.

“Ahh tidak appa dia temanku”

apa yang mereka pikirkan, mengapa di saat sarapan pagi seperti ini mereka membicarakan hal ini.

“Teman?? Mana mungkin teman memperlakukan mu seperti seorang kekasih seperti itu” sekarang eoma ikut meledekku. aku pun hampir tersedak mendengar kata-kata mereka, aku hanya diam dan muka ku mulai memerah.

“Eoma sangat senang jika mempunyai menantu seperti Lee Donghae, bukan karena dia artis tetapi karena dia sopan dan menyenangkan”. Dan yang lebih penting lagi sepertinya dia sangat menyangi anak appa yang semata wajang ini. Mereka tertawa  melihat wajahku yang mulai memerah, dan akhirnya aku pun meninggalkan mereka yang masih menertawaiku.

Donghae’s pov

Sudah dua minggu aku tidak bertemu Soon Hae, ingin rasanya aku bertemu denganya saat ini walaupun hanya sebentar. Tapi jadwal kami benar-benar padat, tidak ada waktu untukku bertemu denganya, hanya melihat fotonyalah yang bisa menghilangkan rasa rinduku padanya. Masih terbayang wajhnya ketika tidur tampak manis dan cantik, waktu dia tertidur itulah kesempatanku memandangi wajahnya dari dekat, semakin kutatap wajahnya lekat- lekat  jatungku berdetak makin kencang bahkansangking kencangnya  aku bisa mendengar detak jantungku sendiri.

“Soon Hae aku rindu padamu, dipikiran ku hanya ada kau.. “

“aku juga rindu padamu oppa..” Shindong dan Eunyhuk membuyarkan lamunan ku, mereka sedang menggodaku dengan bertingkah seperti ku dan Soon Hae

” Hya kalian ini mengganggu ku saja”, protesku mereka masih menggodaku

“Ahhh oppa mengapa kau tampan sekali, aku tidak bisa jauh darimu”  lanjut Shindong

“Aku juga tak bisa hidup tampa mu” lanjut Eunyhuk

“hyaaaaaa kalian tidak punya kerjaan ya” mereka hanya menertawaiku dan member yang lain juga ikut serta menggodaku.. wajah ku pun memerah karena malu. Saat-saat seperti ini lah kami bisa melepas penat karena jadwal kami yang sangat padat akhir-akhir ini.

Author’s pov

Soon Hae berkali-kali mencoba untuk menelpon Donghae tapi sebelum telponya tersambung, dia memutuskan saluran telponya. Dia mencoba menelpon lagi ketika ponselnya sudah menempel di telinganya, tiba-tiba young mi  menepuk pundaknya alhasil dia kaget dan akhirnya memutus saluran telponya.

“Kulihat dari tadi sepertinya kau ingin menelpon seseorang? Siapa yang ingin kau telpon?”.. Young Mi menatap Soon Hae dengan tatapan menyelidiki.

”Tidak, bukan siapa-siapa” Soon Hae mengalihkan pandanganya dari Young Mi

“AAAAAAAAHHHHHHH aku tau pasti donghae oppa…” tambahnya

“Mwo??? Bagamana kau bisa bilang seperti itu?” seketika Soon Hae panik.

“Hahahaha terlihat jelas diwajahmu, kalau kau ingin tau kabarnya, kau menindukanya kan?” belum sempat Soon Hae menjawab pertanyaan Young Mi, Tae Woo menghampiri mereka. Tae Woo mengajak Soon Hae pergi ke cafe dekat kampus, awalnya mereka menolak tapi Tae Woo terus membujuk Soon Hae  sampai akhirnya menera menerima tawaran Tae Woo.

Tae Woo membukakan pintu mobilnya untuk Soon Hae, dari kejauhan Donghae melihatnya lalu mengikuti kemana mereka pergi. Mereka tiba di sebuah cafe dekat kampus Soon Hae, dan mereka duduk  dekat pintu masuk yang bisa dilihat dari luar cafe sehingga Donghae pun bisa melihat mereka dari dalam mobil.

Donghae’s  pov

Hari ini aku ingin menemuinya karena aku sangat rindu padanya. Kegiatanku akhir-akhir ini memang padat, ingin rasanya aku mendengar suaranya banhkan melihat wajahnya setiap hari. Tetapi aku sangat sibuk bahkan menelponya saja tidak bisa. Hari ini kami semua libur, aku pun berniat untuk bertemu dengan Soon Hae.

Aku menunggu di depan kampus Soon Hae, kuperhatikan setiap orang yang keluar dari gerbang. Ku perhatikan satu persatu, tak terasa sudah satu jam ku menunggu. Tapi kenapa dia belum muncul juga, Young Mi bilang Soon Hae masih di kampus dan sekitas setengah jam yang lalu kelas mereka berakhir. Kulihat sesosok wanita tomboy dengan cara jalanya yang tidak seperti wanita pada umumnya, siapa lagi kalau bukan dia. Dia adalah Han Soon Hae yang membuat hatiku  tidak karuan jika melihatnya.

Aku pun bergegas keluar dari dalam mobil ku, akan tetapi belum sempat aku memanggilnya kulihat ada seorang namja bersamanya, dan namja itu pun membukakan pintu mobil untuknya kemudian dia masuk kedalam mobil tersebut. Hatiku sangat sakit ketika melihatnya bersama laki-laki lain. Ingin rasanya aku mencegahnya tapi aku tidak bisa, karena aku bukan pacarnya soon hae. Aku pun mengikuti kemana mereka pergi, ku parker mobil ku di tempat yang strategis. Untunglah mereka duduk dekat pintu masuk sehingga aku bisa mengawasi mereka.

Kulihat sesekali Soon Hae memberikan senyuman kepada laki-laki itu, senyumanya memang manis tapi aku tidak rela kalau senyuman itu di berikan pada laki-laki itu. Aku memang tidak tahu siapa laki-laki itu, tapi kelihatanya dia menyukai Soon Hae. Perasaan ku tidak karuan, dan aku pun memutuskan untuk menelponya. Aku ingin tau apa reaksi Soon Hae ketika aku menelponya.

“Yeobseo“, Soon Hae mengangkat telpon ku.

“Soon hae-ah kau dimana?suara siapa itu?” Tanya ku ketika mendengar suara laki-laki itu yang sedang memesan makanan

” Bisa kah aku bertemu denganmu sekarang?” ajakku padanya. Aku sedang bersama teman, aku bisa bertemu denganmu sekarang..  Oke aku akan menjemput mu 15 menit lagi di halte dekat kampus. Kulihat laki-laki itu menahanya, sebenarnya apa hubungan mereka berdua. Aku pun langsung meninggalkan café, agar Soon Hae tidak terlalu curiga pada ku.

Soon Hae’s pov

“Apa kabar mu saat ini? Apa semua baik baik saja? “ Tae Woo memulai pembicaraan.

“Yah seperti yang kau lihat aku baik-baik saja”  sebenarnya aku malas  menjawab pertanyaanya tapi kalau aku tidak jawab dia malah makin bertanya panjang lebar.

” Mianhae jeongmal mianhae Soon Hae-ah.. aku minta maaf atas perbuatanku dulu, aku tidak bermaksud untuk menduakanmu  aku sungguh menyesal” dia mencoba memegang tanganku aku pun menarik tanganku darinya.

”Aku sudah memaafkan mu dari dulu” Aku masih tidak mau memandang wajahnya. Ponselku berbunyi, aku merasa senang karena aku jadi bisa mencari alasan untuk cepat-cepat pergi dari sini.

”Yeobseo??” ah nyawaku tertolong karena telpon ini

. “Soon Hae kau dimana? suara siapa itu?” Tanya orang yang ada diujung telepon ketika mendengar suara Tae Woo yang sedang memesan makanan

” Bisa kah aku bertemu denganmu sekarang” pemilik suara di ujung telpon adalah suara yang aku kenal, suara yang tidak ku dengar selama dua minggu.

Aku sedang bersama teman, aku bisa bertemu denganmu sekarang. wajah ku pun langsung semeringah ketika mendengar suaranya.

“ Oke aku akan menjemput mu 15 menit lagi di halte dekat kampusmu” Aku tak tahu kenapa oppa ingin bertemu dengan ku sekarang, tapi aku tidak perduli lagi pula dengan begini aku bisa terlepas dari Tae Woo.

Aku pun pamit pada Tae Woo dia menawarkan untuk mengantarku tapi aku menolaknya dan akhirnya dia pergi meninggalkan ku aku pun bergegas ketempat dimana Oppa menjemputku. Oppa membunyikan klakson mobilnya, aku pun segera masuk .

”Katamu kau akan sampai 15 menit lagi” tanya ku kepadanya yang  sibuk mengemudikan mobilnya.

”Ooh aku kebetulan sedang berada di dekat sini” jawabnya singkat.

*****

Hari ini dia tampak berbeda, dia menggunakan kaos putih dibalut kemeja kotak-kotak biru dongker  dan memakai kaca mata hitam yang pas sekali olehnya, ditambah rambut barunya yang pendek dan poninya yang dia naikan keatas dengan jel tampak keren tetapi wajahnya agak sedikit pucat . Aku baru sadar betapa tampanya dia dan tanpa sadar  mataku terus memandanginya

“Oppa kita mau kemana?” Aku baru sadar bahwa aku belum tau akan dibawa kemana . kita akan bersenang-senang hari ini, dia tersenyum penuh arti yang membuatku penasaran.

“Kau tidak akan menculiku dan tidak melakukan hal yang tidak-tidak padaku bukan?” Tanya ku curiga, dia hanya terkekeh mendengar kata-kataku tadi.

“Apa tampang ku seperti pria mesum? Bagaimana bisa pria tampat sepertiku kau bilang mesum, aku ini pria baik-baik, aku tidak akan melakukan hal seperti itu apa lagi kepada wanita yang aku cintai” Kata-katanya tadi membuatku susah nafas

” lagi pula aku sudah minta izin oleh orang tuamu kalau aku kan mengajakmu menginap malam ini” Katanya sambil fokus mengendarai mobil,kenapa wajahnya ketika serius itu terlihat sangat tampan…

“Oppa terimakasih karena kau mengantarku sampai kerumah dengan selamat, bahkan kau menggendongku sampai kekamar” mataku terus menatapnya yang sedang fokus menyetir

“ Tidak kah kau tau betapa beratnya tubuhmu itu? Bahkan pinggangku hampir patah ketika ku menggendong mu” seulas senyuman terpancar dari wajahnya sekarang.

“Kau memang sulit sekali dibangunkan, mungkin lebih mudah membangunkan seekor beruang yang sedang tidur dibandingkan membangunkan mu” dia mulai menggodaku sekarang.

“Hya Oppa tertawalah sampai kau puas” aku sebal mendengar kata-katanya tadi. Aku menggembungkan pipiku karena sebal. Dia menolekh keaarahku dantertawa makin keras setelah mendengar kata-kataku barusan , lalu dia mengelus kepalaku dengan lembut. “Emm sebagai gantinya kau harus mentraktir ku nanti” katanya masih setengah tertawa.   Baiklah hanya itu yang bisa kulakuan untuknya.

Author’s pov

Mereka sampai di pantai, Donghae mengajak Soon Hae melihat matahari terbenam.

”Waaa Oppa ini sungguh indah, bagaimana kau tau ada tempat seindah ini”  mulut Soon Hae tebuka ketika melihat apa yang dia liat sekarang.

Suasana senja yang indah, langit berwarna jingga matahari pergi untuk beristirahat serta pandai yang bersih yang indah. Donghae hanya tersenyum mendengar ocehan Soon Hae

”khaja.. sekarang mari kita makan kebetulan aku lapar”.

Dia menggenggam tangan Soon Hae dan mengajaknya ke meja yang sudah tersedia makan  yang letakya dipinggir laut. Soon Hae pun makin terpukau dengan semua yang dipersiapkan Donghae untuknya.

”Aku ingin  mengambil sesuatu di mobil sebentar, nanti aku segera kembali” Donghae pun pergi meninggalkan Soon Hae. Soon Hae masih tidak percaya dengan apa yang dia alami sekarang.

Donghae kembali dengan seikat mawar putih ditanganya lalu mawar itu dia berikan pada Soon Hae. Soon Hae terlihat senang sekali.

Akhirnya mereka makan malam ditemani bulan dan bintang.  langit hari ini sungguh indah dihiasi bulan purnama dan bertaburan bintang. Setelah makan donghae menelpon seseorang untuk meminta sesuatu dan ternyata kembang api ikut menghiasi langit malam yang romantis ini.

Donghae berhasil membuat Soon Hae tersihir olehnya, wajah Soon Hae tampak bahagia. Karena senang dia melompat-lompat, tapi dia terjatuh karena tali sepatunya terlepas dan berhasil mrmbuat sepatunya pun terpental dan mengenai wajah Donghae yang tampan itu,  tetapi Donghae hanya tersenyum. Donghae pun langsung menghampirinya dan membantunya bangkit dari posisinya. Kemudian dia mengikat tali sepatu Soon Hae yang terlepas, wajah Soon Hae pun merah dibuat olehnya.

Donghae’s pov

“Apa kau suka semuanya?” Mataku tidak bisa terlepas dari dirinya.

”iya semuanya aku suka, tapi kenapa kau tau semua hal yang membuatku senang” dia sibuk menatap langit.

“Kan kau sendiri yang bilang kepadaku” sungguh dia memang benar-benar manis.

” Apa iya? Aku sudah lupa hahaha” akhirnya dia menatapku, aku suka dengan semua yang ada pada dirinya. Sesekali aku merasa kepalaku sakit, tapi sakitnya hilang ketika melihatnya tersenyum.

Waktu menunjukkan jan 12 malam, aku pun mengcapkan Selamat ulang tahun pada  Soon Hae. “Selamat ulang tahu Han Soon Hae yang manis” bisikku di telinganya. Kulihat wajahnya agak memerah.

“Ah memangnya ini tanggal berapa? Aku bahkan lupa hari ulang tahunku sendiri, oppa terima kasih atas semuanya, aku senang sekali .. ini adalah kado ulang tahunku yang paling indah.. gomawo oppa”. dia mencium pipi ku, sontak membuatku kanget sekaligus senang tidak karuan, aku tidak menyangka kalau dia akan seperti itu terhadapku. Dapat kurasakan bibirnya yang halus menyentuh pipiku dengan penuh kehangatan,membuat napasku dan detak jantung ku tidak beraturan.

****

Hari ini kami akan bermalam di sini aku sudah meminta ijin dengan orang tua Soon Hae tadi. Soon Hae pun beristirahat dikamarnya, aku pun menelpon Leeteuk hyung berkat bantuan member yang lain acaraku sukses . yah walaupun terkadang mereka menyebalkan tapi sesungguhnya mereka baik padaku.. mereka merupakan bagian dari keluargaku.

“Halo Hyung.. aku ingin berterimakasih atas bantuan Hyung dan yang lainya”.

” Hahaha kau ini, kita kan keluarga,” balas Leeteuk Hyung.

“Wah kau mulai ada kemajuan, kau pasti senang mendapat ciuman dipipi mu tadi hehehe” Sungmin pun ikut bersuara.

“Kenapa tidak di bibir saja pasti lebih seru” Heechul ikut-ikutan berkomentar.

“Wah kalian tau darimana? Kalian kan sudah pulang ?” sontak aku kaget mendengar perkataan mereka.

” Kami belum pulang, kami menyewa vila sebelah” Siwon akhirnya mengeluarkan suaranya.

“Sayang sekali bukan kalau kami kehilangan adegan-adegan yang menarik dari kau dan Soon Hae“ Yesung ikut menambahkan.

“Hya… apa-apaan kalian, kalian sudah tidak punya kerjaan lain, sehingga kalian memata-mataiku seperti ini,” pekikku kesal. Mereka hanya tertawa mendengar omelanku.

Soon hae’s pov

Aku sangat senang hari ini, oppa memberi kado yang paling indah buat ku. aku bahkan lupa dengan hari ulang tahunku . Ternyata oppa tidak seperti apa yang dipikiran ku, dia berbeda dengan laki-laki lainya. Semakin lama dan semakin jauh aku mengenalnya dia semakin aku terpukau olehnya.

Karena  senangnya aku sampai tidak sadar mencium pipinya, aku sungguh malu.. mungkin dia pikir sekarang bahwa aku perempuan agresif. Tapi aku juga tidak mengerti kenapa aku melakukan hal seperti itu. Dan kenapa hatiku merasa aneh setiap melihatnya, seperti ada yang tidak beres dengan hatiku saat ini. Tapi mengapa akhir-akhir ini dia membuatku terpesona. Aku merasa tersihir dengar perlakuanya padaku.

Apa ini yang dinamakan cinta? Apa aku mulai mencintainya??. Sungguh aku merasa lucu, mengapa aku suka tersenyum sendiri setiap aku terbayang wajahnya, aku merasa bahagia jika di sampingnya.. kapan perasaan ini mulai tumbuh?? Apa dia mencintaiku dengan tulus??

*TBC*

***

Oke, sebelumnya aku (Admin Selly) minta maaf dulu sama kalian. Di part ini aku edit tanda baca sama hurup kapitalnya, tulisannya ga aku edit sama sekali, kalo aku edit jadi ga original karya Authornya dong.

 Dan kalo masi ada typo, maaf ya, mungkin aja itu kelewatan aku edit.

Dan buat si Author aslinya *lirik Hani* dia itu kebiasaan ga nulis Author Note, jadi malah aku yang nulis di sini.

Yauda selamat membaca ya. Hari ini lagi hujan FF, kan mumpung lagi pada liburan.

Jangan lupa tinggalkan komentar kalian, oek!

*Bow*

Advertisements

3 comments on “Love At The First Sight (Part 3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s