Oppa Saranghae *Jiyeon-Jinki, Please Love Each Other + Special Honeymoon Intermezzo*

Donghae’s POV

“Engh…” Secara perlahan aku membuka mataku di pagi ini. Meregangkan tubuhku yang terasa sangat kaku, dan masih terbaring di atas ranjang. Aku mengernyitkan mataku mencoba mendapatkan fokus, dan sesekali menggeseknya dengan punggung tanganku, karena pandanganku masih terasa belum jelas. Aku melirik ke samping kananku, dia masih terbaring sembari memeluk pinggangku. Aigoo, kenapa posisinya dekat sekali? Apa semalaman dia tidur dengan posisi seperti ini? Pantas saja aku merasa sangat nyenyak. Haha.

Dia terbaring lemah menghadap ke arahku. Dapat kulihat selimut yang kami kenakan berantakan dengan posisi yang tidak teratur, bahkan selimut berwarna putih itu sudah tergulung di kaki kami. Perlahan aku mulai sadar sepenuhnya dan benar-benar terbangun. Aku memperhatikan wajah cantiknya yang tepat berada di depanku selama beberapa saat.

Aku menahan kepalaku dengan tangan kananku, dan mengulurkan tangan kiriku untuk menyingkirkan rambut yang menjulur ke wajahnya, menutupi pemandangan indah yang sedang kunikmati saat ini. senang sekali rasanya bisa bangun tidur dan memperhatikannya seperti ini, biasanya ketika aku bangun, maka aku harus secepatnya bersiap dan berangkat ke kantor, tapi hari ini aku berangkat lebih siang karena sebagian tugas kantor sudah aku selesaikan tadi malam. Jika aku berangkat lebih siang, berarti aku bisa mengantarkannya berangkat ke kampus, apalagi sekarang dia masih harus melaksanakan ujian akhir semesternya, tidak tega jika membiarkan dia berangkat dengan menggunakan bus. Oh iya, masih ada satu hal penting  yang harus dia lakukan. Dia harus menyelesaikan masalahnya dengan Jiyeon. Semoga saja Jiyeon bisa mengerti semuanya, dan kembali menjadi sahabat baik Gyuri. Kasihan istriku, dia terlihat sangat frustasi karena masalahnya dengan Jiyeon.

***

 Aku bangkit dari posisiku, membuat dia menggeliat dan melepaskan pelukannya di pinggangku. Aku duduk dan meluruskan kedua kakiku, sibuk memperhatikannya yang masih menggeliat dengan mata terpejam. Aku baru menyadari kalau kaus tidurnya terangkat sehingga menampakan perut datarnya yang sempurna.

Gyuri tidur dengan menggunakan celana pendek dan kaus tanpa lengan yang kini sudah tidak karuan menempel di tubuhnya. Aigoo, mau menggodaku di pagi-pagi seperti ini, hah? Keterlaluan. Kau sudah mengotori fikiran suamimu, bahkan ketika aku baru saja membuka mata.

Dengan perlahan mengulurkan tanganku untuk menarik selimut yang tergulung di kakinya dan segera menariknya keatas. Menutupi pemandangan yang cukup membuatku sedikit kehilangan konsentrasi. Sebenarnya aku ini kenapa? Mengapa hanya melihat hal seperti itu saja sudah membuatku berdebar tidak karuan. Kurasa otak ku memang sudah terkontaminasi oleh Lee Hyukjae itu.  Ayolah Lee Donghae , jangan berfikir macam-macam. Kau tidak mungkin menyerangnya saat dia sedang tertidur lelap seperti itu.

“Engh… hhmm…….” Dia kembali menggeliat dan mulai menggerakan kelopak matanya secara perlahan. Alisnya mengkerut untuk menyesuaikan fokus matanya  dengan cahaya dari sinar matahari yang mulai masuk melalui celah jendela kamar kami yang bahkan masih tertutup oleh gorden. Aku memperhatikan setiap gerakannya tanpa berkedip sedikitpun. Melihatnya seperti itu benar-benar sangat menyenangkan.

“Oppa…” ujarnya dengan suara serak yang terdengar sangat indah ditelingaku. Aku kembali menjulurkan tanganku untuk menyingkap poni yang menghalangi dahinya. kemudian membelai kepalanya dengan lembut, membuat dia tersenyum ringan sehingga matanya  terlihat semakin kecil.

“Bagaimana tidurmu? Nyenyak?” Tanyaku, yang masih asik membelai kepalanya.  Dia mengangguk ringan kemudian bangkit dari tidurnya dan kini duduk di sampingku. Dia mengangkat kedua tangannya ke atas, untuk meregangkan otot lengan dan punggungnya.

“Kau belum berangkat ke kantor?” ujarnya, kemudian  menggerakan kepalanya ke kanan dan ke kiri sambil sesekali memijat tengkuk lehernya yang mungkin terasa kaku.

“Aku akan berangkat lebih siang hari ini. jadi aku bisa mengantarkanmu ke kampus. Kau masih harus melaksanakan ujian akhir semestermu kan?”  aku memiringkan kepalaku menatapnya yang masih asik menggeliat untuk mergegangkan otot-ototnya.

“Em, sudah lama aku tidak diantarkan ke kampus olehmu. Kau selalu pergi pagi-pagi sekali. Ini hari keduaku melaksanakan ujian akhir semester. Ngomong-ngomong semalaman aku tidur memelukmu, sekarang jadi pegal seperti ini” ujarnya kemudian memukul-mukul bahunya pelan. Hem, semalaman kami berdua tidur dalam posisi berpelukan, membuat malam ini jadi sangat berbeda dari sebelumnya.  tidurku sangat nyenyak, nyenyak sekali.

“Tidur memelukmu membuatku merasa nyaman. Tidurku sangat nyenyak, hingga aku tak menyadari kalau kau masih memeluk ku sampai aku terbangun” aku mengikuti gerakannya yang sedang memutar kepalanya secara perlahan.

“Aku rasa, aku akan terbiasa untuk memelukmu ketika tertidur” dia menoleh ke arahku kemudian tersenyum, membuatku terpesona selama beberapa saat, tenggelam dengan kecantikannya. Dia bahkan baru bangun tidur, tidak ada make up sama sekali, rambutnya tidak teratur, dan  bajunya bahkan terlihat berantakan. Tapi kenapa istriku ini cantik sekali  dalam keadaan seperti ini. Aigoo.

“Gyuri-ah…” aku menggeser posisiku mendekat ke arahnya, kemudian melingkarkan tangan kananku di bahunya, membuat dia sedikit bingung dengan perlakuanku yang tiba-tiba ini.

“Wheyo?” dia mengernyitkan dahinya dengan tatapan bingung ke arahku.

“Eeem…. Bolehkah….” Aku sedikit kesulitan untuk mengeluarkan kata-kata itu dari mulutku. Apa tidak memalukan mengatakan hal ini? Aish, tapi aku benar-benar menginginkannya.

“Boleh apa?” dia melebarkan matanya dan memasang wajah penasaran yang terlihat sangat manis. Membuatku semakin gemas dengan ekspresinya saat ini.

“Morning…. “ Aku menarik nafas sebelum melanjutkan perkataanku “Morning…. Kiss?”  Aku mengangkat  kedua alisku dengan tampang polos yang membuatnya tersenyum melihat tingkahku. Semalaman kami berdua tidur dengan posisi saling berpelukan. Kurasa morning kiss bukan ide yang buruk.

“Ah…. Em….” Dia sedikit kebingungan untuk mengatur kalimat yang akan keluar dari mulutnya, tapi kemudian tersenyum ringan dan melanjutkan ucapannya  “Eng… ya… morning kiss, bukan ide yang buruk” Lanjutnya dengan sedikit malu-malu. Dapat kulihat semburat merah di pipinya, terlihat sangat manis.

Aku menarik tangannya agar lebih mendekat ke arahku. Kemudian membelai lembut pipinya. Dia hanya tersenyum malu saat aku melakukannya. Kutatap matanya yang sayu dan sedikit agak bengkak karena mungkin semalam dia menangis saat mengobrol bersama oemanya.  Kemudian aku mengalihkan fokus perhatianku pada bibirnya, bibir yang tak pernah aku sentuh dan tak pernah aku rasakan selama lebih dari 2 bulan ini. Perlahan dia mulai menutup matanya dan sedikit mendongakan kepalanya ke arahku. Kuraih  dagunya dengan tangan kananku, sehingga kini dapat kurasakan hangat nafasnya menyapu wajahku. Aku sedikit memiringkan kepalaku, menghindari hidungku yang berbenturan dengan hidungnya.  Perlahan aku mendekatkan wajahku untuk menjangkau bibirnya. Tapi belum sempat aku menyentuhnya, tiba-tiba suara ketukan pintu itu, mengganggu konsentrasi kami.

Tok… tok… tok…

 “Gyuri-ah, apa kau sudah bangun? Cepat keluar, dan sarapan.  kau bisa telat pergi ke kampus”

Suara oemonim membuat kami terlonjak kaget.  Aish, hanya tinggal 1 centi lagi maka aku sudah bsia menyentuh bibirnya. Kenapa oemonim mengetuk pintu disaat yang sangat tidak tepat seperti ini, ah menggangu saja. Padahal ini pertama kalinya kami akan melakukan morning kiss. Aigoo, kapan lagi aku bisa mencari situasi yang tepat untuk melakukannya.

“KYAAAAAAAA” Gyuri berteriak kencang saat dia mengalihkan pandangannya pada jam digital yang terletak di meja samping tempat tidur kami. Aku memiringkan kepalaku untuk melihat jam yang tepat berada di sampingnya itu.

“MWO JAM 8.45” aku tak kalah terkejut ketika melihat angka yang terpampang jelas di jam itu. Aigoo, aku harus sampai ke kantor sebelum jam 10, dan sekarang aku masih duduk diatas tempat tidur. Kenapa aku bisa bangun kesiangan seperti ini? aish, kurasa pelukan Gyuri benar-benar membuatku terlelap.

“Oppa, bagaimana ini, aku bisa telat datang ke kampus” dia segera melompat turun dari ranjang dan berlari mengambil handuk yang menggantung di samping lemari baju  kemudian melangkahkan kakinya masuk ke kamar mandi. Aku masih bingung apa yang harus aku lakukan sekarang. Aku juga harus mandi dan bersiap-siap pergi ke kantor.

***

“Gyuri-ah, aku mau mandi”  aku mengetuk pintu kamar mandi berkali-kali, tetapi tidak ada jawaban sama sekali darinya. Yang kudengar hanya suara air yang jatuh dari shower. Pasti dia sedang asik membasuh tubuhnya di dalam.

“HYA… LEE GYURI… buka pintunya, aku mau mandi” aku menaikan volume suara yang keluar dari mulutku, kemudian menempelkan telingaku tepat di depan pintu kamar mandi, mencoba mendengar jawabannya dengan lebih jelas.

“OPPA, AKU SEDANG MANDI SEKARANG. KAU MAU AKU MEMBUKA PINTUNYA? SUDAH BOSAN HIDUP HUH?” dia balas berteriak dengan suara yang sangat kencang, membuat aku segera menjauhkan kupingku yang masih menempel di pintu kamar mandi. Suaranya itu keras sekali kalau sedang emosi, aigoo. Kenapa istriku yang cantik ini sadis sekali, apa jika aku mandi bersamanya maka aku akan mati.

“Ayolah, untuk kali ini saja. Ini keadaan darurat. Aku bisa telat datang ke kantor” aku menggodanya yang masih asik di dalam. Haha… sesekali aku terkekeh pelan menertawai diriku sendiri. Lee Donghae kurasa kau memang sudah gila. Bisa-bisanya kau mengucapkan kalimat seperti itu pada istrimu.

“ANDWEEEEEE…..” dia kembali berteriak kencang membuatku kaget dan berhenti tertawa seketika. Oke, aku masih ingin hidup dan membujuknya membukakan pintu kamar mandi kurasa hanya akan membuang-buang waktu, karna sampai dia selesai mandi, dia tidak akan mungkin membuka pintu kamar mandinya dan membiarkanku masuk. Baiklah, aku kalah dan itu berarti aku harus mandi di kamar mandi utama di lantai bawah.

***

“Kerjakan semua soal-soal ujianmu dengan baik. Jangan mencontek. Karna itu akan mebuatmu terlihat bodoh, ara?” Aku memberikan nasihat saat dia sedang bersiap membuka pintu mobil. Membuatnya membalikan badannya, dan menatapku dengan tatapan yang terlihat sangat menakutkan.

“HYA… Kau bilang apa? aish, jinja…. Aku tidak akan menyontek, tenang saja” Dia membuka pintu mobil dan segera melangkah keluar, kemudian menutup kembali pintunya. Gyuri memutar langkahnya ke depan mobil karena kampusnya ada di sebelah kiri dari mobil kami. Sebelum berjalan masuk ke gerbang, dia mendekatkan kepalanya ke spion untuk memastikan bahwa penampilannya sudah sempurna. HYA, aku tidak suka jika kau tampil cantik di hadapan orang lain, karena kecantikanmu hanya boleh dinikmati oleh ku.

“Arasseo, aku tau kau ini anak pintar. Tapi tolong jangan membuat penampilanmu itu terlalu sempurna. Aku tidak mau kecantikanmu dinikmati oleh orang lain seian aku” Aku menjulurkan ujung kepalaku keluar kaca jendela, mendekat ke arahnya yang masih sibuk dengan jepitan berwarna merah yang di rogoh dan tasnya. Dia menarik poni dan sebagian rambutnya, kemudian menjepitnya ke belakang. Aigoo, dia sengaja memamerkan dahi favorit ku.

“Kau ini berlebihan sekali. Itu semua resiko mempunyai seorang istri yang luar biasa cantik seperti aku” dia menegakan badannya sehingga kini aku harus mendongakan kepalaku untuk melihatnya “Aku masuk” lajutnya, kemudian berbalik dan melangkah menuju gerbang. Gyuri melambaikan tangannya tanpa melihatku.

“LEE GYURI….” Aku berteriak dengan cukup kencang, membuat dia menghentikan langkahnya kemudian membalikan badannya melihatku dengan tatapan bingung?

“Ada apa lagi?” Gyuri melangkahkan kakinya mendekat kembali ke mobilku. Sedangkah aku hanya menantapnya dengan senyuman.

“Aku Mencintaimu….” Ujarku dengan suara yang cukup kencang, membuat dia menengok ke kanan dan ke kiri dan menundukan wajahnya menghindari pandangan beberapa mahasiswa kampus yang sedang berlalu lalang diantara kami. Haha wajah merahnya itu lucu sekali.

“Kau…., aish, sudahlah” dia sama sekali tidak membalas pernyataanku dan kembali membalikan badannya, kemudian dengan setengah berlari memasuki gerbang kampus.

Oke, istriku, berjuang untuk ujianmu hari ini. Oh iya, selesaikan masalah dengan kedua sahabat baikmu itu.

Aku sudah bersiap menginjak gas dan memacu mobilku menuju kantor, tapi kemudian aku merasakan ponsel di dalam saku celanaku bergetar. 1 pesan diterima.

From : Lee Gyuri

“Oppa saranghae. Semangat untuk hari ini, ehm… suamiku sayang”

Ah, kenapa dia selalu saja bisa membuatku tersenyum sendiri seperti ini.

***

Gyuri’s POV

Setelah menyelesaikan ujianku hari ini. Seperti biasa, aku mengunjungi café kampus untuk makan siang. Sejak tadi aku coba menghubungi Jiyeon tapi dia masih tidak mau mengangkat panggilanku. Sempat tidak bisa berkonsentrasi ketika mengisi ujian, karena sibuk memikirkannya. Semoga saja nilaiku nanti baik-baik saja. Bagaimana bisa aku mengisi soal-soal dengan jawaban seperti itu, aigoo Park Jiyeon kau membuatku semakin frustasi saja.

Hem, aku menghembuskan nafasku dengan berat sambil memutar-mutar ponsel di tangan kananku dengan bosan.  Em, kurasa aku memang harus menghubungi Jinki agar dia bisa membantu menjelaskan semua kesalahfahaman ini pada Jiyeon. Tapi bagaimana aku mengatakan semuanya pada Jinki, darimana aku harus menceritakan mengenai  Jiyeon pada Jinki?. Ah sudahlah, itu bisa aku atur nanti, yang penting sekarang aku harus menghubungi Jinki terlebih dahulu.

Dengan lihai, aku memainkan ibu kedua ibu jariku di ponsel touch screen yang sedang ku genggam.  Kurasa lebih baik aku mengiriminya pesan saja, jika menelponnya mungkin saja akan menggagu. Apa dia sudah selesai dengan ujiannya hari ini?

To : Lee Jinki

“Jinki-ah, bisa kita bertemu sekarang? Aku ingin membicarakan masalah kemarin”

Aku meletakan kembali ponsel apple itu di atas meja, dan mengulurkan tanganku untuk meraih sedotan milk shake yang ada di depanku dan menyedotnya sampai habis. Beberapa saat kemudian, ponselku bergetar menandakan ada 1 pesan diterima.

From : Lee Jinki

“Dimana aku bisa menemuimu?”

Ah untunglah dia bisa menemuiku sekarang, mungkin ujiannya hari ini sudah selesai. Bagus, itu berarti Jiyeon juga sudah selesai dengan ujiannya.

To : Lee Jinki

“Aku menunggumu di taman samping Auditorium”

Aku segera membereskan tas selempangku yang tergeletak begitu saja di atas meja, kemudian bangkit dari dudukanku dan dengan setengah berlari aku menuju ke taman samping Auditorium.

***

Jinki’s POV

Dengan penuh semangat, aku segera keluar dari ruang kelasku. Padahal waktu untuk mengisi lembar ujianku belum habis. Masih ada beberapa menit lagi sampai lembar jawaban itu harus dikumpulkan, tapi ketika melihat ada pesan masuk darinya yang mengatakan bahwa ia ingin menemuiku, maka aku segera mengumpulkan lembar jawaban yang memang sudah terisi dengan sempurna itu. Taman samping Auditorium, yah sedikit mengingatkanku pada saat dia ingin meninggalkanku dulu, ketika dia akan menikah dengan Hyungnim. Rasanya tempat itu sangat special bagiku, yah di depan sebuah kolam kecil aku dan Gyuri selalu menghabiskan waktu berdua. Karena kami berbeda fakultas, dia di fakultas ekonomi sedangkan aku di fakultas kedokteran, karena itulah pasti kami berdua akan bertemu di tempat ini. Duduk di atas rumput dan mengobrol banyak hal, walaupun sekarang dia sudah bukan lagi kekasihku tapi entah kenapa aku kadang lupa memperlakukakannya seperti biasa. Tetap saja gadis itu berlari-lari di fikiranku, rasanya sangat sulit terbebas dari pengaruhnya yang sangat mengikatku.

Aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling taman, hingga akhirnya aku melihat seorang gadis sedang berdiiri tidak jauh dari posisiku saat ini. Dia menggunakan celana jeans panjang dan kaus pendek yang dipadukan dengan sebuah vest berwarna biru muda. Dia membiarkan rambut panjangnya menjuntai indah, dan hanya menjepit poninya ke belakang, memperlihatkan dahi nya yang sempurna. Kim Gyuri, apakah kau memang sangat suka memamerkan kecantikanmu pada siapapun, huh?

“Gyuri-ah….” Dengan setengah berteriak, aku memanggilnya yang sedang terlihat bingung karena terus saja mondar mandir kesana kemari sambil memainkan ponsel berwarna putih itu di tangannya.

“Kau sudah lama?” tanyaku dengan sedikit terengah-engah karena berlari menghampirinya.

“Aniyeo, gwencana” dia menggelengkan kepalanya berkali-kali, membuat rambut indahnya itu bergerak ke kanan dan ke kiri.

“Apa yang ingin kau bicarakan?” Aku menundukan wajahku untuk melihat wajahnya yang berdiri tepat di sampingku. Dia mengerutkan dahinya sedikit sulit untuk mengatur kata-kata yang akan keluar dari mulutnya.

“Masalah kemarin….. Eng, darimana aku harus menjelaskannya ya?” Gyuri menggaruk kepalanya dengan ekspresi bingung yang terlihat sangat lucu. ”Hem… aku mau berbicara dan aku mohon kau dengarkan dengan baik, araso?” dia mengangkat telunjuknya di depan wajahku dengan tatapan serius.

“Araseo, aku akan mendengarkan dengan baik. Bicaralah“ balasku kemudian menghempaskan tangannya yang masih menunjuk di depan wajahku. Gadis di depanku ini, menghembuskan nafas dengan berat kemudian kembali membuka mulutnya untuk menjelaskan masalah yang sedang di hadapinya.

“Ini masalah Jiyeon. Kau tau kenapa dia meninggalkan kita berdua di café ice cream kemarin? Hem?” aku menarik tangannya mengikuti langkahku ketika dia selesai berbicara. Kami mencari posisi yang nyaman kemudian duduk di atas rumput, tepat berada di depan kolam.

“Molayo” Aku menggelengkan kepalaku dengan tampang polos yang memang tidak mengetahui apa-apa. Dia sedikit kesal melihat respon dariku kemudian menggembungkan pipinya.

“Yah, aku bingun harus bagaimana menceritakannya padamu. Tapi aku rasa, kaulah satu-satunya orang yang dapat membantuku untuk menyelesaikan masalah ini dengan Jiyeon. Aku berharap hubunganku dan Jiyeon bisa membaik setelah kita berdua menjelaskan masalah ini padanya” Gyuri mengambil sebuah kerikil yang tergeletak di dekat sepatunya, dan segera melemparkan batu itu dengan sekuat tenanga kearah kolam.

“jadi?” aku masih sedikit bingung dengan perkataanya. Dia dan Jiyeon bertengkar karena hal kemarin. Yah aku sudah mengetahuinya, karena semalam dia juga sudah memintaku untuk menghubungi Jiyeon, walaupun hasilnya nihil.

“Sebenarnya Jiyeon…” Dia menghentikan perkataannya saat aku benar-benar merasa penasaran dengan apa yang akan dia katakana selanjutnya.

“Jiyeon kenapa?”  Ujarku dengan penuh tanda Tanya.

“Jiyeon menyukaimu. Dia itu sangat menyukaimu” Kalimat itu keluar begitu saja dari mulutnya, membuatku benar-benar terkejut dengan perkataannya. Apa semua yang dikatakannya itu serius hah? Gyuri-ah, tidakah kau tau. kau yang membuatku sangat menyukaimu, kau yang membuatku semakin hari semakin mencintaimu. Aku tidak bisa hidup jika kau pergi dari sisiku. Setiap hari yang selalu aku fikirkan adalah kau, aku bisa melaksanakan aktifitasku jika memikirkanmu. Aku bisa bernafas jika kau ada di dalam fikiranku, walaupun kau sedang berada di sampingku tapi aku tetap merindukanmu. Melihatmu tertawa rasanya aku sudah menggenggam dunia ini di tanganku. Karena kau adalah duniaku Kim Gyuri, dunia yang bisa membuatku tetap hidup sampai sekarang. Dan kini aku mulai melupakan semua hal itu dari otak ku, menghilangkan kenangan kita berdua yang selama lebih dari 3 tahun ini menjalani hari-hari bersama. Bahkan selama 2 tahun kita berdua terikat dalam suatu hubungan yang menjadikanmu menyandang status sebagai kekasihku. Tapi kini semuanya telah berakhir dan aku memang harus merelakanmu dengan hyungnim walaupun sejujurnya aku tidak pernah rela melepaskanmu. Apa maksudmu mengatakan semua ini padaku? Apa kau ingin aku menjalin hubungan bersama sahabat baikmu itu, huh?

“Park Jiyeon, dia… menyukaiku?” Park Jiyeon bahkan baru 2 minggu ini menjadi teman sekelasku, dan bagaimana mungkin dalam waktu secepat itu dia sudah memiliki ketertarikan padaku. Aku bahkan jarang sekali berkomunikasi dengannya, jangankan dengan dia yang baru 2 minggu menjadi teman sekelasku. Dengan wanita manapun aku memenag selau bersikap dingin, karena hanya kepada Kim Gyuri lah aku bisa bersikap hangat dan mengekspresikan setiap perasaanku. Hanya dengan Gyuri, aku bisa merasa nyaman dan mengungkapkan semua perasaanku, bahkan aku tidak segan-segan bersikap seperti orang bodoh atau melakukan hal konyol agar bisa membuatnya tertawa.

“Kau tau kan Jiyeon itu sahabat baik ku, sama halnya dengan mu dia adalah orang yang sangat aku sayangi. Seminggu yang lalu aku bertemu dengannya di café kampus. Ketika itu dia sudah 1 minggu menjadi mahasiswi di Fakultas Kedokteran. Dan itu berarti dia satu kelas denganmu, nah pada saat itulah, dia mengungkapkan ketertarikannya padamu. Setelah melihat kejadian kemarin, dia marah karena merasa cemburu. Walaupun aku tidak tau bagaimana perasaanmu padanya, tapi aku berharap kau mau membantuku mejelaskan kesalhfahaman kemarin. Oete?” Dia menoleh ke arahku, memasang tampang aegyo-nya yang terlihat sangat manis.

“Dia memang satu kelas denganku. Jiyeon  itu gadis yang sangat periang, dan aktif dalam berbicara. Ehm, cerewet maksudku. Yah, sama halnya denganmu. Dia juga selalu tersenyum kepada siapapun yang ditemuinya. Aku rasa orangnya menyenangkan. Dan aku akan membantumu sebisaku, semoga kalian berdua bisa berbaikan lagi” Oke kurasa, mulai sekarang aku harus bisa mengalihkan pusat perhatianku dari Kim Gyuri. Walaupun aku tau semuanya akan sangat sulit, tapi aku akan mencoba dengan sekuat tenaga.

“Kau hanya perlu mengatakan padanya bahwa diantara kita berdua tidak ada hubungan apa-apa, bagaimana?” Ujar Gyuri kemudian menggeser posisi duduknya dan berlutut di hadapanku. Tidak usah bersikap seperti itu, aku pasti akan melakukan apapun untukmu, Nyonya Lee.

“Diantara kita memang sudah tidak ada hubungan apapun kan? Bagaimanaa mungkin aku mengencani seorang gadis yang sudah bersuami. Walaupun kenyataannya aku pernah melakukannya dulu. Tapi sekarang aku sudah melepaskan gadis yang kucintai itu kan?” Dia merubah ekspresi wajahnya ketika kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutku. Yah, memang tidak baik membuka luka lama yang sudah hampir 2 bulan ini berusaha kami berdua lupakan.

“Jinki-ah,kumohon  jangan berbicara seperti itu” Gyuri mengerutkan dahinya, masih dengan ekspresi yang sama.

“Sudahlah, tidak usah difikirkan, aku hanya bercanda. Lupakan saja, hahaha” aku terkekeh pelan kemudian menyentuh pelan kepalanya, sekedar menenangkannya yang terlihat benar-benar tidak enak mendnegar ucapanku. “Lalu bagaimana sekarang? Apa yang bisa aku lakukan untuk membuatmu dan Jyeon berbaikan? Aku tidak perlu mengencani Jiyeon sekarang juga kan?” ujarku dengan nada bercanda yang membuatnya tersenyum lebar.

“Kau ini berlebihan sekali, aku tidak akan memaksamu untuk mengencaninya. Karena aku ingin kalian berdua menyadari perasaan masing-masing, tanpa ada pemakasaan dari pihak manapun. Keunde, apa Jiyeon sekarang sudah pulang? Tadi setelah melaksakan ujian, kau melihatnya kan?” dia membulatkan matanya, menatapku dengan penasaran.

“Saat ini, dia dan kelompoknya harus menyelesaikan tugas di laboratorium untuk persiapan ujian besok. Hem, sepertinya dia satu kelompok dengan Kim Jonghyun. Teman baik ku”  Yah, tadi pagi sebelum kelas dimulai, Jonghyun sempat memberitahuku bahwa dia harus mempersiapkan tugas  di laboratorium untuk ujian besok.

“Lalu bagaimana cara menemuinya, apakan aku harus menemuinya ke fakultas kedokteran?” tanyanya dengan nada serius, membuatku terkekeh pelan melihat ekspresinya.

“Tidak perlu, aku akan menghubungi Jonghyun untuk meminta Jiyeon datang kesini” aku segera merogoh ponsel apple hitamu dari dalam saku celana jins yang aku pakai. Kemudian memainkan jari-jariku dengan lihai diatas layar sentuh ponselku.

To : Kim Jonghyun

“Kau sedang bersama park Jiyeon kan? Suruh dia ke taman samping auditorium. Cari alasan apapun agar dia mau datang kesini. Oke? Aku mohon, ini hal yang sangat penting. Terimakasih atas bantuannya. Besok aku akan mentraktirmu makan siang di café kampus”

Aku menoleh ke arahnya, kemudian tersenyum. Dan dibalasnya dengan cengiran lebar yang membuat matanya semakin tidak terlihat. Yah, Kim Gyuri, oh aniyeo, Lee Gyuri. Aku akan mencoba untuk menghapusmu dari semua fokus ku dan mengalihkan pandanganku pada gadis lain, walaupun aku tahu ini akan sangat sulit.

***

Jiyeon’s POV

Hari ini setelah melaksanakan ujian, aku segera keluar kelas dan berjalan dengan beberapa temanku untuk menuju ke laboratorium. Rasanya masih sangat malas sekali melihat wajahnya. Setelah kejadian kemarin, aku selalu sebal jika melihat wajah tampannya, walaupun sebenarnya dia sama sekali tidak pernah luput dari fikiranku tapi aku selalu berusaha untuk mengalihkan pandanganku kearah lain. Aku sengaja mengambil tempat duduk paling belakang saat ujian, agar aku tidak bisa melihat wajahnya. Tapi itu percuma saja karena aku masih bisa melihat punggungnya dengan jelas. Dia mengenakan kemeja motif kotak berwarna coklat muda dan dari belakang seperti ini, dia terlihat sangat berbeda. Aigoo Park Jiyeon kurasa kau sudah gila, hanya melihat punggungnya saja bahkan sudah bisa membuatu berdebar.

“Park Jiyeon, berkumpul di laboratorium” teriak Jonghyun sembari berlari melewatiku dengan kecepatan diatas rata-rata. Ya, sebelumnya ketika dikelas, dia mengatakan padaku kalau seragam lab nya dipinjamkan kepada teman kelas lain. Bodoh, seharusnya dia tidak meminjamkan benda penting seperti itu.

Sudah 2 minggu ini aku menjadi salah satu mahasiswi di jurusan kedokteran. Kurasa semua teman-teman disini cukup menyenangkan. Walaupun aku sedang sebal dengan bocah itu tapi teman-temanku yang lain sedikit bisa membuatku melupakannya.

Sebenarnya, aku sangat merindukan Gyuri. Sejak kemarin aku bahkan tidak menjawab telponnya atau membalas pesannya. Bukannya aku tidak mau, hanya saja aku masih sedikit merasa kesal jika mengingat kejadian kemarin. Aku tau Gyuri tidak mungkin menghianatiku, karena dia itu adalah sahabat baik ku. Terlebih aku sudah menceritakan mengenai perasaaku terhadap Jinki kepadanya. Aku berharap Gyuri bisa menjaga perasaanku dengan cara menjaga jarak dengan Jinki. Tapi kejadian kemarin membuatku menjadi kesal, aku bahkan meninggalkan mereka begitu saja di cafe ice cream. Walaupun selanjutnya aku menyesal dan berfikir untuk kembali lagi kesana dan meminta maaf.

***

Aku masuk ke dalam ruang laboratorium bersama 3 teman lainnya. Kami mengenakan pakaian lab, sarung tangan dan juga masker. 2 temanku sibuk membereskan data di laptop, dan menganalisisnya dengan serius. Sedangkan 1 orangnya lagi sedang sibuk membuka beberapa cairan kimia.

“Jiyeon-ah, kau dipanggil oleh Professor Han” Aku menoleh kearah pintu secara tiba-tiba, ketika mendengengar suara nyaring Jonghyun menggema di laboratorium ini.

“Wheyo?” tanyaku dengan tatapan bingung, melihatnya yang masih tengeah-engah mengatur nafas.

“Mollayo…. cepat temui saja…. Dia menunggumu di taman…. samping auditorium” lanjutnya dengan suara yang terputus-putus karena sibuk mengatur nafas. Sebenarnya ada apa professor Han tiba-tiba memanggilku untuk menemuinya. Dan kenapa tempatnya harus di taman samping laboratorium.

“Kenapa dia menyuruhku menemuinya disana? Aneh sekali” tanyaku dengan tampang penasaran. Aneh, apa mungkin seorang dosen ingin menemui mahasiswinya secara pribadi. Bahkan di taman kampus. Aigoo. Kurasa aku salah memilih kampus untuk melanjutkan studi kedokteranku.

“Sudahlah temui saja, kau ini cerewet sekali” Dia berjalan masuk ke dalam ruangan dan segera mengenakan seragam lab-nya. Aish, bagaimana bisa orang seperti ini dipercaya oleh Professor Han

“Aku tidak menyangka seorang professor memanggil mahasiswinya secara pribadi.” Aku melirik dengan sinis ke arahnya yang masih serius mengenakan masker dan sarung tangan untuk melengkapi seragam lab-nya.

“Park Jiyeon, kau tidak tahu peraturan di Kyunghee University itu memang beda. Sudah cepat pergi temudi Professor Han disana” Aku menoleh ke arahnya dan terus mencibir kesal, kemudian melangkahkan kakiku bersiap untuk keluar ruangan.

“HYA Park Jiyeon, lepaskan sarung tangan dan maskermu itu, kau terlihat seperti korban nuklir” Ujarnya dengan setengah berteriak, membuatku menghentikan langkahku secara tiba-tiba. Dan segera berbalik memutar langkahku.

***

Dengan setengah berlari aku menuju ke taman samping auditorium. Aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling mencoba mencari keberadaan Professor Han. Tapi  aku sama sekali tidak menemukan keberadaannya. Disini hanya ada beberapa mahasiswa yang sedang duduk di atas rumput untuk berdiskusi. Tamannya cukup luas, rumputnya hijau dan terawat dengan baik, disana juga ada kolam besar yang menjadi tempat favorit para mahasiswa yang untuk mengobrol atau sekedar bertemu dengan teman-teman mereka yang berbeda fakultas.

“Jiyeon-ah” Aku mendengar suara seseorang memanggilku, suara yang sangat tidak asing di telingaku. Kim Gyuri dia berjalan dengan cepat menuju ke arahku, berkali-kali melambayan tangannya dan tak berhenti tersenyum. Gyuri-ah aku ingin sekali memelukmu sekarang, aku benar-benar merindukanmu. Tapi tunggu sebenatar, aku melihat seorang pria mengikuti langkahnya dari belakang.

Eh? Lee Jinki.

Astaga , ternyata mereka berdua disini. Oke, Kim Gyuri, kau kembali merusak moodku. Padahal aku ingin sekali berbicara banyak denganmu sekarang, tapi karena pemandangan yang kalian sajikan di hadapanku, sekarang aku kembali merasa kesal.

Kim Jonghyun sialan, dia berani membohongiku dan mengatakan kalau aku ditunggu oleh Professor Han. Seharusnya aku tau bahwa seorang professor  tidak mungkin mengadakan sebuah pertemuan pribadi, apalagi berlokasi di taman kampus seperti ini.

Seharusnya aku juga tidak percaya begitu saja pada bocah berengsek itu, dia dan Lee Jinki itu kan berteman baik, dan kedua nya sama-sama menyebalkan. Aish, Kim Jonghyun berani membodohiku, huh?

Aku segera berbalik ketika melihat mereka mulai mendekat ke arahku, tapi kemudian dia berlari dan menahan tanganku. Aku melirik kearah Jinki yang juga menampakan wajah paniknya.

“Kumohon dengarkan aku dulu” ujarnya dengan suara bergetar menahan tangis.

Aku membalikan padanku melihat wajahnya, Kim Gyuri mengapa tampang malaikatmu itu selalu bisa membuatku tidak tega untuk berbuat kasar. Aish.

“Kami berdua bisa menjelaskannya” ujar Jinki menambahkan, dia menepuk pundaku pelan. Bodoh kenapa kau melakukannya, memandangmu saja sudah membuatku tidak bisa berfikir dengan baik, jika kau menyentuhku seperti aku bisa sesak nafas.

“Baiklah, aku akan mendengarkan…. 5 menit” aku mengangkat tangan kananku member isyarat waktu. Membuat mereka terlihat benar-benar panik sekarang. Apa aku keterlaluan bersikap seperti ini?

“Semua yang kau lihat kemarin hanya kesalah fahaman” Jinki memulai pembicaraan sedangkan Gyuri mengangguk berkali-kali masih dengan tampang malaikatnya.

“Kau sudah tahu kalau aku menyukaimu, huh? Oke, sekarang kau boleh merendahkanku sesukamu Lee Jinki-ssi” Ujarku dengan penuh penekanan. Mereka berdua mengerutkan dahinya dan terlihat kebingungan untuk mengatur kata. Baiklah aku tau Gyuri pasti sudah menceritakan semuanya pada Jinki. Aku tidak perlu malu untuk mengakuinya karna itu memang kenyataan. Kalau dia itu pria berperasaan pasti dia juga tidak akan mencemoohku kan?. Menyukai siapapun adalah hak ku, tidak ada yang bisa melarangku.

“Maafkan aku Jiyeon, aku tidak tahu harus berbuat apa lagi agar kau mau berbicara denganku, akhirnya aku meminta Jinki untuk membantuku” Gyuri menunduk sambil meremas kedua tangannya dengan gugup.

“Tidak apa-apa, itu bukan suatu hal yang memalukan. Hak ku untuk menyukai siapapun” jawabku masih dengan nada tinggi yang memperlihatkan keangkuhanku.

“Jiyeon-ssi, ehm… Jiyeon-ah… kenapa kau berkata seperti itu. Tentu saja aku tidak seperti yang kau fikirkan. Aku senang kau menyukaiku” Jinki memiringkan kepalanya untuk melihat wajahku, tapi aku segera menundukan wajahku menahan malu.

“Lalu? Masih ada yang perlu dibicarakan?” kembali aku angkat wajahku dengan ekspresi angkuh.

“Jiyeon-ah, aku dan Jinki bersahabat sejak SMA. Tolong jangan berfikiran macam-macam” Gyuri membuka mulutnya, mencoba menjelaskan padaku dengan suara bergetarnya yang masih menahan tangis. Oke, sebenarnya aku sudah bisa memaafkan mereka. Aku percaya sepenuhnya pada Gyuri, dan sekarang Jinki bahkan sudah tau bagaimana perasaanku padanya. Setidaknya dengan seperti itu, dia bisa memperlakukanku dengan lebih baik, dan berhenti bersikap dingin padaku.

“Lalu?” tanyaku tanpa menatap mereka berdua, mencoba mencari fokus lain agar aku bisa bersikap tak peduli.

“Park Jiyeon, kumohon berhenti bersikap seperti itu.  Kau ini sahabatnya kan? seharusnya kau bisa mengubah sikapmu. Kau tau Gyuri sangat menyayangimu. Dia merasa sangat tersiksa ketika kau tidak mau mengangkat telephone-nya dan tidak membalas pesannya. Ayolah, berhenti bersikap kekanak-kanakan.” Ujar jinki mencoba membujuku, yang masih melipat kedua tangan di dadaku. Mendengar perkataannya seperti itu, aku merasa hatiku mulai terbuka. Kim Gyuri aku juga sangat menyayangimu. Maafkan aku karena telah bersikap bodoh.

“Kau fikir aku tidak tersiksa.  Kau fikir aku tidak ingin mengangkat telephone-mu, tidak ingin membalas pesanmu.  Kemarin aku benar-benar merasa kesal. Lee Jinki, kau sudah tau bagaimana perasaanku padamu. Dan Gyuri, kau juga tau bagaimana aku menyukai seorang pria disampingmu itu kan? Aku hanya meras kesal ketika melihat kalian berdua bersikap seperti kemarin” aku mulai mengungkapkan semua hal yang mengganjal di hatiku, dan benar-benar membuatku lega sekarang.

“Miahae.., jika itu membuatmu merasa tidak nyaman. Kumohon lupakanlah. Tidak ada apapun diantara kami berdua” Balas Gyuri, kemudian menarik tanganku dan menggenggamnya dengan erat. Baiklah aku luluh. Aku memang tidak pernah bisa bersikap seperti ini padamu Kim Gyuri.

“Maafkan aku juga karena bersikap seperti anak kecil” Aku tersenyum memandangnya dan menariknya ke dalam pelukanku. Jinki melihat kami berdua dengan perasaan lega. Kurasa, dia sebagai sahabat Gyuri pasti merasa senang karena melihat kami bisa berbaikan. Tapi rasanya aku memang sedikit canggung untuk mengatur sikapku terhadapnya. Bagaimana aku menjalani hari-hariku di kelas nanti, dia sudah tau aku menyukainya. Apakah dia akan tetap bersikap dingin padaku?

“Mianhae, jeongmal mianhae” uajarnya dengan suara pelan, dan semakin mengeratkan pelukannya di tubuhku.

“Gwencana, ini salahku yang terlalu egois” aku mengelus punggungnya dan lembut kemudian menjauhkan tubuhku melepaskan pelukan kami.

“Baiklah, kurasa kalian berdua sudah dalam keadaan baik sekarang” Jinki menepuk pundaku dan Gyuri bersamaan “Aku pergi sekarang” lanjutnya kemudian segera melangkahkan kakinya menjauh.

“Jinki-ah, terimakasih atas bantuanmu” ujar Gyuri dengan setengah berteriak karena Jinki mulai menjauh. Dapat aku lihat Jinki mengangkat tangan kanannya tanpa berbalik dan terus melangkahkan kakinya.

“Maafkan aku karena mengatakan pada Jinki mengenai perasaanmu” Gyuri menggenggam kedua tanganku, dan mengerutkan dahinya dengan tampang menyesal.

“Gwencana, aku lega karena dia sudah mengetahui bagaimana perasaanku walaupun aku sama sekali tidak tahu bagaimana perasaannya padaku” aku menangkupkan kedua tangku di pipinya dan menghapus, air mata yang sudah hampir kering di pipinya. Kim Gyuri, kau masih tidak berubah seperti dulu. Selalu cengeng dan mudah sekali menangis. Apa kau masih menjadi anak manja, huh?

Drrt… drrt…

Aku merasakan ponsel di saku celana jinsku bergetar. 1 pesan di terima

From : Lee Jinki

“Jiyeon-ssi…, ehm,,, Jiyeon-ah maksudku. Bisakah besok kau menemaniku untuk mencari sesuatu?”

Lee Jinki, kemarin malam dia juga sempat mengirimu pesan beberapa kali, dan memintaku untuk mengangkat telephone dari Gyuri, tapi aku sama sekali tidak menanggapinya. Dan sekarang dia mengirimu pesan seperti ini. Aigoo, pasti wajahku sudah berubah seperti tomat sekarang.

“Nugu? Kenapa wajahmu memerah seperti itu” Gyuri memajukan kepanya untuk melihat layar ponselku, tapi aku segera memasukannya kembali ke dalam saku jinsku.

“Lee Jinki, dia memintaku menemaninya pergi keluar besok” jawabku dengan sedikit malu-malu.

“Jeongmalyo? Kurasa Jinki juga menyukaimu” ujarnya kemudian menyentuh lenganku dengan telunjuknya. Membuatku tersenyum malu mendengar perkataannya. Hingga akhirnya kami berdua tertawa puas. Tapi beberapa saat kemudian, dia berhenti tertawa dan meliriku dengan tajam.

“Jiyeon-ah ada satu lagi yang harus aku katakan padamu” Gyuri memasang tampang seriusnya dan mencengkram kedua bahuku, hingga membuatku tegak dan memfokuskan perhatianku padanya.

“Aku sudah menikah dengan Donghae Oppa” Ujarnya dengan sangat meyakinkan. Ya Tuhan, apa yang baru saja kudengar ini tidak salah.

“MWORAGO?” aku berteriak dengan sangat kaget setelah mendengar kata itu keluar begitu saja dari mulutnya. Donghae Oppa, dia adalah putra dari sahabat ayah Gyuri. Aku ingat betul ketika aku secara terang-terangan memintanya untuk menikahiku, padahal waktu itu aku masih duduk di tingkat 2 middle school. Tentu saja Donghae oppa tidak menanggapinya dengan serius, lagipula kata-kata itu memang terlontar begitu saja karena aku masih polos. Aku hanya suka melihat ketampanan Donghae oppa dan sikapnya yang sangat baik. Dan sekarang Donghae oppa sudah menikah dengan Gyuri, bagaimana hal itu bisa terjadi. Astaga, aku benar-benar terkejut mendengarnya.

***

Donghae’s POV

Ujian Akhir Semester yang Gyuri jalani sudah selesai. Bahkan 2 minggu ini dia sudah memasuki masa libur musim panasnya. Tidak terasa, kini usia pernikahan kami sudah hampir  3 bulan, waktu yang cukup lama kami jalani bersama. Mungkin  predikat sebagai pengantin baru sudah tidak pantas kami sandang lagi sekarang.

Seperti yang telah direncanakan sebelumnya. Besok, kami harus berangkat untuk pergi, ehm… honeymoon. Jujur ini adalah hal yang sangat aku tunggu, yah walaupun aku tidak yakin liburan ini bisa menjadi benar-benar honeymoon atau hanya liburan biasa, sekedar menghabiskan waktu untuk bersenang-senang.

Kami berdua memutuskan memilih Bali sebagai tujuannya, salah satu kepulauan di Negara Indonesia, daerah Asia Tenggara. Letaknya cukup jauh dari Korea, harus  menempuh perjalanan selama 9 jam sebelum sampai ke sana.

Sebenarnya Gyuri sempat tertarik untuk mengunjungi Kaledonia, karena dia terpengaruh oleh drama favoritnya. Walaupun dia sudah beranjak dewasa, tapi tetap saja jiwa remajanya tidak bisa dihilangkan begitu saja, dia masih sangat tergila-gila dengan drama yang dibilntangi oleh aktor-aktor yang menurutnya tampan. Aku bahkan sering sekali diabaikan karena dia sibuk menonton drama kesukaannya itu. Keterlaluan.

Bali, entah kenapa aku sangat tertarik dengan tempat itu, sepertinya memang tempat yang sangat indah. Aku dan Gyuri sangat menggilai pantai, dan seperti yang aku lihat melalui internet, kurasa pantai di sana memang sangat indah. Entahlah aku belum pernah megunjungi Indonesia sebelumnya. Negara-negara Asia lainnya seperti Cina, Jepang, atau Singapur, sudah pernah aku kunjungi beberapa kali, tapi belum untuk Negara yang satu itu.

“Donghae-ya” Eunhyuk menerobos begitu saja kedalm ruanganku. Seperti biasanya dia memang tidak pernah mengetuk pintu sebelum masuk. Dasar karyawan kurangajar,  Seenaknya saja bertingkah di depanku.

“Pekerjaanmu sudah selsai?” aku bangkit dari dudukanku dan memutar langkah ke depan meja kerjaku kemudian duduk di atasnya.

“Semuanya sudah selesai. Eem… kau belum pulang? Ini sudah hampir jam 6” dia melirik jam tangannya, kemudian kembali mengangkat wajahnya ke arahku.

“Aku menunggu samapi jarum panjangnya tepat di angka 12” Jawabku kemudian meraih jas hitamku yang tergantung begitu saja di samping kursi.

“Cepatlah pulang, kau harus membereskan barang-barangmu karena besok kau kan akan pergi, ehm…. honeymoon kan?” dia menunjukan cengiran lebar yang memamerkan deretan gigi dan gusinya, kemudian meninju pelan lenganku. Aish, kenapa kata-kata itu harus kembali ku dengar.

“Aish, berhenti mengucapkan kata itu. kau tau selama 2 minggu ini telingaku sensitif sekali mendengarnya” balasku sembari mengancingkan jas hitamku dan memastikannya sudah sempurna.

“Wheyo? Kau gugup ya? huh?” dia melangkahkan kakinya, hingga kini tepat berada di depanku yang masih berdiri dan merapihkan jasku “Honeymoon…. Honeymoon…. Honeymoon…. Honey…. Aw…..” dia menutup mulutnya ketika aku mendaratkan sebuah pukulan di kepalanya. Kurasa bocah ini memang hanya bisa dihentikan oleh kekerasan.

“Baiklah, cepat pulang sana. Lihat jarum panjangnya tepat di angka 12. Siapkan dirimu, SAJANGNIM” dia membungkuk singkat ke arahku, entah kenapa setiap dia menyebutkan panggilan kehormatan itu, rasanya seperti mendengar kata merendahkan. Bocah gila.

___

Aku meraih tas jinjingku dan bersiap untuk pulang. Tapi kemudian pintu ruanganku kembali terbuka. Asih, ada apa lagi dia menemuiku.

“Whe?” Aku mengedikan kepalaku saat dia berjalan mendekat.

“Ada yang ketinggalan”  ujarnya singkat kemudian berdiri tegak tepat di hadapanku.

“Mwo?” tanyaku dengan penuh penasaran. Ada apa lagi sebenarnya.

“Saya belum berpamitan dengan anda SAJANGNIM”  dia membungkukan badannya dengan sangat rendah, membuatku terkekeh melihat tingkah berlebihannya itu.

“SAJANGNIM, hati-hati di perjalanan” tiba-tiba dia meraih bahuku dan memeluku singkat, tapi aku dapat merasakan tangan kanannya merogoh saku celanaku. Membuat aku segera mendorong tubuhnya menjauh

“YAK, apa yang kau lakukan?” Aku menatap tajam ke arahnya kemudian dibalas dengan cengiran lebarnya yang khas.

“Hanya memberi sebuah hadiah kecil” ujarnya sembari merapihkan kemejanya yang sedikit berantakan “Semoga honeymoon kalian menyenangkan” Dia mengedipkan sebelah matanya dengan tampang aneh, kemudian segera berlari keluar ruanganku. Pria aneh.

Aku merasakah ada sesuatu yang mengganjal di saku celanaku, kemudian segera merogohnya dengan tangan kananku.

“Ige mwoya?” aku mengeluarkan sebuah kotak berwarna biru itu dari dalam saku celanaku, tepat diatasnya ada sebuah tulisan dengan tinta berwarna merah

“Kau pasti bisa, semoga berhasil, Sajangnim!!!”

~With love~

….Lee Hyukjae….

Haha, aku terkekeh pelan ketika membaca note aneh diatasnya, apa yang dia berikan padaku? Dari note yang dia tulis sepertinya sangat menyemangatiku. Aku membuka kotak berwarna biru itu kemudian menemukan sebuah bungkusan di dalamnya.

“Apa ini?” Aku mengeluarkan benda di dalam kotak itu, untuk melihatnya dengan lebih jelas.

“MWO? ALAT KONTRASEPSI” Aku terperangan kaget menyadari benda yang ada dalam genggamanku itu. Monyet berengsek, apa maksudnya memberikanku benda seperti ini, aigoo, aku tidak habis fikir sebenarnya apa saja yang ada di dalam otaknya itu, huh?

“HYA LEE HYUKJAE MATI KAU” Suara teriakanku menggema di ruangan kerja berukuran 4 x 6 meter ini. Dan itu cukup memekakan telingaku sendiri.

Aku melemparkan benda sialan itu ke dalam tempat sampah yang berada tepat disamping meja kerjaku, kemudian segera berlari keluar dari ruanganku menuju basement. Pasti bocah mesum itu masih ada disana untuk mengambil mobilnya

“LEE HYUK JAE, AKU AKAN MEMBUNUHMU!”

***

To Be Continue…

***

 

Ehm…. Emmmm….. *mikir*

Aku gatau ini mau ngomong apa. Pasti semuanya pada berfikiran yang engga-engga ya? apa yang akan terjadi selanjutnya. Apakah Honeymoon-nya sukses? Apakah Gyuri udah beneran siap tempur *?*

Donghae oppa, kalo Gyuri belum siap. Aku udah siap lahir batin nih, ayo nikahin aku aja deh sekarang *panggil penghulu langsung ijab kabul* #SAH

Oh iya, Donghae oppa berhasil bunuh Euhyuk oppa ga ya? WAHAHAHA

 Santai aja, di Fanfiction ini ga bakal ada adegan bunuh-bunuhan ko, serem amat dengernya. Hehe, itu si oppa Cuma bercanda ko.

Buat Joev, Itha, sama Bora oenni. Coba deh periksain semua hotel yang ada di Bali, siapa tau ketemu Donghae sama Gyuri lagi honeymoon *setres*

Naui Saranghanenun Dongsaengdeul, tenang tenang, aku gamungkin bikin NC parah kok. Seandainya jadi NC juga gamungkin ampe kebangetan banget. Kalian bisa skip bagian yang ga mau kalian baca. Aku aja gabisa cara nulis NC, aku kan masi polos jadi ga ngerti apa-apa. Ntar minta ajarin deh ama Eunhyuk Oppa *Diarak keliling kampung*

Dongsaeng sayang, Joev, Kim Sona, Itha, Dila, Dewi, Novita, Emi, Luwisia, Sasa, Echa dan special buat Rheiza, anaknya Park Jung Sep semoga kadar ke-sarap-an-nya agak berkurang deh, jangan kebanyakan nongkrong di Pamulang Square, haha. *ditampol Rheiza*. Dongsaengkuh sayang lainnya yang ga aku sebutin, berarti belum kenalan di Anyeong Readers *nunjuk-nunjuk ke atas*. Buat Cinggudeul dan Oennideul, yang gak bisa aku sebutin satu persatu namanya, ntar jadi kaya ibu guru yang ngabsen anak muridnya. Hem, maaf ya kalo tulisan aku tidak memuaskan *?*.

Pokonya jeongmal gamsahamnida atas respon baik kalian di Blog yang masih seumur kecebong ini. *bungkuk sampe tanah*

Dan terimakasih juga dukungan buat Oppa Saranghae-nya. Aku akan berusaha menulis lebih baik lagi. Maka dari itu rajinlah readers sekalian mengomentari tulisan ancur dahsyat, luar biasa berantakan ini.

Jeongmal Gamsahamnida *cium readers satu-satu*

Buat part selanjutnya, siap-siap aja ya. Pokonya pantengin terus Sujuyongwonhie.

Oh iya, selamat menikmati liburan kalian juga.

Hot summer ah hot hot summer

Hot summer ah hot hot neomu deowo

Hot summer ah hot hot summer

Hot summer ah hot hot ige je mat

*kibas-kibas tangan*

Dadaaaaah…… *tarik Donghae Oppa ke kamar mandi* #Pingsan

 

Writen By : Selly Park  = Istri SAH Kadir Park (Park  Jungso)

Advertisements

105 comments on “Oppa Saranghae *Jiyeon-Jinki, Please Love Each Other + Special Honeymoon Intermezzo*

  1. ngakak.. yg terakhir aku ngakak..
    Hyuk itu kalo ngasi present gak jauh2 dari keyadongannya yaa??
    hehe.. nice ff thor..
    lanjut yaa~ ^o^

  2. MWORAGOOO???

    Istri SAH ???
    Andwaeeee…….
    Ehm..EONNIKU TERCINTAA..Sudah ku katakan jika park jungsoo itu nae seobang..arasseo !!

    Hmm, aduhh..itu spec ada nama akuu..tapi kenapa Mesti ada kata2 Kadar kesarapan huh??

    Eonni, neo yakin msh polos??
    Aigoo..kalo mw blajar jgn sm monyetKu tersayang, aku juga bisa ngajarin ko’ #plak jdar jdur ctak #

    hmm, ada lagi..sekalipun gyuri blm siap, pasti lee donghaeKu tercinta milih aku…bwahahahaha..

    Eh tunggu tunggu, itu kenapa Pamsquare di bawa2???
    Aku tau dr rmh aku ke pamsquare cm btuh wktu 15menit utk sampe ksana wlaupun jln kaki tapi aku ga sering kesanaa…tau ga knp?? GA ADA DUIT..hahahahaha

    *parkcholee : jagiyaaaa…jgn ngmg gt dnk, kita kan maluu..masa istri artis macam suju ga punya duit ..*

    • Tuh kan gila beneran. makanya aku tuh ga salah ngomong.

      aku masih polos banget tau, kamu bisa ngajarin? sayangnya aku lebih seneng diajarin Hyukie oppa #PLAK

      haha Pamulang Square itu tempat nongkrong aku, banyak DVD bajakan Super Junior solanya, kan aku jadi betah *ketauan*
      kamu gapunya duit? SMS aja sama aku,

  3. Setujuuuuu..
    udah gantung aja si monyet gunung satu itu#plak!!*di tabok Hyukie oppa*

    aku suka cerita yang ini pa lagi pas akhirnya…
    Hyuk oppa sumpah yadong banget
    semoga oppa ku g ikutan yandong kaya dia, secara kan bareng2 mulu..
    ok aku tunggu lanjutannya
    Gomawo~

    • MWORAGO?

      SESAMA?

      haha iya sih cocok lah yang satu sarap yang satu gila *tos*

      Pamulang tuh jalur aku ke kampus.
      tunggu sebentar… Pinggiran? minta ditabok nih anak. aigoo *emosi*

  4. Huahahahaha onni itu yang bagian terakhir astaga HYUKJAEE CARI MATI!! *caps jebol haha

    kyaaa nama ku ditulis gomawo onni 😀 tenang aja tulisan onni memuaskan kok cuma usir si TBC itu aja dari ceritanya *eh?

    HWAITING!!u ditulis gomawo onni 😀 tenang aja tulisan onni memuaskan kok cuma usir si TBC itu aja dari ceritanya *eh?

    HWAITING!!

  5. huh…tbc..kenapa kau selalu mengganggu??
    ahahahaha eonnie…nanggung tuh…honeymoon nya secepetnya ya eon…#bletakk
    nanti klo haeppa udh di indo..langsung aku karungin trus bawa pulang *?*
    uhhh makin greget nihh baca ff yang nie #nunjuk2keatas

  6. Hai,, salam kenal ya aku reader bru d sini…
    Aku bru aja ngebut bca saranghae oppa hari ni coz bru ketemu blog’a t’nyata ceritanya keren abis + romantis…heheheheh jd ngayal aku ma donghae..,hahahaha
    Ouch iya ditunggu part selanjutnya

  7. sudah berapa lama saya gak mampir ke blog ini?
    huh.. udah ktinggalan 2 part saya di FF Oppa saranghae..

    trus kok FF Kyuhyunnya gak ada lg? kpan d lanjutinnya?
    tak sabar menunggu……!!!

    Hwaiting chinguuuuuuuu!!! ^^

    *saya bingung mau ngomong apa, yg pastii…. saya sdikit brnapas lega, krna author-nya kagak nyebut” nama KyuMin sama Dongho.. XD *

  8. Woa gyuri ma donghae oppa mkin so sweet aja nie . . . . Hem kayaknya jinki bkal mlai ngbuka htinya buat jiyeon. . . N hoho enyuk bnr” yadong. . . . Hoho. . . Hem onnie gomawo critanya seru bngt, onnie bnr” daebak. . Hwaiting onnie!! ^_^

  9. Kyaaaa..penasaran pas honeymoon nya kya pa?? Iya TBC nya diilangin za tuh, ganggu!!
    Unyuk, kpn sie km bs ga yadong??
    Jd pngen honeymoon jg #narik2kyu
    Dtggu lanjutannya ya..Unyuk, kpn sie km bs ga yadong??
    Jd pngen honeymoon jg #narik2kyu
    Dtggu lanjutannya ya..

  10. waaah , akhirnya post jgaa ..
    Annyeonghaseyo , ni itha 🙂
    lg asyik2 bc malah tbc -.-
    oke dah , ntr ak priksa smua hotel d sni . Sp tau si oppa nyangkut d cni ..
    Um , lnjutannya cpetan yah , d tunggu loh .
    Hwaiting !!!

  11. Wkakakak eunhyuk oppa emg dah..bnr2 raja yadong..wkakakaka..donghae oppa dah dag dig dug mau honeymoon..tp kn TBC dah..bikin emosi..gggrrr..yuk thor buat lnjutannya ya yg cpt thor..okay..

    • Pada sebel banget yah sama TBC, aigoo.

      AKu juga deg-degan nih, semoga aku udah siap deh honeymoon bareng Oppa *diarak masa*

      Lanjutannya sabar ya, udah banyak ide tinggal nuangin ke tulisan. hoho

  12. Akhirnyaaaaaaaaa keluar jugaaaaa
    lanjooot eooonn
    udah gak sabar nunggu keluarnya 😀
    yang I love you yeoungwonhi juga dooong eon 😀

  13. Wahhhhhh,,,,akhirnya selesai juga masalah jiyeon n gyuri,,,,itu hae oppa meluk gyuri semalaman oennie jd pengen jg saeng,,,,,,hahhahahaha,,,,wahhhh jd beneran hae oppa mau ke bali???tp sm gyuri ya??hehhehehe,,,,mudah2an gyuri siap tempur dehhh,,,*lhaaaaaaa*…..keren saeng,,,itu hyukie oppa ‘SAYANG’ beneran yadong yaa,,,hmmmmm,,,great job saeng,,,,dtggu next partnyaaaa,,,smga g ada yg gangguin dbali yaaaa,,,,great job saeng *hug* 🙂

    • Aku juga mau tidur dipelukan Haeppa, un. *iri*

      Iya kayanya, padahal pas aku nulis, aku sama sekali gatau kalo si Donghae oppa emang lagi punya rencana ke Bali.

      SAYANG aku emang uda bawaan bayi un, tingkat keyadongannya parah.

      Sabar nunggu ya un, *hug juga*

  14. onnie… part ini daebak..
    kalo misalnya part depan agak nc, g papa jga sih.. #yadong
    onnie, lanjutannya cepet yah…
    kalo perlu, setiap minggu aja publish nya, onnie..
    comment apa lagi yah??? udah deh ini aja… dadah onnie.. *kissbye + narik narik chullie oppa*

  15. Nih ff emang Selalu Daebaaak euy.. Semua jempol didunia buatmu thor #lebay. Thor Dubuu kaciaan 😥 Nc nc nc nc yeaaah 😀 part selanjutnya nc kan thor. Nc 21 ya. Hahahahahahaahahaa #ditabok siwon .. Sumpah aku senyum” sendiri jadinya thor. Pas part hae bgn tdr. Hehehe. Thor. Kalo bsk nc gak pake protected kan thor? Hehehe

  16. Ditunggu part nya jinki-jiyeon…

    Aduuhh…next brarti tentang honeymoon ya..kok pikiran q ke skinship mulu #plak dasar yadong.

    Hwaiting selly…

    • Iya ntar Jiyeon-Jinki aku ceritain lagi ko. mungkin kencan pertama atau apa ya namanya.
      Whoa, honeymoon lagi. prasaan dari atas sampe bawah ngebet banget pengen honeymoon. aigoo

  17. kyknya nyaman bgt ya tidur dipeluk sama hae oppa..
    .>//<
    jiyeon kau sudah tak salah paham lagi kan, kesian temanmu itu uring-uringan (-__-")
    hyaaaa author itu intermezzo nya cuma sedikit..
    ayo kasih full version nya..
    kapan publish..
    saya menunggu..

    • Iya pastinyaaa… aku juga mau banget dipeluk Haeppa.

      Full version honeymoon, siap. tapi jangan ngarep full NC ya.
      publish antara jumat, saptu, minggu. suka-suka deh pokonya, hoho

  18. Ih,hyukkie oppa iseng banget sih…
    Dripada kmu gangguin ikan yg satu itu mending kita honey moon sndiri aja skrg…..
    *ngarep#plakkku

    G sabar nungu gyuri ma donghae honey moon.

  19. ya ampun donghae oppa bner2 romantis…!
    kan jd mw*plakkk

    wah akhirnya jiyeon dan gyuri bsa baikan,,,,
    bgs deh….
    kynya jinki udh mulai tumbuh benih2 cinta ni ke jiyeon….
    gpp aku stuju drpd jinki oppa bengong mlu…ckckckck

    ya ampun lucu bgd baca pas akhir2, hyuk oppa iseng bgd sich….!!!
    hahahaha
    bgs2, seru…!!!!

  20. gue harus komen apayah???
    #bingung
    hei Hyuk, lo masa ngasi alat kontrasepsi sama Donge untuk Gyuri yah?
    kenapa sama dia, sama gue dong. Gyuri ituh belom diapa-apain sama Donge..
    nah guekan,,,, SKIPPPP~~~~~~
    #petirpunmenyambar

  21. ahahahahha mkanya hae jgn temenan sama monyet gila itu ahahahaa
    ketawa2 pas baca bagian hae ngobrol sma hyuk ngebayangin wajahnya hyuk ahahaah pasti ekspresinya mesum2 gmn gt ahahaha

  22. ish hae-oppa baru jga bngn tidur, tapi pikirannya udah kayak gitu…ckckck n_n
    ngerunjak tu donghae dikasih morning kiss, pasti minta teruss…akhrnya masalah sama ji yeon selesai jga

  23. eunhae moment ^^ kyeoptaaaaaaa hahaha
    hadeuuhhh…alat kontrasepsi WITH LOVE dari hyukkkiieeee ,, kirain obat kuat #plak ato CD yadong *toss ama hyuk*
    asik asik asik nih yg mau honeymoon..moga lncar SAJANGNIM ^^
    btw jinki-jiyeon moga bsa langgeng juga <33333

  24. Kenapa di buang hadiahnya???????? Kan buat jaga jaga ,*kamakakaka ngakak bareng hyuk…. Untung bukan obat kuat yg du kasih….

    si jinki di jodohin ama jiyeon kok setuju aja yawawa .. Demi mantan pacar(?) or mang dia dah sukaaaa…..
    lanjuuuuttt

  25. oenni penganut poliandri?
    Setiap part ngakuin suaminya beda2…
    Ngaku ibu dari anak2.a kyu tapi ntar hae nongol?
    Ini bang kadir dibawa2
    *untunggaadawokie
    *kenapamalahkomenginian?

  26. Hahahaha pasti dh setiap ff kalo unyuk ngasi kado pernikahan pasti yg aneh2 dan selalu bikin ngakak .
    Ga sabar bca next chap

  27. Akhirnya mereka Honetmoon juga…. Jinki ma Jiyeon? Baguslah… kasihan Jinki… setidaknya dia bisa melupakan Gyuri….
    tetap aja Hyuk yadongnya kumat… baca next part dulu….

  28. lee hyuk jae ya ampun tuh orang mzti d iket kyx..
    trus d mandiin kmbang deh maljum gini..
    kali aja agak membersihkan jalan pikiran dan hidupx..

    sipp ayo kita berangkat donghae sayang.. bali i’m coming *tarik koper lindes gyuri

  29. hyuk bis aja nih ngegodain donghae ngak berenti2…..
    asik merek bakal honeymoon n berharap gyuri y ngak bakal nolak lagi n mau ngelakuin hubungan suami istri n jadi suami istri yg sesungguh y,,,,ngak kyk sblm y cuma status y ja suami istri tapi kelakuan merek kayak masi pacaran….
    seneng jug jiyeon udah ngak marah n jinki udah ngajak jiyeon jalan….

  30. Buahaha… Eunhyk oppa nge gemesin banget dah ah… >,<
    Omooo, suami ganti lg sell? Kmrin si evil, skrg angel, bsok apa lagi 😀 hehehe, *dijitak selly* ^^v
    Saya pengen cubit pipinya eunhyuk oppa!

  31. Yaampun hadiah yang hyuk kasih pasti ga jauh2 dari hal yg berbau mesum deh -___- wkwkwkwkw … Duhhh mau honeymoon nih!!! Semoga sukses ya , sajangnim hwaiting! Hahahahaha … Ciyee jinki mulai ada rasa nih kayaknya sama jiyeon 😀 asikkkkk … Nice chap dan sukses bikin senyum2 sendiri eon ^^ next chappppp

  32. hahahaha ada-ada aja kelakuan si monyet yadong yg satu itu,, ngapain ngasih alat kontrasepsi,,??? Semangat bwat honeymoon’a hae oppa,, #plakk

  33. Akhirnya onew bs suka jg sama jiyeon *happy*
    Wkkakakak, sumpah demi apa eunhyuk suka kali ngegodain donghae =))

  34. yaaahhh..emaknya gyuri…
    ganggu aja deh…
    baru juga mau morning kiss..setelah bbrp bulan gg prnh kisseu..
    eh ada pengganggu…hahaahaa
    sabar ya oppaaa…

    gyuri jiyeon akhirnya baean..knp gg crta yg sebenernya..klo prnh pnya hub ama jinki..
    drpd ntar jiyeon tau dr org lain..

    wkwwkwkwk..
    hyuk jae oppa ngrti aja yg bgtuan…
    tuh..hae oppa..knp malah di buang..kan byr gyuri gg hamil..
    di pake dh itu alat..kkk

  35. Jiah akhirnya gyuri donghae mau hooneymoon ^^
    semoga berhasil berhasil . hohoho
    akhrinya jiyeon m gyuri baikan jga , dan semoga jinki jiyeon bsa jda pasangan deh ^^

  36. lega rasanya gyuri dan jiyeon udah baikan. Dan tmbh lega lagi akhrnya jinki tau perasaan jiyeon pdnya. . . . .
    , . . Aduh ngakak dech liat kelakuan c*unyuk . . Kebayang wajah kesalnya haeppa. . .xixixi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s