KyuhyunYooHee after story (Lose my mind)

Author : Serlin

Author’s POV

Akhir pekan Kyuhyun harus disibukkan dengan setumpuk jadwal kegiatannya. Rentang waktu pertemuan antara dia dengan Yoo Hee sudah mulai berkurang. Ketika bertemu Yoo Hee hanya mengucapkan sepatah kata untuk Kyuhyun ‘Fighting’. Tak ada yang dapat ia lakukan sebagai seorang istri dari serang superstar seperti Kyuhyun. Yoo Hee hanya bisa bersyuku bahwa kehidupan yang sebenarnya memang yang ia impikan sejak lama dan konsekuensi yang harus ia dapat karena mimpi yang telah ia genggam yaitu harus merelakan apa yang pantas ia lakukan untuk menjaga mimpinya ini agar selalu berada dalam genggamannya.

Oppa dan Eomma beserta kakak ipar Yoo Hee memutuskan untuk kembali ke Gyeongju. Beberapa hari mereka disini membuat pikiran Yoo Hee sedikit berantakan terlebih sikap kakak iparnya yang seolah-olah layaknya pemilik tempat ini. Hemh baguslah Yoo Hee lebih bisa lebih tenang setelah kepergian mereka. Meskipun ia masih sangat merindukan sosok Eomma yang sangat ia rindukan selama ini namun Yoo Hee juga berpikir bahwa dia harus mengutamakan kepentingan Kyuhyun sebagai pemilik resmi rumah yang ia tempati ini, karena selama keluarga Yoo Hee berada disini Kyuhyun jarang sekali pulang ke rumah, ia lebih memilih kembali ke dorm. Yoo Hee sebenarnya sudah mengetahui apa alasan dari semua itu, apalagi jika bukan karena kakak iparnya yang terus menerus menggoda Kyuhyun. Sebelumnya Yoo Hee memberi keleluasaan dengan mengijinkan dia hanya untu sekedar mengobrol yah karena Yoo Hee hanya mengetahui dia itu adalah salah satu fans dari Cho Kyuhyun namun setelah beberapa lama Yoo Hee merasa ada kejanggalan, kakak iparnya berani masuk ke dalam kamar Yoo Hee saat Kyuhyun sedang beristirahat di dalamnya. Saat itu keadaan Yoo Hee sedang berada di dapur untuk menyiapkan makan malam. Karena kejadian itu maka Kyuhyun memutuskan untuk tinggal sementara di dorm dan Yoo Hee pun tidak melarangnya. Setidaknya dia bisa bernafas lega sebelum menunggu suaminya Cho Kyuhyun tergoda oleh yeoja lain.

Yoo Hee’s POV

Karena aku merasa sedikit jengah di rumah, aku putuskan untuk pergi ke dorm Super Junior. Kyuhyun memang sedang ada acara hari ini dan di sana hanya ada Ryeowook oppa, tak apalah setidaknya ada yang bisa aku ajak bicara disana daripada hanya terus berdiam diri di dalam rumah dan berkutat dengan berbagai video di notebookku. Sebenarnya ada banyak tugas yang diberikan Seonsangnim untuk ku kerjakan tapi jujur saja otakku sangat dangkal dan aku tak bisa memahami dengan kemampuanku sendiri, aku sangat membutuhkan bantuan Cho Kyuhyun yang sudah beberapa hari ini tidak kutemui. Semenjak keluargaku berada di rumah kami, kami jadi sangat jarang bertemu. Teriakannya itu adalah suplemenku jadi jika sehari saja dia tidak berteriak atau mengoceh di depanku maka tubuhku akan menjadi sangat lemas. Apa terlalu berlebihan?

Aku baru saja akan mengetuk pintu depan dorm tapi tak harus menunggu lama, Wookie oppa rupanya sudah mengetahui kedatanganku yah karena kami memang sudah membuat janji sebelumnya.

“Wah ppaliwa Yoo Hee-ssi” Wookie Oppa langsung mengajakku masuk ke dalam dorm, sangat sepi hanya ada dia dan seorang ahjumm yang sedang menyiapkan hidangan makan malam di dapur.

“Lihat itu..” matanya menunjuk ke layar LCD yang berada di ruang tengah. Mataku membulat saat menyaksikan tontonan ini.

“Dramanya sudah tayang?” tanyaku terkesima tanpa mengalihkan pandangan sedikitpun.

“Ne.. wah Kyuhyun-a memang berbakat” Oppa mengatupkan tangannya dan terus bergumam memuji tayangan yang sedang berlangsung. Drama Kyuhyun yang sudah mulai diputar di salah satu stasiun TV resmi seantero Korea. Kuakui dia memang benar-benar berbakat, aku jadi semakin menyukainya.

“Memang total episodenya ada berapa?” tanyaku menghadap Wookie oppa yang masih memandang lurus ke layar LCD.

“Hanya 11 episode, karena Kyuhyun itu sibuk jadi episode yang dibuat hanya sedikit dengan durasi tidak lebih dari satu jam di setiap episodenya..”Oppa duduk manis di depan LCD aku menggeser posisiku ikut duduk di sebelahnya.

“Kau mengikuti perjalanan alurnya Oppa? Kau juga sudah tahu sinopsisnya?” aku semakin penasaran. Walaupun jadwalnya sibuk tapi oppa-ku satu ini sangat tahu perkembangan drama apa saja yang sedang booming. Hebat..

“Aku mengetahuinya dari sini..” dia menunjukan sebuah I-pad tekhnologi canggih masa kini. Aku baru melihatnya. Ck dia pasti membeli barang baru lagi, belum cukupkah layar LCD yang baru saja ia beli?

“Kau baru membelinya?” aku begitu antusias. “Ini bagus sekali lebih canggih dari notebookku”

“Tentu saja, harganya juga tidak murah” Wookie oppa memberitahuku bagaimana cara mengoperasikan benda tersebut. Aku semakin antusias dan kami berdua larut dalam permainan yang terdapat di benda miliknya.

“Kalian sedang apa?” aku tak menggubris suara itu, hanya mengganggu.

“Wah oppa coba kau arahkan kesini ya.. itu bagus sekali, ternyata keahlianmu dalam bermain game lebih terampil dari Kyuhyun, dia selalu membanting bendanya jika kalah dalam game tidak sesabar kau..” aku masih tetap mengikuti arah kursor yang digerakan oleh Wookie oppa.

“jeongmalyo? Woaah.. kau bisa saja” Oppa menjepit hidungku dengan kedua jarinya. Aku tersenyum manis dan menerima perlakuan oppa yang sudah kuanggap sebagai keluargaku sendiri.

“Kau berani mendekati pria lain dibelakangku?” Kalimatnya begitu menggetarkan nyaliku. Aku melirik ke arah Wookie oppa. Tapi bukan dia yang bersuara.

“Yoo Hee-shi, sepertinya ada orang lain selain kita” Aku dan Wookie oppa saling bertukar pandang dan sesegera mungkin menoleh ke aula di belakang kami. Benar saja pantas aura di belakang kami berubah jadi sedikit beda ternyata orang ini.

“Neo.. bagaimana bisa kau ada disini?” ucapku tanpa berkedip melihat sesosok manusia tinggi di hadapanku. Aku lihat Wookie  oppa Langsung menunduk saat  Kyu melesatkan tatapan pembunuhnya yang membuat kita berdua menjadi sedikit ketakutan.

“Mwoya? Apa kau tidak senang melihat suamimu ini pulang hah? Aku disini tidak bisa tidur hanya memikirkanmu tapi kau.. aissh sepertinya aku sudah banyak membuang waktu demi kau!!” dia sangat marah mendengarku berkata seperti itu. mianhae kyu sebenarnya bukan itu yang ada di dalam lubuk hatiku.

“Haissh itu faktor keterkejutanku Kyuhyun-ssi!!” bantahku tanpa sedikitpun mengalihkan perhatianku dari permainan yang sedang Wookie Oppa mainkan.

“Cih.. aku bahkan langsung melesat kesini selesai acara untuk mencarimu karena pesan yang dikirim Ryeowook ..” aku hanya menunduk, dia terlihat sangat kelelahan. Kenapa hatiku jadi sedih mendengar suaranya? Perkataan yang sangat serius yang keluar dari mulutnya.

“Ah sepertinya aku harus mengambil minuman di dapur” Sela Wookie oppa.

“Mianhamnida.. “ Kyuhyun langsung menarikku ke dalam dekapannya. Memang ini yang kuinginkan tapi selalu saja tak ada keberanian di dalam diriku untuk melakukannya terlebih dahulu.

“Kau bisa mendengarkan detak jantungku kan? Sudah sangat lama rasanya aku tidak bisa menggetarkan hatiku seperti saat melihatmu.. aku tidak tahu kenapa waktu berjalan begitu lambat saat kau tidak ada disisiku, mendengar suaramu saja rasanya tidak cukup..” Suaranya mulai melunak, jarang sekali aku merasakan saat-sat seperti ini.

“Naddo Kyuhyun-ssi” dia mengelus rambutku lembut.Cho Kyuhyun kenapa aku selalu terpesona dengan apapun yang kau lakukan. Kau memang tidak romantis tapi perlakuanmu yang khs itu yang selalu ak rindukan.

***

Kyuhyun’s POV

Rasanya sangat lelah sekali setelah menjalankan seluruh kegiatanku hari ini. Aku menyandarkan bahuku di kepala tempat tidur sambil membaca sebuah buku fiksi hadiah dari salah seorang penggemarku. Dia mengarangnya sendiri, menggunakan kepribadianku untuk karakter tokoh yang ada di dalam ceritanya. Sangat terperinci hingga ke hal yang paling kecil sekalipun.

Tok..Tok..Tok..

Suara pintu kamarku bergema, yeoja itu tidak bisakah dia mengerti keadaan suaminya saat ini? Aku baru saja pulang dari jadwal yang begitu menumpuk dan tidakkah dia tahu bahwa aku membutuhkan istirahat walaupun hanya sejenak, bersandar di kepala tempat tidur sambil membaca cerita fiksi. Aissh..

“Kyuhyun-a” dia menyembulkan kepalanya di celah pintu dan melemparkan senyum anehnya kepadaku. Aku hanya mencibir kesal. Ku letakkan buk yang baru saja k pegang di samping bantal di atas tempat tidurku. Aku langsung melangkah mendekat ke arahnya seraya melipat kedua tanganku dan memasang tampangku yang sangat terganggu.

“Kau belum tidur?” tambahnya lagi. Aku menganga tidak percaya sekaligus kesal melihatnya membawa setumpuk buku pelajaran dan beberapa alat tulis.

“Hanya hari ini..oke?” Dia mengedipkan matanya mencoba menggodaku. Apa kau berniat membujukku hah?

“Shireo.. kau tidak lihat aku sedang apa?” tolakku kasar.

“Aku hanya iri pada teman-temanku yang selalu pamer, dia selalu membanggakan kehebatan guru les, kakaknya atau bahkan appa atau eommanya.. aku sangat iri dengan kalangan intelektual seperti keluarga mereka bahkan Mae Ji selalu mengunggulkan adik kesayangannya.. mereka benar-benar beruntung, tidak seperti aku memiliki seorang suami juara olimpiade matematika tapi tidak pernah mau berbagi ilmu sedikitpun..huh”

Dia mengerucutkan bibirnya dan membuka lembaran buku pelajaran untuk mencari halaman yang ia maksud. Aissh melihat ekspresinya yang seperti itu, Kau selalu membuatku tidak tega kepadamu. Kali  ini kau menang Yoo Hee-ssi.

“Jadi apa yang akan kau kerjakan.. hah?” tuntutuku. Dia terlihat sangat senang dan langsung menyerahkan beberapa lembar soal kepadaku.

“Ige.. benar-benar sulit!!” Yoo Hee memasang senyum lebarnya membuat kedua pipinya menggembung lucu. Dia selalu saja melakukan berbagai cara untuk membujukku dan itu adalah salah satu yang terampuh membuatku luluh di hadapannya. Sincha..

“Mwoya? Kau bilang ini sulit? Aisshh.. ini bahkan pelajaran anak sekolah dasar, ku rasa kau salah masuk jurusan Yoo Hee-ssi” Aku terus menceramahinya, Yoo Hee terlihat sangat sebal dengan semua ocehanku.

“Jika kau menjumlahkan bilangan berpangkat seperti ini harus dengan pangkat yang sama jika tidak kau harus mengubahnya ke angka biasa” jelasku seraya mengetukan pensil ke buku yang sedang dia isi serta memberi sedikit penjelasan dengan menjabarkan beberapa cara.

“Ohh.. seperti itu, jadi bagaimana cara mengisinya?” Dia mendongakkan kepalanya dan tersenyum menyebalkan.

“Aku sudah memberikan caranya, kau hanya tinggal ikuti apa yang sudah aku ajarkan.. caranya sudah tertera”

“Kau hanya memberikan cara bukan mengerjakannya” Bantahnya kesal.

“Kau itu sudah menjadi mahasiswa seharusnya berpikir logis, kerjakan sendiri sebelum meminta bantuan pada orang lain, aku itu tidak akan selalu stand by untuk membantumu mengerjakan semua soal-soal ini, kau kan yang sudah memilih jurusanmu dan kau harus bisa mempertanggung jawabkannya..” Aku mengelus rambutnya lembut. dia mulai tersentuh dengan ucapanku. Mudah sekali membuat yeoja ini luluh.

“Hem.. aku hanya ingin menyaingimu, aku ingin sepertimu unggul dalam segala hal.. aku ingin membuatmu bangga karena memiliki seorang istri sepertiku” Kami saling bertukar pandang. Baru kali ini aku mendengarnya seserius itu.

“Yoo Hee-a keunggulan itu tidak harus terlihat, kau sudah memiliki kemauan yang berbanding terbalik dengan kemampuanmu dan mau berjuang untuk mempertahankannya itu sudah merupakan keunggulan, meski tidak ada prestasi akademik yang kau dapatkan tapi niat dan semangatmu itu yang akan membuat dirimu unggul..” aku semakin menyayanginya, dia memang tidak pintar ataupun cantik tapi dialah yang selalu dengan setia menungguku.

***

Author’s POV

Sungkyungkwan University

“Kau sudah mengerjakan semua tugas yang diberikan seonsangnim?” Mae Ji baru saja datang, Yoo Hee hanya menoleh dan mengembangkan senyumnya.

“Ne.. Kyuhyun membantuku” Jawabnya setengah berbisik, dia tidak pernah memberitahu tentang identitas yang sebenarnya selain kepada Mae Ji. Alasannya hanya satu, Mae Ji adalah seorang kakak dari seorang aktor muda yang sama sekali tidak Yoo Hee ketahui siapa namja tersebut.

“Adikku akan masuk ke universitas ini juga, hem sebenarnya aku sedikit khawatir dia akan mengancam kehidupanku, pasti semua yeoja tergila-gila padanya.. ah menambah kesulitanku saja” Mae Ji mengeluarkan buku-buku pelajarannya dan beberapa alat tulis.

“Aku penasaran seperti apa adikmu itu? hemh apa dia lebih tampan dari Cho Kyuhyun-ku?” Yoo Hee memandang ke arah Mae Ji yang duduk di sebelahnya, dia menopang dagu dengan bolpoin yang sedang ia genggam.

“Nanti siang dia akan datang kesini untuk mendaftar, aku berjanji akan mengenalkanmu” Mae Ji mencubit pipi Yoo Hee gemas.

“Ne tapi kau tak pernah memberitahu siapa namanya, hemh..”

“Aigoo.. ggambak haetta!! Satu-satunya pin rahasia yang bisa ku beritahu padamu, dia itu bermain dalam produksi drama yang sama dengan Cho Kyuhyun.. tanpa sepengetahuan keluarga dia memutuskan pilihannya sendiri, dia memang tipe orang mandiri dan pekerja keras..”

Yoo Hee hanya mengangguk mendengar tutur kata yang Mae Ji ucapkan.

***

Yoo Hee berjalan sendirian menyusuri koridor kampus, dosen pengajarnya berhalangan masuk jadi Yoo Hee memutuskan hanya sekedar duduk di bangku taman dan melihat beberapa bayangan yang tampak berlalu lalang di hadapannya. Pikirannya teringat pada kata-kata Kyuhyun semalam yang membuat Yoo Hee semakin semangat. Sesekali Yoo Hee tersenyum dan memeletkan lidahnya menahan rasa gembira yang membuncah. Saat menggeledah tasnya ada hal yang membuat Yoo Hee bisa berpaling. Notebook kesayangannya.

“Neo gateun saramtteo eobseo..juwireul dulleobwado geujo geureoteohngeol, eodisseo chani..” Mulutnya terus bersenandung selama menunggu notebooknya melakukan proses booting. Bahkan Yoo Hee memakai foto Kyuhyun sebagai walpapernya.

“Kau harus berbangga Cho Kyuhyun karena memiliki istri sepertiku” Gumamnya nyaris tidak terdengar.

“Nuna?” suara itu, suara yang pernah ia dengar beberapa waktu lalu. Yoo Hee mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang berdiri di hadapan dia saat ini.

“Neo?”

Yoo Hee POV

“Nuna?” suara itu tiba-tiba saja masuk ke pendengaranku. Suara yang pernah aku dengar beberapa waktu lalu. Aku mengalihkan perhatianku saat mengamati beberapa folder yang terdapat di notebook-ku.

“Neo?” aku sangat kaget mendapati sosoknya. Hyun Jae kenapa dia bisa ada disini? Omoona..

“Kau mahasiswa disini?” tanyanya dengan tampang berbinar. Apa dia sedang senang sekarang? Jarang sekali aku melihatnya tersenyum.

“Ah Ne.. Annyeonghaseyo?” Sapaku seraya berdiri menghadapnya. Perasaanku sangat tidak nyaman, meskipun Kyuhyun tidak ada disini tapi tetap saja aku tidak ingin menimbulkan spekulasi lain di benak orang-orang yang melihat kami. Yah memang mereka tidak tahu aku istri dari seorang superstar seperti Cho Kyuhyun tapi setidaknya aku bisa menjaga nama baik diriku di depan Mae Ji.

Aku kembali duduk di bangku taman, perasaanku sangat canggung.

“Nuna bagaimana kabarmu? Sudah lumayan lama kita tidak bertemu.. semenjak kejadian kau dengan Cho Kyuhyun waktu itu kau tidak pernah ke lokasi syuting lagi dan terlebih sekarang syutingnya sudah selesai, yah kita jadi semakin jarang bertemu..” Dia ikut duduk di sebelahku. Aissh orang ini, ck.. dia bahkan tidak memakai sapaan sopan kepada Kyuhyun yang lebih tua 4 tahun darinya.

“Kenapa kau bisa ada disini?” aku tak mengalihkan perhatianku dari notebook, hanya untuk basa-basi karena aku tidak berani jika harus bertukar pandang dengan bocah ini.

“Aku baru saja mendaftar disini” jawabnya ringan. Oh jadi dia akan mendaftar disini.. eh..

“MWOYA??” aku terlonjak kaget mendengar jawabannya barusan dan langsung mengalihkan perhatianku padanya. Nyaris saja notebook kesayanganku ini terlempar.

“Kau terlihat sangat terkejut, waeyo?” Hyun Jae terheran melihatku bereaksi berlebihan.

“Andwae.. aku hanya ah animida.. sudah jam 4 dan aku harus segera pulang, annyeong” secepat mungkin aku memasukan notebook ke dalam tas kuliahku tanpa ku log out terlebih dulu. Aku mencoba mengalihkan topik pembicaraanku tapi terlalu sulit untuk mencari alasan ataupun menjelaskannya. Dia bahkan pernah secara terang-terangan menyatakan perasaannya padaku meskipun aku tidak menanggapinya tapi aku rasa dari kejadian itu aku langsung berjanji pada diriku sendiri untuk tidak bertemu dengannya lagi.

“Aku akan mengantarmu..” dia menarik lenganku kuat. Aku berusaha menghempaskannya tapi tidak bisa. Kenapa aku harus berurusan dengan namja ini lagi?

“Hyun Jae-a.. kau..” Perkataan Mae Ji terpotong saat melihat tangan Hyun Jae yang memegang tanganku erat.

“Kalian..” Sosok Mae Ji berdiri di hadapanku. Dia melihat Hyun Jae sedang memegang tanganku. Aissh kenapa aku bisa terjebak dalam situasi sulit seperti ini?

“Kalian sudah saling mengenal? Wah baguslah aku jadi tidak perlua mengenalkanmu padanya..” Ekspresi Mae Ji berubah menjadi berbinar. Aku menggaruk keningku bingung.

***

Kyuhyun’s POV

“Khyuhyun-a ada yang mencarimu” Bisik Eunhyuk tepat di sampingku. Aku yang sedang meneguk sebotol air mineral langsung menoleh ke arahnya dan menghentikan aktifitasku sejenak.

“Mwoeyo?” tanyaku dengan memasang tampang serius.

“Seorang yeoja cantik mencarimu, aissh aku lupa namanya..” Eunhyuk menggaruk kepalanya terlihat bingung. Aku hanya memicingkan mataku untuk waspada dalam mempercayai perkataan yang di keluarkan dari mulutnya.

“Aku tidak berbohong, dia benar-benar mencarimu” bantahnya sebelum aku sempat menuduhnya. Aku langsung melangkah keluar ruang latihan setelah merasa perkataannya barusan memang dapat dipercaya. Sekarang memang ada jadwal latihan dengan para member lainnya, meskipun jadwal di luar lumayan sedikit namun tetap saja kami tak memiliki waktu yang cukup luang hanya untuk sekedar menonton drama bersama. Aku terus menyeret langkahku menuju tempat yang di maksud oleh Eunhyuk dimana seseorang yang mencariku berada, bagaimana bisa seorang mencariku di sela-sela latihan seperti ini terlebih sekarang posisiku sedang berada di gedung latihan milik SM. Mungkin tanpa persetujuan dari pihak setempat seseorang yang berasal dari luar tidak bisa seenaknya menemui kami. Aku mulai memasuki sebuah ruangan, lumayan besar dan tertutup. Seorang yeoja dengan blouse berwarna putih abu abu sedang membelakangiku. Siapa dia? Aku tak pernah melihatnya. Aku terus melangkah mendekat dan tiba saatnya dia berbalik.

“Yoo Hye In?” mataku membulat sempurna saat mataku dapat menangkap bayangannya. Kenapa yeoja ini bisa ada disini? Apa dia sudah gila menemuiku secara sembunyi-sembunyi?

“Neo? Apa yang kau lakukan disini?” aku tak bisa melihatnya dlam waktu yang lama, aku benar-benar sudah muak dengannya. Bisa-bisanya setelah dia berhasil mencampakanku dan sekarang berani-beraninya menampakkan wajahnya kembali.

“Mulai sekarang kita akan sering bertemu oppa, karena aku dengan resmi di rekrut sebagai penyanyi oleh manajemen tempat kau bernaung selama ini..” Dia memasang senyum simpul, senyum yang dirasa penuh arti menurutku. Senyum yang sangat menyebalkan dan aku bersumpah tak ingin melihatnya lagi.

“Mwoya? Benarkah? Chukhaeyo.. dan aku harap kau bisa bersikap sebagai seorang profesional tanpa harus melibatkan masa lalu kita” Ucapku angkuh dan mulai berbalik untuk meninggalkannya. “aku harus kembali berlatih”tambahku. Dapat ku dengar derap langkahnya yang mngikuti langkahku sebelum aku berhasil keluar dari ruangan berukuran 6×8 itu.

“Oppa.. satu-satunya alasan aku kembali ke korea dan menerima tawaran ini adalah karena kau..” Langkahku tiba-tiba saja terhenti saat mendengar apa yang ia katakan.

“Aku harap kau bisa memaafkanku, aku akan melakukan apa saja untuk membuatmu memaafkanku dan mau membuka hatimu untukku..” dapat ku dengar dia mengatakan itu di tengah isakannya. Apa dia menangis sekarang? Aissh kenapa yeoja itu selalu saja menyusahkan?

“Aku akan melihat seberapa keras perjuanganmu..” Tandasku sedikit ragu. Baiklah dengan begitu aku bisa sedikit memberi pernyataan padanya bahwa aku tak akan pernah membuka hatiku untuknya sampai kapanpun.

***

Yoo Hee’s POV

Rumah Mae Ji benar-benar seperti istana, aku bisa bermain bola di halaman yang luasnya mungkin beberapa ratus meter. Aku terus mengedarkan pandanganku pada berbagai hal yang menarik perhatianku di taman yang berada tepat di samping rumah Mae Ji beserta keluarganya. Rumah yang begitu kokoh dengan beberapa hiasan patung indah yang terletak di seluruh sudut taman. Benar-benar rumah impian. Mae Ji dan Hyun Jae memaksaku untuk berkunjung ke rumahnya, sebelumnya aku sempat menolak ajakan mereka namun tidak bertahan lama karena Mae Ji terus memohon kepadaku. Pada akhirnya aku yang selalu mengalah pada orang-orang seperti itu, mungkin aku juga termasuk salah satu orang yang bisa dengan mudah di bohongi karena sifatku yang selalu tidak tega melihat siapapun.

“Nuna apa kau menyukainya?” Pertanyaannya sukses mengalihkan pandanganku.

“Ah Ne.. siapa yang tidak menyukai pemandangan seindah ini?” aku menarik sudut bibirku membentuk sebuah senyuman. Yoo Hyun Jae yang tak lain adalah adik dari Mae Ji, benar-bena tidak aku duga aku bisa bertemu kembali dengan dirinya. Meskipun tadi kami sempat canggung namun lama kelamaan setelah kami mengobrol banyak aku rasa aku bisa merasa sedikit nyaman. Dia adalah namja yang lumayan terbuka, begitupun Mae Ji. Walaupun aku belum terlalu lama mengetahui segala hal tentang dirinya namun dia adalah seorang yang memiliki kepribadian sangat baik. Aku manyukai itu.

“Kau memanggilku nuna tapi kenapa memanggil Cho Kyuhyun tanpa sapaan sopan sedikitpun? Dia itu kan jauh lebih tua darimu” ucapku seraya memainkan beberapa bunga yang tertata rapi di taman.

“Karena mentalnya itu belum matang..” otomatis perkataannya itu mengundang seluruh emosi berkumpuk di kepalaku. Kurang ajar sekali dia berbicara seperti itu tentang Cho Kyuhyun-ku.

“Mwo? Apa maksudmu Yoo Hyun Jae?” aku mencibir kesal, dia hanya menanggapinya dengan santai. Menyebalkan sekali.

“Ne lalu apa namanya jikalau memperlakukan seorang istri dengan sikap yang begitu kekanakan, dia itu harusnya menunjukan sifat sebagai figur suami yang baik..” woah dia bisa berbicara dengan tema untuk umur diatasnya. Ck contohlah dia Cho Kyuhyun. Dia menyerahkan secangkir cokelat hangat padaku.

“Gomwoyo..” ungkapku seraya menjulurkan tangan untuk menerima pemberiannya.

“Aku selalu mengawasimu nuna, entahlah setelah aku menyatakan perasaanku padamu aku merasa ingin selalu melindungimu..”

“Uhuk..” perkataannya membuatku tersedak.

“Uhuk..” aissh aku benar-benar terbatuk sekarang.

“Gwaenchanayo?” dia memumuku punggungku perlahan. aku bisa merasakan dia melakukannya sangat hati-hati.

“nan Gwaenchana..” aku menarik nafas panjang dan kembali meneguk setengah dari cokelat cair yang masih tersisa. Kenapa dia bisa sangat mengkhawatirkanku?

***

Cho Kyuhyun’s POV

Aku masih berada di dalam ruang berlatih dan waktu sudah menunjukan pukul 7 malam. Hari ini kami memang tidak memiliki aktifitas kecuali Leeteuk, Eunhyuk dan juga Shindong Hyung yang memenag memiliki jadwal di sebuah acara resmi mereka. Aku bersantai sejenak sambil meluruskan kedua kakiku untuk menghilangkan peluh yang sejak tadi sudah menyergapku. Pikiranku kembali tertuju pada masalah tadi, wajahnya tak pernah bisa sepenuhnya terhapus dalam ingatanku. Menyebalkan, kenapa di saat aku sudah memiliki arti dari sebuah kehidupan dia harus muncul kembali. Cerita ini seperti sudah direncanakan sebelumnya. Aku tak bisa menampik bahwa dia memag cantik tapi entahlah aku rasa Hye In yang dulu ku kenal jauh berbeda dengan Hye In sekarang. Aku membaringkan tubuhku dan mangatur posisi kepalaku menghadap langit-langit tempat ini.

“Oppa..” suara itu kembali masuk ke dalam pikiranku, aku bisa sangat jelas mendengarnya. Ya Tuhan bagaimana bisa ak menghapus dia seutuhnya jika dia harus kembali muncul di hadapanku terlebih sekarang dia sudah resmi menjadi keluarga baru manajemen kami.

“Oppa..” oke Hye In kau sukses membuat otakku merekam suaramu dengan jelas, aku memejamkan mataku tidak ingin mendengar suara itu lagi.

“Oppa apa kau tuli..” kali ini bukan seperti sebuah rekaman memori di otak melainan sangat nyata. Aku menoleh dan ku dapati yeoja itu sedang memandangku kesal.

“N..Neo???” aku sangat terkejut melihatnya berada di hadapanku secara tiba-tiba. Apa dia ini hantu selalu datang secara tak kuduga.

“Apa kau tak ada kegiatan sejak tadi hanya menggangguku” aku kembali memandang atap ruang ini dan Hye In ikut berbaring di sebelahku. Aissh apa yang dia lakukan..

“Kau belum makan sejak siang tadi aku sangat mengkhawatirkanmu maka dari itu aku datang kesini dan membawakan kau makanan.. terserah kau mau memaafkanku atau tidak tapi kau harus janji untuk memakan makanan yang aku bawakan, aku hanya tak ingin melihat kau sakit hanya karena kelelahan..” Aku menarik nafas panjang mendengar setiap kalimat yang ia ucapkan. Kenapa hatiku terasa sangat berat?

“Istriku sudah memasakanku makanan di rumah, aku harus segera pulang” aku mngalihkan topik pembicaraannya dan langsung bangkit untuk meraih tas ransel beserta kunci mobilku yang tergeletak di sudut ruangan.

“Apa kau sangat mencintai istrimu oppa?” dia mencengkram tanganku erat. Aku tak bisa menghempaskannya begitu saja. Dia memang wanita yang sangat baik, mungkin kepergiannya dulu karena terpaksa. Kenapa rencanaku tidak sesuai dengan apa yang ada di hatiku? Aku ingin membuatnya terluka tapi sungguh tidak bisa, meskipun Yoo Hee sudah mengisi hatiku tapi sungguh aku tak bisa menghapus Hye In begitu saja. Aku tak ingin dianggap sebagai seorang yang bimbang yang tidak bisa memutuskan pilihannya.

“Ya Aku sangat mencintainya.. dia adalah kehidupanku” jawabku yakin. Dapat kurasakan pegangannya yang mulai melonggar dan suara benturan kakinya dengan lantai kayu. Aku berbalik, ku dapati dia sedang menangkupkan kedua tangan di wajahnya dengan nafas terpotong dan isakan.

“Oppa.. aku tak percaya perasaanku padamu akan seerti ini, tapi aku benar-benar masih sangat mencintaimu, aku tak bisa melihat namja lain selain dirimu.. mianhae karena aku tak bisa menahan perasaanku ini oppa..perasaan yang sudah berlangsung selama 7 tahun, tidak mudah untuk menghapusnya oppa..” hanya satu yang terpintas di pikiranku, aku sangat ingin memeluknya. Aku benar-benar merasa bimbang sekarang. Aissh.. kenapa dia datang di saat yang tidak tepat?

“Hye In-a, bocah kelinciku” itulah panggilan sayangku padanya 7 tahun lalu.

“Oppa..” dia mendongak dengan berlinang air mata, dia langsung merentangkan tangannya untuk kemudian memelukku. Aku tak bisa menolaknya, aku hanya ingin menenangkannya.

“Oppa aku tidak menyangka kau bahkan masih mengingatnya” Ungkapnya dengan raut berbinar dan kembali melepaskan pelukan untukku. Aku menghembuskan nafas berat, tak terasa air mata menetes begitu saja meluncur di wajahku. Apa mungkin saat ini aku sedang mengkhianati Yoo Hee? Tentu saja tidak, aku hanya ingin semua berlalu dengan baik tanpa ada perselisihan sedikitpun.

Yoo Hee’s POV

Begitu tiba di rumah aku langsung berganti pakaian dan langsung melesat menuju tempat latihan Super Junior. Niatku yang semula ingin melihat para oppadeul berlatih dari awal kandas begitu saja saat aku sadari ternyata waktu sudah menunjukan pukul 7.30 malam saat aku tiba dirumah. Saat ini aku sedang menuju ke sebuah ruangan dimana biasa dipakai sebagai tempat latihan oleh oppadeul. Keadaan sudah lumayan gelap dan sepi karena hari ini gedung practice hanya dipakai untuk kegiatan Super Junior. Aku terus melihat ke kiri dan ke kanan mencari sosok Cho Kyuhyun. Aku sangat mengkhawatirkan dirinya setelah ku tahu ada seorang yeoja menemuinya siang tadi. Tapi siapa ya kira-kira yeoja itu? berani sekali dia mendekati Cho Kyuhyun-ku. aku juga membawakannya bekal makanan pasti akan sangat asyik jika kami makan bersama di tempat ini. Aku tiba disebuah ruangan dengan lampu yang masih menyala dan mataku menangkap dua orang yang sedang berpelukan. Siapa itu? seorang namja melepas pelukannya dan mengelus rambutnya perlahan.

“Mwoya?” aku langsung membungkam mulut dengan tangan sebelah kiriku. Benar-benar tidak bisa kupercaya, bukankah itu Cho Kyuhyun-ku? butiran air bening yang sudah terkumpul di pelupuk mataku jatuh tanpa ku perintah. Rasanya oksigen pun berubah menjadi benda padat sekarang sehingga tak bisa ku hirup. Tenggorokanku tercekat menahan tangis yang mungkin saja akan meluap. Sungguh hati ini sangat berat dan aku tak bisa menggerakan kakiku sedikitpun. Tempat bekal pun jatuh begitu saja membentur lantai dengan mulus. Saat dia menyadari diriku yang sedang berdiri tanpa berkedip menatap dirinya aku langsung berlari sekencang mungkin. Tidak peduli apakah dia mengejarku atau tidak. Pandanganku samar, aku tidak pernah merasa sesulit ini sebelumnya.

“Jlekk..” seseorang menangkapku dan menarikku ke dalam dekapannya. Memeluku sangat erat, aku menangis sesukaku disana. Aku tak bisa berpikir apapun hanya membutuhkan sebuah sandaran dan aku mamu meluapkan semua emosiku.

“Menangislah nuna..” dia semakin erat memelukku, aku tak bisa berkutik.

***

Huaah akhirnya jadi juga ni ff, sambil nunggu dream team yang disiarin Cuma sepotong di tv author berinisiatif untuk ngetik ni ff sambil mewek dengerin lagu yesung yang dinyanyiin di immortal song. Dan bisa selesai past dream team mulai, langsung jongkok deh di depan tv ga peduli laptop masih nyala. Ngeliat dua suami yang diajak ngobrol pake bahasa indonesia seneng banget deh ternyata apa yang author ajarin selama ini ga sia-sia. Bang kadir dan Eunhyuk sayang itu kan nama yang aku kasih buat kamu, ingat baik-baik yah *popo*

*Di lelepin ke dalem ember*

Hemh akhir-akhir ini author jarang bikin skinship antara YooHee dengan Kyuhyun mungkin di part selanjutnya kali yah atau mungkin di bikin PG, entahlah kita tunggu kejutan apa yang akan author buat untuk dua couple ini. Dan ternyata author sudah menamatkan kisah dari after story ini jadi tinggal di publish aja, berhubung author suka males kalo masalah publish-mempublish jadi kapanpun waktunya author ga nentuin (disini suka-suka author).

Bagi yang berharap ada NC maaaaaf  ya author belom bisa kabulin, sumpah saya beneran gabisa bikin alur NC tapi kalo yang nyerempet-nyerempet sih diusahain lah *PAKK!!!

*author kan masih polos, malah author ampe baca referensi lain dan akhirnya author putuskan ga bisa karena author ga mau menodai abang Kyu yang sudah ternoda *?* oleh tulisanku*

Karena ide yang semakin menumpuk untuk proyek ff selanjutnya jadi ff yang ini sudah author rampungkan sampe klimaks. Nah dan siapakah main cast di ff author selanjutnya? Liat aja nanti yah.. author juga minta doanya buat ujian saringan masuk PT hari selasa besok.

Gomawoyo *bungkuk 90 derajat*

*author kebanyakan cincong*

“Niga meorojinda meolli jeomi doenda boreul ddeji mothae, maeuman dwijjocha ddara ganda, naneun ajiginde byeonmyeongdo mothaeneunde, han bal mulleoseoseo goodbye, aju jamsiman nan goodbye” (dadah-dadah bareng Sung jong, L, Sungyeol, Hoya, Woohyun, Dong Woo ma Sungkyu)

*Reader: Ngeborong thor?*

Remember that : -Yang nulis ni ff adalah seorang ibu yang telah melahirkan 4 orang anak kembar milik Kim Jong Woon

Advertisements

35 comments on “KyuhyunYooHee after story (Lose my mind)

  1. Yeeey,, akhirnya muncul juga…
    *liat sekeliling* aq Komen pertama nih..? Asiikk… >.<
    Setelah penantian lama, ternyata kisah cinta KyuHee masih terus berlanjut…
    TBC.nya nyebelin.. bikin penasaran..
    yg meluk Yoo Hee tuh Hyun Jae y..?
    Wadoh, kok aq jdi lebih seneng Hyun Jae y dripada Kyuhyun *plak*
    Terusin Onnie…
    Lanjutannya ditunggu…
    Gomawo.. ^^

    • Maaf yah nunggu lama. aku juga gatau ini terusannya kaya bagimana. kerjaan si serlin tuh.

      Mwoya? lebih suka Hyunjae… ih jahat!!!
      YooHee hanya untuk Kyuhyun seorang, wakaka #PLAK

      Yauda Kyu ama aku aja mending *cium bolak balik*

  2. Uhuk..uhuk..

    4 anak?

    Aku udh dpt 10…
    Hahahaha

    hey eonni, yg neo mksd 2suami syp huh?

    Sayangkadir??
    Oh tdk bisaaa…
    Dia milikku. .
    Dia untukku. .
    Wkwkwk,.

    Aduh lg mewek pake bkin ff..pantesan aj si yoohee mewek jg..haha

    kyuhyun kyuhyun abang benges, jgn nyakitin org atuh bang..lupa ya kalo guw juga korban lo?
    Ahahaha..

    Hmm..aku mau tny dnk..ini ff authorny syp??
    #gubrak..

    Aku lupaaaa…

    Oia eonni..aku mau k anyer, ikut yuuukk..
    #tarik seser eonni… mksd 2suami syp huh?

    Sayangkadir??
    Oh tdk bisaaa…
    Dia milikku. .
    Dia untukku. .
    Wkwkwk,.

    Aduh lg mewek pake bkin ff..pantesan aj si yoohee mewek jg..haha

    kyuhyun kyuhyun abang benges, jgn nyakitin org atuh bang..lupa ya kalo guw juga korban lo?
    Ahahaha..

    Hmm..aku mau tny dnk..ini ff authorny syp??
    #gubrak..

    Aku lupaaaa…

    Oia eonni..aku mau k anyer, ikut yuuukk..
    #tarik seser eonni…

    • heh dirimu..
      apaan tuh 10 anak?
      aigoo..

      *gubrak!!*
      karena author ga narsis jadi nulis namanya pake huruf kecil, nah liat baik-baik itu di atas yah.. udah berapa lama baca ff ini.. *geleng geleng*

      berhubung suamiku lagi sibuk jadi ke anyernya entar aja buat honey moon ke 2 (tarik Sungmin)

  3. akhrnyaaaa setelahh nungguu ff niee , keluar jugaa skrg hehe..
    aigoo ~ ak gaq nyangkaa qlo yoohee bklnn lyadd kyu peyukk ce laenn huaaaa T.T * lohh koq jd ikutann mewek ? *
    tp koq hyunjae * bner gaq tulisannyaa ? hehe * bs tauu yoohee adaa disituu ? waaa dy ikutinn yoohee yaa ? ._. * gaqpntgbgdcomentyanqnie *
    cho kyu hyun teganyaa dirimuu padaa yoohee , kshnn dy udahh membawakann bekal utkmu tp dirimuu mlhnn hug dgnn yeojaa laenn hueee * nngs dipojokann brengg yoohee ? lohh (?) *
    ohh iyaa ak nungguu just believe me part 8 nie hehe , ditunggu lohh ff ituu , yanq nie jg dehh lanjutannyaa x]

    • wah terharu ada yang nungguin juga *nyeka aer mata pake saputangan donghae*
      Si Hyun Jae kan ceritanya tergila-gila banget ama YooHee, niatnya mau bikin Kyu cemburu eh malah Yoo Hee yang dijadiin nangis..
      Just Believe Me urusan admin Selly, Ditunggu aja ya..

  4. akhr nya lanjutan nya nongol juga ..

    Kyaaaa , itu si hyo in pake nangis segala siih jd aja si kyuhyun nya meluk . Huh nyebelin , kn yohee nya jd sedih .

    Eonnie aku tnggu lanjutan nya .
    Semangat eon buat ujian nya .
    Hwaiting 😀

    • iya setelah author bersemedi di lorong jepang akhirnya bisa publish juga..maklum ide mentok, haha
      iya kan ceritanya si Hye in nyari taktik biat bikin Kyu luluh, berhubung Kyu ga tegaan jadilah seperti ini..
      Gomawoyo buat semangatnya 🙂

    • Hem..
      4 anak kembar dari (baca KIM JONG WOON)
      2 anak laki-laki dari (baca CHO KYUHYUN)
      dan 1 anak perempuan dari (baca LEE HYUK JAE)
      (Digerek reader)

      wah gomawoyo
      pasti di lanjut kok 🙂

  5. nahh maksud aku yg ini FF Kyuhyunnya.. !!
    akhirnya di publish juga..

    coba yg jadi mantannya Kyu aku.. *ngarep*
    seenggaknya prnah ngrasaiin memiliki hati Kyuhyun.. perhatian Kyuhyun.. bibir Kyuhyun.. dan tubuh Kyuhyun (?) *mulut di bekep pake bibir Sungmin*

    LANJUT CHINGU!!!!!!!

  6. Suka….sukaaaa bgt ama crtanya…tp pas lg seru2nya malah TBC..aigo..sebel bnr..heheh..author publish segera ya ASAP… As soon as possible..okay..author daebak…

  7. Huh,pengen rasax tendang hyun jae ma hye in ke laut,gang9u rumah tangga orang aja,

    aq semalem jg jerit*tp dtutupin pke bantal* pas liat cuplikanx bang kadir ma maz sayang sblum iklan,abis dtayangin langsung ktawa ngakak tanpa suara*low bersuara alamat di lempar sendal ma bokap trus suruh matiin tv gara2 ktawa kunthi tengah malem kekeke*

    kta bkin bb super junior generasi 2 ya ntar,cz aq juga udah ngelairin 2 anak dr choi siwon*dlempar granat ma siwonest*

    • Tendang aja tuh ke laut, biar dimakan ikan kembung #SETRES

      Haha, aku juga ngakak tengah malem, pas liat mereka diwawancara fauzi. aigoo.

      kyaaa… hayu hayu. bikin Super Junior Junior. *ngayal*

  8. Ige Mwoya??
    Kyu kok g konsisten gitu sech..
    udah sama adik nya Hyun Jae aja…

    achhhh kesel ma Kyu jadinya..
    Ok! lanjutannya g pake lama ya…
    ok?
    Gomawo~

  9. mulai deh kyu bimbang, paling sbel nih klo yg bginian
    yah udh beres y ff ny, publisny yg cpt y thor
    hehehe
    ._.

  10. sbenernya yoohee kuliah dmn sich???
    sungkyuhwan apa noujoong university sich? *mia klo slah nyebutinnya y* hehehe
    absnya kynya nma universitasnya beda sama yang pertama disebutin…..
    heheheehe

    ya ampun kok mlah tambah nih konfliknya…
    tp mkin tambah seru….
    kyu knp kau bgtu sich sama yoohee….???

    ayo author jgn lama2 bkin klanjutannya…..

  11. it’s been a long time ya .. ahahah
    aku baru baca lgi ff ini .. ahahah telat XD
    author msh inget ga sma aku? *emng gw siapa?* ahahahahahahahah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s