Just Believe Me (Part 8 – END)

Kyuhyun’s POV

Aku masih mencerna setiap kalimat yang keluar dari mulut Yoobin. Demi Tuhan, semuanya yang dia katakana membuat memori di dalam otak ku terasa berputar. Kejadian yang telah kami lewati bersama, kini kembali terbayang di mataku. Kebersamaan yang terasa sangat manis dan menyenangkan. Aku dan Kim Yoobin. Apa yang terjadi pada diriku, apa yang sebenarnya ada di dalam fikiranku saat ini. Mengapa semuanya membuatku merasa tertarik kembali ke masa lalu.

Dia memintaku kembali padanya, dan memohon padaku untuk meninggalkan Sunghae. Jujur aku sama sekali tidak bisa jika dia memintaku untuk melepaskan Sunghae. Tapi perasaanku padanya, mengapa tiba-tiba jadi seperti ini. Kim Yoobin, apakah kau masih bisa mempengaruhi fikiranku seperti dulu. Apa aku telah menghianati Sunghae jika berbuat seperti ini.

“Mengapa kau tidak berbicara sejak tadi, kau marah padaku?”

“Aniyeo, gwencana”

“Tidak apa-apa bagaimana, bahkan seharian ini aku belum mendengar omelanmu. Lee Sunghae, kau ini kenapa? apa gara-gara Kim Yoobin”

“Hya, Cho Kyuhyun. Bwosun suriya? Aku tidak peduli dengan mantan kekasihmu itu”

“Oh rupanya kau sedang cemburu ya? kau cemburu karena Yoobin. Ayolah Lee Sunghae, ini bukan gayamu. Kau selalu bersikap tak peduli kan?”

“Yoobin oenni benar-benar cantik, sepertinya dia juga pintar dan pastinya lebih dewasa dariku. Aku bahkan hanya seorang siswa tingkat 3. Sangat  jauh bila dibandingkan dengannya”

“Iya dia memang cantik dan pintar. Tapi hanya kau, Lee Sunghae yang bisa membuatku bertekuk lutut, hanya kau yang bisa membuatku tergila-gila dan merindukanmu setiap hari”

“Sudahlah, kau tidak perlu susah payah menghafal kata-kata Dongahe oppa. aku tau pasti dia yang mengajarkanmu, mana mungkin kau bisa merangkai kata sebagus itu”

“Hya, itu karyaku sendiri. Kau tau aku sudah mulai bisa bersikap romantis sekarang. Mengapa kau tidak bisa menghargainya sama sekali”

Memori saat percakapan itu membuat aku kembali sadar sepenuhnya, setelah beberapa saat hampir saja aku mengalihkan perhatianku pada gadis yang sedang duduk tepat di hadapanku dengan mata sembap karena menangis.

“Maafkan aku, tidak seharusnya aku berada diantara kalian berdua”  Tiba-tiba suara itu muncul begitu saja sebelum aku sempat mengatakan hal apapun. Aku mendongakan kepalaku ketika menyadari suara itu tiba-tiba masuk ke dalam telingaku. Suara yang sudah sangat aku ingat dengan baik. Gadis yang selama lebih dari satu tahun ini menyandang status sebagai kekasihku.

“Sunghae –ah” Aku bangkit dari dudukanku dan menatapnya dengan heran, bagaimana bisa dia tiba-tiba berada di sini. Ya Tuhan apa yang ada di dalam benaknya ketika melihatku sedang berdua bersama Yoobin.

Aku bisa melihat cairan bening itu mengalir di pipinya, baiklah Cho Kyuhyun, kan benar-benar berengsek. Bahkan 2 gadis sekaligus kau buat menangis di waktu yang sama.

Kucoba meraih tangan kanannya namun dia segera menghindar sebelum tanganku menyentuhnya.  Dia bahkan menolak ku. Aigoo, apa yang harus aku lakukan sekarang?

“Lee Sunghae” Yoobin menatap Sunghae dengan bingung sembari mengusap air mata yang membasahi pipinya. Air mata mereka, aku bisa melihatnya dengan jelas. Kedua gadis itu menangis di hadapanku.

“Lee Sunghae, aku mohon aku bisa menjelaskannya” Aku meraih pergelangan tangannya dan mencengkramnya dengan erat, memastikan bahwa dia tidak akan bisa melepaskanku.

“Tidak ada yang perlu dijelaskan Cho Kyuhyun-ssi, semuanya sudah jelas. Aku sudah mendengar semuanya. akulah yang salah, aku menjadi penyebab semuanya. seharusnya kalian bisa bersama lagi jika tidak ada aku yang menjadi penghalang” Dia berbicara dengan suara bergetar yang membuat hatiku benar-benar sakit mendengarnya.

Aku tidak pernah melihat Sunghae se-emosi ini.  Dia benar-benar menangis di hadapanku, bahkan di tempat umum seperti ini.

Kulirik Soeun yang juga sedang merasa kebingungan, namun yang pasti dia juga sedang memandang tajam ke arahku. Dapat aku lihat sorotan matanya yang seakan murka melihat kejadian di hadapannya. Soeun itu sahabat Sunghae, kurasa dia juga bisa merasakan apa yang Sunghae rasakan saat ini.

“Biar aku yang menjelakan” aku menoleh kea rah Yoobin yang tiba-tiba bangkit dari dudukannya. Dia kembali menyeka air mata di pipinya, menarik nafas dalam-dalam kemudian mulai berbicara.

“Kau benar Lee Sunghae. Semua yang kau katakan adalah benar. Jika tidak ada kau maka aku akan kembali bersama Oppa. Jika tidak ada kau maka hubungan kami akan baik-baik saja saat ini, ketika aku kembali dari Jepang maka hubunganku dan Kyuhyun Oppa akan seperti dulu lagi. Tapi kau telah merebut tempatku. Tempat yang seharusnya hanya menjadi miliku sejak 5 tahun yang lalu. Sekarang aku akan menuntutnya. KKu mohon, kembalikan semua yang seharusnya aku dapatkan”  Ujar Yoobin panjang lebar, suaranya cukup bisa didengar dengan jelas oleh beberapa pengunjung yang sedang berada di dalam restorant ini. Untungnya keadaan sedang tidak terlalu ramai, mungkin karena waktu makan siang sudah berlalu.

Aku sama sekali tidak menduga Yoobin bisa mengatakan hal itu, aku benar-benar kaget medengar semuanya. Bagaimana mungkin dia mengatakan semua itu pada Sunghae. Ini tidak seperti Kim Yoobin yang aku kenal. Dia bahkan selalu bersikap manis pada Sunghae, apa maksud semua sikapnya itu, huh?

“Keureso…  Jeongmal mianhamnida” Sunghae menatap tajam kearah Yoobin,  bukan tatapan tajam seperti biasnya, kali ini aku melihat ada ketidak relaan disana “Aku mengembalikan tempatmu, Kim Yoobin-ssi” Dia menghempaskan tanganku dengan sekuat tenaga hingga akhirnya cengkramanku terlepas begitu saja. Aku yang juga merasa sangat terkejut  tiba-tiba merasa lemas hingga kehilangan semua tenangaku.  Bahkan tidak ada suara appun yanga dapat keluar dari mulutku, rasanya lidahku tidak dapat digerakan sama sekali utnuk mengucapkan sesuatu. Pabo, kenapa kau hanya diam saja melihat hal ini Cho Kyuhyun.

“Kyuhyun oppa, aku tidak pernah menyangka kau akan berbuat seperti ini” Soeun menatap tajam ke arahku sebelum melangkahkan kakinya di belakang Sunghae. Aku hanya bisa terdiam tanpa menjawab apapun, hingga akhirnya kakiku benar-benar terasa lemas dan tidak dapat menopang tubuhku sendiri.

Aku mengacak rambutku dengan frustasi kemudian menglihkan perhatianku kearah Yoobin yang sedang memperhatikan tingkahku saat ini, sama sekali tidak ada rasa bersalah atau penyesalan dari raut wajahnya, dia benar-benar serius dengan ucapannya.

Lalu bagaimana dengan perasaanku, bagaimana dengan perasaanku pada Sunghaa? apa aku akan membiarkannya pergi begitu saja, apa aku akan melepaskannya dan kembali bersama Yoobin. Ya tuhan, rasanya aku ingin sekali membenturkan kepalaku ke tembok saat ini juga.

“Oppa, apa kau sudah tidak mencintaiku lagi, huh? Kau sudah melupakanku sepenuhnya? Tidak ada perasaan apapun lagi untuku?” Yoobin mengguncangkan bahuku berkali-kali tapi aku sama sekali tidak mengarahkan pandanganku padanya dan masih mentap kosong kearah lain. Aku bisa menyadari beberapa orang di dalam café ini memperhatikan kami sejak tadi. Akhirnya aku memutuskan untuk menarik Yoobin keluar dari sini, mencari tempat lain yang lebih nyaman untuk membicarakan hal ini.

***

Sunghae’s POV

“Pabo, Pabo… Lee Sunghae Pabo” aku memukul-mukul kepalaku sendiri dengan frustasi. Aku bahkan tidak berhenti meracau untuk memaki-maki diriku sendiri. Pasti terlihat sangat menyedihkan karena saat ini Soeun menatapku dengan tatapan nanar.

“Bodoh, Lee Sunghae. Kau benar-benar bodoh” Kku kembali menghantamkan kepalan tangan kananku ke kepala, air mataku terus saja mengalir tak tertahankan. Aku ini kenapa, apa yang salah denganku, aku bahkan sudah mengatakan akan melepaskannya, aku sudah mengembalikan dia pada seorang gadis yang memang seharusnya ada di sampingnya. Aku mengatakannya dengan penuh keyakinan, tapi kenapa sekarang aku menyesali semuanya, kenapa aku tiba-tiba merasa bahwa aku telah melakukan suatu kesalahan besar.

“Pabo……” Aku terus saja memaki diriku sendiri tanpa memperdulikan semuanya. Kali ini kami berdua seudah kembali ke rumah. Aku dan Soeun duduk bersebelahan di atas ranjang, dapat kulihat dia kebingungat melihatku tapi kemudian dia segera menariku ke dalam pelukannya. Aku sempat berontak tapi akhirnya terisak di dalam pelukannya.

“Geumane, Uljima”  Soeun mengelus rambutku dengan lembut di pelukannya. Aku tidak tahu apa lagi yang harus aku lakukan sekarang. Apa aku menyesali semuanya? entahkah aku hanya merasa jika aku melepaskannya, apa aku bisa melaksanakan hari-hariku seperti biasa. Apa aku bisa melewati hari-hariku tanpa Cho Kyuhyun.

“Aku tidak tahu apa aku bisa benar-benar melepaskannya. Soeun-ah, Oetokhaeji?”  Aku mengontrol semua emosiku dan kini mulai bisa tenang, masih terasa sedikit sesak di dadaku karena menangis sejak tadi.

“Sudahlah, kita tunggu saja apa keputusan Kyuhyun Oppa. Walaupun tadi kau sudah mengatakannya dengan tegas, tapi Oppa belum mengatakana apapun kan. Dia masih belum mengambil keputusan. Tenanglah, aku yakin pasti semuanya akan baik-baik saja” Soeun masih mengelus punggungku, tapi kemudian aku melepaskan pelukanku dan menyeka air mata di pipiku.

“Soeun-ah, aku ingin istirahat. Bisa kau tinggalkan aku sendirian?” Aku bangkit dari posisku dan berdiri di hadapannya, Soeun sedikit kebingungan tapi kemudian dia mengerti dengan keadaanku saat ini. Aku ingin sendiri sekarang.

“Em, aku mengerti. Kau tidak perlu menangis lagi. Tenang saja, oke” Soeun bangkit dari dudukannya dan mencengkram erat bahuku kemudian berjalan keluar dari kamarku.

***

Saat ini aku sendirian di dalam rumah. Oema dan appa masih belum pulang. Sungmin oppa masih sibuk di studio musik.

Kulangkahkan kakiku kedalam kamar mandi untuk membasuh wajahku yang sudah sangat tidak karuan. Aku menatap bayanganku sendiri di depan cermin, dapat kulihat mataku yang bengkak, hidungku bakan berubah jadi merah. Cho Kyuhyun, kau bisa mempengaruhi emosiku hingga seperti ini. Bagus.

Aku kembali duduk di atas ranjang setelah puas membasuh wajahku. Apa yang harus aku lakukan sekarang. Apa yang bisa membuat emosiku menjadi lebih baik. Aku harus melupakan sejenak masalah itu dan kembali seperti biasa. Oke Lee Sunghae, berhenti menangis dan sekarang saatnya bersenang-senang.

Hem…, ah benar. Taman hiburan pasti menyenangkan. Baiklah, aku akan berteriak sesuka hatiku di atas roller coaster atau hysteria.

Aku segera bersiap untuk berangkat. Pasti akan sangat aneh pergi ke taman hiburan seorang diri. Tapi aku tidak peduli, yang pasti sekarang aku hanya ingin berteriak keras.

Drrt… drrt…

Aku bisa mendengar suara dari getaran ponsel yang aku letakan begitu saja di atas meja.

“Oema…” Gumamku ketika melihat nama yang terlihat di layar ponselku.

“Yeobseo?” Suaraku masih sedikit serak, walaupun aku sudah mencoba untuk tetap terdengar seperti biasa tapi kurasa oema bisa menyadarinya.

“Sunghae-ah kenapa suaramu seperti itu? menangis?”  

“Oebso. Oema kapan pulang?”

“Itulah yang akan oema bicarakan. Malam ini kami akan pulang telat. Hubungi oppa-mu agar dia tidak pulang terlalu malam. Oema tidak bisa menghubunginya. Kau masih bersama Soeun?”

“Em, araseo”

“Baiklah, hati-hati dirumah”

“Eeeeem….”

Aku menekan tombol untuk mengakhiri panggilan kemudian mengirimkan pesan kepada Sungmin oppa. To : Sungmin Oppa

“Oppa, aku pergi ke taman hiburan.  Mungkin akan pulang malam. Oema dan appa juga akan pulang telat malam ini” 

 

Kyuhyun’s POV

Aku dan Yoobin sedang berada di dalam mobilku yang terparkir begitu saja di pinggir jalan. Setidaknya didalam sini bisa terhindar dari pandangan orang lain, walupun ada beberapa orang yang berlalu lalang tapi mereka tidak bisa melihat keberadaan kami karena kacanya yang gelap.

“Apa maksud semua perkataanmu?” Aku membuka pembicaraan setelah beberapa saat kami berdua sama-sama terdiam.

“Aku hanya mengatakan apa yang ingin aku katakan” ujarnya dengan suara yang nyaris tak terdengar

“Aku sudah mengatakan padamu, saat ini tidak ada gadis lain di dalam fikiranku kecuali Lee Sunghae” aku menoleh ke arahnya yang kali ini sedang memandangku.

“Tapi aku mencintaimu” balasnya dengan tegas, kini dia sudah berhenti menangis tapi nafasnya masih terdengar tidak teratur.

“Aku juga berfikir seperti itu, kau tau ketika kau datang kembali setelah lebih dari 5 tahun meninggalkanku. Kau tau bagaimana rasanya ketika melihatmu ada di depan mataku, bagaimana rasanya ketika kau berlari ke dalam pelukanku. Rasanya sangat menyenangkan, melihatmu kembali. Tapi perasaanku itu hanya sesaat. Setelah aku melihat matanya, ketika dia meneteskan air mata dan tanpa ragu mengatakan dia cemburu padamu. Sejak saat itu aku berjanji bahwa aku tidak akan pernah mengalihkan perhatianku darinya”

“Apa kau sudah melupakanmu. Melupakan semua perasaanmu padaku? Tidak ada sedikitpun?”

“Aku tidak pernah melupakanmu. Tapi satu hal yang bisa aku jawab dengan tegas. Aku sudah tidak mempunyai perasaan apapun lagi padamu, Yobin, maafkan aku”

“Tapi kau….” Dia menghentikan perkataannya sebelum dia selesai.

“Aku menyukaimu, sangat menyukaimu, aku bhakan tidak bisa melaksanakan hari-hariku dengan baik jika aku tidak melihatmu dan mendengarkan suaramu. Aku sangat merindukanmu setiap kau berada jauh dariku.…” sesaat aku menghentikan ucapanku dan menggenggam erat tangan kanannya.

“Karena itulah kembali padaku, ayo kita kembali seperti dulu. Saling menyayangi dan saling mencintai seperti dulu. Cho Kyuhyun dan Kim Yoobin. Kau berjanji akan mengubah margaku menjadi Cho, dan menyuruhku untuk menunggu selama 7 tahun lagi. Dan sekarang aku kembali padamu, 2 tahun kedepan margaku akan berubah menjadi Cho. Hem…. Cho Yoobin. Iya kan?” dia mulai antusias dengan senyum yang terus saja terlihat. Tapi kemudian aku meneruskan perkataanku yang belum selesai.

“Dengarkan aku.  Ya, semua yang aku katakan sebelumnya adalah benar.  Tapi idu dulu, itu semua masa lalu, aku merasakan semua  kebahagiaan bersamamu hanya masa lalu. Dan sekarang semuanya sudah berubah. Aku bisa menjalani hari-hariku tanpamu, tapi tidak jika tanpanya. Dia yang selama lebih dari 1 tahun ini menemaniku dan memberikan setiap kebahagiaan di dalam hari-hariku. Lee Sunghae, Tidak ada gadis manapun yang bisa mengalihkan perhatianku darinya. Sekalipun kau yang beberapa tahun lalu pernah menjadi pusat perhatianku. Maaf Kim Yoobin” Aku semakin mengeratkan genggamanku di tangannya saat dia mulai kembali menangis mendengar perkataanku.

“Kyuhyun Oppa”  Yoobin melepaskan genggamanku dan mulai terisak.  dia menutup wajahnya dengan kedua tangan menahan tangis yang terdengar semakin keras. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang, haruskah aku memeluknya untuk menenangkan tangisannya dan mengelus punggungnya agar dia berhenti menangis.

“Mianhae Yoobin-ah, jeongmal mianhae”  Akhirnya aku memberanikan diri mengulurkan tangan kananku untuk menariknya kedalam pelukanku.  Yah kurasa tidak ada salahnya melakukan ini, anggap saja ini terakhir kali aku memeluknya, karena aku tidak akan pernah melakukan hal ini pada gadis lain, selain Lee Sunghae.

Yoobin membenamkan kepalanya ke dadaku sedangkan tangan kananku mengelus kepalanya dengan lembut. Sesekali aku menepuk punggungnya agar dia berhenti menangis

“Oppa, aku tidak tahu apakah bisa menemukan seorang pria sepertimu”

“Pasti banyak pria yang lebih baik daripada aku, dan bisa menjagamu juga memperlakukanmu dengan baik. Sudahlah, aku tidak bisa melihatmu teus menangis seperti ini” Aku ini masih berperikemanusiaan. Walaupun sedikit merasa tidak nyaman tapi aku harus bisa menghentikannya menangis.

“Oppa, apa kau sangat mencintai  Sunghae. Apakah tidak ada lagi perasaan untuku walaupun hanya sedikit?”

“Minahamnida Kim Yoobin, sudahlah kau akan menyakiti dirimu sendiri jika terus membahas  hal itu.  sekarang menangislah sepuasnya di pelukanku, karena aku tidak akan melakukannya lagi”

***

Sunghae’s pov

Bus hijau yang aku naiki berhenti di shelter bus yang tepat berada di depan amusement park. Disini aku bisa menaiki berbagai wahana dan meluapkan semua emosiku. Sangat aneh memang pergi ke tempat ini seorang diri, tapi aku memang sedang ingin sendirian saat ini.

Pertama aku mengampiri roller coster. Sebelum mengantri aku membeli ice cream, untuk menyegarkan tenggorkanku karena hari ini cukup panas. Aku melirik jam tanganku, hem tepat pukul  17.00, berarti aku masih punya banyak waktu untuk bersenang-senang.

Aku menyesap ice ceream-ku sambil sesekali mengedarkan pandanganku ke sekeliling untuk memperhatikan keadaan. Perhatianku tertuju pada beberapa pasangan yang sedang berjalan sambil bergenggaman tangan.

“Cih…, kalian masih terlihat baik-baik saja sekarang. Tapi lihat saja nanti, kekasihmu yang tampan itu akan meninggalkanmu begitu saja”  gumamku dengan suara pelan, tapi kurasa seseorang yang mengantri di depanku bisa mendengarnya dengan jelas karena dia tiba-tiba menoleh ke arahku. Aku hanya menampakan wajah tak berdosa dan kembali menjilat ice cremaku.

Aku menaiki roller coaster dengan sangat puas. Aku berteriak kencang hingga menangis keras. Setelah turun aku kembali berjalan dan mencari sebuah tempat yang nyaman.

Setelah berjalan beberapa lama, akhirnya aku duduk di sebuah kursi yang terletak begitu saja. Kali ini aku kembali menangis dengan keras,seperti seorang balita yang kehilangan oema-nya. Beberapa orang yang berlalulalang memperhatikanku dengan tatapan bingung.  Mereka melirik ke arahku dan sesekali berbisik dengan orang disampingnya.

Aku sama sekali tidak memperdulikan semuanya, yang ada di fikiranku saat ini hanya memuaskan tangisanku dan setelah itu akan akan berhenti menangisi hal ini.

“Hei, jangan menangis di tempat umum seperti ini” Seorang pria menghampiriku dan menepuk pelan kepalaku yang masih tertunduk. Aku yang menyadarinya segera mengangkat kepalaku untuk melihat wajahnya.

“Kau….” Aku terkejut ketika menyadari seorang pria yang sedang berdiri di hadapanku ini. Dia yang tidak nyaman karena tatapanku akhirnya mengalihkan perhatian pada kamera yang melingkar di lehernya kemudian membetulkan lensa yang sebenarnya baik-baik saja.

“Ah….. em…. Ehm… hai, gadis mesum” Dia kembali mengangkat wajahnya dengan ragu, kemudian menunjukan cengiran lebarnya yang terlihat sangat menjijikan.

“Kim Kibum, kau?” aku bangkit dari posisiku dan berdiri sejajar dengannya.

“Dasar cengeng. Kau menangis di tempat umum seperti ini. Cih… tidak tahu malu. Ini tempat untuk bersenang-senang” aish, bocah ini selalu saja bersikap menyebalkan. Kenapa dia senang sekali mencari masalah denganku.

“Terserah aku akan melakukan apa saja. bukan urusanmu” aku mencibir kesal, tapi dia malah membalas dengan sebuah senyuman.

“Gadis aneh. Yasudah, lebih baik kau temani aku mengambil gambar. Kau juga suka memotret kan? Anggap saja kita sedang belajar sebelum perkuliahan dimulai” Bodoh, apa dia sedang demam apacada yang salah dengan otaknya, mengapa tiba-tiba menjadi baik seperti ini. Aku tidak menyangkan orang menyebalkan seperti dia bisa tersenyum semanis itu.

“Kim Kibum-ssi. Ada yang salah dengan otakmu huh? Kenapa kau bersikap seperti ini?” ujarku dengan penuh tanda Tanya.

“Aku tidak bisa bersikap kasar pada seorang gadis yang sedang menangis. Lagipula aku sudah lelah berdebat denganmu. Nanti kita akan menjadi teman sekelas, dan aku tidak ingin menjalin sebuah pertemanan yang penuh kebencian” Sebuah kalimat bijak yang pertama kali aku dengar dari mulutnya. Bagaimana bisa mengelurkan kalimat seperti itu. Terdnegar sangat meggelikan ketika masuk kedalam telingaku.

“Lalu?” tanyaku dengan nada tidak peduli hingga membuat dia sedikit kesal dan menghembuskan nafas berat. Kibum kembali memainkan lensa kameranya dan membetulkan tali yang melingkar di lehernya.

“Aish, aku sudah bilang. Aku sedang tidak ingin ribut denganmu. Ayo kita pergi untuk memotret. Disini terlalu banyak hal menarik yang harus diabadikan dengan kamera baruku ini” Aku memperhatikan setiap kata yang keluar dari mulutnya. Sebenarnya aku juga ingin sekali bermain dengan kamera, hanya saja aku tidak membawanya saat ini.

“Em… kurasa….” Aku masih membuka mulutku dan belum sempat menyelesaikan kalimat yang akan aku katakana. Tapi dia segera menarik tangan kananku dan menggenggamnya dengan erat.

“Khaja” Ujarnya dengan penuh semangat, kemudian dengan setengah berlari kami berdua segera menuju ke salah satu wahana. Aku terseret mengikuti setiap langkahnya yang besar.

Setelah beberapa saat kami berjalan akhirnya berhenti tepat di depan hysteria, sebuah wahana yang cukup menyeramkan. Aku memang sudah berencana untuk menaikinya, tapi setelah melihat beberapa orang yang terombang-ambing diatas akhirnya keberanianku hilang begitu saja.

“Naiklah” Dia berbicara tanpa menatap wajahku. Kali ini dia sibuk mengatur fokus kamera dalam genggamannya. Pria aneh, semudah itu dia menyuruhku untuk menaiki wahana menyeramkan ini. aku sendiri tidak yakin apa aku bisa turun dalam keadaan hidup.

“Aku takut” ujarku dengan suara pelan hampir tak terdengar. Tapi kemudian dia mendorong tubuhku hingga aku memasuki arena permainan itu.

“Ayolah, aku akan memotretmu dari sini” Kibum menepuk bahuku pelan kemudian kembali fokus dengan kameranya. Bodoh, dia mau memotret ekspresi ketakutanku di atas sana. Keterlaluan.

“Kau gila, aku tidak yakin bisa turun dalam keadaan hidup setelah terombang-ambing di atas sana” aku mencibir kesal sambil meremas tanganku sendiri karena gugup.

“Kau akan menjadi objek menarik untuku. Cepat naik” Akhirnya dia melangkah maju dan mendorong tubuhku hingga duduk tepat di kursi hysteria. Dia juga membantuku untuk menggunakan pengaman dan memastikannya terpasang dengan sempurna.

“Oke, siap. Berteriak sekencangnya, dan jika kau ingin menangis. Menangislah sepuasnya” Kibum tersenyum ringan kemudian melangkahkan kakinya mundur dari arena dan segera bersiap dengan kamera di tangannya.

Setelah beberapa saat hening, akhirnya aku naik ke atas kemudian dihempaskan secara tiba-tiba. Aigoo, rasanya jantungku masih melayang di udara.

“KYAAAAAAAAAA…………..” aku berteriak sekencangnya ketika hysteria menaiki puncak dan kembali turun dengan kecepatan tinggi. Kuakui dengan seperti ini maka rasa sesak di dadaku sedikit berkurang.

Si bodoh itu, dia malah asik dengan kameranya dan sibuk memotretku. Dasar bocah aneh, cepat sekali sikapnya berubah seperti itu padaku.

***

Kyuhyun’s POV

Aku memacu mobil dengan kecepatan tinggi. Sebelumnya aku mengantarkan Yoobin untuk pulang kerumah. Dia sudah jauh lebih tenang dari sebelumnya, sikapnya mulai melunak. Sedikit merasa bersalah karena aku membuatnya menangis, tapi apa boleh buat. Ini semua memang sudah seharusnya terjadi.

Kulirik jam tanganku dengan gusar. Tepat pukul 7 malam. Cukup lama aku dan Yoobin membicarakan banyak hal, hingga aku sedikit lupa dengan Sunghae yang juga telah aku sakiti hatinya.

Sekarang aku sedang dalam perjalanan menuju rumah Sunghae. Semoga saja dia mau membukakan pintu untuku, karena sejak kejadian itu dia tidak mau menjawab panggilanku dan juga membalas pesanku. Aku sudah tau sikapnya memang seperti itu, aish membuatku semakin frustasi saja.

Beberapa saat aku menikmati perjalanan akhirnya sampai di depan rumah Sunghae. Hem, apa dia mau membukakan pintu rumah untuku.

Ah benar, kenapa aku tidak menghubungi Sungmin Hyung untuk memantuku agar Sunghae mau mendengarkan penjelasanku.

Kurogoh ponsel di dalam saku Jeans-ku untuk menghubungi Sungmin Hyung. Semoga saja dia sedang ada di dalam rumah sehingga bisa membantuku untuk menyelesaikan semua masalah ini.

Aku mendekatkan ponsel itu ke telingaku hingga kemudian terdengar jawaban dari sebrang sana.

“Yeobseo”

“Ah, Hyung aku sedang berada di depan rumahmu sekarang. Bisa keluar?”

“Kyuhyun-ah, aku sedang tidak berada di rumah sekarang. Aku masih sibuk di studio music”

“Berarti hanya ada Sunghae sendirian di dalam rumah?”

“Aniyeo, Sunghae sedang pergi ke amusement park. Dia mengirimiku pesan. Memang dia tidak pergi bersamamu?”

“Hem, dia sedang tidak pergi bersamaku. Oke Hyung terimakasih”

“Ah, ne…”

Aku menekan tombol untuk mengakhiri panggilan kami. Yah, amusement park. Sedang apa dia disana? Mengapa pergi ke taman hiburan seperti itu hanya seorang diri. Lee Sunghae, jangan berbuat nekat hanya karena kau menyesali perbuatanmu. Bagaimana kalau tiba-tiba dia melompat dari hysteria atau menenggelamkan dirinya di kolam air. Hyaish, Cho Kyuhyun bodoh. Bagaimana mungkin dia berbuat seperti itu, haha, kenapa aku jadi ingin tertawa jika memikirkannya.

Segera aku memacu mobilku menuju amusement park. Yah , letaknya cukup jauh dari sini. Sebenarnya aku tidak yakin apakah bisa menemukannya di tempat yang sangat luas seperti itu. Apa salahnya mencoba, lagipula kurasa aku dan Gadis cerewet itu memang mempunyai komunikasi lain yang tidak dimiliki oleh pasangan lain. Aigoo, kenapa sejak tadi aku malah menjadi tidak hawatir setelah mendengar dia pergi ke taman hiburan. Aku yakin disana dia akan bersenang-senang, karena aku tau seperti apa sikap Lee Sunghae. Dia tidak mungkin menangis dan mengurung dirinya di dalam kamar.

***

Aku kembali menghubunginya, walaupun aku yakin dia pasti tidak akan menjawab panggilanku. Dan benar sana, yang aku dengar hanya nada tunggu panggilan yang sangat membosankan, sungguh, lebih baik aku mendengarkan dia berteriak dan memaki daripada mendengar nada tunggu menyebalkan itu.

“Aaaaah….” Aku menghembuskan nafas berat sebelum keluar dari mobilku. Kali ini aku sudah berada di amusement park. Dan yang membuat aku bingung adalah, harus darimana aku mulai mencarinya? Aigoo. Mungkin aku akan mati jika mengitari taman hiburan seluas ini.

Hum, apa aku harus memanggilnya melalui oprator, seperti balita hilang. Ah, tidak tidak. Jika seperti itu gadis itu pasti akan membunuhku.

Baiklah, akhirnya aku hanya berjalan tanpa arah. Di malam seperti ini memang terlihat sangat indah karena lampu-lampu yang berkelap-kelip di sekitarnya. Berbagai wahana juga menjadi lebih menarik.

Kruyuuuuuuk…..

Ah, mengapa perutku tidak bisa diajak kerja sama. Pantas saja sejak tadi rasanya sangat perih. Bahkan sekarang yadi bersuara seperti itu, kurasa cacing di dalam perutku sudah meronta-ronta.

Baiklah, untuk mengumpulkan energy aku rasa aku memang harus pergi ke tempat makan terlebih dahulu.

Aku memutuskan untuk mencari café terdekat dari sini.

“Yap, restoran Jajangmyeon” aku menjentikan jariku dan segera berlari menuju kesana. Akhirnya aku bisa menemukan makanan itu di termpat seperti ini.

***

Kulangkahkan kakiku masuk ke dalamnya. Hem, terlihat sepi. Hanya ada beberapa pasangan yang sedang duduk dan mengobrol. Aish, membuatku iri saja. Kenapa mereka berkencan disaat aku sedang mempunyai masalah dengan pacarku. Haha, pabo. Cho Kyuhyun kurasa kau mulai gila.

Aku mengedarkan pandangan ke sekeliling untuk mencari seorang pelayan dan memesan makananku. Tapi kemudian perhatianku tertuju pada sepasang kekasih yang sedang tertawa bersama, mereka berdua duduk tak jauh dari kursiku saat ini. Tapi dari sini aku hanya bisa melihat punggung mereka berdua saja, dan sesekali melihat dari samping karena mereka sedang sibuk memperhatikan sesuatu. Sang pria memgang kamera itu di tangannya, sedangkan gadis di sampingnya sedang memperhatikan kamera itu sambil sesekali tertawa ceria. Kurasa mereka sedang  melihat gambar yang mereka ambil sebelumnya. Ah, membuatku iri saja.

Bukannya memesan makanan, aku malah asik memperhatikan tingkah sepasang kekasih itu. Bukan karena aku iri, tapi sepertinya aku memang mengenal mereka berdua. Sialnya mataku tidak cukup jelas memandang wajahnya. Yah kurasa aku memang terlalu banyak bermain game, dan memaksa mataku untuk bekerja di depan layar laptop setiap hari.

Beberapa saat kemudian aku melihat mereka berdua bangkit dari posisinya, kurasa sudah selesai makan. tapi tunggu dulu.

“Lee Sunghae…” aku bergumam pelan ketika menyadari sang gadis sudah berbalik sambil membenarkan posisi tas selempangnya, dia juga membetulkan ikatan rambutnya. Lee Sunghae, akhirnya aku bisa menemukanmu disini tanpa harus mengitari amusement park seperti orang gila.

Tapi tunggu sebentar, siapa pria yang bersamanya itu. Kenapa dia bersama seorang pria. Sungmin Hyung mengatakan padaku bahwa adiknya yang cerewet itu hanya berangkat sendiri ke taman hiburan. Ah aku sudah tidak sabar untuk melihat wajahnya, tapi dia masih saja sibuk dengan kameranya.

“Kim…. Kibum?” Dia adalah sepupu Yoobin. Pertama dan terakhir kali aku bertemu dengannya saat di arena ice skating, dan sekarang aku bertemu dengannya disini, bersama kekasihku. Aish, apa yang mereka berdua lakukan. Berkencan?

Aku segera bangkit dari posisiku dan menghampiri mereka berdua yang masih berdiri diantara mejanya. Saat ini emosiku mulai memuncak, tapi aku sadar itu semua tidak penting karena aku harus menyelesaikan masalahku terlebih dahulu dengan Sunghae.

“Lee Sunghae” Ujarku dengan nada cukup tinggi, membuat mereka berdua terperangah kaget ketika menyadari kehadiranku secara tiba-tiba.

“Hyung… Kyuhyun Hyung”  Balas Kibum dengan suara tertahan. Kurasa bocah ini memang cerdas, dia bisa mengingat namaku padahal hanya pernah satu kali bertemu.

“Ada apa kau kesini. Sedang berkencan dengan pacar barumu?” Sunghae meliriku dengan tatapan yang sangat mengerikan. Dia mengangkat sudut bibirnya membentuk sebuah senyum yang membuatku merinding melihatnya.

“Ikut aku sekarang” Aku mengedikan kepalaku ke arahnya. Karena tidak ingin menjelaskannya di dalam sini dan mengganggu pelanggan lain, jadi aku ingin menjelaskannya di luar.

“Tidak mau. Aku masih ingin bersenang-senang di sini” Balasnya dengan nada tidak peduli. Dia bahkan tidak berani menatap mataku. Kulihat Kibum hanya dia melihat sikap kami, mungkin dia bingung dengan hal yang sedang terjadi di hadapannya saat ini.

“Ikut aku Lee Sunghae. Ada yang ingin aku bicarakan” Akhirnya aku mencengkram pergelangan tangan Sunghae agar dia mau mengikutiku. Tapi kemudian dia berontak dan berusaha melepaskannya.

“Lepaskan. Tidak ada yang peril dijelaskan” Dia masih berusaha melepaskan tanganku, hingga akhirnya kesabaranku habis dan menariknya keluar secara paksa. Beberapa saat aku melangkah, tiba-tiba aku tidak bisa menarik tubuhnya karena tertahan.

“Hyung” Ujar Kibum dengan suara tegas. Ternyata dia menarik tangan kiri Sunghae agar aku tidak bisa membawanya keluar. Bagus, gadis cerewet kurasa kau sudah mempunyai pria baru yang akan membelamu. Kau pikir aku akan membiarkannya, huh?

“Jangan tarik aku seperti ini” Akhirnya Sunghae kembali mengeluarkan suara setelah sebelumnya dia hanya melebarkan matanya ketikan Kibum mencengkram tangan kirinya.

“Kalian berdua, lepaskan aku” Lanjutnya dengan nada suara tegas. Hingga akhirnya aku dan Kibum melepaskan cengkraman kami di kedua tangannya.

“Kalian fikir aku manusia karet. Tarik seenaknya. Tanganku sakit” dia mengelus tangannya kemudian melanjutkan perkataannya “Kibum, terimakasih sudah menemaniku hari ini. Kurasa saatnya kita pulang sekarang” Sunghae tersenyum ramah kepada pria itu, membuat emosiku terasa naik tiba-tiba.

“Ah, hem. Baiklah. Terimakasih untuk hari ini” Balas Kibum dengan sedikit ragu. Aku hanya bisa diam melihat tingkah mereka berdua, tapi akhirnya Sunghae mengalihkan pandangannya padaku.

“Dan kau. Kurasa tidak ada ruginya jika mmebiarkanmu berbicara” Ujarnya kemudian berjalan mendahuluiku. Kibum masih berdiri di depan mejanya, kurasa dia masih bingung apa yang harus dilkukannya sekarang.

***

Mobilku terparkir tidak jauh dari restoran jajangmyeon itu, jadi aku memutuskan untuk mengobrol di dalam mobil agar terhindar dari pandangan orang yang berlalu lalang di tempat ini.

“Maafkan aku” Akhirnya aku memulai pembicaraan setelah beberapa saat kami berdua hanya terdiam dalam keheningan.

Aku menoleh ke arahnya yang hanya memfokuskan pandangan lurus ke depan, tanpa memandangku sama sekali.

“Aku sudah menjelaskan semua padanya. Aku sudah menyelesaikan masalahku dengannya. Jujur, sebelumnya perasaanku padamu sempat goyah. Aku tidak tau mengapa bisa seperti itu, ketika melihatnya kembali ke hadapanku rasanya sangat bahagia. Tapi semuanya hilang begitu saja, semua itu hanya perasaan sesaat. Karena setelah melihat matamu, ketika kau meneteskan air mata dan tanpa ragu mengatakan kau cemburu padanya. Sejak saat itu aku berjanji bahwa aku tidak akan pernah mengalihkan perhatianku darimu kan? Aku mengatakan padamu jika kau harus tetap percaya padaku kan?. Dan kau menjawab dengan yakin, jika kau tetap mempercayaiku”

Kali ini dia menoleh ke arahku. Kurasa hatinya mulai terbuka setelah mendengarkan penjelasanku.

“Aku hanya merasa jika aku telah mengambilmu darinya. Aku merasa bahwa kehadirankulah yang mengganggu kalian” Ujarnya dengan suara pelan. Aku tidak melihat air mata menetes ke pipinya. Mungkin gadis ini sudah puas menangis sejak siang tadi.

“Tidak ada yang salah. Aku dan Kim Yoobin, itu hanya masa lalu. Setelah dia pergi, aku kembali menata hatiku. Dan ketika itulah aku bertemu denganmu. Kau ingat kan ketika pertama kali kita bertemu? Karena sikapmu yang masa bodoh itu, kau jadi terlihat menarik di mataku. Sejak saat itu aku mulai menyukaimu. Dan kau sudah bisa menghapus semua bayangannya” Aku mengulurkan tangan kananku untuk mengenggam tangannya.

“Kita berdua sudah lebih dari satu tahun ini menjadi sepasang kekasih. Aku juga tidak ingin mengakhirinya begitu saja. Jujur aku tidak rela melepaskanmu”  Aku merasakan sesuatu yang membuncah di dadaku. Sungguh perkataannya itu terasa sangat indah mengalun di telingaku. Aku benar-benar merasa lega setelah mendengarkan ucapannya.

“Kumohon percayalah padaku. Seluruh perhatianku hanya terpusat padamu. Hanya kau objek paling menarik di mataku. Lee Sunghae, saranghanda”  Aku segera menariknya ke dalam dekapanku, dan memeluk tubuhnya dengan erat.

“Midoyo Cho Kyuhyun. Aku percaya padamu” Ujarnya tepat di telingaku. Dia semakin mengeratkan pelukannya padaku. Sedangkah aku mengelus punggungnya dengan lembut. Ah menyenangkan sekali rasanya mendekapnya seperti ini.

***

Masalahku dengan Sunghae akhirnya selesai. Sebelum mengantarkannya pulang, aku mampir ke sebuah restorant untuk makan malam karena perutku benar-benar sudah terasa perih.

Selesai dengan makan malamku. Aku kembali memacu mobil untuk mengantarkannya sampai kerumah.

“Jangan tidur terlalu malam. Aku tau kau sedang liburan. Tapi tetap saja kau harus menjaga kesehatanmu” Ujarku saat dia sedang sibuk membuka seat belt yang dia kenakan.

“Araseo, ahjuma…” Balasnya dengan nada mencibir.

“Hyais, kurangajar. Panggil aku oppa” Aku mendekatkan wajahku dan menujukan cengiran lebar yang membuat dia sedikit heran melihatku.

“Araseo, Kyuhyun…. oppa” Aigoo, kenapa kata itu terdengar aneh ketika keluar dari mulutnya.

“Cish, aneh. Kenapa kalimat itu terdengar tidak enak jika kau yang mengucapkannya”

“Oppa… Oppa… Oppa…” Dia mengulangi perkataannya, dan kali ini dengan nada mecibir yang terdengar menjijikan.

“Behenti memanggilku oppa dengan nada seperti itu”

“Kyuhyun oppa, saranghanda. Oppa… Kyuhyun oppa…op….”

“Berhenti berbicara atau aku akan menciumu, huh?” Spontan dia segera menutup mulutnya dengan kedua tangan. Matanya membesar setelah mendengar kalimat itu keluar dari mulutku. Haha terlihat sangat lucu.

Ah, akhirnya masalah kali ini selesai. Dan entah kenapa, semakin hari aku semakin menyukai gadis menyebalkan itu. Apa sebenarnya dia lakukan pandaku sampai seperti ini?

Lee Sunghae, kau tidak boleh pergi dari sampingku, karena aku tidak akan pernah melepaskanmu.

***

END

***

Yeyeye akhirnya tamat juga *lompat-lompat*

Setelah berjuang selama beberapa bulan untuk nulis cerita kopel yang satu ini. Akhirnya karena keabisan ide, aku memutuskan untuk mengakhirinya sampai disini. Mungkin nanti aku bisa bikin one shot kalo aku lagi kangen sama pasangat ababil ini. Semoga Readers ga bosen deh baca FF ancur aku ini.

Beneran ya, ternyata nulis itu ga gampang. Banyak banget godaan yang menghadang. Mulai dari Vidio Super Junior ataupun drama korea yang uda numpuk di tempat DVD aku tapi banyak banget yang belum ditonton. Dream High aja uda mau tayang, tapi aku masih belum menyentuh tuh DVD yang uda selama hampir 3 bulan ini tergeletak begitu saja di tempat koleksi DVD aku. Hadeh, bingung juga kan mau nulis FF atau nonton. Sebuah pilihan yang sangat sulit. Membuat aku dilanda dilemma dahsyat.

Sebenernya aku sekarang punya banyak banget waktu karena lagi liburan. Harusnya sih bisa nulis lebih banyak lagi, tapi aku malah gabisa ngatur waktunya. Liburannya aku banyak banget, kelewat banyak malah. Aku baru masuk kuliah lagi tanggal 12 September 2011, setelah menghabiskan masa liburan akhir semester nanti.

Masalah Oppa Saranghae, sebenernya aku uda nulis, tapi baru setengah #PLAK

Ide uda membajir deras di fikiranku, tapi males banget nulisnya, itu karena godaan yang uda aku sebutin di atas. Beneran deh, kalo lagi ga mood emang gamau banget nulis. Aigoo.

Aku minta maaf kalo nanti aku publish Oppa Saranghae di waktu yang melenceng dari yang sebelumnya uda aku janjikan. Chosungeo, jeongmal chosungeo.

Selain Oppa Saranghae, aku juga harus ngedit + nerusin Myctophobia, tuh kan uda ribet banget dah. Sabar nunggu yah Readers sayang. #Chu~

Yaah, Kyuhyun Sunghae couple udahan sampe sini. Terimakasih buat kalian yang uda ngikutin dari awal. Terimakasih juga atas kritik dan saran yang bikin melayang.

Kamsahamnida *bungkuk sampe tanah*

 

By : Ibu kandung dari anak-anak Cho Kyuhyun

Advertisements

36 comments on “Just Believe Me (Part 8 – END)

  1. Eonnii halmelonii…ko ga ada kisseu2nya sih??
    Aku ngarep itu ada eon…

    Sumpah dah ni ending bikin aku geli..hahaha, tapi pengen nangis juga..

    Dan kenapa suami aku key ada disitu juga?? Harusnya dia nganterin aku meriksa kandungan, bukan maen ke taman hiburan !!

    Aigoo, kyuhyun…harusnya dirimu mengejar diriku sajaa…hahahaha

    eh eonni..neo punya kaset Dream high??
    MAU PINJEEEMMM DONK..kalo beli sayang2 duit..
    Wkwkwkwk

    eh eh eh, apa2an itu Anak Cho Kyuhyun??
    EONNI ,, kyuhyun ga demen sama HALMELONI HALMELONI MACAM DIRIMUU TAU. .hahahahaha

    eh, ini part nguras bak mandi yaa…
    Hmm, udah tamat lagi…aku ga liat suami aku lagi doonkk..

    Yaaahh yeoboo..aku pasti rindu dirimuu….
    Huhuhuhu. . .

    Sekian komentar dari saya..ny.parkcholeeshinwoo..

    Dadaaaaaaahh….
    Muach..

    • Aigoo, ini commet apa curhatan? -.-

      MWO? MERIKSA KANDUNGAN?
      Kamu kan uda punya dangkoma, anak kamu sama Yesung oppa.

      Aku juga beli yang 1 disk doang, jelek gambarnya. ngebelain beli my princess yang 4 disk, dan itu juga belum ditonton. drama uda numpuk dari the president, athena, it’s ok dady’s daughter, mary me mary, paradise ranch, my princess, sama 49 days. aigoo, aku bingung mau nonton yang mana dulu.

      MWORAGO? EH RHEIZA AMALIA, KAMU BELUM NGERASAIN DITINDIH PANGGUNG SUPER SHOW 3?

      Tenang, aku sama serlin pasti bikin project baru sebagai tanda cinta pada suami bersama.

  2. Dongsaeng… Ayo publish ff yg lain juga. Eonni ampe lumutan nungguin kalian publish ff kalian. Ha6
    Untuk ff ini, ada after story nya lagi ga? Bagus soalnyat

  3. akhirnyaaa…
    ending juga nih ff, onnie..
    onnie, baby here with us nya kpan lanjut???
    udah jamuran nih nunggunya..
    myctophobia nya jgan lama lama ya onnie..
    okke???

    • Baby here with us tuh urusan Serlin. Myctophobia lagi aku benerin dulu ya. hadeh, pusing sendiri aku jadinya. gamau ngecewain readers, tapi malah kewalahan. aigoo.
      sabar selly sabar *elus dada*

  4. Kyaa eonni keren bgt, tapi tapi kok aku ga puas ya baca endingnya? Kyaa eonni tanggung jwb nih aku msih penasaran sm tuh ending. Eonni jebal jebal*gaya b1a4* bikin epilog nya yah yah? *puple eyes*

  5. hahaha ibu kandungg dr anakk ” chokyuhyun ? * ngakak gulingg ” brengg hae (?) * kidding * pletakkk ._.V
    finally keluar lanjutannyaa , tp it’s end >< ak udahh nunggu ff nie n akhrnyaa keluar hehe ^^
    hmm pngennyaa ditmbhinn perann kibum #abaikan
    hmm trs hubungann sungmin & soeun ? jadi yaa merekaa ? O.o

  6. ohh iyaa adaa coment yanq lupaa u,u
    x yoobin itu lohh ngmgmyaa koq gituu sihh sm sunghae , ihh gaq sopann >< knpaa yaa ? berasaa yanq jd sunghae mgqn yaa ak ? * jedeerrrrr lol * XD hehe * peace *

  7. kyaaaaaaa tamat .

    Ih itu si yoobin nyebelin bgt sih , untung aj si kyu ngga milih dia .
    Kasian deh :p

    kyuhyun dan sunghee memang tidak terpisahkan 😀

    eonnie d tnggu ff ff yg selanjut nya ^^

  8. sedih juga bacanya
    tapi akhir yang memuaskan..hhe

    yah kapan dong oppa saranghae nya dipublish..ku nunggu banget lho..hhe

  9. Wahhh akhirnya dah selesei,

    Akhirnya si Kyu sama Sunghae, hore!!
    aku kira si Key bkl jdi orang ke3. Tpi ternyata enggak, sukurdeh.

    Terbang ke cerita lain^..^g ke3. Tpi ternyata enggak, sukurdeh.

    Terbang ke cerita lain^..^

  10. akhir’y slese jg salah paham mereka yaaaaa
    alhamdulillah sesuattu,,:D:D
    ni dr awal ampe akhir bgni ampe da yoobin yg mnta balikan kyu ma sunghae gk da romantis2’y yaaa,,,pdahal da orng ke3 gt brusaha nggoyahin cinta mreka,,
    kirain key mu jd orng ke 3 jg kyak yoobin,,tp egk diiinngg cuma comeo ajjaahhh :D:D

    keren keren,,bagus min ff’y ^_^

  11. anyong eoni, ni aq azizah yg crwet d twitter.. kk~gtok’
    dr part you only my boy,babe ampe just believe me,, bnrn, asli dh.! ni ff bkin ngoyak2 (?)prasaan ja, dr mesem2~ckikan~ngakak~ampe brgalau ria gra2 ntu tingkah couple kyu+sunghae.. adeuuh bnr2 dh, , eoni kreen ngegambrn tkohny feel ny dpt bgt,, daebak eoni !… mian eon, smuany aq komen dsini, mdh2n bsa kpost ni coment.. 🙂 (lrik hp aq)

  12. anyong eoni, ni aq azizah yg crwet d twitter.. kk~gtok’
    dr part you only my boy,babe ampe just believe me,, bnrn, asli dh.! ni ff bkin ngoyak2 (?)prasaan ja, dr mesem2~ckikan~ngakak~ampe brgalau ria gra2 ntu tingkah couple kyu+sunghae.. adeuuh bnr2 dh, , eoni kreen ngegambrn tkohny feel ny dpt bgt,, daebak eoni !… mian eon, smuany aq komen dsini, mdh2n bsa kpost ni coment.. 🙂 (lrik hp aq yg mlang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s