Myctophobia 3rd Story : Love Contract


….Babtols Restaurant Hongdae….

Jongwon’s POV

“Jadilah pacarku”

Kalimat itu keluar begitu saja dari dalam mulutku. Hal terkonyol yang pernah aku katakan. Setelah kejadian kemarin, kurasa aku memang sudah kehilangan akal sehatku. Hyorin Nuna yang membuatku menjadi gila seperti ini. Jika aku tidak ingin membuktikan padanya jika aku mempunyai seorang kekasih. Jika aku mengakui padanya bahwa hanya dialah wanita yang aku cintai hingga saat ini. Mungkin aku tidak perlu membuat keputusan diluar akal sehat seperti ini. Apa yang terjadi padaku saat inicentah ini suatu kesalahan, kebetulan, atau takdir. Yang pasti dia masuk kedalam hidupku diwaktu yang sangat tepat.

Aku mencoba bersikap tenang dan memasang tampang tak peduli sembari membetulkan dasiku yang sedikit miring.

“MWORAGO?”

Dia membulatnya kedua matanya dengan tatapan tidak percaya. Kurasa dia benar-benar terkejut mendengar kalimat yang baru saja keluar dari mulutku. Pasti gadis ini beranggapan jika aku memang sudah gila. Yah aku memang sudah mulai gila sekarang. Tidak pernah terfikirkan apa yang akan terjadi pada hari-hariku selanjutnya.

“Kau tuli? Aku bilang, jadilah yeojacinggu-ku!”

Ku ulangi kembali perkataan yang terdengar menjijikan itu. Aku memberikan penekanan di setiap kalimatnya. Aneh, aku dengar dia adalah gadis yang sangat pintar, tapi otak-nya tidak dapat menangkap dengan cepat. Aigoo, siapa yang mengatakannya pintar, huh? Kurasa orang itu juga sama tidak warasnya dengan gadis ini.

“SHIREOH…”

Balasnya dengan nada tinggi yang cukup memekakan telingaku sendiri. Aish, berani sekali dia menolak permintaanku. Aku ini adalah atasannya. Aku pemilik restorant tempatnya bekerja, tapi dia berani bersikap kurangajar padaku.

“Hanya pura-pura saja. Aku hanya butuh status dan pengakuan. Satu-satunya gadis yang bisa melakukannya adalah kau“

Aku berjalan memutari tubuhnya yang masih berdiri tegak. Kedua tangannya terkepal erat menahan emosi. Kurasa asap tebal akan segera keluar dari telinga dan hidungnya, ahahaha.

“Kenapa harus aku? Kenapa harus aku yang berpura-pura menjadi yeojacinggumu?”

Dia membalikan badannya menghadapku yang kini sedang berdiri di belakangnya. Aku duduk di kepala sofa yang tinggi, jadi posisiku tetap sejajar dengannya. Dapat kulihat dari matanya masih ada api yang menyala-nyala. Kurasa dia benar-benar sedang emosi.

“Karena Nuna melihatmu. Karena Hyorin Nuna datang tepat saat kau berada di dalam ruanganku. Karena aku dalam keadaan terdesak akhirnya aku melakukan sebuah hal gila denganmu, karena itulah hanya kau yang bisa berpura-pura menjadi yeojacingguku”

Jawabku dengan tegas. Dia mengerutkan dahinya dengan tatapan murka. Kulihat dia mengigit bibir bawahnya saat aku mengatakan sebuah kalimat yang mengingatkannya pada ciuman gila yang kami lakukan kemarin.

“Tapi kau yang melakukannya padaku. Kau yang menariku kemudian…. Argh. Dasar gila. Kau mau melibatkanku dalam masalahmu, huh?”

Gadis dihadapanku ini terlihat benar-benar kesal karena dia menghentakan kakinya berkali-kali hingga membuat sebuah bunyi ketukan keras dari sepatu high heels yang ia kenakan. Setiap hari aku melihat semua pegawai menggunakan seragam yang sama, tapi kenapa seragam itu terlihat sangat baik ketika dia yang mengenakannya. Kemeja putih dipadu dengan rok hitam pendek, dilengkapi dengan vest berwarna merah dengan logo restorant di belakangnya. Dia juga menggulung rambutnya kebelakang, tanpa menyisakan poninya sehingga wajahnya terlihat benar-benar bersinar. Aish, Kim Jongwon apa yang kau fikirkan.

“Karena kau datang di waktu yang sangat tepat. Jika waktu itu bukan kau yang mengantarkan amplop berisi berkas yang harus aku terima, maka bukan kau yang akan aku cium. Bukan kau yang harus berpura-pura menjadi yeojacingguku. Ini semua adalah suatu kebetulan yang sangat menguntungkan untukmu kan? Menyandang status sebagai yeojachinggu seorang Kim Jongwon. putra pertama dari staf kementrian Republik Korea dan pemilik Babtols Restaurant yang tersebar di seluruh Korea. Aku juga sudah mengatakan padanya kalau kau itu adalah yeojachinguku, itu sudah terlanjur. Jika aku sampai beralasan kita putus hari ini maka dia akan memandangku sebagai lelaki kurang ajar yang hanya mempermainkan pegawainya. Bos yang hanya memanfaatkan kesempatan terhadap pegawainya.Bagaimana, apa kau menyetujui permintaanku?”

Tanyaku dengan tegas. Aku sudah menjelaskan panjang lebar semua duduk permasalahannya sedetail mungkin, agar dia tidak banyak tanya dan segera meng-iya-kan  permintaanku. Jika dipikir-pikir semua yang terjadi diantara kami adalah sebuah kebetulan. Dia datang di saat yang tepat, sehingga membuatnya harus terlibat dalam permasalahanku. Menyedihkan sekali nasibnya.

“Kau fikir aku akan menerima tawaranmu begitu saja, setelah kau menjelaskan semuanya secara panjang lebar. Apa untungnya bagiku, berpura-pura menjadi yeojachinggumu? Yang ada aku bisa mati kesal karena harus menghadapimu setiap hari”

Ujarnya dengan nada angkuh yang mulai terdengar menyebalkan. Mau menolakku huh? Kau tidak mau melaksanakan apa yang aku inginkan?.Aish, Jinja.

“Jika kau tak mau menerima tawaranku, maka dengan terpaksa aku akan mengurungkan niatku untuk membayarkan hutang Song Jieun, sahabat baikmu itu. Dan dia akan mendekam di balik jeruji besi. Menangis setiap hari meratapi nasibnya yang menyedihkan”

Aku tersenyum licik saat mengatakan hal itu padanya, ahaha. Sebenarnya aku menyadari sikapku ini benar-benar keterlaluan, tapi apa boleh buat. Apapaun akan aku lakukan asal dia mau berpura-pura menjadi pacarku.

“Napeun namja. Kau benar-benar keterlaluan”

Dia menatapaku tajam dan terus memaki berkali-kali. Jujur, aku ingin tertawa ketika melihat ekspresinya saat ini. Dia itu terlalu imut dan tidak pantas memasang tampang seperti itu. Bukannya terlihat sadis dan menyeramkan tapi malah terlihat manis. Hyaish, Kim Jongwon kenapa sejak tadi kau malah terpesona padanya.

“Kau tidak mau menerima tawaranku. Baiklah, aku tidak akan memaksa. Kudengar kau dan Song Jieun tinggal dalam 1 flat yang sama. Yah, nikmatilah hari-hari berikutnya tanpa Song Jieun di sampingmu, karena dia akan tidur di ruang tahanan yang dingin dan lembab”

Aku mengubah cara bicaraku menjadi lebih meyakinkan. Tampang kesalnya kini mulai memudar, digantikan dengan ekspresi kecemasan dan sedikit kebingungan.

“Em…”

Beberapa saat dia terdiam mencoba merangkai kata yang akan keluar dari mulutnya, menarik nafas dalam-dalam dan akhirnya melanjutkan perkataannya

“Baiklah, aku melakukan apa yang yang kau inginkan. Tapi aku tegaskan sekali lagi. Kau harus membantu Jieun untuk melunasi hutangnya kepada Ahjusi itu”

Dia menghembuskan nafas berat dengan putus asa. Ahaha, akhirnya gadis ini bisa aku kalahkan. Kim Jongwon kau benar-benar hebat.

“Baguslah, kau mengambil keputusan yang sangat tepat nona Kim Shinyeong”

Aku berdiri tegak di hadapannya, kemudian menepuk bahunya pelan dengan tangan kananku. Dia menatapku garang saat menyadari tanganku menyentuh tubuhnya. Aigoo, apakah dia anti sekali dengan sentuhanku.

“Ya, tak ada lagi yang bisa aku lakukan selain menerima semua permintaanmu. SAJANGNIM”

Dia memajukan wajahnya mendekat ke arahku kemudian menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman merendahkan yang terlihat sangat menyebalkan

“Yasudah aku pamit” Lanjutnya sembari mengangkat tangan kanannya dan bersiap untuk berbalik meninggalkan ruanganku.

“Chakkaman..”

Aku mencengram bahunya dengan kuat, membuat dia berbalik dan memicingkan matanya dengan kesal. Melihat ekspresinya seperti itu aku segera menarik tangan kananku dari bahunya.

“Ada apa lagi?”

Tanyanya sembari merapihkan vest merah yang dikenakannya karena sedikit berantangkan akibat cengkramanku tadi.

Aku merogoh saku celanaku dan mengeluarkan kotak berwarna hitam yang selalu aku bawa kemanapun aku pergi.

“Pakai ini”

Aku menyodorkan benda itu ke hadapannya. Membuat dia terlihat penasaran dengan apa yang aku berikan itu.

“Ige mwoya?”

Dia menjulurkan tangan kananya untuk mengambil benda di tanganku. Kemudian membukanya secara perlahan.

Dapat aku lihat dia membulatkan matanya dengan sangat terkejut. Mulutnya menganga lebar seakan tak percaya dengan apa yang baru saja dilihat. Aigoo, dasar gadis matre. Matanya terlihat akan keluar ketika dia memandangii cincin berlian itu.

“Kau pakai itu saat kita bertemu dengan Hyorin-nuna nanti, dia akan datang kesini untuk berkenalan denganmu. Tapi dari sekarang kau harus tetap memakainya di jarimu. Karena mulai hari ini kau adalah yeojacingguku”

Ujarku sembari melangkahkan kaki menuju ke kursi kebesaranku. Aku duduk dengan menyandarkan punggungku dan menyilangkan kakiku dengan arrogant.

“Hyorin unni?”

Dia memutar tubuhnya menghadap ke arahku kemudian mengangkat alisnya dengan tatapan bingung. Bodoh, sudah berapa kali aku menyebutkan nama itu sejak tapi, tapi dia tidak mengingatnya sama sekali. Dasar gadis pikun.

“Aku tidak habis fikir. Bagaimana bisa kau mendapatkan beasiswa prestasi dan menjadi mahasiswa jenius di kampusmu. Kau bahkan tidak dapat mengingat hal kecil seperti itu. Kau ini pintar tapi pelupa dan juga ceroboh. Kau juga pembuat masalah. aku bingung bagaimana cara kerja otakmu, kurasa sarafnya memang sudah berantakan”

Aku mencibir kesal dengan penuh emosi. Aku menyilangkan tanganku di dada dan menatapnya dengan tatapan menjiikan. Aigoo, jangan sampai aku benar-benar jatuh cinta pada gadis gila ini.

“Hya, kau jangan bicara sembarangan. Aku ini memang terlahir dengan kemampuan diatas rata-rata. Aku hanya sedikit lupa ketika mendengar nama Hyorin unni. Aku bahkan tidak tahu mengapa kau sangat peduli padanya“

Dia mendongakan kepalanya menantangku. Aigoo karyawan tidak tahu diri berani-beraninya dia bersikap seperti itu padaku. Tidak ada yang berani mendongakan wajahnya dengan angkuh di depanku seperti itu.

“Baiklah, kau boleh keluar. Dan perjanjian kita sudah disepakati. Aku akan membayarkan hutang Song Jieun. Dan dia akan terbebas dari masalah”

Ujarku sembari membereskan beberapa kertas yang bertebaran di meja kerjaku. Tapi aku masih melihatnya berdiri tanpa menggerkan kakinya satu sentipun.

“Ada apa lagi?”

Aku memandang wajahnya yang masih menampakan wajah sombong tanpa ada rasa takut atau rasa hormat sedikitpun terhadapku.

“Aku butuh bukti tertulis sebagai persetujuan perjanjian ini, untuk berjaga-jaga jika suatu saat nanti kau akan menuntutku macam-macam”

Gadis itu melangkahkan kakinya mendekat ke arahku dan meletakan kedua tangannya di meja kerjaku. Aku hanya bisa terdiam dan menautkan kedua alisku dengan tatapn bingung. Aku tidak meyangka ada seorang gadis yang berani bersikap seperti in padaku. Whoa, gadis ini cukup menarik. Kurasa beberapa kali aku memang terpesona dengan tingkahnya.

“Baiklah, aku akan membuatnya. Akan kuhubungi kau jika aku sudah menyelesaikan surat perjanjian itu”

“Oke. Jika kau sudah selesai, hubungi aku untuk menandatanganinya”

“Yasudah cepat keluar dari ruanganku. Aku tidak ingin wajahmu berada dalam jarak pandangku”

“Araseo, annyeong” Dia mengangkat tangan kirinya dengan tapan merendahkan.

Mwoya?  ‘anyeong’? aish, gila. Pantaskan seorang karyawan mengatakan hal tersebut.

“YAKK… aku ini atasanmu!!”

Aku bangkit dari posisiku dan menggebrak meja kerjaku dengan keras. Tapi dia tetap saja melangkah keluar tanpa menghiraukan teriakanku sama sekali. Beberapa saat kemudian aku melihat dia kembali membuka pintu ruanganku, menatapku dengan tatapan merendahkan kemudian menjulurkan lidahnya untuk meledekku.

Aigoo, gadis ini benar-benar berbeda dengan gadis kebanyakan.

“Fiuh…”

Aku mengehembuskan nafas berat setelah dia keluar dari ruanganku, Ahaha gadis itu lucu juga. Dia bisa membuat hidupku menjadi lebih menarik dari sebelumnya.

“Aish, pabo”

Aku memukul kepalaku sendiri untuk menghilangkan fikiran bodoh yang tiba-tiba berkecamuk di dalam otaku. Bagaimana mungkin aku menganggap gadis tidak tahu diri itu lucu.

***

Aku mengulurkan tangan kananku untuk menarik laci meja, kemudian mengambil 2 batu baterai kecil. Aku merogoh saku celanaku dan mengeluarkan sebuah senter kecil berwarna hitam yang selalu aku bawa kemanampun aku pergi. Aku mengganti baterai senter itu karena cahayanya sudah mulai redup.

“Kau harus tetap terang. Dan menemaniku dalam gelap, arachi”

Aku berbicara sendiri sembari membenarkan letak tutup baterai yang sedikit miring. Ah, kapan aku bisa berhenti membawa senter ini di sakuku. Sangat melelahkan rasanya tergantung pada sebuah benda mati ini.

***

Shinyeong’s POV

“Mwoya? Voucher makan?”

Dongho terlihat sangat antusias ketika aku mengatakan padanya mengenai voucher makan yang aku dapatkan kemarin. Dia itu adalah putra dari orang kaya dan voucher seperti ini sama sekali tidak berharga untuknya. Tapi dia akan sangat senang mendapat voucher makanan, karena pasti dia kan memberikannya padaku. Aku sendiri heran dengan anak ini, mengapa dia bisa bersikap begitu dewasa. Wajahnya itu sangat imut, dan sama sekali tidak pantas dengan sikap dewasanya. Walaupun terkadang dia memang sering bersikap kekanak-kanakan.

“Voucher makan seharga ₩ 40.000”

Balasku sembari memandangi voucher makan itu tanpa berkedip. Mataku berbinar dan senyum yang terus mengembang. Aku benar-benar senang mendapatkan voucher makan ini. Setidaknya, aku tidak perlu mengeluarkan uang untuk makan selama1 atau 2 minggu ini.

“Whoa.. nuna kau mendapatkannya darimana?”

Dia meraih voucher yang sedang aku pandangi. Kemudian membulak-baliknya dengan senyum sumringah yang terlihat sangat manis. Aku sangat suka dengan senyumnya. Karena matanya akan meghilang dan membentuk satu garis cekung. Tipe mata yang sama dengan Kim Sajangnim, ketika tersenyum mereka seakan menutup mata dengan sangat lucu. Aigoo bagaimana bisa aku membandingkan Dongho yang manis dengan Sajangnim yang mengerikan itu.

“Dari pria baik hati di mall kemarin, kau tahu dia berbelanja seharga lebih dari ₩ 400.000, ck.. kurasa dia benar-benar pria kaya”

“Jeongmalyo? Lalu akan kau gunakan untuk apa?”

“Tentu saja akan kutukarkan dengan sejumlah makanan, kau bayangkan saja dengan ₩ 40.000 aku bisa mendapatkan banyak sekali makanan”

Aku mulai membayangkan semua makanan yang sangat aku inginkan. Hem, pasti beberapa hari kedepan aku akan memakan makanan yang sangat layak dan bergiizi, karena biasanya aku hanya memakan ramen atau membeli jajangmyeon. Yang menatapnya saja sudah membuatku merasa sangat bosan.

Saat ini adalah waktu istirahat. Kami para karyawan bergantian untuk beristirahat. Karena restoran tetap menerima pelanggan. Jadi setiap karyawan diberikan waktu 1 jam untuk makan malam dan meregangkan otot-otot yang sudah kaku.

Waktu istirahat terbagi menjadi dua. Jam 17.00 dan jam 18.00. Setiap hari kami bertukar jadwal, jadi antara semua karyawan pasti bisa menikmati istirahat lebih dulu atau belakangan.

Waktu istirahat adalah yang paling dinantikan oleh setiap karyawan karena saat inilah kami bisa berkumpul dan mengobrol bersama. Jika sedang bekerja kami sama sekali tidak diizinkan untuk berkomunikasi satu sama lain kecuali itu menyangkut kepentingan pelanggan. Sebuah peraturan yang sangat baik tapi anehnya banyak sekali karyawan yang tidak menggubris peraturan itu dan terus saja bersikap seenaknya.

Aku masih berbincang bersama Dongho. Dia sangat antusias menceritakan mengenai kuliahnya dan juga teman-teman sekelasnya yang memang 1 tahun diatasnya. Seharusnya sekarang Dongho masih duduk di bangku SMA tapi karena dia sangat pintar akhirnya berhasil mengikuti program akselerasi. Dia melewati tingkat tiga di sekolah tinggi dan langsung berlajar di universitas bersama mahasiswa yang seharusnya menjadi senior. Aish, benar-benar keren.

“Yeongi-a kotak apa yang kau bawa saat keluar dari ruang sajangnim tadi?”

Aku terbatuk karena tersedak air ludahku sendiri saat Ji Eun mengajukan sebuah pertanyaan yang sangat mengejutkan. Aku ingat ketika berbincang di ruangan Sajangnim, Jieun pergi keluar untuk meninggalkan kami berdua. Tapi kemudian ketika aku kembali, aku masih membawa kotak cincin itu dalam genggamanku.

“Ah aniyo, hanya kotak kosong dan sajangnim menyuruhku untuk membuangnya”

Aku mencoba membuat ekspresiku setenang mungkin. Jangan sampai aku terlihat gugup atau ketakutan seakan-akan menyembunyikan sesuatu. Aku masih belum bisa menceritakan masalah ini kepada Jieun. Bagaimanapun juga hal ini meyangkut masalah pribadinya. Jika aku mengatakan, aku melakukan semua hal ini untuk menyelamatkannya, pasti dia akan merasa tidak nyaman. Aku akan mencari waktu yang tepat untuk menceritakan semua yang terjadi.

“Lalu apa yang kalian bicarakan di ruangan sajangnim?”

Dongho terlihat penasaran dan ikut terlibat dalam pembicaraan kami

“Kami hanya membicarakan penyelesaian masalah tadi”

Jawabku sembari tertawa risih.

“Jadi kalau begitu kau sudah menemukan titik tengah untuk penyelesaiannya? Apa Jieun nuna sudah bisa terbebas dari ahjusi yang menagih uangnya itu?” Tanyanya lagi. Kenapa bocah imut ini masih saja ingin tahu mengenai hal itu.

“Em. Semuanya sudah selesai. Sajangnim berjanji akan membantu Jieun untuk melunasi hutangnya. Dia hanya mengatakan agar Jieun tidak mengulangi kesalahan yang sama” Jelasku panjang lebar.

Aku akan menceritakan kebenaran ketika waktunya sudah tepat karena aku sendiri masih sanaat syok dengan apa yang terjadi hari ini. Aku akan menjadi pacar pura-pura dari pemilik babtols restorant yang tersebar di seluruh penjuru Korea dan juga seorang putra dari staf kementrian Republik Korea, aigoo.

“Jinjayo? Semudah itu?”

Pertanyaan demi pertanyaan terus terlontar dari mulutnya. Aigoo kenapa dia ingin tahu sekali.

“Hem”

Aku hanya mengangguk berkali-kali sembari menyeka keringat di dahiku. Aish, mengapa tiba-tiba aku merasa panas seperti ini.

“Aigoo. Aku jadi semakin menyukai Sajagnim. Pria golongan AB yang sangat sempurna”

Jieun menangkupkan kedua tangan di pipinya. Matanya terlihat berbinar, walaupun masih sedikit sembap karena tadi dia menangis meraung-raung karena masalahnya.

“Pria golongan AB?”

Tanyaku dengan wajah penasaran. Sedangkan Dongho sibuk memutar bola matanya untuk menatapku dan Jieun bergantian.

“Yah, kau tidak tahu. Dia itu pria dengan golongan darah AB. Bisanya seseorang dengan golongan darah AB itu sangat unik bahkan cenderung aneh. Tapi dia begitu sempurna. Ya Tuhan, andai saja dia mau menjadikanku sebagai pacarnya”

Jieun berbicara dengan sangat antusias. Menjelaskan setiap hal yang sangat dia kagumi dari tuan Kim Jongwon itu. Andai saja dia tahu apa yang terjadi padaku di ruangannya itu. Andai saja dulu dia yang mengantarkan amplop ke ruang sialan itu. Andaikan dia yang mendapat ciuman itu. Pasti dialah yang benar-benar akan diminta Sajangnim untuk menajdi pacar pura-puranya. Aigoo, apakah ini takdir? Mengapa kebetulan sekali.

“Jangan bermimpi nuna. Dia putra salah satu staf kementrian Republik Korea. Tidak mungkin mengencani seorang karyawan sepertimu”

Ujar Dongho mencibir kemudian menjulurkan lidahnya untuk meledek Jieun. Aigoo, neomu kyeopta.

Pletak…

Sebuah jitakan mendarat manis di kepala bocah imut itu. Membuat dia meringis sambil menggosok rambutnya.

“Nuna appoyo” Lirihnya dengan suara pelan.

Aish, Shin Dongho, jika kau bukan dongsaengku, pasti aku sudah mengencanimu. Kau terlalu imut untuk dibiarkan begitu saja.

….Shinyeong’s Flat, Hongdae….

Shinyeong’s POV

Hari ini aku tidak berangkat ke kampus karena tidak ada jadwal kuliah. Setelah melaksanakan ujian akhir semester minggu lalu. Saat ini seharusnya kami memang memasuki liburan musim panas. Tapi karena berbagai macam hal yang harus dibereskan, jadi sekali-kali aku masih harus tetap pergi ke kampus.

Aku akan sangat senang jika pergi ke kampus. Apa lagi alasannya selain bisa menemui Jungso Sunbae. Akhir-akhir ini aku sama sekali tidak bisa menghubunginya, karena aku tidak memiliki ponsel lagi. Aku sedang mengumpulkan uang untuk membeli ponsel yang sama dengan ponsel yang aku hilangkan beberapa minggu yang lalu. Mungkin minggu depan uangku sudah terkumpul dan aku bisa membeli ponsel itu. Masalah nomernya. Aku bisa menghubungi operator untuk mengganti nomerku dengan nomer yang dulu.

Ini sudah jam 9 pagi sedangkan aku masih berbaring di atas ranjang sembari memperhatikan langit-langit flatku dengan tatapan kosong. Kenapa hidupku penuh dengan masalah. Minggu kemarin aku resmi menerima tawaran dari orang gila itu utuk berpura-pura menjadi pacarnya. Dan dia mengatakan bahwa akhir minggu ini dia akan mengenalkanku pada… ah siapa nama wanita itu. aku lupa.

Aku bangkit dari posisiku da berjalan menuju meja belajar. Kuulurkan tangan kananku untuk menarik gagang laci dan mengambil sebuah kotak di dalamnya. Aku duduk di atas kursi favoritku kemudian memandangi kotak hitam itu dengan tatapan nanar.

Cincin pemberian Kim Jongwon. Dia mengatakan padaku untuk mengenakan cincin ini tapi aku sama sekali belum mencobanya. Bagaimana aku bisa mengenakan sebuah cincin perak dengan permata mahal diatasnya. Aku tidak ingin seorang perampok mengikutiku dan akhirnya memotong jari  manisku untuk merampas cincin ini. Aigoo mengerikan.

“Fiuh..”

Aku menghembuskan nafas berat kemudian menyandarkan kepalaku ke kepala kursi. Aku kembali meletkan kotak hitam itu kedalam laci kemudian memijat dahiku yang tiba-tiba terasa berdenyut sakit.

“apa yang harus aku lakukan sekarang?”

Gumamku sembari terus saja memijat dahiku. Aku bekerja pukul 3 sore, dan sekarang baru jam 9. Berarti masih tersisa waktu selama 5 jam lagi sebelum aku berangkat. Aish, aku bahkan belum mandi sekarang. Kenapa rasanya malas sekali ketika liburan seperti ini.

Tok… tok… tok…

Tiba-tiba suara ketukan pintu membuatku sedikit kaget. Eh siapa itu? sebelumnya tidak ada yang datang berkunjung ke flat kami. Orang tuaku atau orang tua Jieun pasti akan menghubungi kami sebelum berkunjung ke sini. Lalu siapa itu? ah mungkin saja dia salah mengetuk pintu flat.

Aku melangkahkan kakiku dengan malas untuk membuka pintu. Kuulurkan tangan kananku untuk memutar kenop pintu secara perlahan.

“Nuguse….”

Ucapanku terputus ketika menyadari sosok itu sudah berdiri tepat di depan pintu flatku. Aish, bagaimana mungkin dia bisa tau tempat tinggalku. Dan untuk apa dia datang kesini?

“NEO??” Pekik-ku dengan suara tinggi. Seorang pria dengan tinggi kira-kira 180 sentimeter dan dibelakangnya ada 2 orang pria berseragam hitam dengan tubuh lebih tegap darinya. Kim Jongwon. Dia hanya menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman, senyuman menyebalkan menurutku. Aku menggertakan gigiku penuh emosi. Memandang tajam ke arahnya yang sibuk mendongakan kepalanya untuk mencari tahu isi flatku. Aku masih berdiri tepat di depannya tanpa merubah posisiku sedikitpun.

“APA YANG KAU LAKUKAN DISINIIIIIIIII?”

Teriaku dengan volume tinggi membuat dia menutup kedua telingannya sembari meringis dengan kesal.

“AWAS!” dia mendorongku ke samping dengan kasar hingga tubuhku membentur pintu lumayan keras. Apa seperti ini dia memperlakukan wanita? Pantas saja nuna-nya itu tidak mau meliriknya untuk menjadikan kekasih.

“YAK!” aku meneriakinya yang sudah berlalu masuk ke dalam flatku. Aigoo, dia bahkan tidak membuka sepatu hitam mengkilatnya itu.

….Seoul University….

Author’s POV

“Song Jieun-shi”

Jieun menoleh saat menyadari teriakan seseorang yang memanggil namanya. Dia segera membalikan tubuhnya dan membungkuk sopan saat menyadari pria itu menghampirinya.

“Ah Sunbae-nim Annyeonghasimika” Sapa Jieun Ramah.

Dia kembali membungkukan badannya sesopan mungkin kepada dosen muda kharismatik yang menjadi idola setiap mahasiswi di Seoul University. Park Jungso, slah satu staf dosen yang bekerja di Seoul University untuk menggantikan professor Lee mengajar.

“Shinyeong tidak masuk hari ini?”

Jungso memulai pembicaraan sembari melangkahkan kakinya menyusi koridor, ditemani Jieun yang melangkahkan kaki sejajar di sampingnya. Beberapa mata memperhatikan mereka dengan tatapan iri. Tidak ada satu gadispun yang bisa menolak pesona dari dosen muda itu. Dia sangat baik dan sopan. Pria dengan wawasan luas, yang membuat dia terlihat sangat berbeda dari pria lainnya. Senyumnya selalu mengembang setiap dia berpapasan dengan siapapun. Rambut pendek berwarna coklat gelap yang sangat cocok dengan warna kulitnya membuat pria ini menjadi semakin terlihat tampan. Cara bebicaranya benar-benar membuat siapapun akan senang jika berbincang dengannya. Park jungsoo, satu-satunya pria yang bisa menarik perhatian seorang Kim Shinyeong.

“Ne Sunbae, hari ini dia tidak ada jdwal kuliah. Ada yang ingin kau sampaikan? Tumben sekali kau menanyakannya, biasanya Shinyeong yang sangat antusias ketika menanyakanmu. Ups…”

Jieun langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan. Untuk mencegah kalimat yang tidak seharusnya  dia ucapkan.

“Mworago?”

Jungsoo menghentikan langkahnya kemudian memiringkan kepalanya untuk menatap Jieun.

“Ah, eobsoyo. Aku hanya bercanda, Ahaha”

Jieun mencoba mengelak kemudian tertawa dengan nada yang sangat dipakasakan. Dia tidak ingin jika Jungsoo mengetau menganai perasaan Shinyeong padanya. Karena berkali-kali Shinyeong mengatakan padanya untuk menjaga rahasia ini. Shinyeong tidak ingin jika Jungsoo tau mengenai perasaannya maka sikap Jungso pada Shinyeong akan berubah. Dia tidak mau jika Jungsoo menolak perasannya dan menjauhi dirinya. Jieun sebagai sahabta Shinyeong, tahu betul apa yang dimaksud oleh orang yang paling disayanginya itu.

“Oh iya, Tolong katakan pada Shinyeong aku memintanya untuk pergi ke Namsan Tower lusa”

Ujar Jungso sembari melangkahkan kakinya kembali. Dia tersenyum ringan, membuat cekungan kecil di sudut salah satu bibirnya itu nampak manis.

“Ah, ne araseo” Jieun mengangguk berkali-kali dan balas tersenyum.

***

….Shinyeong’s Flat, Hongdae….

Shinyeong’s POV

“Sudah 2 jam kau ada disini apa kau belum berpikir untuk pergi sekarang juga?”

Protesku pada namja bodoh yang masih berdiam diri di hadapanku. Kedatangannya kesini hanya membuat kacau kehidupanku hari ini. Kim Jongwon itu terus saja mondar-mandir kesana-kemari. Sesekali dia berhenti di salah satu sudut ruangan dan memperhatikannya dengan tatapan jijik. Kadang dia berhenti di salah satu benda yang menurutnya menarik, seperti sebuah penggorengan, panci untuk merebus ramen, ataupun peralatan makan lainnya yang sudah usang.

Berkali-kali dia mengelap tangannya menggunakan tisu yang tergeletak di atas meja belajarku. Flat ini hanya berukuran 8 x 4, tanpa sekat yang memisahkan antara kamar ataupun dapur. Hanya kamar mandilah yang terpisah dan berada di samping dapur. Jadi ketika masuk ke dalam flatku maka semua  pemandangan akan terlihat, termasuk tempat tidur dan juga meja belajarku. Di tengah ruangan terdapat sebuah meja duduk dan 2 bantal yang selalu aku gunakan untuk makan bersama Jieun.

Ku lihat 2 orang bodyguard-nya sudah tidak kuat menopang tubuh mereka yang besar, karena sejak tadi mereka hanya diam berdiri di ambang pintu mengawasi atasannya ini. Mereka bahkan terlihat sangat mengantuk karena sesekali menguap dengan lemah. Kasihan sekali mereka. Pasti sangat mengerikan bertemu Kim Jongwon setiap hari.

“YAK…  kau duduklah, jangan sampai kalian pingsan disini, merepotkan saja!”

Perintahku dengan suara tinggi. mereka yang mendengarnya terlihat sangat senang dan langsung menuruti perkataanku.

“Andwae kembali berdiri, kalau kau masih ingin bekerja padaku”

Mendengar perkataan tuannya mereka kembali mengambil posisi seperti semula. Aigoo, makhluk macam apa yang tidak berprikemanusiaan seperti ini. Jieun bilang dia adalah pria golongan AB yang nyaris sempurna. Tapi aku sama sekali tidak bisa melihat kesempurnaanya.

“Cih kau memang selalu bersikap seenaknya pada siapapun” Sungutku sebal.

Dia tidak menggubrisnya sama sekali karena masih asik memainkan buku-buku miliku yang tergeletak begitu saja diatas meja belajar.

“Setelah kau tiba di restoran nanti langsung ke ruanganku, dan ingat jangan sampai kau menghilangkan Cincin milikku, jika sampai hilang tamatlah riwayatmu. Dan ada lagi, kedatanganku kemari adalah untuk menambah pengetahuanku tentang kehidupanmu jadi aku bisa  memiliki alasan untuk tidak menyukaimu.”

Terangnya sambil mengedarkan pandangan ke seluruh sudut flat sempit yang ku tinggali. Dia terlihat sangat jijik memandangnya.

“Terserah… jadi apa kau bisa pergi dari sini sekarang juga TUAN KIM JONG WOON YANG BERWIBAWA?”

Ujarku dengan nada meledek. Kedua bodyguard-nya terperangah kaget ketika mendengar perkataanku barusan. Seakan tidak mempercayai tindakanku yang irasional, bersikap kurang ajar pada tuannya.

“Ne, lagi pula jika aku berada dalam waktu lama disini semua kulitku akan mengelupas, bahkan ruangannya lebih sempit dari kandang anjing di rumahku”

Perkataannya itu disambut baik dengan kekehan dari kedua bodyguard-nya. Seketika itu juga aku langsung melesatkan tatapan tajamku pada mereka sehingga  membuat salah satu dari mereka menghentikan tawanya. Pria disebelahnya masih tertawa geli tapi temannya itu segera menepuk pundaknya kencang hingga akhirnya tawanya berhenti tiba-tiba. Aish, atasan dan bawahan sama-sama menyebalkan.

***

….Babtols Restaurant Hongdae….

Jongwon’s POV

Aku sudah berada dalam ruang kerjaku sekarang. Kulirik jam tangan mahal yang melingkar indah di lengan kananku. Tepat pukul 13.00, ternyata lama juga aku bermain-main di tempat itu. Aish bagaimana bisa aku meminta seorang Yeoja penuh dengan kekurangan untuk berpura-pura menjadi yeojachingguku. Seharusnya aku mengadakan seleksi terlebih dahulu. Di luar sana banyak sekali yang mengantri jadi pacarku, jauh lebih baik darinya.

Sayangnya semua sudah terlambat, entah ini suatu kesalahan, kebetulan, atau takdir. Yang pasti dia masuk kedalam hidupku diwaktu yang sangat tepat.

Ada satu hal yang membuatnya beda dari gadis lainnya yang pernah aku temui. Dia sama sekali tidak terpesona padaku. Aku tidak bisa membuatnya mengagumiku, dan menggilaiku seperti yeoja lain di luar sana. Dia itu sangat unik dan membuatku semakin penasaran. Ah mungkin karena dia memang tidak normal jadi dia hanya bisa menyukai namja aneh menyerupai sifatnya.

“Sajangnim apa malam ini kau jadi untuk mengumpulkan semua pegawai dan staf operasional?” Seungho membuyarkan pikiranku.

Eh? aku tidak mendengarnya mengetuk pintu. Biasanya semua yang akan masuk ke dalam ruanganku mereka mengetuk pintu terlebih dahulu untuk memperlihatkan kesopanannya pada atasan.

“Ah Ye, kumpulkan semua pegawai dan staf operasional kita akan membicarakan masalah yang sedang dihadapi restoran ini, aku ingin mereka ikut bekerja sama dalam mengatasinya. Tepat pukul 8 malam sebelum para pekerja part time menyelesaikan tugasnya”

Aku mulai mengubah posisi dudukku dan merapikan beberapa berkas yang berceceran di atas meja kerjaku. Semua ini sudah aku siapkan sejak kemarin, dan akan segera aku beritahukan kepada seluruh staf restorant ini.

“Ah ada lagi” Aku mengangkat wajahku untuk menatap Seungho kemudian melanjutkan perkataanku “Jika nanti ibuku menanyakan apakah hari ini aku pergi ke rumah sakit untuk menjalani terapi, maka kau katakana saja ‘iya’. Hari ini aku sangat sibuk jadi tidak akan sempat pergi ke rumah sakit untuk menemui dokter”

“Tapia pa anda tidak berniat untuk menjalankan salah satu diantara mungkin. JIka anda tidak mengikuti hipnoteraphy, mungkin anda bisa tetap berangkat untuk melakukan Neuro-Linguistic Programming atau Energi Psikologi. Walaupun anda sedang dalam jadwal yang sangat padat, tapi saya sarankan untuk tetap melakukan salah satu diantaranya, Sajangnim”

Dengan fasih, Seungho mengungkapkan beberapa terapi yang memang rutin aku jalani setiap hari. Aku menemui 3 dokter dalam satu hari, yah mungkin ini gila. Tapi semuanya aku lakukan agar aku bisa segera terbebas dari myctophobia.

“Araseo. Aku akan menyempatkan waktu untuk melakukan energy psikologi saja. Yang lainnya aku malas mengikuti. Besok baru aku akan menemui kedua psikolog lainnya” Jawabku dengan tegas, agar dia tidak membujuk-ku untuk melaksanakan ketiganya.

Energi psikologi sering disebut sebagai akupuntur emosional. Teori ini sudah ada sejak beberapa ribu tahun yang lalu. Studi ilmiah terbaru menunjukan bahwa terapi energy psikogi ini adalah yang paling efektif. Maka dari itu aku memilih untuk mendahulukan terapi ini dibanding yang lainnya.

“Ne sajangnim..”

Seungho membungkuk dengan segan dan berjalan keluar ruanganku. Aku rasa aku terlalu serius memikirkan masalah pribadiku ketimbang masalah yang terjadi pada restoranku ini. Jika terlalu sering aku memikirkannya maka restoran ini akan berakhir sia-sia, terlebih aku sudah membuang dana percuma sebesar ₩ 10.0000.000 hanya demi yeoja itu, kurasa aku memang sudah benar-benar gila.

***

Shinyeong POV

“Mulai sekarang kalian harus perhatikan pengadaan peralatan, perlengkapan, bahan mentah, proses pengolahan dan resep. Aku yang akan menentukan bahan apa yang akan dipakai untuk membuat menu. Tentunya bahan tersebut harus berkualitas.”

Dia berjalan mundar mandir sambil mengungkapkan beberapa narasi yang menurutku sangat keren. Kim Jongwon menggunakan setelan jas berwarna hitam, kemeja putih dan dasi berwarna biru cerah dengan garis putih. Sebuah kacamata melingkar dengan sempurna di wajahnya, membuat dia semakin terlihat berwibawa. Aish, Kim Shinyeong kurasa kau sudah gila.

Saat ini di sudut ruangan, sajangnim sedang melaksanakan sebuah pertemuan singkat untuk mendiskusikan mengenai perkembangan restorant. Dia mengumpulkan beberapa staf kecuali para pelayan seperti kami. Karena tidak ikut bergabung, jadi kami tetap fokus untuk menjamu pelanggan. Yah baguslah, akhirnya masalah management yang berantakan ini segera di tangani dengan baik. Semoga omset yang didapat Babtols Reataurant cabang Hongdae ini bisa meningkat.

Aku berdiri dibalik sebuah tiang besar yang menghalangi tubuhku agar tidak terlihat. Aku benar-benar penasaran dengan apa yang dia sampaikan, makanya aku menguping seperti ini.

“Restoran disini adalah satu-satunya yang memiliki kendala dari seluruh restoran milikku yang tersebar di korea”

“Cih dia mau pamer? Sombong sekali” Gumamku sambil terus memperhatikannya yang masih belum berhenti berargumentasi.

“Ada beberapa faktor yang harus kita atasi bersama baik itu internal maupun eksternal yang menimbulkan beberapa kendala seperti, Selera, keluhan pelanggan, masalah karyawan, pendanaan, penetapan harga, citra restoran, dan untuk lebih mengerti tentang resiko, sebab dan detail yang rumit tentang menjalankan restoran ini, setiap aspek dari bisnis dan operasional, kepuasan pelanggan, hubungan profit, ukuran sistem kendali, standarisasi.  Semuanya harus bisa di presentasikan sebagai entertain sehingga menarik perhatian siapa saja yang melihatnya. Aku akan tekankan terlebih dahulu tentang keterkaitan pelanggan dengan masalah ini karena merekalah objek utama dari omset yang akan dihasilkan. Maka dari itu aku sangat mengharapkan kerja sama kalian”

Whoaaaaaaah ternyata dia tidak sebodoh yang ku kira. Kalimatnya masuk ke dalam pendengaranku dengan sempurna. Dia dapat menyusun kata-kata itu menjadi kalimat yang sangat aktual dengan pendeskripsian begitu mendalam. Betul-betul sebuah konsep luar biasa yang baru aku dengar dari seorang CEO. Kurasa pria ini memiliki sisi menarik.

“Nuna kau sedang apa?”

Aku segera berbalik  setelah mendengar suaranya di belakangku.

“Kenapa kau mengendap endap seperti pencuri?”

Ujar Dongho sembari menjijitkan kakinya untuk melihat apa yang sedang aku lihat saat ini. Aigoo, bocah ini kenapa selalu ada di sekitarku.

“Aniyo aku hanya mendengarkan apa yang sedang di bicarakan sajangnim”

Jawabku kikuk, kemudian merapikan poni rambutku yang sedikit berantakan karena terlalu semangat memperhatikannya disana.

“Seharusnya kau menjepitnya ke belakang, nuna”

Dongho menjulurkan tangan kanannya untuk menyingkap Poni yang menghalangi pandanganku. Whoooooa, bocah imut ini sudah berani melakukan kontak fisik denganku. Sayangnya kau ini dongsaengku, Shin Dongho.

“Ah Gwaenchana..” aku menepis tangannya dengan halus. “Aku mau ganti baju dulu” lanjutku kemudian meninggalkannya yang masih tersenyum ringan.

***

 “Yeongi-a Sajangnim hari ini terlihat sangat keren”

Jieun tiba-tiba sudah berdiri di sampingku dengan wajah berbinar dan terlihat seperti seorang yang baru saja melihat sebuah keindahan yang sangat menakjubkan.

“Yak sejak kapan kau datang? seperti hantu saja”

Ujarku dengan nada kesal. Kemudian dibalas dengan pukulan ringan dibahuku. Aku segera melangkahkan kakiku masuk ke dalam ruangan untuk mengganti baju.

“Sunbaenim tadi menanyakanmu”

Teriaknya dengan suara keras sehingga aku bisa mendengarnya dengan jelas dari dalam ruangan sempit ini. Dari suaranya terdengar nada kesal. Ahaha lucu sekali.

Aku tau jika jieun juga sangat mengagumi sajangnim, sama sepertiku. Hanya saja aku merasa jika perasaanku pada Jungsoo Sunbae itu melebihi sebuah kekaguman. Mungkin cinta atau obsesi lebih tepatnya.

Mendengar kabar itu aku segera menjulurkan kepalaku keluar dari pintu, tapi tetap menahannya dengan satu tanganku karena saat ini aku sudah membuka seragamku tapi belum memakai baju gantiku.

“Jeongmalyo?”

Ujarku dengan nada antusias. Sedangkan dia hanya meliriku dengan tatapan kesalnya.

“Hmh.. Dia bilang mau mengajakmu pergi ke Namsan Tower besok”

Jawabnya sembari membuka vest berwarna merah itu dan menggantungnya kembali di dalam lemari. Jieun mengangkat kedua tangannya untuk membuka sebuah jepitan yang menggulung rambutnya dan membiarkan rambut panjangnya tergerai begitu saja.

“Whooooooa pasti dia akan menyatakan perasaannya padaku… aigoo, senang sekali”

Aku mengungkapkan reaksi berlebihan yang membuat dia semakin kesal melihatku. Aneh, dia bilang dia itu menyukai Kim Jongwon lalu kenapa jika aku membiacarakan mengenai Jungsoo Sunbae dia juga terlihat kesal. Dasar yeoja genit.

“Aku tak yakin”

Jawabnya singkat.  Kemudian meliriku dengan tatapan tajam

“Ish, kau ini tidak bisa melihat temanmu bahagia”

Sungutku sebal, kemudian kembali memasuki ruang ganti dan menutup pintunya rapat-rapat.

One day later

….Babtols Restaurant Hongdae….

Jongwon’s POV

Tok tok tok..

Suara ketukan pintu itu berhasil mengalihkan perhatianku dari berkas-berkas yang sedang ku analisa. Aku tau pasti gadis itu yang mengetuk pintu karena beberapa saat yang lalu aku meminta Seungho agar menyuruhnya datang ke ruanganku.

“Masuk”

Titahku dengan suara keras. Aku menatap daun pintu itu hingga tiba-tiba terbuka dengan keras

Bukk…

Suara pintu yang didorong keras itu kembali membuatku terlonjak kaget. Dasar gadis tidak sopan. Dia mengetuk pintu dengan sopan tapi masuk seperti seorang rampok.

“Aku tidak punya banyak waktu jadi mari kita cepat adakan kesepakatan bersama”

“Cih..”

Cibirku dan mulai memandangnya dengan tatapan tajam

“Kau pikir siapa yang menggajimu disini?”

Lanjutku kemudian segera bangkit dari posisiku, bersiap untuk menghampiri gadis kurang ajar yang sedang berdiri menantangku.

Keadaan sudah mulai memanas, padahal aku rasa pendingin di ruangan ini terpasang cukup baik tapi kedatangannyalah yang membuatku jadi panas seperti ini.

“Mana cincinnya?”

Ku lihat dia tidak mengenakan cincin itu dijarinya, apa itu berarti dia menolak tawaranku?

Aku memberikan sebuah cincin perak dengan batu permata diatasnya. Itu adalah cincin yang dulu akan aku berikan pada Hyorin Nuna, tapi aku batal memberikannya karena dia terlebih dahulu mengatakan padaku jika dia sudah menerima lamaran dari Jinwon Hyung yang tak lain adalah kakak sepupuku sendiri. Karena dia sudah terlanjur melihat kotak cincin itu dalam genggamanku, maka aku mengatakan padanya bahwa cincin yang kupegang, akan kuberikan pada gadisku.

Aku sudah menyuruh gadis pikun di hadapanku ini untuk memakainya, tapi dia malah tidak memakainya sama sekali. Ah baiklah pastinya aku akan mencari yeoja yang lebih baik darinya. Setidaknya yang memiliki daya tarik lebih tinggi di bandingkan dia.

“Kita belum mengadakan persetujuan secara resmi jadi aku belum mau memakainya, aku juga tidak ingin menimbulkan kecurigaan orang-orang disini”

Jawabnya ringan, tapi masih dengan suara angkuh yang terdengar sangat mengerikan.

“Baiklah jika itu yang kau inginkan. Aku sudah mengetik beberapa persyaratan perjanjian dan kau hanya perlu menandatanganinya”

Aku menyerahkan sebuah kertas yang ku ambil dari atas meja kerjaku. Dia merampas kertas itu dan tanpa pikir panjang langsung membubuhkan tanda tangannya disana.

“Seharusnya kau membacanya terlebih dahulu, aku tak ingin kau menuntut macam-macam setelah kau menyetujui perjanjian itu”

Aku menunjuk-nunjuk kertas dalam genggamannya. Bagaimana bisa dia berfikiran dangkal seperti itu, aigoo dasar gadis aneh.

Shinyeong’s POV

Aku mengangkat sebuah kertas yang dia serahkan padaku kemudian mendekatkannya ke depan wajahku dan membacanya dengan suara lantang.

Persyaratan Perjanjian

  1. 1.      Perjanjian diadakan atas dasar kebutuhan pihak wanita. Dalam kasus ini bernama Kim Shinyeong.
  2. 2.      Hanya ada dua opsi dalam penangguhan perjanjian, jika memilih mundur maka pihak wanita akan menyerahkan uang sejumlah ₩ 10.000.000 dan jika berlanjut maka pihak wanita akan mendapatkan potongan gaji setiap bulannya untuk melunasi 50% dari total jumlah sebelumnya. Hal ini bisa didiskusikan selanjutnya, dengan kesepakatan Kim Jongwon terlebih dahulu.
  3. 3.      Dalam kasus ini pihak wanita bersedia menjadi kekasih dari Kim Jong Woon selama waktu yang tidak ditentukan.
  4. 4.      Kim Shinyeong harus memanggil Kim Jongwon dengan sebutan ‘Oppa atau panggilan lainnya yang wajar digunakan oleh sepasang kekasih. Dan Kim Jongwon mempunyai kebebasan dalam hal ini.
  5. 5.      Perjanjian ini akan dihapus jika pihak lelaki menyetujuinya.
  6. 6.      Jika sampai terjadi kekerasan yang dilakukan pihak wanita maka perjanjian batal dan pihak wanita harus membayar 2 kali lipat dari total hutang semula. Yaitu sebesar  ₩ 20.000.000. Dan pelunasannya tidak bisa dilimpahkan pada orang lain.
  7. 7.      Tidak ada pengecualian.

Dia memasang cengiran lebar yang terlihat sangat menyebalkan, setelah mendengarkanku selesai membaca surat perjanjian aneh itu.

“Hemmmh….”

Aku menarik nafas dalam-dalam untuk menahan emosiku yang mulai naik. Tapi aku sudah benar-benar tidak bisa menahan seluruh emosi yang mulai membuncah naik ke kepalaku. Rasanya asap tebal akan segera keluar dari hidung dan telingaku sekarang. Karena emosiku sudah tidak tertahan, akhirnya aku berteriak kencang di depan wajahnya.

“YAKK!!! KAU NAMJA LICIK TAK TAHUDIRI!!!”

Teriakanku sangat kencang, hingga membuat dia menutup kedua telinganya rapat-rapat. Aku benar-benar kesal setelah membaca isi perjanjian itu yang seolah-olah mengintimidasiku. Semua poin yang terdapat di perjanjian itu hanya menguntungkan dirinya. Sedangakan aku ditindas habis-habisan tanpa sedikitpun rasa kemanusaiaan.

“HYAAAAAA…..” Aku mengangkat kepalan tanganku tinggi-tinggi  untuk menghantam wajah tampannya yang terlihat sangat menyebalkan. Belum sempat aku menghantam wajahnya tiba-tiba.

“BUKKK!!!”

Aku jatuh terlentang di atas lantai dengan posisi yang sangat memalukan. Ternyata aku menginjak sebuah bolpoint yang tergeletak begitu saja diatas lantai, hingga terjungkal ke belakang saat akan menghujam wajah Kim Jong Woon dengan kepalan tanganku. Aku melihatnya terkekeh puas hingga terbungkuk-bungkuk. Suara tawa keras itu menggema di dalam ruangan besar berdinding kaca ini.

“Kau memang sangat menyedihkan Yeongi-ah” Ledeknya sembari membungkuk untuk menatapku yang masih terlentang di atas lantai tanpa bergerak sedikitpun. Argh, memalukan.

***

To Be Continue…

***

Ehm… ngerasa bosen ga sih sama jalur ceritanya?

Bagaimana reaksi Jieun dan Dongho kalo mereka tau Shinyeong jadi pacar pura-puranya Jongwon?

Sebenernya mau ngapain Jungso Sunbae ngajak Shinyeong ke Namsan Tower?

Apakah Jongwon berhasil memperkenalkan Shinyeong sama Hyorin nuna?

Semua Jawaban dari pertanyaan diatas, ada di part selanjutnya. 

Sebenernya Serlin uda nulis banyak banget buat beberapa part. Tinggal diedit, buat dibenerin bahasanya, ditambahin, dan dikurangin lagi adegannya.

Terus kenapa sih Dongho eksis banget di sini? Jawabannya karena Selly terobsesi sama Dongho. Kadang suka nangis sendiri tengah malem. Meratapi nasib yang sangat menyedihkan. Kenapa harus aku duluan yang terlahir ke dunia ini sebelum Dongho? Kenapa Dongho harus punya umur di bawah aku. Itu berarti kan aku gabisa manggil dia Oppa. Aku gabisa menjadikan seorang pria yang berada di bawah umurku untuk menjadi suami. Hiks. *mewek di pojokan*

Mungkin kalian ga suka ya sama cerita aneh yang ga nyambung ini. Komen di Myctophobia itu kurang memuaskan. Dan kami menyimpulkan mungkin gara-gara ceritanya yang ngebosenin.

Ini adalah komentar dari penulis FF paporit admin. Han Hyena-ssi, terimakasih atas partisipasi anda *cipok*

Maaf ya kalo misalnya konflik yang kami bikin kurang greget. Tapi kami selalu berusaha untuk menuliskan yang terbaik. Jadi kami mohon berikan pandangan kalian mengenai tulisan ini dengan menuliskan komentar di FF ini.

Terimakasih yang uda mau meluangkan waktunya beberapa detik. Menggerakan tangannya di keyboard buat nulis comment.

Kami mohon dukungannya untuk menyelesaikan part selanjutnya. Oke!

Jeongmal gamsahamnida

*bungkuk90derajat*

Advertisements

97 comments on “Myctophobia 3rd Story : Love Contract

  1. Huwooohh penasaran.. Curiga nih, jangan2 jadi beneran suka nih bedua.. Hehe
    ayooo cepet lanjutannyaa.. Penasaran sayaalanjutannyaa.. Penasaran sayaa

  2. Saya bener bener penasaran nanti Jongwon sma Shinyeong gmana?
    penasaran…
    penasaran…
    penasaran…

    ayo lanjut ke part selanjutnya^..^
    semangat!!!o lanjut ke part selanjutnya^..^
    semangat!!!

  3. Keren kok author.. Buktinya aq msh setia mengikuti ni ff. Hehe. Saran ni ya, agar konfliknya lbh kompleks knapa ga dbuat jongwoon n jungsoo mpnyai hubungan pa kek..’hehe, sok ngatur’ #plak, dtmpar author.
    Sma 1 lg, aq msh pnasaran ma cowok yg dlu nemuin bukunya shinyoung yg penuh coretan nama jungsoo. Kok sprtinya knal bgt ma shinyoung. Knpa ga d bhas lg, cm cameo ya??
    Oke, next part nya tetep lnjut dunk.. Keep writing author!

    • Makasih unni.

      Mempunyai hubungan apa dong ya? em, apa mantan istri aja? *setres*

      Oh itu, hum aku kira ga ada yang inget sama dia. oke ntar aku masukin juga deh dia. yang pasti harus bias aku. hoho

  4. gak bisa manggil oppa!T_T.. tenang chingu, skr bnyk loh cowo yg suka cewe lebih tua.. whohoho.. qow yg dcomntiin bkn ffnya siy!!? WHe.. Pokonya FFnya lanjuuut…. :). qow yg dcomntiin bkn ffnya siy!!? WHe.. Pokonya FFnya lanjuuut…. 🙂

  5. Tambah keren….

    Tapi entah knpa aq kok ngrasa kq alur nya agak lambat,iya gak sihh??

    anyway nih ff tetep aja daebak.selalu ditunggu mski update nya agak lama…

  6. iya wajib dilanjut un…
    penasaran…
    semangat semangat semangat!!!!
    sumpah demi cintaku pada master of jerawat,,
    aku suka suka suka ma ff ini…

  7. chinguuuu kerennn ceritanyaaaa~ lanjut2, gak sabar nunggu lanjutannya, setiap hari jdi buka web ini nunggu lanjutannya chingu~ hehehehe

  8. nah , datenng lagi kan .. cckckck..
    aku berusaha buat ga jadi sider ajh , soalnya aku tahu rasanya klo tulisan yang kita baca ga di tanggepin sama orang . suma sekedar lewat ajah ,
    *loh..loh.. kog malah curhat , hahahha
    pkok nya FF nya daebak dehhh >,< hehe
    hwaiting chingu 🙂

  9. Annyeong admin onnie><
    I'm new reader here^^ kkk~
    Sebenernya udh baca dari kmrn, jadi mianhae kalau baru bisa comment skrng._.

    Ceritanya baguuuuss 😀 tp bener kata comment yg di foto di atas, jalan ceritanya kurang nyambung sama judulnya….. Tapi aku suka kok :p

    Sebenernya Shinyeong itu sukanya sm Jungso sunbae atau Dongho sih?-_-" wakaka 22nya kali ya~

    Lanjutkan ya admin onnie~

    • Anyeong, siapa ini? udah kenalan di “ANYEONG READERS-kah?”

      Iya maaf ya kalo ganyambung, tapi kita berusaha nyambungin kok *?*

      Engga ko, shinyeong sukanya sama Jungso. yang suka Dongho tuh aku *nunjuk diri sendiri*

      lanjutannya aku post hari ini kalo sempet, hoho

  10. bagus kok chingu di part ini…
    banyak yang masih nggantung tp malah bkin pengen tw gmn arah cerita selanjutnya…
    smoga d part slanjutnya makin bkin ktagihan deh untuk makin antusias bwt bcanya*maaf bhs saya ribet mklum lg error* hehe

    aku juga sangat ngefans sama seorang han hyena…
    hehe

    Daebakk deh…!!!

  11. Yasalaaaaaahhhh jongwoon’ah kau pemaksa sekali!! Ckckckckckck
    So kulkas so pinter so ganteng so dibutuhin,, eeeeeerrrr
    Tapi aku tetep cinta kok darling,, ekekekee

    Mau nanya dunk author,, dongho itu yg mana yah?? Ekekekee
    Aktor or penyanyi kah??
    Maap saya tak tau :p

    Ini si jieun tuh suka sama teukteuk yah??

  12. hmmm 20JUTA KRW -_____-” mending buat beli rumah aja deh hmm..
    tapi jujur yah ShinYeong orangnya blak-blakkan banget hahahaha, meski agak sedikit ceroboh dan pelupa *meski tampak wajar sih buat kebanyakan orang hahaha

    membayangkan karakter Jongwon yang soktau dan sebagainya sangat gampang banget dibayanginnya hihihi, memang pembawaannya gitu kali ya? hahaha

  13. annyeong saeng..
    mian br koment di part ini, soalnya part 1-2 udah di blog tetangga,,#apapula ini??
    kenalannya di sini aja deh ya,, yeon rin imnida, 91line…
    suka deh baca ff yg panjang, jd g buru2 end, tp kyknya emg alurnya agak sedikit lambat…..

  14. daebakk!!!
    bikin penasaran abis, tp alur.a emang agak lambat sih tp tetep keren kok eon keren banget malah ^^d,, cabut ke next part dulu aahhh..

  15. aigoo aigoo….makin seru aja nih perhelatan yesung ama yeongie ini,,,
    hari2mu makin ramai yesung oppa, tak sadarkah kau?? kkk~~
    lanjuuuttttt baca

  16. whooah..akhir’a ktemu jga ni ff. Udah lma bnget pngen nyari lanjutan’a tpi gk ada. Soal’a aq bca di WFF sma SJFF, eonnie prnah msukin ff ini distukan ? Di stu cma smpe part 2 T_T, pdahal aq suka bnget sma crita’a, tpi gak ada lnjutan’a lg :(.
    Wktu sya bca ulang ni ff, eh trnyata ada blog pribadinya. Dan..eng ing eng..ada lnjutan mycthophobia nya. Sya senang’a gk ktulungan..XD XD
    #curcol

    sya suka bnget sma ni ff, feel’a tu dpet bnget. Bhkan sya ngerasa, sperti mnjadi shinyeong, aigoo.. bhkan sya jga ikutan kesel bnget liat si jongwoon itu.. >,<

    aah..pnasaran sma part slanjut'a. Untung bnget dah lngkap. Tnggal baca deh.. ^o^

  17. Narasi bagian yeppa tntng pandangannya tntng shinyoung klu dia itu tdk pntn memasang tampan evil krn dia malah terlihat lbh manis. Menurut aku shrusnya eon jabarin yg lain biar ada bedanya dr couple st sm yg lainnya. *saran*

    Shinyoung sllu sj mengatakn andai sj yg mengantarkn amplop it ji eun mk bkn ak yg mengalami it smua. *klu Ji Eun ceritanya jd gk asik* hehehe

    wha ternya Han Hyena eon jg kenal. Memang Ff karyanya bgs2 bnget.

  18. Hyaaaaa mereka tu berantem mulu..bang yeye yg rese dann shinyeong yg selalu emosi klo deket2 bang yeye..

    Hahaha..shinyeong pasti sebel bgt..mana ada perjanjian yg kayak gitu..pake acara jatuh segala..aduuhh maluuu..

  19. Shin Yeong…..si Pabo yang beruntungg……

    huhuhuhu……………..pabo yooja yang beruntuung bisa deket deket sama si anehh…..?????????!

  20. kereeen..
    penasaran jungsoo mau ngapain ngajak ketemuan.
    malu banget pasti jadi shin yeong, udah keren mau mukul eh jatoh -_-

  21. eonnie, ceritanya keren, aku suka cara eonnie nulis. bingung mau koment apa..
    oke deh lanjut ke part selanjutnya.. ~~>>

  22. annyeong aq readers baru nih,,
    90line panggil aj nurul,,

    dh lama aq baca ini,,tp br komen skrg,,><
    disini yeye oppa k tuker sifatny nih ma kyu oppa,jd kejam n tajem gt ngomongny,,tp bgs deh skali-kali d bikin kejam.
    shinyeong ah!!fighting ngadepin yeye oppa yg kejam!

  23. Crtanya ga ngebosenin kq,mlh menghibur krn bhasanya jg kocak!
    Cm eonnie perhatikan mulai dr prolognya itu byk deskripsi yg d ulang2 . . .mslny ttg Dongho,jg cincin’y jong woon*sok tau*

  24. Eonni, overaLL, bgus kok. 😀 Tp mm. . Ada kata2 ato pnjeLasan yg diuLang2 gt. . Dan. . Sbnrnya utangnya itu brapa ya ? 1000.000 / 10.000.000 / 100.000.000
    mataku sering saLah Liat kyanya :p

  25. bener-bener nyebelin ya jongwon itu, masa buat perjanjian kayak gitu ckckck -_- aigoo jadi tambah penasaran aja, ok, capcus ke part selanjutnya 😉

  26. Ahh aq suka bgt am shinyeong , bner” unik >.<
    jieun itu pengagum laki" tampan ya , kkkkkkkkk
    kira" kl jieun tau yg yg sebenernya kira" dya bakal marah gg ya ??!!!

  27. Ttp semangat y chinggu….
    Walau feel ceritany berasa msh ad ngeganjel gmn gtu, tp ttp menarik ceritany, bkin penasaran pengen cpt bc lnjutanx, bahasany jg mdh dpahami
    Aplg krn main castny jd mkin betah n penasarn deh bc ffny

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s