I Love You Yongwonhie End


Maeri’s POV
Aku merapikan seragamku saat berjalan menyusuri koridor sekolah, ah rasanya aku menjadi sangat gugup ketika gedung megah ini tampak di hadapanku. Hari ini kami tingkat 3 akan menjalankan ujian akhir, setelah itu melakukan serangkaian tes guna memasuki Universitas yang diminati. Aku masih bingung akan melanjutkan sekolahku ke universitas mana, belum ada bayangan sedikitpun. Semua siswa tingat 3 sedang berkumpul di depan papan pengumuman. Aku mencoba menyelinap ke dalamnya mataku terttuj pada sebuah iklan sekolah tinggi kesehatan yang di pasang di papan pengumuman. Aku mengembangkan senyu penuh artiku dan langsung kembali menerobos untuk keluar dari kerumunan.
Drrt drrt..
“Ne yeobseyo?”
“Kau sedang dimana?”
“Disekolah appa, ada apa?”
“Bagaimana apa kau sudah menemukan tempat yang tepat untuk melanjutkan sekolahmu?”
“Sepertinya sudah, aku baru saja mendapatkannya, wae?”
“Aku hanya khawatir jangan sampai kau mengambil pilihan yang salah, aku akan membiayai sekolahmu jadi kau tak usah ragu”
“Ah kamsahamnida abeoji” aku diam sejenak kemudian kembali melakukan perbincangan “Aku akan memilih jurusan keperawatan”
“MWO?” suara appa sangat bergema di kejauhan sana. aku segera menekan tombol merah untukk mengakhiri panggilan sebelum telingaku melompat kesana-kemari karena getaran yang ditimbulkan dari gelombang suara appa. Semenjak kejadian waktu itu aku belum pernah bertemu dengannya lagi, dia terlalu sibuk dengan berbagai pekerjaannya tapi aku rasa lambat-laun appa sudah mulai bisa menerima Lee Sungmin oppa sebagai menantunya. Appa memang sangat keras tapi hatnya sangat lembut, bukannya dia menentang ernikahan ini, dia hanya ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Tapi setelah ia mendengar kabar bahwa aku hidup dengan baik bersama Sungmin oppa setidaknya appa mulai bisa bernafas dengan leluasa secara perlahan. dia tidak membenci Oppa melainkan hanya tak ingin kalau suatu saat oppa membuatku menangis, apalagi pernikahan ini terjadi dengan secara tanpa diduga. Tapi kami bisa hidup lebih baik sekarang, suatu saat appa pasti akan sangat bangga terhadapku dan juga Sungmin oppa.
“Aku akan membuat kejutan untukmu oppa”

Ga Young’s POV
Aku sudah duduk dikelas sejak pagi tadi, aku datang paling awal hari ini. tumben sekali, haha.
Tapi kenapa aku meras sedikit aneh saat aku melangkah sepanjang jalan menuju kelas semua orang terus memandangku tajam, apa ada yang salah. Belum lagi perlakuan tema sekelasku yang aku perhatikan mereka berdiskusi sambil terus melirikku. Hari ini aku akan mengikuti ujian tingkat 3, aku dan Maeri berpisah ruangan dan anehnya aku malah satu ruangan dengan Choi Minho. Nomor urutnya memang bukan berdasarkan kelas tapi berdasarkan nomor induk siswa. Mae Ri berada di ruangan di lantai 2 tapi aku sudah janji untuk bertemu dengannya seusai ujian nanti, kami akan membicarakan tentang rencana untuk melanjutkan studi.
“Appa?” aku melakukan panggilan pada appa.
“Ne Ga Young-ah?”
“Bogoshippo..”
“Ya, selalu saja seperti ini? bukankah kau hari ini ujian hah? Belajar sana, buat appamu ini bangga”
“Appa aku akan mengunjungimu akhir pekan nanti, hem Siwon sedang berada di Suwon sekarang dan aku kesepian dirumah”
“Mwoya? Dia meninggalkanmu sendiri dirumah? Bukankah dia mempunyai adik pria yang seumuran denganmu Ga Young-ah”
“Aissh appa, kecilkan volume suaramu telingaku sakit mendengarnya. Ne tapi tidak ada masalah kau tenang saja, aku bisa menjaga diriku Minho tak akan berani padaku..haha”
“Benarkah itu?” aku langsung menoleh ke sumber suara di sampingku.
“Neo?” aku memalingkan pandanganku ke lain tempat, rupanya Minho sudah berada disampingku. Sejak kapan? Apa dia juga mendnegar suara appa di kejauhan sana?
“Kau membicarakanku?” dia duduk persis di belakangku. Aku mengerutkan dahiku bingung.
“Apa perlu kau duduk dibelakangku? Satu kelas denganmu sudah merupakan musibah besar dan sekarang kau duduk dibelakangku, ah nilai ujianku pasti akan buruk..”
“Pletakk!!” dia menjitakku. Aissh berani sekali orang ini, aku tidak peduli meskipun kami menjadi pusat perhatian sekarang.
“Ya!! Kau yang selalu membawa bencana Ara!!” bentaknya tepat dihadapanku. Err kapan kami ini akan akur? Aku itu noonamu Choi Minho meskipun tanggal lahirku 2 bulan lebih lambat darimu.
***
Siwon’s POV
Hari ini Ga Young akan melaksanakan ujian akhir apa tidak sebaiknya aku memberi semangat lewat pesan, ya aku memang tidak bisa bertemu dnegannya karena kesibukanku. Mungkin setelah dia melalui masa sulitnya ini, masa dimana diperlukan perjuangan aku akan mengajaknya untuk menimati dunia luar. Aku akan mengajaknya untuk berlibur, bersama keluarga kami. Aku ingin hubungan keluarga kami membaik.

Sungmin’s POV
Besok appa akan mengunjungi kediamanku. Tidak ada persiapan karena aku tidak bisa meninggalkan pekerjaanku dan Mae Ri selama seminggu ini dia pasti akan lebih sibuk dariku karena ujiannya. Aku harap Mae Ri bisa menjalankannya dengan lancar. Aku selalu mendukung apapun yang ia lakukan karena aku sangat mencintainya.
“Dok bagaimana tekanan darah saya?” ah aku memang selalu saja menenggelamkan pikiranku dengan bayangannya.
“110/80 tekanan darah anda normal nyonya” jawabku seraya melingkarkan stetoskop yang aku gunakan untuk memeriksa pasien.

Ga Young’s POV
Ada apa ini? kenapa semua orang menghalangi jalanku? Apa salahku?
“Aku ada urusan penting tidak bisakah kalian pergi dari jalanku?” aku melangkah perlahan tapi mereka mengikuti kemanapun saat aku hendak melalui jalan yang mereka hadang.
“YA SEBENARNYA APA YANG KALIAN INGINKAAAN?” aku berteriak keras, aku sangat takut. Apa mereka akan mengarakku dan menelanjangiku sekarang juga? tapi apa masalahnya?
“Tolong bantu kami untuk memberikan ini pada dua bersaudara itu?”
Heh? Apa maksudnya? Dua bersaudara apa yan mereka maksud Siwon dan Minho?
“Iya bukankah kau sudah sah menjadi istri Siwon oppa? Jadi sekarang kau relakan saja Minho untuk kami?” seseorang menimpali. Aku langsung terbengong memikirkan kata-katanya, mwoya? Apa jangan-jangan mereka.. aigoo matilah aku!!
“Kami sudah mengetahui semuanya..”
“Aku hanya.. aissh” aku kehabisan kata-kata. Aku hanya menunduk pasrah mendengar berbagai pendapat yang mereka ajukan. Fyuh..

Mae Ri’s POV
Aku melihat Ga Young berjalan tanpa semangat. Disebelahnya ada Minho yang berlenggang dengan angkuh. Aku langsung menghampiri mereka berdua.
“Ya kau kenapa?” aku sangat mengkhawatirkannya, apa dia sakit? Kenapa keadaannya sangat kacau?
“Kau sakit hah?” belum sempat dia menjawab pertanyaanku, aku sudah melontarkan pertanyaan lainnya.
“Minho bilang kau yang mengatakannya, apa itu benar?” dia mengangkat kepalanya emmandang tajam kearahku.
“Bwosunmariya?” aku tidak mengerti apa yang dikatakannya barusan.
“Ahh Hwang Mae Ri kenapa kau beritahukan masalah ini pada mereka, aigoo.. aku ppasti jadi bulan bulanan semua penghuni sekolah ini”
“Jeosonghamnida..”

***
Ga Young, Mae Ri dan Minho berhasil melalui ujian seminggu ini dengan tanpa hambatan. Mae Ri sudah memutuskan untuk memilih jurusan keperawatan sebagai tempat dia sekolah selanjutnya. Ga Young masih belum bisa memutuskan pilihannya, tak ada satupun universitas yang menarik minat Ga Young. Mae Ri mengikuti serangkaian test di salah satu sekolah tinggi kesehatan dan hasilnya baru akan dilihat 2 minggu ke depan.
“Apa yang kau lakukan jika melihat seorang sedang dalam keadaan tidak sadar di persimpangan jalan di tengah malam, pertolongan apa yang akan kau berikan?” tanya salah seorang penguji pada Mae Ri. Mae Ri mengingat suatu hal, sebelumnya dia pernah diberi latihan yang sama oleh Sungmin.
“Periksa denyut nadi..” jawabnya tangkas.
“Lalu?” tanya seorang penguji lagi. Mae Ri menghembuskan nafs berat untuk mengurangi kegugupan yang sedang melandanya sekarang. Jika tidak maka semuanya akan jadi kacau. Semua materi yang ia pelajari pasti akan hilang begitu saja dari ingatannya.
“Periksa denyut nadi, kelancaran aliran darah, pupil mata, pola pernafasan, melakukan rangsangan pada titik rasa nyeri jika segala usaha telah dilakukan dan pasien masih belum sadar maka kita sebagai tenaga kesehatan diperbolehkan untuk melakukan RJP( Resusitasi Jantung Paru) dengan cara melakukan penekanan pada area procesuss xyphoideus”
“baiklah praktekan apa yang kau sebutkan tadi” Mae Ri maju mendekat ke arah phantom yang tergeletak di lantai. Dia melakukan apa yang sesuai dengan instruksi dari seonsangnimnya Lee Sungmin malam tadi.

Sementara itu di lain tempat Minho sedang memandang sebuah tiket pesawat. Ya lusa dia akan pergi ke luar negri untuk melanjutkan pendidikannya. Dia memilih sekolah Sepak Bola, Siwon tidak melarang pilihannya itu karena hyungnya telah mengetahui cita-cita Minho dari dulu. Ga Young memilih menunda sekolahnya, dia ingin membantu appanya di kedai ddeokboki milik appanya. Dia sudah memikirkan itu dengan keputusan yang matang dan yang ia pikirkan untuk saat ini adalah bagaimana menjadi anak yang baik sekaligus istri yang bisa membahagiakan suaminya dan Ga Youg telah menemukan jawaban dari semua itu.

Maksa?
Oke aku terima..
Terlalu pendek?
Jujur aja saya emang paling gabisa menjabarkan ponit of view dari masing-masing orang.
Sebenernya karakter itu bisa ditebak tanpa melalui POV masing-masing, wah inilah akhir cerita ff yang sebenernya agak maksa. Udah mandek banget, dan sekarang author Cuma mau fokus sama 1-2 ff gamau banyak-banyak kalo ceritanya jadi mengecewakan begini. Makasih yang udah ngikutin alur ceritanya, jujur aja aku paling gabisa bikin ff so sweet. Liat aja kata-katanya luar biasa amburadul berantakan. Ini emang dikerjain cukup buru-buru dan author gabakal ngeluncurin after story atau sekuelnya karena ini “Penghabisan”. Buat ff mendatang author gabakal bikin ff so sweet-so sweetan lagi, jadi apakah kejutan yang bakal saya bikin? Oiya untuk ff selanjutnya saya bakal bikin lebih banyak percakapannya jadi penggambaran gerak geriknya mau pake foto langsung. Biar jalan ceritanya lebih hidup.
Sekali lagi terimakasih buat para reader yang udah setia, Kamsahamnida neomu kamsahamnida *bungkuk sampe tanah*

Advertisements

13 comments on “I Love You Yongwonhie End

  1. Ya ampun, ini ff paling singkat yg pernah aku baca, n bener² maksa ky yg author bilang, hihihi

    Gpp ko, sekarang aku jd ga penasaran lg ending nya kayak apa, hwaiting ya! °\(^▿^)/°

    • mian baru bisa komen sekarang.. fyuh sama aku juga ganyangka ini singkat banget, sumpah ide udah mentok dan ga semangat lagi bikin ff yang romantis, soalnya kan udah lumayan banyak juga, jadi pengennya nyari tema yang beda..
      mianhanda..hikhik

    • mandek ide, pusing sendiri ama alurnya.. haha
      gangerti aku,
      haha
      intinya jangan kapok yah baca ff di blog ini, mudah-mudahan cuma 3 ff ini yang geje..wekwekwek
      (sebenernya banyak)

  2. boleh jujur gak?!
    kecewa.. sbnrnya siy bagus v pendek bgt! klo kata ‘Sam Dong krasa da yg krng, ky masak daging, dagingnya siy masak v klo dtambahin gula dikit lg akan trasa enak'(klo gak salah gtw Kata”nya) whuhuhu….
    maafkan… pizz…
    Semangat bwt ff yg laennya!! fighthing!! 🙂

    • hahaha.. aku aja yang bikinnya ngerasa aneh, ancur, kacau apalah itu..
      haha emang samdong pernah masak daging?
      (Tonjok author)
      engga apa-apa, lagipula aku juga ngerasa kurang puas ama ni ff (hemh siapa sih yang bikin?)

    • haha masih ada yang mau baca emang?
      ini aja udah berantakan karena bikinnya buru-buru, mandek ide plus aku ngerasa bosen ama ceritanya yang luarbiasa datar..hehe
      ga janji yah..
      intinya jangan kapok baca ff di blog ini..
      hikhik

  3. Kyaaaa,,, thor knp msti ending sh nie ff,, msh pngen bc kisahny para couple dsni,, gue suka bnget ama couple siwon n gayoung.,
    oya thor di part ini ad sdkit yg nyangkut2 tntng materi jrusan gue,, it loh soal pertlongan prtama bgi pasien,, kbtlan gue jg kul d jrusan kperawatan,, jd gue senang bnget ad materi kul gue yg di msukin dsni,, ya jujur sih, gue jg lum pernah praktekin dgn org yg asliny, bru skedar boneka doangan,, ups tp gue jg prnah ikt seminar gt ama perawat2 dr jepang, ya tntang pertlongan prtama ini, wkt it gue jg d suruh coba, tp tman partner gue buat praktek kbelet ke toilet, grogi kali ye bs ktmu org jepang,,hahahaha… Krna hal it jd ny gagal deh buat uji coba ….*wah koq curhat gni sih* hwahahaha…

  4. Yak ,,,
    ktinggalan dach bru nemu ni epep skrg ….
    Gag papa d bca mlem” gini …
    Ninggalin jjak dlu thor …
    No sider ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s