(Share FF) Mochi I’m With You! (Part 4)

Author : Shin Hye Wook

 

Haera’s POV

Incheon International Airport, South Korea

Akhirnya tiba juga aku di korea, ini kali pertama ku datang ke seoul.

“Mari nak, supirku sudah menunggu di depan,” ajak Mr.Kwan

Aku tersenyum dan mengikuti langkahnya dari belakang.

Mr. Dan Mrs. Kwan adalah sepasang suami istri yang ku temui di dalam pesawat tadi. Mereka sungguh ramah kepada ku, sepanjang perjalanan toronto-seoul kami mengobrol sampai perjalanan yang begitu panjang menjadi tidak terasa. Mrs. Kwan menceritakan dia juga mempunyai anak perempuan yang bernama Kwan Boram, sekarang sudah 2 tahun berkuliah kanada. Mereka baru saja mengunjunginya di sana.

Sesampai di korea, mereka mengajak aku makan bersama. Kami akan makan di salah satu restoran favorite keluarga mereka. Karena aku juga merasa agak lapar, aku menerima ajakan itu dengan senang hati.

Supir keluarga kwan tersenyum ramah kepada ku dan membukakan pintu mobil untuk kami bertiga. Mobil kemudian meluncur dan menyusuri jalanan di kota Seoul. Ternyata restoran yang di maksud Mrs. Kwan terletak di tengah pertokoan yang cukup ramai. Aku sangat menikmatinya.

Kami makan dengan sekali-kali tertawa karena lelucon yang di buat Mr. Kwan. Entah mengapa aku merasa jiwa muda mereka tidak padam di makan usia yang sudah tua, hahaha.

Setelah makan, Mr. Kwan menawarkan untuk mengantarkan ku ke rumah paman tapi aku menolaknya dengan halus. Aku masih ingin berjalan-jalan sebentar di kawasan pertokoan di luar. Mrs. Kwan tertawa dan mengatakan jiwa muda ku ini terlalu tinggi, aku hanya tersipu malu karenanya.

“Ini kartu nama ku nak, sewaktu-waktu telepon lah dan berkunjunglah je rumah kami di sini kalau kau ada waktu luang,” Kata Mr. Kwan seraya menyodorkan sebuah kartu nama kepada ku.

Aku langsung memasukkannya ke dalam tas “Terima kasih, tentu saja paman,”

“Benar kami hanya berdua saja di rumah, Boram masih lama akan pulang ke korea,” ucap Mrs. Kwan kepada ku.

Aku tersenyum kepada mereka berdua, maklumlah karena boram adalah anak mereka satu-satunya.
“Tentu saja, Paman, Bibi,”

Aku melambaikan tangan ketika mobil mereka sudah melaju di jalan.

Aku tersenyum simpul.

“Ah, selamat datang di kota Seoul,”
Aku berjalan meyusuri pertokoan, banyak sekali pakaian, aksesoris lucu yang terpajang di etalase.

Aku terkagum-kagum hingga tidak memperhatikan langkah ku.

SREETTT

Aku terkejut dan merasa tas yang tersampir di bahuku ditarik paksa. Aku hanya terperangah.

KYAAAAA aku di rampok!

Orang-orang di sekeliling ku menoleh, aku hanya diam terpaku melihat 2 orang laki-laki berlari membawa tas ku pergi, sekarang sudah hampir gelap dan aku sudah tidak bisa melihat lagi kemana arah larinya 2 orang penjambret itu. Airmata ku keluar dengan derasnya.

Bagaimana ini?

Ponsel, dompet, dan alamat paman yang di berikan ayah ada didalamnya?

Hari ini aku benar-benar sial, aku berjalan meyusuri jalan dan duduk di depan toko yang cahaya agak redup karena kelelahan, aku hanya bisa menangis dan bingung.

Di dalam koper yang sedang ku tarik tidak ada apa-apanya, hanya beberapa lembar baju dan oleh-oleh untuk paman dan bibi. Aku sengaja ingin berangkat sendiri ke seoul tanpa mengacuhkan ibu yang mau mengantar kan aku, mereka hanya menuruti kehendakku yang agak keras kepala ini.

“Kau kenapa?”

Suara seseorang membunyarkan pikiran ku yang sedang kalut.

Aku menatapnya, perempuan di hadapan ku ini sangat cantik, dia menatapku khawatir.

” Dompet dan tas ku di rampok sekawanan orang,” aku terisak.

“Mwoya?? Ayo aku antar pulang,” Katanya sambil meraih tangan ku untuk berdiri.

Aku hanya diam dan menggeleng.

“Hari ini adalah pertama kalinya aku ke korea, alamat paman yang di beri ayah ada di dalam tas, aku tidak tau harus kemana,”

“Kau ikut aku pulang saja, ayo!”

Perempuan ini benar-benar baik sekali.

“Mian, aku merepotkan mu,” aku mengusap mata ku yang penuh dengan airmata.

“Sudah tidak apa-apa,” dia tersenyum manis, aku agak terpesona melihat kecantikannya itu.

Dia menarik tangan ku untuk membantu aku berdiri dan mengajak berjalan kembali menyusuri kawasan pertokoan yang sudah aku lewati tadi.

DEBUT PERTAMA SUPER JUNIOR M! Konferensi pers perkenalan anggota baru Suju M akan di adakan di Beijing, China nanti malam pukul 08.00 PM, ayo para ELF, nantikan siaran langsungnya hanya di CCNTV!
Aku melongo melihat iklan yang baru saja ku lihat, wajah kakak ku satu-satunya ada di layar dengan senyum yang sangat menawan.

Super Junior??

“Kakak!”

“Henry!”

Aku terperangah, perempuan di samping ku pun terbelalak melihat ke arah ku.

“Kau mengenal kakak ku Henry?” tanya ku pada nya.

Dia sempat terlihat gelagapan dan ekspresinya kemudian kembali tenang.

“Ya, aku mengenalnya, walaupun tidak berteman, dia kakak tingkat ku di A.Y sewaktu aku masih di Kanada,”

“Jadi Henry itu kakak mu?” lanjutnya.

“Ya, dia kakak ku satu-satunya. Aku baru saja lulus dari Airo La Toronto dan akan melanjutkan kuliah di sini,” aku tersenyum padanya “Pantas saja aku tidak mengenal mu karena kita berbeda sekolah,”

“Benarkah?? Aish aku senang sekali bertemu dengan mu, sudah lama aku tidak mengunjungi toronto lagi,” mata nya langsung menerawang.

“Haera Lau imnida,” Kata ku sambil membungkuk padanya.

“Shin Hye Wook imnida, panggil aku Woochy saja,”

“Ne, Woochy~ah,”

Woochy kemudian menyetop taksi yang lewat dan menyuruhku masuk mengikutinya.

“Jadi kita seumuran kan?” dia melanjutkan percakapan kami di dalam taksi “Aku juga akan kuliah tahun ini,”

“Mwoya? Dimana?”

“Di seoul university,”

Aku terperangah.

“Aku juga!”

Dia menautkan kedua alisnya.

“Kebetulan sekali! Sepertinya kita memang di takdir kan untuk bertemu,” ujarnya.

Aku tersenyum kecil.

“Ya, takdir bertemu malaikat sepertimu ,” kata ku dalam hati.

****

Woochy’s POV

Aku mempersilahkan Haera masuk ke dalam rumah, Halmeoni terheran-heran melihatku, karena selama di seoul, baru kali ini aku membawa teman ke rumah. Halmeoni tersenyum senang.

“Siapa dia Woochy~ya?”

Haera membungkuk dan memperkenalkan dirinya.

“Haera Lau imnida,”

“Bolehkan dia menginap di sini kan halmeoni? Haera teman ku yang baru saja datang dari toronto,” aku memandangnya penuh harap.

“Tentu saja,”

“Ajak lah dia naik ke kamarmu,”

Aku mengajak Haera untuk segera naik ke kamar ku.

“Mana appa dan eomma mu whoocy~ya?”

Aku terhenyak dengan pertanyaan nya namun segera ku kendalikan perasaan ku.

“Mereka sudah tenang di surga,” kata ku sambil tersenyum kepadanya.

Haera sepertinya kaget dengan jawaban ku.

“Mian Woochy,” dia menundukkan kepalanya.

“Sudah tidak apa-apa, mandi lah, nanti akan ku pinjamkan telepon untuk mengabari keluarga mu,”

Dia mengangguk dan kemudian masuk ke dalam kamar mandi.

‘Adik Henry?’
Aku menggigit bibir bawahku, begitu sempitkah dunia ini?
Pantas saja aku merasakan sesuatu yang lain ketika melihatnya menangis di tepi jalan tadi. Ah, sudahlah, aku harap aku segera bisa bertemu dengan Violin Prince ku itu

****

“Juilliard??” kata ku kaget.

“Ya, Oppa mendapatkan beasiswa untuk kuliah di sana setelah memenangkan kompetisi violin tahun lalu,”

Ah kompetisi itu! Pantas saja aku tidak mengetahuinya karena artikel tentang kompetisi violin itu tidak aku baca sampai habis. Jadi sekarang kau di New York, Henry Lau? Aku tersenyum sendiri mengingatnya.

“Tapi Oppa jahat sekali! Dia tidak memberitahu ku kalau dia menjadi member baru super junior!”

Aku terkaget-kaget mendengar suaranya kesalnya.

“Akan ku cubit pipi tembamnya itu kalau dia pulang ke toronto,” Haera menggembungkan pipinya.

“Woochy, kau sudah punya kekasih?” tanya nya tiba-tiba.

Pertanyaan Haera barusan membuatku tersedak, air yang ku minum langsung menyembur keluar, aku pun terbatuk-batuk.

“Kau tidak apa-apa woochy~ya?” tanyanya khawatir.

“Ne, gwaenchana,” aku mencoba menguasai diri dan tersenyum kepadanya.

****

Haera’s POV

“Aku tidak memiliki kekasih,”
“MWO??”

“Kau itu cantik sekali woochy~ya, tidak mungkin tidak ada laki-laki yang menyukaimu,” aku terperangah mendengar jawabannya.

“Aku sudah menyukai seseorang,” ucapnya terkekeh.

“Sayang sekali,” aku menatapnya kecewa.

“Padahal aku ingin menjodohkan mu dengan Oppa,”

****

Woochy’s POV

“Padahal aku ingin menjodohkan mu dengan Oppa,”

Aku terbelalak, yeoja satu ini sepertinya senang sekali membuat ku sport jantung.

Di jodohkan dengan Henry??

Tentu saja aku mau!

Tapi dengan segera ku tepis pikiran ku itu

‘Woochy babo, mana mungkin Henry menyukaimu, mengenalmu saja tidak’

“Aisshh Haera-ssi, Nanti kau bisa di terkam kekasihnya Henry sudah berani-berani menjodohkan ku dengannya,” kata ku dengan kebahagiaan yang tidak bisa ku sembunyikan.

Bermimpi pun tidak aku semalam.

“Henry, kenapa kau sudah membuatku gila seperti ini!” rutuk ku dalam hati.

“Gwaenchana Woochy~ah, Oppa selama ini tidak memiliki kekasih dan dekat dengan yeoja manapun, hanya violin babonya itu yang selalu berkencan dengannya,”

Aku melongo, hati ku serasa mau melompat keluar dan otak ku seakan berhenti bekerja.

‘MWO?’

Seorang Henry Lau selama ini tidak memiliki kekasih?

KYAAAAAAAA! Mata ku membulat sempurna, ah sudahlah, jangan sampai Haera menyadari perasaan ku.

“Tidurlah Haera~ya, bukankah besok pagi paman mu akan menjemput mu ke sini,” ucapku setelah bisa mengendalikan perasaan ku.

“Ne,” Katanya seraya merebahkan diri di tempat tidur ku.

“Kamsahamnida untuk pertolonganmu Woochy~ya,”

“Ne,” aku tersenyum padanya.

****

Henry’s POV

Beijing, China

“Aishh anak itu selalu saja merepotkan,” aku mengacak rambutku setelah menutup sambungan teleponku dengan ibu.

‘Di rampok?’

Padahal baru pertama kali nya dia datang ke sana, ibu memberitahu ku Haera menolak mentah-mentah ketika ibu menawarkan untuk mengantarkan nya ke seoul, dan seperti ini lah jadinya, dia menjadi mangsa para penjambret di seoul.

“Ada apa?” Donghae~hyung mendekati dan duduk di sebelah ku.

“Adik ku Haera hari ini tiba di seoul hyung dan karena kecerobohannya tas nya di rampok sekawanan orang,”

“MWO?”

“Sekarang bagaimana keadaannya??”

“Gwaenchana hyung, ada seorang yeoja yang menolongnya di sana dan ternyata pernah tinggal di toronto juga,”

“Syukurlah,” Hae~hyung menghela nafas lega.

“Kau tidak usah khawatir, 2 minggu lagi setelah konser perdana suju M, kita akan ke seoul untuk melakukan trainee ke dua,”

“Benarkah??”

“Ne, barusan manager Han memberitahu ku,” kata hyung seraya mengedipkan matanya.

“Ayo Henry, mereka sudah menunggu kita di ruang latihan,”

Aku tersenyum dan mengikuti hyung berjalan ke ruang latihan. Setidaknya nanti aku akan bisa bertemu dengan Haera. Aku sungguh merindukan keluarga ku

****

Woochy’s POV

Haera sudah di jemput pulang oleh pamannya, aku memberikan nomor ponsel ku ketika dia memintanya, dia berjanji akan menghubungi dan mengajak ku bertemu lagi di lain waktu. Aku hanya tersenyum, bukan kah dengan ini kesempatan ku untuk mendekati Henry semakin besar? Aku jadi tersenyum sendiri mengingatnya.

****

2 days later

Faculty of Medicine, Seoul University

BRUK!

2 anak tangga terakhir yang akan ku injak lepas begitu saja gara-gara sesosok tubuh menabrak ku, aku kehilangan keseimbangan dan terjatuh.

“Aishhh,” aku meringis.

“Kau tidak apa-apa?” suara seorang namja semakin dekat ke arah ku.

Aku mendongkak kan kepala, ternyata dia yang menabrak ku tadi.

“Ne, gwaenchana,” aku berusaha berdiri.

BRUK!

Aku kembali tersungkur.

Arrgghhh, kenapa pergelangan kaki ku terasa sakit sekali, aku merutuk pelan.

“Sudahlah, mari ku antar ke ruang kesehatan,” tawar namja yang menabrak ku tadi.

“Tentu saja kau harus bertanggung jawab babo!”

Baru kali ini aku menunjukkan ekspresi di hadapan seorang namja, selain Henry tentu saja. Biasanya aku hanya memasang wajah dingin ku dan berlalu begitu saja, tapi kali ini sungguh keterlaluan!

Namja tadi terlihat kaget dengan bentakan ku, dengan cepat dia mengalungkan tangan ku di bahunya dan memapahku ke ruang kesehatan kampus.

“Aku akan membunuh mu kalau nanti aku di hukum oleh senior,” kata ku tajam.

Dia hanya terkekeh “Mian,”

****

Jinki’s POV

Incheon International Airport, South Korea

“Appa, aku tidak bisa ke sana sekarang, pesawat ku baru saja mendarat dan badanku terasa lelah sekali!” kata ku gusar.

“Sekarang atau tidak sama sekali Jinki …  “

tut tut tut

Di matikan!

Appa keterlaluan, tapi aku benar-benar tidak bisa berkutik dengan ancamannya, ancaman yang menyangkut impianku!

****

Faculty of Medicine, Seoul University

Aku bergegas menuju ruangan appa tanpa memperhatikan sekitarku, dengan cepat aku menaiki tangga.

BRUK!

“Aishhh,”

Sepertinya aku menabrak seseorang dan mendengar suara seseorang yang meringis. Aku berbalik dan menghampirinya.

“Kau tidak apa-apa?” tanya ku khawatir.

Dia mendongkak kan kepala dan Wow! Cantik sekali.

“Ne, gwaenchana,” katanya berusaha berdiri.

BRUK!

Dia kembali tersungkur.

Aku prihatin melihat keadaannya dan ini memang salahku.

“Sudahlah, mari ku antar ke ruang kesehatan,” tawar ku kepadanya.

“Tentu saja kau harus bertanggung jawab babo!”

Aku tersentak kaget, dia tidak selembut yang aku bayangkan. Cepat-cepat aku mengalungkan tangannya di bahuku dan memapahnya ke ruang kesehatan.

“Aku akan membunuh mu kalau nanti aku di hukum oleh senior,” ancam nya sambil melirik ku tajam.

Aku terkekeh melihat ekspresinya yang cukup, menakut kan itu.

“Mian,” ucapku pelan.

Aku mengantarkannya ke ruang kesehatan, untung saja ini bukan pertama kalinya aku ke kampus ini sehingga aku tau persis dimana letak tempat yang ku tuju. Setelah melihatnya sudah lumayan tenang dan tertidur, aku berpamitan kepada dokter jaga dan berlari menuju ruangan appa ku.

Benar saja, appa sudah menunggu ku dengan wajah garang.

“Lama sekali,” itu kalimat pertama yang dia katakan kepada ku setelah tidak bertemu dengan anak kesayangan dia ini selama 3 tahun.

“Mian, tadi aku ada urusan sebentar,”

“Urusan?? Sedangkan kau saja tidak sampai 2 jam kembali ke korea,” kata appa masih dengan tatapannya yang tajam.

“Sudahlah Appa, aku lelah,” aku menyandarkan kepala ku ke sofa yang ada di ruangan itu.

Ya, Appa dan Eomma sudah lama bercerai. Eomma pindah ke amerika mengurusi bisnisnya dan aku tinggal bersama eomma di San Francisco hingga sekolah ku selesai. Sekarang, saat aku kuliah, aku menjadi tanggung jawab appa ku dan aku kesal karena Appa menginginkan aku menjadi dokter seperti dirinya!

Appa ku seorang dekan di fakultas kedokteran universitas seoul dan merupakan pemilik 10 rumah sakit swasta terbesar di korea selatan, jepang, taiwan, dan china.

Impian ku adalah menjadi seorang entertainer, eomma mempunyai agency yang cukup besar di sana dan memiliki relasi yang banyak, cukup untuk membuat seorang namja atau yeoja mendapat tawaran masuk menjadi bintang hollywood dan masuk dapur rekaman bersama penyanyi-penyanyi papan atas dunia, sungguh menggiurkan bukan?

Eomma tidak dapat berkutik dengan keputusan appa ku ini walaupun aku sudah menolaknya mentah-mentah.

“Aku punya tawaran untuk mu jinki,” suara appa membuyarkan lamunan ku.

“Aku akan memberi mu izin menjadi entertainer, tapi dengan satu syarat … “

Aku menatap appa dengan menautkan kedua alis ku.

“Apa syaratnya?”

“ Jadi lah mahasiswa kedokteran dengan nilai sempurna selama satu tahun dan aku akan memberikan mu izin menjadi entertainer. Tapi sedikit saja kau membuat kesalahan dan nilai mu tidak sempurna, aku berjanji akan membuatmu menguburkan mimpi mu  untuk selamanya … ”

****

Woochy’s POV

“hmmmm … “

‘Dimana ini?’

Aku mengerjapkan mata dan melihat ruangan serba putih dengan bermacam-macam phantom manusia di dalamnya. Aku melihat seorang perempuan menggunakan jas putih duduk di belakang meja berseberangan dengan tempat tidur yang ku gunakan.

“Kau sudah sadar?” katanya ketika melihat aku terbangun.

“Ne,”

‘Astaga! Aku kembali mengingat kenapa aku berada di sini!’

Hari ini hari pertama ku datang ke kampus ini untuk menghadiri penyambutan mahasiswa baru, gara-gara namja babo itu menabrak ku hingga pingsan dan kaki ku terasa sakit sekali.

‘Bagaimana nasib ku sekarang??? Senior pasti akan menghukum ku!’

Setelah meyakinkan dokter jaga tadi kalau aku baik-baik saja, aku mengucapkan terima kasih dan dengan sedikit tertatih aku bergegas ke ruangan yang tadinya memang akan ku tuju, bukan ruangan kesehatan dan pingsan di sana.

‘Awas kau namja sialan!’

MEETING ROOM

Aku melihat papan plang di atas pintu yang lumayan besar itu dan langsung memasuki nya.

Aku terperangah kaget karena ternyata pintu itu merupakan pintu masuk langsung menuju panggung utama ruang pertemuan. Kontan saja aku menjadi pusat perhatian seluruh mahasiswa baru yang memang duduk menghadap panggung utama. Para senior yang duduk di belakang meja yang cukup panjang menghadap mahasiswa baru, kontan membalikkan badan dan ikut menatap ku tajam

DEG!

Mungkin aku akan langsung di mutilasi hidup-hidup atau di ceburkan ke sungai Han sekarang juga, ah tentu saja aku lebih memilih option kedua, karena setidaknya aku bisa berenang.

Aarrgghhh cepat-cepat ku tepis pikiran bodoh ku itu. Badan ku terasa tidak dapat bergerak, kaku bukan main melihat tatapan seram para senior.

“Jangan marahi dia! Salah ku lah dia menjadi terlambat seperti itu!”

Sebuah suara memecahkan keheningan.

Pemilik suara itu kemudian berdiri dan berjalan ke arah panggung utama, tepatnya menghampiri ku dengan senyuman menyerigai nya.

Aku merasa nafas ku tercekat.

“Namja babo!” desis ku perlahan.

“Woochy!” suara kedua menyebabkan jantung ku kembali berhenti berdetak.

“Haera~ya ?????”

Mata ku membulat sempurna.

Kenapa- harus- seperti- ini

TBC

Nah GIMANA ?? GIMANA ???

Seru gak ??? semakin MENARIK atau semakin SURAM ?????

Saat ide-ide berdatangan, gila ku kembali kambuh, aku masukin tokoh ketiga dalam ff perdana ku ini.  TRIANGLE LOVE ????

Maybe!

Malah author mau bikin jadi cinta persegi empat atau segi 5 kaya Gedung Pentagon #PLAK

(rencana mustahil)

Mian My Mochi, walaupun kamu nampang 1 scene aja di part ini,

aku tetap setia sama kamu kog, chu chu

Mian, sekali lagi karena di part ini Woochy masih belum bisa ketemu Henry

Yak, KRITIK NYA SAYA NANTI KAN

Sampai jumpa di PART selanjutnya

Gumaweo

Advertisements

6 comments on “(Share FF) Mochi I’m With You! (Part 4)

  1. itu Woochynya itu Moon Geun Yoong yah *liat poster hihi
    Jinki Jinki….. disini dia perannya gimana yaaaaah hihihi, apa ntar jangan-jangan suka juga sama Woochy? eh ntar gimana dong nasib Henry -____-
    *dorong Henry supaya buru-buru ke korea.

    • Hahaha iya, itu moon geun young. aku ga ketemu ulzzang yang sesuai ama selera aku jadi sementara ake geun young eonnie aja 😀

      Wahh gomaweo udah baca n suka, tunggu next part ya chingu ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s