Special For Kim Heechul : I Love You Rather than Music (Chapter 3)

Heechul’s Side

Ku buka mataku perlahan, pandanganku sedikit samar. Kepalaku juga terasa sangat sakit. Aku melihat sebuah sinar dari atap tempat tinggalku, lampu masih menyala. Ku lirik arloji yang melingkar di pergelangan tanganku rupanya waktu sudah menunjukan pukul 8. Eh mwo? Pukul 8? Aku akan mengadakan fansigning pukul 10 nanti. Dan ah dimana ini? aku rasa ini bukanlah kamarku, karena tempat ini terlalu besar.

“Eng..” aku mendengar seseorang mencecap. Dan aku rasa kakiku tertindih sesuatu, entahlah tapi ini sangat berat jika dibandingkan dengan bobot bantal gulingku. Dadaku, sepertinya ada yang bersandar disana dan memelukku erat. Aigoo apakah aku bermimpi?

Ku tundukkan kepalaku perlahan penuh dengan kehati-hatian berharap semua yang ku rasakan ini hanyalah ilusi.

“Mwo?” aku membekap mulutku sendiri, sebuah kepala menempel didadaku. Tapi kenapa terasa sangat nyaman?

Aku menggerakan tanganku untuk memegang kepalanya, benar ini bukanlah ilusi ataupun sebuah mimpi, dan itu berarti kami..

“AAAAARRGGGHHHH!!!!!!” aku segera menyingkirkan kakinya yang menindih kakiku. Posisi tidurnya benar-benar berantakan. Dengan sigap aku menjauh beberapa centi darinya. Nafasku tak beraturan, terlebih degup jantungku. Bagaimana bisa aku tertidur di lantai bersama seorang yeoja? Aku ingat semalam aku pergi ke bar untuk menenangkan pikiranku yang sedang kacau tapi setelah itu aku sama sekali tidak tahu apa yang terjadi.

“Engh..oppa kau berisik sekali” dia menggaruk-garuk rambutnya yang lusuh. Matanya masih terpejam meskipun saat ini posisinya dalam keadaan duduk.

“YAK APA YANG KAU LAKUKAN PADAKU???” Teriakanku memenuhi ruangan ini. dia itu bodoh atau memang belum sadar sepenuhnya? Atau mungkin ini taktik dia untuk terbebas dariku dan membuat scandal baru?

“Mwo? Kau itu bicara apa huh?” matanya mulai membuka, melihat keadaan sekelilinya.

“Kau benar-benar..” emosiku sudah mulai memuncak tinggal aku pikirkan saja bagaimana cara meluapkannya.

“Dimana ini?”

Mwo? Dimana ini? aisshh.. kepalaku semakin sakit.

“Ya ini di apartemenku, kau tidur memelukku apa yang kau lakukan hah?”

“MWO? APARTEMENMU? MEMELUKMU?”

Rautnya penuh keterkejutan dengan bibir yang tertarik seperti orang yang hendak menangis.

“Oppa..hiks.. apa yang kau lakukan padaku..hiks?”

Eh kenapa dia malah menangis, harusnya aku yang mencurigaimu karena aku tahu yeoja labil sepertimu pasti memiliki tujuan terselubung agar bisa lebih dekat dengan seorang super big star sepertiku.

“Mwo? Kau ditemukan dalam keadaan memelukku ketika aku bangun tidur tadi, harusnya aku yang bertanya seperti itu padamu”

Tangisnya berhenti, dia terlihat berpikir keras mencoba mengingat sesuatu.

“Ah.. aku ingat, semalam kau itu mabuk dan aku menyusulmu ke bar, aku mengantarmu pulang dengan menggunakan bis, membayar semua biaya minuman yang kau minum, lalu saat tiba di apartemenmu..omoo..”

“Mwoya?”

“Karena badanmu yang terlalu berat membuatku tubuhku tidak seimbang dan akhirnya kita terjatuh bersama di lantai ini, kau menindihku dan aku kesulitan untuk menyingkirkanmu..”

“Apa kau mengarang cerita lagi? Kau memang sangat berbakat..cish”

“Ya.. aku serius, kau itu seharusnya berterima kasih padaku tidak seharusnya menuduhku macam-macam, jika tidak ada aku, namamu pasti sudah ada di surat kabar pagi ini”

“Aishh.. kepalaku sakit”

Aku terus memegang kepalaku dan sesekali memijit dahiku yang memang terasa berputar ini.

Tunggu dulu, sepertinya aku mencium bau sesuatu.

Hae Jin’s Side

Bagaimana bisa aku tertidur bersamanya disini? Tapi setahuku dia memang tidak melakukan apapun. Ah entahlah aku tak ingin mengingatnya, jika terjadi sesuatu apa yang harus aku lakukan? Bajuku.. ya aku masih memakai pakaianku dengan lengkap hanya saja.. aku mencium bau sesuatu.

“Eh?” aku sangat terkejut melihat oppa yang sudah ada di sampingku sedang mengendus aroma tubuhku.

“Kau bau..” katanya singkat tapi sukses menusuk jantungku. Err dia memuntahiku malam tadi dan bauku ini akibat cairan yang keluar dari mulutnya.

“YA!! Kau memuntahiku malam tadi, apa kau juga tidak mengingatnya? Lihat bajuku kotor dan aku tidak membawa baju ganti lalu apa yang harus aku lakukan? Aku tidak mungkin kembali kerumah dalam keadaan seperti ini..”

“Kau itu cerewet sekali, yasudah bersihkan dirimu sana, kau pakai saja bajuku..”

Hemh? Memakai bajunya? Apa tidak terlalu aneh?

“Kau itu pria..”

“Apa bedanya kau denganku huh? Aku ini pria cantik dan kau wanita tampan, bukankah seperti itu Hae Jin-ah?”

Ah oppa kenapa kata-kata yang keluar dari mulutmu selalu terdengar indah, seperti permainan pianomu yang mengalun dengan merdu.

Aku berjalan menuju ruangan dimana aku akan membersihkan diriku. Setelah masuk ke dalamnya berbagai macam pemandangan menghiasi mataku, kamar mandi ini bahkan lebih besar dari rumahku. Ah kapan aku memiliki tempat tinggal sebesar ini? setelah appa bangkrut aku tidak pernah lagi merasakan kemewahan.

“Engh..” Perutku mulai berkontraksi. Sepertinya usus besar yang ada dalam perutku siap meluncurkan sampahnya sekarang juga. secepat mungkin aku melangkah dan mulai menduduki closet.

“Ah lega sekali..” aku menundukan kepalaku dan mataku menangkap sebuah tulisan hangul di closet yang sedang ku duduki.

“HEECHAL..mwo?” kalimatnya ditulis terbalik dan jika harus melihatnya harus menggunakan cermin hingga membentuk sebuah kata yang urut. Haha untung aku cerdas jadi tidak memerlukan alat bantu lain untuk membacanya.

“Hahaha.. bagaimana mungkin nama seorang superstar sepertinya ada di sebuah closet?” aku tertawa lepas kemudian menggerakan tanganku untuk membuka keran lalu menyudahi aktifitasku. Omoo ini closet miliknya, aku menduduki closet yang pernah didudukinya juga? ah betapa menyenangkan dan kamar mandi ini.. dia juga memakainya untuk mandi, bathub dia pasti sering berendam disana. Aigoo ini sangat luar biasa.

***

“Ya kau lama sekali apa yang kau lakukan di dalam hah?”

Teriakan itu membuyarkan lamunanku. Aku sudah selesai membasuh tubuhku sejak tadi tapi yang aku lakukan disini adalah duduk di bath ub kosong sambil menyalakan LCD yang berada di atasnya. Aku bergerak menuju pintu.

Ckrek..

Pintu kubuka, tampangnya sangat menyeramkan. Dia memelototiku dengan matanya  yang bulat.

“Lama sekali..aissh..”

Haha ekspresinya sangat lucu. Mwo dia pasti akan memakai closet yang baru saja aku duduki. Ah aku tidak bisa mempercayai ini. terlalu indah untuk menjadi sebuah kenyataan.

***

Hae Jin’s Side

Aku menggerakan leherku ke kiri dan ke kanan. Saat ini aku sedang menyiapkan makan malam untuk majikanku tercinta Heechul Oppa. Yah siapa lagi yang tinggal dirumah ini selain dia. Lama-lama aku merasa sebal padanya, setiap kali dia memerintahku dengan seenaknya. Waktu 1 bulan itu aku rasakan sangat lama, dan kini aku mulai lelah menghadapi semuanya.

Makanan sudah selesai aku masak, aku tidak peduli bagaimana dengan rasanya. Kalau perlu aku akan menumpahkan racun ke dalam makanan Heechul oppa. Ah aniya itu pasti akan menambah rumit masalahku.

Heechul oppa sedang mengadakan pertemuan dengan salah satu staff dari perusahaan musik. Dia sudah mempercayaiku sebagai pekerjanya dan memberikan Vcard cadangan untuk membuka rumahnya kapanpun aku mau. Aku sebenarnya tidak menyangka dia akan semudah itu menerimaku, meskipun sikapnya terkadang menyebalkan.

“Eh.. aku lupa..” Seonsangnim memberikanku tugas untuk membuat not lagu dan yang terpilih akan diseleksi ulang ke tahap selanjutnya untuk kemudian dia ajukan ke sebuah label iklan agar dijadikan musik pengiring jingle iklan mereka.

Seonsangnim memberiku beberapa lembar not lagu musik klasik, dan yang paling membuatku bingung adalah sheet music gubahan Wolfgang Amadeus Mozart, ini adalah chord Mozart fantasy K397. Bukan merupakan hal biasa, untuk mencernanya dibutuhkan konsentrasi tinggi.  Irama akan naik turun dan Rhytme harus tetap seimbang. Errr ku acak rambutku dnegan frustasi. Saat ini posisiku sedang bersandar di dinding dekat dengan kamar Heechul oppa. Sepertinya hari sudah mulai sore, mungkin aku harus pulang secepatnya.

Au beranjak dari dudukku, menyampir tas ditubuhku.

Kruyuuk..

Aigoo panggilan jiwa, perutku memang belum aku isi sejak siang tadi. Pagi hari aku hanya memakan roti sisa kemarin. Ck sebenarnya disini banyak sekali makanan, tapi aku tidak pernah berani mengambilnya tanpa seizin oppa. Aku tidakk ingin dicap macam-macam olehnya, cukup dengan cap penipu, bukan pencuri.

Ku usap perutku yang terasa sedikit sakit. Ketika aku tiba di depan pintu utama, disaat bersamaan seseorang juga membuka pintunya. Aku sangat terkejut, dan ternyata itu Heechul oppa.

“Aissh.. oppa kau mengegetiku saja..”

“Sejak kapan kau tiba disini?” dia bertanya tanpa memandangku. Oppa setiap kali melihat wajahmu hidupku seperti berubah 180 derajat, kehidupanku yang menyedihkan dan melelahkan tiba-tiba saja menjadi sebuah arti yang enuh dengan kebahagiaan. Huh.. sejauh inikah aku menggilaimu, menggemarimu dan mengidolakanmu?

“Mwoya?” aku segera melihat kearah lain saat oppa menyadariku yang sedang memandangnya.

“A..animida..” ku usap dahiku perlahan, kenapa suasananya menjadi panas seperti ini.

“Kau sudah mengerjakan semua tugasmu? Mengepel? Membersihkan ruangan? Huh?”

“Ne oppa, aku sudah melakukan semuanya dan sekarang aku harus pamit..annyeong” aku membungkuk sebelum keluar dari tempat ini. rasanya sulit sekali untuk melangkah keluar.

Kruyukk..

Aissh..kenapa harus disaat seperti ini? kenapa perutku ini bergejolak saat aku berada di depan Heechul oppa. Memalukan.

Heechul’s Side

Kruyuk..

Hem? Sepertinya aku mendengar sesuatu saat Hae Jin akan mulai melangkah keluar apartementku. Apa itu suara perutnya?

“Ya suara apa itu?” aku meliriknya dengan ekor mataku. Dia terlihat gugup dan mencoba mengalihkan pertanyaan ke topik lain.

“Ah oppa.. aku menyerah, itu suara perutku.. aku belum makan sejak siang tadi, jeosonghamnida”

Kenapa harus meminta maaf? Yeoja aneh.. dia kan tidak melakukan kesalahan apapun.ckck

“Masuk..” ujarku dengan nada memerintah. Dia mnunjukan tampang kebingungannya, mungkin tidak mengerti mengapa aku menyuruhnya untuk masuk kembali ke dalam kediamanku sementara pekerjaannya sudah ia selesaikan.

“Ne?”

“Masuk dan makan bersamaku..” wajahnya terlihat sangat girang. Dia segera melepaskan sepatunya dan kembali masuk.

“Cish..” aku mencibir melihat kelakuannya, entah kenapa selama beberapa hari dekat dengannya aku merasa dia itu sangat berbeda. Kesukaan kami sama, kami saling menyukai musik dan menggilainya. Aku mulai merasa simpati padanya, walaupun penuturannya tentang kehidupan yang menyedihkan itu masih belum terasa lengkap tapi aku yakin dia memang gadis baik-baik. Selama dia bekerja dirumahku seminggu ini, aku rasa tak ada yang perlu ku khawatirkan karena semua benda berhargaku dalam keadaan aman.

Hae Jin’s Side

“Kau tidak meminum obat cacing berapa bulan hah?” untuk ketiga kalinya Heechul oppa mengulang perkataan yang sama. Aku sangat lapar dan tidak akan membiarkan semua makanan di meja ini terbuang secara percuma.

“Ya.. oppa makanlah, aku sudah membuatkannya untukmu setidaknya kau bisa menghargai itu!” katau dengan mulut yang masih menampung beberapa benda asing. Aku terus memasukan semua makanan yang tersaji selama aku masih mampu menampungnya. Tapi Heechul oppa sama sekali tidak mau menyentuhnya.

“Bagaimana aku bisa makan dengan tentram jika semua makanan sudah kau cicipi? Kau membuatkannya untuk aku tapi kau yang memakannya, aku belum menyatakan persetujuanku untuk ini? menyebalkan sekali.. kau pikir aku suka melihatmu seperti orang kelaparan, itu membuat nafsu makanku juga menurun”

Ah aku baru ingat, karena perutku sangat kosong dan butuh diisi aku melupakan aa yang seharusnya menjadi hak oppa. Aku menghentikan makanku dengan mulut yang masih penuh. Ku masukan salad yang terakhir dan aku berjanji tak akan memakannya lagi.

“Jeosonghamnida.. oppa, aku tidak berniat membuatmu seperti itu” u letakkan sendok dan garpu di piring saji. Heechul oppa masih terlihat melipat kedua tangannya dengan matanya yang menyipit kearahku.

“Apa kau mengganti sheet yang aku buat?”

“Ne?” aku sama sekai tidak mengeti apa yang tengah dikatakannya. Aha akuingat, baris sheet yang aku temukan di sofa kemarin dan aku mencoret-coretnya dengan mengubah beberapa not. Heh? Apa yang kulakkan? Apa itu milik Heechul oppa?

“Ah oppa..jeosonghamnida, aku memang orang bodoh yang selalu bersikap tahu segalanya, sekali lagi aku benar-benar meminta maaf padamu..” Aku segera membungkuk berkali-kali karena aura yang ditampakkan oleh Heechul oppa sudah sangat menyeramkan.

“Kau tahu akibat notnya kau ubah, musikku diterima oleh perusahaan rekaman..”  aku memundurkan badanku saat dia tersenyum lebar. Omoo benar-benar menyilaukan, aku tak bisa mengedipkan mataku karena jikalau itu terjadi sama saja aku mengabaikan anugerah terindah ini.

“Oppa apa kau bahagia?”

“Ne? Apa ada yang salah?”

“Ani..animida.. kau terlihat sangat keren” aku mengacungkan kedua jempolku memujinya. Apa dia tidak sadar bahwa dirinya hampir saja membuat sarafku lumpuh, senyumannya itu benar-benar senyuman terindah yang pernah aku lihat. Biasanya aku hanya bisa menatapnya melalui televisi dan sekarang dia benar-benar berada di hadapanku.

“Kau sudah selesai kan? Kalau begitu cepat cuci semua piringnya, aku pergi mandi dulu”

Ne? Selalu saja ada pengecualiannya. Dia memintaku makan bersamanya tapi juga menyuruhku membereskan semua peralatan makan. Heh kapan kau akan menjadi manis di depanku? Apa memang kepribadiannya seperti ini?

***

Kim Heechul’s Side

Hari ini aku sangat sibuk untuk merekam beberapa buah syair, salah satunya adalah yang aku buat sendiri. Meskipun not hasil karyaku dinodai oleh coretan yang berasal dari tangan Hae Jin tapi ternyata itu memang sangat berfungsi, terdengar lebih estetis. Dia memang sangat berbakat, aku tidak bisa menampik keahlian yang memang ada pada dirinya.

“G# kau harus menekannya, memadukan dengan nada lainnya..” pintaku pada seorang staff di tempat ini. dia tampak menambahkan chord yang baru saja aku sebutkan.

Jariku sudah siap menyentuh deretan tuts hitam putih ini. hatiku tiba-tiba saja merasa berat saat mengingat pertama kalinya aku bertemu dengan Eun So. Dia adalah adik kelasku di sekolah dasar dulu. Aku mengungkapkan perasaanku melalui deretan nada ini, entahlah apa yang aku rasakan karena Eun So hanya memandangku dengan senyumannya yang khas kau bahkan tidak tahu apa jawabannya. Yang aku rasakan hanyalah kenyamanan jika berada di dekatnya. Eun So tidak pernah mengungkapkan perasaannya padaku, mengatakan bahwa dia memang mencintaiku ya itulah yang membuatku ragu selama ini.

“Lee Eun So.. aku pikir hubungan kita memang benar-benar telah berakhir sudah beberapa minggu ini kau bahkan tidak menghubungiku, entahlah aku merasa lebih baik sekarang.. aku pikir aku memang tidak lagi membutuhkanmu, aku juga berharap kau bisa mendapatkan namja yang jauh lebih baik dariku dan memiliki waktu banyak untuk menemanimu makan malam..”

***

Hae Jin’s Side

Kepalaku terasa sangat sakit. Tadi ahjumma pemilik rumah sewaanku ini memintaku untuk mengemasi barang-barangku sekarang juga dan segera meninggalkan tempat ini. tapi bagaimana mungkin? Lalu siapa yang akan menampungku? Aku memang sudah 5bulan menunggak uang sewanya, jika dihitung semuanya berjumlah 1.800.000 won jika ditambah biaya untuk bulan ini. aissh darimana aku bisa mendapatkan uang sebanyak itu?

Berkali-kali aku menarik nafas panjang, terus berpikir keras untuk keluar dari semua masalah ini. aku juga harus membayar biaya semester akhir sekolah seniku, jika tidak maka aku akan mengulang tahun depan dan itu sama saja akan menambah biaya.

“Engh.. appa kau itu dimana sebenarnya hah? Kenapa membiarkan anakmu menderita seperti ini?” aku mengacak tempat tidurku. Aku sangat frustasi dan aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan..

***

Kim Heechul’s Side

Sudah berapa kali aku melihat kearah pintu apartemenku? Aissh sebenarnya apa yang terjadi padaku kenapa aku begitu mengharapkan kedatangannya?

Aku menyesap wine yang sedang kupegang, dan mataku masih tetap tertuju pada gagang pintu apartemenku berharap seseorang akan membukanya.

Ting Tong..

“itu pasti dia..” aku segera beranjak dari sofa yang ku duduki dan melihat keadaan di luar melalui intercom. Sudah lebih dari 2 minggu dia bekerja padaku, apa aku terlalu menindasnya? Menyuruhnya melakukan ini itu sementara aku tahu uang 500 000 won itu bisa dengan mudah aku cari. Lalu apa yang aku harapkan dari yeoja itu? tentu saja dia sangat membantu. Aku bisa memanfaatkan otaknya yang cemerlang itu untuk mengaransemen lagu buatanku dan juga dia pintar dalam bermain nada, wanita itu memang benar-benar bisa diandalkan. Heh

“Ehm.. siapa diluar?” aku berpura-pura tidak mengetahuinya. Aku tidak tahu apa yang aku rasakan saat ini tapi melihat wajahnya yang polos itu selalu membuatku semangat. Dia tidak pernah bisa menolak perintahku. Yeoja yang menyedihkan.

“Oppa.. ini aku, cepat buka..”

“Kau pikir kau siapa memerintahku seperti itu? apa kau pikir aku akan membukakan pintunya untukmu? Lagipula kenapa kau baru datang sekarang hah? Ini sudah malam lebih baik kau pulang..”

“Oppa jebal.. aku diusir dari tempat tinggalku, apa kau masih tidak bisa memberikan rasa kasihanmu untukku?”

Mwo? Diusir? Ada masalah apa lagi dengannya? Aissh kenapa kehidupannya penuh dengan masalah. Ckckck

Ckrek..

Pintu terbuka, dia melangkah masuk ke dalam apartemenku. Tangannya menyeret sebuah koper besar, aigoo. Apa yang akan dia lakukan?

“Ya apa-apaan kau membawa barang sebanyak itu?”

“Oppa..hiks hiks..” wajahnya terlihat memelas membuatku merasa tidak tega. Aigoo wanita ini kenapa sangat suka mengacaukan hidupku.

“Untuk beberapa hari saja aku akan mencari tempat tinggal yang tepat dengan sewa yang murah, aku mohon.. jebal.. kalau perlu aku akan berlutut dihadapanmu sekarang juga” aku memang terlalu baik memperlakukannya, sekarang dia meminta menginap dirumahku. Aissh dia itu seorang wanita bagaimana bisa berpikiran untuk bermalam di rumah pria. Perlu dicurigai.

“Ya kau itu seorang wanita bagaimana mungkin meminta untuk bermalam di rumah namja?” aku sedikit menjaga jarak darinya. Wajahnya itu sangat polos tapi apa mungkin itu hanyalah sebuah topeng untuk menutupi siapa dia sebenarnya?

“A..ani oppa, kalau perlu aku akan tidur di sana” dia menunjuk ke arah lantai tepat di depan pintu masuk.

“Aku tak akan mengganggumu, kau tahu kan aku tidak memiliki saudara, dan ayahku pergi entah kemana, aku berani bersumpah bahwa yang aku katakan itu adalah yang sebenarnya terjadi dan menimpaku, jika aku tahu hidupku akan sesulit ini sejak awal mungkin aku lebih memilih untuk tidak dilahirkan ke dunia ini.. terlalu melelahkan”

Dia bisa menundukan hatiku, setiap kata yang ia ucapkan seolah menggambarkan dengan jelas bahwa itu memang terjadi padanya. Selama dia berada disini aku tidak merasakan terjadi kejanggalan sama sekali.

“Aku tidak tahu apakah yang kau ucapkan itu benar atau tidak, tapi aku masih memiliki rasa manusiawi, kau harus mempertanggungjawabkannya jika semua itu adalah bohong..”

“Ne.. oppa Kamsahamnida, jeongmal kamsahamnida..”

***

Hae Jin’s Side

Mataku masih belum bisa terpejam, apa karena lampunya belum dimatikan? Hemh aku rasa bukan. Perasaanku menjadi sangat gelisah, aku tidak tahu harus membalas kebaikan oppa dengan apa. Walaupun setiap kata yang ia ucapkan sangat menyeramkan, dan tatapannya membuat tubuhku membeku tapi dia memiliki hati seperti peri.

”Ajikdo neonn honja geoni mureo boneyo nan kutjyeo usseoyo, saranghago ihtjyo.. saranghaneun saramisseoyo..” aku terus bersenandung mecoba terlelap. Kenapa degup jantungku jadi tidak beraturan seperti ini. saat kejadian waktu itu, saat Heechul oppa menciumku aku merasakan ada sesuatu. Perasaan yang selalu membuat hari-hariku dipenuhi bayangannya.aku fansnya dan tidak boleh memiliki perasaan lebih dari seorang fans.

Sepertinya sofa ini terasa hangat, apa yang ia lakukan seharian ini hanya tidur di sofa dan menonton tv. Apa dia makan dengan baik hari ini? hemh dia kan selalu memakan makanan instan jika bukan aku yang memasakannya.

***

Heechul’s Side

Lampu ruang tamu masih menyala,kurasa Hae jin belum mematikannya. Hemh aku beranjak dari kamarku untuk sekedar melihat keadaannya. Dia sedang tertidur di sofa menghadap ke sebelah kiri sehingga aku tidak bisa melihat bagaimana wajahnya saat tertidur. Sejak kapan aku memiliki perasaan khawatir seperti ini? jika melihat dirinya aku selalu merasa dia itu adalah cerminan dari diriku. Walaupun nasibku untuk sekarang ini lebih berunutung darinya.

Aku kembali memasuki kamarku untuk mengambil selimut dan menyelimutinya. Tubuhnya terlihat sangat rentan dan dia sendiri aku tidak tahu apa yang ia rasakan tapi aku yakin dia pasti sangat kelelahan sekarang.

Saat aku kembali untuk menyelimutinya dia sudah mengubah posisi tidur dan aku dapat melihat wajahnya dengan jelas. Ku letakkan selimut itu dengan hati-hati agar menutupi tubuhnya. Alisnya berkerut, apa dia sedang bermimpi buruk? Aku melihat keringat menetes di dahinya. Sesigap mungkin aku mencari sesuatu untuk membuat hawa dingin agar dia tidak merasa kepanasan.

“Hae Jin-ah.. apa kau tahu bagaimana kehidupanku?” aku terus menatap wajahnya yang mungil seraya bergumam pelan. Dia memang sudah tertidur nyenyak tapi kenapa aku masih tidak mau pergi menjauh darinya. Dia itu sangat membutuhkan sebuah perlindungan, untuk membantunya keluar dari semua masalah ini.

“Kehidupanku tidak kalah menyedihkan, orang-porang memandangku sebagai sosok yang selalu melucu dan banyak bicara, memiliki banyak teman, dikenal semua orang dan mudah menjalin hubungan, tapi di dalam diriku merasa sangatlah kesepian.. aku bisa melihat semua itu pada dirimu, kita memiliki kesamaan bukan? Kehadiranmu membuat aku berpikir bahwa harta itu bukanlah nomor satu, tapi harta terbesar itu ada pada diri kita sendiri, bagaimana kita bisa menyikapi semuanya dan membuat itu merasa layak dan nyaman untuk dijalankan. Aku tidak bisa mengenal diriku sendiri, di pagi hari aku menjadi seorang pianist, siang hari aku seorang aktor tapi malam hari ketika aku menyendiri, aku sama sekali tidak bisa mengenali siapa aku sebenarnya? Aku juga tidak tahu sampai kapan semua ini akan berlangsung..” aku mengusap rambutnya perlahan. Wajahnya sangat damai ketika tertidur.

“Aku harap kau sedang memimpikanku..” aku melihat dahinya yang terbuka. Entahlah hasrat apa yang mendorongku tapi tiba-tiba saja aku mendekatkan bibirku untuk mengecupnya. Dengan hati-hati aku menempelkan bibirku ke dahi itu, aku berharap setelah ini dia bisa menjadi lebih membaik.

***

HAIII author yang warasnya minta ampun kembali lagi, haha dan tahukah kaliaannnn????

Ini masih bersambung *Jegerr!!

Besok kali yah tamatnya, egatau deh kapan tamatnya,

tuhkan bang icul ngapain lagi ituh kecup-kecup segala *hayoo ketauan yah?

Aku suka banget deh bikin adegan begini, jiakaka

Kependekan? harapp dimaklumi aku kan publish seharii sekali..wlee :p

Jadi mohon maaf FFcooking-cooking saya belom bisa dipublish hari minggu karena..BELOM SAYA KETIK..HUWAAA *ehm kembali jadi pendiem yang manis.

Abis lebaran kali yah?

Konsep sih udah ada Cuma aku lagi suka banget ngetik ni ff, jarang jarang kan aku bikin ff yang so sweet so sweetan?

Aku masih sangat suka nambah-nambahin adegannya, suka banget banget malah.. abis ini mau bikin konflik yang beda dari biasanya, ada cemburu-cemburuan ada juga yang menyangkut sama judul yang aku pake buat ff ini..

Yauda deh.. akhir kata saya ucapkan Assalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh..

Jamaah..oo..jamaah..

Posted by : -Selingkuhan tunggal Lee Sungmin, Istri tunggal Cho Kyuhyun, Temen mesra tunggal Lee hyukjae, dan satusatunya yang selalu ada di hati Kim Heechul-

Dadah..

Advertisements

25 comments on “Special For Kim Heechul : I Love You Rather than Music (Chapter 3)

  1. pagi2 bk sujuyongwoni trnyt udh da klanjutan ff ini,,,
    bnr nih saya ngrasa kurang panjang tp saya suka soalnya udh ada rasa ktertarikan satu sama lainnya,..
    tambah seru aja…
    ayo lanjutkan, sya mndukungmu…ya ngrasa kurang panjang tp saya suka soalnya udh ada rasa ktertarikan satu sama lainnya,..
    tambah seru aja…
    ayo lanjutkan, sya mndukungmu…

    • haha.. mian tapi diusahain di part selanjutny bakal lebih panjang kok..

      iya psti dilanjut tapi kayaknya besok gabisa publish karenaa SAYA SIBUK DENGAN BEBERAPA VARIAN BUAT LEBARAN,
      ehm..

  2. Serlin..tuh kan,,,kurang kalo cuma 3 part…tambahin lagi… kalo memang ampe part 4 aja jg ga papa,,asal puanjanggg,,,hehehe

    wuahh,,ada angin apa tu bang heecul sweet n cium2 segala..ati2 bang,, bulan puasa,,ntr batal lho,,hehe

    aq suka ne karena dsini km jg jelasin ttg musik,,nambah pengetahuan,,hihi

    oke dech,,next partnya bakal aq tunggu…cayo… ^_^

    • hahaha iya un aku juga ngerasa gitu, belom ada ketertarikan kalo dibikin langsung jadian juga terlalu cepet *mikir
      entahlah mau sampe part 4 atau mau dipanjangin lagi.. tapii.. BESOK AKU GABISA PUBLISH, SAYA SIBUK..HIK HIK

      haha gapapa kok, itu cuma buat hadiah spesial aja.. aku juga mau deh bang *naekin poni, pamerin jidat

      iyah kan kalo mau bikin cerita harus ada edukasinya juga biar dipandang bermutu *halah lebe

      next partnya aku publish abis lebaran kali un, bareng sama cooking-cooking..
      okeh?

      • habis lebaran?? karaten nunggu nich,,hehe
        ya udah dech ga papa,,asal ntr puanjang ya,,hehehe

        ya bner jg, cerita yg ada edukasinya bikin orang yg blm tau jd tau,,suka dech,,

        oke dech oke.. I’ll be waiting…^_^

  3. unni~
    sampe sekarang ini part favorit aku yeee yeeee XD
    nah gini dong unn, kalo publish pagi-pagi
    jadi kan ga galau nungguinnya hahaha

    aigoo bang heechul enak banget nyium-nyium haejin
    aku juga mau diciuuuum XD #plaak

    unni walaupun ni ff keren tapi jangan menelantarkan cooking-cooking dong
    aku juga kan juga nungguin #tendang unni bareng umin

    oya besok partnya yang LEBIH PANJANG yaa
    kalo perlu sampe 100 halaman juga boleh banget kok

    yasudah ya unn aku mau main sama kyu, hae, sama yeppa dulu
    mau bantuin wookpa bikin kue buat lebaran juga
    bubbay~
    cium mrs. cho :*

    • iya aku publishnya sambil merem tapi..
      modem kamu lagi lancar nih? #diseretdhissa

      heh..tidak bisa aku lebih setuju dia cium haejin aratchi?

      engga tenang cooking-cooking tinggal diketik aja kok, haha aku juga suka ama tu ff soalnya bikin laper (?)

      BESOK AKU GABISA PUBLISH DAN JANGAN BERKOMENTAR APAPUN..

      kyuhyun lagi aku kandangin, hae aku iket dipohon jambu, yeppa lagi aku elus-elus, eh wookpa lagi goreng kacang bareng aku..hayoo

      *peluuk Leeteuk oppa

      • unni mau publish sambil merem atau sambil tidur aku ga peduli yang penting publish hahaha #ditendang ke dada hae

        MWO?? GA PUBLISH?? KATANYA MINGGU MAU PUBLISH HABIS ITU BARU VAKUM??
        AAAH KYUUU~ AKU DITIPUUUUUU #cium kyu

        ahahaa iyaa nih habis aku maki-maki modemku lancar 😀
        tapi malemnya mandet lagi T__T
        mending ngelus-ngelus rambut yeppa di kamar deh

        paling yang sama unni itu oppadeu kw 1000 hahaha
        oke aku putuskan kalo unni ga publish aku ga mampir juga
        mending gendong-gendongan sama teuki

        #elus donghae~

  4. yeee… msih belum end!!!
    kalu perlu ga usah end aja unn…
    okeh? okeh?
    aku terlanjur cinta ama FF ini…
    pokonya ceritanya dibuat seeeeeeepanjang-panjangnya… #plakkk
    hehehe..
    udah dulu unn. bye..
    Kim Joo Shi *adeknya Kim heechul pemain sinetron Cinta Chullie*

  5. Author gila..
    Author stres..
    Author ga waras..
    Apa apan itu hah??
    Knapa cholee dibawa2???
    Dia itu milikkkuuuuu….

    Onnie..itu knp ciumnya cuma di dahi ??
    Knp ga bibir aja??
    Dan kenapa pas heechul mabok itu ga ada adegan hot hotnya??
    *minta tabok*

    eh jummaa..daebak deh dirimu bisa curi2 info ttg musik ampe sgitunya…aku mau donk..
    Aku kan calon solois terkenal..hahahahaha

    • heh apa kamu ngata-ngatain aku hah? #Tolak pinggang megang golok

      kamu tuh masih kecil yah jadi mereka lebih baik buat aku aja, aku yang bakal masakin dan nyuapin mereka saat mereka lelah..wlee 😛

      aigoo ni otak kamu mesti direparasi di tukang tambal ban yah, ckckck
      adegan hot? oke nanti aku bikin apartemen hechul kebakaran #hot ga tuh

      iya dong kalo bikin cerita harus ada unsur edukasinya, biar ga ngeyadong mulu *tunjuk kamu

      mwo? solois? gak gak gakuat..
      (kamu harus denger yah suaa indahku ini) ehm..

  6. ya tbc lg….
    Knp heechul tba2 mncium hae jin ‘n’ mncritakan apa yg dy rskan slma ini… Wlaupun hae jin dlm keadaan tdr..
    Sprtix heechul sdh nyaman dng hae jin ‘n’ mngkin sdh mlai mnyukai hae jin… *sok tw*
    D’tnggu part slnjutx…

  7. Woow anyeong thor!
    Lama kg mamfir saya
    *plakk
    *lebey
    hah udeh part 3 aje!
    Hueeee yg 2 keliwat!
    Baca dulu yaa sayang(?)…
    :*
    author said: geli ishh!
    Wkwkwk

  8. telaaaaaaaat baru baca -_- hahaha komennya loncat aja ya eonnnn langsung part ini *pasangtampangaegyo*
    ya tapi sebenernya gaada yang mau aku komentarin sih paling cuma mau bilang cepet lanjutin aja *mintadigampar* XD
    hahahaha ampun eonnie ><v tp emg bener gatau mau ngomong apa, yaa walaupun emg ceritanya pasaran tapi tapi tetep aja bikin penasaraaaaan. makanya aku cuma bisa bilang minta lanjut kalau bisa secepetnya *bener2digampar* hahahaha
    by: adik dari seorang kim jongwoon yang menyandang status sebagai mrs. lee sungmin ^^

  9. hya…kok tbc sih..
    wah bener2 nih, tbc tuh penyakit paling mengerikan bwt para readers.. hehe apalagi lok tbc pas lagi sweet gitu.. halah….
    eon,, fighting.. hwaitng. ..aku tunggu lanjutannya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s