Cooking Cooking Part 5

…Lee’s House, Daegu..

 

Sungmin’s Pov

“Hyeong!!”

Ryeowook mengangkat sebelah tangannya seraya menunjukan sebuah senyuman bodoh yang membuat pipinya menggembung. Aku ingat dia mengatakan akan mengerjakana tugas yang diberikan oleh seonsangnim bersama hari ini, tapi jujur saja aku sedang malas untuk melakukan apapun hari ini bahkan kerja paruh waktu yang biasanya aku jalankan saat akhir pekan aku tunda terlebih dahulu. Aku hanya ingin beristirahat sejenak.

“Ah aku sangat kelelahan berlari sepanjang jalan dari shelter bus, diluar sangat dingin Hyung, tidakkah kau membiarkanku masuk ke dalam?”

Anak ini menerobos masuk ke dalam tanpa memerdulikanku yang sedang berdiri di ambang pintu, hemh.. aku memang harus bersabar menghadapinya. Dasar ahjumma.

“Hyung aku sangat kedinginan, ayolah kau mengerti kan apa maksudku?”

Aku hanya menatapnya dengan kedua tangan yang kulipat di atas dada, bagaimana bisa bocah ini sama sekali tidak menghiraukan pandanganku? Aku sendiri tidak mengerti apa yang menjadi alasan dia sangat senang berteman denganku, yah walaupun terkadang orang ini sangat menyebalkan tapi Kim Ryeowook-lah yang tahu segalanya tentang diriku.

“Kau mau aku bawakan apa?” tanyaku dengan nada malas. Ku perhatikan dia sangat terkejut dengan menunjukan ekspresi yang menurutku sangat berlebihan.

“Whoah.. Hyung, setan apa yang merasukimu? Terimakasih ya Tuhan kau telah membuat orang ini berubah…”

“Kau terlalu berlebihan Kim Ryeowook..” aku meninggalkannya yang sedang bersorak sorai seorang diri, keterlaluan dia pikir aku ini seperti apa? Hen Seul Ki dan Kim Ryeowook, mereka sama saja. Sama sama selalu menggangguku.

***

“YAK!!!!” bentakku membuatnya terlonjak. Han Seul Ki apa yang akan kau lakukan pada peralatan dapurku hah? Aissh.. kenapa dia itu sangat bodoh, bagaimana mungkin menumpahkan deterjen ke peralatan dapur?

“Ah.. baguslah kau datang, aku sedang kesulitan bagaimana mencuci semua ini? jujur saja aku tidak pernah menginjakan kakiku di dapur apalagi harus membersihkan bekas makanku sendiri, untuk masalah ini aku selalu menyerahkannya pada bibi karena mereka bekerja dirumahku dengan bayaran, jadi mana mungkin aku hanya membiarkan mereka bersantai, berjalan dan duduk sementara yang mengerjakan semuanya itu aku..”

“Kau bersihkan busanya, aku yang akan mencuci piringnya” ungkapku berusaha bersabar. Yah aku sedang tidak ingin berdebat dengannya, jika aku membiarkan dia terus berbicara maka esok telingaku pasti akan kehilangan fungsi.

“Ne..” jawabnya singkat dengan tangan kiri yang sudah siap memegang sebuah lap untuk mulai membersihkan busa yang sedikit berantakan karena ulahnya.

Eomma, Abeoji dan Hye Bin masih belum kembali ke rumah, aku rasa karena udara di luar cukup dingin maka mereka memutuskan untuk berangkat sore nanti. Tidak habis pikir, mereka meninggalkanku dengan sorang wanita yang bahkan baru 1 hari ku kenal, tch dasar orang tua selalu saja memaksakan kehendak mereka sendiri.

Setelah selesai membersihkan dapur, aku segera kembali menuju ruang tengah dengan 2 cangkir teh hangat yang baru saja ku buat.

Kim Ryeowook aku harap kau menikmatinya

Batinku, dengan mata yang terus menyimak gerak-gerik orang itu yang sedang antusias berbincang dengan Seul Ki. Tch

“Whoaa.. Hyung, kau memang hebat aku yakin teh hangat yang kau buat ditengah musim ggur,  mengalahkan teh manapun di dunia ini..” sekali lagi dia tersenyum dengan pipinya yang menggembung. Usianya telah menginjak 23 tahun dan kelakuannya masih belum bisa diterima oleh akal sehat, Kim Ryeowook kau lebih pantas menjadi seorang bayi raksasa.

“Apa yang akan kita kerjakan?” tanyaku sambil mambalik beberapa lembar halaman dari sebuah buku besar yang tergeletak di atas meja.

“Profesor menyuruh kita untuk membedakan mie dari 5 negara, membuat data resepnya dan dia juga membutuhkan sampelnya”

Aku setengah terkejut mendengar penjelasan yang ia ungkapkan, Mie? Bersusah payah aku menghindari makanan apapun yang terbuat dari mie dan sekarang dengan tanpa sepengatuhanku Prof. Park memberi tugas pada kami untuk membuat data tentang mie beserta sampelnya?

“Kenapa kau baru memberitahuku sekarang? Aishh.. Kim Ryeowook, kau tahu persis apa yang terjadi padaku jika seperti ini jadinya aku sendiri tidak tahu apa yang harus aku lakukan..” aku menengadahkan kepalaku menghadap langit-langit berwarna cokelat, terbuat dari kayu jepang. Dengan sedikit menghembuskan nafas aku berpikir sejenak, permintaan Prof. Park tidak bisa dipatahkan meski aku harus berlutut di hadapannya sepanjang hari sekalipun.

“Oppa kau sudah makan?” aku menoleh saat mendengar Seul Ki berbicara di belakangku. Dia memegang sebuah gagang pel dengan apron yang masih melekat ditubuhnya. Masker ia pakai untuk menutupi wajah beserta sarung tangan yang ia kenakan sebagai pelindung. Berlebihan, itulah kesan pertamaku.

“Apa yang kau lakukan?” Selalu saja memasang tampang bodoh seperti itu, Han Seul Ki berapa lama lagi kau berada dalam lingkup yang sama denganku?

“Aku mau membuang sampah, agar tidak tercemar maka aku memakai alat pelindung ini..”

“Sampah apa yang akan kau buang?”

“Kertas dan botol plastik..”

“Woah Seul Ki-ssi kau benar benar hebat, aku sangat menyukaimu..” Suara itu lagi, hmh.. jika kedua orang ini berada di tempat yang sama denganku maka yang akan aku dapatkan adalah tidak bisa berpikir dengan jernih, apalagi ditambah ocehan yang keluar dari pita suara kedua orang ini.

“Di dapur tidak ada makanan ringan, bisakah kau belikan untuk kami?”

Pintaku mengada ada, tentu saja dengan sebuah alasan agar perempuan ini menjauh sementara waktu dari hadapanku.

“Ah Geuraesseo, aku akan segera membelikannya tapi setelah aku membuang sampah ini..” Sebenarnya dia itu anak baik atau bukan? Kenapa setiap kali membuat kesalahan aku selalu saja tidak bisa memrahinya secara terang-terangan, bahkan aku lebih sering membantunya. Errr menyebalkan.

***

..Daegu’s Place..

 

Seul Ki’s Pov

“Mbrrr.. omoo diluar kenapa sangat dingin?” aku terus menggosok tanganku dengan arah yang berlawanan. Sungmin oppa yang memerintahku untuk membeli beberapa makanan kecil, ah kenapa dia itu suka sekali memperlakukanku layaknya seorang pembantu? Ini sudah penghujung musim gugur, dan terkadang suhu bisa saja berubah drastis tanpa sepengetahuanku. Tidak ada sarung tangan ataupun earmuffs yang melekat di tubuh untuk menahan hawa dingin, aku hanya mengenakan sweater tipis dengan kemeja lengan panjang. Tapi aku rasa itu tidak memberikan efek apapun,  Jika bukan karena terpaksa aku melakukannya, lebih baik aku tidur di dalam rumah menggelung diri dalam selimut, huwah..

“Han Seul Ki-ssi”  suara itu tidak aku hiraukan, aku terus melangkah tidak bersemangat menyusuri beberapa toko yang berjajar di sepanjang jalan Daegu.

“Kau benar Seul Ki kan?” aku sangat terkejut, orang yang tadi memanggil namaku tepat mendarat di hadapanku saat ini. ku susuri penampilannya dari bawah ke atas.

“Omoo.. Jung Il Sook?” mataku tak bisa ku kedipkan, Jung Il sook aku masih sangat mengingat wajahnya. Bagaimana bisa kami bertemu dalam keadaan dimana dia mengiraku sedang menjalani studiku di Amerika. Alasan apa yang harus aku berikan? Karena aku sangat yakin pertanyaan pertama yang akan dia utarakan padaku adalah tentang keberadaanku saat ini.

“Neo?heh.. “ Il Sook mendesah dengan raut kecewa di depanku.

“Annyeong..” jika kami bertemu bukan dalam keadaan seperti ini, mungkin saja aku akan memeluknya sekarang juga.

“Apa kau membohongi appamu?”

“Aku hanya ingin memberikan yang terbaik untuk appa dan juga untukku..”

“Tapi kenapa kau lakukan ini? lalu sekarang kau tinggal dimana? Dan apa yang sedang kau lakukan disini?”

Jung Il Sook terus melontariku dengan berbagai macam pertanyaan yang terus keluar dari mulutnya. Aku tak bisa berbohong karena sekeras apapun aku mencari alasan pasti dia tidak akan mempercayai semua penjelasanku.

“Kita bicarakan ini di tempat lain” tawarku, kurasa il sook menyetujuinya.

***

…Lee’s House, Daegu..

 

Sungmin’s Pov

Apa aku bisa membuat mie tanpa sepengetahuan appa dan eomma? Mereka sangat sensitif jika mendengar apapun yang bersinggungan dengan nama ini. Mie, entahlah hingga kini apa yang menjadikannya alasan kedua orang tuaku membenci makanan selezat ini. padahal aku tahu persis, kakekku Lee Yeol Shin adalah pembuat mie berbakat di zamannya, apa mungkin ini ada sangkut pauntnya dengan kakek?

Nasi vermicelli,  itu makanan thailand yang terbuat dari  bee hoon kan?”

Aku mengangguk menjawab pertanyannya, tidak begitu bermasalah jika aku harus menuliskan bahan-bahan ini. Aku sering mencari resepnya melalui internet, tapi biar kuperjelas hingga saat ini aku sama sekali tidak pernah mempraktikan untuk membuat mie itu sendiri.

“Lalu bagaimana cara kau menaruh sampelnya sementara kau sendiri tidak diizinkan untuk membuat mie di rumah ini?”

“Kesempatan itu di berbagai tempat, hanya bagaimana dan harus seperti apa kita mengelola kesempatan itu agar menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk kita..”

Satu persatu kumasukan beberapa resep itu kedalam buku jurnal laporan tugas kami, aku sudah mempelajari tentang ini sebelumnya. Materi yang aku dapat dari setiap pengajaran yang disampaikan.

“Hyung, dimana ahjussi, ahjumma dan juga Hye Bin? Sejak tadi aku berada disini tapi kenapa mereka masih belum tampak?”

“Mereka pergi kerumah sanak saudaraku kemarin sore dan bermalam disana, mungkin nanti malam baru akan kembali ke rumah”

Aku merasakan aura aneh tiba-tiba saja menyeruak, ku tolehkan kepalaku ke arah Ryeowook yang sedang tak berkedip menatapku. Dengan sigap ku jauhkan jarak kepalaku dengan wajahnya, benar-benar menyeramkan. Ada apa lagi dengan orang ini? lebih dari 10 tahun aku bersahabat dnegannya tapi hingga kini aku masih belum bisa memahami siapa sebenarnya Kim Ryeowook itu. aigoo..

“Itu berarti kau hanya berdua dengannya malam tadi?”

Keadaan hening, dan aku tak dapat menebak apa yang dipikirkan oleh orang ini sekarang. Ck Kim ryeowook kuharap kau bisa mengendalikan kesalahpahamanmu.

“Hyung kau ini sudah 26 tahun dan aku rasa sudah sepantasnya jika kau memiliki seorang kekasih dan menikah dengannya, mungkin itulah alasan ahjumma dan ahjussi meninggalkanmu dirumah hanya berdua dengannya.. ah terdengar sangat romantis dan aku sangat menyukai Han Seul Ki menjadi kekasihmu, walaupun kalian baru saja saling mengenal tapi perkenalan pertamamu itu akan menjadi hal yang paling berkesan di hidupmu, hyung benar kan apa yang aku katakan?”

BUKK

Kudaratkan sebuah buku jurnal yang baru saja kutulisi dengan berbagai kata di atas kepala Ryeowook, jika tidak seperti ini maka aku yakin mulutnya tidak akan berhenti bergerak mengeluarkan beberapa perkataan yang terkadang terdengar sangat menyebalkan. Bagaimana bisa dia mengambil kesimpulan semenjijikan itu?

“Hyung..aissh.. kenapa kau malah memukulku?” dia mengusap kepalanya dengan sebuah pensil yang masih menyembul di sela-sela jari.

“Hanya mengkombinasikan otak dan tanganmu, bukan mulutmu aratchi?” Ryeowook diam, tidak ada sepatah katapun yang kembali keluar dari mulutnya. Walaupun dengan samar aku mendengar dia bergumam pelan, tapi aku tak menggubrisnya sama sekali.

Aku hanya mengatakan yang semestinya, kasar sekali kau Hyung.. kalau begini caranya bagaimana kau akan memiliki seorang kekasih? Kau tidak benar-benar penyuka sesama jenis kan? Aku akan secepatnya menjauh darimu jika semua dugaanku terbukti benar.. Il Sook, Seul Ki kau menolak para gadis itu,ck aku tidak habis pikir apa yang sebenarnya ada dalam benakmu..

Kim Ryeowook apa kau pikir aku tidak bisa menangkap perkataanmu? Apa perlu aku menyumpal mulutnya dengan sebuah kaus kaki?

“YAK!!” pekikku dengan mengetukkan sebuah pensil ke badan meja.

“Kau mendengarnya Hyung?”

Dia itu kenapa setiap kali aku membentaknya tidak pernah menunjukan raut serius sedikitpun? Yah kedua spesies ini memang memiliki kesamaan, Han Seul Ki dan Kim Ryeowook.. selalu membuat emosiku naik.

***

 …Agroe Cafe, Daegu..

Seul Ki’s Pov

“Aku tinggal di sebuah kediaman di Daegu, mereka sangat ramah padaku.. jujur saja aku tak bisa meninggalkan mereka secepat ini” suasana di cafe ini cukup sepi, Il Sook sudah lama sekali aku tidak bertemu dengannya. Aku tidak menyangka dia bisa tumbuh menjadi gadis cantik seperti ini, Jung Il Sook seorang fashionista. Ayahnya adalah manajer keluarga kami, meskipun seperti itu kenyataannya baik aku maupun Il Sook jarang sekali bertemu karena saat ini Il Sook tinggal bersama eomma dan juga ayah tirinya.

“Apa kau masih seperti Han Seul Ki yang ku kenal 12tahun lalu?”

“Tentu saja, hanya butuh waktu untuk menunjukan semuanya padamu..” aku menarik tangan Il Sook, kami sangat dekat seperti seorang kakak dan adik. Aku sudah menganggap Il Sook seperti saudaraku sendiri.

“Aku harap kau mau merahasiakan semuanya dari appa, aku berjanji tidak akan mengecewakannya..”

Il Sook menundukan wajahnya, terlihat seolah memikirkan sesuatu. Dia agak kesulitan untuk mengungkapkannya pdaaku, apa ada yang berusaha ia sembunyikan dariku?

“Waeyo?”

Kulihat dia mulai mendongakan kepalanya, aku masih memandang Il Sook dengan penuh tanda tanya.

“Kau akan dijodohkan..”

Eh? Dijodohkan? Apa dia sedang bergurau.. aigoo, candaannya sama sekali tidak lucu.

“Kau bergurau Jung Il Sook” ujarku dengan mengibaskan tangan dan membuat tawa yang terdengar sangat aneh.

“Yak aku serius!!” ucapnya tegas. Aku langsung berhenti dan menautkan alisku bersamaan, hatiku jadi bertanya-tanya tentang perkataan yang baru saja ia tuturkan.

“Kau sudah dijodohkan dengan anak dari rekan ayahmu dan pertunangan kalian sudah ditetapkan, ini semua dilakukan untuk meluruskan berita yang dimuat di media.. aku hanya tidak ingin melihat kau terkejut ketika mendengar berita ini langsung dari media, aku harap kau bisa menyesuaikan keadaan dan situasi yang terjadi.. untuk masalah ini kau tidak seharusnya mengecewakan abeojimu”

Aku tertegun mendengar dia menjelaskan semuanya. Yah aku berpikir dia itu benar, tidak seharusnya aku mengecewakan abeoji untuk keduakalinya dan jika ini memang benar terjadi maka aku harus menerimanya dengan lapang dada. Eh tunggu dulu tapi siapa anak dari rekan ayahku itu? dan apa maksudnya untuk meluruskan berita yang tersebar di media?

“Il Sook-ah.. siapa yang kau maksud anak dari rekan ayahku? Lalu berita apa yang tersebar di media?”

“Berita tentang hubungan buruk antara hotel daegu dan core’s company, anak dari rekan ayahmu itu adalah anak dari pemilik grand hotel daegu..”

Otakku berputar 180 derajat, aku harap ini sebuah fatamorgana. Sosok Il Sook yang sedang duduk berhadapan denganku dan suaranya yang begitu jelas aku dengar, mungkin saja hanya sebuah biasan.

“Apa yang kau maksud itu Kang Min Hyuk?”

Il Sook mengangguk menandakan tebakanku tepat sasaran. Omoo aku rasa aku membutuhkan alat bantu untuk bernafas sekarang, ini lebih dari sebuah ancaman. Kang Minhyuk, orang yang menimbulkan kebencianku melebihi Lee Sungmin. Aishh kenapa harus orang itu? kenapa appa tidak menjodohkanku dengan Hyun Bin atau lainnya yang jelas-jelas sudah memiliki nama di masyarakat. Abeoji, kau memang selalu memtuskan apapun atas dasar keegoisan semata, tidak adil.

***

…Grand Hotel Daegu..

Kang Minhyuk memandang keluar ruangan, dia telah mengetahui siapa yang menyebarkan berita ini. mantan pacarnya. Sesekali Minhyuk menggaruk keningnya dan memikirkan sesuatu, saat Kang Jung Jin datang memasuki ruangan dia masih tetap terdiam dalam beberapa argumen yang tak dapat ia ungkapkan.

“Setidaknya ini adalah cara termudah untuk mengungkap pada media bahwa hubungan kita baik-baik saja, tanpa diselingi persaingan atau apapun.. kau mengerti kan apa maksudku?”

Minhyuk tidak mengerti, ayahnya datang tiba-tiba dan itu membuat Minhyuk tak dapat mencerna perkataan Jung Jin sama sekali.

“Apa maksud abeoji?”

Dengan tatapan hampa minhyuk mengalihkan intensnya, dia berjalan menghampiri abeoji yang terduduk membalik beberapa halaman dari surat kabar diatas meja.

“Aku dan Han Seok Ha telah menyepakatinya” Suasana hening sejenak, hanya terdengar lembaran kertas yang saling bergesekan satu sama lain.

“Kau akan kujodohkan dengan anaknya untuk menutupi berita yang sudah tersebar luas..”

Minhyuk menautkan alisnya menyebabkan keningnya sedikit berkerut. Ayahnya tak pernah menyinggung hal ini, dan sekarang tiba-tiba saja memutuskan hal secara sepihak tanpa persetujuannya sama sekali.

“APPA!!” bantah Minhyuk, namun tak pelak membuat Jung Jin menggubris suaranya. Dia melakukan semua ini untuk kembali memulihkan nama kedua belah pihak, menggambarkan bahwa sebenarnya hubungan Seok Ha maupun Jung Jin dalam keadaan baik, namun untuk membuktikannya pada media maka mereka harus memberikan sebuah kenyataan yang tampak oleh penglihatan, tentu saja dengan jalan menjodohkan anak mereka.

“Kau bisa kan mempertanggung jawabkan kewajibanmu?”

Minhyuk bepikir, keputusan ayahnya memang dapat dibenarkan. Ini semua demi karirnya, demi nama baik Hotel daegu yang berada di bawah kendali Minhyuk.

***

…Daegu’s Place..

Aku berjalan lunglai dengan sakantung besar belanjaan yang ku bawa di tangan kanan. Il Sook berjanji akan merahasiakan semuanya dari appa, hah aku tidak akan menyangka semuanya bisa jadi serumit ini. Perjodohanku yang sama sekali tidak pernah dikabarkan oleh abeoji, dan aku juga harus berpur- pura berada di amerika sementara sebenarnya aku masih berada di korea.

“Errgghh..” aku mengacak rambutku dengan frustasi, suara teriakan putus asa yang keluar dari muluktu membuat seluruh ruangan ini memantulkan gelombangnya.

“YAK! Apa yang kau lakukan?”

Kenapa disaat seperti ini aku juga harus berhadapan dengannya, menyebalkan. Apapun yang ada di dunia ini semuanya menyebalkan, tak pernah ada yang berjalan sesuai dengan keinginanku.

“Aku sudah membelikannya untukmu, silakan kalian nikmati..” aku menyerahkan kantung itu dan sekarang berpindah ke tangan Sungmin Oppa, aku sedang tidak ingin melakukan apapun hari ini. Yang aku idamkan adalah mengurung diri dalam kamar dan menangis sepuasnya, minggu depan aku harus pergi ke rumah duka untuk memperingati hari dimana eomma pergi untuk selamanya.

“Seul Ki-ah..” saat ryeowook oppa memanggilk, yang kulakukan adalah tersenyum singkat membalasnya.

Sikapnya jauh berbeda dengan Sungmin oppa, dia ramah dan sangat humoris.. aigoo

“Ada apa dengannya?” kudengar suara itu samar-samar, pasti sekarang mereka sedang membicarakanku, dengan raut wajahku dan berbagai kerutan hingga membuatnya terlihat sangat lusuh memang patut di curigai.

***

…Grand Hotel Daegu…

“Lee Sungmin ada yang mencarimu..” salah serang pegawai itu menepuk bahu sungmin dengan nampan besar yang ia bawa sejajar didepan dadanya. Sugnmin yang sedang mencatat sesuatu di jurnal miliknya segera membungkuk dan pergi menjauh menepati permintaan seseorang yang sedang menunggu dia di lounge hotel.

“Annyeonghasimnikka.. sungmin imnida ada yang bisa aku bantu?” orang yang sedang berdiri membelakanginya kemudian berbalik saat mendengar sebuah suara lembut yang keluar dari pita suara sungmin.

“Lee Sunhgmin? Benarkah ?” wajahnya terlihat berbinar, dengan penuh keyakinan terhadap Sungmin yang saat ini berdiri sejajar dengannya.

“Algesimnida.. aku Lee Sungmin, apa kita sudah bertemu sebelumnya?”

“Ah.. kau terlihat sangat baik, jauh seperti yang digambarkan oleh tuan Han padaku..”

“Ne?”

“Aku manajer Jung,  orang kepercayaan tuan Han yang kau tolong 4 hari lalu apa kau masih mengingatnya?”

Sungmin memutar bola matany adengan kepala yang mulai mengingat kejadian malam itu saat dia memapah Han Seok Ha keluar dari dalam lift.

“Ah.. aku mengingatnya, apa tidak lebih baik kita membicarakan masalah ini ditempat lain?” tawarnya, manajer jung menyetujui permintaan Sungmin dan kini mereka berjalan beriringan untuk mencari tempat yang nyaman dibandingkan harus berdiri di lounge hotel.

Sungmin’s POV

Kami telah berada di sebuah tempat yang cukup tertutup untuk umum, 2 hari lagi aku akan mengakhiri masa training ku di hotel ini dan aku merasa itu cukup berat karena sejujurnya aku sangat nyaman berada di tempat ini tanpa memikirkan tugas atau paper yang harus ku serahkan pada seonsangnim.

“Han Seok Ha adalah pemilik Core’s Company, dia menyuruhku untuk mengucapkan tanda terimakasihnya padamu dengan memberikan ini..” ahjussi ini menyodorkan sebuah kotak kecil padaku, entahlah apa isi di dalamnya tapi jujur  aku tak dapat menerima hadiahnya karena satu hal yang selalu aku terapkan di hidupku :

uliga juneun modeunbosang eul-wihan ge aniya

all we give is not for a reward

“Aku tak bisa menerimanya, jeosonghamnida” aku mendorong kotak itu perlahan, berusaha menolaknya.

“Isinya bukanlah materi karena tuan Han mengatakannya padaku bahwa kau bukanlah tipe orang seperti itu”

“Jeosonghamnida ahjussi, seperti apapun isinya aku tetap tidak bisa menerima pemberian tuan Han.. aku mohon jangan paksa aku, aku yakin tuan Han bisa mengerti apa alasanku..” aku bangkit untuk tidak terlibat lebih jauh lagi dalam pembicaraan ini.

“Jeosonghamnida, aku harus kembali bekerja.. Kamsahamnida..”

Aku membungkuk singkat dan menjauh pergi meninggalkan ahjussi itu seorang diri. Semuanya telah aku pertimbangkan, bukanlah untuk menyinggung permintaannya tapi aku lakukan atas dasar prinsipku. Mereka mungkin berpikir bahwa tidak baik mengabaikan pemberian orang lain, tapi tidak denganku karena aku menganggapnya sebagai hal yang harus selalu aku lakukan.

“Sungmin-ssi tolong antarkan ini pada tuan Pete..” seorang supervisor menghentikan langkahku, dia menjulurkan tangannya menunjukan sebuah amplop cokelat milik seorang penghuni hotel ini. Aku menerimanya dan membungkuk untuk segera pergi menuju tempat yang akan aku datangi. Tidak perlu informasi atau apapun, aku sudah dapat mengingat tempatnya dengan mudah setelah 4 hari berturut turut memiliki kegiatan yang hampir serupa.

Ku tekan bel dengan tenaga cukup kuat, pikiranku kembali mengingat perkataan Han Seul Ki waktu itu. meskipun aku tidak meresponnya namun aku dapat menangkap dan mengingat apapun yang keluar dari mulutnya, penjelasannya tentang sebuah senyuman seperti agen penawar produk kecantikan.

“Heh.. kau ingin melihatku seperti ini kan Han Seul Ki-ssi?” batinku dengan sudut bibir yang aku tarik paksa hingga akhirnya deretan gigiku tampak. Mulai saat ini aku memag harus lebih banyak mempelajari hal yang ada sangkut pautnya dengan keramahan.

Salah satu faktor pendukungnya adalah sebuah senyuman, mereka akan menilai ini dari sebuah garis wajah yang ditunjukan. Terlebih cepat atau lambat aku akan menjadi seorang koki, setidaknya itulah cara ampuhku untuk menarik audience.

“Quiss..?” tuan peter telah membuka pintunya, aku membungkuk memberi sapaan hormat seraya menyerahkan amplop berwarna cokelat itu padanya.

“Salve..” sapaku dengan dialek latin yang tidak terlalu kental. Tuan Pete terlihat mengembangkan senyumnya dengan dahi berkerut, dia tampak senang mendengarku menyapanya dengan bahasa yang sangat tidak asing bagi tuan Pete.

“facunde locutus es.. (kau mengucapkannya dengan fasih)”

“Gratias..” aku kembali membungkuk berniat untuk segera meninggalkan tempat ini.

“In hieme bibat poculum capulus in matutinis? (maukah meminum secangkir kopi di pagi musim dingin?)”

Keadaan hotel memang belum terllau ramai, yah bukankah ini salah satu cara memuaskan pelanggan kan? Setidaknya sebagai pegawai yang baik aku tidak bisa menolak ajakan pelanggan yang juga menjadi raja di hotel ini.

“neque vir Pete (baiklah tuan Pete)”

***

…Lee’s House..

Jika aku melihat di drama ini dia sebagai seorang wanita dapat menentang perjodohan yang akan dilakukan, tapi dengan alasan karena ia telah memiliki seoang kekasih yang rela mengorbankan hidupnya untuk gadis itu. Sementara aku, apa yang akan kujadikan sebuah alasan untuk menolak perjodohanku dengan anak dari pemilik Grand Hotel Daegu?

“Unni..” Hye bin membuyarkan semua pemikiranku. Dia duduk di depanku dengan sebuah buku yang ia coreti berbagai macam tulisan.

“Bisakah kau menggambarkanku seorang puteri?” pintanya, aku hanya tersenyum bingung harus menjawab apa karena saat aku diberikan tugas menggambar saja nilai yang kudapatkan adalah C-, nilai terburuk jika dibandingkan semua nilai yang dihasilkan dikelasku. Aku sendiri tidak mengerti sebenarnya keahlian apa yang aku miliki, tidak ada yang spesial yang membuatku unggul.

“Aku hanya bisa menggambar seekor beruang..” tukasku dengan penuh keraguan.

“Kau sudah besar, aku yakin unni pasti bisa membuatkannya untukku..” aku tak bisa menolak, Hye bin terlalu manis untuk ku acuhkan. Baiklah konsekuensi apa yang akan kudapatkan, aku tidak peduli. Melukis seorang puteri bukanlah pekerjaan yang mudah, hemh..

Aku mulai menggerakan pensil di atas kanvas membuat sebuah pola yang nantinya akan kupertebal untuk memperjelas hasil gambarnya. Hye bin masih setia duduk di samping sebelah kiriku, sebenarnya aku hari ini berniat akan mencari lapangan pekerjaan karena persediaan uangku semakin hari kian menipis.

“Unni apa kau menyukai oppaku?”

Lee Hye Bin jangan pernah membuat pikiranku menjadi kacau disaat aku sedang berkonsentrasi terhadap sebuah hal. Kau itu masih terlalu kecil untuk mengatakan hal itu, aigoo Sungmin oppa aku rasa ini adalah dampak buruk yang telah kau tularkan pada adikmu.

“Eh.. jadi aku harus memulainya dari mana? Kau ingin ukuran besar atau sedang?” kucoba mengalihkan topik pertanyaannya.

“Unni, oppa itu adalah orang yang baik, dia mampu di segala hal, tidak ada yang tidak bisa ia kerjakan.. aku yakin semua wanita pasti menyukainya, aku harap suatu saat kau bisa menjadi kakakku..”

Aish anak ini, berbeda sekali dengan kakanya yang seringkali bersikap dingin terhadapku. Kau harus tau itu, jadi bagaimana mungkin aku menyukainya. Hh

“Hey..aku tidak akan menggambarkanmu jika kau terus berbicara..hemh?” ancamku diselingi dengan senyuman, Hye Bin mengangguk pasrah dengan ekspresi wajah yang terlihat lucu. Aku mengusap kepalanya dengan penuh kasih sayang, Han Seul Jang andaikan kau juga ada disini bersamaku aku tak bisa membohongi diriku sendiri bahwa aku memang sangat merindukan bocah menyebalkan yang tidak lain adalah adik kandungku sendiri.

***

…Golgu University…

 

Il Sook berjalan dengan langkah jengah menerawang dari koridor satu ke koridor lainnya, wajahnya terlihat sangat tidak bersemangat. Dalam benaknya timbul keinginann untuk menemui Lee Sungmin yang saat ini sedang menjadi seorang trainer di Hotel Daegu. Il sook begitu mengagumi sosok Lee Sungmin yang seringkali mengacuhkannya, bahkan yang lebih parah Sungmin juga membuat Il Sook sempat terluka karena sikap dingin yang sering ia tunjukan.

Bukk..

“Yak.. bisakah kau melihat keadaan sekitar saat berjalan hah?” Il Sook merasa sangat terganggu dengan kehadiran tiba-tiba seseorang yang menabraknya. Dia tidak terima dan membentak orang tersebut dengan suaranya yang lantang. Orang itu hanya tersenyum sungging tanpa memasang mimik lain di wajahnya.

“Cih..kau berani membentakku?” timpal pria yang saat ini sedang berdiri di hadapan Il Sook.

Dengan wajah yang mulai berwarna merah padam il sook tetap pada posisinya dengan sekuat tenaga menahan rasa kesal yang sempat mencuat.

“Tingkahmu angkuh sekali, apa kau petinggi di tempat ini hah?” il sook tak peduli, kali ini dia lebih menamakkan eksresi marahnya yang sangat.

“Menyamping..” Perintah pria itu tanpa basa basi denga raut wajah arogan yang membuat il sook semakin muak.

“Tuan kang minhyuk..” saat suara itu terdengar dari kejauhan, mereka berdua berpaling pada seorang ahjussi setengah baya yang sedang membawa paper bag dan berlari kecil menyusul keduanya.

“Kau meninggalkan ini di meja Professor..” katanya dengan segan. Il Sook hanya memandang tidak percaya, dia mengingat perkataan Seok Ha dan Jung Jin kemarin saat mereka membicarakan tentang perjodohan kedua anaknya. Il sook dapat mengingat dengan jelas nama orang yang akan menjadi calon pendamping hidup sahabatnya tersebut. Selintas terbersit, Il Sook sangat menyayangkan semuanya, waktu dan juga dia berpikir bahwa kehidupan Seul Ki akan sia-sia jika bersama dengan orang menyebalkan ini.

“Kau Kang Minhyuk siapa?” tanya Il Sook ragu, membuat ahjussi yang baru saja datang menyenggol lengannya untuk tidak berkata macam-macam.

“Satu-satunya Kang Minhyuk yang terkenal di kawasan Daegu, siapa lagi kalau bukan aku..” Jawab Minhyuk percaya diri.

Il Sook hanya terdiam, membayangkan nasib Seul Ki yang akan semakin memburuk jika bertemu dengan orang ini. Ia berkeyakinan, apabila Seok Ha mengetahui keadaan yang sebenarnya bahwa Seul Ki masih ada di korea maka mungkin saja mereka berdua akn segera disatukan dalam ikatan pernikahan.

***

…Lee’s House..

Seul Ki’s Pov

Ahjumma sedang tidak ada di rumah, dia mengatakan akan pergi berbelanja di supermarket ujung jalan tapi sampai saat ini baik Ahjumma maupun Hye Bin masih belum tiba dirumah. Entahlah, Lee Ahjumma memperlakukanku dengan sangat baik, aku tak bisa menolak semua perlakuannya. Walaupun aku masih belum bisa menyamakan dia seperti ibuku yang sudah meninggalkanku 6 tahun lalu, namun karakternya memang sangat kuat dan sejalan dengan karakter eomonim.

“Lee Cordon Bleu?” aku menemukan secarik brosur di bawah kaki meja belajar milik Sungmin oppa. Saat ini aku sedang merapikan rumah termasuk ruangannya, tidak ada privasi disini. Mereka sudah mempercayakan semuanya padaku. Lee Cordon Bleu? Bukankah itu sekolah memasak yang berada di Amerika Selatan? Untuk apa Sungmin oppa menyimpan brosur ini?

Aku terus membolak balik posisi kertas itu hingga akhirnya dapat kulihat sebuah bangunan megah di bagian depannya. Hemh apa mungkin sebelumnya Sungmin oppa pernah berencana untuk melanjutkan sudinya di tempat ini?

“Apa yang kau lakukan?”

Aku tidak tahu darimana asal suara itu datang, tapi yang pasti saat ini bukan hanya aku yang berada di kamar Sungmin oppa. Ku gerakkan kepalaku perlahan dan ternyata sosoknya telah siap berdiri di ambang pintu dengan wajah cemberut khasnya yang selalu ia tunjukan, aku rasa wajah itu semakin hari kian bergulir di penglihatanku.

“Ah kau baru pulang? Hyebin dan Lee Ahjumma pergi berbelanja, dan aku harus membersihkan rumah.. jeosonghamnida aku membersihkan kamarmu tanpa permisi” aku membungkuk tanpa berani kembali memandang wajahnya. Dia terlihat imut jika di lihat dari kejauhan namun akan tampak menyeramkan jika mataku hanya berjarak beberapa senti saja dari wajahnya.

“Kembalikan itu padaku”

“Eh?”

“Itu kertas yang berada di tanganmu”

“Ah ne..”

Aku segera memberikan kertas yang sejak tadi setia di tanganku, tanpa pikir panjang aku pun langsung melangkah pergi meninggalkan ruangan tersebut.

Deg..

Aku tak bisa berkata apapun saat tangan Sungmin oppa menangkap tanganku, rasanya ini seperti sebuah delusi atau mungkin halusinasi. Ah Han Seul Ki apa yang kau pikirkan? Baiklah aku akan mencoba memfokuskan pikiranku, itu hanya khayalanku yang irasional dan akhir-akhir ini sering merasuki diriku.

“Han Seul Ki-ssi..”

Dengan sangat hati-hati aku menggerakan kepalaku untuk melihat kenyataan yang terjadi. Yah sebuah tangan dengan manis melingkar di pergelanganku, aigoo..Apa kau tidak waras Sungmin oppa?

“Ne..” jawabku berusaha menyembunyikan kegugupan yang sedang melandaku saat ini.

“Apa ada kegiatan lain yang akan kau lakukan?”

“Eobseoyo, waegurae?”

***

…Lee’s House Balcon, Daegu..

Aku dapat melihat jelas wajahnya yang mulai memerah, pasti orang ini telah menyalah artikan dari perbuatanku. Rasanya aku sangat lelah dan ingin sekali menumpahkan semua yang menjadi beban bagiku di hadapan wanita ini karena memang selama aku menjalani semuanya, aku sama sekali tidak pernah mengeluh baik di depan keluargaku sekalipun. Karena semua itu hanya percuma, dan akan sia sia. Mereka tak pernah mendukung pilihanku, tak ada tempatku untuk mengadu dan mungkin saja orang ini bisa menjadi tempatku mencurahkan seluruh perasaanku.

“Aku ingin berbicara sedikit denganmu..” pintaku dengan nada suara yang sangat rendah. Dia tampak kebingungan dengan menunjukan ekspresi seperti orang bodoh. Aiss, aku sedang serius dan sikap apa yang ia tunjukan padaku sama sekali tidak menunjukan respon yang baik. Menyebalkan.

“Ah geuraesseo..”

***

Aku dan Seul Ki berada di balkon lantai 2 dimana tidak hanya balkon yang menjadi tempat utama di area ini, dari sini kami juga dapat melihat dapur luar yang di desain khusus oleh mendiang kakekku 45tahun lalu. Sebuah perpaduan warna yang menurutku terihat sangat sempurna.

“Bagaimana keadaan ayahmu? Apa dia telah mengetahui kebenarannya?” Seul Ki memandangku dengan matanya yang menyipit curiga. Aku hanya bersikap santai, tapi lain halnya dengan Seul Ki yang ku rasa sedikit merasa tidak nyaman berada di tempat ini berdua denganku. Memang wanita aneh.

“Mwo?”

“Ya bukankah kau membohonginya, kau mengatakan saat ini sedang belajar di washington sementara kenyataannya kau masih berada di korea..”

“Aissh.. kau tak perlu ikut campur masalahku, seminggu lalu aku telah memberikan uang sewa bulan ini padamu bukan? Jadi aku mohon dengan sangat jangan pernah mengungkit masalah bagaimana aku bisa ada disini..”

“Sebelumnya aku mengajakmu untuk berbincang baik-baik bersamaku, dasar gadis aneh.. semenjak kau datang ke rumah ini, aku pikir semua ruangan terasa bergema karena suaramu..”

“Aishh..”

“Kau menemukan brosur itu dimana?”

Seul Ki menoleh dengan wajah tanpa dosanya, dia seperti mengingat sesuatu.

“Lee Cordon Bleu?”

Aku mengangguk dengan pandangan tetap lurus ke depan, sama sekali tak ada niatan untuk beradu pandang dengan wanita ini. Melihat mimiknya saja membuatku sedikit geli, bisa dikatakan aku memang orang yang sangat sulit untuk tertawa. Walaupun sahabatku Kim Ryeowook selalu mengajakku bercanda dengan celotehannya, namun yang aku lakukan hanyalah menunjukan sikap beku tidak yang lainnya dan itu membuat dia terkadang jera.

“Aku berniat untuk pergi kesana setelah aku menamatkan sekolah kokiku di Golgu university, impianku adalah berkeliling mencicipi masakan seluruh dunia, salah satunya dengan cara bersekolah di luar negara dimana aku dibesarkan..”

“Apa menjadi koki atas dasar keinginanmu?”

“Menjadi koki adalah keinginanku..”

“Apa ada alasan lain dibalik cita-citamu itu?”

Aku terdiam sejenak, pikiranku kembali memutar masa lalu. Kakek, semua yang aku lakukan adalah sebuah ambisi besar yang meliputi wasiat harabeoji.

“Aku ingin kembali mendirikan restoran harabeoji dan mengenalkan masakan buatannya pada semua lapisan masyarakat..”

***

Aku mengangguk paham, tidak kusangka pribadi yang begitu dingin ternyata menyimpan sejuta misteri di bali dirinya. Sungmin oppa yang seringkali tampak menyeramkan, dia adalah orang yang sangat lembut dan memiliki semangat yang kuat. Itu patut untuk kucontoh agar tidak lagi menjadi manusia yang hidup tanpa arah seperti ini.

“Emm.. Lalu apa makanan hasil karya harabeoji itu?”

“Dangmyeon Doenjang”

Dangmyeon? Bukankah itu sejenis mie? Aku masih mengingatnya, saat Sungmin oppa mengungkapkan betapa berat perjuangan dia hanya demi bersekolah di golgu university. Dia harus mengorbankan kegemarannya, semua yang ada hubungannya dengan mie tanpa ia tahu apa sebab sehingga keluarganya sangat membenci makanan lezat itu.

“Aku yakin kau pasti bisa melaluinya,siapa dirimu dan dimana kau berada ditentukan oleh pikiranmu, kau dapat mengubah siapa dirimu dan dimana kau berada dengan mengubah apa yang masuk ke dalam pikiranmu, jadi inti yang dapat aku simpulkan bahwa semua yang kau pikirkan adalah yang terbaik untuk dirimu.. kau tahu tidak ada yang terjadi dari sebuah mimpi” Senyumku mengembang membentuk sebuah cekungan di pipi, aku tidak tahu apakah ini terlihat aneh atau lucu tapi rasanya saat ini aku melihat sisi lain dari seorang Lee Sungmin. Sisi lemah dimana ia juga membutuhkan sebuah tumpuan untuk menyandarkan bahunya sejenak.

“Kau tahu ini terasa sangat asing, dimana kita bercengkrama berdua di atas balkon dengan cuaca musim dingin yang terasa menusuk tulang..”

“Ah.. aku rasa memang ada yang salah..” jawabku tanpa memikirkan apapun, Sungmin oppa terlihat menoleh kilas. Aku tak memerdulikannya, hanya menatap langit musim dingin yang terasa berkabut. Kami seperti berada dalam sebuah mosaic dengan bekuan di bagian luarnya.

“Sungmin-ah…” suara itu menggema dari ruang bawah, Sungmin oppa segera bergegas untuk menuju sumber suara dengan ponsel yang ia tinggalkan begitu saja di atas beranda.

Aku melihat sosoknya yang mulai menghilang dengan seringaian jahil dan ide cemerlang di otakku. Dia sangat membenci ringtone ponselku, terbukti beberapa kali Sungmin oppa mendelik kesal saat ponselku berbunyi nyaring.

“Lihatlah apa yang akan aku lakukan oppa..kekeke” ujarku sembari memainkan ponsel miliknya.

***

…Grand Hotel Daegu..

Sungmin POV

“Hyung bagaimana dengan sampelnya?” tanya Ryeowook tiba-tiba saat aku baru saja mendaratkan kaki di Grand Hotel daegu. Seperti biasa dia menepuk bahuku dengan senyuman yang membuat kedua pipinya menggembung, persis seperti bocah lelaki.

“Aku belum membuatnya, kau tahu kan semua keluargaku membenci mie?”

“Ah araseo, mungkin aku bisa menyewakan tempatku untukmu Hyeong?”

“Mwoya? Tempat apa?”

“Aku bisa mengajakmu untuk membuatnya dirumahku, kau ajak Seul Ki juga bagaimana?”

Kim Ryeowook apa kau sangat tertarik pada gadis itu? ckckck.. Han Seul Ki memang telah berhasil menghipnotismu Kim Ryeowook-ssi. Hari ini akan diadakan acara penutupan training Golgu university, kami akan dipindah alihkan dan untuk sementara waktu menjalankan ujian praktek di sekolah. Setelah itu bagi siapa saja yang bisa melakukan tugasnya dengan baik maka ia akan diangkat menjadi pegawai tetap tempat ini. sebuah impian semua mahasiswa, tidak terkecuali diriku. Berawal dari sebuah cap baik maka aku bisa dengan mudah mewujudkan impian yang terpendam dalam diriku selama ini.

“Kau tahu hari ini ternyata mereka juga akan mengumumkan perihal perjodohan sajangnim..” Bisik Ryeowook tepat disamping kirku. Aku hanya mengangguk tanpa memberikan respon lainnya.

“Apa yang ada di pikiranmu tentang wanita yang akan menjadi pendamping hidup CEO kita yang kaku itu?”

“Menurutmu Kim Ryeowook –ssi?”

“Ah.. aku bertanya tentang pendapatmu Hyung, wah aku rasa semakin hari kerutan diwajahmu mulai menghilang”

Apalagi yang dia katakan? Kenapa orang ini tidak bisa serius sedikit saja saat dalam lingkungan kerja seperti ini. Usianya sudah melampaui umur 20 tahun setidaknya dia bisa menunjukan sedikit saja sisi dewasanya.

Aku menoleh saat mendengar suara riuh beberapa orang pegawai yang sedang terpaut pada 2 sosok ahjussi. Mereka berjalan beriringan dengan jas kebangsawanannya, dengan Minhyuk dibelakang mereka. Tanpa basa basi, langkah ketiga orang itu menuju sebuah stage dimana menjadi tempat pusat di atrium hotel daegu. Waktu masih menunjukan pukul 1 siang, kami hanya akan mengadakan pesta kecil antara para pegawai dengan beberapa botol anggur yang merupakan sebuah ciri khas, apalagi cuaca saat ini sedang berada di bawah temperatur biasanya.

“Ehm..”

mataku menyipit untuk lebih jelas melihat siapa yang sedang berdeham di depan sana. wajahnya seperti tidak asing, bukanlah Jung Jin ahjussi yang merupakan pemilik sah hotel ini melainkan sosok ahjussi lainnya yang ternyata adalah pria yang ku tolong di lift waktu itu. mereka berdua berdiri menyamping menghadap semua pegawai dan beberapa pelanggan hotel ini.

“Aku hanya akan sedikit menyampaikan bahwa hari ini adalah penutupan sementara untuk training mahasiswa Golgu University di hotel kami, maka dari itu saya selaku pemilik utama Grand Hotel Daegu akan mengucapkan rasa terimakasih kami..”

Semua memberikan tepukan tangannya dengan ekor mata mengikuti beberapa mahasiswa yang mengenakan seragam sama denganku.

Dapat kulihat dengan jelas senyum yang ditunjukan oleh Jung Jin ahjussi mengarah padaku, aku membalasnya dengan cara membungkukan badanku singkat.

“Tidak hanya itu..” tambah Jung Jin Ahjussi kemudian.

Entahlah apa yang sedang dipikirkan oleh Minhyuk, tapi wajahnya mengartikan rasa ketidaksukaan terhadap situasi yang sedang berlangsung saat ini.

“Aku mengundang Direktur Core’s Company, dia adalah Han Seok Ha.. ayah dari putri yang akan aku jodohkan dengan anakku Kang Min Hyuk..”

Semua wanita disini begitu menggilai CEO tampan dan berwibaw seperti Kang Minhyuk maka aku sangsi bagaimana perasaan yang timbul dalam diri mereka saat ini, kecewa? Mungkin.

Jung Jin Ahjussi mengajak kerabatnya itu untuk mulai berbicara, kami masih tertarik pada topik yang sedang menjadi perbincangan mereka saat ini. begitupun dengan Ryeowook, dia nampak sangat antusias sehingga membuat matanya tak berkedip sedetikpun.

“Ehm.. Aku Han Seok Ha, saat ini anakku sedang mengenyam pendidikan di Amerika untuk mempersiapkan diri guna melanjutkan bisnis yang sedang kujalani, tidak banyak yang akan kuberitahukan tentangnya namun aku harap anakku ini dapat menjadi sosok wanita yang bisa dibanggakan di keluarga Kang”

“Dia bernama Han Seul Ki..”

Mataku terbelalak, mendengar beberapa bait kata yang baru saja ia ucapkan membuat tubuhku seakan digoncang oleh sebuah benda besar. Han Seul Ki? Apa yang ia maksud Han Seul Ki gadis yang tinggal di kediamanku? Han Seul Ki yang berbohong sedang berada di Amerika padahal sebenarnya dia masih ada di korea. Han Seul Ki itukah yang ia maksud?

***TO BE CONTINUED***

 

HUWEEEEEEEEEEEEEEEE akhirnya selesai juga, awas aja kalo ada yang bilang ni ff kurang panjang, mau aku bawain apa hah? Bom bunuh diri?

Lama yah? Lama kan lama kan?

Aku juga bingung bagaimana cara mengungkapkan permintaan maafku karena sering absen, dormansi, hiatus dan lain sebagainya..

Kalian tahu, ternyata jadwal kuliahku padaaat abiss, soalnya di jurusanku ada praktikum juga tiap minggu 3 kali fisika, kimia dan biologi, daan setiap minggu pula aku harus bikin laporannya terus diserahin ke dosen minggu berikutnya, pulang sore berangkat pagi. Belom lagi ditambah ama tugas yang laen laen, ampundah bisa-bisa jidat aku nyaingin bang Yesung nih (ELEH KOK MALAH JADI CURHAT BEGINIH)

Eh apakah kalian tahu dan ngeh (?) AKUTUH LAGI JATUH CINTA JUNGKIR BALIK SAMA SUNGMIN PAS LIAT DIA DI MV A-CHA, SUMPAH YAH KAYAK ANAK TIKUS YANG BARU KELUAR DARI INDUKNYA *Ditusuk umin pake
tombak cinta

Ayo coba cek..

Diatuh pantes banget dengan warna rambutnya yang sekarang, terlihat seperti bocah 13 tahun. Bang kita serasi kalo gitudeh *toel toel Umin

 

Oiya kan selain ff ini aku juga harus ikut berpartisipasi di ff lainnya, yang baru adalah ffnya teuki oppa terus banyak juga yang minta jongshin couple, dan ffnya bang heechul belom aku ketik sama sekali *reader: Thor makanya jangan maruk jadi orang*

jadi dengan sedetail mungkin aku harus bisa bagi waktu antara tugas kuliah, ff aku dan yang lebih penting adalah kegiatan wajib aku yaitu makan, minum dan tidur.. (Curhat lagi..) jadi intinya waktu publish ff itu ga ditentuin, mau seminggu sekali, sebulan sekali, bahkan setaun sekali-pun.. *Jangan bakar aku idup-idup yah? Kalo mau kawinin aku aja ama Siwon okeh?*

Yaudah deh segitu aja dariku, kalo yang mau komen yah komen kalo yang gamau HARUS COMMENT..

-Serlin Nur Hidayati Yang Selalu Setia Empok Empok Bang Kyuhyun-

Advertisements

19 comments on “Cooking Cooking Part 5

  1. KURANG PANJANGGGGGGGG……….*dikiriminbombukusamaSerlin
    ^^v

    Sebenarnya ada masalah apa sma mie?
    Mie itu kan enak mau direbus, digoreng pokoknya enak
    tpi kok appa sma umma nya Sungmin menghndar banget sma yg namanya mie.
    Jdi penasaran kok bsa segitunya sma mie.

    Kasian Bang Umin kan, mau ngerjain tugas aja mpe bingung.
    Nanti klo ketauan gman?
    Untung aja ad Wooki yg setia jdi temennya Umin yg selalu siap membantu, klo gak ada bingung lgi kan,
    gak bsa ngerjain tgas

    aku jga setuju sma Wooki dan Hyebin supaya Sungmin sma Seulki jdi sepasang kekash, pokoknya aku dukung beratus ratus persen*digantung sam 2S(Sungmin&Seulki)

    Sungmin udah coba senyum,
    berarti usah Seulki buat jdi sales senyum berhasil dgan baik

    sukur Sungmin udah mau ngebuka hatinya dkit, buat curhat tentang apa keinginannaya sma Seulki.ombukusamaSerlin
    ^^v

    Sebenarnya ada masalah apa sma mie?
    Mie itu kan enak mau direbus, digoreng pokoknya enak
    tpi kok appa sma umma nya Sungmin menghndar banget sma yg namanya mie.
    Jdi penasaran kok bsa segitunya sma mie.

    Kasian Bang Umin kan, mau ngerjain tugas aja mpe bingung.
    Nanti klo ketauan gman?
    Untung aja ad Wooki yg setia jdi temennya Umin yg selalu siap membantu, klo gak ada bingung lgi kan,
    gak bsa ngerjain tgas

    aku jga setuju sma Wooki dan Hyebin supaya Sungmin sma Seulki jdi sepasang kekash, pokoknya aku dukung beratus ratus persen*digantung sam 2S(Sungmin&Seulki)

    Sungmin udah coba senyum,
    berarti usah Seulki buat jdi sales senyum berhasil dgan baik

    sukur Sungmin udah mau ngebuka hatinya dkit, buat curhat tentang apa keinginannaya sma Seulki.

    • wahahaha ffnya emang kurang panjang tapi komenanmu kepanjangannn…aigoo

      iya jadi ada sebuah alasan terselubung dari mie itu sendiri, *?*
      padahal akumah suka banget deh sama mie apalagi mie ayam abang kyuhyun *eh beneran tuh abang mie ayam ganteng banget*
      wakakaka

      iyahahaha, masa mau bikin mie aja kudu sembunyi-sembunyi, wookie kan selalu ada kapanpun bang umin membutuhkan..eciyee

      iya pokonya sungmin dan seulki harus jadian, gatau tapinya kapan? #Jebluk!!!

      iya sungmin udah lai terbuka ama Seul ki buka hati kan udah tinggabuka yang laennya deh *?*

      pokonya ditunggu ajah..

  2. unniiiii lama sekaliiiii ><
    aku harus bener-bener sabar nungguin ff unni publish

    yaaah unn kenapa tbc?
    kan lagi seru-serunya
    kenapa medotnya pas bagian itu?
    padahal aku mau liat reaksi umin selanjutnya

    eh ya kayaknya umin udah mulai suka sama seul ki ya?
    asik-asik XD
    seul ki nya juga udah mulai malu-malu sama umin
    kyaaaa ha ha #seteres

    unn pokoknya lanjutannya harus lebih gereget dan LEBIH PANJAAAAANG
    seul ki ga boleh sama min hyuk
    dia harus sama umin 😉
    okeee?

    oya aku tunggu ff lainnya
    yang teuki belum muncul-muncul juga
    yang heechul juga belum nglanjut

    bubbay~
    cium mrs. cho :*

    • wakakaka.. bagus deh kalo kamu nungguin *Pentokin ke kepala umin

      haha tunggu aja, sabar pokonya, sabar tingkat akut deh..

      eciye bang katanya udah suka ama seul ki yah? *colek perut umin

      eh kenapa? minhyuk kan ganteng, kaya dan cute *nunjuk poto diatas* yaudah kalo ga ama seul ki mending ama aku deh #Seret koper siap siap ke korea

      iniii lagi aku ketik, ya heechul minggu depan mungkin, diseling seling ajadeh, *merengut

      gamau aku pengennya disium mr Cho *monyongin bibir

  3. Gyahahahaha!! *jungkirbalik* nongol juga ni ep ep! Ampe lumutan tau eon nunggunya -,-

    Sumpah bikin ngakak banget di part ini. Apalg yg Sungmin yg jengkel ama Wookie xD tapi umin jahat bgt mukul wookie -_-

    Ditunggu next part ^^ semangat ya serlin eon buat kuliahnya!!

    • jiah ni anak..
      wah sini biar aku jilatin lumutnya?

      gyahaha emang wookie tuh ngeselin, banyak omong, mending di lakban tuh mulutnya.. #di bekep bibir wookie

      okeh..

  4. Monyeonghaseyoooo..
    *plaakk
    eon balik lagi nih untuk membawa tugas mulia(?) sebagai reader yaituuu nagih utang!
    *plakplokplakk
    *di jambak

    hiyaaa serliiiiin!
    Kenape tak ada skinship nyo seeeh??
    Haigooooo kamu tau kan eon itu pecinta skinship?!
    *disumpel bEhA yecung
    -3-

    Mmm overall*sailaaah* konsep cerita kamu tuh keren banget ser..
    Tapi yaa itu tadi, di hati eon agak kurang degdegan nyoo..
    Wkwkwkwk
    *haposih?

    aaargh itu tbc ny ngape bikin eon geregetan sih!
    Apakah yang akan terjadi setelah sungmin mengetahui rahasia besar seulki???
    Jengjengjeeeeng!
    *ala feni rose di acara silet

    okedeh selamat berjuang yooo diantara tumpukan perkamen” mata kuliah mu naak..
    *sok dewasa*

    aaaakh semangat juga yooo nyelesein utang ff mu disini..
    Kamu rakus amat sih ser ngambil job ny? Wkwkwk
    *dijitak
    Eon juga kaga bakal bosen bosen deh nagihin utang itu ke kamu..
    Muahahahaha
    *ketawa setan*

    udah yaa eon udah boleh pulang kan?
    Udah kepanjangan nih komen nye..
    Si yecung juga udah manggil” eon terus tuh dr atas tempat tidur..
    *digoreng clouds sedunia*
    gyahahahahaha

    • unni itu udah pegang pegangan tangan, bukankah ituskinship juga *sebenernya sih aku juga ngerasa kurang*
      nanti deh.. apa hayoo?

      eh apaan itu maen sumpel sumpelan segala? tau ga un itu yang dipake buatnyumpel punya aku tau *?*

      mau aku bikin deg degan? aigoo.. aku juga gatau gimana carya? #PAKK

      biarin biar bikin penasaran, muahahaha *ketawa ala kyunyuk di golden stage*

      itu ngapain juga si abang di kamar UNNI hah? BAWA SEDOT DEBU

  5. huwaaa axhirnya.axhirny di publish juga ne ff..bner2 lama..ama.tp axhirnya juga sungmin dixit2 udah senyum truz juga udah tau identitaz seul xi..haduh apa yg axan terjadi slanjutnya!di tunggu chap slanjtnya cingu,jangan lama2 ya?he he

  6. Akhirnya publish jga.smpe jmuran.keke*mnta obt jamur.
    umin dah mlai ska ma seulki tu.tp sya tetep dkung kyumin.wookie ma hyebin dkung sumin ma suelki.sya dkung kyumin*plak
    D tnggu klnjtan ma skinshipnya..

  7. Setuju ma komen ‘yesunggakbiased’
    #dtabokDIAHpakebibiryesung
    mana skinshipnya?MANA??
    #alaiklan
    masak g da kiss2nya satu pun..ergh….

    Sebenerx ada apa dgn mie??kenapa bokap nyokapx uri ming-ming ampe segitu bencinya ma mie?
    Pdhl kan enak..apalagi low dsuapin ma wonnie,mie sedap pun jd terasa sedaaaap~

    il sook suka ma ming-ming,bkal ada cinta segitiga dong ntar,ato malah segi empat?bsa aja tuch si minhyuk jd suka ma seulki~
    hei,serlin-ah!minhyuk dsni yg kamu maksud uri namja chingu kan?minhyuk C.N.BLUE…
    #dsudutbaracintamaMINHYUK

    Jjah!ketauan noh,seul ki tuch siapa…
    Ming jg dingin2 ma seulki,ntar drebut minhyuk loch…

    Nah,utangku udah lunaskan?
    #naik2in alis
    hei,tega bener selingkuhanku kamu sama’in ma anak tikus,g terima aku
    #ganyante
    #asahgolok
    #sembelihsapitetangga
    tapi emang sih,ming-ming jadi imut d mv acha…
    Ser,aku mau jujur..sebenernya ni ff masih kurang panjang..
    Gyahahaha
    #djedotinkekasur

    udah ye,aku mau menyelam ma donghae dulu,kita mau nyari mutiara cinta…kekeke

    ~choi nicChan-satu2nya gadis yg bsa membuat choi siwon bertekuk lutut mengharapkan cintanya dibalas~

    • sahahahaha ayo kita toss eon!
      kitakan skinship lovers kopel..
      jiahahahaha
      ayo kita demo ke wp ini poko nya skinship itu harus kudu wajib ada!
      *Plakk
      *ketularan yadong nya selly*
      *UUPS*
      muahahahahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s