Jong-Shin Side : Royal Wedding (Modern Version)

….Kim Family’s House, Seoul….

Jong Woon’s Private Room

Friday, November 18 2011. 10.34 PM KST

Jong Woon’s POV

Aku baru saja akan berbaring di atas tempat tidur saat tiba-tiba suara ketukan pintu membuatku sedikit terlonjak kaget dan segera mengubah posisi duduk dengan fokus utama daun pintu besar akses masuk menuju kamarku.

“Masuk”

Dengan sedikit berteriak aku merespon dan kenop pintu kamarku berputar perlahan, dari atas tempat tidurku dapat terlihat dua orang pelayan dengan seragam lengkap membungkuk rendah kemudian berjalan masuk menghampiriku.

“Maaf, mengganggu tuan muda. Tapi, Tuan Kim menyuruh kami untuk memanggil anda agar menemuinya di ruang kerja utama”

“Ah, baiklah”

Aku menganggukan kepalaku dan tersenyum ramah saat kedua pelayan wanita di hadapanku kembali membungkuk sebelum akhirnya berbalik pergi keluar dari kamarku.

Aigoo, ada apa lagi ayah memanggilku. Bukankan tadi siang kami berdua sudah cukup membicarakan masalah pernikahan dan segala persiapan lainnya. Apa tidak bisa membiarkanku tidur nyenyak malam ini karena lusa aku harus menyiapkan tenaga ekstra di hari pernikahanku.

“Humh….”

Sedikit merasa tidak rela untuk beranjak dari tempat tidur. Aku menggerakan leherku yang mulai terasa kaku dan mengulurkan kedua kakiku untuk mengenakan sandal rumah dan pergi menemui ayahku yang entah apa sebenanrya yang ingin dia bicarakan.

***

Mr.Kim’s Room, 10.50 PM KST

Author’s POV

Tuan Kim sedang duduk dengan tenang di ruang pribadinya. Sebuah ruangan yang cukup luas berukuran 8 x 4 meter dengan desain khusus dan segala fasilitas lengkap sebagai penunjang pekerjaannya setiap hari. Ruangan itu selalu ia gunakan untuk melaksankan pekerjaan dan mendapatkan konsentrasi penuh. Tidak jarang ruang kerjanya juga dijadikan sebagai kamar tidur jika suatu pekejaan membutuhkan waktu sampai larut.

Tok..tok.. tok…

Suara ketukan pintu membuat pria setengah baya dengan tubuh yang tidak terlalu tinggi itu tampak sedikt terkejut dan langsung menoleh kea rah pintu.

Tanpa ia persilahkan untuk masuk, sang tamu sudah mendorong daun pintu itu sampai terbuka dan Kim Jong Woon putra pertamanya langsung menghampiri Tuan Kim yang sedang tersenyum ramah menyadari bahwa seseorang yang sedang ditungu sudah datang.

“Sudah tidur?” Tanyanya dengan nada basi-basi yang sangat kentara

“Baru saja akan tidur” Jawab Jong Woon sembari mengusap lehernya dengan sedikit kikuk.

Dia memang jauh lebih dekat dengan ibu daripada ayahnya, dan hal inilah yang menyebabkan mereka berdua terlihat sedikit canggung jika sedang bersama.

“Ada sesuatu yang penting harus dibicarakan. Dan sepertinya tidak bisa ditunda lagi karena lusa kau akan segera menikah dengan menantuku”

“Ah, masih ada hubungannya dengan pernikahan? Masalah apa?” Ujar Jong Woon dengan alis berkerut. Dia terlihat sangat antusias setelah mendengar kalimat yang baru saja keluar dari mulut sang ayah.

“Duduklah dulu. aku sudah menyiapkan  jus apel kesukaanmu. Atau jika kau ingin susu hangat, akan aku perintahkan pelayan untuk membuatkannya”

“Aniya. Aku sudah minum susu tadi. Ayah bicarakan saja apa yang ingin dibicarakan”

Keduanya bergerak bersamaan menuju sofa besar berwarna coklat tua yang terletak di tengah ruangan. Tuan Kim mencoba untuk berbicara dnegan suasana sesantai mungkin, dan untuk mendapatkan suasana itu rasanya sedikit sulit baginya.

“Ini masalah kau dengan Shin Yeong”

“De? Ada apa dengan kami? Ada yang ayah tidak sukai dari Shin Yeong?”

“Aniya. Dia adalah gadis yang sangat luar biasa. Tidak ada kekurangan sepertinya. Walaupun ada, ayah rasa itu tidak akan jadi masalah, karena kekurangan seseorang itu yang membuat dia berbeda dari orang lain”

“Lantas? Masalah apa yang ingin ayah bicarakan?”

“Minumlah dulu. Kita akan mengobrol santai. Hanya perlu mengingatnya baik-baik dan memahami semua yang ingin ayah katakan”

“Araseo”

Jong Woon mengulurkan tangan kananya meraih segelas jus buah yang terhidang di atas meja. Dia hanya meneguknya sedikit sebelum akhirnya kembai memusatkan perhatian pada sang ayah.

“Jadi begini” Pembicaraan dimulai, dan Jong Woon mulai diam mendengarkan denganserius

“Kau dan Shin Yeong. Kalian berdua lusa akan menikah dan menjadi sepasang suami istri yang sah menurut agama dan Negara. Ayah juga sudah tidak sabar menantikan hal itu”

“Em, itu juga yang aku rasakan sekarang”

“Kim Shin Yeong adalah gadis yang sangat baik. Sepertinya sulit menemukan gadis sehebat dia yang bisa menjadi sangat mandiri di umurnya yang masih 19 tahun” Tuan Kim mulai mengarahkan pembicaraannya kemana dia akan berkata sebenarnya. Pria itu menarik nafas sebelum meneruskan perkatannya.

“Gadis berusia 19 tahun. Mahasiswa semester 3  jurusan hubungan internasional di Seoul University. Seorang gadis Daegu yang berjuang hidup di Seoul di umur yang masih belum genap 20 tahun. Pasti dia mempunyai mimpi yang besar sampai-sampai berjuang sekeras itu, iya kan?”

“Em, mimpinya memang sangat besar. Dan aku mulai cemas dengan keinginannya tersebut” Jawab Jong Woon dengan nada yang tidak semangat.

“Kenapa?” Tanya Tuan Kim penasaran

“Aniya. Hanya saja, dia sepertinya akan terus mengejar obsesi dan semua impian besarnya nanti”

“Bukankah itu bagus” Sela Tuan Kim memotong perkataan Jong Woon

“Yah memang bagus. Tapi aku sedikit tidak rela dan merasa akan sangat sulit bagi seorang wanita untuk dapat mencapai hal setinggi itu”

“Eiy, dia itu punya mimpi yang besar, jadi biarkan saja dia mengejar mimpinya sendiri dan berusaha mewujudkannya. Masalah nanti, dia pasti bisa memilih mana yang terbaik untuk hidupnya”

“Ya, aku rasa juga begitu”

Suansana hening beberapa saat sebelum akhirnya Tuan Kim kembali melontarkan  sebuah pertanyaan yang membuat Jong Woon tersentak kaget.

“Ibumu. Masih menuntut untuk mendapatkan seorang cucu?”

“DE?”

“itu sering dia bicarakan, makanya aku tau”

“Ah, hem, Eomma memang selalu antusias membicarakan hal itu”

Tuan Kim mengangguk tanda setuju kemudian memaparkan pendapatnya mengani hal ini

“Kau ingat saat pertama kali kita membahas masalah Shin Yeong. Saat kau membawanya ke acara pembukan Handel and Gretel. Walaupun mengejutkan tapi itu benar-benar sangat menyenangkan. Mendengar penjelasanmu mengenai Shin Yeong, menyiratkan betapa gadis itu sangat berarti bagimu. Karenanya ayah, menantang agar kau segera menikahinya dan memberikan seorang cucu. Tapi sekarang sepertinya ayah berubah fikiran”

“Aku tidak mengerti kemana arah pembicaraan ayah sebenarnya”  Ujar Jong Woon kebingungan

“Umurmu sekarang 28 tahun. Dan umurnya 19 tahun. Perbedaan kalian 9 tahun iya kan?”

“Aku tahu. Itu sudah sering dibicarakan”

“Sebenarnya ketika kau memutuskan untuk menikah, ayah sedikit tidak setuju. Karena seperti yang ayah bilang. Beberapa saat setelah ayah mengeluarkan statement malam harinya, ayah berubah fikiran. Tapi ibumu yang paling antusias. Setelah tahu bagaimana seorang Kim Shin Yeong, dan profilnya lebih lengkap. Ayah mulai memikirkan apa yang akan terjadi padanya setelah menikah nanti”

“Aku tidak akan membuat hidupnya berubah ayah. Dia akan tetap menjadi seorang Kim Shin Yeong. Aku tidak akan mengekangnya”

“Bukan masalah mengekangnya atau apapun itu. Ini masalah yang paling sensitif antara sepasang manusia yang sudah disatukan dalam ikatan pernikahaan”

“Astaga. Kemana sebenarnya arah pembicaraan kita sejak tadi?” Jong Woon mulai menggerutku kesal karena sang ayah tidak juga mengatakan secara gamblang apa sebenarnya yang menjadi masalah dan apa yang harus dia lakukan sebagai solusinya.

“Apa kau bisa untuk tidak menyentuhnya sampai Shin Yeong genap berusia 20 tahun?”

“MWORAGO?”

Jong Woon tersedak ludahnya sendiri dan terperanjat kaget. Sebuah kalimat yang sama sekali tidak pernah diduga akan masuk ke telinganya. Bahkan disapaikan langsung oleh sang ayah yang jelas-jelas itu sangat serius.

“Ayah, ayolah. Aku ini pria normal, bagaimana bisa aku hidup bersama dengannya tanpa keinginan untuk menyentuhnya sama sekali. Kita berbicara secara dewasa sekarang, karena aku juga sudah cukup dewasa untuk membahas masalah ini”

“Ayah mengerti. Sangat mengerti. Tapi apa kau tidak pernah memikirkan bagaimana perasan Shin Yeong?  Dia masih terlalu muda”

Tuan Kim memperlembut suaranya dan berusaha untuk memberikan penjelasan mengenai statement yang baru saja diucapkannya.

“Shin Yeong adalah gadis 19 tahun. Dia itu bisa duduk di bangku kuliah sekarang setelah mengikuti kelas akselerasi  karena kemampuan otaknya yang diatas rata-rata. Dia masih terlalu muda untuk menikah sebenarnya. Ayah yakin, dia benar-benar mencintaimu, dan menurutnya itu adalah satu alasan yang cukup kuat untuk menjadi istrimu”

Tanpa bisa menjawab, Jong Woon masih diam dan menundukan kepalanya seakan sedang memutar otak untuk memikirkan setiap perkataan yang keluar dari mulut sang ayah.

“Satu tahun itu bukan waktu yang sebentar. Dan aku akan hidup bersamanya dalam waktu selama itu. Menghabiskan waktu intensif bersama dan saling berinteraksi setiap saat. Sebagai seorang pria normal, aku pasti menginkan untuk memiliki gadis yang aku cintai. Aku tidak mungkin bisa menahannya, ayah”

“Ayolah. Kau pasti bisa melakukannya. Kau ini kan hebat. Tidak mungkin memaksa seorang gadis berusia 19 tahun untuk melakukan kehendakmu kan? Dia juga pasti akan merasa jauh lebih dihargai saat kau dengan sabar menunggunya sampai siap”

Jong Woon’s POV

Sama sekali tidak tahu apa yang harus aku katakan, saat ini hanya bisa menunduk dengan segala macam bayangan yang mulai berkelebatan.

“Argh”

Aku mengerang frustasi sembari mengacak rambutku sendiri. Aku tau ayahku memiliki pertimbangan yang matang sebelum dia mengatakan ini padaku, dan alasannya juga cukup kuat. Aku sendiri tidak ingin Shin Yeong merasa bahwa pernikahan kami membuatnya tidak nyaman. Aku ingin dia tetap merasa bahwa dia adalah seorag gadis yang sama seperti dulu, bedanya, dia akan menghabiskan waktu lebih banyak denganku.

“Ayah. Bagaiman bisa aku melakukannya?”

Untuk kesekian kalinya aku mendecak bingung dan tidak tahu apa yang harus aku katakan. Terlalu egois memang jika aku memaksakan kehendakku. Tapi bukan suatu kesalahan jika aku menuntut hak ku untuk mendapatkan itu. Tidak melanggar norma, jika kami berdua melakukannya. Hanya saja agak sedikit tidak etis saat memikirkan lebih jauh mengenai perasaannya. Ya Tuhan.

“Apa kau mencintainya?”

Sontak aku megerjap kaget saat tiba-tiba pertanyaan itu dilontarkan oleh ayahku. Sebuah pertanyaan yang jelas-jelas semua orang sudah tahu apa jawabannya.

“Aku mencintainya. Aku sangat mencintainya, walaupun aku tidak selalu mengatakan hal itu di hapannya, tapi aku mencintainya, dan aku tau dia juga mempunyai perasaan yang sama”

“Itu adalah sebuah alasan yang cukup bagimu untuk melaksanakan apa yang sudah ayah bicarakan. Mencoba untuk tidak egois dan menghargainya sebagi seorang wanita”

“Ayah…”

Aku tertegun. Tidak tahu apa yang harus aku katakan, dan hanya bisa menundukan kepalaku sembari menggigit bibir menahan emosi. Tidak ada jawaban lain setelah aku mengatakan hal itu. Memang sebuah keharusan yang harus dijalankan sepertinya. Aku tidak boleh menyentuhnya sebelum Shin Yeong genap berumur 20 tahun.

“Kau pasti bisa… Kau pasti bisa”

Dengan langkah pelan, ayah menghampiriku dan menepuk pundaku kuat-kuat. Seakan memberikan semangat atau apapun itu namanya. Tapi dia sepertinya bisa merubah fikiranku mengenai hal itu dan aku bisa mengerti apa maksud dari semuanya.

“Aku akan mencoba untuk melakukannya. Ayah”

Aku mengepalkan tanganku kuat-kuat saat sebuah dorongan dari dalam diriku muncul seolah tidak ingin aku berubah menjadi pria egois yang selalu menginginkan sesuatu tanpa memikirkan orang lain. Maka aku akan melakukan sesuatu yang bisa membuat orang yang aku cintai merasa jauh lebih nyaman. Demi Kim Shin Yeong-ku tentu saja.

***

Shin Yeong Parent’s Home Stay, Seoul

01.35 PM KST

Shin Yeong’s POV
Ting… tong…

Aku menekan bel di di depan sebuah pintu berwarna putih yang cukup mewah. Ini adalah tempat dimana kedua orang tuaku menginap sejak 2 hari ini. Yeong Min masih belum datang ke Seoul karena dia masih harus masuk sekolah sampai hari Jumat ini. Beruntung di hari Sabtu dia tidak perlu berangkat ke sekolah dan bisa menghadiri pernikahanku bersama dengan anggota keluarga lain.

Saat ini perasaanku campur aduk, antara senang, takut dan juga cemas. Semuanya bercampur menjadi satu dan membuatku merasa semakin bimbang melewati setiap menit menuju perubahan jam dan tanggal. Gugup yang keterlaluan mungkin juga dirasakan oleh pasangan lain yang akan segera melalui hari pernikahannya. Sama seperti aku yang kadang malah menjadi emosi dan seperti tidak yakin dengan keputusan yang aku ambil. Bagaimana bisa aku mengambil keputusan sebesar ini. Sebuah ritual yang akan menjadikan aku milik seorang pria dan harus bertahan disampingnya sampai mati. Sedikit berlebihan karena satu-satunya alasanku tidak bisa menolak adalah karena kau mencintainya. Alasan klise yang mungkin menjadi sangat jelas bagiku. Walaupun dia tidak pernah mendengar secara langsung aku mengatakan sebuah pengakuan, tapi dari apapun yang aku tunjukan dihadapannya, semua sudah terlihat jelas kurasa. Kejelasan bagaimana aku hanya melihat dia sebagai pria yang aku cintai dan aku izinkan untuk melakukan interfensi pada hidupku.

“Yeongi-ya, kau sudah datang”

“Eomma…”

Aku menghambur ke pelukan ibu yang sejak kemarin tidak berhenti aku fikirkan. Menyusul kemudian ayahku yang juga sangat aku rindukan.

“Eiy, kau sudah datang rupanya. Jadi menginap disini kan?”

“Em, aku ingin tidur bertiga dengan kalian malam ini”

“Tentu saja. Kau tidak bisa tidur bersama lagi setelah mempunyai seorang suami”

“Eomma… Appa…”

Untuk kesekian kalinya, aku memeluk tubuh kedua orang tuaku dengan manja. Rasanya sangat aneh ketika memikirkan kedepanya nanti aku akan mempunyai dua orang ayah dan dua orang ibu. Ditambah dua orang adik laki-laki tentunya.

***

“Kau sudah makan?”

“Belum. Sepulang dari kampus aku langsung kesini”

“Jadi kau masih berangkat ke kampus tadi pagi?”

“Hanya mengikuti kuis di kelas, setelah itu aku bisa langsung pulang karena mata kuliah untuk kelas selanjutnya sudah aku kuasai. Jadi, dosen membiarkanku mengisi daftar hadir walaupun aku tidak ikut belajar”

“Aigoo, kenapa kau cerdas sekali”

Ayah mencubit kedua pipiku dengan gemas, dan membuat aku mengerucutkan bibirku karena kesal.

“Aw… jangan cubit pipiku seperti itu lagi, ayaaaaaaaah”

“Hahahaha, araseo. Mianhae. Ayah gemas karena kau sangat lucu”

Jawab ayahku sembari tertawa melihat tingkah tidak terima yang aku tunjukan.
“Kau bertemu dengan menantuku yang tampan?”

“Aniya, terakhir semingu yang lalu saat memilih gaun pengantin. Eomma yang menyuruh kami berdua untuk tidak bertemu”

“Hei, itu adalah tradisi. Calon pengantin tidak boleh bertemu sampai hari pernikahan mereka tiba. Rasanya akan berbeda saat kau melihatnya dengan jas lengkapnya di depan altar”

Bayangan mengenai sosok Kim Jong Woon dengan jas hitam berkelebatan di benakku dan sukses membuat aku tersenyum seperti orang gila.

“Jaga kondisimu agar tetap sehat. Setelah pernikahan di sini. Kalian berdua masih harus melaksanakan upacara pernikahan tradisional di Daegu”

“Astaga, nenek masih menginginkan kami berdua melakukan hal itu?”

“Itu tradisi Yeongi-ya. Tradisi lama tidak boleh dihilangkan. Kita harus tetap menghargai setiap budaya Korea dan melestarikannya agar tidak hilang”

“Tapi ini abad 21 eomma, semuanya tidak repot seperti dulu”

“Ayolah. Ini keinginan nenekmu sejak sangat lama. Bahkan ketika bibi Min Seok menikah, tidak ada upacara tradisional karena suaminya juga menolak”

“Tapi eomma, itu benar-benar merepotkan. 2 upacara pernikahan hanya dengan jeda 1 minggu saja. Tidak memikirkan betapa lelahnya aku”

“Yeongi-ya, dengarkan saja apa kata ibumu. Ini akan menjadi sangat menarik. Tidak ada media masa yang meliput seperti yang akan terjadi besok. Upacara tradisional akan lebih sakral dan hidmat”

Ayahku yang sejak tadi diam, mulai menimpali statment eomma dan mereka berdua mengangguk berbarengan.

“Aigoo, aku tau kenapa  Jong Woon Oppa tidak bisa menolak kalian saat mengajukan hal ini”

“Dia itu menantu yang berbakti, tentu saja tidak akan menolak. Pastilah semuanya akan berjalan baik jika kalian berdua serius melakukanya”

“Baiklah”

Aku hanya bisa pasrah setelah beberapa saat terlibat dalam perdebatan dengan hasil kedua orang tuaku sebagai pemenangnya. Sudah beberapa kali aku menolak setiap mereka membicarakan hal ini. Melaksankan dua upacara pernikahan itu pasti akan sangat merepotkan, dan aku benci dengan hal-hal yang sedikit menyusahkan. Tapi apa boleh buat. Keinginan kedua orang tuaku ini memang terlalu memaksa dan aku hanya bisa mengaguk meng-iya-kan.

***

Author’s POV

Ponsel di dalam tas milik Shin Yeong berbunyi menandakan panggilan masuk.

Segera dia rogoh tas selempang kesayangannya itu dan mengelurkan ponsel plif oranye yang selalu dia bawa kemanapun

“Em… Kim Jong Woon”

Gadis manis itu bergumam pelan saat membaca nama kontak yang tertera di atas layar ponsel dalam genggamannya.

Lirikan tajam terlihat jelas dari kedua orang tua Shin Yeong saat gadis itu membaca nama kontak sang calon suami tanpa sapaan sopan “Oppa” di depannya.

Menyadari kedua orang tuanya tengah menatap sembari memicingkan mata, Shin Yeong berdeham ringan sembari mengigit bibir tipisnya menyesali sesuatu. Batinnya menggerutu karena dia harus selalu memperlakukan Jong Woon dengan manis di hadapan siapapun.

“Yeobseo… Jong Woon… Oppa…”

Dengan sedikit kikuk, Shin Yeong melirik kedua orang tuanya dan tersenyum lemah.

***

Bobtols Restaurant, Hongdae

02.17 PM KST

Jong Woon’s POV

Aku mengernyitkan alis. Bingung mendengar sapaan dari sebrang sana. Kim Shin Yeong pikun yang galak tiba-tiba menyapaku dengan sebutan “Oppa”

Apa dia sedang kerasukan?

“Kau sedang sakit?”

“Aniya, aku baik-baik saja. Ada apa kau menghubungiku? Ehm… Oppa?”

“Hei, jangan membuat aku muntah mendengar kau menyapaku dengan nada manja seperti itu”

“De? Tidak ada yang ingin dibicarakan? Ah… Kalau begitu aku tutup saja teleponnya”

“HYA!!! KIM SHIN YEONG… AWAS KALAU KAU BERANI MELAKUKANNYA”

Aku mulai emosi menghadapi gadis yang dalam waktu kurang dari 24 jam ini akan segera menjadi istriku. Kenapa bicaranya jadi melantur seperti ini. Dasar bodoh, dia sedang ingin bermain-main denganku atau memang mulai gila menghadapi hari pernikahan.

“Jong Woon Oppa. Aku sedang berada di tempat orang tuaku sekarang. Tadi sepulang dari kampus, aku pergi ke sini untuk menginap”

Bagus…

Aku tau kenapa tiba-tiba dia jadi manis seperti ini padaku. Rupanya sedang berada diantara kedua orang tuanya. Cish… Benar-benar licik.

“Ah, kau sedang berada di tempat kedua orang tuamu. Pantas saja jadi semanis ini padaku”

“Ne…”

“Sudahlah, aku juga hanya ingin mendengar suaramu saja sebenarnya. Aku tutup teleponnya sekarang”

“Ne…”

“Yeongi sayang… ehm…  Aku merindukanmu, sampai jumpa besok”

Trek…

Sambungan telepon terputus tepat saat aku baru saja menyelesaikan kalimatku. Gadis itu pasti sedang tersenyum seperti orang gila mendengar kalimat yang baru saja aku katakan. Atau sekarang wajahnya berubah jadi merah seperti tomat dan terlihat sangat menggemaskan. Astaga. Kenapa menghubungi bocah itu malah membuatku semakin merindukannya.

***

Malas kembali ke rumah karena tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Maka aku masih duduk di kursi ruanganku di Bobtols Hongdae. Memainkan bolpoint dan mengetukannya ke permukaan meja kayu untuk menimbulkan suara bising lain agar lebih menenangkan.

Tiba-tiba pintu ruanganku terbuka tanpa ada suara ketukan terlebihan dahulu.

“Seung Ho-ssi”

Sapaku saat kulihat seorang pria muda yang sudah sangat familiar menghadap padaku.

“Maaf tidak mengetuk pintu terlebih dahulu”

Ujarnya dengan nada menyesal.

“Aniya, Gwenchanayo” Balasku sembari menunjukan senyum.

“Sajangnim. Semuanya sudah dilaksanakan, sepertinya tugas hari ini selesai. Anda bisa kembali ke rumah untuk mempersiapkan diri”

“Ah, terimakasih banyak Seung Hoo-ssi. Kau pasti datang kan?”

“Tentu saja. Saya akan datang bersama dengan rombongan dari bobtols”

“Kau tahu bagaimana perasaanku saat ini? Bahkan aku tidak bisa tinggal diam di rumah dan malah datang kesini untuk memeriksa keadaan Bobtols”

“Tentu saja tahu, anda pasti sangat gugup kan. Tapi tenang saja, saya rasa anda pasti bisa melakukan setiap hal dengan sempurna”

“Terimakasih atas dukunganmu”

Aku bangki t dari dudukanku dan berjalan kearah Seung Hoo. Melihatnya yang sedang tersenyum ke arahku membuatku merasa bahwa pria ini memang selalu bisa mendukungku dalam keadaan apapun. Menjadi asisten pribadi lebih dari 2 tahun terakhir ini semakin mendekatkan rasa persaudaraanku dengannya.

“Terimakasih sekali lagi, Seung Hoo-ssi”

Dengan sedikit kikuk, aku menepuk pundak Seung Ho dan merangkul ringan tubuhnya yang sedikit lebih tinggi dari aku. Pria ini juga yang berperan dalam hubunganku dan Shin Yeong. Dialah yang sering aku minta tolong ketika aku mendapatkan masalah.

***

Shin Yeong Parent’s Home Stay, Seoul

10.35 PM KST

Shin yeong’s POV
“Aku tidak bisa tidur”

“Tidurlah, kalau kau tidak tidur. Besok kau bisa mengantuk. Bagaimana jika nanti kau malah tertidur di altar pernikahan, apa tidak akan menjadi sangat memalukan?”

Aku bersandar di bahu ibuku yang sedang sibuk menyiapkan baju tradisional yang akan digunakan besok. Semua keluarga memang memakai hanbok agar terkesan lebih tradisional. Pernikahan akan dilaksanakan di daerah Gangbuk-gu. Salah satu distrik dengan gedung pernikahan paling strategis. Aku terlalu gugup bahkan sampai tidak bisa memejamkan mata malam ini.

“Eomma… apa setelah menikah aku akan berubah?”

Sebuah pertanyaan terlontar begitu saja dari mulutku, membuat eomma tiba-tiba melirik wajahku yang masih bersandar di bahunya.

“Kenapa kau bertanya seperti itu?” Ibuku balik bertanya

“Aniya. Hanya saja, aku takut jika pernikahan akan mengubah hidupku”

“Tentu saja tidak. Kau masih akan tetap menjadi seorang Kim Shin Yeong yang manis. Anak eomma yang cantik dan juga pintar. Sebisa mungkin, jangan merubah sikapmu, dan cerialah setiap hari. Oke?”

“Em…” Gumamku setuju

Aku memejamkan mata dan merasakan sentuhan eomma di telapak tanganku. Dia mengusapnya pelan dan membuat telapak tanganku terasa hangat. Semua kejadian masa lalu yang terjadi padaku kembali berkelebatan dengan jelas.

Ketika aku lulus SMA dan mendapatkan beasiswa di Seoul University. Ketika aku datang ke Bobtols dan memohon kepada super visor agar diterima menjadi pegawai part time. Dan saat pertama kalinya aku bertemu dengan Kim Jong Woon. Semuanya terekam dengan sangat jelas. Entah kenapa, mengingat itu semua membuat mataku tiba-tiba menjadi panas dan bahuku bergetar begitu saja seiring isakan ringan yang tak tertahan.

“Kau menangis?” Tanya eomma sembari menundukan wajahnya melihatku

Aku yang sama sekali tidak bisa menjawab, hanya melingkarkan tanganku di lengan eomma dan memeluknya erat. Aku hanya ingin memeluknya saja malam ini. Aku ingin sekali merasakan bagaimana aku selalu dekat dengannya dulu. Ketika aku belum pergi ke Seoul untuk mengejar cita-cita. Jalan hidup yang sama sekali tidak aku duga sebelumnya.

“Kau adalah gadis yang sangat beruntung. Percayalah pada eomma. Jong Woon memilihmu sebagai pendamping hidupnya. Tidakah kau merasa bangga?”

“Em…”

Hanya bergumam yang bisa aku lakukan. Karena untuk membuka mata saja aku tidak berani. Aku tidak berani menangis sembari membuka mata, karena air mataku pasti akan mengalir tak tertahankan.

“Dia adalah pria yang sangat luar biasa. Tidak ada cela menurut oemma. Sopan santunnya, keramahannya. Dia sangat menyayangi keluarganya lebih dari apapun. Tipe pria yang sangat sulit dijumpai. Kemampuannya dalam menyelesaikan masalah sangat mengangumkan. Terbukti dari bagaimana dia membuat Bobtols Restaurant Hongdae tempatmu bekerja bisa jadi lebih baik dari sebelumnya. Cara dia berbisnis-pun tidak diragukan lagi. Menguasai manajemen suatu organisasi dan bisa membuat orang lain jadi lebih baik. Dia itu pria yang sangat pintar, kau juga pintar. Jadi, bisa eomma bayangkan. Bagaimana genius-nya cucu eomma jika dia sudah besar nanti”

Hatiku mencelos mendengarkan paparan eomma mengenai Kim Jong Woon. Ya, Jong Woon Oppa. Aku tidak pernah menyadari bahwa dia sesempurna itu. Tapi aku bisa tahu bagaimana sosoknya tidak pernah mengecewakan. Walaupun banyak sekali hal yang dia lakukan padaku. Itu tidak pernah berhasil menutupi kebaikannya pada siapapun.

Beruntung. Satu-satunya kata yang aku banggakan sampai saat ini. Dicintai oleh seorang Kim Jong Woon, dan bisa menjadi pendamping hidupnya sampai nanti. Terikat dalam sebuah kontrak seumur hidup dengan konsekuensi tanggung jawab besar kepada Tuhan dan semua orang yang disayangi. Dan aku yakin. Aku bisa melakukannya, karena satu alasan paling berharga. Kenyataan bahwa aku juga mencintainya.

***

Jong Woon’s Private Room

11.34 PM KST

Jong Woon’s POV

Aku masih berusaha memejamkan mata tapi masih juga tidak bisa tertidur. Ini sudah hampir tengah malam, dan tidak kurang dari 30 menit kedepan, tanggal akan berubah menjadi angka 20. Tepat 20 November 2011. Tanggal cantik yang akan menjadi salah satu tanggal paling bersejarah dalam hidupku. 20.11.2011 kombinasi angka tahun dengan makna yang juga sangat baik.

Membayangkan bagaimana aku akan berdiri di altar, tepat di depan seorang pastur, keluarga, dan semua tamu yang datang. Tidak menutup kemungkinan jika beberapa media akan hadir, mengingat ayahku adalah staf kementrian Negara. Walaupun aku yakin pernikahanku tidak akan terlalu banyak disorot layaknya pernikahan putra atau putri dari seorang presiden.

Sosok Shin Yeong tiba-tiba berkelebatan di fikiranku. Dia yang menggunakan gaun pengantin dan berjalan berdampingan dengan ayahnya. Pasti akan terlihat sangat cantik. Berjalan perlahan dengan anggun, kemudian berdiri bersamaku di depan pastur. Mengucapkan janji di hadapan Tuhan. Dan hidup bahagia sebagai suami isteri.

Atau ekspresi lain yang paling sering dia tunjukan di depanku. Mengerucutkan bibir kecilnya dengan tatapan tajam. Atau malah menggodaku dengan tatapan merendahkan. Sebuah kebiasaan paling imut yang aku suka darinya. Itulah alasannya kenapa aku selalu suka melihat dia kesal. Cantik. Benar-benar cantik.

Tok.. tok… tok…

Aku mendengar suara ketukan pintu kamar dan membuyarkan semua lamunanku mengenai Shin Yeong. Siapa yang menemuiku tengah malam begini?

“Siapa?”

“Eomma”

Aku segera melompat dari tempat tidur saat mendengar jawaban dari luar sana. Ibuku adalah orang yang paling bisa menenangkanku, dan sepertinya dia datang di waktu yang sangat tepat.

“Kau belum tidur?”

Baru saja membuka pintu, sebuah pertanyaan aku dengar dari ibuku. Dia tampak tersenyum dan mengusap pipiku lembut.

“Aku tidak bisa tidur. Masuklah eomma”

Balasku sembari menarik tangan kanan ibuku, menuntunnya masuk dan duduk di ranjang tidurku. Tempat tidur yang besok malam, sudah menjadi tempat tidur Shin Yeong juga.

“Sudah eomma duga, kau tidak bisa tidur. Makanya eomma datang ke kamarmu. Ada masalah?”

“Aniya. Hanya gugup saja. mungkin karena terlalu ingin cepat besok, jadi aku tidak bisa tidur”

“Eomma rasa kau sangat senang dengan pernikahanmu”

“Tentu saja, menikahi gadis yang aku cintai itu sangat membahagiakan”

“Kau tidak akan melupakan eomma kan?” Sebuah pertanyaan konyol terlontar dari mulut ibuku. Membuatku terkekeh pelan dan segera memeluknya erat-erat.

“Tidak akan. Posisi eomma tidak akan pernah tergantikan. Walaupun ada wanita lain yang masuk dalam kehidupanku. Tapi eomma-lah yang nomor satu. Tidak bisa dibandingkan dengan siapapun”

Eomma melepas pelukanku dan mengusap kedua pipiku dengan tangannya. Cairan bening mulai terlihat jelas di sudut-sudut matanya yang kecil. Ibu yang sangat aku sayangi. Paling aku sayangi lebih dari siapapun di dunia ini.

“Bahagialah bersama Shin Yeong. Bahagialah putraku. Kau harus bahagia”

Air mata itu akhirnya menetes dan membuat aku merasakan hal yang sama. Aku paling tidak bisa menahan tangis saat berhadapan dengan eomma ataupun mengingat semua hal tentang keluargaku.

“Aku akan bahagia Eomma. Aku akan sangat bahagia”

Balasku, kemudian memeluk tubuh kecil ibuku dengan hangat. Aku membenamkan wajahku di bahunya, dan menghirup nafas disana dalam-dalam. Menghirup wangi ibuku. Wangi yang paling aku sukai sejak kecil. Tidak pernah menyangka bahwa ketika aku menikah. Aku akan melewati masa-masa ini. Masa yang sangat menegangkan dan membuatku semakin guugp.

Malam ini, aku dan ibuku berbagi cerita dan mengungkapkan semua hal yang menjadi ganjalan di hatiku. Kami juga mengingat kembali apa saja yang terjadi pada hidupku sejak kecil. Saat aku masuk sekolah dasar, menjadi juara dalam perlombaan menyanyi. Dan sebagainya. Saat aku sekarat di rumah sakit karena myctophobia, dan semua hal mengenai penyakit itu. Mengingat semuanya secara jelas, sampai akhirnya aku sendiri menangis. Menangis jauh lebih keras dibandingkan dengan ibuku. Meneteskan air mata jauh lebih banyak dari ibuku. Dan selanjutnya menjadi lega. Menjadi lega karena semua perasaan sudah aku keluarkan tanpa ditahan.

***

Sunday, November 20, 2011

Wedding Hall, Gangbuk-gu, Seoul

11.00 AM KST

Author’s POV

Sebuah gedung mewah dengan ruangan yang sangat luas, menjadi tempat pernikahan Shin Yeong dan Jong Woon. Tamu undangan memenuhi seluruh kursi yang tersedia disana. Perpaduan warna hijau dan putih yang membuat dekorasi terlihat elegan dan sangat manis. Semuanya adalah konsep yang dirancang sendiri oleh Nyonya Kim, Ibu Jong Woon. Dia paling suka merangkai bunga dan mengatur tata ruangan. Oleh karena itu, saat pernikahan sang putra pertama, dia menyediakan tenaga ekstra dan berfikir keras untuk membuat dekorasi yang bagus.

Seharusnya masalah gedung dan segala macam hal lainnya, dikelola oleh EO dan hanya tinggal mengamati. Tapi untuk kali ini berbeda. Ibu dari Jong Woon sendiri yang ikut berperan dalam dekorasi gedung pernikahan. Melalui beberapa orang tentu saja. Nyonya Kim haya menyampaikan keinginanya beserta gambaran lengkap mengenai itu. Kemudian tinggal EO yang mengabulkannya.

“Lihatlah CEO kita. Dia benar-benar tampan kan?”

Salah seorang tamu undangan yang duduk di deretan paling depan mengomentari penampilan sang pengantin pria. Dia adalah Song Ji Eun. Sahabat dekat Shin Yeong yang datang ke pernikahan bersama beberapa staf Bobtols lainnya.

“Em, dia tampam. Tapi aku imut”

Balas Dongho sang lawan bicara. Mereka berdua sama sekali tidak bisa diam menyaksikan perhelatan akbar yang cukup mewah. Seperti yang telah diduga sebelumnya. Beberapa kamera dari media masa bisa masuk untuk meliput, hanya saja tidak terlalu ramai. Mereka megerti dengan situasi dan sama sekali tidak membuat suasana menjadi tidak nyaman.

“Aish. Jika kau sudah seumuran dengannya, maka kau tidak akan pantas disebut imut. Sebenarya CEO kita juga imut. Tapi karena dia sudah berumur 28 tahun, jadi aku meyebutnya tampan”

“Araseo. Terserah kau saja Nuna” Balas Dongho pasrah.

Dia tau jika berdebat dengan gadis disampingnya itu hanya akan membuatnya kalah. Bukan kalah karena berdebat, tapi karena dia mengalah. Bagaimana bisa dia terus berdebat sengit sementara mereka berdua sedang berada di tempat yang sakral.

“Ah, dimana Shin Yeong Nuna”

Dongho berdecak kesal saat Nuna sang idola tak kunjung datang. Bocah itu sudah tidak sabar ingin melihat penampilan nuna kesayangannya berbalut gaun pengantin. Pasti akan sangat cantik dan anggun.

“Kenapa Shin Yeong lama sekali”

Suara lain terdengar dari belakang Dongho dan Ji Eun. Merasakan hal yang sama, keduanya berbalik ke belakang dan mendapati asisten pribadi CEO Bobtols. Lee Seung Hoo juga sedang antusia menunggu pengantin wanita datang.

“Ah Anyeonghaseo… Tuan Asisten”

Sedikit kikuk. Ji Eun dan Dongho mengangguk berbarengan menyapa Seung Hoo yang balas tersenyum merespon sapaan mereka.

“Ah itu dia…” Teriak Dongho antusias

Spontan Seung Ho dan Ji Eun mengarahkan pandangannya sejajar dengan telunjuk Dongho kearah pintu masuk. Dan benar saja. Seorang wanita dengan gaun pengantin simple berjalan memasuki ruangan. Kim Shin Yeong. Benar-benar terlihat sangat cantik seperti seorang dewi. Tidak pernah diduga bahwa gaun pengantin itu akan sangat pas di tubuhnya yang kecil.

JI Eun hampir meteteskan air mata melihat sahabat baik yang tingal seatap dengannya berjalan menuju mempelai pria. Shin Yeong menggandeng tangan ayah tercintanya sembari tesenyum. Sebuah senyuman yang menyiratkan kebahagiaan. Tapi di sudut matanya terlihat air mata yang mulai menggenang. Merasa haru karena akhirnya, saat ini tiba juga. Saat dimana dia akan melepas masa lajangnya dan menjadi seorang istri bagi Kim Jong Woon.

“Yeppo…”

Jong Woon berbisik dengan suara yang sangat pelan, nyaris tak terdengar. Tepat saat Ayah Shin Yeong memberikan tangan putrinya kepada Jong Woon yang sudah bersiap di depan pastur. Moment ini adalah yang paling mneguras emosi, karena saat orang tua dari pengantin wanita menyerahkan lengan anaknya pada pengantin pria. Maka dengan ini pulalah, semua tanggung jawab akan dilimpahkan kepada suami yang akan menjadi pasangan seumur hidup bagi sang putri.

Batin Shin Yeong terus bergejolak walaupun mulutnya tertutup rapat. Kedua mempelai mendengarkan dengan seksama pidato yang disampaikan oleh pastur. Mereka berdua tampak serius mengikuti upacara ini sampai akhirnya janji sehidup semati dilakukan.

Sebuah perjanjian serius di  hadapan Tuhan, dan lebih dari 100 saksi tamu yang hadir. Semuanya berjalan lancar tanpa hambatan.

“Ya, Saya bersedia…”

Kalimat itu diucapkan secara bergantian sebagai proses pengesahan hubungan keduanya menjadi suami istri.

Jong Woon’s POV

Hari ini. 20 November 2011. Aku melepas masa lajangku dan resmi menikahi seorang gadis Daegu bernama Kim Shin Yeong. Dialah wanita yang akan mendampingi hidupku sampai mati. Wanita yang membahagiakanku dan menjadi tua bersamaku. Belajar saling menghargai satu sama lain dan meluapkan cinta dengan tulus.

“Di hadapan Tuhan dan semua saksi yang hadir. Kalian berdua telah resmi menjadi pasangan suami istri menurut Agama dan Negara”

Aku dapat mendengar tepuk tangan riuh dari seluruh tamu yang hadir. Tapi di baris paling depan, dimana keluargaku dan keluarga Shin Yeong mengambil bagian. Semuanya tampak menangis dengan genggaman tisu di tangan masing-maing. Aku yakin mereka menangis terharu. Menangis karena terlalu bahagia dengan pernikahanku.

“Kisseu… kisseu… kisseu…”

Teriakan provokasi mulai terdengar dan aku yakin bersumber dari staf Bobtols yang hadir. Mereka semua menjadi orang-orang yang berpengaruh besar dalam hubunganku dan Shin Yeong.

Bobtols Restaurant Honghdae dan seluruh staff beserta karyawan. Semuanya adalah orang-orang yang tanpa disadari berada di sekitarku dan juga Shin Yeong saat kami masih terlibat dalam suasana penuh emosi di Sana. Mengetahui apapun yang terjadi antara kami berdua.

“Kisseu… kisseu… kisseu…”

Teriakan itu terus saja menggema dan membuat aku menjadi risih. Aku melihat dengan jelas wajah Shin Yeong berubah jadi merah. Benar-benar merah seperti tomat, dan aku sangat menyukainya seperti itu.

Beberapa orang yang ikut bertepuk tangan memprovokasi, hanya terkekeh ringan. Termasuk Jong Jin dan beberapa sepupuku lainnya.

“Wae?”

Aku menundukan wajahku menatap gadis yang saat ini tengah panik di hadapanku. Dia terus saja menunduk dan tidak berani menatap wajahku sama sekali. Aku tau, pasti dia juga berdebar kencang dan merasa sedikit sesak. Karena aku-pun merasakan hal yang sama.

“Kiss?”

Shin Yeong tersenyum saat aku berbisik di telinganya meminta kepastian. Shin Yeong hanya diam sembari tersenyum, dan aku menyimpulkan bahwa dia setuju dengan tindakan yang akan aku lakukan.

Kuulurkan tangan kananku untuk meraih dagunya dan memiringkan kepalaku sesaat sebelum menyentuh permukaan bibir Shin Yeong. Gadis di hadapanku ini memejamkan mata saat aku mencengkram erat kedua bahunya, khawatir dia terbang karena terbawa suasana.

Sebuah ciuman singkat tapi bermakna. Ciuman pertama setelah resmi sebagai pasangan suami istri. Aku tidak berani melakukan ciuman berlebihan karena disini juga banyak keponakan dan sepupuku yang masih kecil. Tidak lucu jika mempertontonkan adegan langsung yang terlalu panas.

“Saranghae…”

Kalimat cinta tak tertahankan keluar dari mulutku. Ini sebagai ungkapan bahagia sekaligus rasa terimakasihku, karena saat ini Kim Shin Yeong. Gadis yang berhasil mengusai hatiku, telah resmi menjadi istri dari seorang Kim Jong Woon.

***

12.04 PM KST

Shin Yeong’s POV

“Chukkae”

Ucapan selamat menghujani kami. Semuanya terlihat bahagia sama halnya denganku. Beberapa staf Bobtols yang tentunya sudah sangat aku kenal, tampak hadir dalam satu rombongan termasuk Dongho dan Ji Eun diantaranya.

“Aku merindukan kaliaaaaaaaaan…”

Dengan manja, aku menghambur ke pelukan Jin Eun dan Dongho. Keduanya terlihat antusias menyaksikan aku dan  Jong Woon yang saat ini sibuk menyapa para tamu.

Selama 1 minggu ini aku tidak datang ke Bobtols untuk bekerja karena Kim Jong Won tidak membiarkanku melakukannya. Ditambah semua larangan ini itu yang harus aku turuti sebagai calon mempelai wanita.

“Nuna-ya, kau cantik sekali”

Komentar Dongho sembari mengankat dua jempolnya. Tidak lupa ditambah senyuman paling imut yang membuat matanya menghilang.

“Gumawoyo, Dongho-ya…” Balasku ramah

Sejak tadi, tak hentinya aku dihujani ucapan selamat sekaligus pujian yang kadang terdengar berlebihan. Saat ini aku berada bersama Ji Eun dan Dongho. Beserta beberapa karyawan Bobtols lainnya.

Menjadi pusat perhatian memang sedikit tidak nyaman. Apalagi ditambah dengan blits dari kamera yang membuatku silau. Aku tidak boleh lengah sedikitpun mengenai penampilanku, karena jika aku jelek maka fotoku yang akan keluar di koran atau majalah juga akan terlihat jelek. Tidakah itu akan jadi memalukan?

“Apa kalian sudah makan?” Tanyaku memastikan

“Aniya. aku bingung mau makan apa. Disini terlalu banyak makanan dan rasanya sulit untuk memilih”

Balas Dongho sembari menunjuk-nunjuk jajaran makanan yang terdapat di sepanjang meja di sudut ruangan.

“Dongho-ya, ayo makan dulu sana. Setelah makan, kita harus cepat-cepat pulang. Coba saja semua makanan yang terhidang disana”

Entah apa maksud gadis di hadapanku ini. Tapi Ji Eun sepertinya sangat antusias membiarkan Dongho menjauh dari kami berdua. Dia sengaja menyuruh bocah imut itu untuk menikmati makanan dan kami berdua bisa mendapatkan privasi.

“Ah, aku juga sudah sangat lapar. Aku mau makan dulu….”

Balas Dongho kemudian melesat pergi sembari melambaikan tangannya kearahku dan JI Eun.

“Bagus… akhirnya bocah kecil itu tidak ikut bergabung bersama kita”

Ujar Ji Eun beberapa saat setelah Dongho berjalan kea rah meja panjang di sudut ruangan.

“Kau juga, makanlah sana. Apa tidak lapar?”

Aku melempar pandang ke arah Ji Eun, dan mendorong punggungnya untuk berjalan mengikuti Dongho. Tapi dia malah berbalik dan mencengkram kedua tangaku erat-erat.

“Yeongi-ya, ayo kita bicarakan sesuatu”

Tanpa aba-aba, gadis ini menyeret langkahku ke salah satu kursi yang terletak di pinggir ruangan. Sedikit tertutup oleh rangkaian bunga mawar putih dan daun-daun hijau, aku rasa keberadaan kami tidak akan disadari oleh siapapun.

“Eiy, ada apa kau menarik aku seperti ini?”

“Aku ingin memastikan sesuatu”

“Memastikan apa? Kau dan Gongchan juga sudah ingin menikah?”

Pletak…

“Pabo…”

Sebuah jitakan ringan berhasil mendarat di dahi indahku. Benar-benar keterlaluan. Bagaimana bisa Song Ji Eun yang kurang ngajar ini memukul mempelai wanita dengan gemas. Walaupun dia sering sekali menjitak kepalaku, tapi rasanya kurang tepat jika dia melakukannya saat ini.

“Aw… appo…”

Aku mengerang kesakitan, dan bergumam ringan sembari mengusap dahiku yang terasa perih.

“Bukan itu yang mau aku bicarakan Yeongi sayang”

Ujarnya dengan nada meledek. Aku hanya bisa mengerucutkan bibirku sebal menghadapinya.

“Lalu apa?”

“Kau dan CEO tampan kita sudah resmi menjadi suami istri kan? Itu berarti…..”

Gadis kurang ngajar dihadapanku ini tersenyum aneh dan mengangkat kedua alisnya dengan tatapan menjijikan sehingga aku mulai bisa menebak apa isi kepalanya.

“Aish, aku tau kemana arah pembicaraanmu. Song Ji Eun-ssi”

“Hehehe… baguslah jika kau mengerti”

Ji Eun menunjukan cengiran lebarnya yang terlihat sangat kacau. Dia itu terlalu terobsesi dengan Kim Jong Woon sepertiya. Terbukti sejak tadi dia mengobrol denganku tapi tatapannya mengarah pada suamiku yang sedang berbincang dengan beberapa rekan bisnisnya di sana.

“Ah, aku tidak ingin membicarakan hal itu” Jawabku tak acuh

Aku beranjak berdiiri dari dudukanku tapi dia kembali menarik sebelah tanganku agar kembali duduk di sampingnya. Astaga. Ini pemaksaan namanya.

“Ehm…. Ayolah, Yeongi. Kau tau kan aku ini fans berat suamimu. Aku sangat mengagumi sosok Sajangnim yang sempurna. Jika dia menjadi suamiku, maka sepanjang hari aku akan menempel padanya seperti permen karet”

“Menggelikan” Protesku tak terima

Bagaimana bisa dia mengatakan hal itu secara terang-terangan di depan istri sah dari pria yang saat ini sedang dipujinya berlebihan. Dasar Song Ji Eun.

“Kau hanya perlu memberitahuku, sehebat apa seorang Kim Jong Woon diatas tempat tidur!!! Oke?”

“YAK!!!!!!!”

Aku menjerit keras saat sebuah perintah gila keluar dari mulutnya. Beberapa orang yang jaraknya tidak jauh dari posisiku tampak menengok dan menjadikan kami sebagai pusat perhatian. Aku hanya tersenyum dan mengagguk kaku melihat tatapan heran dari mereka.

“Song… Ji Eun… kau mau mati?” Desisku marah.

Aku benar-benar tidak habis fikir bagaimana dia mengatakan hal itu padaku. Bahkan aku tidak sempat memikirkan hal konyol yang yang ditanyakannya. “Sehebat apa seorang kim Jong Woon diatas tempat tidur?”

ASTAGA!!!!!

Ck, benar-benar sinting. Aku jadi memikirkan hal itu setelah dia membicarakannya.

Ya Tuhan. Kenapa fikiranku jadi kotor seperti ini…

“Ah, sudahlah. Pertanyaanmu tidak bisa aku jawab”

“Yeongi-ya, ayolah. Jangan buat aku penasaran. Beri tahu aku besok pagi setelah kau bangun tidur. Walaupun aku sendiri tidak yakin kalian berdua akan bangun pagi setelah melewati malam pertama”

“SONG JI EUN….”

Aku mendelik kea rah Ji Eun dan membuatnya tersneyum aneh sembari  mengangkat tangannya membentuk “V”

***

Jong Woon’s POV

Aku masih berbincang dengan salah satu rekan kerjaku yang hadir bersama istrinya di sini. Setelah sebelumnya menyapa para tamu yang hadir dalam keadaan terpisah dengan Shin Yeong yang sibuk bermain-main dengan temannya yang lain. Aku membuat obrolan ringan yang bisa dibicaakan oleh banyak orang dengan latar yang berbeda.

Sebuah suara yang menyerupai teriakan atau lebih tepatnya jeritan tidak terima terdengar samar di telingaku. Aku yakin itu suara si bodoh karena memang sangat nyaring. Ada apa dengannya? Apa merusuh dan membuat kekacauan sudah menjadi hobi yang sulit di hilangkan. Aish, dasar Kim Shin Yeong.

“Dimana pengantin wanitanya”

Pria bertubuh tinggi besar di hadapanku ini menanyakan keberadaan istriku yang entah ada dimana sekarang.

Aku yakin, jika Shin Yeong bertemu dengan rekan bisnisku ini pasti air liurnya akan menetes. Aku tau, teman baikku ini bisa mendapatkan definisi tampan yang mutlak menurut pendapat sebagian wanita normal di bumi ini. Sayangnya dia juga sudah menggandeng seorang wanita yang aku yakin pasangannya.

“Sepertinya istriku masih berbincang bersama rekan-rekannya yang lain. Tunggu sebenar. Aku akan memanggilnya”

Aku menjawab ramah dan meminta izin untuk meninggalkan mereka selama beberapa saat. Mencari keberadaan gadis pikun yang sejak tadi entah berada dimana.

“Em, kami akan menunggu di sini”

Jawabnya dengan nada bicara yang sangat teratur. Tergambar dengan jelas bagaimana teman baruku ini berasal dari kelas tinggi eksekutif muda hebat. Aku bertemu dengannya beberapa minggu lalu di workshop businessman yang diadakan oleh salah satu lembaga paling bergengsi di dunia bisnis. Sejak saat itu kami berdus sering melakukan diskusi mengenai perusahaan, sampai akhirnya dia sendiiri tau bahwa aku akan menikah.

***

Aku menghampiri seorang gadis dengan gaun pengantin lengkap sedang duduk di salah satu kursi yang terdapat di pinggir ruangan. Keberadaan sedikit tidak terlihat karena terutup jajaran bunga mawar putih yang tersusun rapih sebagai penghias.

“Sedang apa kau disni?”

Aku bertanya dengan nada datar. Tapi yang dia tujukan benar-benar berbanding terbalik. Shin Yeong menatapku dengan matanya yang membulat karena kaget. Entah apa yang sebenarnya sedang dibicarakan oleh kedua gadis labil di hadapanku, tapi mereka tiba-tiba menjadi salah tingkah.

“Sajangnim… eng… aku belum… mengucapkan selamat padamu…” Ujar gadis yang ada di samping Shin Yeong sedikit terbata.

Aku sangat mengenal gadis yang  kemudian berdiri tegak sejajar denganku. So Ji Eun mengulurkan tangan kananya untuk menyalamiku singkat. Setelah itu dia membungkuk rendah dan tersenyum lebar sembari megucapkan selamat.

“Selamat atas pernikahan anda sajangnim. Berbahagialah” Ujarnya sumringah

“Ne, kamsahamnida Ji Eun-ssi” Balasku sembari tersenyum. Membuat dia tiba-tiba melongo memperhatikanku tanpa berkedip. Benar-benar aneh. Apa yang salah dengan Song Ji Eun hari ini? Kenapa sahabat Shin Yeong itu malah terlihat sedikit menghawatirkan.

“Jong Woon-ah, eng… dimana orang tuaku?”

Tiba-tiba Shin Yeong merangsek maju dan mendekatkan tubuhnya denganku. Membiarkan sahabat baiknya itu tergeser ke samping dan terlihat sebal.

“Ah… eommonim dan aboeji? Mereka sedang duduk bersama anggota keluargaku yang lain. Tenang saja. Semuanya senang di sini, Bahkan sepertinya Yeong Min sedang menggoda sepupu kecilku yang masih duduk di bangku SMP”

“Apa kau bilang? Si Jelek itu menggoda gadis-gadis?” Tanya Shin Yeong kaget.

Aku menepuk bahunya dan berkata cepat sebelum dia mulai lagi dengan tingkah rusuhnya yang menghawatirkan.

“Eiy, adikmu itu seorang pria. Wajar saja, dia mendekati gadis-gadis” Ujarku menjelaskan

Kulihat Ji Eun yang sebelumnya tersenyum dan masih berdiri di antara kami tampak kikuk. Dia membungkukan badannya dan berkata terburu-buru

“Ah, sepertinya aku akan menemui teman-teman yang lain. Hem… permisi”

“Aku akan menemuimu lagi….”

Balas Shin Yeong sembari melambaikan tangannya kea rah Ji Eun yang beranjak pergi.

Kini tinggal kami berdua yang berdiri disini, dan sepertinya para tamu tidak menyadari keberadaan kami.

“Ada rekan bisnisku yang belum kau sapa”

“Aniya. Aku malu bertemu teman-temanmu. Kau saja yang menyapanya. Kita berpisah untuk menjamu tamu. Kau dengan teman-temanmu, dan aku bersama teman-temanku”

“Hei, ayolah. Kita tidak boleh berjauhan terus seperti ini. Kau fikir aku suka?”

“Tapi…”

“Ayolah. Kau harus mengenal bagaimana lingkunganku agar terbiasa”

“Baiklah, aku akan mengikutimu”

Shin Yeong menganggukan kepalanya lemah, dan membuat wedding veil yang dia gunakan bergerak seiring anggukannya.

Aku memperhatikan wajah gadis di hadapanku ini dalam-dalam. Karena sejak tadi sibuk dengan ini dan itu, aku bahkan lupa untuk mengomentari riasannya. Hanya satu kata yang aku ucapkan di depan altar. Aku memujinya catik dan dia tersenyum. Tapi aku rasa dia benar-benar lebih dari kata cantik hari ini.

“Kenapa baju pengantin itu cocok sekali denganmu?”

“Ini karena tubuhku bagus. Jadi pakaian apapun akan terlihat cantik jika aku yang mengenakannya”

“Aish, narsisimu itu kumat di saat yang tidak tepat”

“Whae?”

“Baru saja aku akan memuji kecantikanmu, tapi kau sudah memuji diri sendiri. Kalau begitu, aku tidak jadi memujimu”

“Aish, curang. Kenapa kau sensitif sekali. Sedang datang bulan?” Protesnya tak terima

Shin Yeong mengerucutkan bibirnya sebal dan mulai menggerutu. Saat itulah aku mengulurkan tangan kananku untuk merah dagunya, kemudian mengecup bibirnya singkat.

Dia hanya mengerjap setelah aku melepaskan bibir lembutnya dari jangkauanku.

“Kau benar-benar cantik hari ini. Cantik sekali. Dan satu hal lagi….”

Aku terus tersenyum melihatnya yang memperhatikan wajahku tanpa berkedip. Matanya yang besar dan hidung kecilnya yang tinggi, jelas sekali jika kami berdiri berhadapan. Garis wajahnya terlihat karena aku lebih tinggi darinya.

“Terimakasih sudah menjadi istriku, Yeongi-ya…”

Aku kembali merengkuh bahunya dan kali ini mengecup dahinya lama. Mengisyaratkan betapa aku menghargainya sebagai seorang wanita. Dan berterimakasih dengan apa yang telah dia lakukan untukku. Mengambil keputusan paling tepat dengan memilih aku sebagai pendamping hidupnya. Pria yang akan melindunginya dan menjadkannya wanita paling bahagia di dunia.

***

Shin Yeong’s POV

Dapat aku rasakan bagaimana bibir Kim Jong Woon yang hangat menyentuh permukaan kulitku dengan lembut. Merasakan bagaimana kecupannya bermakna sangat dalam dan tulus. Pria ini. Pria di hadapanku ini adalah suamiku. Dia adalah orang yang sangat aku hargai dan akan berada di sampingku selamanya. Menjadi satu-satunya pria yang aku izinkan ikut campur dalam setiap hal di hidupku. Melakukan sesuatu yang hanya bisa dia lakukan, dan mendapatkan apa yang hanya dia yang bisa dapatkan. Spesial. Apapun yang paling spesial untuknya.

“Terimakasih, telah memilihku sebagai pendampingmu. Kim Jong Woon”

Aku balas berkata setelah dia menjauhkan bibirnya dari dahiku, dan melepaskan ciuman yang cukup lama. Kedua tangannya masih berada di bahuku dan sedikit menepuknya pelan.

“Kau tau……?”

Jong Woon memiringkan kepalanya dan aku sedikit mendongak

“Dulu aku berfikir, setelah menikah aku ingin istriku memanggil dengan sebutan “Oppa” setiap hari. Dan aku akan menyebutnya dengan panggilan sayang”

“Maaf jika aku terkesan kurang ngajar”

Ucapku dengan nada menyesal. Aku tidak pernah menyangka ternyata dia akan mengatakan hal ini. Kufikir panggilan tidak menjadi masalah, walaupun aku tau itu memang terkesan kurang ajar.

Bagaimana bisa aku memangil seorang pria yang umurnya 9 tahun diatasku dengan sebutan nama. Tapi aku sudah terbiasa melakukan itu padanya, mungkin sudah kuanggap sebagai panggilan sayang.

“Aku sudah memikirkan hal itu. Kau bisa memanggilku dengan sebutan apapun yang membuatmu nyaman. Karena aku selalu mendengarmu memanggilku dengan sebutan “Oppa” tapi nada bicaramu itu malah terkesan meledek. Atau kau akan memangilku “Oppa” dengan nada kelewat manja yang malah membuatku ingin muntah”

“Aish, kau ini membuatku serba salah saja”

“Yasudah. Ayo temui temanku”

Jong Woon meraih tanganku dan menggenggamnya erat. Kami berdua berjalan beriringan dengan langkah yang pelan, karena aku sibuk memegangi gaun panjangku yang sedikit berat.

Kami berdua sampai di depan beberapa orang dengan pakaian jas berkelas yang aku yakin kumpulan eksekutif muda teman-teman Jong Woon. Semuanya tampak membungkuk singkat melihat kami berdua diantara mereka. Sebagiannya menyalamiku, dan sebagain lagi hanya tersenyum sembari mengangguk.

Kulihat seorang pria yang luar biasa tampan mendekat kearah kami. Tubuhnya tinggi dan besar, menandakan bahwa dia sepertinya gila olah raga. Pria itu berjalan dengan tegap bersama seorang wanita cantik yang menggandeng tangannya.

Mengecewakan. Ternyata dia sudah memiliki pasangan.

“Shin Yeong, ini rekan bisnisku. Kami berdua bertemu beberapa minggu lalu di workshop business. Dia juga seorang pengusaha”

“Ah, anyeonghaseo. Kim Shin Yeong imnida. Bangapseumnida”

Aku membungkukan badanku berusaha sesopan mungkin berhadapan dengan teman Jong Woon. Mengesankan manner yang baik, aku tidak ingin salah dalam bertindak di depan banyak orang.

“Hallo, Kim Shin Yeong-ssi. Namaku Choi Siwon. Selamat atas pernikanmu”

Pria di hadapanku ini mengulurkan tangan kanannya dan menjabatku sigap. Tangannya benar-benar besar dan melingkupi seluruh tangan kecilku. Bukan berarti kasar. Tapi terasa sangat lembut, ketika menyentuh telapak tangannya.

“Ini istriku. Choi Ni Chan”

Tuan Choi memperkenalkan wnita yang sejak tadi berada di sampingnya. Ternyata mereka adalah pasangan suami istri.

“Anyeonghaseo. Ni Chan Imnida”

“Ah, Anyeonghaseo. Ni Chan Unnie”

Aku kembali membungkukan badanku rendah. Dan di segera menyentuh bahuku menghentikan.

“Selamat atas pernikahanmu, Shin Yeong-ssi. Kau sangat cantik”

“Em, Jeongmal Kamsahamnida”

Balasku sembari tersenyum. Sudah berapa kali aku mendengar kata cantik hari ini. Semoga saja pujian cantik yang aku terima di hari-hari berikutnya tidak akan berkurang.

***

Tubuhku hampir remuk setelah beberapa jam ini terus saja berjalan kesana kemari menyapa para tamu. Gaun yang aku pakai bisa dibilang cukup berat dan rasanya semakin membuatku merasa tersiksa.

Tulang pipiku juga sangat kaku karena aku tersenyum sejak siang tadi. Seseorang yang sebenarnya sangat ingin aku temui belum juga datang. Padahal dia sudah berjanji akan datang ke pesta pernikahanku hari ini.

“Shin Yeong-ah….”

Sebuah teriakan sumringah terdengar menyenangkan masuk ke dalam telingaku. Suara berat yang sudah sangat aku hafal.

“Jung Soo Sunbae”

Aku memeluk tubuhnya tanpa sadar dan membuat Jong Woon yang berada di sampingku langsung berdeham keras. Aku tau apa maksudnya, dan saat itu juga dengan sedikit kikuk bercampur malu, aku menjauhkan tubuhku dari pelukan Jung Soo Sunbae.

“Mianhae. Aku terlalu senang kau datang ke pernikahanku. Setelah menyelesaikan semester 2, aku jarang sekali bertemu denganmu Sunbae”

“Em. Aku tau bagaimana kau sangat merindukanku. Karena aku juga merindukanmu.”

Jung Soo snbae malah memberikan respon yang membuat Jong Woon semakin merengut sebal. Mungkin dia cemberut melihat kedekatanku dengan Jung Soo Sunbae yang memang berlebihan. Sebelumnya aku tidak pernah bersikap seheboh ini pada Jung Soo Sunbae, hanya saja untuk kali ini rasanya terlalu bahagia untuk mengungkapkan perasaanku yang membludak.

“Dan Kim Jong Woon-ssi. Selamat atas pernikahan kalian. Tolong jaga Shin Yeong dengan baik, karena dia sudah kuanggap seperti adikku sendiri. Jangan buat dia sedih oke?”

Jong Woon langsung merubah ekspresinya 180 derajat dan tersenyum kearah Jung Soo Sunbae. Mereka berdua bersalaman akrab dan tampak berpelukan ringan sebagai ekspresi dari ucapan selamat yang dikatakan.

“Terimakasih… eng… Hyung”

Sedikit kikuk, Jong Woon menepuk pundak Jung Soo dan kembali membungkukan badannya sesopan mungkin. Aku bisa melihat dengan jelas bagaimana dia berusaha bersikap baik dan sopan kepada semua orang yang aku sayangi.

“Kim Shin Yeong-ssi, selamat atas pernikahanmu”

Suara lain terdengar sangat asing tiba-tiba menyapaku dengan sopan. Aku melirik seorang wanita yang ternyata sejak tadi berdiri di samping jung Soo Sunbae. Mereka berjalan beriringan dan datang berdua ke pesta pernikahanku. Apakah ini dokter yang bersekolah di Amerika.

“Kenalkan. Ini kekasihku. Kau sudah sering mendengar hal tentangnya kan?”

Aku mengerjap ketika menyadari bahwa sosok wanita yang berdiri di samping Jung Soo Sunbae benar-benar cantik. Tubuhnya tinggi, lebih tinggi daripada aku. Dia mengenakan mini dress berwarna putih dan meggulung rambut panjangnya, sehingga menampakan dahi indah dan juga bahunya yang sempurna.

“Anyeonghaseo. Kang So Ra Imnida. Bangapseumnida”

Namanya adalah Kang So Ra. So Ra Unnie. Dari matanya aku bisa merasakan betapa ramahnya wanita ini. Dia juga terlihat sangat pintar dan sopan.

“So Ra Unnie. Kau kah wanita yang selama ini selalu disebut-sebut oleh Jung Soo Sunbae. Aigoo, neomu yeppoda”

“Kamsahamndia Shin Yeong-sssi. Kurasa yang paling cantik disini adalah kau”

“Ah, Unnie-ya…”

Kami tertawa berbarengan dalam suasana yang mulai mencair. Rasanya sangat senang ketika seluruh orang yang aku sayangi dan orang-orang yang berperan dalam hidupku berkumpul bersama. Mendapatkan ucapan selamat, senyuman, dan doa. Benar-benar hari paling menyenangkan yang pernah aku lewati. Hari ini 20 November 2011. Hari pernikahanku.

***

Jong Woon’s POV

Shin Yeong sedang berkumpul bersama dengan sunbae kesayangannya, dan beberapa teman kampusnya yang lain. Terlihat jelas dia benar-benar bahagia dalam situasinya. Aku tau, hari ini adalah hari paling bersejarah yang tidak akan pernah dilupakan. Hari yang aku harap akan terjadi hanya satu kali dalam hidupku. Satu janji di hadapan Tuhan, yang akan aku pegang sampai aku mati.

“JOONG WOON”

Aku mendengar suara seseorang yang lebih tepatnya sebuah teriakan memanggil namaku.

“Jin Woon Hyung”

Dengan langkah sigap aku berjalan menghampiri kakak sepupuku yang paling akrab. Dia datang bersama seorang wanita yang tentu saja aku kenal dengan sangat baik.

“Jong Woon-ah”

Hyorin Nuna menghambur ke pelukanku tiba-tiba, dan membuat aku sedikit terkejut dengan hal yang dia lakukan saat ini.

“Hyorin-ah, kau tidak boleh bersikap seperti itu pada pengantin pria”

Jin Woon Hyung yang juga merasa risih langsung menarik lengan Hyorin Nuna agar melepaskan pelukannya di tubuhku. Sedangkan aku hanya bisa diam dengan ekspresi bingung. Aku tidak tahu bagaimana harus mengatur sikap didepan pasangan ini.

“Mianhae. Aku terlalu senang…. Ngomong-ngomong. Selamat atas pernikahanmu. Akhirnya kau menikah juga. Bahkan mendului aku”

Kali ini Hyorin nuna mengulurkan tangan kanannya untuk menjabat tangaku erat-erat. Aku terus saja tersenyum mendapatkan kata selamat darinya. Wanita yang pernah menjadi pusat utama dalam hidupku selama beberapa tahun. Menjadi satu-satunya wanita yang aku cintai dan mempengaruhi seluruh hatiku. Tapi dia sama sekali tidak pernah mengetahui mengenai hal ini. Dan aku harap, dia tidak akan pernah tau hal ini.

“Terimakasih Nuna. Aku sangat bahagian hari ini” Balaksku sopan

“Jong Woon. Selamat atas pernikahanmu. Maaf aku dan Hyorin terlambat datang karena aku harus menyelesaikan pekerjaan di kantor terlebih dahulu”

“Gwenchana Hyung. Terimakasih sudah menyempatkan datang”

Aku dan Jin Woon Hyung berpelukan cukup lama. Dia menepuk punggungku untuk menyemangati dan itu benar-benar membuatku merasa nyaman.

***

Shin Yeong’s POV

Aku sedang duduk berbincang bersama semua teman-teman kampusku, termasuk Jung Soo Sunbae dan juga So Ra Unnie. Rasanya sangat menyenangkan berbagi cerita ini dan itu. Terutama mendengarkan cerita So Ra Unnie yang sempat tinggal di Amerika untuk menempuh pendidkan.

Kami tertawa bersama saat membicarakan bagaimana lucunya menjadi warga Asia yang harus berkomunikasi dan beradaptasi dengan budaya asing.

Ujung mataku menaangkap sosok Kim Jong Woon yang tengah berpelukan dengan seorang wanita. Tentu saja dadaku terasa sesak secara tiba-tiba. Baru beberapa jam resmi menjadi suamiku, dia sudah mulai genit pada wanita lain.

Aku masih mendelik ke arahnya saat kemudian aku mengenali bahwa wanita itu adalah Hyorin Unnie dan juga sepupu Jong Woon. Aku sedikit lupa siapa namanya. Tapi kalau tidak salah namanya Jin Woon. Ya benar Jin Woon Oppa.

“Aku permisi sebentar” Ujarku meminta izin

Aku bangkit dari dudukanku dan segera berjalan menghampiri Jong Woon. Aku tidak ingin terlihat tidak sopan karena mengacuhkan Hyorin Unnie dan Jin Woon Oppa begitu saja. Setidaknya aku harus menyapa mereka dengan ramah.

***

“Anyeonghaseo” Sapaku riang

Hyorin Unnie dan Jin Woon Hyung langsung menengok ke arahku dan tersenyum senang

“Aigoo, Shin Yeong-ah. Kau kah ini? Whoa, neomu yeppoda”

“Kamsahamnida, Hyorin Unnie”

Aku membungkukan badanku saat pujian cantik kembali aku terima.

“Selamat, sekarang kau sudah resmi menjadi istri dari CEO kita yang pintar. Shin Yeong-ssi, kau memang gadis yang sangat beruntung”

Kali ini giliran Jin Woon Oppa yang menyalamiku. Dia mengangkat jempolnya dengan ekspresi berlebihan yang megisyaratkan setiap kata yang keluar dari mulutnya. Membuatku sedikit risih di hadapan Jong Woon.

“Terimakasih Jin Woon Oppa. Terimakasih karena kalian sudah datang di hari yang berbahagia ini. Aku janji, tidak akan mengecewakan Jong Woon Oppa dan berusaha menjadi istri yang baik untuknya”

Aku menjawab segala ucapan selamat sebisaku. Mungkin terdengar berlebihan, tapi aku sama sekali tidak mengerti karena hanya kata itu yang berada di benakku.

Perlahan kurasakan tangan Jong Woon melingkar di pinggangku dan menggeser tubuhku merapat ke arahnya. Aku sedikit tersentak saat tangan kanananya melingkupi tubuhku dengan erat.

“Kami berdua akan hidup bahagia. Tenang saja Hyung. Dan Hyorin Nuna. Aku harap kalian berdua segera menyusul”

Jong Woon memiringkan kepalanya dan menatapku lembut. Dia tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya menggodaku. Ya Tuhan. Tampan. Tampan. Tampan. Kenapa pria ini benar-benar tampan huh? Astaga, aku baru menyadari kalau dia bahkan memiliki kharisma yang jauh lebih menarik dibandingkan pria lain.

***

09.38 PM KST

Author’s POV

Royal Wedding akhirnya berakhir. Saat ini tibalah saatnya bagi kedua pengantin untuk beristirahat dan meregangkan tubuh yang sudah mulai terasa kaku.

Sebelumnya Shin Yeong berpamitan kepada seluruh keluarganya yang akan pulang ke Daegu setelah pernikahan. Tangisan haru dan suasana ketidakrelaan jelas terlihat ketika mereka berpamitan. Tapi Shin Yeong tidak perlu khawatir, karena beberapa hari kedepan dia akan bertemu kembali dengan keluarganya di Daegu.

Seperti yang telah idrencanakan sebelumnya. Pesta penikahan dengan cara tradisional akan dilakukan minggu depan di Daegu. Tepatnya hari Sabtu 26 November 2011.

Benar-benar pesta pernikahan yang spesial karena dilakukan secara tradisional. Bukan keinginan Shin Yeong, tapi keinginan sang nenek yang merasa bahwa kebudayaan lama harus tetap dilestarikan.

Pesta pernikahan tradisional memang masih dilakukan oleh sebagian masyarakat Korea, tapi karena prosesinya yang sedikit merepotkan, maka lebih banyak pasangan melakukan pernikahan modern yang sering kali diwarnai dengan adat barat.

Sebelum mereka mendapatkan privasi utuk bisa berduaan. Ada acara pesta penutupan yang dilakukan bersama keluarga besar Kim.

***

Hari sudah malam, dan Shin Yeong masih berdiri mondar-mandir di dalam kamar berukuran 4 x 8 meter. Gadis itu mulai merasa gugup setelah memasuki pintu kamar yang tidak pernah dia datangi sebelumnya.

Saat ini gadis canitk itu berada di rumah keluarga Jong Woon. Tepat di kamar pria yang saat ini menjadi suaminya. Dekorasi khusus sepertinya dilakukan di sana-sini, karena dia bisa melihat lemari pakaian yang tertata rapih. Dan juga meja rias di sudut ruangan. Aromanya tidak terkesan seperti kamar pria dengan aroma maskulin yang khas. Lebih seperti pewangi kamar dengan aroma lembut yang menenangkan. Tapi yang jelas, Shin Yeong menyukai wangi kamar itu.

“Aigoo… apa yang harus aku lakukan?”

Dengan sedikit cemas, Shin Yeong kembali duduk di pinggir ranjang dan meremas gaun pengantin yang masih melekat sempurna di tubuhnya. Dia sama sekali tidak tahu apa yang harus dilakukan saat ini dan terus saja bergumam tanpa henti menggerutu hal yang tidak jelas.

Trek…

Pintu kamar mandi yang terbuka dan membuat Shin Yeong terlonjak kaget dan membuyarkan segala lamunannya.

Kedua tangannya semakin kencang meremas gaun pengantin yang mulai terlihat kacau. Gadis itu sama sekali tidak bisa menatap Jong Woon yang baru saja keluar dri kamar mandi. Walaupun pada kenyataannya sang suami keluar dengan baju tidur lengkap. Hanya saja dia masih sibuk mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil berwarna putih.

“Kau kenapa?’

Sebuah pertanyaan dilontarkan oleh Jong Woon dan membuat Shin Yeong menjadi semakin berdebar. Entah apa yang menyebabkan gadis itu merasakan hal yang berlebihan saat ini. Mungkin dia terlalu gugup karena malam ini akan tidur di ranjang yang sama dengan seorang Kim Jong Woon.

“Aniya… a… aku… “

Seakan mengisyaratkan dengan jelas bagaimana perasaannya saat ini. Shin Yeong malah tergagap dan membuat Jong Woon terkekeh pelan melihatnya.

“A… aku… aku mau mandi…”

Mengambil jurus langkah seribu. Shin Yeong berlari kearah kamar mandi dengan kecepatan super. Dia benar-benar berubah menjadi aneh dan salah tingkah karena gugup.

Melihat Shin Yeong melesat pergi melewatinya, Jong Woon menggelengkan kepala dan berjalan kearah ranjang. Pria itu masih sibuk mengeringkan rambutnya yang basah setelah keramas.

“Jangan merobohkan pertahanku, Kim Shin Yeong-ssi”

Seolah bergumam, Jong Woon menundukan kepalanya sembari meremas handuk kecil yang sebelumya dia gunakan untuk mengeringkan rambut.

Berusaha menyemangati dirinya sendiri, pria itu menahan perasaan yang terasa semakin membludak dari dalam dirinya.

Bagaimanapun juga malam ini wanita yang paling aku cintai akan tidur bersebelahan denganku. Tubuh kami berada di atas ranjang yang sama. Dan aku benar-benar khawatir hal itu akan terjadi tanpa bisa ditahan.

Batin Jong Woon bergejolak memikirkan hal yang mulai membuatnya cemas.

“Jong Woon Oppa….”

Sebuah suara yang berasal dari kamar mandi membuat Jong Woon terhenyak. Seakan memikirkan sesuatu dia berjalan mendekat kearah pintu kamar mandi yang tertutup rapat. Memastikan bahwa suara yang memanggilnya itu berasal dari dalam sana.

“Kau memanggilku?”

“Bisa tolong aku?”

“Apa? Kau mau aku masuk?”

“TIDAK”

Sebuah jawaban tegas terdengar dari dalam, membuat Jong Woon tersenyum mendengar suara tinggi Shin Yeong.

“Apa yang bisa kubantu? Yeongi sayang?”

“Aku lupa membawa handuk dan baju ganti. Bisa tolong ambilkan?”

“Dimana kau menyimpannya?”

“Di koper yang kuletakan disamping lemari bajumu”

“Tunggu sebentar”

Jong Woon membalas perkataan Shin Yeong dan segera bergeges menuju koper besar yang terletak di samping lemari besar miliknya. Baju itu seharusnya sudah dirapihkan kedalam lemari kosong di sebelahnya, tapi karena masih sibuk, Shin Yeong tidak sempat membereskanya.

Dengan sedikit terburu-buru, Jong Woon meraih koper hitam itu da membukanya.

Baju-baju tersusun rapih  di dalamnya. Mulai dari pakaian paling pribadi, sampai seragam bobtols yang sering dipakai Shin Yeong untuk bekerja.

“Apa saja yang harus aku ambilkan?”

“Semuanya. Baju tidurku juga. Ah, jangan lupa handuknya”

Sebuah teriakan saling bersahutan di dalam kamar besar itu. Sebuah komando yang diperintahkan Shin Yeong membuat Jong Woon terkekeh. Dia mengerti apa yang dimaksud dengan “Semuanya” itu berarti seperangkat pakaian yang akan digunakan oleh Shin Yeong. Sedikit merasa risih saat dia harus menyentuh pakaian paling pribadi milik wanita.

“Wow. 32 B? Aku kira ukurannya masuk kategori A. Ternyata lumayan juga”

Jong Woon bergumam pelan saat melihat ukuran underwear milik Shin Yeong. Dia terkekeh sembari menutup mulutnya, berusaha sebisa mungkin tidak mengeluarkan suara yang akan didengar oleh Shin Yeong.

Setelah berusaha mengatur nafas. Jong Woon kembali berteriak memastikan.

“Baju tidurnya yang mana?”

“Yang mana saja. Semua baju tidurku layak pakai. Kau tidak perlu khawatir aku mempunyai lingerie. Aku tidak akan pernah mau memakainya”

“Araseo”

Jong Woon kembali mengobrak-abrik isi koper tersebut utuk menemukan baju tidur, dan akhirnya berhasil. Setelan baju tidur berwarna biru muda. Bukan dress tidur ataupun lingerie seperti yang dibantahkan oleh Shin Yeong. Itu adalah baju panjang dan celana panjang. Persis sama seperti model baju tidur yang digunakan oleh Jong Woon saat ini.

“Astaga. Apa dia mencuri baju seragam pasien rumah sakit? Kenapa seorang wanita menggunakan baju tidur seperti ini? Seharusnya dia memakai baju tidur yang lebih seksi daripada ini?”

Seakan tidak bsia menahan mulutnya untuk  berkomentar, Jong Woon terus saja bergum dengan kedua tanganya yang bekerja memisahkan pakaian yang akan diberikanya pada Shin Yeong.

***

Shin Yeong’s POV

Masih merasa tidak nyaman, aku berdiri di balik pintu kamar mandi. Bodoh. Benar-benar bodoh. Kenapa penyakit pikunku tidak juga hilang? Kenapa aku ini pelupa sekali, sampai-sampai di saat paling memalukan seperti inipun harus ditambah dengan kejadian mengerikan.

Aku khawatir dia belum pernah melihat pakaian paling pribadi milik wanita dan akan memberikan komentar dengan semua pakaian yang aku punya. Aku tau dia itu punya bibir yang tipis, dan itu menandakan bahwa dia banyak bicara dan tidak pernah bisa diam menghadapi sesuatu.

Tok… tok… tok…

“Ini bajunya”

Aku mendengar suara teriakan dari luar dan segera menempel ke pintu kamar mandi.

“Berikan padaku”

Aku hanya mengulurkan sebelah tanganku. Sama sekali tidak melihat dia yang berada di balik pintu. Gila saja. Aku dalam keadaan telanjang dan masih harus melihatnya di balik pintu.

“Aku tidak bisa menjangkau tanganmu. Keluarlah”

“Kau mau mati huh? Cepat berikan atau aku akan benar-benar keluar dari sini untuk membunuhmu”

“Kita baru resmi menjadi suami istri beberapa jam yang lalu. Kemudian kau sudah berniat untuk membunuhku? Cish”

Aish, dasar pria menyebalkan. Kenapa dia suka  sekali megajakku ribut dan mempermasalahkan setiap hal yang kami jadikan sebagai topik pembicaraan.

“Cepat berikan handuknya. Sekarang aku masih telanjang”

“Benarkah?”

Teriakan antusias dapat terdengar dengan jelas dari pria mesum itu. Aku tau apa isi kepalanya setelah aku mengucapkan perkataanku dengan segala penekanan.

“YAK BODOH!!! CEPAT BERIKAN PADAKU”

Masih tidak berani untuk mengeluarkan kepalaku. Aku hanya bisa menggerakan sebelah tangaku berusaha menjangkau pakaian yang berada di tangan Kim Jong Woon jelek menyebalkan.

“Yeongi-ya, aku tidak bisa memberikannya. Tanganmu itu pendek”

“Mendekatlah kesini”

Aku yang mulai kesal, mencoba utnuk menarik nafas dan sebisa mungkin tidak mendorong pintu untuk merangsek keluar dan meninju wajah tampannya karena bertingkah menyebalkan.

“Cepat berikan. Aku sudah mulai kedinginan. Kau mau di malam pertama istrimu mati beku?”

“Hei, kau seperti daging sapi saja. Mana mungkin manusia mati beku di kamar mandi”

“YAK! Kim Jong Woon. Aku sedang tidak ingin bercanda dneganmu saat ini. Cepat berikan bajuku”

“Keluarlah sedikit. Setidaknya julurkan kepalamu. Aku mau lihat bagaimana tampangmu di dalam kamar mandi”

Aish, gila. Dia memang ingin mati sepertinya. Mencoba membuat aku kehabisan kesabaran Huh?

Dengan penuh emosi, aku menarik pintu kamar mandi agar terbuka sedikit lebih lebar dan menjulurkan kepalaku untuk melihatnya dengan ekspresi murka.

“BERIKAN PADAKU!”

Dengan nafsu membunuh aku menggeretakan gigiku dan memicingkan mata menatapnya yang malah membantu karena terkejut melihatku.

Segera saja kurampas pakaian berserta handuk dalam genggamannya. Kemudian menutup pintu kamar mandi dengan debuman keras yang memekakan telinga.

***

Jong Woon’s POV

Aku masih mencoba untuk mengumpulkan kesadaran setelah pemandangan terindah aku saksikan secara langsung. Menyesal telah bermain-main keterlaluaa dengannya. Sekarang akulah yang kena batunya.

Dia menjulurkan kepalanya dalam keadaan telanjang di kamar mandi. Dan disadari atau tidak, aku bisa melihat dengan jelas bahunya yang terbuka dan leher jenjangnya yang selama ini selal menarik. Shin Yeong menggulung rambutnya dan itu jelas-jelas menunjukan tengkuk yang membuatku merinding secara tiba-tiba.

Bahkan hanya melihatnya saja aku sudah terhenyak sedahsyat ini. Aku tidak yakin apa yang akan terjadi selanjutnya jika dia tetap berada di sekitarku. Aku tidak yakin bisa menahan hasratku terhadap Shin Yeong dan menepati janjiku pada ayah. Ini terlalu sulit. Ini terlalu sulit untuku.

“Argh”

Hanya bisa mengerang frustasi duduk di atas ranjang. Aku berusaha mengungkapkan emosiku yang tertahan. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Apa yang harus aku lakukan setelah ini?

Semuanya mebuatku bingung. Semuanya membuatku merasa sesak. Bahkan mulai terasa sakit ketika aku menahan tubuhku sendiri untuk bisa dikenadalikan.

Trek…

Keluar di saat yang benar-benar tepat. Shin Yeong membuka pintu kamar mandi dengan rambut basah yang terlihat masih meneteskan air. Sesekali dia menggosok rambutnya dengan handuk dan menyingkap rambut panjangnya itu ke kiri dan ke kanan.

Aku masih bisa menahan diriku untuk tidak beranjak dari dudukanku dan merangsek maju. Menarik tubuh kecilnya kemudian menghempaskan Shin Yeong ke ranjang. Memuaskan aku yang mulai tidak bisa mengendalikan diri. Berusaha mendapatkan apa yang bisa membuat aku tidak merasa sesak seperti ini. Membuat dia sepenuhnya milikku. Memiliki dia seutuhnya sebagai seorang pria yang menjadi teman hidupnya. Tapi itu tidak mungkin. Aku tidak bisa melakukan itu. Aku harus menghargainya. Aku harus menghargainya sebagai seorang wanita yang aku cintai. Tidak boleh membuatnya merasa tidak nyaman. Tidak boleh membuat dia merasa takut.

“Kau belum tidur?”

Sebuah pertanyaan dari Shin Yeong membuatku mengerjapkan mata dan tersadar dari segala gejolak dalam diriku sendiri. Konflik batin yang membuatku merasa pusing tiba-tiba.

“Aku belum mengantuk. Ini sudah lebih dari jam 10 malam. Kau juga belum ngantuk?” Ujarku balas bertanya.

“Aku akan tidur setelah aku membereskan baju-bajuku disana”

Shin Yeong menunjuk kopper bajunya yang masih terbuka dengan isi yang acak-acakan karena aku mengobrak-abriknya tadi.

“Tidak usah dibereskan. Biar nanti aku menyuruh pelayan untuk melakukanya”

“Jika aku bisa melakukannya sendiri. Untuk apa meminta batuan orang lain?”

“Baiklah. Terserah kau saja. Aku tau, kau tidak akan suka jika orang lain menyentuh barang pribadi milikmu”

“Tapi aku membiarkanmu menyentuh barang-barang priabadi milikku”

Shin Yeong berjalan kearah meja rias dan menyisir rambutnya yang setengah kering. Rambut panjangnya yang lurus itu jatuh ke atas bahu dan terjuntai indah di punggungya. Aku sama sekali tidak berkedip saat kuperhatikan pantulan wajahnya di cermin, baru saat Shin Yeong menyadari aku sedang menatapnya. Aku langsng mengalihkan pandangan kea rah lain.

Setelah selesai menyisir rambutnya. Shin Yeong berjalan ke salah satu sudut kamarku, dimana sebuah lemari besar yang berisi buku-buku menarik perhatiannya. Disana adalah koleksi buku-buku yang pernah aku baca, termasuk beberapa koleksi film. Aku ini suka sekali menonton film, jadi tidak heran jika ratusan judul film yang sudah aku tonton berjejer rapih.

“Kau suka membaca komik?”

Aku memperhatikan gerak-geriknya dengan penuh minat. Merasa senang saat dia tersenyum kemudian mengajukan pertanyaan untuk memastikan.

“Aku mengolesi komik sejak lama. Jika aku bosan, kalau tidak menonton film ya membaca komik. Ketika aku sedang fokus, barulah aku membaca buku dengan tema yang lebih berat”

“Aku tidak menyangka kau mempunyai hobi seperti itu”

“Sekarang setelah menikah kau mengetahuinya kan. Banyak hal yang akan kau ketahui seiring berjalannya waktu. Jadi ayo kita saling mengenal lebih jauh satu sama lain”

“Em”

Shin Yeong menganggukan kepalanya dengan sangat antusias kemudian kembali memeriksa komik-komik milikku. Sesekali tertawa saat melihat koleksi dvd dengan judul film romantis yang menurutnya sama sekali tidak cocok dengan gayaku.

“Kim Shin Yeong…”

Aku yang masih duduk tenang di atas ranjang memanggilnya dengan suara keras.

“Apa?”

“Kemarilah. Naikah ke ranjang ku”

Jawabku sembari menepuk sisi kasur yang sedang aku duduki. Tidak nyaman rasanya memperhatikan tingkahnya yang asik sendiri menyentuh semua barang-barang milikku dengan sangat antusias.

“Aku kan sudah bilang. Akan mebereskan baju-bajuku dulu”

“Nanti saja bereskannya. Aku sedang ingin sekali berdekatan denganmu”

“Tapi, aku harus melakukannya dulu”

“Ayolah. Jangan menolak. Apa perlu aku menyeretmu ke atas ranjang”

“Aish”

Shin Yeong mengumpat kesal setelah aku meggodanya. Emosinya cepat tersulut dan mood-nya naik turun. Benar-benar remaja labil.

Dengan langkah terpaksa, Shin Yeong berjalan ke arahku dan duduk di pinggir ranjang. Melihatnya seperti itu, aku segera menaikan kedua kaki dan menggeser posisi ke tengah ranjang.

“Sini”

Aku menarik tangannya agar dia menggeser posisi dan duduk disampingku. Mendorong kedua kakinya lurus dan menutupnya dengan selimut. Akhirnya kami berada di posi yang tepat sekarang. Setengah berbaring di atas tempat tidur dengan selimut yang menutupi kaki. Aku menggerakan tanganku dari belakang dan meraih pinggangnya, menggesernya lebih dekat ke arahku hingga tubuh kami menempel sempurna. Ini jauh lebih hangat dibandingan udara ruangan ini.

“Aku ingin tau lebih banyak tentang kau” Bisikku pelan di telinganya.

Shin Yeong menggeliat saat aku kembali menggeser tubuhnya dan merangkul pinggangya lebih erat.

“Aku beritahu…” Shin Yeong berbicara

“Ketika kau menyentuh pinggangku seperti ini, aku merasa kegelian” Lanjutnya

“Jinja?”

“Em. Jika kau menyentuh pinggangku, aku jadi merinding”

“Bukankah itu terasa menyenangkan?  Aku suka sekali merangkul pinggangmu”

“Baiklah. Terserah kau saja, asal tidak menggerakan jari-jarimu Disana untuk menggelitikku”

“Kau sensitif dengan geli?”
“Em, aku juga tidak suka seseorang menyentuh tengkuk leherku, perut dan juga telapak kaki”

Jelasnya sembari menunjuk bagian-bagian tubuh yang disebutkan

“Aku juga tidak bisa menahan geli. Terutama di telapak kaki” Responku

“Kalau begitu, sama denganku”

“Tapi aku suka dengan lehermu, aku suka dengan pinggangmu juga. Bagaimana? Aku juga suka melihat kau kegelian”

“Eiy. Kau sedang berusaha untuk merayu aku?”

Aku hanya tersenyum kemudian menggerakan tanganku di pinggangnya naik turun. Mengusapnya lembut kemudian bergerak ke bahunya agar dia merebahkan kepalanya di bahuku.

“Bertambah satu hal yang aku tau darimu” Ujarku pelan

“Tidak tahan geli” Lanjutku kemudian

“Kau suka tidur dengan lampu menyala terang?”

Pertanyaan  baru, kembali diucapkan Shin Yeong. Dia memang sedang berusaha menghafal kebiasanku dan hal apa saja yang aku suka atau tidak suka. Aku tidak yakin dia bisa mengingatnya karena Shin Yeong itu pelupa akut. Tapi setidaknya di tahu mengenai hal itu.

“Aku tidak pernah bisa tidur dalam keadaan gelap. Walaupun mictophobiaku sudah sembuh tapi aku tetap saja merasa tidak nyaman jika mematikan lampu ketika tidur”

“Bagaimana dengan lampu tidur? Tidak akan gelap, hanya meremang sedikit. Kau juga tidak bisa?”

“Aku belum pernah mencobanya. Aku selalu tidur dengan lampu menyala terang, dan tidak pernah menyalakan lampu tidur”

Shin Yeog mengangguk setelah mendengar jawaban dariku. Aku menunduk untuk melihat wajahnya yang selalu membuatku berdebar. Rambutnya masih sedikit basah dan terkadang puncak kepalanya menyentuh dagu dan leherku.

“Shin Yeong-ah. Satu hal lagi yang aku tau tentangmu”

“Apa?”

Shin Yeong mendongakan kepalanya tepat di depan wajahku, dia sedkit mengeser kepalanya sehingga kami bisa saling bertatapan satu sama lain.

“Ukuranmu 32 B. Iya kan?”

“MWORAGO?”

“Hahahahahaha”

Aku hanya tertawa ketika dia langsung terlonjak dari posisnya dan duduk tegak di depanku. Kenapa harus sekaget ini? Jelas-jelas dia tahu tadi aku mengobrak-abrik koper baju dan mencarikan pakaian yang dipakainya saat ini.

“Yah, lumayan. Setidaknya, dadamu masuk kategori B”

“YAK! KAU  TIDAK SOPAN!”

“Whae?”

Aku hanya mengernyit dengan tatapan meledek, membuat dia mendengus sebal sembari meninju pelan bahuku.

“Eiy, di malam pertama kau sudah melakukan kekerasan dalam rumah tangga” Protesku tak terima.

Aku menarik sebelah tangannya, mendorong dia berbaring dan menggelitik pinggangnya. Membuat dia meronta kegelian di bawah kekuasaanku.

“Hahahahaha… lepaskan”

Shin Yeong tertawa keras sembari berusaha menjauhkan kedua tanganku yang masih menguasai tubuhnya. Dia sudah berbaring di atas tempat tidur dengan baju yang acak-acakan. Tapi aku masih belum puas melihatnya tertawa kegelian dan terus saja menggelitik pinggangnya.

“Ahh… hentkan… hentikan”

Mulai terengah-engah ia berusaha bangun dari posisi tidurnya dan menarik kedua tanganku.

Karena tidak tega, aku melepskannya dan berhenti menggelitik pinggangnya.

“Kau keterlaluan” Protesnya setelah menarik nafas

“Itu karena kau yang memulainya” Balasku mencari pembelaan.

Kuulurkan tangan kananku membantu Shin Yeong merapihkan rambut panjangnya yang acak-acakan setelah sebelumnya mengamuk tak terkendali.

Lembut. Benar-benar lembut. Aku tidak pernah menyentuh rambutnya dalam keadaan setengah basah sepeti ini. Dan sialnya perasaan itu muncul lagi. Keinginanku untuk menyentuhnya. Keinginanku untuk menyentuhnya lebih jauh.

Dia masih terengah-engah sembari merapihkan rambutnya, tapi aku segera menghentikan tangannya bergerak di kepala dan mencengkramnya erat.

Shin Yeong terbengong melihat hal yang aku lakukan padanya. Seakan mengerti dengan apa yang akan aku lakukan selanjutnya. Gadis cantik dihadapanku ini hanya diam sembari mengerjapkan matanya berkali-kali. Dadaku terasa sakit karena berdebar. Paru-paruku juga mulai kesulitan memompa udara karena seluruh tubuhku mulai memanas.

Kuusap pipinya dan merasakan garis rahangnya yang kecil. Bergerak menuju lehernya. Mengusap lekukan leher Shin Yeong dengan punggung tanganku. Beberapa saat merasakan bahwa dia juga sedang merinding merasakan daerah sensitif di tubuhnya aku sentuh.

Alih-alih mendorong tubuhnya berbaring dan melucuti baju tidurnya. Aku malah mendesah berat. Mengatur nafas kemudian mengecup keningnya dalam-dalam. Sebelah tanganku masih menggenggam tangannya, sedangkan tangan kiriku meremas seprai kuat-kuat. Menahan gejolak diriku sendiri yang mulai tidak tertahankan. Ingin sekali berteriak untuk melepaskan sesak, tapi sama sekali tidak bisa. Aku hanya bisa mengecup dahinya dan merasakan hangat suhu tubuhnya di dekatku.

Sama sekali tidak berani mengecup bibirnya, Karena aku yakin akan sulit untuk berhenti. Akan sulit untuk mengontrol diriku sendiri agar tidak berbuat gila. Aku harus berusaha bersikap dewasa dan tidak menuntutnya untuk melakukan sesuatu yang membuatnya tidak nyaman. Aku menghargainya. Sangat menghargainya sebagai seorang gadis remaja berumur 19 tahun.

“Aku tidak tahu harus mengatakan apa. Tapi yang pasti, aku senang kau berada di dalam kamarku malam ini”

Aku berkata dengan suara pelan, nyaris seperti berbisik. Mendengar itu Shin Yeong hanya diam dan sudut bibirnya terangkat membentuk sebuah senyuman. Tanpa diduga sama sekali, gadis di hadapanku ini memajukan kepalanya dan menjangkau bibirku tanpa persetujuan.

Sebuah kecupan singkat tapi berpengaruh beasr. Aku menyimpulkan bahwa dia mengumpulkan seluruh keberaniannya untuk melakukan ini. Merendahkan egoismenya dan tidak memperdulikan gengsinya sebagai seorang Kim Shin Yeong.

“Tidurlah”

Hanya satu kata yang bisa aku katakan, dan dia kembali tersenyum. Sebuah senyum lembut yang mengisyaratkan kebingungan. Mungkin dia mengerti apa yang seharuskan kami lakukan sebagai pengantin baru. Tapi aku tidak membahas hal itu saat ini. Aku tidak ingin dia bertanya lebih jauh. Biarkan saja berjalan mengalir seperti seharusnya.

“Apa kau lelah?”

Shin Yeong bertanya dan aku mengangguk. Aku mengangguk lemah kemudian kembali mengecup dahinya. Lagi dan Lagi. Menahan diriku sendiri agar tidak meledak dan kehilangan kontrol.

“Aku lelah, jadi kita tidur saja”

“Baiklah”

Istriku hanya mengangguk meng-iya-kan, dan akhirnya dia berbaring. Berbaring lurus tepat di sebelahku.

Aku memejamkan mata terlebih dahulu tanpa meliriknya lagi untuk mengucapkan selamat malam. Dan ketika aku membuka mata, dia masih menatap langit-langit kamarku dengan tatapan yang entah apa artinya. Aku tidak tahu apa isi fikirannya. Sama halnya seperti Edward Cullen terhadap Bela Swan. Aku sama sekali tidak bisa mengetahui bagaimana jalan fikiran orang aku cintai.

“Shin Yeong-ah”

“De?”

“Apa kau tidak bisa tidur?” Tanyaku memastikan

“Ini terlalu terang” Jawabnya tanpa melihatku

“Haruskah aku mematikan lampunya?”

“Tidak usah. Nanti kau yang malah tidak bisa tidur”

“Tenang saja, aku akan tidur nyenyak dengan satu syarat”

“Apa?”

“Peluklah aku sampai aku benar-benar tertidur lelap”

“Semudah itu?”

“Apajah memelukku sudah mejadi suatu hal yang mudah bagimu sekarang?”

“Em. Mulai sekarang. Memelukmu dan dipelukmu akan menjadi suatu kebiasaan untukku”

Aku tersneyum. Tersenyum karena senang. Aku senang mendengar jawaban yang dikatakannya. Benar-benar puas menerima kenyataan  bahwa dia juga mempunyai perasaan antusias yang sama terhadapaku. Lega ketika mengetahui dia tidak pernah merasa terganggu dengan statusnya sebagai seorang istri dan mempunyai banyak kebiasaan baru yang harus dilakukan.

“Kalau begitu aku akan mematikan lampunya, dan meyalakan lampu tidur. Seperti itu kan kebiasaanmu ketika tidur?”

Shin yeong mengangguk lemah karena saat ini dia sudah berbaring lurus dengan selimut yang membalut tubuhnya.

Aku bangkit dari berbaring dan menjangkau remot yang terletak di atas meja samping ranjang. Kuarahkan remot tersebut ke atas dan menekan tombol untuk mematikan lampu. Seketika suasana kamarku menjadi gelap, dan aku segera menekan tombol lampu tidur di samping kiri dan kanan ranjang dan beberapa sudut ruangan.

Cahaya meremang. Tapi aku masih bisa melihat dengan jelas. Melihat bagaimana Shin Yeong sedang terpukau dengan caraku mematikan lampu kamar dan menyalakan lampu tidur.

“Sudah bisa tidur sekarang?”

“Em”

“Kalau begitu, peluk aku”

Mengerti. Dia mengangkat sedikit tubuhnya dan menggeser ke atas. Membiarkan kepalaku sejajar dengan dadanya.

“Aku akan memelukmu sampai kau tertidur. Jadi tidurlah yang nyenyak”

Shin Yeong bergumam dan menarik bahuku agar menghadapnya. Aku memiringkan tubuhku dan melingkarkan sebelah tangaku ke pinggulnya. Membenamkan wajahku di dadanya, kemudian menghirup oksigen sebanyak-banyaknya disana. Menghisap aroma tubuhnya yang menangkan.

“Jangan mencari kesempatan saat aku memelukmu seperti ini. Ini adalah bagaimana ibuku memeluk aku ketika aku akan tidur”

“Araseo. Aku tidak akan menyerangmu tanpa persetujuan”

Jawabku dengan nada bercanda. Aku tau dia sedang mencoba untuk mencairkan suasana karena merasa gugup.

“Yeongi-ya…”

“Em?”

Shin Yeong bergumam merespon, dan aku mengeratkan pelukanku di pinggulnya, kembali meggeliat di dadanya dan sedikit bergeser untuk mendongak melihat wajahnya.

“Kapan tanggal ulang tahunmu?”

“Ulang tahunku?”

Dia menunduk, tepat di atas wajahku. Bibirnya berada sangat dekat dan ketika berbicara, nafasnya hangat menyapu permukaan wajahku.

“17 September. Sudah lewat ketika kau pergi ke Jepang untuk berobat”

“Benarkan? Itu berarti, ulang tahun ke 20 masih sangat lama?”

“Berarti 17 September 2012 aku berusia 20 tahun”

“Bisakah dimajukan saja?”

“Pertanyaan bodoh”

Shin Yeong menggerutu dan kembali mendekap kepalaku di pelukannya. Aku memajukan tubuhku dan mendesak ke tubuhnya, merasakah kenyamanan saat hangat suhu tubuhnya menjalari tubuhku. Berusaha sebisa mungkin mengatur akal sehat agar tidak hilang kendali. Aku memejamkan mata.

Malam pertama sebagai seorang pengantin yang terasa sedikit menyesakkan. Tapi itu semua sama sekali tiak terasa karena tertutupi oleh rasa bahagia. Menyenangkan. Sangat amat menyenangkan.

Aku akan menunggunya. Setidaknya sampai dia sendiri yang menyerah padaku. Sampai dia bisa dengan pasrah menjadi milkku seutuhnya. Menunggu hal itu mungkin akan melelahkan. Tapi tidak jika dia berada disampingku. Memeluknya sudah cukup selama aku mampu bertahan.

“Jong Woon Oppa…”

“Hm?”

“Aku mencintaimu”

Tersentak dan hanyut secara bersamaan. Benar-benar menenagkan. Sebuah kepastian yang membuatku lega.

“Setidaknya. Aku mengetahu fakta bahwa kau juga mencintaiku. Cukup untuk bertahan sampai aku tidak bisa menahan diri. Mungkin pernyataannya sedikit membingungkan saat kau mendengarnya sekarang. Jadi jangan difikirkan. Mendengarmu mengatakan hal itu, aku mengerti bagaimana cara aku menghargaimu. Mencoba untuk tidak membuatmu tidak nyaman. Aku akan menjagamu. Aku akan memperhatikanmu, karena aku mencintaimu, Yeongi sayang”

*** END***

NGESELIN?

NYESEK?

GASUKA LIAT JONG WOON DIGITUIN?

Yah aku akui. Jong-Shin emang udah mulai ga asik nih. Tapi entah kenapa aku malah antusias. Terbukti dengan lancarnya tanganku saat ngetik ff ini. Tulisan terpanjang selama aku nulis FF sejak awal tahun 2011 ini. Walaupun tetep tulisan author paporit aku KyuTeuk EunHae aka Han Hye Na, yang menurutku paling dahsyat.

Daebak. Aku puas. Puas banget nulis karena ampe jam 1-pun aku jabanin. Jam 3 pagi pas tiba-tiba bangun, aku langsung narik lepi dan ngetik. Pokonya ini dikerjain ngebut, jadi jangan protes kalo banyak kesalahan. Cuma kuantitas doang yang banyak sedangkan kualitasnya sama sekali tidak layak. Setidaknya aku sudah berusaha publish bahkan dalam waktu yang relatif singkat. Baru senin aku publish Jung-Ah, langsung ngebut ngetik sebanyak ini. Menurutku sudah sangat luar biasa. *tabok*

Oke. Setelah sebelumya aku Googling membabi buta masalah pernikahan tradisional Korea, dan juga seluk beluk Kanada. Mikirin Jong Woon aku pasti semangat. Dia makin bikin aku gila tak tertahankan. Sumfah. Sumfah. Sumfah. Seriusan demi apapun, Yesung makin GANTENG. Gatau bagaimana caranya dia bisa semenarik itu, yang pasti aku suka dia secara keseluruhan. Kepribadian yang sempurna impian semua wanita. Semua fakta tentang dia itu baik banget, bikin aku tambah menggila jadinya. HUWAAAAA…. AKU CINTA JONG WOON *mulai setres*

Gasabar nunggu MV FIX dengan model utama Lee Hyukjae-ku yang menawan. Ada adegan kisseu kisseu yang tentunya adegan paporit aku. Penah liat sih dia dicium sama cewe pas di Star King. Tapi ini beda. Aku ga sabar mau liat. *muka excited*

Ada SS4 jepang juga nih minggu ini. Semoga bagian Moves Like Jagger-nya Wookie itu bisa digilir. Aku mau Cho Kyuhyun-ku yang melakukan itu, menggeliat di atas panggung kemudian menyobek bajunya seperti Siwon. Ya ampun. Kapan sih suamiku tercinta mau nunjukin abs-nya. Sampe saat ini masih ga begitu yakin kalo dia punya abs. Malahan tuh laki saya makin montok aja. *tepok-tepok Kyuhyun*

Karena aku mulai sibuk dengan tugas akhir semester. Dan ada banyak hal yang harus aku lakukan di akhir semester 3 ini. Kalo minat aku buat nulis lagi menggebu-gebu, ga inget waktu aku bakal terus ngetik sampe merem. Melek ngetik lagi. Pokonya setiap waktu luang aku gunain buat ngetik. Berbanding terbalik pas lagi males. Jangankan buat nulis, baca FF aja aku gamau. Mungkin semuanya emang tegrantung mood. Dan tentunya reader yang bikin aku tambah semangat. Merasa senang ketika kalian menyukai tulisan aku. *terharu*

Untuk Nichan Unnie alias istri Choi Siwon yang udah maksa aku buat masukin kamu sebagai istrinya Siwon udah aku kabulin. Jadi jangan ngerengek sampe SMS-in curhat ke aku minta jadi istri Siwon Oke?

Betewe, aku lagi pengen makan Bakpia Kacang nih Unnie, boleh dong geratisan  *gataudiri*

Ucapan terimakasih untuk semua reader yang sudah memberikan dukungan buat aku. Sebenarnya ide liar tentang Jong Woon menumpuk tak tertahankan, tapi bisa bagaimana lagi. Aku akan buat postingan masalah ini nanti, jadi liat apa yang akan aku lakukan selanjutnya. Oke?

Next FF, gatau mau nulis yang mana dulu. Karena aku remaja labil berusia 18 tahun. Masih kuliah semester 3 dan sedang akan Ujian Akhir Semester. Mood-ku fluktuatif naik turun, jadi terserah aku mau nulis apa dan mau kapan publish. Sekarang aku mau nulis 2 makalah dulu buat syarat ikut UAS. Maaf kalo aku sering curhat disini, gapapa kan ya. Terserah aku mau ngapain aja disni, asalkan tidak mengganggu ketertiban umum.

Aku ga rusuh kan untuk note kali ini. Sedikit lebih kalem dan menunjukan image aku yang sebenarnya. Bahwa aku ini adalah gadis anggun yang tidak banyak bicara. Cewe alim yang sangat pendiam. *semoga ada yang percaya*

Yasudahlah, ini udah malem dan aku ngantuk berat. Semoga semuanya bisa menghargai perjuangan aku nulis dengan cara kalian menuliskan komentar di bawah ini. Caci maki ataupun kritikan bakal aku tampung untuk kesempurnaan tulisan aku selanjutnya.

Yoreubeun. Semoga kalian ga bosen maen di Sujuyongwonhie. Kita bertemu disini dan menjadi teman. Berbagi kebahagian sesamaa ELF yang mencintai Super Junior. Senang bertemu kalian semua.

Fighting!!!!

~Selly Cantik~

 

Advertisements

226 comments on “Jong-Shin Side : Royal Wedding (Modern Version)

  1. Dongsaeng sayaaaaaaang!!
    #kecup2
    aigoo..mau bakpia berapa???
    #bukan dompet

    aq ninggal jejak dulu ya??
    Gomawo bgt^^
    #peluk selly cantik

  2. wahhhh….. Jong-Shin couple akhirnya di publish juga…

    Daebak! Aku sangat suka ffnya.. Meskipun ikutan geregetan pas malam pertamanya.. Hha.. Wahh, jadi mkir yadong.. Hha..

  3. Keren,selly..
    Kta2mu saat mnjabarkn pernikhan sungguh dalm..two thumbs up 4 u..
    Jong woon oppa saranghae../ditabokShinYoung..

  4. keren!!!! aku baru pertama kali baca ff disini, pas baca ffnya keren! hehe ditunggu cerita jong-shin yg lainnya, jgn lama2 ya eonni! hehe

    • Yaelah sell..kenapa itu dengan mereka??aigo..bapaknya jongwoon aneh2 ajasih.

      Kalo gini kan mereka jd gak bisa melakukan ‘this’ and ‘that’ mskpun sudah nikah.
      Nasibmu bang jongwoon…sini sama aku aja. #tabok
      Apa yg di note itu?kalem?lembut?ya ampun selly…sadar nak.knpa kau jd amnesia.lupa sama kepribadian yg nyablak, kekeke

      Jung-ah nya ditunggu ya selly sayang…

      • unnie… aku kasian ama abang jong woon uda kebelet tapi ditahan.

        ish, si unni, aku kan emang anaknya alim banget. gak cerewet sama sekali *kabuuuur*

  5. HUWAAAAAAAAA!! JONG-SHIN COUPLE KYAAAAAAA~ #heboh

    Ini FF panjang buanget aaa puas eon!! Suka bgt part ini, bikin menggelinjang dari ngakak, melting, ampe terharu haha.

    Astagfirullah =_= Jong Woon, kau yadong juga ya nak ckck. Tp paling bikin ngakak wktu Jong Woon ngomongin soal ukurannya Yeongi xD *PLAK

    Eon, aku jd mikir. Nanti klo aku kuliah sebrp stresnya. Masih kls 9 aja dikasih tugas2 kliping, ngerangkum, cerpen aja udh guling2an, gmna nnti klo kaya eonni mpe numpuk naujubilleh gitu .____. *suram* eh kok jd curcol =_=

    Ditunggu ya FF lanjutannya!! Fighting Eonni! Saranghae :* wkwk

    Eh, gara2 baca ini jadi pingin cepet2 nikah deh .___. *geret umin* (?)

    • aku ampe 67 lembar dengan format kebiasaan aku. astaga pegel gila.

      iya tugasku banyak banget, bejibun tak tertampung, astaga. tapi karena diselingi nulis dan baca komen, aku jadi semangat.

      gumawo. saranghae *chu*

  6. kyaaaaa….. Q sukaaaaa suuukaa buuuangeettttt!!!!! Selly saeng Very Very LOVE U dech bt km ma ff km. btmu yg lg bkn mkalah ma mo ujian HWAITING. ditgg ff lain’a jg y*jung-ah,hae-ri yg pst jong-shin*

  7. acikkkkkkk kluar jg akhirny ni ff \(^0^)/ #sambil jingkrak2 en guling2…
    kangen berat ama pasangan niii,,daebak bwt u sel bs smbil nulis ff
    d sela2 mau UAS..gw doain ya nilainy bagus..hwaiting!!!

    ff hr niii makin bgs,mkin bikin pnasaran,en bikin makin smangat baca tapiii
    kasian bgt u bkin yeppa d nahan gt..hihihihihihihihi#ngarep yang yadong ^0^
    ya udh yeppa kl g tahan sama aq ajaaa siap jd istri kedua koq,,*sambil tarik yeppa k KUA..

    d tunggu y ff lanjutan c kopel satu ni,,azazaza hwaiting saeng~aa…

  8. Eonnie lanju ga mau tau kenapa ga terusin sampe paginya…
    Masa iya yesung oppa nunggu satu tahun?
    Kuat ga tuh?*muka yadong*

  9. aaaa
    Gregetaan selll
    Haha senyum2 sndiri bca pas bagian mreka saling tnya jawab(?)
    Haha acara gelitikin itu jg bkin aku snyum melulu
    Wkakkaka
    Hahha semngat ya sellyyyyy
    Do it in ur good mood!
    Aaa yulie alias kyuteuk EunHae jg trmsuk author favorit aku sell.pendeskripsianya ngena bgt..

    Gk rusuh d note kali ini?lebih anggung dan kalem?cwe alim yg sgt pendiam?wkakka BOONG BANGEEET..AMPE KAMU KEJEDOT TEMBOK AKU GK YAKIN KAMU PENDIAM
    #KETAWASETAN

    Wkakka jgn sampe kyuhyun nyobek bajunya
    Tak rela oh tak rela tubuhnya dgrepe2

    Ah sudahlah.aku gk mw memperpanjang mukhodimat,akhir kata semangka semangat kakaaaaaaak!

    • terimakasih. aku semangat ko, cuma kalo lagi bosen jadi ngedrop aja.

      yuli unnie itu author tersayang aku. pokonya dia genius dan daebak banget.

      hei, plis deh, untuk kali ini percaya sama aku. aku bilang polos ga percaya, aku bilang alim juga gak percaya *frustasi*

      hidih, kyu nyobek baju apa ga bikin aku pingsan?

  10. akhirnya mereka nikah~~~
    tapi bapaknya jongwoon tega amat nyuruh jongwoon nunggu
    ayolah un percepat aja honeymoon mereka
    siapa tau bapaknya jongwoon berubah pikiran terus ngebiarin jongwoon ngelakuin apapun ke shinyeong haha
    kalo perlu tahun baru mereka honeymoon
    aku udah ga sabar nunggu hahahaha

    aigo itu kang so ra muncul
    suka suka suka
    emang bener deh sora itu ramah,pinter,sopan ga jauh beda deh sama aku

    unni semangat buat uas yaaaa
    aku tinggal kipas-kipas nunggu rapot
    unni aku kangen haeri

    yak! perlu diingat kyuhyun tidak pernah menampakkan badannya karena dia hanya mau menampakkannya padaku yang tidak lain adalah istri sahnya

    bubbay~
    salam mrs. cho :*

  11. Aaaaaaaa….
    Keren sumpah..
    Ga ada kritik deh
    jong woon hebat ya bisa menekan perasaan dan keinginannya sampai titik maksimum kayak gitu.
    Ah keren pokoknya.

  12. hyyaa Yeppa-Youngie,selamat..selamat..selamat. MPnya Jong-Shin dipercepat dong,kelamaan nunggu 17 september 2012. Oia,bikinin konflik jg.biar g adem ayem trus 😀

    • yaiyalah, taun depan itumah.
      tunggu aja ya, ada saatnya yeongi dijebol juga ko. tenang tenang…

      aku gamau ada konflik, pengennya seneng-seneng aja. gimana dong?

  13. Annyeong Author a~
    Na imnida, reader baru nih 😉

    gatau kenapa Na juga bisa menclok (?) disini…kkk~xD
    Soal.a Na baca Mytophobia dari blog lain, tau tau nemu ini blog dan ada lanjutan.a~
    aseeeeeeekk bangeeeettt…jagi Na lanjut bacadeh.

    Sebelum.a Na mau buat pngakuan!
    Na tuh uda sering ksnii, tapi gatau kenapa baru skrg bisa komen.a~ u,u
    jeongmal mianhae,.. Abis Na juga suka bete, pas mau komen eh malah ada problem sama inet.a! Jadi mohon maklum yah.. Hehe, ^^v *alasan*

    But, Na sukaaaaaaaaaaaaaaaa…sama cerita.a~
    yesung.a APABANGET! 😀
    dewasa, iya!
    tampan, udah pasti !
    imut, apalagii !
    Woah, pko.a sukadeh sama krakter.a 😉
    yesung dsni bijak bgt… Ga autis kek asli.a lagii *plak*

    okelah, sekian Cuap cuap Na ~~

    @All: Salam kenal yorobeuuunn~ *tundukin kpala* 🙂

  14. Hhaha onnie suka baca kyuna jga ya?
    Emng sesek banget baca begituan.
    Tpi tulisan onn juga bikin sesek kok. Bkin envy pengen buru2 punya laki buahahahaha ;D

  15. uwah saya nunggu mereka ‘begituan’nya #yadong! plak!! pasti seru!
    iya, itu si yesung makin hari makin TAMPAN!!!–> lebih eksklusif ketimbang cakep/ganteng,hehehe
    he, iya penasaran sama MV FIX, kagak pernah liat kunyk jd model MV. dia mau adegan romantis gitu? idih, kek gimana mukanya? gaje, huahaaa.
    huhu suka gak rela liat kunyuk ciuman sama cewek lain *sukanya liat ciuman sama cowok, YIAKSS!*

  16. Yey jong-shin 🙂
    hahaha akhirnya nikah juga mereka haha cepet cepet punya anak dong oppa, udah ga usah ditahan #plaaaaaak
    suka sama tulisannya han hye na? Aku juga suka 🙂

  17. Terimakasih kak selly yang cantik sudah dipost ffnya.
    Jujur ini ff yang ngebuat aku setiap hari ngecek wp ini hehe
    Dan gara2 ff ini juga buat aku yang tadinya biasa2 aja sama yesung jadi merhatiin dia hehe
    Pas aku baca judul part ini Royal Weding, aku ngebayangin pernikahan william-kate. Aku pikir ada acara naik kereta kuda trus lambai2 kepengunjung. Eh ternyata enggak hehe
    Trus tentang pernikahan adat koreanya, aku jadi ngebayangin pernikahan diprincess hours. Haha maaf aku terlalu banyak menghayal wkwk
    Intinya aku sangat antusias menunggu part pernikahan adat koreanya hehe
    Akhir kata, sukses kak selly membuat makalahnya. Hwaiting ^^

    • makasih juga saeng sayang 🙂

      iya emang kurang lebih bakal kaya pernikahan di drama-drama. aku udah kebayang tapi males nulis *penyakit males kambuh*

      oke, fighting!!

  18. akhinya da publis juga,dah ditunggu ri tgl 20,kirain publisnya juga sama spt tnggal perniahanya…jingkrak-jingkrak saking senengnya liat jong-shin dah publis..

    sumpah keren banget chingu…
    haha kasian bangt tuh si jong woon nahan mpe tgl 17 september 2012..pasti tuh sjong woon stress bgt..haha
    oya chingu konfliknya berat ja biar lebih seru..tapi q jg dah suka bgt sih dg jong-shin yang sekrang..berwarna

    kirain tuh kyu bukan siwon*agak kecewa*bisa g kyu dibuat cameo disini…

    moga chingu kuliahnya lancar n good mood trus biar bisa trus n cepet publis…hehe
    fighting chingu!!gumawo…

    • haha, kelamaan ampe 2012. kasian yesung jadinya.

      aku gabisa bikin konflik, pengennya seneng-seneng aja. gimana dong?

      kyuhyun? aku aja siwon bingung mau dijadiin apaan. tadinya mau aku jadiin pastur.

      amin amin…
      terimakasih 🙂

  19. huaaa!! seruuu, seru banget malah ^^ lanjutannya dong~ penasaran nih *gaksabaran*
    kasian juga jongwoon oppanya, tapi biarlah mungkin itu yang terbaik untukku, untukmu dan untuknya *apaan lagi ini* -_-
    gak sabar buat lanjutan kopel jong-shin yang satu ini ^^ ditunggu yaa 🙂
    ditunggu juga jung-ah sama trapped in love w/ game-nyaa ^^
    sekian dulu komentnyaa, wassalam~~

  20. Unnie,
    yeobo,
    ini apa sih??
    Ko ada ranjang ranjang?
    Ko ada 32b?
    Itu apa deh? *mukapolos*

    BWAHAHAHAHAHAHYAYAYAYAYAY…..
    Baru kali ini aku baca ff buatan seser begitu banyak adegan kiseu mengkiseu cium mencium peluk memeluk..

    Uwow…aku banyak ga komen ya sujuyongwonhie?
    Iya kan?
    Udah ngaku aja..hahaha

    kenapa makin lama jongshin makin ngegemesin yah?
    Unnie chukae..udah bikin suami pertama aku bener2 menggoda disini..

    Seser, neo kaya penulis skenario sinetron kejar tayang ya??
    Hahahaha

    bagi bagilah kalo gajian..oke *kedip2*

    ah unnie, aku lagi jatuh cinta sama youngminwoo bf..
    Aigoo..pengen aku bejek2 tuh orang..

    Unni, kenapa kamu pake embel2 cantik?
    Lebih bagus Rheiza cantik tau..hayayayay..

    Ah, pokoknya..
    Menurut aku, selon,serjum & yuli onnie sama daebaknya..
    Fanfic kalian selalu bikin aku ketar ketir..
    Huwoo.,.

    • rheizaaa sayang, kamu kembali nak?
      uda lama banget ga maen?
      sibuk pacaran ya?
      *sotoy*
      *uda tau rheiza ga laku*
      *tabok*

      seser?
      ini aku tulis sendirian, serlinnya lagi sibuk. jong-shin dan jung-ah yang harusnya projek bersama, jadi garapan aku. nanti kalo serlin sempet barulah dia bergabung.

      gara-gara yesung, aku sempat berfikir mau NC-an nih kopel. tapi masih dalam pertimbangan. haha *terbang*

  21. annyeong ^^ nizha back
    mianhae kemarin2 jadi SR lagi #plakk
    aigoo ampe gerah baca nih ff *loh* akuuu suka banget sama ff ini , dan agak miris tiap baca note yang di bawah km dengan terang2 bilang *saya makin cinta dengan jongwoon yang makin hari makin tampan* aduh saya aja sebagai istrinya bingung, ga di fb, di twitter, di sms semua bilang, kl suami saya semakin tampan dan semakin banyak yang menjadikan yeppa sebagai selingkuhan *di rajam*
    apa 2012 baru ehem ehem, gimana ya bilangnya *garuk2 kepala* hahaha tp hebat loh di malem pertama yeppa ga nyerang (?) salut banget, emang dia namja yang sopan, baik hati, sosok namja yang patut di jadikan calon suami idaman hahaha

    • iya. aku aja tadinya ga segila ini sama yesung. baru akhir-akhir ini aja merasakan ke-hot-an dia sebagai pria. bikin aku mengelinjang senang. haha

      karena dia juga, aku kepikiran maen serang-serangan. *apa ini*

  22. yah aku telaaaaaaaaaaaaat bacanyaaaaa !!!

    oenni sumpah ya aku baca awalnya aja udah histeris. itu kasian banget jong woonku gak boleh ngapa – ngapain. tau gak sih oen ultahku sehari abis Shin Yeong ! tapi beda tahun hehe . itu aku aja aku rela kok kamu sentuh – sentuh oppa hehehe . so sweet banget deh liat pas endingnya pas mau tidur huaa aku bisa gila hehe . semangat ya oen buat kuliahnya . hwating !!!

  23. balik lagi, dan baru sempet baca
    Huaaahhhh
    *teriak sekenceng2 nya.
    Sumpah ya unn, baca ff ini paling seru, lucu, sampe jatoh dr kasur, baca sambil peluk guling + gigit guling, ini ff bikin aku guling2an ga jelas, ahhh daebak..
    Ayo lanjut lagi, harus cepet jangan lama2

  24. akhirnya nikah jg nie jong-shin couple. chukae!!
    g tau mau komen apa,,
    yaw udah ah
    cuma bisa ngasih semangat,,
    moga author aka. selly cantik moodnya selalu bagus spya bisa lncar lnjutin ff.nya…
    dan moga ngrjain tugas kuliahnya lncar jg. Aminn.
    Hwaiting!!

  25. uwaaa selly aku terhura oops mksudku terharu…
    Aigoo, aku suka dh jongshin couple ini manis gmn gtu…

    Apalg udh mulai mengumbar kata cinta, biar gk sering tp malah bkin gmn gtu, sesuatu gtu…
    Ah drimu jg merendah aku jg fans drimu kok dlm tulis menulis, aku suka gaya tulisan kamu jg., setiap author pny ciri khas masing2 dlm nulis gtu jg kamu…
    Pkknya aku suka ff2 kamu, dan serlin dh…

    Ohy aku pkir bkal ada acara malam pertama tp jongwon bener2 pria dah bs sbar menahan hasratnya, ya ampun idaman dh…
    Uwaaa gk sbar kpan akhrnya shinyeong menyerahkan drinya ke yesung #plakk
    Wkwk

    Okelah, sepertinya cukup..
    Pkknya semangat bwt kuliahnya n ff2nya…
    Pkknya d tunggu next partnya #chu~

  26. ao saeng..^^

    lalalalalalala,,,akhirnya jong-shin keluar,,oh yeahh…

    lah, bapaknya jongwoon ngapain pake acara nunda ”this n that”? kampanye keluarga berencana ya? #digampar

    tapi hebat euy, bisa nahan, padahal pengantin baru loh..

    ditungguin honeymoon nya…okok?

    dadah saeng…#lambai lambai..

  27. ini bagus kok authorrr…
    ku selalu suka ke sini karena sedikit FF yang ngangkat yesung biasanya…

    tapi aslik kocak adegan first nite nya, yesung is so cool!!

  28. Kyaa ^^
    Akhirnya keluarjuga ni FF
    Selamat untuk Jongshin Kopel akhirnya kawin juga. setelah perjuangan yg amat begitu susah dari bang jongwoon. hmm, jadi inget part 1 sampe 10 dimana mereka dipertemukan dan dimana juga si yesung nyesek waktu ulangtahun. ternyata siwon toh yg jadi cameo aku kiraiin siapa? kapan-kapan bang umin dong yg dijadiin cameo wkwk. dimple couple muncul ^^ ternyata pacar teukie sora aku kira siapa? mereka cocok banget yak di WGM? bang teuki jadi romantis dan gugup kalo udah deket ma sora kkkk~~
    ngekek waktu baca yg tentang ukuran 32b
    bang jongwoon ternyata kau sudah tertular virus yadong kunyuk satu itu*plakk*ditimpuk hyuk* hmm, aku beri semangat untuk bang yesung yg harus menunggu selama satu tahun lamanya*kasian amat sih lo bang-__-*. shinyeong mulai blak-blaka niye ngakuin cintanya aama bang jongwoon.

    Unnie FIGHTING UNTUK UTSNYA DAN BUAT MAKALAHNYA!
    kalau aku sih tinggal tunggu rapot aja XD. ditunggu JungAh dan JungSin kopel part selanjutnya ^^

    • aish, excited ya?
      aku juga sama. walopun pas nulis biasa aja gara-gara pegel.

      aku penggemar WGM, kopel-kopel paporit aku yang ratingnya tinggi. haha.

      aku ga sabar bikin jong woon bablas, tapi gatau kapan, jadi tunggu aja.

      oke, terimakasih semangatnya *chu*

  29. Unnniii suka suka suka suka.. Aku tinggal jejak pertama kenapa komen terakhir? Hahahaha
    selamat deh buat jong woon sama shinyeong uda nikah..
    Selamat juga buat nicchan unni yang jadi istrinya siwon..
    Kenapa jongwoon dilarang sentuh2? Padahal dia kan uda greget banget tuh..
    Ah pengen cepetan honeymoonya.. Dan jangan lupa bikin yang ‘sesuatu’ yah?
    Ah tulisanmu juga bagus kok..aku kan fans beratmu hahahaha
    lanjutanya ditunggu ya.. Tetap semangat..
    Bye~

  30. akhirnya rasa rinduku pd jong-shin couple terobati sdh dgn the royal weddingnya u,u
    daebak keren seru bagus awesome amazing dan lain-lain. Intinya 2 thumbs 4 u sel 🙂
    tp yg sdkt disesalkn kshn bgt jongwoon oppa mesti nunggu sthn lg utk memendam hasrat kelelakiannya #ngomong apasih??

    Pokonya keep ur spirit for writing an amazing ff wookey

  31. onnie annyeong ,, aku ninggalin jejak dulu iaa eon soal nya aku mau uas dulu , ntr aku pasti akan kembali membawa komentar tentang Jong-Shin ini . Hahaha
    Babaay eonniedeul 😀

  32. Unni !
    Kamu biang yadong tau !!
    *taboktabok*
    aku ga mau pacaran kalo bukan sama 1orang diantara namja2 aku !
    Hahahaha

    unni !
    Serlin jumma sibuk?
    Dia punya suami ya?
    Aku tau knp kau ga sibuk, karna ga laku kan?
    Iya kan?
    Udah ngaku aja..hahahaha

  33. Eonniiiiii!!! akhirnya MODERN ver. keluar *kayak MV ae*
    ya ampun bokapnya jongwoon PERHITUNGAN banget sihhh
    mikir dong istrinya tuh pengen punya cucu
    2 kata untuk yeppa : SABAR YAH
    aduh saya bingung mau komen apa lagi…..
    oh iya akhirnya cie banget sihhhhhhh *blushing
    betewe, Eonni FIGHTING UNTUK kuliah dan ff nya yahhhhhh
    ditunggu tradisionalnyahh

  34. aahhh daebak .
    Aku suka suka suka banget ama ni ff .
    Huwwaaa romantis nya Jong Woon ,
    baca ni ff bisa menyegarkan fikiran ku setelah seminggu uas .
    Pokok nya suka 😀

  35. uwaahh..uwaahhh..ketinggalan !!
    gara2 UAS sialan sih,,

    ummb,, udah nikah ??
    uwaaahhh,, akhirnyaaa ..
    tapi kasian si jongwon,, imannya harus kuat !
    kekk
    aku sukaa dibagian kamarnyaaaa ..
    beneran,, kereeennn+gimanaa gitu ??
    baca ini berasa nikah itu menyenangkan ..
    jadi pengen#narikkyukeKUA
    hahahah ..

  36. Aseeekkkk publish, couple yg paling aku tunggu tunggu.. Hahahah

    aku dag dig dug bacanya apalagi pas nyampe di kamer jong woon. Aish itu babenya jongwoon apa2an make ngelarang2 segala.. Kan kasian bang jong woonnya.. wkwkwk *mulai yadong*
    Tapi DAEBAK unn, ceritanya menguras emosi (?) ditambah lagi ini tulisannya panjang. I Like it..

    Ahh seneng deh yaa, kalo unnie lagi semangat nulis. Hahahahah terus semangat unn!! Aku mendukung mu… Sama unn aku jg sekarang lagi UAS..

    Ahh iya kyuteuk eunhae aka unnie yuli juga itu salah satu author favorit aku..
    Mmm perlu diketahui walaupun saya juga ngga yakin. Kalo kyuhyun ngga punya abs, dia itu anak tuhan kaya siwon mana berani dia buka2 baju. Eh tp siwon juga sering buka2an, hobi malah.. *ihh gue ngomong apa si? Stress* hahahahahah

    Keliatannya part selanjutnya akan lebih menguras hati (?) deh yaa.. Next part aku menunggu.. Honeymoon kah? Barangkali aja bpak nya jongwoon berubah pikiran, ato jong woonnya beneran ngga tahann oleh pesona shin yeong . Hahaha *yadong kumat lagi*

    eh itu apa Selly cantik? Itu lebih kefitnah deh yaa *larrriii sebelum ditabok unnie* hahahah

    ~WANITA YANG SELALU MENCINTAI KIM HEECHUL~

    • yah, aku juga yakin si kyu punya abs, tapi dia ga berani buka jadi aku ga prcaya. harusnya dipamerin aja kaya siwon, tapi mungkin dia pikir ga baik mengumbar aurat, itu dosa besar *ngomong apa?*

      apaan jong-woon ga tahan?
      ga tahan apa?
      aku ga ngerti?

      honeymoon masih lama. aku masih uas, belum kelar, nanti mungkin taun depan. kamu tau kan aku harus mempelajari tentang kanada dulu. si jong woon tuh terobsesi sama kanada

      YAK!
      ITU ADALAH KENYATAAN.
      siapa bilang fitnah?

  37. ud coment di jung-ah couple skrg coment di jong-shin couple.. hehehehehe.
    sbnrnya ud baca 22nya cm bru sempet coment skrg, cznya aq bacanya lewat hp..
    mianhe unni

    ini beneran keren bdg unni.
    gag bosen kok ma jong-shin couple, malah penasaran bdg.
    kadang senyum2 ndiri klo lg baca..

    lanjutin unni,
    tp aq rada kangen sama donghae oopa sebenernya,,
    cm kasihan unni hrs nulis bnyg2 jd ya gpp de, di tahan dulu kangennya.

  38. Huwaaa~kangen gak komen super panjang kali lebar disini>o<

    huwaaa,aku anggun banget ya disini??
    Hehe,bener2 plek ama aq..*melayang*

    eh??
    Apa sel?kamu alim??
    Hemm,bisa juga tp low buat pendiem ama polos kayakx BIG NO!!
    Wkwkwkwkwk
    *kabuuuuuur*

    aku jg fansnya yuli..apalagi ffnya yg 2060 itu,super daebak..
    Tp aq jg fansmu,saeng~
    aq aja suka nyontoh cara2 nulis kamu buat bikin epep,tp selalu mentok dikalimat pertama~
    ah,pokoknya kalian bertiga*dtambah serlin*sama2 daebaknya!!
    Hei,aq jg suka ama epepnya diean unni alias cho gaeul*yg bkin ff love chalenge*

    udah kepanjangan nich,aku undur diri dulu yaw?
    Cacao~

    ~istri kuda super junior~

    • Aish!tuch kan!!
      Niy wp bener2 dah,sensi amat ama aq…
      Komenq kepotong beneran
      *tempel kaos kaki unyuk di muka wp*

      sukaaaa banget akhirnya jongshin nikah juga…
      Sayangnya nih ya,kenapa itu si babeh ngelarang jongwoon buat ‘this and that’ ama shinyeong?!
      Kan kasian aku!!
      *eh?*
      itu gedungnya keren bgt,perpaduan warna kesukaanku*ijo* ama warna yang melambangkan diriku*putih*
      aq jd pengen ngedekor pernikahanku kayak gitu~
      eommaaaa aku minta kawin>o<

      ini nich komenq yg ilang,pdhl kan ini komen yg inti…
      Cacao
      #terbang naik ddangkoma

      • yah sebenernya aku sengaja melarah jong woon. masih belum rela dia melakukan ‘this and that’ sama yeongi.

        ini komen lumayan panjang juga sih kalo disatuin.
        hei unnie? napa kaos kaki si hyuk dibawa-bawa?

        satu pertanyaan lagi?
        sejak kapan dangkoma bisa terbang?

    • ini gak panjang. kalah panjang sama ff aku? wleeee

      aku sukanya cuma yuli unnie doangan, yang lainnya aku ga tralalu ngikutin. pokonya dia cerdas, daebak, jenius, dan misterius.

      *ngakak baca baris trakhir*

  39. Aish!tuch kan!!
    Niy wp bener2 dah,sensi amat ama aq….
    Komenq kepotong beneran
    *tempel kaos kaki unyuk di muka wp*

    sukaaaa banget akhirnya jongshin nikah juga…
    Sayangnya nih ya,kenapa itu si babeh ngelarang jongwoon buat ‘this and that’ ama shinyeong?!
    Kan kasian aku!!
    *eh?*
    itu gedungnya keren bgt,perpaduan warna kesukaanku*ijo* ama warna yang melambangkan diriku*putih*
    aq jd pengen ngedekor pernikahanku kayak gitu~
    eommaaaa aku minta kawin>o<

    ini nich komenq yg ilang,pdhl kan ini komen yg inti…
    Cacao
    #terbang naik ddangkoma

  40. Pas baca judulnya kirain pernikahannya sama persis kaya pernikahannya pangeran william sama kate middleton…kkkk
    kerennn bgt!!!
    Ga ngebosenin juga~ 😀 대박!!
    Astaggaaaa~ yesung kuat ga ya nahan nafsunya smp shin yeong umur 20?? ㅋㅋㅋ *mudah”an aja sihh kuat* xD
    Uwooo,, ada teuksora juga..hahaa *ga tau knapa aku excited bgt sama wgm teuksora ._.v*

  41. wuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……………. aq bner2 ketinggalan… 3 minggu ini sibuk tgs yg menggila… ditambah modem sedang sekarat,,hiks…

    akhirnya…………. ne Jong-Shin couple nikah juga… seneng bgt tu bang Yesung,,,tp kasian,,blm dapet “jatah”
    dalem hatiinya pasti dia teriak2…
    “Selly….. Donghae aja kamu kasi jatah,, knp aq nggak??/ padahal aq lebih tua dari dia,, lebih ganteng, lebih….”(apalagi ya,,,mw nulis yg nyrempet2 tp g enak ah,,hihi)

    suka bgt dech say ma ending part ini…. ini ntr msh ada ff jong-shin couple lg kan??/ hehehe (ngarep pake biungkuk2)

    • astaga unnie kasihan sekali dirimu *elus kepala unnie*

      nanti juga aku kasih jatah ko nanti, sabar aja yah unnie.

      donghae udah masa jong woon engga. kan kasian juga dia.

      nanti aku trusin slama masih suka ama nih kopel labil.

  42. AH~~~
    gak tau mau ngomong apa , yang pasti ONNIE DEBAK ….
    sumpah onn nih ff keren banget . tetap semangat ya onnie !!!

    oh iya setelah lma gak ngepost komen akhir nya aku kembali mau rajin komen nih onn .
    sorry onn …. kebiasaan siders ( silent readers ) aku biasa kumat . peace ._. V .
    sekarang aku mau coba giat ngepost komen dh ..
    annyeong !!!

  43. Kayanya Royal Wedding anak Presiden sama putri Keraton itu kalah deh sama Royal Weddingnya JongShin couple. .
    Tapi sayang banget malam pertamanya ga ngapa2in selain pelukan, yg sabar ya JongWoon oppa. .
    Kyanya ShinYeong udah siap deh mau diapain aja ma Jongwoon.
    Emang bkan rejeki Jongwoon kali ya, appa nya malah ngelarang dia ngapa2in ShinYeong.
    Asli ya aku baca part ini cengar-cengar ga karuan gitu ky org gila, untng aku bacanya sendrian.
    Kalo ada yg liat kan dikira gila beneran.
    Hahaha
    udah ya un, segini aja komennya ga tau mau ngMng apalagi.
    Pokoknya ff unnie DAEBAK. . !!

    • bukan rejeki jongwoon, haha, ngakak baca yang itu. udah kaya petuah mommy aku aja.

      jiyah, kalo ada yang liat uda dipasung kali kalo nyengir sendiri.

      gumawo saeng sayang *chu*

  44. annyeong aku readers baru di sujuyongwonhie
    aku suka banget sama ff disini!
    ceritanya panjang dan ga ngebosenin

    soal jongshin couple, sumpah aku suka suka suka banget sama cerita ini apalagi mereka udah nikah.
    ditunngu lanjutannya^^

  45. ahh.. Eonni..
    setelah membaca semua FF yang berhubungan dengan Myctophobia. aku koment disini aja ya..
    okeh.. ekhmm..
    sebenarnya nggak ada yang bisa di kritik, dan.. banyak sekali yang harus dipuji. Eonni-ya.. aku suka ceritanya!! bagus,,,aku pengen bisa kayak gitu..

  46. hwaaaaaaaaa…akhirnya nikah jga.. tpi kok ga bleh ngelakuin ‘itu’ sie.. nasibmu bang.. bang..
    dah lama bgt driq ga mampir kesini!! author yg paling cuantik dan manis pa kabar?? krna pengen merefresh otak kangen pengen baca epep. eh jong-shin muncul. wlau telat jg ya bacanya..hehe. aq baca ni ff sembunyi2 lho. takut ketahuan klu da yg lewat “jgn ditiru ya adik2”. dah ya ga usah panjang2.. yang pnting ninggalin jejak.. ok luv you..

  47. Couple favoritku, Jong-Shin. Akhirnya mereka nikah juga, penasaran juga ma Pernikahan stadisional mereka? ritual pa jja yg harus mereka lakukan?
    Kim Jong Woon, kasian tu, dy harus bener-bener nahan diri. Sabar oppa, percaya indah pada waktunya#ha..
    OK di tunggu cerita selanjutnya. Oiah…tu tuk Jong-Shin “OTHER” side, PW ea bisa lewat FB kan??

  48. Woaaah bisa kaaaaan!
    *kedip2in hape*
    wkwkwk

    yak!
    Sely!
    Unni neomu neomu bogosipda nyampah di siniiiii!
    Huwoooooooooooooow!
    *histeris*

    ah udah lah ya unni masi tetep spechless.
    Berhubung udah ngomenin di wall jadi utk kesempatan kali ini unni cuman bener2 mao nyampah aje.. :3
    mehehehehe
    *taboktaboktabok*

    unni bener2 sayang sama yesung jadi unni mohon Dengan-Amat-Sangat kamu harus ngendaliin diri biar gak kebablasan suka sama LAKI-UNNI.
    Arrachi?!
    Huuh?!

    tapi emang yaaa?
    Si Yeye tuh makin kesini makin keluar aje aura nye..
    Kira2 si kura berguru ama sape ye?
    Ki JokoBego kah?
    *oops*
    wkwkwkwk

    udahan ah unni pengen nyampah lagi ditiap sudut wp inih!
    Moahahaahaha
    *ketawa setan*
    *rangkul tangan kyu*
    *peluk pinggang yecung*

    • yah, seperti biasa lah un. isinya emang cuma rusuh sendirian doang dirimu.

      aku gatau knapa bisa bilang si yesung jelek itu luar biasa ganteng. prasaan dulu dia aneh banget, apalagi skitar taun 2006-2007 ihiy, ga napsu sayamah sama dia. ga nahan sama antingnya. *bergidik*
      eh sekarang, dia sering makan lalapan daun kemangi kali yah un, makanya makin berkarisma, sampe kadang ngalahin teuki di mata aku. pokonya dia keren banget deh.

      sono gih ngerusuh dimana aja terserah kamu un *tepok pantat unnie*

  49. Haloooooooooooo
    *lambai2 ala miss universe*

    eh eonChan aku masi belon rela nih kamu dateng diacara kawinan aku ama yecung.
    Huuh!
    Padahal kan undangan nya cuman buat siwon..
    Tapi kenapa pake bawa2 asisten segala sih!
    *nunjuk2 eonChan*
    *cakar siwon*
    :9

    • Najong ish ni wp!
      Baru baean juga, eh udah ngajakin ribut lagi!
      Ini ngape nyasar disini?
      Ini kan buat ngereply komenan eonchan!
      Huweeeeee
      *gigit dada yecung*
      *eeeh

  50. Menikah? Yuhuy, finally 🙂
    Kasihan ah Jong Woon Oppa-nya, wkwk.. Tapi itu demi kebaikan mu kok Oppa, demi Shin Yeong Terkasih , hohoho..
    Hwe? Istri Siwon Oppa namanya Ni Chan? HUWAAA, itu namkor ku onn, wkwk.. *berasa jadi istri Siwon beneran, pdahal itu kan Ni Chan yang lain :D*
    Hehehe.. Aku menunggu yang tradisional version, onn 🙂

  51. ya ampuuuuun unniiiiiiii, bagus! sangat bagus! ayo ayo semangat buat kelanjutan nya biar kami semngat bacanya, araseo! fighting! >.<

  52. full wedding!! chukkae,,, nikah jg…. 🙂
    yeppa kesian amat y,,, permintaan ayahnya ada” saza.. v ituw bikin conflik seru… whuhu…
    siwon ‘lewat’ dah punya istri.. whe…
    suka bgt sama percakapan shin yeong & jongwon sama ibu masing” dimalem sbelum menikah… 🙂

    fighting!!

  53. akhirnya,stelah 3 bulan ga men ksini,jong won oppa married juga 😀
    bagus critanya,cman panjang bgt chingu,ampe bercucuran kringet bacanya #iyadabacanyasebelahkompor
    kalo kata pak beye LANJUTKAN kekekeke

  54. mian admin bru comment di part ini ‘…..hehehe
    modern weddingnya keren banget,,q juga mw kya gtu chagy,#nunjuk sungmin..

    back to the story..
    sanggup ga sih yeppa ga nyentuh istrinya selama setahun# plak

  55. bca kta2 authorny lbih bkin cpek drpd bc ffny…*d tindih selly*

    ngakak pas nm ce’ny leeteuk…kang sora…wkwk
    sel…kisseu2annya kurang…-3-‘

  56. hepi ending jg….ungie msti nahan ya ampe yeongie siap sndiri, nasihan appa yg bijaksana deh ^^ bner2 sayang ama menantu
    tu jungsoo ama hyorin smpet2nya bikin jeles jong-shin..hehe lucu aja ><

  57. Huaahhh… akhirnya merid juga..^^ *jingkrak jingkrak
    # bayangin Encung pake Tuxedo..tepar..:P

    stelah saya baca lumayan sulit saya bisa koment^^..:D

    jadi cepet pingin baca tapi ada PW, T_T

    boleh minta gag #plak, readrer banyak mau..

  58. Unniiiiii….. bisa banget bikin aku deg2an ><
    oppaku… hueeeee *melted*
    baca lagi ya unni. maaf baru koment sekarang. pembaca ga tau diri *pletak* heheeee :p

  59. Unnie..aku readers baru..
    Mian baru mampir..hihiww
    Unnie itu FF yg Other Side ada PWnya??
    Aku boleh minta PWnya ,ne??

  60. scene sebelum nikah itu bikin terharu. dr mempelai pria dan wanitanya bener2 bkin seolah2 ngerasain akan ninggalin org tua.
    dan setelah menikah, timbul prtanyaan. akankah jongwoon bsa bertahan. dan smpai kapan dy bisa bertahan. hahaha. 😀
    next

  61. Woaaaaaa nikah juga akhirnyaa..chukkae chukkae~
    ya!eun ji malah minta yang kayak gitu..jiah..
    Weddingnyaa..
    kyaaaa romantis..
    Bang yeye,saluuuttt..bener2 ngehargain shinyeong yg baru 19 taun..
    Tapi yang 32 B itu..aissh oppa bener2 jail.padahal kan lagi romanti2nya*jitak yeye*

  62. hihihi..32B..
    gokil deh bacanya..bikin ngekek sendiri..

    tapi kasian juga yeppa mesti sabar nunggu 10 bulan lagi hahaha,,

  63. kasihan banget saeng….
    tuh appa nya Yesung jahat banget,………
    kan kasihan liat NchuNG nahan “CENG-GUR” begitu…….
    alias <> uuppsss…!!!! hihihihihihihihkkk

    mau lanjut lagi saengi !!!!!!!!!!!!!

  64. Whoaaaa , DAEBAKK eoni 😀
    romantis banget , keren ..
    kayaknya cuma itu deh yg bisa aku bilang eon soalnya bagus banget 🙂
    Speechless 🙂
    FIGHTING eoni buat nulis FF yg lain 😀

  65. Eonnie aku bagi password part selanjutnya replay ya .
    Kalo ga kirim ke inbox fb aku .
    Aku ga bisa add eonnie soalnya fbku bermasalah .
    Gomawo

  66. well, knp author yg unyu failed(?) satu ini suka dgn cast cewek berumur 19 tahun?
    jong woon rada pervert ih, tapi aku suka*tampang mesum*
    ultahnya di majuin? aelah maunya sendiri aja-_,- udah gabetah ya bang?/pukpuk aja deh/

  67. sabar ya jong woon oppa.. tapi couple ini sangat romantis meskipun suka berantem atau slg meledek.. smg bahagia selalu

  68. Huee…
    Kirain pertahanan jong won bakalan runtuh,! Eh, tau nya..
    Kasian beud jong won.. Bapa nya juga sih! Lah #plaak

  69. ye~! akhirnya nikah juga,, gak sabar pengen lihat proses pernikahan tradisional mereka, pasti seru,, aigoo jongwon harus bertahan sampai shin yeong berumur 20thn 0.o , kira-kira bisa ga ya ?’ pasti bisa dong, jongwon-ah fighting~! 😉

  70. Ya ampun oppa km bener” sweet bgt ahh salut deh bssa tahan gg nyentuh istri nya (y)
    wah ada kang sora hadir ahh suka suka suka >.<
    masih menunggu malam pertama mereka , hohoho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s