JongShin Side : Royal Wedding (Traditional Version)

Handel and Gretel, Seoul

Wednesday, November 23, 2011

11.45 PM KST

Jong Woon’s POV

Aku masuk ke dalam Cafe milik ibuku dengan sedikit terburu-buru. Hari ini jadwalnya adalah membantu ibuku di Handel and Gretel sampai sore nanti. Setelah selesai, aku akan menjemput Shin Yeong di Bobtols Hongdae dan bersama dengannya pulang kerumah. Ini adalah minggu keduaku menjadi seorang suami, dan rasanya… eng… menyenangkan.

Bisa dibayangkan bagaimana rasanya ketika bangun tidur, maka yang pertama kali terlihat adalah wajah cantik yang sangat aku sukai. Seorang wanita yang telah sepenuhnya menjadi milikku. Dia jarang sekali bangun terlebih dahulu daripada aku, makanya aku selalu mengambil kesempatan untuk menatapnya sampai puas ketika dia terpejam. Atau jika memungkinkan, aku juga mencuri ciuman selamat pagi yang manis. Tanpa sepengetahuannya tentu saja.

Yang tidak bisa aku hentikan saat ini dari Shin Yeong adalah, dia tidak mau berhenti menjadi karyawan di Bobtols Hongdae. Sejak pertama, dia memang sudah menekankan mengenai hal itu, dan sialnya, aku malah meng-iya-kan apa yang dia katakan padaku dan berjanji untuk tidak pernah melarangnya menjadi pelayan. Solusi terbaik yang kami sepakati adalah, dia masuk jam 3 sore dan harus pulang berbarengan denganku pukul 5 sore. Jadwal biasanya dia pasti pulang jam 9 malam, dan itu tentu saja sangat membuatku khawatir. Akhirnya dia mengeri dan mau menuruti perkataannku.

Hari ini, Shin Yeong masih melaksanakan kuliahnya yang kurasa hanya ada satu mata kuliah yang dia hadiri. Selanjutnya, dia bilang akan datang ke Handel and Gretel untuk membatu kami di sini. Kukira dia sudah ada ketika aku sampai, tapi sepertinya Shin Yeong belum pulang kuliah.

“Hei, Jong Jin…”

Aku langsung menyapa adik laki-lakiku yang tampak sibuk di depan meja sembari memasukan beberapa es batu ke dalam cup dengan tulisan ice coffe. Dia berbalik dan tersenyum kemudian balas menyapaku.

“Kau datang Hyung? Sedang istirahat di kantor? Kenapa bajumu santai sekali? Tidak bersama kakak ipar?”

“Kalau bertanya satu-satu. Jangan serakah seperti itu”

“Aish, kau…”

Jong Jin melangkah melewatiku dan kembali berhadapan dengan seorang pelanggan yang baru saja memesan ice coffe buatan Jong Jin. Dia sudah sangat tau bagaimana cara menyajikan minuman dingin itu, karena hanya tinggal mencampur es dan juga coffe yang sudah tersedia. Anak balita juga bisa melakukannya kalau hanya seperti itu.

Aku meraih sebuah gelas di depan dispenser kemudian menuangkan air ke dalamnya. Perjalanan tadi cukup membuat tenggorokanku kering jadinya.

“Jong Woon-ah…”

Sebuah suara nyaring jelas terdengar di telingaku, dan dari arah mana lagi selain ibuku yang datang mengenakan apron merah kebiasannya.

“Eomma…”

“Kau datang?”

“Em, aku datang untuk makan siang sebenarnya. Di kantor tidak ada yang bisa aku kerjakan. Jadi aku memutuskan untuk membantu di sini saja, makanya aku sempat mengganti baju dulu. Tidak lucu jika aku mengenakan setelan jas lengkap dan berdiri di depan meja kasir”

“Aigoo, kau ini benar-benar anak yang baik”

Ibuku tampak sangat antusias dengan kedatanganku. Tentu saja dia merasa sangat senang, karena dengan adanya aku disini maka pengunjung akan meningkat drastis. Mereka pasti tidak ingin melewatkan kesempatan untuk berhadapan dengan kasir tampan dan luar biasa seperti aku. Haha. Sempurna.

“Menantu belum pulang?”

“Em… Yeongi masih kuliah sepertinya, tapi tadi pagi sebelum berangkat ke kampus dia bilang akan pulang dan membantu di sini kemudian berangkat ke Bobtols. Tapi sampai sekarang belum datang juga”

“Ah begitu. Baiklah, kalau begitu eomma ke belakang dulu. Banyak hal yang harus eomma lakukan untuk membantu karyawan kita yang lainnya. Kau bantu Jong Jin di meja kasir untuk melayani pelanggan ya!”

“Ne… algaesimnida”

Aku menganggukan kepalaku setelah eomma berjalan masuk ke dapur dan menghampiri seorang karyawan yang sedang menyiapkan beberapa kudapan. Kemudian dengan santainya aku menghampiri Jong Jin yang terlihat sibuk melayani pelanggan.

“Hei… kalau ada pelanggan yang cantik, kau minta saja nomer handphone-nya”

Dengan suara yang sangat pelan, aku berbisik tepat di telinga Jong Jin dan membuat bocah itu segera berbalik untuk mendelik padaku yang sedang berdiri di belakangnya. Tatapannya terlihat sangat menyeramkan, tapi ketika dia berbalik menanyai pelanggan, maka ekspresinya langsung berubah 180 derajat. Astaga, dasar aneh.

Aku terkekeh sembari menepuk punggung Jong Jin. Seketika bocah jelek itu kembali berbalik menatapku tajam. Dia memang sangat sensitif, tapi tidak pernah sama sekali menunjukan tingkah kurangajarnya padaku. Padahal aku sering mempermalukannya dengan cara meng-upload foto dia sedang tidur. Tapi dengan santainya Jong Jin mengatakan bahwa mulai sekarang fose tidurnya menjadi internasional karena penduduk di semua negara bisa melihat bagaimana dia tidur.

Menurutku, memang ketika dia tidur itulah yang terlihat sangat lucu. Berbagai posisi aneh, entah sadar atau tidak memang dia lakukan setiap kali tidur. Aku rasa, aku tidak separah dia, yah… paling hanya tidur dengan mulut terbuka. Setidaknya itu jauh lebih tampan daripada caranya tidur.

***

“Hyung, kau sudah bosan bekerja sebagai CEO ya? Kenapa jadi lebih sering datang kesini untuk menjadi kasir?”

Aku melirik Jong Jin yang sedang duduk sembari memotong daun bawang. Bocah itu terlihat sangat cocok dengan apron berwarna merah yang dikenakan tanpa merasa risih. Benar-benar bocaj ajaib. Bahkan karena dia terlalu sayang pada eomma, Jong Jin yang seharusnya hari ini libur kuliah malah menjadi pelayan di cafe.

“Aku tidak pernah bosan menjadi CEO, lagipula selama ini aku juga tidak terlalu sibuk dengan pekerjaanku, makanya aku sering membantu eomma. Setidaknya aku lebih banyak bergerak daripada di Bobtols” Jawabku ringan

“Ooo” Responnya singkat

Jong Jin yang sudah selesai memotong daun bawang itu kemudian segera bangkit dan berjalan menuju ke meja dapur untuk menaruh hasil pekerjaannya, dan mengambil satu piring penganan ringan yang terletak di dapur.

“Ini makan”

Bocah di hadapanku ini menyodorkan sepiring biskuit coklat dan juga beberapa stick keju yang biasanya digunakan untuk melengkapi hidangan milk shake cream.

“Lalu Hyung, apa kau memang selalu berinisiatif untuk membantu ibu setiap saat?”

Dengan lahap, Jong Jin memasukan 1 bulatan besar biskuit coklat ke dalam mulutnya dan mengunyah biskuit tersebut sampai lumat dan meraih secangkir espresso hangat untuk membantunya menelan makanan tersebut.

“Kau fikir aku sering datang kesini tidak ada alasan lain selain untuk membantu ibu. Kau tidak tau, kakak iparmu sering datang ke sini jika dia pulang kuliah? Yah, setidaknya waktuku untuk bertemu dengan Shin Yeong itu bisa bertambah lebih banyak daripada biasanya”

“Astaga. Sudah kuduga kau memang mempunyai niat lain yang pasti menguntungkan dirimu sendiri Hyung”

“Eiy, apa salahnya ingin lebih sering menghabiskan waktu dengan istriku sendiri. Itu tidak merugikan orang lain kan? Sudahlah, kau ini tidak mengerti bagaimana kehidupan seorang pasangan. Bahkan pacarpun kau belum punya sampai sekarang”

“Aish, kenapa malah jadi aku yang balik dipojokan seperti ini. Dasar kau Hyung”

Dengan ekspresi yang sedikit mengkhawatirkan, Jong Jin kembali meraih cup espresso-nya dan meneguk sisa minuman di gelas itu sampai habis. Tapi secepat itu pula, dia kembali meletakan cangkirnya di meja sampai menimbulkan bunyi hentakan yang cukup nyaring.

“Hyung, aku mau bertanya sesuatu padamu. Sebenarnya ini pertanyaan lama, tapi aku sangat penasaran dengan jawabanmu”

Jong Jin memicingkan matanya dan menatapku intens, sebelah alisnya naik dengan penuh penekanan bahwa pertanyaan yang akan dia lontarkan adalah sebuah pertanyaan yang membutuhkan jawaban paling akurat.

“Apa? Kenapa ekspresimu mengkhawatirkan sekali?”

“Sudahlah, dengar saja aku, kemudian jawab”

Aku berguman meng-iya-kan dan bersedekap ringan untuk menjaga image-ku agar tetap terlihat santai menunggu pertanyaan darinya. Dengan ekspresi yang kemudian menjadi aneh, bocah itu memajukan kepalanya lebih dekat ke arahku dan menarik salah satu sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman kecil.

“Bagaimana tingkah Kim Shin Yeong saat kau bercinta dengannya?”

Pertanyaan tergila yang pernah aku dengar. Pertanyaan yang sukses membuat mataku membulat kaget dengan mulut yang menganga saking tidak percayanya bahwa di dunia ini ada pertanyaan macam itu.

“YAK…. KIM JONG JIN…”

Sebuah teriakan keras, jelas terdengar menggema dan menggemparkan seisi Handel and Gretel. Spontan semuanya langsung menengok ke arahku dan Jong Jin yang sedang duduk di belakang meja kasir.

Astaga, kenapa pertanyaan seperti itu ada di kepalanya. Bagaimana bisa aku tahu jawabannya, bahkan sekalipun aku tidak pernah melakukan sesuatu yang lebih jauh dengan Kim Shin Yeong. Bocah itu benar-benar membuatku kacau jadinya.

***

Seoul University,

12.06 PM KST

Shin Yeong’s POV

Dengan sedikit terburu-buru aku membereskan isi tasku sembari mengenakan jaket coklat yang aku pakai dengan tidak rapih. Ini sudah jam makan siang dan pasti Handel and Gretel akan ramai oleh pengunjung. Walaupun sepertinya aku tidak bisa melakukan banyak hal di sana, tapi setidaknya aku kan bisa mengelap meja.

“Hei Nyonya Kim, kenapa kau terburu-buru sekali?”

Aku melirik teman sebelahku yang tampak sangat tertarik memperhatikanku yang sibuk membereskan ini dan itu.

“Ah… eng… aku harus segera pergi ke suatu tempat. Jadi harus buru-buru” Jawabku diiringi sebuah senyuman.

Rutinitasku di kampus sama sekali tidak mengalami banyak perubahan. Semuanya sama saja seperti dulu, tapi ada sedikit perbedaan yang paling terasa baik di Kampus ataupun di Bobtols resturant. Sebuah kenyataan yang aku temukan setelah menikah adalah bahwa : “Lokerku kosong” aku tidak tahu apa semua yang biasa menulis surat untukku atau mengirimkan sebuah puisi sudah patah hati?

Biasanya ketika aku membuka loker, maka yang pertama aku dapati adalah beberapa amplop dengan desain yang sangat menggambarkan perasaan mereka. Aku rasa, terakhir aku terima adalah beberapa hari sebelum pernikahan. Semua isi surat tersebut adalah ucapan selamat yang mereka berikan, ada pula yang menuliskan sebuah puisi dengan tema patah hati. Tapi anehnya, aku malah membaca itu semua sembari tertawa. Aku tidak mengerti dengan semua pria-pria itu, apa aku sebegitu menariknya sampai mereka jadi seperti itu? Astaga.

“Aku pergi duluan ya! Anyeong”

Aku segera beranjak dari kursiku dan berlari keluar kelas. Mungkin teman-teman yang lain memang merasa heran dengan sikapku akhir-akhir ini. Setelah semua jadwal di kampus selesai, aku akan langsung pulang ke rumah. Padahal biasanya aku lebih sering menghabiskan waktu di kampus sampai hari mulai sore. Jadi aku bisa berangkat untuk bekerja setelah seharian di kampus.

“Ne… hati-hati”

Sebuah balasan ringan kudengar dari teman sekelasku. Mereka semua sudah sangat baik memperlakukanku sejak lama. Aku juga tidak terlalu akrab dengan semuanya, tapi selalu mencoba untuk membuat teman-temanku merasa nyaman denganku.

***

Hampir jam 1 siang, akhirnya aku sampai di shelter bus yang terletak tidak jauh dari Handel and Gretel. Dari sini aku harus berjalan selama beberapa meter sebelum sampai tepat di bangunan yang terletak di jajaran pertokoan di depan gedung besar KBS itu.

Sebelum berangkat ke kampus, aku sudah mengatakan pada Jong Woon kalau aku akan datang ke sini, dan dia juga mengatakan bahwa pada jam makan siang di kantor, dia akan menyempatkan diri untuk membantu eommonim.

Ah apa yang harus aku lakukan?

Aku mondar-mandir di depan Handel and Gretel yang tampak sepi. Kurasa di dalam sana juga tidak terlalu ramai. Ah, sebuah kebiasaan buruk setiap aku datang ke sini adalah, aku tidak tau apa yang pertama harus ku ucapkan di depan ibu mertuaku, dan apa saja yang harus aku lakukan di dalam sana.

Baiklah, sepertinya memanggil Kim Jong Woon untuk keluar akan membuatku lebih santai untuk masuk ke dalam sana dan bisa bersikap lebih nyaman di hadapan eomma dan juga Jong Jin Oppa.

To : Kim Jong Woon

“Hei, aku sudah pulang dari kampus. Mau masuk ke dalam tapi tidak enak, temui aku di luar sekarang juga”

Aku kembali memasukan ponsel plif orange kesayanganku ke dalam tas tapi kemudian setelah sesuatu terlintas di fikiranku, segera kurogoh kembali ponsel itu untuk mengirimkan satu pesan lagi untuk Jong Woon

To : Kim Jong Woon

“Oppa, aku haus. Bawakan ice capucino juga”

Sembari terkekeh pelan, aku memasukan kembali ponselku dan duduk di meja pelanggan yang terlihat kosong. Dari kaca jendela yang transparant aku dapat melihat Jong Woon yang sedang berlalu lalang di depan meja kasir. Dia tampak sangat tampan dengan baju panjang santainya. Astaga, kenapa si bodoh itu terlihat sangat menarik?

Perlahan aku mengatur posisiku dan sedikit merapihkan rambutku saat kulihat di mulai mendekat ke pintu keluar dengan segelas ice capucino di tangannya.

Dengan menggunakan layar ponsel, aku memastikan bahwa penampilanku tidak terlalu buruk. Ini adalah sebuah kebiasaan yang entah sejak kapan aku lakukan. Tapi memang aku ingin penampilanku di hadapannya selalu rapih dan tidak acak-acakan.

Pria itu keluar dari pintu cafe dan tersenyum saat melihatku yang sedang duduk tenang menantikan kedatangannya.

“Anyeong…” Sapaku terlebih dahulu

“Minumlah”

Jong Woon meletakan ice capucino ke atas meja di hadapanku. Dia tampak tersenyum dengan sedikit kikuk saat melihatku bergerak untuk membuka jaket coklat yang aku kenakan. Ini terasa sangat panas, dan lagipula aku akan mengenakan apron setelah masuk ke dalam.

“Kenapa kau tidak langsung masuk?”

Sebuah pertanyaan keluar dari mulut Jong Woon, tapi aku tidak meresponnya secara langsung karena sedang sibuk meneguk minuman dingin yang diberikannya. Ah, terasa sangat segar di hari yang panas seperti ini.

“Ehm…” Aku berdeham ringan sembari merapihkan jaket dan juga tas yang aku letakan begitu saja di atas meja. Sedangkan Kim Jong Woon sendiri masih berdiri sembari bersedekap ringan memperhatikanku yang sejak tadi tidak mau diam.

“Kau tidak tau, aku memang selalu seperti ini sebelum masuk ke dalam. Kurang lebih sekitar 10 menit aku akan mondar-mandir di depan sebelum memutuskan untuk masuk. Kau tidak pernah tau seberapa gugup aku jika harus bertemu dengan ibumu di sini”

“Apa? Jadi seperti itu? Astaga, Yeongi sayang, kau benar-benar keterlaluan”

Aku hanya tersenyum bingung, saat sebuah komentar dikatakannya. Memang terkesan berlebihan. Jelas-jelas setiap hari aku bertemu dengan eomonim. Hanya saja, setiap berkunjung kesini rasanya berbeda. Aku harus memastikan bahwa penampilanku di hadapannya sangat baik, dan aku juga harus menyiapkan berbagai tema obrolan yang akan kami lakukan jika sedang sepi pelanggan.

“Hei, aku hanya tidak mau nanti di hadapan ibumu malah salah bertingkah”

“Kau kan setiap hari bertemu dengannya. Di rumah juga bertemu, lalu apa yang membuatmu masih canggung berhadapan dengan ibuku. Dia kan sangat baik”

“Aku tau. Tapi aku memang akan merasa sangat nyaman jika sudah berada dekat dengannya. Hanya saja ketika baru bertemu, aku akan sedikit kikuk jadinya. Ayolah, mengerti saja. Kurasa ini juga terjadi pada menantu lain jika berhadapan dengan ibu mertuanya”

Aku berhadap-hadapan dengan Jong Woon yang masih berdiri dengan santai. Kembali aku meminum ice capucino di genggamanku dan membiarkan cairan dingin itu masuk ke dalam tenggorokanku.

“Sudahlah. Ayo cepat masuk, di dalam tidak terlalu ramai. Aku juga sedang mengobrol dengan Jong Jin. Eomma, masih sibuk di dapur menyiapkan berbagai hal, kau bisa membantunya di sana”

Jong Woon berjalan mendahuluiku masuk ke dalam, dan aku menarik sebelah tangannya tiba-tiba.

“Tunggu sebentar”

Dia kembali berbalik dan menatapku dengan penuh tanda tanya.

“Bagaimana dengan penampilanku? Tidak terlihat berantakan?”

Aku merapihkan rambut panjangku dan menyisirnya dengan jari. Saat itu Jong Woon tampak sangat tertarik memperhatikan gerak-geriku sebelum memutuskan untuk mengangguk.

“Cantik”

Sebuah senyuman langsung terbentuk dari bibirku ketika mendengar kata itu keluar dari mulutnya. Hahaha… tidak ada yang lebih menyenangkan di dunia ini selain mendengar Kim Jong Woon mengatakan bahwa aku cantik.

***

“Aigoo, kau sudah datang?”

“Ne, eomonim. Maaf aku datang setelah jam ramai selesai”

“Ah, tidak apa-apa. Kau sudah makan belum? Kalau belum, sebaiknya makan dulu”

“Aku sudah makan tadi di kampus”

Percakapan ringan aku lakukan berdua saja dengan ibu mertuaku di dapur. Jong Woon sudah kembali sibuk di depan meja kasir bersama Jong Jin Oppa. Mereka berdua sudah sangat telaten melakukan semua pekerjaan itu tanpa merasa keberatan sama sekali.

“Aigoo, kau pasti lelah karena baru pulang. Lebih baik beristirahat dulu saja”

“Tidak usah eomonim. Aku akan langsung ke depan saja membantu Jong Woon Oppa” Tolakku sopan. Aku tidak ingin membuat ibu mertuaku memperlakukan aku seperti orang lain di sini.

“Baiklah kalau begitu. Ini pakai, nanti kau kotor kalau tidak memakainya”

Eomonim menyodorkan sebuah apron merah yang juga dikenakannya beserta karyawan lain. Aku tidak perlu melakukan banyak hal karena hanya tinggal menyiapkan pesanan pelanggan yang sangat sederhana. Baiklah, pekerjaan dimulai.

***

“Dua ice choco dan satu hot capucino”

Sebuah suara yang menyerupai teriakan dari mulut Kim Jong Woon mengomando aku untuk segera merespon permintaannya. Saat ini cafe kembali ramai di datangi banyak pelanggan. Aku dan Jong Woon sibuk melayani pelanggan di depan, sedangkan Jong Jin membereskan meja-meja, dan eomonim di dapur bersama karyawan lain.

Aku merasa sangat sibuk ketika tiba-tiba tali apron yang aku ikat di punggung terlepas begitu saja. Mungkin tadi eomonim tidak terlalu kencang mengikatkannya, akhirnya terlepas. Walaupun tidak mengganggu gerakanku yang masih berkonsentrasi untuk memasukan es batu ke dalam cup. Tapi ini cukup membuatku sedikit tidak nyaman.

“Hmmmpp…”

Aku terhenyak saat kurasakan seseorang menyentuh pinggulku dari belakang. Hampir saja cup kopi dalam genggamanku jatuh ketika tangan itu mencengkram erat pinggangku dan menarik kedua tali apron yang terlepas itu untuk kemudian mengikatnya.

“Bekerjalah lebih cepat sayang. Antrian pelanggan kita masih panjang”

Udara hangat yang berhembus tepat di telingaku benar-benar membuat tubuhku terasa lemas secara tiba-tiba. Sebuah cara ampuh bagi seorang Kim Jong Woon yang hanya meletakan tangannya di tubuhku maka aku bisa langsung jatuh lemas. Si bodoh itu. Sudah aku bilang kalau aku tidak suka disentuh bagian pinggang karena itu geli, tapi dengan sengaja dia mengagetkanku tadi.

Suara riuh dari antrian di depan kasir, membuatku bertambah kikuk. Ketika aku membalikan badan, maka semua mata sedang memandangi kami sembari tersenyum. Astaga. Apa yang dia lakukan di depan umum seperti ini.

“Hei, istriku. 2 ice choco dan satu hot capucino”

“Ah, Algaeshimnida”

Aku mengangguk dan kembali melanjutkan pekerjaanku yang sebelumnya terhenti akibat ulah Kim Jong Woon. Kalau bekerja dengannya setiap hari seperti ini, bisa-bisa aku tidak akan mampu berkonsentrasi. Dia terlalu menakutkan jika berada dalam jarak yang terlalu dekat denganku.

Kami mengerjakan semua hal di Handel and Gretel sampai malam akhirnya. Aku juga tidak berangkat ke Bobtols karena Jong Woon tidak mengizinkannya. Jadi setelah cafe tutup, kami sekeluarga langsung pulang kembali ke rumah.

Besok aku sudah harus pergi ke rumah nenekku di Daegu karena upacara pernikahan yang akan dilaksanakan 2 hari ke depan. Nenek bilang, akan banyak persiapan yang harus dilakukan oleh calon mempelai wanita. Dan aku tidak boleh menolak semua tradisi itu.

Baiklah. Mencoba untuk bersikap profesional dan berusaha untuk melestarikan warisan budaya yang sudah hampir terlupakan di abad ini. Aku kan calon diplomat, setidaknya rasa nasionalismeku harus terus dibangun.

***

JongShin’s Room, Kim Family’s House, Seoul

Morning, 06.00 AM KST

Jong Woon’s POV

“Hmmm…”

Aku hampir melompat dari atas ranjang karena terkejut mendapati posisi tidurku yang cukup mengesankan. Seorang gadis cantik masih terpejam dalam pelukanku. Yang membuat kaget adalah, ketika aku membuka mata, yang pertama kali kulihat adalah wajahnya yang berada dalam jarak sangat dekat denganku. Kami berdua tidur berhadapan sembari berpelukan erat semalaman. Hidungku dan hidungnya bahkan bersentuhan, saling berbagi nafas satu sama lain.

Pagi hari adalah hal paling menyenangkan dimana aku yang pasti akan membuka mata terlebih dahulu. Memandangi wajahnya yang masih tertidur damai, kadang membuatku berfikir kotor untuk melakukan sesuatu padanya saat itu juga. Ini memang hal yang sulit, terlebih aku sangat mencintainya dan pasti mempunyai hasrat yang sangat dalam untuk selalu menyentuhnya.

Kuulurkan tangan kananku di wajahnya. Dan jariku perlahan mengusap relief sempurna yang sudah sangat aku hafal. Bergerak dari alis menuju hidung, kemudian menemukan tempat lain yang sangat menarik di lekukan antara bibir dan hidungnya. Philtrum. Terasa sangat hangat dan benar-benar lembut untuk disentuh. Kugerakan kembali jariku menuju bibirnya, dan merasakan bagaimana bibir tersebut seperti sebuah zat adiktif yang juga memabukan. Merasakannya bisa membuatku hilang kendali, dan akhir-akhir ini aku tidak pernah menciumnya dalam-dalam. Kekhawatiran mengenai kontrol tubuhku yang membuat aku tidak berani untuk menyentuhnya terlalu jauh.

“Engh…”

Erangan pelan keluar dari mulutnya saat Shin Yeong tiba-tiba menggeliat dalam pelukanku. Melihat itu, aku melonggarkan rangkulan tanganku di pinggangnya dan membiarkan istriku untuk  meluruskan tubuhnya mereganggakan otot-oto yang kaku karena bangun tidur.

“Sudah bangun?”

Aku nyaris berbisik dengan suara serak yang sangat kentara. Kuperhatikan kelopak matanya mulai bergerak perlahan kemudian terbuka seluruhnya dan langsung menengok ke arahku.

“Pagi…”

Sebuah sapaan terlontar pertama dari mulutku yang segera dibalasnya dengan sebuah senyuman. Dan entah dia tau atau tidak, senyuman di pagi hari itu akan sangat menarik untuk dilihat. Matanya masih sangat kecil karena bengkak, dan pipinya sedikit berminyak. Mungkin tadi malam dia lupa mengoleskan krim malam lagi. Dasar pikun. Kapan dia bisa melakukan sesuatu tanpa harus diingatkan.

“Kau selalu bangun mendului aku”

Suara Shin Yeong juga terdengar serak masuk ke dalam telingaku, suara itu lebih mirip seperti desahan saat tertahan di tenggorokannya. Saat-saat seperti ini yang menurutku paling menyenangkan. Ketika dia menyapaku di pagi hari, aku bisa mengumpulkan banyak energiku darinya untuk beraktifitas seharian ini. Setelah nanti malam energiku habis, maka aku akan memintanya untuk membuatku semangat lagi. Dan begitu seterusnya. Rutinitas yang tidak pernah terasa membosankan sama sekali untukku.

“Kenapa tidak bangun?” Tanya Shin Yeong lagi

“Kau juga belum bangun” Jawabku asal

Shin Yeong tersenyum kemudian kembali menarik selimut putih yang sudah acak-acakan melilit tubuhnya sampai ke kepala. Dia terlihat sangat malas untuk bangun dan malah bergelung di bawah selimut.

“Hei, cepatlah bangun. Kau harus bersiap-siap jika mau berangkat pagi-pagi. Kau sendiri yang tidak mau aku antar. Jadi kalau mau pergi sendiri, berarti harus mengusahan naik bus pagi. Kau mau dimarahi oleh nenekmu?”

“Aaaah, aku malas bangun”

Sebuah rengekan disampaikannya dengan nada malas. Aku tau, memang ketika libur kuliah seperti ini, Shin Yeong selalu memilih untuk bangun agak siang dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk tidur. Untung saja ibuku tidak menunjukan protes dan menganggapnya sebagai anak yang malas. Ibuku sangat mengerti dan selalu mengatakan bahwa Shin Yeong memang tidak boleh terlalu lelah dan harus banyak mendapatkan istirahat.

“Hei, cepat keluar dari selimut. Mandi, kemudian aku akan mengantarmu ke terminal nantinya”

“Aku diantar tuan Han saja. Kalau tidak, nanti bisa naik taksi”

Shin Yeong menarik selimut yang menutupi wajahnya dan memiringkan tubuhnya mengarah padaku. Dia kembali merangsek maju mendekat ke tubuhku kemudian melingkarkan sebelah tangannya di pinggangku. Astaga, mau menggoda imanku di pagi yang cerah ini rupanya.

“Aku akan tetap mengantarmu. Jadi menurut saja”

Aku menggerakan tanganku untuk mengusap pinggungnya, sekaligus merapihkan baju tidurnya yang terlihat naik dan menampakan punggung bawahnya dengan jelas. Kalau tidak di tutupi, maka aku lebih memilih untuk mengangkatnya naik sekalian.

“Baiklah, terserah kau saja. Aku menurut. Tapi biarkan aku bermalas-malasan di sini lebih lama lagi. 2 malam di Daegu aku tidak akan tidur denganmu. Setidaknya aku mengumpulkan banyak wangi tubuhmu agar bisa mengingatnya saat harus tidur sendiri di sana”

Gadis dalam pelukanku ini semakin menekan tubuhnya lebih rapat ke tubuhku, dan jelas-jelas kini tubuh kami menempel sempurna seperti gulungan permen karet. Ya Tuhan, kuatkan aku.

“Mau berapa lama kau seperti ini? Menunggu sampai aku menyerangmu?”

“Aku yakin kau tidak akan seperti itu. Buktinya, hampir 2 minggu kita menikah. Kau tidak pernah menyentuhku lebih jauh”

Kami berdua akhirnya malah mengobrol dalam posisi seperti ini. Rasanya sangat nyaman ketika dia menggerakan jari-jarinya untuk menekan punggungku dan memberikan sedikit pijatan yang menghilangkan rasa kaku di sana.

“Jadi kau mengharapkan aku melakukannya padamu?”

“Ji Eun bilang, semua pasangan suami istri melakukannnya”

“Kalau begitu ayo kita lakukan”

Spontan Shin Yeong melepaskan pelukannya di tubuhku dan mendorong dadaku menjauh. Dia mendongak dan membulatkan matanya menatapku seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja aku katakan.

Dia terdiam selama beberapa saat kemudian mengerutkan kedua alisnya sembari mengigit bibir.

“Aku tidak bisa”

Sebuah kalimat yang membuat tawaku hampir meledak mendengarnya. Jelas-jelas tadi dia yang mengisyaratkan hal itu, tapi ketika aku menerima tantangannya dia malah mundur. Dasar gadis aneh. Tapi untunglah dia memberikan jawaban seperti itu, karena jika dia benar-benar berani melakukannya, maka aku yang akan kesulitan untuk mengendalikan diri.

“Nah, kau sendiri kan yang tidak mau. Sudahlah, tidak usah mendengarkan apa yang dikatakan Ji Eun. Kita berdua hanya perlu hidup bahagia setiap hari. Oke?”

Aku mengulurkan tanganku dan kembali menarik tubuhnya ke dalam pelukanku. Shin Yeong pasrah dan menurutiku untuk merapatkan tubuhnya. Kami kembali bermalas-malasan di atas tempat tidur selama beberapa menit, sampai kurasa di luar sudah sangat terang karena sinar matahari mulai menembus gorden kamarku.

“Hei, ini sudah siang. Kau cepatlah bersiap-siap. Nanti ketinggalan bus menuju Daegu”

“Sebentar lagi saja”

Shin Yeong masih menolak dan terus saja memejamkan matanya dengan nyaman di dalam pelukanku. Dia tidak pernah bersikap seperti ini sebelumnya. Mungkin karena dia tau bahwa selama 2 hari ke depan, dia baru akan bertemu denganku lagi ketika aku menyusulnya ke Daegu untuk melaksanakan upacara pernikahan di sana.

“Hei, cepatlah mandi. Nanti kalau ibuku masuk dan mendapati kita berdua masih dalam posisi seperti ini bagaimana?”

“Tidak akan. Eomonim tidak pernah masuk ke kamar kita di pagi hari. Tenang saja”

Astaga. Harus bagaimana lagi aku membujuk bocah ini agar mau menurut. Kenapa dia keras kepala sekali. Aku tidak mau nanti ibunya menghubungiku lagi dan mengatakan bahwa aku harus memaksanya pergi ke Daegu secepat mungkin untuk melaksanakan segala persiapan di sana.

“Hei Kim Shin Yeong…”

“Ahhh… Oppa… nanti saja, aku belum mau bangun”

Shin Yeong merengek, tapi masih dalam mata terpejam. Dia memang benar-benar tidak ingin pergi sepertinya. Susah sekali membuat bocah ini menurut padaku dan segera pergi masuk ke kamar mandi kemudian bersiap-siap untuk berangkat.

“Sayang… cepat bangun, atau aku akan menelanjangimu kemudian menyeret tubuhmu ke kamar mandi. Mau aku mandikan huh?”

Spontan Shin Yeong langsung membuka matanya dan mendorong tubuhku menjauh. Dia segera bangkit dari posisi tidurnya dan menatapku dengan pandangan ngeri yang sangat lucu. Hahaha. Kalau tau seperti itu, sejak tadi saja aku mengancamnya dengan cara ini.

***

Dining Room

09.00 AM KST

“Ayo makanlah yang banyak. Kau kan pergi naik bus, pasti nantinya malah kelelahan. Kenapa tidak mau diantar pak Han saja?”

Ibuku tampak sangat perhatian pada Shin Yeong ketika menuangkan air putih ke dalam gelas kosong di hadapan bocah itu. Mereka berdua akan terlihat sangat menarik karena ibuku pasti memperlakukan Shin Yeong seperti putri bungsu yang manja, padahal aku tau bahwa istriku itu memang akan merasa canggung jika berhadapan dengan ibu atau ayahku.

“Aniya, eomonim. Aku sudah biasa pergi pulang ke Daegu dengan menggunakan bus, jadi tenang saja”

“Baiklah kalau begitu. Eomma yakin, kau pasti bisa menjaga diri. Kami masih harus melaksanakan segala persiapan di sini, nenek dan kakek Jong Woon juga pasti mengetahui banyak tradisi apa saja yang harus dilakukan sebelum kami pergi menemuimu di sana”

“Iya, aku mengerti. Nenekku juga memaksa agar aku cepat pulang beberapa hari sebelum upacara pernikahan, tapi aku masih sibuk di kampus. Jadi baru sempat sekarang”

“Ah, yasudah tidak apa-apa. Kalian sarapan saja dulu, maaf karena tadi eomma tidak membangunkan pagi-pagi. Jadi kita tidak bisa sarapan bersama. Hum, appa dan juga Jong Jin sudah berangkat menjalankan aktivitasnya masing-masing”

“Mmmm, maafkan aku eomonim. Aku tadi malah bangun kesiangan”

“Tentu saja tidak apa-apa. Kalian berdua kan pengantin baru, wajar jika seperti itu. Pasti setiap malam tidur larut kan? Atau malah tidak tidur semalaman?”

“De?”

Air putih di dalam mulutku hampir menyembur keluar saat mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh eomma. Ditambah ekspresi tidak mengerti Shin Yeong yang terlihat sangat bodoh. Entah sepolos apa fikirannya, tapi dia memang sepertinya sama sekali tidak mengerti ke arah mana percakapan ibuku dengannya barusan.

“Hahahaha. Tidak apa-apa. Aigooya, kau ini lucu sekali menantu”

Ibuku mencubit pipi Shin Yeong dengan gemas dan menepuk pundaknya berkali-kali, sedangkan Shin Yeong malah menunjukan cengiran tanpa dosa yang membuat ibuku juga terkekeh pelan melihatnya. Dasar gadis aneh. Aku tidak mengerti bagaimana jalan fikirannya.

***

November 24, 2011

Bus Station, Seoul

10.35 AM KST

Kau yakin, tidak mau aku antar saja kesana?”

“Iya, tentu saja. Kau tidak perlu repot-repot dan pergilah bekerja. Ini sudah sangat siang”

Aku berhadap-hadapan dengan Shin Yeong yang sebentar lagi harus pergi meninggalkanku sendirian. Dia masih bersi keras tidak mau diantar dan ingin naik bus saja, jadi aku tidak bisa melakukan apapun selain membiarkannya pergi. Lagipula, dia sudah terbiasa naik bus mondar-mandir Seoul-Daegu karena memang rumahnya ada di sana.

Aku ini pemiliknya, jadi terserah aku mau pergi ke kantor jam berapa. Aku akan mengantarkanmu sampai masuk ke dalam bus dan memastikanmu duduk dengan nyaman”

“Tidak usah. Aku bisa pergi sendiri. Kau pulang saja. Jangan perlakukan aku seperti gadis manja. Kau tau kan kalau aku ini sangat amat mandiri. Jadi tenang saja”

“Baiklah. Aku tau kau ini memang wanita super. Jadi aku bisa tenang membiarkanmu melakukan segala sesuatu sendiri”

Membiarkannya pergi memang bukan hal yang mudah. Tapi responku tidak boleh berlebihan mengingat dia pergi ke Daegu memang unutk melaksanakan segala persiapan menjelang pernikahan. Seharusnya dia bisa pergi berbarengan dengan Song Ji Eun. Tapi karena temannya itu masih sibuk di kampus, jadinya dia harus pulang sendirian.

“Hum, memangnya harus pergi sekarang ya? Tidak bisa besok saja. Kau bisa pergi bersama Song Ji Eun nanti”

“Hei, kau lupa apa yang kau lakukan padaku tadi pagi? Kau yang memaksaku untuk segera bersiap-siap agar buru-buru pergi ke sana. Dan sekarang, kau malah mengatakan itu padaku”

“Iya, tapi sekarang setelah mengantarkanmu ke sini, aku merasa sedikit berat unutk membiarkanmu pergi. Bagaimana?”

“Kan nenekku sudah bilang. Seharusnya aku berada di sana seminggu sebelum pernikahan, agar semua persiapan berjalan dengan baik. Tapi sekarang? Bahkan pernikahan kita akan dilaksanakan lusa. Apa tidak keterlaluan kalau aku baru berangkat besok?”

“Baiklah. Aku juga tau, pasti nanti ibumu akan menghubungiku lagi agar segera membujukmu  pulang. Jadi pergilah”

Aku meletakan sebelah tanganku di puncak kepalanya kemudian, mengusap pipinya lembut. Aku harus bisa membiarkan dia pergi sendirian dan menenangkan hatiku agar tidak membebani fikiran nantinya. Dia sudah terbiasa sendirian, jadi aku tidak usah khawatir jadinya.

“Aku pergi”

“Em, pergilah”

Shin Yeong meletakan tangannya di dadaku. Mengusap setelan jas hitam yang aku kenakan, kemudian sedikit membenarkan kerahnya yang terangkat. Aku memang jarang menggunakan dasi, jadi hanya kadang-kadang saja aku mengenakan dasi ke kantor.

“Beritahu aku selama kau di perjalanan. Kemudian telfon aku jika kau sudah sampai. Pokoknya, dengan cara apapun kabari aku ya”

“Araseo, sajangnim”

Aku tersenyum mendengarnya berbicara merespon segala perintahku dengan senang hati. Pagi ini, Shin Yeong terlihat sangat cantik, padahal kebiasaan menggulung rambut seperti itu memang sudah sering aku lihat.

Kuulurkan tanganku untuk merapihkan jaket yang dikenakannya, dan mengusap poni yang menutupi dahi indahnya dari pandanganku. Aku tidak pernah berhenti untuk mendapatkan hal yang sama, dan mendapati bahwa istriku memang sangat cantik. Dia adalah gadis paling cantik yang pernah aku temui.

“Sini sebentar”

Aku menarik kedua bahunya, dan membawa tubuhnya dalam pelukanku. Merasakan hangat suhu tubuhnya di tengah cuaca yang juga sedang lumayan panas siang ini. Shin Yeong membalas pelukanku dan membenamkan wajahnya di bahuku. Dia memeluk tubuhku dengan sangat erat, seakan tidak ingin pergi. Tapi beberapa saat kemudian, akhirnya dia melepas pelukannya di tubuhku dan tersenyum ringan.

“Aku pergi”

“Em, lusa juga kita bertemu lagi. Aku akan mendatangimu di sana”

“Ya, kita akan bertemu di upacara pernikahan. Jadi aku akan menunggumu”

Aku mengagguk dan Shin Yeong tersenyum. Dia melambaikan tangannya sebelum berbalik untuk segera berjalan menuju terminal bus yang jaraknya masih cukup jauh dari sini. Dia sendiri yang tidak ingin aku mengantarkannya sampai ke sana.

Punggungnya bisa aku lihat dengan sangat jelas dari posisiku sekarang. Aku sebenarnya tidak suka melihat dia berjalan sendirian seperti itu. Tapi mau bagaimana lagi. toh, dia memang bukan gadis manja yang tidak bisa melakukan apa-apa sendirian.

“Kim Shin Yeong”

Dengan setengah berteriak, aku memanggil namanya dan saat itu juga Shin Yeong berbalik kemudian tersenyum ke arahku. Sebenarnya aku saja yang sepertinya berlebihan. Sudah jelas-jelas lusa akan bertemu lagi dengannya. Tapi kenapa aku malah merasa sangat berat untuk membiarkannya pergi.

Tiba-tiba. Shin Yeong malah memutar langkahnya dan berbalik kembali ke arahku. Dengan setengah berlari, dia menghampiriku dan memeluk tubuhku lagi. Ini adalah adegan yang sering aku saksikan dari film-film atau drama dengan genre romantis. Dan aku bisa merasakan bagaimana suasana itu kini sedang meliputiku.

“Aku tau sepertinya aku berlebihan. Tapi kau juga pasti mengerti bagaimana perasaanku saat ini. Kim Jong Woon jelek”

Dia bergumam dalam pelukanku, dan mendengar itu aku sama sekali tidak bisa marah. AKu malah tersenyum dan mengusap punggungnya lembut. Kembali merasakan bagaimana tubuhnya mendekap aku dan detak jantungnya yang kentara jelas di dadaku.

“Aku pergi”

Shin Yeong melepaskan pelukannya dan menatapku dalam-dalam. Tanpa diduga sama sekali, dia menarik kerah bajuku degan kedua tangannya kemudian berjinjit untuk menjangkau bibirku. Sebuah ciuman perpisahan yang sangat manis. Dan aku sama sekali tidak menyangka dia punya inisiatif seperti ini. Segera aku raih pinggulnya agar lebih merapat ke padaku, dan dia melingkarkan kedua tangannya di leherku. Saat itulah aku menekan punggungnya dan memiringkan kepalaku untuk memperdalam ciuman kami. Benar-benar seperti adegan yang aku lihat di drama romantis. Pada kenyataannya, ini memang sangat amat menyenangkan.

Kami mengakhiri ciuman perpisahan yang sedikit berlebihan ini dengan nafas terengah-engah. Untung saja tidak banyak orang yang berlalu lalang di tempat ini, atau mereka akan menyaksikan ciuman kami yang cukup panas tadi.

“Pergilah”

Aku melepaskan tubuhnya dalam pelukanku sembari menggenggam sebelah tangannya. Memajukan kepalaku untuk mengecup dahinya terlebih dahulu sebelum dia berbalik dan kembali berjalan menuju terminal.

“Anyeong”

Ucapnya sembari melambaikan tangan dan dengan terburu-buru, pergi meninggalkanku. Aku memasukan kedua tanganku ke dalam saku dan masih betah berdiri di tegah panas. Menyaksikannya yang mulai menjauh kemudian masuk ke dalam bangunan besar terminal Seoul di sana.

***

Dalseong, Daegu. South Korea

Shin Yeong’s Grand mother’s House

04.35 PM KST

Shin Yeong’s POV

“Eomma… kenapa banyak sekali yang harus aku lakukan? Ahhh, ayolah… dibuat simpel saja. Aku tidak suka semua hal yang dibuat jadi rumit”

“Hei. Kau tidak boleh berkata seperti itu. Ini semua adalah tradisi yang tidak bisa ditawar”

Aku masih duduk di tengah-tengah lingkaran seluruh keluar besar dari pihak ibuku. Mereka semua seperti sedang menghakimi aku yang beberapa jam lalu baru saja tiba di Daegu. Setelah acara penyambutan sederhana selesai. Dilanjutkan dengan makan siang yang sedikit telat. Akhirnya di sore hari seperti in aku baru bisa bertatap muka dengan seluruh anggota keluarga yang ternyata telah berkumpul di sini. Mulai dari paman, bibi sampai semua sepupu dan juga yang lainnya tampak sangat senang dengan kedatanganku. Hanya saja, ayahku masih belum datang karena dia harus tetap bekerja hari ini.

“Baiklah, aku mengerti. Tapi apa bisa semua proses panjang itu dilakukan hanya dalam waktu satu hari? Lusa kan acara intinya. Nanti kalau aku kelelahan bagaimana?”

“Hei, tidak akan seperti itu. Justru beberapa tradisi yang akan dilakukan malah membuatmu sangat segar nantinya. Kau bisa tetap bersenang-senang di malam pengantin dengan suamimu nanti”

Bibiku yang sejak tadi mengarahkan tatapannya ke arah kami, terlihat asik mengikuti obrolan ini. Semuanya mengangguk dan aku hanya bisa mendesah berat mendengarnya.

Astaga. Kenapa jadi seperti ini. Maksud pembicaraanku kan bukan kearah sana. Benar-benar tidak mengerti dengan cara berfikir orang tua itu, semua hal selalu disangkutkan dengan aktifitas malam suami istri. Memangnya aku ini burung hantu apa?

“Aish, sudahlah aku tidak akan protes lagi. Lakukan saja semua yang harus aku lakukan. Sejak kecil aku baru pernah menyaksikan beberapa kali upacara pernikahan tradisional, sisanya aku melihat dari televisi. Jadi kurasa, sepertinya akan berbeda jika aku sendiri yang melaksanakannya”

“Oke, semua akan berjalan lancar, kau tenang saja. Tinggal ikuti apa yang harus kau lakukan”

Ibuku menambahi dan aku semakin terpojok. Tidak ada yang lebih berat di dunia ini selain memaksakan kehendaku di depan keluarga besar. Aku pasti kalah karena sendirian, sedangkan mereka semua. Berbaris melingkar seperti sedang menghadiri sebuah acara penting.

“Araseo”

Aku bergumam pelan dan semuanya langsung tersenyum dengan responku. Baiklah, tidak ada salahnya menjalankan semua tradisi itu. Menambah pengalaman hidup yang pastinya akan sangat berkesan.

“Mulai malam ini kau harus meminum ramuan yang sudah nenek buatkan, dan besok malam juga kau harus meminumnya lagi. Ada acara lain yang harus kau lakukan, dan itu akan kita bicarakan besok”

Nenekku yang terkenal cerewet itu akhirnya memaparkan apa saja yang harus aku lakukan. Dan itu semua sukses membuat aku menganga karena syok.

“Ramuan tradisional?” Ujarku memastikan

“Ya, benar sekali. Nenek khusus membuatkanya untukmu, ini adalah kewajiban calon pengantin wanita untuk mneghabiskannya”

“Ya Tuhaaaaaaan”

Aku menepuk dahiku dengan frustasi sedangkan mereka semua malah terkekeh melihat tingkahku. Baiklah, sepertinya aku memang harus kembali ke zaman purba. Aaaaaah, aku benci ramuan tradisional. Dan apa gunanya minuman tradisonal itu sampai-sampai aku harus menghabiskannya. Ah, dasar nenek.

***

Bed room

09.45 PM KST

Aku berbaring di atas blanket tebal yang sudah disiapkan khusus untukku. Rumah nenekku memang sangat luas. Ini adalah rumah tradisional yang memang sudah sangat lama ditinggali.  Sebenarnya warisan dari orang tua nenekku juga. Bisa dibayangkan betapa bersejarahnya rumah tradisonal ini.

Hampir 8 atau mungkin 9 kamar tersebar di satu komplek perumahan dan di tengahnya adalah lapangan besar yang biasanya digunakan untuk acara keluarga yang membutuhkan banyak ruang kosong. Semuanya tersusun dengan rapih. Bisa dibilang, rumah nenekku memang termasuk yang paling besar di sekitar sini. Itu karena dulu kakek buyutku adalah orang terpandang dan berpengaruh besar bagi penduduk lainnya.

Kekurangannya adalah letak kamar mandi yang terdapat jauh di belakang bangunan. Dan itu yang menyebabkan aku malas untuk mendatangi rumah nenek. Di kamar mandi itu juga aku pernah terjebak bersama Kim Jong Woon dalam situasi yang sangat tidak menyenangkan, dimana dia dengan setannya membodohiku dengan berpura-pura sekarat.

Tok.. tok.. tok..

“Yeongi-ya…”

Suara ketukan pintu hampir membuatku melompat kaget. Jelas-jelas ini adalah rumah tradisional dan pasti menyimpan beberapa cerita menyeramkan yang aku dengar dari yang lainnya. Tapi dari teriakan cerewet yang aku dengar sepertinya itu nenekku.

“Tunggu sebentar”

Aku bangkit dan menurunkan blanket tebal yang melilit tubuhku. Aish, seharusnya tadi aku tidur dengan ibu saja kalau seperti ini jadinya.

“Halmeoni…”

Aku menyapa nenekku yang sedang tersenyum di depan pintu. Dia tampak sangat senang melihatku yang membukakan pintu kamar dan mempersilahkannya untuk masuk.

“Nenek, mau mengantarkan ini”

“Apa ini?”

Dengan hati-hati aku meraih mangkuk berwarna hitam yang terbuat dari tanah liat itu dan memperhatikan apa yang terdapat di dalamnya. Sebuah cairan berwarna coklat muda dan ada sedikit endapan di bagian bawahnya. Dari baunya aku bisa menebak apa yang disodorkan  nenek padaku.

“Ramuan tradisional kah?”

“Ini adalah Kwang Jang Nim yang dicampur dengan ramuan lain yang nenek buat sendiri. Ayo minumlah”

Aku hanya terbengong saat mendengar nenek mengatakan mengenai minuman tradisional yang harus aku habiskan ini. Kwang Jang Nim adalah salah satu jenis gingseng korea yang terkenal dengan berbagai khasiat yang dimilikinya. Gingseng ini akan semakin baik jika disimpan lama dalam sebuah botol berisi air.

“Ini sudah disimpan sejak kau masih kecil dulu. Hampir 10 tahun sepertinya”

“10 TAHUN?”

Sebuah jeritan lolos dari mulutku dengan menakjubkan saat mengetahui bahwa gingseng ini bahkan sudah disimpan sejak aku masih duduk di bangku sekolah dasar. Tidak bisa dibayangkan baigaimana rasa minuman di dalam mangkuk ini. Ya Tuhan.

“Ayo minumlah. Ini sangat baik untuk pengantin wanita. Wlaupun kau sudah menikah sejak 2 minggu yang lalu tapi kan tetap saja, yang namanya pengantin baru pasti harus menjaga stamina agar tetap prima”

Aku hanya bisa mengernyit dengan tidak nyaman saat nenekku dengan sedikit memaksa, mengharuskanku untuk menenggak minuman tradisional itu agar hatinya senang. Walaupun bermanfaat, tapi tetap saja aku tidak suka ramuan tradisional.

“Ayolah Yeongi, ini semua demi suamimu juga?”

“Astaga nenek…”

Dengan tangan yang sedikit bergetar aku menggenggam mangkuk itu dan mendekatkannya ke mulutku. Bau khas dari ramuan tradisional menguar dari sana dan memasuki lubang hidungku secara paksa.

Setelah sebelumnya menarik nafas panjang, aku menelan ludah sembari menatap mangkuk itu. Kulirik nenek yang sedang tersenyum penuh dengan penekanan yang membuatku sama sekali tidak bisa merengek agar dia membuang saja minuman itu.

“Baiklah”

Aku pasrah, dan dengan mata tertutup. Aku menenggak semua minuman di dalam mangkuk hitam itu sampai habis tak tersisa. Rasa pahit yang ditimbulkan, hampir mencekik leherku dan karena minuman itu lidahku jadi terasa getir tidak karuan.

“Ini minum air putih, agar tidak terasa pahit”

“Emm”

Dengan lemah, aku mengangguk dan mengambil air putih yang disodorkan oleh nenek. Hanya ada setengah gelas air yang aku habiskan sampai tetes terakhir. Sepertinya nenek memang menyiksaku. Bagaimana bisa dia memberikan air putih untuk menetralisir rasa, tapi hanya sedikit. Keterlaluan.

“Baiklah. Sekarang kau tidur, nenek masih harus mempersiapkan banyak hal untuk besok. Tenang saja, tidak usah khawatir. Rasa minuman tradisional ini tidak terlalu buruk kan? Ingatlah, kau masih harus meminumnya besok malam?”

“MWOYA?”
Aku menjerit keras, seperti orang yang tertekan. Benar-benar tidak bisa dibayangkan bagaimana orang-orang dulu, dan para pengantin wanita bisa menuruti semua hal yang harus dilakukan sebagai tradisi. Aku saja sudah sangat merasa tersiksa seperti ini.

***

Kim Family’s House

JongShin’s Room

10.00 PM KST

Jong Woon’s POV

Aku berguling di atas ranjang yang sangat kosong. Biasanya di jam seperti ini, aku sudah nyaman berada dalam pelukan Shin Yeong. Tapi kali ini harus dengan sabar tidur sendirian karena istriku sudah berada di Daegu untuk persiapan pernikahan kami lusa. Tidak ada yang bisa kulakukan selain tidur. Tapi sepertinya, menghubungi dia akan sangat menyenangkan.

Ah, tidak perlu mendengar suaranya. Hanya perlu mengirimkan pesan saja.

To : Yeongi

“Kau sudah tidur?”

Kembali kuletakan ponsel milikku dan beberapa saat kemudian terasa getaran.

From : Yeongi

“Belum? Aku baru saja selesai disiksa tadi”

Apa? Disiksa?

Apa yang sebenarnya dia lakukan disana? Bukankah dia sedang berada di rumah neneknya. Seharusnya merasa senang. Bukan tersiksa.

To : Yeongi

“Kau disiksa kenapa?”

Akhirnya kami berdua saling balas membalas pesan untuk mengobrol sampai mengantuk

From : Yeongi

“Aku dipaksa menghabiskan ramuan tradisional rasa racun. Untung aku tidak mati”

To : Yeongi

“Bodoh. Mana ada ramuan tradisional yang rasanya enak. Tapi itu pasti baik untuk kesehatanmu”

From : Yeongi

“Nenek bilang, aku harus meminumnya sampai habis untuk membahagiakanmu. Entahlah, apa hubunganya”

To : Yeongi

“Kau memang bodoh. Aku saja mengerti apa maksud nenekmu”

From : Yeongi

“Apa maksudnya?”

To : Yeongi

“Sudahlah jangan dibahas. Apa saja yang kau lakukan disana? Berikan aku sebuah foto yang membuktikan bahwa kau baik baik saja di rumah nenekmu”

Aku tersenyum dengan obrolan yang kami lakukan. Sama sekali tidak mengerti dengan jalan fikirannya. Terlalu polos untuk ukuran seorang remaja berusia 19 tahun. Dasar yeoja aneh.

Beberapa saat kemudian kurasakan ponselku kembali bergetar. menandakan pesan baru diterima.

From : Yeongi

“Ini aku. Kau bisa lihat pagar panjang yang ada di belakangku? Ingat kan? Itu pagar di depan rumah nenekku”

Tentu saja aku masih sangat ingat pagar besar itu. Rumah nenek Shin Yeong memang paling besar di daerah sana. Tanahnya juga sangat luas, tapi sayang kamar mandinya jauh. Padahal kurasa, rumah itu bisa dijadikan objek wisata tradisional kalau mau.

To : Yeongi

“Yasudah. kau tidur saja. Besok malam di acara pemberian hadiah lamaran, aku masih tidak hadir. Tapi kita akan bertemu paginya”

From : Yeongi

“Baiklah. Aku tidur. Selamat malam”

Aku menarik selimut yang menutupi tubuhku, kemudian meletakan ponselku kembali di atas meja kecil di samping ranjang. Ini akan menjadi malam yang sedikit berbeda karena aku harus tidur sendirian tanpa ada Shin Yeong dalam pelukanku.

***

Dalseong, Daegu. South Korea

Shin Yeong’s Grand mother’s House

02.05 PM KST

Shin Yeong’s POV

Hari sudah hampir sore dan aku masih berada di dalam ruangan dengan tubuh berbalut kain. Nenek bilang, ini adalah proses luluran yang biasanya dilakukan oleh semua pengantin sebelum hari pernikahan.

Sekarang Ji Eun sudah tiba di Daegu dan menemaniku melakukan berbagai proses sebelum pernikahan. Dia juga tampak sangat antusias memperhatikanku yang tidak berhenti melakukan ini dan itu.

Aku rasa, proses ini memang yang paling menyenangkan karena aku hanya perlu berbaring dan menikmati pijatan di sekujur tubuhku yang kaku. Lulur tradisional yang sebelumnya dibuat oleh bibi-bibiku terasa sangat sejuk di kulitku. Mereka bilang, lulur itu terbuat dari buah dan juga beberapa tanaman obat yang berada di kebun belakang.

Entah sudah berapa kali aku ketiduran dalam posisi seperti ini. Terlalu nyaman rasanya ketika menikmati seluruh tubuhku yang dipijat lembut. Aku merasa senang dengan prosesi ini, tapi nanti malam aku harus kembali meminum Kwang Jang Nim lagi. Ahhh, aku tidak suka rasanya.

“Yeongi-ya, sudah selesai. Bangunlah, kenapa kau terlihat keenakan seperti itu”

“Engh, sudah selesai?”

Aku menggeliat dalam posisi tertelungkup. Dan seluruh tubuhku sepertinya sudah selesai mendapatkan pijatan.

“Setelah ini kau harus mandi dan bersiap-siap untuk acara nanti malam”

“Araseo”

Dengan sedikit terhuyung, aku bangkit dari posisiku sembari membenarkan posisi kain tipis yang membalut tubuhku. Kemudian berjalan menuju bak mandi yang sudah disiapkan. Terasa sangat nyaman ketika aku berendam di air hangat dengan taburan bunga yang menghasilkan aroma menenangkan.

***

08. 05 PM KST

Akhirnya rangkaian upacara pernikahan yang pertama dilaksanakan. Untuk kali ini adalah proses negosiasi dimana para teman-teman dekat dari mempelai pria mendatangi rumah mempelai wanita untuk membawakan hadian pernikahan yang sudah disiapkan. Sementara mempelai pria tidak ikut dalam rombongan tersebut.

Aku duduk di teras depan dengan menggunakan pakaian tradisional yang memang sangat aku sukai. Sejak kecil aku paling suka memakai hanbok karena terlihat seperti putri. Dan ini memang sangat menyenangkan.

“Hamn untuk dijual… Hamn untuk dijual…”

Sebuah seruan tak henti disampaikan oleh rombongan pria-pria di luar sana. Mereka meneriakan sebuah kalimat yang menurutku lebih mirip seperti mantra atau apalah namanya. Hal ini dilakukan ketika mempelai pria mengirimkan hadiah kepada keluarga mempelai wanita yang dikenal sebagai Napp’ae.  Hadiah yang terdiri atas honseo atau surat pernikahan, ch’aedan  atau dua kain berwarna biru dan merah untuk bahan pakaian yang melambangkan keseimbangan ala yin-yang, dan honsu  atau koleksi perhiasan untuk mempelai wanita dari calon mertuanya. Semua itu dikemas dalam sebuah kotak (hamn) yang diantarkan teman-teman dekat mempelai pria.  Proses penghantaran ham sendiri termasuk unik karena dilakukan malam hari dengan prosesi yang khusus pula. Semuanya terlihat sangat lucu ketika pria-pria itu juga menggunakan pakaian tradisional.

“Yeongi-ya, bagaimana kalau CEO tampan kita yang menggunakan Hanbok?”

Aku menengok ke arah Ji Eun yang sedang berdiri di sampingku. Dia juga tampak sedang memperhatikan setiap prosesi yang dilakukan oleh gerombolan pria itu berserta beberapa anggota keluargaku yang lainnya.

“Kau lihat adik iparku? Jong Jin Oppa? dan lihat juga Seung Ho Opp. Yah, mungkin dia juga akan seperti itu jika menggunakannya” jawabku asal

Aku jadi penasaran bagaima  jika Jong Woon oppa yang menggunakan Hanbok. Pasti dia terlihat sangat lucu dengan setelan baju tradisional tersebut. Yah, tubuhnya juga tidak terlalu besar, walaupun dia juga cukup tinggi. Ah, kenapa tiba-tiba aku jadi penasaran dengannya ya.

Tiba-tiba ide lain terlintas di fikiranku. Kutatap ponsel plif orange dalam genggamanku dan membukannya terburu-buru.

“Apa yang kau lakukan?” Ji Eun mendekatkan kepalanya ke arahku dan berkata pelan

“Walaupun ini bukan hal yang sakral. Tapi kau harus memperhatikannya” Lanjutnya nyaris berbisik

“Aku penasaran bagaimana jika Jong Woon menggunakan pakain tradisional. Aku akan memintan dia mnegirimkan sebuah foto” Jawabku dengan suara rendah

Sedikit membungkuk, aku menuliskan pesan untuk Jong Woon. Aku melakukannya diam-diam karena kalau ada bibi atau nenekku yang melihat aku sedang tidak memperhatikan jalannya prosesi, maka aku akan dijitak habis-habisan.

To : Kim Jong Woon

“Oppa… Kau pernah menggunakan Hanbok? Aku mau melihatnya”

Aku terkekeh pelan, kemudian kembali menutup ponselku dan menegakan kepala berkonsentrasi. Di barisan depan, ibuku tampak menengok dan aku segera tersenyum dengan lembut padanya. Kulirik Ji Eun yang hanya menggelengkan kepala menyaksikan tingkahku.

Hampir melonpat saat kurasakan ponsel dalam genggamanku bergetar, menandakan satu pesan masuk di terima. Untuk saja aku tidak lupa untuk mengganti mode hening pada profilnya.

From : Kim Jong Woon

“Aku pernah menggunakannya di acara beberapa waktu lalu. Tapi Hanbok sederhana. Tapi baju untuk besok itu jauh lebih heboh”

To : Kim Jong Woon

“Kirimkan fotonya padaku cepat. Aku mau lihat”

Aku tersenyum setelah membalas pesannya dan sepersekian detik kemudian langsung merubah ekspresi dengan lebih serius.

Drrtt…

Ponselku kembali bergetar, dan aku segera melihatnya.

From : Kim Jong Woon

“Foto ini diambil sudah lama. Tapi tingkat ketampanannku tetap sama. Kira-kira setampan inilah aku kalau menggunakan Hanbok. Hati-hati air liurmu menetes melihatku, kau sedang melakukan Napp’ae kan? Dasar bodoh. Bukannya memperhatikan”

Kupandangi poto di layar ponselku tanpa berkedip. Dia terlihat sangat tampan dengan menggunakan pakaian itu. Dan bagaimana bisa dia tersenyum semanis itu? Jarang kulihat.

“Yeongi…”

Aku terlonjak ketika kulihat nenek di depanku berbalik dan menatapku dengan sangar.

“Ah, de…”

Sedikit kikuk, aku segera menurunkan ponsel dalam genggamanku dan kembali fokus pada acara yang tengah berlangsung. Kulirik Ji Eun yang sedang mati-matian menahan tawa dengan membekap mulutnya sendiri. Aish.

Upacara tersebut berlangsung sampai larut, dan dilanjutkan dengan makan malam ala kaum pria. Mereka sepertinya memang tidak tidur semalaman, dan malah mengobrol santai dengan akrabnya.

Aku harus beristirahat malam ini, dan mempersiapkan tenaga ekstra untuk besok. Tapi kupikir, nenekku akan mendadak pikun dan lupa unutk memberikan Kwang Jang Nim padaku. Ingatannya memang sangat kuat, dan akhirnya dengan terpaksa aku harus meminum ramuan tradisional itu lagi sebelum tidur.

***

Saturday, November, 26 2011

Wedding Day, Traditional Version

Kim Jong Woon and Kim Shin Yeong special edition

Dalseong, Daegu. South Korea

Shin Yeong’s Grand mother’s House

09.35 PM KST

Author’s POV

Matahari pagi mulai terik ketika rombongan pengantin pria tiba di kediaman mempelai wanita. Semuanya tampak sangat antusias dengan perniakan adat tradisional ini. Walaupun sebelumnya duprediksikan bahwa pernikahan tradisional ini tidak akan didatangi media, sepertinya salah. Beberapa media mengabadikan momen tersebut, dan diantaranya ada juga salah satu media asing yang meliput.  Hal itu wajar, mengingat ayah Jong Woon memang salah satu orang penting di Republik Korea. Dan mereka semua mengapresiasi segala hal menyangkut beliau.

“Mempelai prianya sudah datang”

Suara berbisik dari mulut Ji Eun membuat Shin Yeong hampir mendongak karena dia penasaran dengan penampilan Kim Jong Woon hari itu. Mereka Masih berdiri di dalam ruangan rumah panggung dengan pintu terbuka.

Upacara pernikahan sendiri dilakukan di tanah lapang yang berada di depan rumah besar milik nenek Shin Yeong. Disana juga banyak sekali para tetangga yang ikut berbaris menyaksikan proses besar tersebut. Termasuk beberapa awak media yang meliput.

Sebelum pernikahan dilangsungkan, calon pengantin pria akan memberikan sebuah hadiah pada calon ibu mertuanya berupa sebuah angsa liar yang masih hidup. Namun sekarang ini lebih sering memberikan boneka angsa yang terbuat dari kayu. Angsa ini menandakan sang calon pengantin pria akan merawat anak perempuannnya seumur hidup.

Dengan sedikit kikuk, Jong Woon menyerahkan angsa kayu itu kepada Ibu Shin Yeong yang sejak tadi tidak berhenti menampakan senyum gembiranya. Jelas-jelas dia merasa sangat senang mendapatkan menantu sempurna seperti Kim Jong Woon yang sangat menyayangi putrinya.

“Hei, kenapa sajangnim sangat tampan dengan pakaian tradisional seperti itu. Astaga senyumnya”

Ji Eun tidak bisa menahan untuk tidak berkomentar ketika menyaksikan Jong Woon yang dengan lancarnya melakukan setiap prosesi yang memang sebelumnya sudah dia pelajari. Tidak ada yang salah, walaupun tangannya sedikit gemetar.

Shin Yeong masih menundukan kepalanya dan tidak bisa melihat apa yang sedang berlangsung di hadapannya. Sebenarnya dia bisa saja mengangkat kepalanya untuk menikmati ketampanan Jong Woon dengan setelan hanbok yang dikenakan. Tapi hiasan kepalanya memang sedikit menyiksa sampai-sampai dia sendiri kesulitan untuk mengangkat kepalanya.

“Astagaaa… tampan… aaah, tampan sekali”

Ji Eun yang berdiri di samping Shin Yeong tidak bisa menyembunyikan rasa gembiranya yang berlebihan. Dia juga tampak sangat antusias saling menepuk dengan sepupu Shin Yeong yang juga berdiri di belakang Shin yeong. Dan dengan sedikit gemas, Shin Yeong melayangkan tatapan mautnya ke arah mereka berdua sembari menggeretak keras.

“Dia milikku. Berhenti memujinya seperti itu”

Spontan Ji Eun dan juga Min Kyung menutup mulut mereka dengan telapak tangan. Meredam teriakan protes yang hapir mereka luapkan di acara sakral tersebut.

“Awas kalian kalau berani menggoda suamiku”

Untuk kedua kalinya Shin Yeong menggeretakan gigi dengan tatapan tajamnya yang menakutkan, tapi kedua gadis di belakangnya itu malah terkekeh pelan melihat tingkah berlebihan Shin Yeong.

“Pengantin wanitanya…”

Sebuah komando berasal dari bibi Shin Yeong yang berada di barisan paling depan. Dia mengisyaratkan agar Shin Yeong segera turun dari tempatnya dan memasuki area upaca di halaman yang luas itu.

Dengan langkah yang sangat hati-hati, Shin Yeong dibantu berjalan di sebelah kanan dan kiri oleh Ji Eun dan juga Min Kyung. Langkahnya terliat sangat lambat dan berkali-kali Shin Yeong hampir terjungkal karena pakaiannya yang memang sangat rumit.

Shin Yeong berhenti tepat di depan meja panjang yang diletakan di tengah kerumunan. Dia mencuri pandang pada Jong Woon yang tampak sedang berkonsentrasi mengingat prosesi apa lagi yang harus dilakukannya.

“Anyeong”

Dengan polosnya, gadis itu menunjukan cengiran lebar disertai lambaian tangan ketika berhadapan dengan Jong Woon. Spontan semua orang yang ada di sekitar situ langsung tertawa melihat tingkah Shin Yeong yang malah terbengong dengan tatapan tanpa dosanya. Sedangkan Jong Woon hanya menggelengkan kepalanya menyaksikan tingkah bodoh Shin Yeong.

“Apa?”

Setengah berbisik, Shin Yeong memajukan kepalanya ke arah Jong Woon yang langsung segera ditepis oleh Ji Eun yang berdiri di sampingnya.

“Yeongi sayang. Diamlah. Jangan banyak bergerak seperti banteng. Riasan kepalamu itu besar sekali”

Jong Woon balas berbisik pada Shin Yeong yang hampir mengamuk mendengar ucapan Jong Woon barusan. Gadis itu masih bisa menahan emosinya dan tidak sampai hilang kontrol untuk kemudian membuka paksa riasan kepalanya dan melemparkan benda besar itu ke wajah Jong Woon.

Upacara dimulai dengan kedua mempelai yang saling bertukar salam dengan saling membungkuk atau gyobaerye.  Prosesi ini untuk melambangkan janji dan komitmen oleh kedua mempelai untuk menjalani bahtera rumah tangga bersama-sama.  Hal ini dilakukan oleh keduanya dengan berdiri saling berhadapan di antara sebuah meja pernikahan yang dipenuhi beragam benda-benda yang melambangkan harapan akan sebuah pernikahan yang langgeng, mulai dari benang berwarna merah dan biru, lilin, kacang merah, beras hingga sepasang bebek mandarin.

Shin Yeong dan Jong Woon tampak larut dengan upacar sakral tersebut. Walaupun Shin Yeong sedikit kesulitan unutk mengangkat kembali kepalanya setelah membungkuk, tapi gadis itu berhasil melakukannya dengan baik dan tidak mempermalukan dirinya sendiri. Tapi tiba-tiba setelah mereka berdua tegak saling bertatapan, Shin Yeong malah menjulurkan lidahnya dan sukses membuat Jong Woon hampir meledak menahan tawa.

Upacara kemudian dilanjutkan pada tahap hapgeunrye dimana keduanya akan minum dari sebuah cangkir yang sama, untuk melambangkan bahwa masing-masing merupakan separuh dari yang lain dan harus saling melengkapi untuk membentuk satu bagian yang utuh.

Jong Woon tampak sangat telaten ketika memberikan cangkir itu kepada Shin Yeong. Sebelumnya, minuman di dalam cangkir itu telah dia teguk dan sisanya diberikan pada Shin Yeong. Dengan isengnya, Jong Woon malah menyisakan sedikit sekali air yang ada di dalamnya, dan memberikan cangkir yang hampir kosong itu pada Shin yeong. Dia tertawa dan balas menjulurkan lidahnya di hadapan gadis itu.

Setelah selesai dengan prosesi minum di cangkir yang sama, keduanya disandingkan untuk kemudian membungkuk hormat secara bersama-sama sebanyak tiga kali. Satu untuk kedua pasangan orang tua, satu untuk para leluhur dan satu kali untuk para tamu.

Pada prosesi inilah yang membuat Shin Yeong merasa sangat tersiksa karena riasan kepalanya yang sangat berat. Dan dengan penuh perhatiannya, Jong Woon membantu Shin Yeong setiap istirnya tersebut akan kembali bangkit dari bungkuk hormatnya.

Upacara pernikahan selesai dilaksanakan dan semuanya bisa beristirahat untuk saling bercengkrama satu sama lain. Setelah semuanya sibuk masing-masing. Jong Woon dan Shin Yeong yang sudah berganti baju, tampak kikuk satu sama lain.

Mereka masih mengenakan hanbok, hanya saja bajunya lebih simpel daripada yang mereka gunakan untuk upacara pernikahan tadi.

Tuan Kim terlihat sibuk melakukan sesi wawancara dengan beberapa media yang dengan sabarnya mendokumentasi jalannya semua proses sakral tersbut. Meskipun mereka juga ikut tertawa ketika menyaksikan tingkah lucu kedua pengantin yang membuat suasana semakin menyenangkan.

***

09.08 PM KST

Shin Yeong’s POV

Tubuhku hampir remuk setelah acara pernikahan selesai dilaksanakan. Tapi hanya upacaranya saja yang selesai. Masih ada beberapa tahapan lagi yang harus dilalui oleh kedua mempelai. Dan leherku hampir patah karena benda besar yang bersarang di kepaku selama beberapa jam tadi.

Malam ini adalah acara makan malam yang dilakukan oleh semua anggota keluarga. Tapi ayah dan ibu mertuaku sudah kembali ke Seoul beberapa saat yang lalu. Sudah diketahui pasti alasannya adalah karena jadwal ayah mertuaku yang padat, dan tentu saja eomonim juga harus menemani abouji unutk kembali ke Seoul dan melakukan aktifitasnya di sana.

Perjamuan makan dalam pernikahan tradisional Korea sangatlah sederhana. Bahkan hanya dibutuhkan sup mi, dan faktanya pesta perjamuan makan Korea disebut kook soo sang yang berarti “perjamuan mi” Mi yang panjang melambangkan kehidupan yang panjang dan bahagia. Mi akan direbus bersama kaldu sapi dan hiasan lainnya serta sayuran. Dok, atau kue beras ketan biasanya menjadi hidangan yang disajikan dalam sebuah acara spesial di negara ini, khususnya di pernikahan.

Aku yang sudah sangat kelaparan ikut menikmati sajian dengan beberap tamu lain. jong Woon sibuk dengan teman-teman prianya, dan aku akan memakan apapaun yang bisa kujangkau saat ini.

“Hei, kau tidak boleh makan terlalu banyak. Nanti perutmu penuh”

“Aku lapar. biarkan saja”

Dengan nada masa bodoh, aku tidak mendengarkan perkataan Ji Eun yang mencoba untuk menghentikanku makan. Sejak siang aku tidak makan dan hanya sarapan sedikit saja. jadi wajar kalau malam ini aku balas dendam jadinya.

“Kau bisa gendut nanti. wanita yang sudah menikah, harus bisa menjaga tubuhnya agar tetap baik”

“Hei, kau tidak lihat tubuhku. Kurang seksi disebelah mana? Lagipula KIm Jong Woon tidak pernah protes”

“Berhenti makan, atau kau akan muntah”

“Tidak akan. Masih banyak ruangan di perutku”

“Ck, dasar kau”

Aku menjulurkan lidah mengejek Ji Eun yang terlhat kesal mendengar trespon dariku. Dia kembali menyuapkan potongan besar kue yang sejak tadi berada dalam gengmannya.

“Hei, ngomong-ngomong… kau belum menjawab pertanyaanku tempo hari”

Ji Eun tiba-tiba memajukan kepalanya ke arahku yang masih sibuk menggulung ramen dengan sumpitku. Aku benar-benar tidak perduli dan akan makan banyak makanan malam ini.

“Pertanyaan yang mana?”

Aku mengernyit tak mengerti. Lupa apa pertanyaan yang dimaksud olehnya.

“Aish, dasar pikun. Itu pertanyaan paling penting yang harus kau jawab. Aku mengajukannya di pesta pernikahanmu 2 minggu yang lalu”

“Aku tidak ingat, bukannya pikun. Hanya lupa saja”

“Itu sama saja bodoh”

Dengan gemas, Ji Eun mendorong dahiku menggunakan jari telunjuknya. Gadis ini benar-benar kurangajar. Dia tidak pernah mengubah sikapnya terhadapku jadi sedikit lebih manis.

“Memang apa pertanyaannya? Bagaimana aku harus menjawabnya?”

“Aku pernah memintamu untuk memberitahuku. Sehebat apa seorang Kim Jong Woon di atas tempat tidur”

“YAK… KAU…”

Spontan aku menjerit keras mendengar pertanyaan yang diucapkan oleh Ji Eun. Walaupun dia bilang kalau dia pernah menanyakan hal itu, tapi aku lupa kapan dia menanyakannya dan pertanyaan itu memang benar-benar keterlaluan.

Kuedarkan pandanganku ke sekeliling dan mendapati semua orang sedang memperhatikanku, sementara Ji Eun hanya menundukan kepalanya dengan sebelah tangan yang mencengkram erat baju tradisionalku, dia tampak menggeretakan giginya sebelum kembali menatapku dengan murka.

“Kebiasaan burukmu adalah… kau itu kadang-kadang suka bodoh”

Dengan suara yang nyaris berbisik, Ji Eun mendekatkan mulutnya ke arahku dan memicingkan matanya dengan gemas. Tapi aku hanya terbengong seakan tidak menyadari kebodohan apa saja yang telah aku lakukan di hadapannya.

“Kau yang keterlaluan. Untuk apa menanyakan hal itu padaku. Jelas-jelas aku tidak tahu jawabannya”

“Kau tidak tau jawabannya?”

Ji Eun terlihat sangat kaget mendengar apa yang baru saja aku katakan padanya

“Jadi kalian berdua…” Telunjuknya mengarah kepadaku dan dia menengokan kepalanya mencari keberadaan Jong Woon

“Kau dan pria tampan itu…” Matanya kembali mengarah padaku sembari menggelengkan kepala

“Tidak pernah… melakukannya?” Tanyanya coba memastikan

“Ya, belum pernah sampai saat ini” Jawabku polos

“Ya Tuhaaaaaan…”

Ji Eun menepuk dahinya kemudian langsung menjatuhkan bahunya ke arah samping. Menggambarkan dengan jelas bahwa dia sedang frustasi mendengar jawabanku. Dasar aneh, memangnya apa yang salah jika kami belum pernah melakukan hal itu sama sekali. Memangnya ikatan pernikahan hanya bertujuan untuk saling memuaskan kebutuhan biologis satu sama lain? Masih banyak hal yang bisa dilakukan, dan pernikahan adalah untuk hidup bahagia.

“Hei, kenapa kau jadi se-frustasi itu? Aku biasa saja”

“Kau biasa saja, tapi aku tidak biasa mendengarnya. Ada apa sebenarnya dengan kalian berdua huh? Pria tampan itu punya masalah kesehatan? Apa dia tidak tahu bagaimana caranya”

Pletak…

Aku melayangkan sebuah jitakan di kepala Ji Eun karena bocah itu tidak juga menutup mulut besarnya. Dengan seenaknya dia berbicara mengenai Jong Woon. Dasar tidak sopan.

“Appoyo…”

Hanya bisa bergumama. Ji Eun mengusap dahinya sementara aku hanya tersenyum melihatnya yang kesakitan. Salah siapa tidak menjaga mulut.

“Dengar ya, Song Ji Eun-ssi. Aku tidak perduli apa dia bisa melakukannya atau tidak. Tapi aku yakin, bahwa Kim Jong Woon punya alasan lain kenapa dia tidak menyentuhku sampai saat ini. Aku tau bagaimana cara dia memperlakukanku. Aku senang dia seperti itu, karena sebenarnya aku juga butuh persiapan yang cukup matang sebelum memutuskan untuk melakukan hal itu dengannya. Jadi kau tidak perlu bertanya, sehebat apa suamiku di atas tempat tidur. Karena jawabannya pasti dia sangat hebat”

Ji Eun terpesona dahsyat mendengar setiap kata yang keluar dari mulutku. Dia tampak berbinar dan atusias dengan apa saja yang aku katakan. Hal intu benar-benar membuatku jadi ingin tertawa lagi dan lagi. Melihat bagaimana dia sangat tertarik dengan kehidupanku setelah menikah.

“Aigoya, Nyonya Kim. Kau sepertinya berubah sangat banyak sekarang. Mengagumkan”

Aku tersenyum mendengar komentar Ji Eun, dan dengan bangganya aku mendongakan kepalaku sembari meraphkan tali dari hanbok yang aku gunakan. Menunjukan padanya dengan suasana bercanda bahwa aku ini memang sangat bangga menjadi istri dari Kim Jong Woon.

***

Bed Room

10.17 PM KST

Jong Woon’s POV

Sebagian tamu sudah pulang malam ini juga, dan sebagiannya lagi menginap di kamar-kamar yang berada di rumah besar ini. Sekarang saatnya kami berdua sang pengantin menghabiskan malam pertama, yang sebenarnya adalah malam ke 15 kami menjadi suami istri yang sah.

Aku merasa sedikit kikuk ketika duduk berhadapan dengan Shin Yeong yang masih mengenakan hanbok sederhananya. Sama denganku, aku juga mengenakan pakaian tradisional yang menjadi pakaian wajib yang harus digunakan olehku sampai besok pagi.

“Emm… kita akan tidur beralaskan blanket seperti ini. Tempat tidur tradisional”

Shin Yeong melirik tempat tidur yang lebih mirip sebagai selimut berlapis yang akan dijadikan alas untuk tidur kami berdua malam ini. Melihatnya sudah bisa kubayangkan betapa dinginnya malam ini jika harus tidur di dengan alas setipis itu.

“Aku tau…” Jawabku singkat

“Nenek bilang akan mendatangi kamar kita sebentar lagi. Tapi sampai sekarang dia belum datang juga. Apa sebaiknya kita tidur saja?” Tanya Shin Yeong memastikan

“Kalau nenek bilang mau datang, ya kita tunggu saja sampai dia datang. Mungkin sebentar lagi” Ujarku memberi pendapat

“Baiklah kalau begitu”

Kami berdua kembali terlibat dalam suasana hening tapa suara. benar-benar tidak mengerti apa yang harus dilakukan. Padahal jelas-jelas ini bukan pertama kalinya kami harus tidur dalam satu tempat tidur, bahkan saling berpelukan satu sama lain. Tapi malam ini, suasananya benar-benar sama dengan malam pertama sebagai seorang pengantin baru.

“Jong Woon Oppa…”

“Hm…”

Aku melirik Shin Yeong di hadapanku yang tampak kebigungan berbicara dengan suara rendah.

“Apa yang harus kita lakukan malam ini?”

Pertanyaan yang sudah aku duga akan aku dengar dari mulutnya

“Masalah itu. Sebenarnya aku punya alasan yang sangat kuat untuk tidak melakukannya sampai saat ini. Tapi jika kau bisa mengatakan hal lain padaku, maka aku bisa saja mengubah keputusan”

Shin Yeong menautkan kedua alisnya kemudian memajukan kepalanya medekat ke arahku

“Sebenarnya…” Ujarnya dengan sedikit berbisik

“Aku tidak mengerti dengan pembicaraanmu” Lanjutnya kemudian

Ya Tuhaaan, aku tidak mengerti apa isi kepala gadis ini. Dia adalah gadis yang sangat cerdas, tapi kemampuan menangkap inti pembicaraannya itu sangat buruk. Aku tidak percaya dia bisa secerdas itu dalam bidang akademiknya.

“Sudahlah. Kalau begitu, tidak usah dibahas saja” Balasku frustasi.

Aku hanya menggelengkan kepalaku, masih tidak mempercayai tingkahnya yang sangat bodoh itu. Tapi kemudian suara ketukan pintu mengagetkan kami.

tok.. tok… tok…

“Itu pasti nenek”

Ujar Shin yeong sembari bangkit dari posisinya dan segera berjalan menuju pintu masuk kemudian menggesernya agar terbuka.

“Halmeoni…”

Aku yang tadinya masih duduk, ikut bangkit untuk memberi salam dan membungkukan badan kearah nenek yang sepertinya sibuk membawa nampan berisi dua mangkuk minuman yang entah apa itu.

“Kalian berdua belum tidur? Maaf nenek datang terlalu malam”

“Ah, gwenchana. Kami masih mengobrol santai tadi” Balasku dengan nada sopan.

Kami bertiga duduk dengan sbeuah meja keci sebagai pusatnya, dan nenek mulai menurukan kedua mangkuk minuman berwarna coklat gelap itu ke atas meja. Sudah bisa aku duga bahwa itu adalah ramuan tradisional.

“Ini nenek bawakan minuman tradisional. Kwang Jang Nim. Kau tau?”

Nenek melirik aku yang sudah menampakan ekspresi ngeri melihat kedua mangkuk itu sedangkan Shin Yeong memang sudah tampak frustasi sejak pertama.

“Gingseng?… Kan?” Tanyaku memastikan

“Em, benar. Ini adalah gingseng yang nenek simpan sejak Shin Yeong kecil. Hampir 10 tahun. Untukmu nenek tambahkan dengan ramuan lain, dan untuk Shin Yeong juga. Dia bahkan sudah meminumnya sejak 2 malam yang lalu. Semoga ini bisa bermafaat unutk kalian berdua”

“Ah, algaeshimnida. Halmeoni”

Aku mengangguk dan menerima mangkuk yang terbuat dari tanah liat itu saat nenek menyodorkannya padaku. Kulirik Shin Yeong yang mulai terlihat lebih tenang dari sebelumnya. Walaupun aku tau pasti fikirannya sedang berkecamuk, hanya saja tidak bisa menolak ketika nenek menyodorkan minuman itu juga untuknya.

“Hmm… terimakasih nek”

Dasar gadis aneh. Dengan menunjukan cengiran seperti itu, malah meperlihatkan dengan jelas kalau dia memang terpaksa menerima minuman itu.

“Ayo habiskan. Ini sangat bermanfaat untuk kalian berdua”

Aku tersenyum dan segera mendekatkan mangkuk itu ke mulutku. Tapi fikiranku berubah saat bau khas itu menyeruak ke hidungku. Astaga, tidak bisa dibayangkan bagaimana rasa ramuan campuran ini.

“Habiskan dalam sekali teguk cucu menantu. Kau ini kan seorang pria, tunjukan kehebatanmu”

Nenek yang melihat ekspresiku sepertinya tau apa yang sedang berada dalam fikiranku saat ini. Aku mengangguk mantap, dan segera memasukan satu mangkuk penuh ramuan tadisonal itu ke dalam mulutku. Meneguknya dalam sekali teguk tapi menyisakan rasa pahit yang mencekik leher. Ya Tuhan. Minuman apa ini?

“Ini air putihnya. Agar rasa pahitnya hilang”

Aku segera menyambar air putih yang disodorkan oleh nenek dan meminumnya sampai tak tersisa. Seumur hidup, baru kali ini aku meminum ramuan tradional dengan rasa seperti itu. Padahal aku juga sering meminum geingseng yang aku tau manfaatnya sangat baik untuk tubuh.

“Yeongi-ya. Ayo minum punyamu juga. Ini bukan peratama kalinya kan?”

Kali ini sasaran utama nenek adalah Shin Yeong yang tampak putus asa menatap mangkuk kecil dalam gengamannya. Berkali-kali dia menelan ludah dengan tampang memelas yang membuatku ingin tertawa melihatnya.

“Ayo habiskan Yeongi sayang”

Aku ikut memaksanya menenggak minuman tradisional itu dan melihat bagaimana ekspresinya saat cairan pahit itu bergerak di tenggorokannya.

Shin Yeong memejamkan mata dan menghirup nafas dalam-dalam sebelum mendekatkan mangkuk itu ke mulutnya. Dia meneguk ludah kemudian dalam satu gerakan, langsung meminum semangkuk ramuan tadisional buatan nenek. Anak pintar.

“Aigoya, kalian berdua benar-benar hebat. Terimakasih sudah meminum semua ramuan buatan nenek. Sekarang nenek pergi dulu. Selamat malam”

Dengan tampang yang sangat gembira penuh kepuasan. Nenek bangkit dari dudukannya sembari membawa kembali nampan yang sebelumnya digunakan untuk membawa ramuan tradisional itu. Dari cara dia berbicara, sangat kentara kepuasan di sana. Karena berhasil memaksa kami berdua untuk menghabiskan minuman itu.

Aku dan Shin Yeong saling bertatapan satu sama lain saat nenek sudah beranjak keluar dari ruangan kami. Tidak tahu apa lagi yang akan dilakukan setelah ini, tapi sepertinya malam ini aku tidak bisa tidur sama sekali. Bahkan mataku tidak merasakan ngantuk sampai saat ini.

“Apa yang harus kita lakukan sekarang?”

Shin Yeong menatapku dengan penuh tanda tanya, sedangkan aku hanya menggeleng karena tidak tahu jawabannya. Kami berdua kembali duduk di lantai dan saling diam tanpa tahu harus berbiuat apa.

“Kita tidur saja kalau begitu” Ujarku mengusulkan

“Baiklah. Tidur”

Shin Yeong mengulang perkataanku dan menggeser tubuhnya mendekat ke arah blanket yang sudah siap sejak tadi. Aku memperhatikan gerak-geriknya dengan penuh minat, terutama saat dia melepaskan hiasan kepalanya dan membuka gulungan rambutnya sampai akhirnya rambut panjang itu terurai cantik.

“Kau bilang mau tidur? Kenapa masih diam disitu. Cepat tidur”

Aku mengerjap ketika Shin Yeong ternyata menyadari bahwa aku sedang terpesona padanya.

“Ah, de…”

Dengan sedikit terburu-buru, aku menggeser tubuku ke arah tempat tidur dan masuk ke dalam selimut tebal di dalamnya. Aku berbaring sedangkan Shin Yeong masih duduk. Dia seperti sedang melakukan sesuatu tapi aku hanya bisa melihat pinggungnya dari posisiku.

Dan apa yang dia lakukan selanjutnya?

Gadis itu sepertinya sedang berusaha membuat aku aku melompat dari posisiku untuk menerkamnya saat ini juga. Benar-benar keterlaluan.

Tanpa berkata apa-apa, Shin Yeong melepaskan tali dari hanbok yang digunakannya kemudian membuka pakaian tebal itu hingga menyisakan sebuah lapisan pertama berwarna putih di dalamnya.

“Hei, kau sedang menggodaku?”

Spontan Shin Yeong berbalik dan menatapku dengan alis mengkerut. Aku berbaring miring menahan kepalaku dengan sebelah tangan. Dan seperti tidak perduli, dia tidak mengacuhkanku dan bangkit berdiri untuk meletakan hanboknya di gantungan yang terdapat di salah satu sudut ruangan.

“Kau tidak merasa panas di dalam sini? Padahal kufikir akan dingin seperti malam-malam sebelumnya” Tanyanya padaku

“Kau tidak lihat keringat di dahiku bercucuran?”

Aku baru menyadari sesuatu yang salah di tubuhku saat Shin Yeong menanyakannya. Dia membenarkan letak baju tipisnya sebelum memutuskan untuk berbaring di sampingku. Baju yang dia kenakan adalah dress panjang tanpa lengan yang hanya melilit ringan di tubuhnya. Dalam satu tarikan, baju itu sudah bisa dengan mudahnya dibuka dan membuat tubuhnya polos. Dan fikiran-fikiran kotor mulai menjalari otakku sekarang.

“Hei, Kim Shin Yeong…”

“Hmm…” Jawabnya dengan mata terpejam

“Kau tidak curiga dengan ramuan tadisional tadi?”

“Tidak. ini sudah ketiga kalinya aku meminum ramuan rasa racun itu. Dan kurasa baik-baik saja”

“Kau tau, apa khasiatnya?”

“Nenek bilang, aku harus meminumnya untuk membahagiakanmu”

Shin Yeong masih memejamkan matanya walaupun mulutnya aktif merepson. Aku tau, dia juga sama sekali tidak mengantuk tapi tetap mencoba untuk tidur.

“Astaga, sudah kuduga apa khasiat minuman itu. Dan sekarang aku mulai merasakan efek sampingnya”

“Memangnya kenapa? Ada yang salah?”

Shin Yeong mebuka mata dan memiringkan kepalanya menengok ke arahku. Aku yang memperhatikannya mulai mengarahkan pandanganku ke arah lain di tubuhnya yang tampak lebih menarik. Dia mengenakan baju yang sangat tipis, berbaring di sampingku tanpa selimut karena merasa kepanasan. Lekukan tubuhnya tercetak dengan jelas, dan aku bisa tau bagaimana tubuh seksinya itu memang sangat menggoda. Bagian atas bajunya terbuka dan memamerkan bahu dan juga lehernya yang sempurna. Ketika dia berbaring miring ke arahku, maka baju bagian atasnya sedikit turun, menampakan sesuatu yang seharusnya tidak aku lihat. Dan aku mengakui bahwa aku mulai merasakan sesuatu di dalam tubuhku. Aku yakin, seorang pria normal pasti akan meneguk ludah melihatnya.

“Jong Woon Oppa..”

“Hmm..”

Aku mencoba merspon panggilan Shin Yeong saat fikiran kotor semakin menguasaiku. Dan dengan polosnya dia menggeser tubuhnya kemudian merangsek ke tubuhku.

“Peluk aku”

Ya Tuhan. Apa yang harus kulakukan sekaraag? Keringat mulai membajiri tubuhku saat dia tanpa aba-aba melingkarkan tanganya di pinggangku kemudian menempelkan tubuhnya merapat dengan tubuhku.

Aish, bagaimana ini?

“Yeongi…ya… Hm… tunggu… ah… sebentar…”

Aku mulai gugup dan tidak bisa berbicara dengan lancar, saat dia mendongakan kepalanya tepat di hadapanku. Kuperhatikan bibirnya yang manis dan juga garis hidungnya yang tinggi. Bagaimana bisa aku menahan diri jika sudah dalam siatusi seperti ini? Bagaimana bisa aku menghentikannya jika mencoba untuk menyentuhnya sedikit saja, walaupun hanya sebuah kecupan untuk bibirnya.

Hei, Ayolah Kim Jong Woon-ssi. Kau tidak boleh membuatnya ketakutan. Sudah jelas, bahwa Kim Shin Yeong memang belum siap melakukan semuanya secara benar. Tidak lucu jika memaksa seorang gadis berusia 19 tahun untuk memuaskanmu.

Batinku bergejolak, menandakan konflik antara dua sisi pemikiran yang aku sendiri tidak tahu akan berakhir bagaimana. Ini sudah semakin menyiksa ketika tangannya bergerak naik turun di punggungku, dan sesekali bibirnya menyentuh lekukan leherku dan menghirup udara di sana.

Sebagai seorang pria normal. Semua respon tubuhku mulai menampakan keinginannya untuk memuaskan diri. Tapi ini tidak mungkin aku lakukan. Tidak sampai dia sendiri yang menyerahkan tubuhnya untukku. Tapi apa ini caranya? Ya Tuhan. Apa yang harus aku lakukan sekarang?

Jong Woon Oppa, perutku sakit”

“Eh?”

Aku mencoba untuk merespon setiap kata yang keluar dari mulutnya, walaupun sebenarnya aku sedang melawan diriku sendiri dan mencoba mengendalikan gerakan tubuhku yang mulai tidak terkontrol.

“Aku rasa, tadi aku kebanyakan makan. Niatnya, mau balas dendam karena seharian aku tidak makan. Tapi ternyata, ramen malah membuat perutku jadi sakit”

“Apa yang harus aku lakukan agar meringankan sakitnya?”

Aku menundukan kepalaku menatapnya saat Shin Yeong melepaskan pelukannya di tubuhku kemudian sedikit merenggangkan jarak diantara kami. Dia berbaring lurus dan menarik tanganku menuju perutnya.

“Usap di bagian sini. Rasanya sakit sekali”

Merasa tersentak saat tiba-tiba dia meletakan tanganku di atas perutnya dan memerintahkanku untuk mengusap perutnya yang terasa sakit. Argh. Sudah jelas aku sedang mati-matian menahan diri, dia malah sengaja ingin menyiksaku seperti ini.

Ya Tuhan. Ramuan apa sebenarnya yang aku minum. Kenapa suhu tubuhku tiba-tiba jadi panas seperti ini?

“Kau kepanasan? Keringatmu mengucur banyak sekali”

Shin Yeong menengok ke arahku dan mengulurkan tangannya untuk mengusap dahiku. Dia menggerakan telapak tangannya mengusap pelipis kemudian menuju leherku sampai ke dada. Benar-benar keterlaluan. Hanya sebuah gerakan telapak tangannya saja aku sudah kehilangan konsentrasi. Aku memejamkan mata merasakan bagaimana tangannya bergerak mengusap permukaan kulitku dan menyeka keringat yang semakin deras membanjiri tubuhku.

“Ah, aku tidak bisa menahannya lagi…”

Dengan nada frustasi, aku segera bangkit dari berbaring dan duduk sembari mengacak rambutku. Ini adalah saat paling sulit dimana aku harus menahan hasratku sendiri, ditambah stimulus dari ramuan sialan yang aku minum barusan. Tidak ada siksaan yang lebih berat daripada ini kurasa.

“Jong Woon Oppa…”

Shin Yeong yang melihatku tampak bingung, ikut bangkit dari tidurnya dan menyentuh bahuku dengan tangannya. Menggerakan jari-jarinya disana, memberi sedikit cengkaraman yang membuat aku merinding secara tiba-tiba.

Aku langsung berbalik menengok ke arahnya, dan tanpa persetujuannya. Aku mendorong tubuh Shin Yeong sampai dia berbaring dengan kedua tanganku yang menahan bahunya. Matanya mengerjap berkali-kali dengan mulut yang sedikit terbuka karena kaget. Tapi aku sama sekali tidak memperdulikan responnya terhadapku. Aku membungkukan badanku dan mengarahkan tatapan tepat di matanya yang sayu. Tertangkap olehku bagaimana dia gugup menghadapi aku yang seperti ini. Tapi aku sudah benar-benar tidak bisa mengontrol diriku sendiri untuk menghentikan semua ini.

“Aku tidak tau bagaimana harus menghentikan ini. Aku tidak bisa”

Suaraku lirih dan nyaris tak terdengar, tapi Shin Yeong bisa mengerti apa yang sedang kurasakan. Dia tersenyum dan terlihat sangat amat cantik di mataku. Aku melepaskan cengkraman tanganku di tangan kanannya kemudian menautkan jari-jari kami dalam sebuah genggaman erat, membuat dia merasakan basah tanganku karena keringat.

Aku melepaskan cengkraman tanganku di tangan kirinya kemudian menelusupkannya di balik bahu Shin Yeong yang terlentang di bawah kekuasaanku. Naik lebih atas dan tepat berada di tengkuknya saat ini. Dia kembali tersenyum. Sebuah senyuman yang mengisyaratkan bagaimana dirinya memang sudah tidak mampu menolak apa yang akan aku lakukan. Walaupun fikiranku masih berkecamuk antara iya atau tidak, tapi aku rasa bukan sebuah dosa jika aku melakukan hal ini padanya. Mendapatkan sesuatu yang sudah seharusnya memang menjadi milikku, merasakan bagaimana tubuh kami menyatu dalam sebuah percintaan yang dalam dan sangat bermakna.

Perlahan aku mendekatkan wajahku ke wajahnya, dan menahan berat tubuhku dengan sebelah lutut yang berada diantara kedua pahanya. Kami saling bertatapan dalam-dalam. Menyelami perasaan satu sama lain, yang sudah terbawa gairah dan merasakan sebuah hentakan dahsyat yang sama sekali tidak bisa dikendalikan lagi.

Aku bisa merasakan panasnya suasana kamar ini, ketika aku sedikit menurunkan tubuhku dan membunuh jarak diantara kami. Merasakan tubuhnya menempel sempurna dengan tubuhku walaupun aku masih sedikit menahannya agar dia tidak merasa sesak karena berat tubuhku. Kuarahkan pandanganku pada bibirnya yang terlihat memerah, deru nafasnya yang mulai tidak beraturan menambah perasaan lain pada diriku.

Perlahan tapi pasti, aku menjangkau bibirnya dan merasakan bagaimana permukaan lembut itu menyentuh bibirku. Sebuah ciuman yang seperti dipenuhi oleh zat adiktif karena sifatnya yang membuat ketergantungan, dan juga memabukan di saat bersamaan.

Kubuka sedikit mulutku dan melumat bibirnya yang juga sedikit terbuka, saling menyesapi satu sama lain dan akhirnya berubah menjadi ciuman dalam yang sangat panas. Aku merasakan sebelah tangannya yang bertautan denganku semakin melonggar. Menandakan bahwa tubuhnya sudah menjadi lemas hanya karena sebuah ciuman ini. Kutarik tanganku yang sebelumnya berada di bawah kepalanya, kemudian bergerak untuk menangkup pipinya, dan mengusap lehernya turun menuju bahu.

Shin Yeong sedikit menggeliat ketika aku semakin mendesak tubuhnya dengan tubuhku, memberikan isyarat padanya bahwa aku sudah dikuasi oleh hasrat yang meluap-luap. Tidak terkontrol dan terus menjadi semakin mendesak membutuhkan kepuasan.

Erangan dan desahan kecil, lolos dari tenggorokannya  di sela-sela ciumanku yang memenuhi mulutnya. Gerakan tubunya yang semakin menggila saat aku menggerakan tanganku mencari sensasi lain yang lebih menyenangkan. Merasakan lekukan tubuhnya berada di bawah kekuasaanku, dan dia hanya bisa pasrah menikmati semuanya.

“Hmmmp… hhh…”

Aku membuka mata saat tiba-tiba Shin Yeong mendorong tubuhku dengan sebelah tangannya. Spontan aku langsung bangkit dan menghentikan semua gerakanku. Kedua matanya terlihat sayu dan wajahnya benar-benar merah. Bibirnya basah dan dia segera menutup mulutnya dengan sebelah tangan saat aku menatapnya penuh kebingungan.

“Hoeek… kh…mpp…”

Tanpa apa-aba, Shin Yeong mendorong tubuhku hingga terjungkal ke belakang, kemudian dia berlari menuju pintu keluar. Menggesernya dengan terburu-buru dan berlari seperti terdesak.

“Ada apa dengannya?”

Aku sendirian dan masih terduduk dengan bingung. Kenapa tiba-tiba muntah? Apa karena ciuman tadi membuatnya mual? Astaga. Apa yang terjadi sebenarnya.

Dengan terburu-buru aku bangkit dari posisiku dan berlari keluar untuk menghampirinya. Kulihat Shin Yeong sedang terbungkuk di teras depan kamar kami. gadis itu sedang mencoba mengeluarkan isi perutnya yang membuat dia mual-mual.

“Gwenchanayo?”

Tidak tahu apa yang harus aku lakukan, dan hanya bisa menanyainya yang masih membukuk sembari menepuk-nepuk dadanya.

“Hoek…kh…hm…hk…”

Merasa kasihan. Aku ikut berjongkok di sampingnya dan mengusap punggunggnya perlahan. Mencoba meringankan rasa mualnya yang sepertinya sudah sangat parah. Shin Yeong sama sekali belum bisa berbicara dan menjawab pertanyaanku. Karena dia terlalu sibuk mengeluarkan semua makanan di dalam perutnya.

“Aduh, ada apa sebenarnya denganmu?”

Beberapa saat kemudian, Shin Yeong bangkit dan berdiri sembari memijat kepalanya sendiri. Wajahnya terlihat sangat merah karena hal yang dilakukannya barusan. Nafasnya juga masih tidak beraturan dan itu semakin membuatku panik karena dia tidak berbicara.

Aku merangkul bahunya dan berjalan kembali masuk ke dalam kamar. Menggeser pintu dan kembali menutupnya rapat-rapat.

“Minumlah”

Aku menyodorkan sebuah gelas besar berisi air putih yang tersedia di meja kecil itu. Membantunya untuk minum dan kembali meletakan ke tempat semula setelah Shin Yeong meminumnya beberapa teguk.

“Kau kenapa?” Tanyaku

“Aku tiba-tiba mual. Dan rasanya ingin sekali muntah. Maaf aku malah mengacaukan suasana jadinya”

“Apa karena ciumanku, kau jadi mau muntah?”

“Bukan, bukan karena itu” Shin Yeong mengibaskan kedua tangannya meyakinkanku bahwa bukan itu alasannya.

“Tiba-tiba perutku bergejolak sampai aku tidak bisa menahannya lagi. Akhirnya semua isi perutku keluar” Lanjutnya

“Apa mual sekali rasanya?” Tanyaku lagi

“Em, mual sekali sampai tidak bisa ditahan”

Shin Yeong mengangguk kemudian diam dengan mencengkram tanganku secara tiba-tiba. Dia terbelalak dengan mulut terbuka kemudian melanjutkan ucapannya barusan.

“Jangan-jangan, aku hamil”

“APA?”

Spontan aku menjerit keras saat dia dengan bodohnya menduga-duga hal yang sama sekali tidak mungkin menjadi alasannya. Ck, bagaimana bisa dia hamil kalau aku saja belum pernah berusaha untuk menghamilinya. Kecuali dia meminta bayi pada pria lain.

“Em, biasanya orang hamil akan merasa mual kan?”

“Pabo…”

Aku mendorong dahinya dengan telunjukku membuat kepalanya terdorong ke belakang dan Shin Yeong langsung menepis tanganku sembari merengut kesal.

“Kau tidak akan hamil. Karena aku tidak pernah melakukan sesuatu padamu. Memangnya kau bermain gila dengan pria lain?”

“Aish, kau. Sembarangan kalau berbicara”

“Makanya, jangan membuat dugaan bodoh”

“Ah, sepertinya aku tau apa alasannya”

Shin Yeong menjentikan jarinya seperti baru saja mendapatkan kembali ingatannya yang sangat buruk itu. Pelupa dan nyaris mencapai pikun tingkat akut.

“Aku tadi balas dendam dengan makanan. Dan aku makan sebanyak-banyaknya makanan yang bisa aku tampung dalam perutku. Itulah kenapa perutku sakit, kemudian tadi ketika kita… eng… berciuman, perutku tertekan oleh tubuhmu dan akhirnya semua merangsek keluar melalui tenggorokanku”

“Astaga. salah siapa makan membabi buta seperti orang kelaparan huh?”

Aku menggelengkan kepala meratapi kelakuan istriku yang benar-benar tidak sesuai dengan tingkat IQ yang dimilikinya. Otaknya itu memang tergolong sangat amat crdas, dengan angka tes yang hampir sempurna. Tapi ada kerusakan yang entah berada di sebelah mana, yang membuat dia malah menjadi sangat bodoh dalam situasi tertentu.

“Aku kan tidak makan seharian. Jadinya aku kelaparan”

“Aish, sudahlah. Kau malah merusak suasana jadinya”

“Maafkan aku”

Shin Yeong menangkupkan kedua tangannya dan menatapku dengan mata kucingnya yang memelas. Sedangkan aku hanya bisa menggaruk kepalaku dan menatapnya dengan datar.

Kami berdua diam selama beberapa saat sebelum akhirnya Shin Yeong mendekat ke arahku dan tanpak sedikit ragu dengan apa yang akan dia katakan. Sesekali dia menggaruk kepalanya, dan mengigit bibir mencoba menimbang sesuatu. Sampai akhirnya dia berdehan dan dengan polosnya berkata.

“Yang tadi… mau dilanjutkan?”

Tawaku hampir meledak mendengar pertanyaan super polosnya yang sangat lucu. Gadis ini memang selalu membuatku menjadi penuh tawa dengan segala sikap dan juga tingkahnya yang berbeda-beda. Kadang galak, kadang bodoh, dan kadang serius. Dasar aneh.

“Aku lupa tadi sampai mana” Ujarku dengan nada tak acuh

“Ah, yasudah kalau begitu kita tidur saja”

Balas Shin Yeong cepat, kemudian segera mengeser tubuhnya dan berbaring di balik selimut. Dia memejamkan mata dan aku tau bahwa itu hanya pura-pura.

“Hei, kau mau aku melanjutkannya? Lalu kenapa kau malah tidur?”

“Kau bilang, kau lupa tadi sampai mana”

Jawabnya dengan mata terpejam. Kedua tangannya lurus di samping kiri dan kanan, mengacuhkanku begitu saja.

“Sebenarnya aku sudah kelihalangan selera. Kau tadi muntah. Kalau mau, pergi gosok gigi dulu sana”

Spontan Shin Yeong langsung bangkit dari tidurnya dan melotot menatapku galak. Aku hanya bisa menahan tawa saat dia mengerucutkan bibirnya kemudian menunjuk wajahku dengan telunjuknya.

“Kau…” Ujarnya penuh emosi

“Aku… juga tidak mau melakukannya… dengar? Tidak untuk malam ini… Dasar kau…”

Shin Yeong memicingkan matanya dan memasang tampang sangar saat berkata dengan nada penuh penekanan. Aku tau responnya pasti akan seperti ini. Dan dia malah terlihat sangat lucu. Baguslah, setidaknya aku sudah bisa kembali tenang dan pertahananku bisa kembali kujaga. Lagipula, aku juga tidak tega jika harus melakukannya dalam keadaan Shin Yeong yang sedang kurang baik. Tidak lucu jika kami berada di tengah suasana puncak, tiba-tiba dia muntah lagi. Menjijikan.

“Sudahlah, kau tidur saja. Besok kita kembali ke Seoul. Kau lupa kalau kau sudah tidak masuk kuliah selama 2 hari?”

Aku mendekat ke arahnya dan segera mengambil posisi tidur di samping Shin Yeong. Dia yang mendengarku membicarakan masalah kuliahnya langsung terlihat kehilangan semangatnya untuk berdebat denganku.

“Ah… sebenarnya aku malas kembali ke Seoul. Rasanya sangat menyenangkan berkumpul dengan keluargaku di sini” Ujarnya dengan suara lemah.

Aku melirik Shin Yeong dan dengan kedua tanganku mendorong bahunya agar kembali berbaring.

“Kau tidak boleh seperti itu. Kau kan paling senang belajar dan juga bekerja. jadi jangan mengeluh. Oke? Lagipula, disana kau juga kan punya ayah dan ibu. Orang tuaku adalah orang tuamu”

Shin Yeong tersenyum saat aku mencoba unutk menghiburnya. Dia menatap mataku saat aku dengan penuh minat memperhatikan wajahnya yang sedang berbaring.

“Hei, Kim Jong Woon”

“Apa?”

Dia balas memperhatikan wajahku tanpa berkedip, kemudian sebelah tangannya terangkat untuk kemudian menyentuh permukaan wajahku. Menggerakan jari telunjuknya di garis hidungku, kemudian turun ke bibir dan mengusap pipiku dengan lembut. Mendapat perlakuan seperti itu, aku hanya bisa diam dan balas menatap matanya.

“Kenapa kau jadi semakin tampan? Berapa kali kau melakukan oprasi plastik”

“MWORAGO?”

Astaga. Ingin rasanya aku mencekik gadis yang sedang terbaring di bawahku ini. Dia benar-benar seorang gadis yang berbeda dari yang lainnya. Dasar gadis labil, fluktuatif, tidak konsisten. Semua pada dirinya itu memang tidak bisa ditebak.

“Hahahaha… jangan marah. Aku hanya bercanda”

Shin Yeong tertawa dan menangkupkan kedua tangannya di pipiku. Sementara aku masih sangat betah memandanginya dalam posisi seperti ini, membungkuk di atasnya yang tengah berbaring.

“Dasar kau, yasudah cepat tidur. Ini sudah sangat malam”

Aku menggeser posisiku dan segera berbaring d sampingnya. Menarik selimut sampai batas dada dan juga memakaikan selimut itu pada Shin Yeong. Meskipun bagian tubuh atasnya masih bisa jelas terlihat, tapi setidaknya aku bisa mengontrol diriku sendiri uutuk tidak kembali menyerangnya.

“Mau dipeluk atau memeluk?” Tanyaku

Aku mengengok ke arah Shin Yeong dan dia dengan antusias juga menengok ke arahku, kemudian tersenyum dan menjawab pertanyaanku.

“Mau dipeluk” Ujarnya riang

“Sini”

Aku menarik bahunya dan dia sedikit menurunkan posisi tubuhnya agar aku bisa leluasa memeluknya dengan nyaman. Shin Yeong melingkarkan tangannya di pinggangku dan sedikit bergerak untuk membuat posisi kami tepat.

Aku mengusap rambutnya yang lembut, kemudian mengecup puncak kepalanya penuh sayang. Entah kenapa, rasanya memang sama sekali tidak mengantuk.

“Yeongi-ya…”

“Hmm…”

“Aku tidak ngantuk”

“Aku juga sama”

“kalau begitu jangan tidur dan dengarkan aku. Bagaimana?”

Aku menundukan kepalaku dan melonggarkan rangkulanku di bahu Shin Yeong. Dia mendongak kemudian memundurkan tubuhnya dan kami saling berhadapan satu sama lain.

“Kalau begitu, kita mengobrol saja sampai mengantuk” Usulnya

“Hmm, Oke. Aku yang akan memulai untuk menanyaimu” Ujarku pertama

“Apa?” Responnya

“Kenapa kau ingin pergi ke Kanada?”

Mata Shin Yeong langsung berbinar ketika aku menyebutkan nama negara yang juga kujadikan sebagai negara favorit yang ingin sekali aku kunjungi.

“Alasannya?”

“Ya. Berikan aku jawaban sebanyak Mungkin” Tambahku

Shin Yeong menarik nafas. Terdiam selama beberapa saat sebelum akhirnya berbicara

“Kanada adalah negeri bersimbol daun mapple merah yang juga termasuk salah satu negeri dengan kondisi udara terbersih di dunia. Keindahan alam disana juga sangat menakjubkan. Dan kau tahu? Sangat jarang sekali di dunia ini kita bisa menjejakkan kaki di sebuah negara yang memiliki 6 zona waktu yang sekaligus berbatasan langsung dengan 3 samudera besar yang ada di dunia. Jelas itu akan menjadi sebuah pengalaman unik yang mungkin jarang bisa dinikmati oleh kebanyakan orang. Aku suka Kanada. Impianku sejak lama”

Aku memperhatiakn setiap kata yang keluar dari mulut Shin Yeong. Dia terlihat sangat bahagia menceritakan apa yang dia sukai dari negara tersebut. Aku bisa memprediksi bagaimana antusiasnya dia saat aku mengatakan hal yang sudah aku persiapkan beberapa hari yang lalu.

“Kau tau kan aku juga suka Kanada. salah satu negara yang paling ingin aku datangi” Ujarku

“Kau juga? memangnya pernah mengatakan padaku?”

“Sudahlah. Aku memang salah menanyakan hal itu lagi. Padahal sudah jelas-jelas kau ini pikun”
“Aish, jangan bilang aku pikun. Aku ini cuma pelupa”

“Itu sama saja, sayaaaaang…”

Dengan gemas, aku menjepit ujung hidungnya dengan jariku, dan Shin Yeong tertawa.

“Apa pendapatmu tentang Kanada?” Dia bals bertanya padaku

“Aku?”

“Emm… berikan jawaban yang bagus”

“Kau tau ada 3 teori mengenai terbentuknya daratan?”

“Em, aku tau… geografiku sangat baik. Jadi jangan meremehkanku” Jawabnya dengan penuh percaya diri

“Tiga teori terbentuknya daratan. Pergerakan benua, pergeseran lantai samudra, dan terakhir yang menjadi penyempurna adalah tektonik lempeng. Sebelumnya di bumi ini terdapat satu daratan besar bernama Pangea, kemudian terbagi dua menjadi Godwana dan juga Laurasia. dan Amerika utara sudah terpisah sejak masa itu. Berarti Kanada masuk di dalamnya.Tidak terbayangkan bagaimana menakjubkannya fenomena alam yang ada di sana. Aku ingin menjadi orang yang menikmati keindahan alam yang pastinya akan sangat menarik”

Shin Yeong tertegun. Dia tampak terpesona dengan penjelasan yang baru saja aku sampaikan. Senyuman kembali terlihat saat dia membalas ucapanku.

“Aku ingin mencoba Rocky mountain rail”

Aku melirik Shin Yeong yang semakin antusias menyampaikan keinginanya padaku

“Kau tau kan?” Tanyanya memastikan

Aku mengangguk kemudian kembali menjawab.

“Rocky mountain rail adalah sebuah pengalaman unik yang ditawarkan oleh VIA rail. Layanan kereta api akan membawa penumpang dari Toronto Jasper dan juga mencakup Winnipeg dan Saskatoon. Kita juga dapat menikmati layanan dari Vancouver ke Calgary dan Banff. jika kita berlibur ke Kanada maka kita bisa membuat daftar kegiatan yang akan dilakukan selama berada di Kanada. Sisi yang ditawarkan di jalur kereta api wisata tersebut merupakan cara yang baik untuk melihat Kanada. Beberapa tempat wisata terkenal bisa kita kunjungi seperti Banff dan Kota Yoho National Park, Fairmont Chateau Lake Louise, Calgary Tower Observation Deck dan Vancouver di Harbor Centre. Kesempatan lain yang langka adalah kita dapat juga mengikuti Wine Tour di Okanagan”

“Whoa, daebak. Kau hebat sekali”

Shin Yeong bertepuk tangan tepat di hadapan wajahku. Dia tampaknya sangat senang dengan obrolan yang kami lakukan, sampai-sampai aku sama sekali tidak melihatnya merasa ngantuk.

“Kau tau padang rumput diantara pegunungan Rocky?”

Kali ini aku yang mengajukan pertanyaan pada Shin Yeong dan berharap dia bisa menjelaskannya juga.

“Padang rumput merupakan bidang tanah yang terletak antara Pegunungan Rocky di barat dan wilayah Danau Besar di Kanada tengah. Daerah itu adalah salah satu hutan terakhir di dunia masih mempertahankan keanekaragaman hayati dan segala macam kemurnian alamnya. Kecantikannya menjadikan tempat itu benar-benar membuat siapapun yang melihatnya gembira. Ladang gandum emas yang membentang tanpa henti di bawah langit biru dengan suara angin akan menciptakan suasana yang indah dan gairah tak terlupakan. Aku mau pergi kesana juga”

Aku tidak bisa berhenti tersenyum saat dia kembali fasih menjelaskan ini dan itu. Aku yakin, pasti akan menyenangkan ketika kita berdua bisa pergi ke sana bersama-sama. Menikmati tempat-tempat indah yang hanya bisa kita bicarakan.

“Kau mau pergi ke Kanada?”

Pertanyaanku membuat Shin Yeong mengangguk penuh semangat. Dia menganggukan kepalanya berkali-kali dan menujukan cengiran lebarnya yang lucu. Aku mengangkat tanganku untuk mebelai rambutnya, dan megusap pipinya dengan lembut.

“Kalau begitu. Ayo kita pergi ke sana. Rangkaian Honney Moon, Kanada Prancis. Tunggu waktu yang tepat untuk melakukannya”

“BENARKAH?”

Spontan Shin Yeong terbelalak kaget, dia hampir melompat dari posisinya jika aku tidak langsung menarik bahunya kembali dalam pelukanku. Dia mengeliat dan mendongakan kepalanya menatapku dengan senyuman.
“Benar. Tentu saja aku serius” Ujarku sembari mengangguk

“Terimakasih banyak”

“Hmm…”

Aku hanya bergumam dan kembali menarik bahunya agar dia diam di pelukanku. Shin Yeong mendesak tubuhnya lebih rapat kemudian mengeratkan pelukannya di tubuhku. Beberapa kali dia bergumam tapi aku tidak bisa mendengarnya dengan jelas. Yang terasa hanya udara hangat dari mulutnya yang menyentuh permukaan kulit leherku.

Baiklah. Semuanya memang sangat amat menyenangkan. Tidak ada yang tidak menarik dalam hidupku jika kau selalu mengambil  bagian dalam setiap hal yang aku lakukan. Aku akan berusaha untuk membahagaikanmu, dan menunjukan padamu betapa indahnya dunia. Tempat dimana kita dipertemukan, kemudian ditakdirkan untuk bersama dalam sebuah ikatakan pernikahan. Disempurnakan oleh cinta yang tidak pernah berhenti dirasakan olehku, dan olehmu.

***END***

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA….

*histeris*

Tralalala Trilili…. ehm, aku gatau ini pembukaannya pake apa… *mikir*

*jentikin jari* Aha… kenapa ga pake salam aja ya *ngangguk sendiri*

Assalamualaikum *belaga alim*

Anyeonghaseo yeoroubeun. Aku gadis cantik milik 9 pria tampan kembali hadir di hadapan kalian semua dengan membawa tulisan laknat bin najong yang makin ga karuan *nyadar diri*

Aku tidak bisa berkomentar banyak mengenai tulisan ini karena aku benar-benar PUAS. Ini menambah daftar tulisan panjang aku yang aku kerjakan dengan tanganku sendiri. Meskipun lepi ngadat mulu. Udah diinstal ulang eh Ms.Word-nya eror dan gabisa dipake. Alhasil aku ngetik pake Wordpad yang engga ketauan halamannya, makanya aku keenakan nulis karena ga tau udah ampe halaman berapa *napa jadi curhat gini ya?*

Panjang FF kali ini menggeser posisi JongShin Shide : Royal Wedding (Modern Version) yang sebelumnya sudah aku rampungkan dengan penuh rasa tanggung jawab. Dan ini lebih panjang dikit, tapi tetep aja aku bangga karena aku bisa menulis sebanyak ini, walopun isinya ga jelas. hehe *nyengir cantik*

Mungkin menurutku ini masuk kategori NC karena diselipkan adegan aneh yang aku sendiri memang sedikit sulit untuk membayangkan *keramas* Tadinya mau dibikin NC sekalian terus aku ganti passwordnya lagi, karena tiap FF itu beda password. Berusaha melenyapkan fikiran kotor itu, Alhasil aku malah kepikiran Yesung yang makin tampan dari hari ke hari. Tapi sayang, di taun 2012 ini dia jadi pengangguran. *yesung : maksudlo?*

Yang lain sibuk sama aktivitasnya masing-masing, dan si abang ganteng malah sibuk jagain warung. Jadi tukang kopi pula. Astaga bang *jambak Yesung*

|aku :bang, mau kopi dong|yesung:kopi apa neng?|aku:kopinangkau dengan bismillah|#eyyaaaaaa *tos ama sule*|tabokin|

SELAMAT UNTUK SUPER JUNIOR YANG MEMENANGKAN DAESANG *lagi*

KALIAN EMANG SUPER. HEBAT. DAN DAHSYAT. GAK NYESEL AKU JADI ELF. POKONYA SELAMAT YA, OPPADEUL. *kecup jidatnya satu-satu*

Setelah sebelumnya heboh sama WGM, dan sempet galau juga *lirik si artis cina*

Tapi aku bisa mengendalikan diri dan ga sampe mewek mewek kaya pas pertama salah satu anggota Super Junior mau ikut WGM. Dan akhirnya diketahui bahwa salah satu member itu adalah Leeteuk oppa. Aku suka pokonya aku suka banget dah sama WGM. Dari pertama jenis WGM yang aku perhatikan emang begitu. Wlaupun aku baru nonton WGM pas JokwonGain, YongSeo, KhunToria, dan WoJung Couple. Makanya aga khawatir kalo si abang ganteng terlalu nempel sama cewenya. Tapi  ternyata, makin nempel aku malah makin puas. Hahahaha *ngakak gaje*

Gatau projek selanjutnya mau nulis apa, soalnya lepi aku masih eror. Gimana ntar aja deh mau nulis apa. Selama aku masih pengen nulis ya aku nulis, kalo aku uda cape nulis ya aku berenti nulis. *ga konsisten*

Aku menyelesaikan FF ini dengan penuh perjuangan, jadi aku mohon hargai apa yang sudah aku tulis. Setidaknya aku bisa nyengir-nyengir baca komen kalian. Itu benar-benar membuat aku merasa sangat senang *masang aegyo*

Seneng karena nilai-nilai yang baru pada turun ternyata semuanya baik-baik. Gak sia-sia aku tiap malem begadang |Teuk: ngapain?|aku: nulis FF *nyengir*| Berharap semoga IP melonjak naik, dan mencapai pencapaian tertinggi selama jadi mahasiswa. Udah nagih sratus rebu soalnya sama si mommy. Hahaha *anakgataudiri*

Ah, aku kere nih kalo liburan. Readers Sujuyongwonhie kan udah banyak nih… engh… bisa kali ya, pada sumbangan “Koin Untuk Jajan Selly” Seorang 5rebu cukup lah buat modal uang jajan aku liburan sampe satu maret. Ayo siapa yang mau pegang kardusnya? Diatur aja ya panitianya, pokonya ditempatkan di perempatan jalan yang rame |apa ini?|gajelas|tabokin|lucuti bajunya|lempar ke dorm Super Junior|Seneng *berbinar*|

Aku akan sibuk. Pokonya sibuk selama beberapa hari kedepan. Banyak tugas yang harus aku kerjakan. Termasuk, mengurus buah hati Kyuhyun dan juga bayi yang ada di perut Yesung *nahlo*

|mulai stres|biarin|joget-joget|

Yasudahlah, ga mau banyak omong. Walaupun aku baru dikit nulis note di bawah ini, tapi sepertinya harus segera aku hentikan sebelum aku dikerangkeng lagi. Aku kan anaknya cool, pendiem, dan alim. Kaya Eunseo unni *colek ketek Hae*

Baiklah. dadaaaaaah

Selamat liburaaaaaaaan *saya lagi libur*

Muuuuuah (kecup sayang dari Selly yeoja tercantik)

Advertisements

243 comments on “JongShin Side : Royal Wedding (Traditional Version)

    • unniee~ kok komenku gak ada -_- perasaan kemaren aku udah komen lho 😥 komen lagi ya 🙂 unnieee….. aku suka cover majalahnya bang yesungnya ganteng dan shin yeong-nya cantik banget btw unnie udah pernah nikah ya? kok bisa tahu dan detail banget.__. itu shin yeong polos banget ya? *kayak aku* ngekek waktu baca. lama-lama JongShin semakin romantis ya ^^ enggak kayak dulu setiap hari bawaanya mau berantem mulu
      -__-” Untuk WGM kasihan Hyuk dapetnya noona-noona dan aku paling suka sama Hae-EunSoo dan yg lainnya tidak begitu apalagi pasangannya umin ketemu udah main cium pipi orang -,- buat envy aja
      unnie aku mau jadi ketua untuk sumbangan koin jajan selly nanti kerdusnya aku kasih disekolahku deh.. pasti dapet banyak dan kalo udah nanti kit bagi dua ya eon 😉 gimana? hahaha

      udah ah komennya bingung mau ngomong apalagi ^^
      JungAh-nya ditunggu ya unnie dan buat JongShin apakah part selanjutnya honeymoon ke kanada? kalau iya NCnya buang ya biar aku bisa baca dan selain itu aku gak sukan NC 😀

      • lah gatau, emang blog ini suka aga sarap, kaya kamu *eh*

        itu editan padahal, aku hebat banget ya bikin foto kaya gitu. emang bener-bener cerdas *tabokin*

        YAK!!! aku masih kecil, masa uda mau nikah aja!!!

        kamu lucu ih *colek pipi dila*

        eh? apa? ga salah denger? gamau NC?
        okelah, kalo gitu. sebenarnya aku juga masih sangat polos dan tidak mengerti apapun *nyengir*

      • Yah selly…kirain ada nc nya, kekeke
        Aku bisa bayangin tuh rasa minuman tradisional, kalo disini kayak jamu kali ye?yang pait nya mencekik tenggorokan, wkwkwk
        Astaga bange yesung sengsara banget sih. Sama kayak disodorin soto yang diliat aja udah keliatan enak,tp itu soto gak boleh dimakan, #apadeh

        Aku nungguin jung-ah selly…

      • jaelah, tega bener. masa yeongi disamain sama soto coba un.

        tau ah, si yeye. udah disodorin masih so so nahan. pedahal uda ga tahan *eh*

  1. YAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    AKUUU TETEP YANG PERTAMA>O<
    *nangis sak dapet firts*
    ke empat kan???
    tinggal jejak dulu……….

  2. coment dulu… sebelum baca
    kyaa waktu liat stat fb eonni aku langsung meluncur ke sini..
    ahh kangen ama jongshin couple.
    ahh dilihat sekilas ceritanya tambah seru. eoni makin daebak!
    kenapa harus ada END nya eoni. terusin jongshin couple jangan ada END
    #ditabok

  3. Hmm..dr kmrn2 dtungguin niat’y mo jd yg prtama,tp telat lg,telat lg TT_TT..tp gpp deh yg pntng jongshin side yg dh dnanti2 dtg,,Comment’y nanti y klo dh kelar bca’y..

  4. Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
    mao komen pertamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!
    *jambakjilbab*

  5. Asik-asik!! JongShin couple aaaaaaaaa~ *o* kangen~

    Seperti biasa, FF buatan eonni keren dan kocak ._. Entah brp kali ngakak gaje drtd XD Untung sendirian, klo gak nnti disangka org gila. Kan sayang gadis secantik aku dibilang gila xD muahaha.

    Eon, aku nungguin Jung-Ah couple. Penasaran sama konflik mereka yg berkepanjangan -_-

    YAK EONNI!! FIGHTING! *loncat2 girang*

    • hahaha. gadis cantik tapinya gila. turun pamor lah. kesian kamu *elus*

      nanti ya, jung-ah masi setengahnya, belum kelar juga. aku malah mikirin hyuk mulu nih jadinya.

  6. ummaaaa..
    aku kecewaa 😦
    cuma bisa nyampe 10 besar , di final gagal *haaah#peluk teuki ,

    oh ooke , lanjut ke cerita..
    kenapa gini ???
    aku gemeter sendiri jadinya pas baca yg bagian ciumannya , astaga ..
    otakku jadi terkontaminasi , wkwk :p
    tapi tetep bagus kok 😀
    aku selalu suka note yang umma buat , seneng deh .
    bisa buat ketawa .
    tungguin wp aku ya *maksa
    hemh , yaudah deh . segini aja..
    sebenernya msih kangen sih cuap cuap dsini , tp apa daya..
    kyuhyun sudah manggil aku dari tadi , -,-
    oke , ummaa..
    selamat berlbur sama yesung #garela
    dadaaaah,, inget oleh oleh .
    #bungkuk bareng donghae

    • Eonni! Aku bela belain tidur malem buat baca epep yg satu ini~ seru seru.. Epep mana si yg ga seru yg bikinan eonni~ *wink*
      eh tadi aku baca ada adegan gitunya. Sempet kaget juga sih. Sampe merem melek bacanya. .. Tapi akhirnya muntah-_- hahah.. Lanjutin eon. Ngantuk nih.. Udah ngga bisa berkata kata lagi u.u tapi aku setuju kalau yesung oppa itu emang GANTENG. Wkwk. Ini deh aku kasih sumbangan buat eonni 100 cukup kan? Irit irit ya… Gimana sih katanya ga bisa berkata kata tapi ko malah ngomong mulu~°~ yaudah deh. Salam terhangat dari ade kandungnya yesung yg paling cantik :p wassalam.

      • astaga, ampe merem melek? itukan cuma kising doang?
        tau gitu aku protect aja dah.

        100 dapet apa?
        ih, anak kecil aja ogah dikasi cepe. masa aku dikasi cepean. kaga mau!!!

      • maksudnya merem melek kan udah malem gitu.. kan ngantuk un -__-v. yaa, buat jajan un, lumayan kaan dapet baso stengah porsi 😀 kan ada lagunya juga “satu mangkok saja dua ratus perak” wkwk ._.”v

  7. Yahhh..dia muntah…
    Ahhh padahal lg seru tuh tadi
    *nyengir..
    Neng selly..ga sia sia abang baca gontaganti posisi, dari duduk tiduran,tengkurep, guling guling, sampe tiduran diatas absnya siwon.. Abang puas bacanya
    HAHAHA..
    udah ah.. Abang ga mau banyak banyak komen, soalnya waja cantikmu mengalihkan duniaku..
    *uweeeeekkkk.. Muntah segalon

  8. Yaaaaaaa tuhannnnnn *mendesah*

    unnie setress, aneh, gila bin ajaib mirip kek jongwoon *colek ketek yesung* kasian sekali 9 namja itu harus terus menghadapi tingkah mu yg absurd. *minta dicekek* wkwkwk ya ya ya tapi untung cuma 9, karena yg satunya hanya milikku . Just belong to me. Tuhan ajaa engga milikin dia *umpetin heechul dilemari* hahahahaha pidato macam apa itu?? Saya sarankan lebih baik unnie ngemis depan dorm namja2 ganteng itu.. Di jamin sekali ngemis unnie bisa langsung ganti laptop unnie yg minta dibuang itu *beneran dicekek unnie* wkwkwkwkwk sumpah unnie saya excited bgt tiap liat teuk sora. Hoaah pengen benaran jadi pasangan nyata… Kalo Unnie masi galau mikirin artis china. Saya galau gegara engga bisa2 bikin weibo. Oh tuhann baru berapa hari dia punya weibo dia malah lebih aktif disana *lirik heechul*
    aku yg jadi istrinya merasa terabaikan *dikubur petals* hahahaha *nahlo jadi curcol*

    dari semuanya aku paling dialog jongwoon mau dipeluk atau memeluk? Ahhhhhh *histeris* aku juga mauu tapi tapi, maunya ama kim heechul sayangggg hahahah… Unnie emang kawinannya org korea serumit itukah? Wooah itu ramuan tradisionalnya dikasih campuran apa sampe2 bisa seperti itu? Padahal aku ngarepnya lebih? *ketauan yadong* wkwkwkwk ternyata jongwoon benaran jadi ngikutin program kb babe nya. Anak pintar! Hahahaha

    chukkae yaa unn, yg nilainya terus naikk. Cieee jangan lupa traktirannya, engga muluk muluk deh di konna beans ajaa *mulai ikutan stress*

    udah deh komen gaje saya segitu ajaa, semoga unnie ku tercintaa merasa puas (?) next ff aku tunggu.. HaeRi kah? Atau JongShin honey moon? Huaah tp engga sanggup kalo JungAh. Tapi terserah unnie deh mau yg mana dulu. Wkwkwkwk

    salam sayang dari:

    ISTRI KIM HEECHUL TERCINTA!!

    • eh SARAP.
      sumpah nih komen isinya apaan coba?
      ckckck *berendem*

      aku lupa tadi baca apa aja ya diatas, abisnya kamu rusuh banget sih.

      okeh, aku jawab yang aku inget aja. tapi kemampuan mengingatku sangat buruk jadi aku gatau mau jawab apa.

      hei reza sayang. dengar ya. 9 pria tampan yang aku maksud adalah super junior minus shindong. kamu kan tau kalo dong dong oppa udah punya nari unnie, jadi aku tidak akan mendekatinya. gak baik kan ngerusak rumah tangga orang? betul tidak? *gaya aa gim*

      eh, apa lagi ya?
      ummmmmmmmmmmmmmm *mikir lama*

      ah weibo ya?
      lah, kamu mau bikin weibo kaya bagimana. orang isinya aja tulisan cina semua coba. ck dasar.
      si chulie tuh enak banget wamil masa kaya ga wamil. dia tetep nge-dije sekarang. astaga, enak banget sih tuh bocah satu

      • Ihhh sesuatu bgt deh yaa komen nya dibls wkwkwkwk uda bener lagi unn laptopnya?
        Huah pasti itu berkat sarannya yg suruh ngemis di dpn dorm suju.. Hahaha
        iya iya saya tau komen saya emang engga penting *manyun*

        eh yaa engga bisa heechul engga termasuk eon!! Kalo unnie engga mau ngerusak hubungan shindong ama nari. Unnie juga engga boleh ngerusak hubungan saya ma heechul. Paham? Wkwkwkwk *digaplok*

        yey aku sekarang udah punya weibo :p
        iya saya juga engga ngerti ama wamilnya heechul. Dia masi bisa eksis ditwitter, weibo. Masi bisa kencan, trus sekarang nonton Fame nya unyuk. (-__-“)

      • lepi aku masi eror. ini balesin komen juga dari hape. kadang dari PC. makanya ga tentu.

        weibo?
        emang apa gunanya coba.

        eh si, chulie kan digolongkan sebagi pria nomor 4 sama negara. ya wamilnya cuma begitu doang

  9. Yesung ngatain jongjin aneh? Itu orang ga sadar sama diri sendiri ya? Hahahahaha

    itu pertanyaannya jonjin frontal banget. Ibunya juga ga jauh beda. Lucu kali punya mertua kayak gitu.

    Hahahahhaha waktu wedding nya yongie konyol banget sumpah. Polos banget.
    Pokoknya semangat ya lanjut berkarya.
    Selamat berlibur.

  10. denger dering ada email baru msk udh dag dig dug gaje, moga aja ada new post dan ternyata jeng jeng jeng jong-shin muncul, lgsg baca aja pdhl niat mw mandi ya udh mandinya ditunda dulu walopun kaga pede ntar kecium bau asem sm abang ecung
    selama proses pembacaan jantung dan perut terasa ser seran, kamu pake ramuan apa di ff ini sel?
    Ada yg bikn ketawa gaje pas baca aktivitas malam dan kelelawar..ahaha lucu amet itu shin yeong
    oh ya aku jg suka bgt tuh sm haeppa n eun so unnie di WGM,.
    Ya sdh deh tulisanmu always keren sel, ditunggu kapel yg lainnya mw jongshin jungah haeri apa aja boleh..
    Dadahh *lambai2 brg donghae

    • ckckckc unni, dirimu ini nulis buku diare ya? eh salah, diary maksudnya!
      napa itu bahasa rapih bener. astaga.

      aku juga suka donghae-eunseo. semoga mereka cepet kawin deh. amin

  11. WHAHAHA
    SELLYYYY aku kangen JongShin
    aku kirain kmu lupa sma jongshin
    wkwkwkw
    akhirnya yeee
    itu coba gk pke muntah waaah udah bablas sudah#tabok
    kyaa itu bego bgt si shinyeong
    itu pas crtain kanada suer bgt aku gk ngrti
    semua geografi
    jdi ingat pas sma dimarahin guru geo melulu
    WKAKAKAKA

    wkakakak next project jongshin lg aja#minta dbunuh
    eh klo jongshin next side liburan ke kanada gk ya?
    huah liat jongwoon sma shinyeong pelukan berasa gmn gt
    kayanya hidup lengkap amat ye
    eh sel udh liburan kan ya?nilai udh keluar?

    eh btw maslah WGM aku prtamanya sbel bgt
    tp pas blind date kyu kan cewenya yg main di dream high 2 kan ya’itu cewe polos amat mukanya
    jdi gemes LOL

    ah sudahlah
    semangat ya sell
    maaf bgt ane gk bsa nyumbang koin peduli selly
    brhubung aku jg butuh koin peduli bini jinki
    wkakakakakakak

    • iih ciye seneng kamu…

      next, gatau mau kemana dulu. bisa jadi kanada, bisa jadi kanadanya nanti sekitar maret. kan nunggu musim semi akunya.

      nilai aku masi 3 lagi. alhamdulillah ya. semuanya lumayan. semoga yang lannya juga bagus.

      ih, ikutan aja deh. aku lagi kere beneran nih. gak kuliah ga dapet uang jajan banyak. masa sehari 15 rebu coba. ck, kasian aku *curhat*

  12. Hai..
    Kenapa pas udah dibaca ini ko pendek ya??
    Jujur aku mah..
    Tuh kan bener harusnya 100page..*tebarmawar*

    unnie, sekali lagi aku peringatkan yaa..kalo mau pake pic aku ya izin dulu dong ah.

    Eh aku mau tanya. Apa hubungannya burung hantu sama aktivitas suami istri??

    Nah, terbukti kan ! Biang yadong itu kamu lon. Kamu !
    Astaga, bikin cerita kaya gini pasti otak kamu ngalor ngidul ngebayanginnya..hahahahaha

    jongjin oppa, aku suka banget pertanyaan kamu sayang.. Ayo kita lestarikan budaya bertanya rahasia kamar jongshin !
    *peluksandeul*

    eh eh eh, itu secretadmir yongie siapa deh lon? Dongo?

    Ah onnie, ini belom hot ! Kenapa mesti muntah segala sih itu yongienya ??
    Coba itu si yongienya ngambek aja ! Biar oppa ga usah dikasih jatah peluk cium !

    Tunggu tunggu, selly-ssi kamu nenek buyutnya yongie yah? Hahahahaha…

    Eomonim eomonim.. Kawinin aku sama jongjin juga dong nim.. *toel2 calon mertua*

    ini adat ga jauh beda ya sama adat kita, pake seserahan bgitu..
    Hmm, jadi pengen dilamar sandeul.

    Eh unnie, jujur deh..tadi suami aku imut bangggeetttttt…
    *tarik sandeul ke ranjang*

    eh aku 14feb nanti udah rajin ujian nasional dong..asik, pengen cepet kerja & dapetin cucu bos aku..hahahahaha

    dadaaaaaahhhh..
    Puas aku sama karya kamu lon !

    • eh kamu reizha jelek.

      STRES!!!!

      apa sih ini komen isinya?
      rusuh banget kamu sayaaaaaaaaang!!!!!!!!!!!!!!!!!

      ehm, apa ya. aku aja lupa tadi baca apaan aja. hum, apa yang aku inget ntar *mikir keras*

      ah iya.
      muntah?
      kenapa muntah. karena kalo ga muntah nih FF bakal jadi NC, sedangkan aku gabisa nulis NC. itu adalah alasannya.

      trus apa lagi ya?
      aku males naek ke atas buat baca lagi, ntar malah ngakak.
      oh ya, sandal. kamu kayanya udah cinta mati tuh sama sandal ganteng. emang sih dia ganteng, mirip lee joon menurutku tuh dianya.

      trus.
      ah iya.
      dongo?
      secret admire si yeongi bukan cuma dongo. dia punya banyak. kan samaan kaya aku.

      dan kalimat paling terakhir aku suka banget.
      kamu mengakui bahwa karya aku luar biasa *lempar uang sekoper*

  13. oke pertama aku jawab
    Waalaikumsalam #eh
    Hahay

    Oke SELLYYYYYYYYYYYYYYY*teriak pake toa*
    Omaigad this is great, good job, dan yg pasti PANJAAAAAAAAANGGGGG bgt, aku tuh bk wp ini jam set 2 abis nonton mubank ternyata ada jongshin couple dan aku langsung baca dan bru sls hr gini biarpun kepotong kegiatan lain sih*curcol* dan aku akui ini panjang loh ya walaupun jari bang yesung ga panjang*gak nyambung* sumpah aku sukaaaaaaaa bgt!!!
    Aigoo, jd mw cpet kawin sm kyu pke upacara adat… Gila aku mupeng mw bgt!!! Aigoo aigoo*loncat2an*

    Dan aku suka adegan dikamar setelah acara sls, omo itu nenek ngasi obat apaan lg ampe bkin jongshin couple jd hot… Knp gk dlanjutin bkin nc*nahloh*
    Wkwk
    Tp justru adegan yg lg hot2nya gagal gara2 shintyeong muntah2 malah jd the best adegan, jd ngebayangin muka jongwoon yg udah tegang2nya trus jd ilang, kyknya kocak bgt tuh…. Wkwkwk
    Biarpun gagal tp pling ngga udah dganti adegan romantis mereka… Waw
    Jd mw*tarik kyu kekamar*

    Okelah selly daebak, oops mksdnya ffnya #eh *dilemparin kyu* wkwk
    Keren dah ff ini, jd makin cinta yesung deh*eh mksdnya selly deng* hahay
    Okeh kynya udh panjang bgt dah ni komen gapen yg jelas aku padamu lah*apa ini*

    Pkknya aku tunggu ff2 lainnya, byebye
    Chu chu chu chu chu*tebar ciuaman*

    • Unni unni unni *tampar tampar biarsadar*
      kamu kenapa un?
      *siram aer seember*

      kenapa kamu jadi rusuh naujubilah begini?
      ck, lama-lama sujuyongwonhie kehilangan readers waras jadinya kalo semua pada sarap.

      aku juga suka adegan muntah. kebayang gimana tuh jong woon melongo pas didorong ampe jungkir balik. coba kalo muntar di mulut jongwoon. hoeeeee. menjijikan.

      eh, aku dikasih pujian nih ceritanya?
      makasih ya *cium*

  14. aaaaa asik2 akhirnya cerita tentang jongshin couple keluar lg, ceritanya panjang banget tp puas banget bacanya heheh, ayooo thor bikin ceritanya tentang honey moonnya :))

  15. wah jd tau deh ttg traditional wedding korea, ternyata ribet ya XD itu jongwoon sm yeongi ga dilanjut onnie? #tampar
    btw honeymoon mereka bakal ke kanada?

    dan seperti biasa cuap2 selly onnie seru, hehe .

  16. SELLY !! TADI UDAH SENYUM” BACA JONGSHIN, IT KNPA BLIND DATE.A HAE HARUS D.BAHAS”??? HUA.. CEMBURU.. #tarik hae dari eunso

    iihh.. Jongshin bikin iri?? Jadi pengen nikah… Hae kapan kau nikahin aku?? #tarik hae ke KUA

    Ah it c’shin yeong polos apa bodoh sh?? #geleng”

    Hahaha untng shin yeong muntah clu ngga, c’jongwoon udh nyerang c’shinyeong.. N g bisa nepatin janji…

    Paling lucu pas adegan shin yeong nyapa jongwoon pas upacara.. Haha kbyang bgt ekspresi oon shin yeong…
    Huaaa nenek ak tw nenek mw pnya cicit.. Tpi g perlu s’ngebet it., ampe d.ksh obat kuat.. Ckckck…

    Udh ya.. Ak mah g banyak omong ak kan orang.a pendiam…
    Ditnggu karya selanjut.a ya sel..

    Choi sung yeong
    *istri sah lee donghae*

    • iiiih apa deh. kan eunseo cantik. cocok sama hae. aku malah punya cita-cita WGM mereka harus ampe kawin. cocok liatnya.

      lah, si shin yeong itu beda-beda tipis lah antara polos sama bego *eh*
      haha

      betul banget, kalo ga pake muntan si yeongi uda kebobolan tuh. kan gawat jadinya. haha

  17. huwee..
    komen ku yg td siang gak masuk ><
    beneran patah hati gara" WGM nihh #peluk Henry gege

    asli.a masih pengen ngomong tp gak tau ap mau diomongin *plakk*,, yesungmin eonn, annyeong!!! #lambai2 bareng Haeppa

  18. Yeayyyy akhirnya datang juga ^.^
    Kerennnnn sumpah keren banget eonnie. …
    Ff selanjutnya haeri couple donkk eonnn…
    Ya ya ya??

  19. YA!!!
    Eonni NCnya mana? *Mukapolos*
    Yeye keren bgt dah bisa nahan ‘itu’ aigoooo,Bang lakuin sama aye aja yu? Pasti selalu siap ko #dibantaieonisely XD
    ntah kenapa pernikahan Tradisionalnya mengigatkanku pada ‘princess hours ‘ ia ga eonni? 😀
    Eonni request mau shinyeong nya hamiiiiil donk hohoho
    Oh ya heechul couple kok ga dilänjutin onñí?
    ditunggu karya-karya terbaik lainnya eoni *hugkiseu*

    • iiih dasar mesum. malah minta NC.
      ntar ya NC-nya *ikutan mesum*

      hamil?
      aku mikir dulu ya. baru smester 4 soalnya. hehe

      heecul bukan tulisan aku. itu kerjaan serlin.

  20. hohoho kok ngak jadi sih…nanggung tuh*haha pikiran yadong*kelaut j*hehe…
    beneran bakal jadi ting2 mpe 20th?oh no kasian tuh si oppa….*hahapikiranyadong berkerja lagi*jedotin kepala ketembok*biar nyadar*

    kocak banget ceritanya…mpe ketawa-ketawa sendiri…palagi pas acara wedding traditionalnya…haha pengantinya pada sarap semua…
    palagi tingkah polos yeongie…g bisa berhenti ketawa bacanya…..palagi pas baca tulisan chingu yang bawah*wah kok palaginyabanyak bgt y*biarin*…..kasian banget chingu liburan g punya duit…hehe…
    selamet y hasil uasnya bagus….

    kerennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn bangetttttttttttttttttt chingu,sumpah……….
    lanjut chingu,.mumpung lagi libur bikin ff y yang banyak ok…cepet2 publis……fighting!!!

    • ini komennya sumpah bikin nyengir.
      sebenernya dari atas sampe bawah baca komen pake nyengir terus sih. abis ini harus gosok gigi 4 kali kayanya. *ganyambung*

      oke, terimakasih banyak komentarnya.

      aku libur gapunya duit, jadi ff juga bakal terlantar. ga ada duit. ga mood. haha selogan hidup saya.

      i love monney… *matre*

  21. hehehe,,,
    akhirnya baru bisa ngomen…
    kmaren aku selalu baca lewat hape, jadi nggak nyampe deh…
    haha, critanya tambah lucu.. ehemm udah mulai yang dewasa*
    —->tutup mata

  22. PUAS bgt bacanyaaaaaaaa~ baca nih ff smpe kerasa kyk dongeng sblm tidur(?).. hhhahhaha XD..
    daebak dehhhh~ top.. Good Job!!! untung yeppanya ga jd ‘begituan’ sama yeongi, klo jd, saya gtau dehhh gmana nnti nasib anak saya *ngusap2 perut* kkekekeke~ bener2 dehh, dgn keluarnya ini ff bsa bikin saya jatuh cinta lagi sama my baby jongwoon.. pdhl kemarin smpet selingkuh sama G.O MBLAQ hhahahaha *curhat*
    okeeeee~ cukup sekian dan terima kasih.. >.<

    -salam cinta Ny.Kim-

    • terimakasiiiiiiiiiiiiih

      astaga, dasar istri ga berbakti. masa mau selingkuh sama GO juga? dia kan punya saya. sekalian sama my bebi petir alias thunder yang makin unyu.

  23. Daebak unnie .. ff rinci ,jelas banget ! nc ? gk kok , inimah biasa aja #plak
    eh unni bkn special honeymoon ke kanada dong #usulankeren *ditendang ,

    wuaahh bner katamu unn yeppa jadi pengangguran *poor , eh diskolahku ada pendaftaran satpam bru loh (? *dimassalclouds

    cieh cieh unnie yg lbur ,enar dong ? aku mah malah sibuk persiapan UN *GK Ada yg nanya .
    unnie butuh duit ? ntar deh aku nulis KOIN UNTUK SELLY UNNIE KARENA SUAMINYA JADI PENGANGGURAN bwawahahaha *diinjek :p

    okeh last but not least *niru hyena unn
    overall keren ,nambah pengetahuan , tetap brkarya fighting . ditunggu special honeymoon *wink2

    • iya, aku udah pelajari tentang kanada deh. aku kan anak geografi. jadi seneng aja melajarin kaya begitu.

      iya, masa laki aku pengagguran coba. kan kasian anak-anak kami. tiap hari makannya batu kali *serem*

      sip, terimakasih komennya *hug*

  24. huaaaaaaaaaaaaaaaa,……
    jong-shinnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    keren, selllllll……….
    .
    lanjutttttttt, sa mau baca Hae-ri, jung-ah jugaa!!!!!
    pokoknya liburan ini bikin ff sebanyak-banyaknya sel….
    #readersbanyakmau
    .
    huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa,…..
    saya kangen abang ichulll!!!!!!!!!!!#gNyambung
    saya lagi mabok donghae!!!!!!!!!!!#ngaknanya
    tapi, karena WGM saya g bisa lagi natap abnag ikan dengan cara yang sama, saya merasa dikhianati, sel!!!!
    hua, abang….. Bunuh saja AKU!!!!!!!!!!!!!!! *eunso:siniguebunuh!!*
    .
    gue udah rada g beres!!! *cabut* goodbye!!!!!

    • ckckck *prihatin*

      abis ini tuh tombol ‘a’ ga bakal bisa dipencet lagi kayanya. kasian nasib huruf itu *apa ini?*

      okelah, santai saja. nulis ff emang menyenangkan, tapi kadang membebani *bahasague*

  25. Eonniiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii…………….. daebakk ffnya:))

    oh.. gitu ya, upacr adatnya korea! Ribet amat ya.. pk ada bebek, angsa dll!
    Note eonni tuh sesuatu bgt! Selalu bs buat ak tawa2 gaje sendiri!:))
    buat ff slnjtny! Tersrh eonni ja deh! Aku selalu menanti…..

  26. Unnie~~ akhirnya publish juga ni JongShin Couple *elus dada*lega* btw aku mau komen apa ya? bingung dan tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata ^^ semakin hari JongShin semakin mesra deh dan aku suka sama foto cover majalahnya keren kayak majalah asli apalagi bang yesung tampan abis dan Shin Yeong-nya cantik banget :3 pernikahannya detail banget ya aku suka 🙂 btw unnie udah nikah ya? wkwk kok bisa detail banget Shin Yeong polos banget ya bikin ngekek bacanya mau komen apalagi ya? –” bingung soalnya next part apakah mereka honeymoon ke kanada? kalo iya NC-nya ilangin ya unnie biar bisa baca 😉 ngomong-ngomong tentang WGM kasihan hyuk dapetnya yg tua *sabar ya hyuk* dan agak jealous berat waktu liat tesaernya dari sungmin yg dicium pipinya hyuk yg dicium tangannya astaga buat envy deh tapi paling suka sama couple Hae-EunSoo keliatannya serasi banget deh dan WGM teukso nya jyga makin gimana gitu wkwk aku jadi ketuanya ya unnie untuk koin jajan selly nanti kalo udh dibagi 50% buat aku dan sisanya 50% buat unnie gimana eon? nanti itu kerdusnya aku taruh deh disekolahku pasti pada mau ngasih wkwk

    • eh eh bentar deh *berfikir keras*

      perasaan aku uda baca komen ini tadi di atas. tapi aga beda dikit.
      ah tau deh cuma dejavu kali *tamparin pipi*

      iya sayang, mungkin ntar ada hanimun. baru kali ini aku denger readers pengen NC dihilangkan. kamu memang anak yang sangat baik *peluk*

      hei hei? tidak bisa lah. masa dibagi dua. pokonya seluruh hasil cuma buat modal jajan aku doang

  27. ANYEONG SELLY…………AQ KEMBALI
    alhamdulillah akhirnya bisa komen lgi stelah lama bener2 ga’ bsa komen gra2 praktik yg nguras banyak waktu n tenaga…huft
    ah, wassalamu’alaikum warohmatullah…..
    aq bner2 ga’ bsa brkata2 lagi sel sma FF-mu. kamu tu ga’ hanya skedar buat karangan fiktif ja, tpi d FF-mu jga banyak pengetahuan. kamu bela2′in nyari semua info yang bener2 mendukung FF kamu. 1 kata “salut” itu yg bisa aq kasik k kamu. pa lagi kamu jurusan geografi, jadi skalian ngasik ilmu yang kamu dpetin d kuliah….^_^
    kmbali k jongshin copel. AQ BENER2 NUNGGU FF INI…… ^0^
    bagus koq, aq sebagai reader jga ngerasa puas *wlau ga’ ikut bikin, tpi aq ikut ngrasain………….
    aq jga bangga jadi ELF, oppadeul da beruang dengan sangat2 keras, jdi mereka sangat pantas dpet imbalan yang stimpal……..
    tetep semangat nulis ya sel…^-^
    aq pingin libur kaya’ kamu sel, tpi itu hanya hayalan semata *puitis, praktik ja blom slesai, blom lgi tugas yg bner2 numpuk, huft elelahkan sekali………
    terakhir, maaf ya komenq panjaaannnggg bgt,hehe……^-^
    bye sel…..

    • Subhanallah ya, seperti biasa komen dari kamu pasti kaya ceramah agama. hahaha

      iya, aku suka sama geografi, dan aku juga seneng menyampaikan apa yang aku tau pada semuanya. hehe

      kayanya kamu tersiksa banget ya ama tugas. aku juga pasti ngerasain hal itu. terutama kalo uda mau deket UAS. huwoo ribet dah

      • hehe, terlalu panjang ya??
        emang bagus kok sel ff kamu, palagi jongshin kopel tu kopel favoritq, tpi yg laen jga……..
        frustasi berat klo mkir tugas. tpi aq UASnya sebelum praktik klinik, jdi ga’ seberapa puyeng hehe…. ^_^

  28. ah oenniiiiiiiiiiiii!!! akhirnya publish juga . lamaaaaaaa banget dah nunggunya ampe jung ah dua kali publish *kalo gasalah* akhirnya

    aku suka semuaaaaaaaaaaaaanyyyyyyyyyaaaaaaaaaaaaaaaa!!! apalagi waktu mereka di kamar abis upcara. wah neneknya ngasih ramuan apa ampe mereka gak ngantuk? *masang tampang inosen*

  29. kya…ini manis sekali.
    Masak lg upacara pernikahan Jong-Shin malah saling bercanda.
    Aigoo…
    Buat selly,alhamdulilah ya nilainya g turun.ditunggu terus karya selanjutnya
    b^^d

  30. wakakakakak selly, foot note mu itu tiap kali sukses bikin g ngakak. tradisional wedding nya keren! dpt referensi drimana? sampe istilah2 nya pun dijabarin. cerita tentang kanada juga keren banget! pertahankan karakter Yeongi yang pikun yah, biarpun dia smart tapi kalo pikun jadinya lucu. hahaha. Met Liburan yah semuanya ^^

    • kan ada bang google. berkelana aku di dunia maya. kalo tentang kanada, mungkin sebagian ada yang aku uda tau. aku kan anak geografi.

      iya, dia itu beda-beda tipis antara pinter sama bodoh

  31. Daebak! Panjang + puas bgt bacanya!!!
    Selly!!!!! Kamu harus tanggung jawab karna udh bikin aku senyum geje sendirian kaya org gila -__-
    Apa lg setiap ada bed scenenya(?) aku pasti lgsg nyengir2 ga jelas *periksa ke psikiater*
    Pokonya setiap jongshin ngelakuin skin ship dlm bentuk apapun *maksudnya?* aku selalu aja mupeng(?) (ㅠㅠ) bagian yg plg aku suka pas yg di terminal *bayangin kissing di terminal ama hae* hahaha
    Halmeoni~~ bisa kaleee bagi2 resep ramuan tradisionalnya!!! kkkk Lumayan buat persiapan kalo nanti jd nikah sama hae /ngayal tingkat dewa/
    Seperti biasa shin yeong selalu ngerusak suasana yg tadinya lg enak2 (-_-) *tendang shin yeong ke jurang*
    Sel~ bisa kali tuh bikin Rangkaian Honeymoon Kanada Prancisnya U.u

    • hahaha. ini kayanya masih mesem gaje deh kamu un. kebukti komen tingkat sarapnya masih sangat tinggi *tabokin*

      ramuan tradisional?
      sekali minum langsung kejebolan.
      berani un?

  32. dapet bacaan sewru pagi” ^^

    aku ngikutin Jong-SHin kopel ini dari myctophobia trusini jadi salah satu blog yang msk ke bookmark aku. Baca part ini serasa penasaran sendiri mereka jadi ngelakuin enggak….

    yaah…kok enggak tapinya? lol

    ditunggu lanjutannya chinguuuu

  33. Hmmmm.. Udah slesai ceritanya..gk terasa..
    Huaa,, daebak..pdhal pasangan jong-shin salah satu yªήğ kusuka..
    Shinyeong lucu+polos..y ampun ,, gk ngrti² juga mksud neneknya..

    TâÞi gk apa², mghargai admin yªήğ udah buat..
    Makasih, stidaknya FF ini dpat mngisi wktu luang smbil mngurangi kebosanan saat libur..

    Terus berkaryaa…ditunggu cerita lainnya..

  34. wah… Critax mkin kren sja…
    Sumpah ktawa2 sndiri bca ni ff..
    Cz tngkah shin yeong bnr2 lucu…
    Apa lg ktika ktahuan ma ne2kx…

  35. haiii saeng….kekekekeke #bentar, aq ngekek dulu…
    ampuuun dah, ternyata gak beda2 amat ama adat jawa, pake acara seserahan, trus temen2nya pengantin pada dateng n begadang, suruh minum jamu lagi..
    itu pake bebek, segala angsa dibawa, kenapa g sekalian semua dunia perunggasan dikeluarin? #tampol
    shin yeong ituuu, dia polos ape bego ya? nggak mudeng2 masalah begituan,,sampe jong woon gemes sendiri,,
    aiih, pokoknya honeymoon edition ditunggu lho yaa, #ketauanbangetisiotaknya#

    baiklah,,bubaiii….chuu#kecupminjem bibirnya Hae
    #p.s: apaan koin peduli selly? ini juga lagi butuh suntikan dana, wkwkwkw

    • hahaha. unni unni,

      iya si shin yeong tuh beda tipis antara polos sama bego. kasian dia cantik-cantik oon.

      aku juga mau hanimun, tapi ntar un nunggu musim semi dulu

  36. aaa, senyum” sendiri baca ini ff awwwww

    kim jong wooon aaaa, author~
    yang jung-ah kapan u,u
    penasaran

    manis banget ceritanya, aaa ^^

  37. wkwkwk….sllu bgini…#rukiyah selly…
    bang jongwoon yg sbr y pny istri kyk youngi…klo g sbr,dtg aj k kmrq ntr mlm bang…#pose sexy

    sel…gpp klo ga d buat nc…tp pliss adain skinsip trs y…#plakkk

    ud ah gtu aj,,ntr mlh selly ksngn gr2 ffny komen bnyk…#bnrin poni
    annyeong…*tringg*mnghilang

  38. FF yang di tunggu-tunggu akhirnya keluar juga.
    Puas, puas banget bacanya., infonya juga lengkap. dari ritual traditional wedding, sampai penjelasan tentang Kanada.
    ku kira bener-bener malam pertama, ternyata GAGAL. sepertinya Kim Joong Woon harus bener-bener sabar menunggu.

  39. selly…….. wuaaa… kangen banget ma ne couple…
    aih,,, aq kira “jadi” ternyata ga jadi,,,hihihi

    yesung emang semakin menggemaskan,, tp bagaimanapun, aq ttp cinta mati ma kyu,,hahaha

    iya nech,, abang yesung kok ga da kerjaan… jujur lho say, pas masih rumor SJ WGM,, aq malah berharap yesung yg dapet,, (cz kasian yeppa ga pernah dipasangin ma cewe,,hehe) tp malah leeteuk.. tp sekarang jadi sukaa bgt ma TeukSora couple…

    yg suju blind date,, aq paling setuju yang Hae n Eunso,.. cewenya paling cantik..
    sebenarnya pgn liat kyu acting romantis ma cewe, tp tu cewe kurang cantik,, masih cantik para ELF (termasuk aq,,hahaha)

    oke dech selly sayang, daebak ya bwt ff nya… bakal sabar nunggu kok bwt next ff nya… 🙂

    • iya unni. aku aja kasian ama dia masa jadi pengagguran mulu coba. gimana mau menghidupi anak-anak kami *eh*

      pokonya WGM adalah acara paporit aku. aku suka siapa aja deh yang maen, asalalkan member SJ dan cewenya juga cantik

  40. abis baca statusnya sel di fb, pasti ni ff bakal tayang ga lama lg nih ^^ dan pas bgt aku lg ada pinjemin leppi bwt ol nih…haha
    “Bagaimana tingkah Kim Shin Yeong saat kau bercinta dengannya?” <<
    yesung…jadikan aku istrimu jg *dijitak kyu* haha
    btw gabsa bayangin jg tuh ramuan rasa racun 10thn…..iiissshhhh klo aku mgkn lgsg pengsan dah…
    eh tadinya kirain mereka bakal melakukannya, ungie nya udah ga bsa nahan noh, dan dah pasrah jg kan yah…eh malah muntah *bner2 ngilangin seleraaaa….wkwkwkwk kebanyang jg ntar pas puncakya malah muntah jg -,- malah bsa bikin kapok ngelakuin itu..haha
    heuuuu..selly mereka di kanada bkin sekuel dong ^^ bikin sekuel ampe mereka bner2 melakukan itu…penasaran mereka bakal gmna ngelakuinnya *plak plak plak

    • aku paling suka pertanyaan jong jin yang itu un. haha terkesan nakal tapi seru *nahlo*

      ya gila aja kalo muntah pas tengah-tengah. kan ga asik juga un. ih menjijikan malah ntarnya.

      nanti ya un. lihat aja ntar, aku gatau gimana mau bikinnya

  41. yeahhhh akhirnya setelah lama nunggu kopel favorite muncul d permukaan blog ni..*eh?? sebegitu ribet nya yah acara nikahan d sono,,panjang eung daftar yg kudu d lakuin..tapiii seru bwt nambah pengetahuan..

    yah saeng~~knapa ga d terusin pas mereka hampir melakukan “Kegiatan Membuat” Anak nya,,knp d stop?? kasian yeppa harus nahan gt padahal udh minum obat kuat buatan halmeoni ny Shinyeong.. *ngarepAda NC*

    ya udah abang yesung sama aq j yah..#TarikYesungKeKamar..^^

    • lah kan uda dibilang un, kalo tiba-tiba muntah pas ditengah kan ga asik. bakalan trauma mereka ntarnya. apa ga kesian coba.

      eh eh eh, unni tidak boleh ya *goyangin telunjuk*
      yesung hanya boleh di kamar saya *kerangkeng*

  42. uwwaaaa kereeeenn~ baru kali ini baca ff tentang pernikahan tradisional ala korea ^^ makasih unn, jadi nambah ilmu, hehe~
    jong-shin couple emang super romantististis..
    Kebayang muka cabul(?) nya jongwoon oppa pas ngeliat shin yeong buka hanbok nya, kekeke :p
    kirain bakal melakukan hal ‘itu’ unn, entah kenapa aku cemas, dalam hati ngomong ‘jangaaan oppaa!! inget kata2 appa muuu’ *eh?* -,-a
    untung masih bisa nahan diri yah xD
    umm kayaknya jongjin sama jieun itu otaknya sama2 kotor yah, bisa2nya nanya hal kayak ‘gitu’ -.- tapi aku penasaran juga sih gimana hebatnya jongwoon oppa di kasur *tabok* unnie pasti tau kan? Ayolah berbagi cerita unn~ *toel toel kedip kedip*
    well~ ditunggu jongshin side yg lainnya, ditunggu juga kelanjutan my ex-wife, ah ya, dan cooking cooking juga unn! *maruk* kemaren aku iseng2 obrak abrik sujuyongwonhie, nemu ff cooking cooking, seneng berat karena ada wookienyaaa (walaupun bkn maincast) kyakya~ >u<
    jarang bgt nih unn nemu ff wookie -,- *curcol* xD

    • si yesung tuh anaknya napsuan. itu kata psikolog. jadi aku yakin dia bakal hebat banget kalo di ranjang *apa ini?*

      okelah, kamu stay tune aja di sini ya. tungguin ff lain nongol, walopun gatau dah kapan

  43. Ihhhh telat banget sih baru baca hari ini grrrr~
    hahaha selly mananya dari diri kamu yang pendiem sih? Hahaha sangat tidak meyakinkan

    Aduh ini ff udah aku tungguin lamaaaaa banget. Makanya rada kesel ternyata akunya telat baca #payah. Tapi yang pentingkan aku udah baca sekarang hahaha
    eh biar ini jongshin nya jarang banget publish #digamparselly, ga apalah, yang penting kan kebayar sama hasilnya ini.
    Dari ff ini aku jd sedikit banyak tau tentang tradisi kawinan orang korea haha bagus deh, sukaaa banget tapi sayang itu shin yeong nya ngerusak suasana ya haha

    terus nulis ya selly, ditunggu JungAh nya hehehe

    • aku pendiem beneran. ko ga pada percaya sih. *sedih*

      yah, iya gapapa telat yang penting baca.

      jung-ah baru setengah, ntar ya, aku lagi ga mood nulis nih

  44. hyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……… gue telat gue telat gue telaaaaaaaaaaattttttt……..bacanya!!! aaaaaaaaaaa……. *peluk enyuk* LOL 😛

    Sellyyyyyyyyyyyyyy~~~~ seSUJU sama lo.. emang makin hari anak gurita makiiiiiinnnnn tampannnnnn >,< *cium yeye*

    wkwkwkwk… DAEBAK! aku baca ini dr jam 8 malem loooohhh… dan baru kelar tengah malem begini !! kkkk….itupun dengan rehat benerin pingganng beberapa kali 😀
    *ko malah cuurhat?*

    ituuu,, shin yeong apabanget dah…….lagiiiii asoy2 nyeee,, malah muntah! bhahaaaa,, kasian nian abang yesung 😀
    sabar aja deh ya bang…..dunia emang kejam! 😛

    udah ah, pamit.
    dadaaaaaaaaahhh~~
    *lambai tangan breng enyuk*

  45. yah si eneng malah curhat…
    tapi jujur ketawa2 baca curhatan mu…hha

    kira2 bakalan dibikin kaya couple gyuri sama donghae ga?????

    satu ff masalah selesai…
    hhe…

    WGM ya aku sih suka liat jungso oppa sama sora…
    tapi kalo hae masih belum rela..hhe
    walau ga munafik senyum2 sendiri waktu liat mereka kemarin…
    ga pernah liat hyuk sama donghae malu2..hhe
    biasanya malu2in…hhe *peace

    • maksudnya dibikin kaya haeri bagimana un?
      lah kan mreka sama-sama kopel official sujuyongwonhie.

      kalo WGM, aku suka banget. suka suka banget pokonya.

  46. Wa’alaikum salam

    Pertama-tama aku ucapkan terima kasih krn ni ff cukup panjang
    Ternyata ga cuma di dunia nyata,, di ff pun Yesung jd pengangguran
    tapi aku bingung, Knpa di Suju Yesung paling nganggur pdhal suaranya kan bagus?

    Akhirnya Geo-nya keluar jg.. Ga percuma
    nilainya baik..

    Walaupun otakku dah ketularan yadong tp aku lebih suka yg kayak gini lebih menarik..

    Unn, Ayo semangat nulisnya kan lg liburan panjang…

    • iya, aku juga kasian sama dia. dia itu kan juga banyak kemampuannya. kanpa ga maen sinetron atau jadi MC juga. hiks. sedih jadinya.

      iya. semangat. tapi aku lagi ga mood nulis nih

  47. Dari FF ini aku dapet pelajaran baru gmn adat pernikahan tradisional ala korea. Yeyeye.

    Aku jg lbh tau gmn dgn kanada. Emm, cukup menarik.

    Hiyaaa, pertahanan diri yeppa hampir rontok (?) *plak* untung diselamatin sm muntah (?) *thanks to muntah* hahaha

  48. HUWAAAAAAA
    akhirnyaaaaaa bisa komeng2….hehehe, udah baca2 kemarin2, tp ga bisa komeng karna lewat HP. btw, ini couple manis banget, huhu jadi makin pengen cepet nikah (?)
    saya setuju sama yongie, berapa kali jongwoon oplas ya??saya juga sempet mikir gitu sebenernya, abis noh yesung makin lama makin bikin mimisan, huahahaha. makin tampan euy, bukan cakep lagi(Well, tampan lebih berkelas ketimbang cakep kan ya?)
    betewe, ini part selanjutnya honeymoonnya mereka? ditunggu lah….

  49. huwaaaaaaaaaaaaaa akr ‘a publs jg ampek jamuran nungguin, waallllllahhhhhhhhhh tak krain dah mau bgn bgt,,eh…… g tau’a bgt bgn *apa coba* itu knp shin yeong dah tau lg enak2 eh…… pke mual sgl adh g jd dech NCan padahal dah b’harap*PLAAAKK*malah blg hamil lg aih aih g ngrti dah sm shin yeong.ysdh deh gpp bgn bgt’a buat diKanada z bulan madu bln madu asoooyy geboyyyyy * halllllah pa lg cb*saeng itu knp icung makin GANTENG z tiap hari,bkn mimisan berliter2 z nich *b’lebihan* dan slmt buatmu saeng dgr2 IPmu bgz.ysdh lnjtkan ff’a jung-ah y dah pnsaran nggu konflik slnjt’a ok HWATING. MUUUUUUAAAAACCCCCHHHHH

  50. Selly,aku suka bgt sm ceritanya. Nambah pengetahuan soal pernikahan tradisional Korea n tempat2 asik di Kanada.
    Itu si oppa tebel bgt y imannya. Gila kuat bgt nahan nafsu. Kkk… Hebat.
    Klo Shin Yeong keterlaluan polosnya. Hadeuh…
    Untuk kali ni buatku yg paling berkesan itu pas bag Jong Won nyuruh Yeongie gosok gìgi, g tau knp malah ngebayangin rasanya kiss m orang yg abis muntah. Yak… #bergidik ngeri

    Ok d ditunggu karya2 km selanjutnya. Apalagi klo bag JongShin hanimun. Hehe… Abisnya diantara semua kopel,JongShin fav ku. Tp klo mau kopel yg lainnya jg gpp,yg penting Selly ikhlas. 😉

    O ya,baca note km selalu bikin ngakak lho. 😀

    Babay Sel, makasih n hwaiting! ^^

    • paling ntar pas hajar, si Yeongi kewalahan un. abis udah ditahan berapa lama coba. kasian dia.

      iya un, sabar ya. aku masih males banget nih buat nulis, gatau kenapa.

      note aku? itumah curhat dikit doang un, ga banyak

  51. wahhh…
    Keren banget saeng(mulai sksd lagi)…
    Hahaha…
    Dah kepikiran bahwa jongwon bakalan seneng toe malam…
    Eh taunya gak jadi…(kira2 jongwong bersyukur apa sedih yah)…
    Youngie sayang… Emang gak ketulungan yah polos nya…
    Dah berapa kali di singgung tapi tetep aja gak ngerti..(bingung juga sih polos apa xxxx)…
    Hahaha…
    cerita selanjutnya di tunggu saeng,..
    Nice ff

  52. JongShiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin!
    Hadeeeeeh ini kopel paporit sayaaaaaaaah.
    Lanjutan unni tunggu secepat nya yeh?
    *tampar*
    aduuuh ga tau kenapa ide menulis unni akhir2 ini makin surut aje!
    Bahkan buat nulis komenan kaya biasa aja unni seolah kehilangan kata2.
    *shocked*
    maap ye sel unni lagi banyak pikiran.
    Mood jg dalam kondisi fluktuatif.
    Yg jungah juga belon unni komen.
    Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    *banyak utang komen*

    Udah dulu deh.
    Unni bingung mau nulis apa.
    *lah dari tadi?*
    wkwkwk

    *PRAY FOR ME*

    • unni dirimu kenapa?
      aku cemas beneran nih, apa kamu jadi waras?
      tapi aku gamau kamu kembali waras. aku sukanya kamu sarap aja, kan lucu.

      ah, unni ayolah, kembali seperti dulu lagi.
      aku merindukan kamu yang dulu…

  53. Wahhhh daebak,,,,senyam senyum baca ini epep,,,selalu lucu plus sedikit romantis bacanyaaa,,,kasian yeye oppa,,,yudah sini peluk aku ajaaa,,,,hahahahahahah,,,iyya tuh si oppa jarang kerja ya akhir2 ini,,,,gpplah duit dcafe udh banyak,,,hihihihi,,,lanjutkan dek,,,geografi km benar2 mantap yaaa,,,hihiihi,,,nice ff

  54. hoho.. di sini yg paling jelas th youngie unnie yg bnr2 polos… hehe
    tapii ga nyangka dech nenek nya youngie unnie iseng bnget ampe ngasih ramuan2 gitu…
    dan makasih bwt author nya… aq jadi tau ngra kanada juga acara pernikahan adat korea.. jadii inget princess hours.. hehe 😀

    ditunggu special honeymoon nya ^^ hwaiting!

  55. Yaaaa…akhirnya selesai baca, tadi udah deg-degan mo ngapain ya si bang Yye, eh si youngi malah muntahhh..kasian suamiku #plakk, sini sama saya saja..wkwkwkwkw

    keren nih, yang pas tradisional, jelas gitu, tapi emg tradisiona orang korea ribet gitu ya?? #plakkk

    bayangin yeppa pake hambok buat nikah?? awww, kapan nikah beneran?? hahahaha, jangan dulu dink.. ^^

    part selanjutnya chigu~ya jgn lama-lamaa cause aku suka bgt ama ni kopel ^^
    coba pacar bang yesung beneran youngi #semakinmenghayal

    • hahaha. iya aku juga ngarepnya gitu. si yeongi kan cantik, dia juga kayanya anak baik. golongan darahnya sama-sama AB. coba shin yeong beneran kenal yesung deh. ah, aku seneng jadinya *ikutan ngayal*

  56. woa…. ma’af saeng sebenernya aku dah baca dari lama….

    tp baru bisa koment, maklum lah kembarannya Shin Yeong, yng mirip lahir batin, luar dalam, mental fisik,….

    Kasian Jong woon Oppa..;-(
    Sely, biarkanlah dia merasakan hak nya sekaliiiiiii aja…….
    #berharap di next part.. hehehhehehe

    Oke lah, couple yng paling d tunggu udah publish, tinggal nunggu Hae-Ry…..
    Ayo, sely…. Fighting..!!!!

  57. annyeong, akhirnya bisa ini ff keluar juga, dan aku bisa baca.
    Mian ya lama, pasti pd nunggu komen aku. lol
    ini dikarenakan aku sibuk belajar buat UN
    #curcol
    #semuanya do’akan aku ya ^^
    #senyum malaikat

    Yeppa kawin aja pake 2 kali, oppa senengnya ga ketulungan.
    Buat youngie goda trus oppa, uji keimananya bisa ga dia nahan-,-
    youngie sabarr ya kalo dikasih jamu sama nene, demi kebaikan
    #bingung komen apa lagi
    Pokonya lanjutka, 10 jempol
    Wassalam 🙂

    • ciye yang mau UN. semangat ya. jangan lupa belajar dan berdoa, biar kaya aku.

      jadi intinya kamu mau si yesung ama yongi melakukan apa engga?
      ambigu nih

  58. Waaaaahhh… Dr smua ff yg udah aq baca ini adlh ff terbaik, terkeren, terhebaat, dan ter ter laen….
    Daebakk author^,~

  59. annyeoooonnggg eonniiiiii XD *sokkenal
    new reaader ni huahaha
    ff nya sumpeeee kereeeenn beeeeuuuuddd *tendang
    tu castnya bisa diganti aku gak ? XD *plaaak hohoho
    eh eonn mau nanya yg ff diprotect password itu bukanya gimana yaaah ? penasaraaaaaaaann T^T
    kasi tau yak eonn jebaaaaaaallllll XD *pasangkkomingeyes

      • haha oke deh eoonn 😀 langsung reply yaak haha derita anak kuliah libur semester gak ada kerjaan XD hahaha
        gomawooo hlo eoonn 🙂

      • aiihh ada yang ketinggalan 😛 kok NC nya gak ada sih kan udah halal mau ngapain aja XD #tabok#yadong kumat
        yang part honeymoon akal ada kaaan ? buruan yaa eonn di post #maksa :p

  60. Hahaha sama eon aku juga lagi kere nih. Libur panjang banget. Bingung deh mw ngapain. Wkwk. #abaikan seneng banget mereka nambah nempel eon. Hahaha. Kasian banget si abang jadi tulang kopi. Hahaha #plak tapi yg penting rame eon. Haha. Ditunggu yg ff yg lain ya eon…. Hehe

  61. Aku balik lagi eon, wah aku nyesel gak ngikutin ni FF dari pertama bener dah di FF daebak amat bagus bagus keren keren. yah, minta bantuan lagi ya eon, buat baca FF sebelumnya 😉

  62. maaf ya kak komenx telaaaaaaat bangeeet *nyengir
    haha, q lbh suka jong-shin yg tradisional wedding, . ,
    knapa ?? karna nyerempet 😀 #omes
    haha, pokox tulisan” kakak makin good deh, truz itu yg ji-hyuk seru tuh, . ,
    smoga jung-ah cepet tamat n happy end ya, . ,
    fighting 🙂

  63. Eh, bukannya yg punya blog ya yg sarap? 😉

    aku udah tau eon itu editan tanpa diberitahu -_-

    iya unnie cerda dan saking cerdasnya sampe narsis kaya begonoh.

    oh, aku baru tau unnie masih kecil-_- kalo aku nikahin sama yesung masih kecil juga?

    emang aku lucu eon tanoa diberitahupun aku juga udh tahu soalnya udah banyak yg bilang mwahha.__.

    unnie polos? kalo polos nanti kayak hantu dong :D. gak keliatan *langsung kabuurr*

    • enak aja. aku waras ga sarap.

      aku masih kecil? emang. aku kan anak 18 tahun yang masih duduk di bangku kuliah semester 4. berkpribadian sempurna dan menyenangkan.

      ih, polos maksudnya bukan gak keliatan, ish. babo… *cubit*

  64. baru nyadar aku belum pernah komen. *garuk garuk kepala sampai berdarah #plak. hahahah..
    satu kata ajah deh “BAGUUUUUSSS” tambah satu kata lagi ya? *minta ijin*
    “LANJUUUUTTTT”. unni unni .. kalau jong-shin tamat *ngak berharap tamat sih* gantinya ff pemerannya kangin atau hangeng oppa dong unni. ya?

    • mereka berdua tuh couple resmi sujuyongwonhie. jadi bakal update terus certanya.

      hum. kangin sama hangeng. jujur aku ga terlalu tau banyak tentang mereka. huft

  65. ehm …….. #ngilang
    Karna saya baik hati (?) komen lah
    Hallooooooo , aku readers baru lhoo *cih sok imut loh fa
    Ya ya ya dpt blog ini dr temen yg katanya disini selain ffnya yg bagus #masak juga author-nya yang gila bin innalillahi -…..-
    Oh ya komennya !
    Ff-nya cuuuuuu-tek deh , lucu banget
    Apalagi pake namanya jongwoon ga yesung *trauma baca ff nc pake nama yesung
    Hahahahah , udh segitu aja kakak” (?)
    Byeeee thor *anak sibuk mau mbalik

  66. akhirnya bisa comment juga di ff ini, setelah nunggu lama akhirnya keluar juga ceritanyanya ff unni selalu daebak. ditunggu lanjutannya un 😀

  67. Eoooooooooooooon ((y) •̃͡ З •̃͡)(y) keren abis #pletak!
    Ampun dah bacanya.. Sumfah keren eonn.. З´⌣`ε abng yesung emang, brrrr~ menggemaskan (?)

  68. Koment ku masuk gak ya? U,u
    dari dulu komen kok gak masuk2. 😀 *curcol*

    cepet2 dilanjutin donk.. 😀

    gk tw mw ngomg ap, pkoke suka bgd bgd bgd :3
    DAEBAK dah. kkk

    aku doain deh biar lepi unnie cepet bagus. 😀

  69. unnie…. kau berhasil sekali membuat dadaku dag.dig.dueeerrr pas si oppa sama si unni jelek itu mau & sedang “poppo dahsyat” (?)
    dan bikin aku terpingkal sama notes unni yang gaje… unnie aku lanjut ke part selanjutnya ya? tapi mungkin besok. soalnya eomma udah nyuruh tidur *kenapajadicurhat?*
    hehe, sekali aku mau bilang ya unn, FFnya DAEBAK~~!! UHUUUY *joget2 octopus dance(?)* XD
    bye bye unni sampai jumpa di komen aku selanjutnya… peluk cium dari anae yesung oppa… muaaaahhh XD

  70. wah onnie.aku bru tau trnyata kya gtu traditional wedding disna.referensinya bgs onnie apalg pke gmbr.tp onnie moment romance nya tambah dng.

  71. sesungguh.a baca mundur ttu gag asyik T^T
    sumpah.. yeongi kok super polos begitu yya kkk~
    lanjut baca yg lain.a ahh XD

  72. Ceritanya makin keren aja… apalagi di sini banyak diperkenalkan budaya korea nya..Shin Yeong polos banget y kasihan banget Jongwoon Oppa harus menahannya….

    baca selanjutnya dulu dech…

  73. baca lagiiiiiiiiiiiiii jadi pengen di peluk jongwoon oppa..hahhahaha
    baca jongshin bagian ini baru tau kalo pw nya beda beda^_^

  74. Dari awal baca,suka bgt ma critanya…
    Dari mulai jong-shin musuhan,smpai udah nikah n skrg mo honeymoon ke kanada…??kyaaaa…ikuuuuuutt…!!*dijitak yeppa*

  75. eon mian di part yg modern nya ga komen, ntah kenapa gabisa komen *bantinghape*
    tapi aku suka dua duanya, kereeen banget 😀
    mau honeymoon ya? ngintil aaahhhh XD

  76. Kirain bakalan ‘dilanjut’ hehehe..
    Mudah2an di part selanjut nya mereka ‘melakukan’ nya #plaak
    jong won oppa!! I love you so much!

  77. ah kirain mereka mau melakukan ‘itu’ sekarang 😦 eh ternyata ada aja hambatannya, shin yeong sih pake acara muntah segala, kalau gak ada hambatankan bisa lancar sampai akhir kekeke~ #yadongmode:on :p

  78. Aduh ituuu hampir hampir aja sampe malam pertama , huuhu
    sabar ya oppa , kkkk
    ihh ini penjelasan.a perfect bgt deh , km hebat deh bssa bikin ff yg keren gni (y)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s