My Ex-Wife 10th Story : Happy Ending

Incheon Airport

01.30 PM KST

Author’s POV

Aku berdiri berhadapan dengan ibuku yang masih menangis. Dia tidak mengizinkan aku pergi karena aku memang baru saja kembali ke Korea sekitar 3 atau 4 bulan yang lalu. Setelah menetap di Paris selama 4 tahun, kemudian hanya kembali sekitar 4 bulan. Tentu saja sebuah protes keras dilayangkannya padaku. Tapi mau bagaimana lagi, kurasa ini adalah pilihan terbaik untukku. Seperti dulu, semua impianku memang berada di sana. Meskipun aku tetap mencintai tanah kelahiranku, tapi Paris adalah pusat imajinasi bagiku.

“Eomma mohon, fikirkan baik-baik. Kau tidak perlu seperti ini. Pekerjaanmu sudah sangat baik, kenapa harus kembali ke sana?”

“Ayolah eomma. Aku hanya pergi ke Paris. Aku masih bisa pulang sesering yang aku bisa. Tidak usah khawatir, aku akan baik-baik saja. Sama seperti dulu”

“Tapi kau baru saja kembali. Rasanya baru sebentar kau berada di Korea. Kenapa malah kembali ke sana? Apa kau lebih suka hidup diantara orang-orang asing yang memiliki kebudayaan yang jauh berbeda dengan kita. Atau kau memang sengaja tidak ingin berada diantara keluargamu lagi, huh? Eomma mohon. Fikirkan hal ini. Jangan pergi ke Paris”

“Paris adalah impianku. Aku senang berada disana. Kumohon Eomma. Kalau eomma seperti ini, aku malah tidak akan senang. Aku akan merasa terbebani jadinya”

Aku mengulurkan tanganku untuk menggenggam tangan ibuku erat-erat. Menyakinkannya bahwa aku memang akan baik-baik saja dan bisa melakukan segala hal dengan baik. Tidak perlu menghawatirkan banyak hal. Bukan pertama kalinya aku berada di Paris karena aku disana dengan waktu yang cukup lama.

“Yeobo-ya, biarkan So Ah  kita kembali ke sana, jika itu membuatnya bahagia. Tidak perlu mempermasalahkan semuanya. Seperti dulu, saat dia bahkan baru menyelesaikan bangku SMA. Saat itu umurnya baru 19 tahun. Anggap saja, untuk kali ini dia bisa melakukan semuanya jauh lebih baik daripada dulu”

Ayahku yang sejak tadi dia menyaksikan kami berdua, kini mulai mengikuti pembicaraan. Dia tampaknya lebih mendukung aku daripada ibuku. Memang sejak lama, ayahku tidak pernah memaksakan keinginannya dan selalu menghargai keputusanku. Termasuk saat perjodohan yang dilakukan dulu. Dia mengatakan padaku bahwa aku bisa menolaknya jika tidak mau. Tapi dengan berbagai pertimbangan, ahirnya aku menerima semuanya.

“Kau tidak mengerti perasaanku. Aku ini seorang ibu. Mana ada ibu yang akan membiarkan anaknya pergi ketempat yang jauh dan tidak melihat putri bungsunya yang sedang sibuk melakukan ini dan itu”

Ibuku yang semakin emosi, kembali menangis dan menyangkal pendapat ayahku. Baiklah, kurasa ini adalah sebuah situasi yang terulang. Dulu ketika aku pergi ke Paris, dia juga seperti ini. Hanya saja, saat itu aku lebih tegas dan langsung pergi meskipun ibuku berteriak memanggilku agar kembali.

“Eomma..”

Aku memeluk tubuh ibuku. Mencoba meyakinkannya bahwa semua keputusanku ini adalah yang terbaik. Tidak ada yang bisa aku lakukan selain kembali ke Paris dan memulai hidupku yang baru. Melupakan semua kenangan buruk yang membuatku menjadi semakin hancur disini. Aku bahkan tidak akan bisa berkonsentrasi jika aku masih berada di Korea. Sekalipun aku sudah tidak bekerja lagi di Amour Beauty.

“Aku janji, aku akan kembali. Ini serius. Aku benar-benar akan kembali ke Korea setelah aku berhasil melakukan semuanya disana. Aku bisa menjadi seorang desainer yang mandiri kemudian membuat rancanganku menjadi yang terbaik. Aku juga akan tetap pulang jika eomma menginginkan aku pulang”

“Ini berbeda. Pokoknya, kau tidak boleh pergi”

“Eomma… kumohon”

“Kau sudah tidak menyayangi eomma lagi huh?”

“Bukan seperti itu. ini sama sekali tidak ada hubungannya. Sudah kubilang. Aku cuma ingin bekerja disana. Tidak ada hal lain, aku tidak bermaksud seperti itu. Setelah aku kembali nanti, aku akan melakukan apapun untuk eomma. Memberikan apapun yang eomma inginkan. Tapi untuk kali ini kumohon biarkan aku pergi. Aku tidak akan tenag jika eomma tetap seperti ini”

“Eomma tetap pada pendirian. Tidak akan berubah”

Aku mendesah putus asa. Bagaimana lagi cara meyakinkan ibuku agar dia mau mengerti. Agar dia bisa mengerti bahwa sebenarnya jika aku disini, aku malah akan semakin kacau. Dan jika aku pergi, aku bisa menenangkan diri kemudian kembali menjadi seorang Lee So Ah yang baru. Walaupun dalam waktu yang tidak ditentukan. Apakah aku sudah memiliki seorang kekasih ketika pulang, atau malah aku sudah memiliki anak. Kehidupanku kedepannya memang tidak pernah bisa ditebak. Seperti semua yang terjadi pada hidupku saat ini.

“Appa…” Ujarku lirih

Aku menengok kearah ayahku dengan tatapan memohon, agar dia bisa membantu menjelaskan pada eomma bahwa semua ini adalah hal sederhana yang tidak perlu dibesar-besarkan. Tidak ada yang bisa dilakukan selain meyakinkannya bahwa aku memang hanya butuh pergi secepatnya.

“Yeobo-ya, biarkan So Ah pergi. Dia akan baik-baik saja. Tidak perlu cemas. Putri kita itu sangat pintar, jadi dia pasti akan terus belajar setiap hal yang disukainya”

Ibuku tidak bicara. Dia hanya menangis kemudian menarik tubuhku ke dalam pelukannya. Sebelah tangannya bergerak mengusap punggungku, dan sebelahnya lagi dengan penuh sayang mengusap kepalaku sembari bergumam pelan.

“Jika itu memang pilihanmu. Maka pergilah. Eomma hanya merasa tidak suka dengan moment ini. Ketika kau pergi 4 tahun lalu dalam siatuasi yang sama. Mungkin jika kau sudah kembali nanti, maka semuanya aka menajadi lebih baik”

“Aku sayang eomma”

Aku balas bergumam dan semakin mengeratkan pelukanku. Kulirik ayahku yang mengagguk ringan. Berkali-kali dia menepuk bahuku dan tersenyum meyakinkan.

“Aku pasti akan sering pulang. Jadi tidak usah khawatir” Ujarku sambil melepaskan pelukan.

Kuusap pipi ibuku dan melenyapkan air mata yang membasahi wajah teduhnya. Aku tidak ingin melihat dia menangis meneteskan air mata. Karena ibuku akan terlihat jauh lebih cantik ketika dia tersenyum. Sebuah senyuman bahagia yang selalu ingin aku lihat di wajahnya.

“Jangan lupa kau ini orang Korea”

Ibuku menangkupkan kedua tangannya di pipiku, dan mendengar hal itu aku malah terkekeh pelan. Aku seperti seorang warga negara yang menghianati tanah kelahirannya. Padahal sama sekali tidak seperti itu. Sebuah metafora yang sepertinya terlalu berlebihan.

“Araseo. Aku orang Korea. Tidak akan lupa”

Balasku meyakinkannya. Kami berdua kembali berpelukan erat. Bergantian dengan ayahku. Keduanya memeluk tubuhku penuh kasih sayang. Tinggal 1 jam lagi pesawatku akan berangkat dan aku harus sudah masuk ke dalam.

Rasanya saat ini kurang lengkap karena tidak ada So Yu unni, Min Woo, dan juga para sahabatku Soo Hyun, begitupun Min Ah. So Yu unni memang menolak untuk ikut dan mengatakan bahwa dia tidak mau melihat kepergianku dan hanya akan menunggu aku kembali pulang kerumah. Sedangkan kedua sahabatku itu, mereka hanya aku hubungi lewat telfon. Dan saat dengan penuh emosi mereka protes, aku hanya tertawa kemudian memaksa mereka agar tidak usah datang ke bandara untuk mengantarku.

Soo Hyun yang paling aku rasa berbeda. Setelah sebelumnya kami makan siang bersama, dia hanya mengatakan agar aku berhati-hati dan tetaplah hidup dengan bahagia. Walaupun kami berdua pernah terlibat dalam keadaan dimana persahabatan yang kami jalani hampir putus. Tap untuk kali ini, semuanya sudah kembali berjalan dengan baik. Tidak ada perasaan lain, selain kasih sayang yang tulus satu sama lain. Dan aku sangat senang mendpatkan sahabat sepertinya.

“Aku pergi”

Aku berpamitan pada ayah dan ibuku. Kupeluk satu persatu sebelum aku benar-benar melepaskan mereka dan segera masuk ke dalam untuk melakukan persiapan. Tapi tiba-tiba kurasakan ponsel dalam genggamanku bergetar.

Panggilan masuk : Park jung Soo

Sebisa mungkin aku memejamkan mata setelah membaca nama kontak yang tertera di layar ponselku. Tidak bisa. Aku tidak bisa berbicara dengannya saat ini. Aku harus menetapkan pilihanku untuk pergi. Dan melupakan semuanya.

“Siapa?”

Sedikit terperanjat saat tiba-tiba ayahku bertanya dengan tatapan lurus menuju ponsel dalam genggamanku.

“Aniya, bukan siapa-siapa”

Aku menggeleng, kemudian tersenyum pahit.

“Sampai jumpa nanti. Ayah, ibu”

“Cepatlah pulang”

“Iya aku tau”

“Jaga kesehatanmu”

“Araseo”

“Bertemanlah dengan orang-orang yang baik. Jangan terlalu sering main diluar”

“Iya aku tau. Disana juga banyak orang Korea”

Aku kembali tertawa mendengar setiap penjelasan yang disampaikan oleh ibuku. Dia sepertinya memang sangat menginginkan aku untuk hidup dengan baik. Tapi aku juga tidak tau, bagaimana kehidupanku disana setelah ini. Pasti akan sangat sibuk seperti dulu.

“Hati-hati”

Ayahku yang tadinya terlihat baik-baik saja, mulai menampakan wajah sedihnya dan mengusap kepalaku kemudian tersenyum. Aku menggukan kepalaku sembari mengangkat kedua jempolku di hadapannya.

“Oke. Aku berangkat”

Aku melambaikan tangan sembari berjalan mundur. Kulihat eomma yang langsung dirangkul oleh ayah. Dia masih menangis sedangkan aku harus tetap berbalik dan maju untuk meninggalkan mereka.

Baiklah, Paris. Aku akan kembali, dan kumohon buat aku melupakan semua kenangan pahit di Korea. Aku akan hidup dengan bahagia, sampai akhirnya aku sendiri bisa menganggap bahwa semua hal yang pernah aku alami adalah sebuah pelajaran, dan tidak akan terulang lagi nantinya. Sebuah pelajaran berharga bahwa, ketika mencintai seseorang maka katakan semuanya sebelum terlambat. Jangan bersikap egois, atau membodohi diri sendiri. Karena pada akhirnya, sebuah penyesalan baru akan datang.

***

Jung Soo’s POV

“Aish… bagaimana ini?”

Aku mengumpat kesal sembari terus saja berjalan tanpa memperdulikan apapun. Semuanya terasa semakin kacau karena So Ah tidak mau menjawab telfonku. Dia sepertinya sudah benar-benar tidak bisa mentolerir segala hal yang sudah aku lakukan padanya.

Memang sepertinya sangat keterlaluan. Mendekatinya, dan memberikan pengharapan tapi kemudian menjatuhkannya begitu saja. Aku sadar, aku memang pria pengecut yang tidak bisa melakukan apapun.

Semakin tak terkendali. Aku berlari melewati kerumunan orang yang memperhatikanku bingung. Mungkin jika ada petugas keamanan di sekitar sini, aku sudah diseret keluar agar tidak lagi membuat kegaduhan yang mengakibatkan orang lain merasa tidak nyaman.

Sesekali aku menabrak orang yang sedang berlalu lalang di sekitarku. Tidak memperdulikan teriakan protes yang mereka layangkan karena aku terlalu sibuk memikirkan Lee So Ah. Aku tidak boleh terlambat. Aku tidak boleh mengalami hal ini untuk kedua kalinya. Ditinggalkan pergi, dan dibiarkan begitu saja.

Bukk…

“Aw…”

Karena berlari dengan membabi buta. Aku menabrak seseorang yang sedang berjalan berlawanan arah denganku.

“Chosungeo…”

Dengan perasaan bersalah aku membungkuk berkali-kali sembari menangkupkan kedua tanganku untuk meminta maaf. Tapi setelah itu aku merasakan dua tangan yang menghentikan bahuku.

“Jung Soo-ssi…”

Aku mengangkat kepalaku dan mendapati sosok di hadapanku saat ini adalah orang yang sudah sangat aku kenal. Meskipun kami sudah lama tidak berkomunikasi, tapi perasaan itu masih ada. Perasaan dimana aku berlaku sebagai seorang menantu yang menjadi bagian dari keluarga mereka.

“Abeoji, Eomonim…” Aku terbelalak kaget. Benar-benar terkejut.

Dengan sedikit kikuk, aku kembali membungkukan badanku dan menyapa kedua orang yang terlihat sama-sama masih syok bertemu denganku.

“Kau?”

“Maaf, aku terlambat. Apa pesawat menuju Paris sudah take off?”

“De?” Mereka berdua memandangku dengan ekspresi bingung

“Aku mau menyusul So Ah. Apa dia sudah pergi?”

Aku memberanikan diri untuk bertanya ditengah perasaan semerawut yang membuatku bahkan tidak bisa berfikir jernih. Nafasku masih terengah-engah karena sejak tadi mengejar waktu agar tidak terlambat. Dan kebetulan paling mengagetkan adalah, aku bertemu dengan kedua orang tua So Ah sekarang.

“Baru saja dia masuk ke dalam. Pesawat berangkat 45 menit lagi”

Sedikit merasa lega setelah mendengar jawaban yang baru saja dikatakan oleh ayah So Ah. Dia masih terlihat sangat terkejut, tapi masih bisa menanggapi segala pertanyaanku sejak tadi. Lain halnya dengan mantan ibu mertuaku yang masih menerka-nerka apakah aku yang berdiri di hadapannya ini adalah nyata.

“Maafkan aku. Abouji, emonim. Aku harus pergi. Aku akan menghubungi kalian nanti”

Untuk kesekian kalinya aku membungkukan badanku sebelum kemudian melesat pergi. Berlari meninggalkan mereka berdua agar aku bisa mengejar waktuku menghentikan So Ah.

Hampir dalam keadaan setengah sadar, aku berlari kencang menuju tempat keberangkatan. Antrian panjang masih terlihat di depan petugas bandara. Kurasa mereka semua sedang melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen.

“Chosungeo… chosungeo…”

Aku menyelinap di balik antrian penumpang yang sepertinya merasa terganggu oleh kedatanganku. Dari sini aku sudah bisa melihat punggung seorang gadis yang sangat aku kenali. Dia mengenakan baju berwarna merah muda dengan rambut ikal tergerai. Tas berwarna hiyam menyampir ringan di bahunya, sedangkan sebelah tangannya menggenggam ponsel yang terhubungan dengan earphone yang saat ini sedang dipakainya.

“Permisi…”

Untuk kesekian kalinya aku melewati antrian penumpang sampai kemudian langkahku terhenti tepat di belakang So Ah. Aku bisa menyentuhnya dalam jarak sedekat ini, dan ketika baru saja akan mengulurkan tangan tiba-tiba dia berbalik.

Aku terdiam. Tidak tahu apa kalimat pertama yang harus aku katakan. Sebenarnya banyak yang ingin aku jelaskan, tapi kenapa tiba-tiba otakku macet dan tidak bisa berfikir.

Semuanya semakin kacau saat So Ah menantapku tidak perduli. Dia memicingkan matanya, hampir mebuka mulut untuk berteriak tapi kemudian dia menggeleng dan menghentakan kakinya keras. Aku tau dia sedang sangat emosi, dan cara terbaik yang dapat aku terima adalah menariknya sesegera mungkin dari tempat ramai ini. Sebelum kami berdua terlibat dalam adu mulut yang mungkin bisa mengganggu kenyamanan penumpang lain.

“Ikut aku…”

Dengan sedikit kasar, aku menarik tangan So Ah dan memaksanya mengikuti langkahku keluar dari barisan. Bukan kasar dalam artian kurang ngajar. Hanya karena keterburu-buruanku yang membuat kesan itu terlihat jelas.

Dia mencoba berontak tapi tidak berteriak. Hanya mendesis penuh emosi, tapi aku bisa mendengarnya. Aku yakin saat ini dia sedang sangat marah padaku. Tapi apa boleh buat, hanya ini satu-satunya cara agar aku bisa berbicara dengannya.

Kami terus berjalan cepat, menjauhi kerumunan. Beberapa saat kemudian dia menghentakan tangannya dan berhasil lepas dari genggamanku. Kali ini kami sudah cukup jauh dari kerumunan orang walaupun masih banyak yang berlalu lalang di sekitar kami. Mereka semua memandangku dengan tatapan heran.

“Kau keterlaluan”

Sebuah kalimat pertama keluar dari mulutnya, dan itu membuatku merasa sedikit tenang. Jangan anggap apa maksud dari ucapannya tersebut. Tapi menerima sebuah kenyataan bahwa dia masih sudi berbicara denganku itu sudah cukup baik.

“Tidak ada yang bisa aku lakukan. Kau tidak boleh pergi”

Sebuah pernyataan posesif yang aku lontarkan membuat So Ah terbelalak kaget. Dia membulatkan matanya seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja aku katakan. Mungkin dalam hatinya aku adalah pria paling bengsek yang mengejar wanita lain padahal kekasihnya sendiri sedang dalam keadaan tidak baik.

Tapi bukan seperti itu. Aku bukan pria seperti itu dan aku benar-benar ingin dia mengetahuinya. Aku ingin dia tahu bagaimana aku yang sebenarnya. Mengatakan padanya apa saja yang terjadi antara aku dan Ga In.

“Aku akan tetap pergi. Tidak ada urusan lagi denganmu. Kita sudah tidak mempunyai hubungan apa-apa lagi kan? Sudahlah. Aku rasa hiduku tidak akan ada yang berubah tanpamu. Semuanya baik-baik saja, jadi aku akan tetap pergi”

“Aku tidak mengizinkannya”

“Cish. Apa urusannya denganmu? Kau tidak berhak melakukan apapun padaku”

“Aku berhak melakukannya”

“Apa Hak-mu? Jangan mengada-ada Park Jung Soo-ssi”

“Sudahlah. Tidak ada cara lain kurasa”

Aku mengacak rambutku frustasi, kemudian mengarahkan pandanganku ke sekeliling. Ramai. Jelas-jelas ini sangat ramai karena bandara memang tempat unum. Tapi apa boleh buat, kurasa tidak ada alternatif lain untuk memaksanya pergi dari situasi ini, kemudian dengan tenang mengobrol bersama sampai jelas.

“Hya Hya Hya.. apa yang kau… aaaaaaa…”

Tanpa aba-aba, aku membungkuk. Menahan kakinya kemudian dengan mengerahkan seluruh tenaga. Aku mengangkat tubunya dan menggendong So Ah di bahuku. Aku akui. Ini adalah cara tergila yang pernah aku lakukan untuk menahan kepergian seseorang. Tidak pernah sama sekali terfikirkan hal konyol macam ini. Tapi sepertinya, dalam keadaan mendesak seperti sekarang, tidak perlu ada yang aku fikirkan selain menyelesaikan semuanya sampai tuntas.

“Hei kau gila. Turunkan aku”

Aku merasakan punggungku yang semakin sakit karena So Ah terus saja memukul-mukul punggungku. Memaksa agar aku menurunkannya. Tapi tentu saja itu tidak akan aku lakukan. Aku akan menurukannya ketika sudah sampai di mobiku dan memastikan dia berada jauh dari tempat bernama bandara ini. Setidaknya sampai dia melupakan bahwa dalam waktu beberapa menit lagi harus sudah terbang menuju benua lain.

***

Author’s POV

So Ah Parent’s Car

Nonya Lee Si Yeol, ibu So Ah. Terus saja memijat dahinya sendiri sembari bergumam pelan. Dia benar-benar masih syok dengan kejadian beberapa saat lalu di bandara. Saat harus membiarkan sang putri pergi jauh ke tempat dimana mereka pernah dipisahkan oleh jarak. Kemudian setelah itu, dia kembali bertemu seorang pria yang dulunya pernah sangat dibanggakan sebagai seorang menantu.

Tuan Lee juga menunjukan ekspresi yang hampir sama. Walaupun dia tidak terlalu memperlihatkannya, tapi tentu saja itu masih kentara. Pria setengah baya itu juga merasa kaget dengan apa yang baru saja terjadi. Dia tidak mengerti dengan apa masalah antara Jung Soo dan So Ah. Kenapa mereka bisa terlibat dalam situasi yang tidak mengenakan. Dan yang paling dipertanyakan adalah, apa maksud semua perkataan Jung Soo di bandara tadi.

“Yeobo-ya, apa menurutmu yang terjadi pada putri kita sekarang?”

Sebuah pertanyaan dari Si Yeol membuat tuan Lee mengalihkan perhatiannya dari jalan raya dan mengarahkan pandangan pada istrinya tersebut. Mereka sama-sama bingung, tapi masih tetap harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

“Entahlah. Aku rasa mereka berdua masih terlibat dalam suatu hubungan. Kalau tidak, mana mungkin Jung Soo datang dan mengatakan bahwa dia akan menahan So Ah pergi. Lagipula ada yang aneh dengan putri kita. Kenapa dia malah kembali ke Paris, padahal dia sudah pernah mengatakan bahwa dia tidak akan pergi lagi dari rumah dan akan menghabiskan seluruh waktunya di negara ini. Tapi kenyataannya sekarang?”

Mereka berdua bertatapan. Masing-masing mempunyai pertanyaan satu sama lain. Dan tidak ada yang tau apa jawabannya. Mungkin jika tadi mereka mengejar Jung Soo dan ikut mengikuti pemuda itu mencari putri mereka, semuanya tidak akan semembingungkan ini. Tapi kedua orang tua itu mengerti. Sejauh mana mereka bisa ikut campur dalam kehidupan putrinya. Keduanya tidak ingin dianggap sebagai orang tua yang tidak bisa membiarkan anaknya menyelesaikan suatu masalah sendiri. Ini sudah cukup terjadi beebrapa tahun lalu ketka putri mereka masih berumur belasan. Semua masalah pasti dibicarakan bersama, dan lebih sering jika masalah itu diselesaikan oleh orang tua agar tidak membebani.

“Bagaimana kalau ternyata mereka menjalin hubungan tanpa kita ketahui?”

Pertanyaan lain terlontar dari mulut Si Yeol dan itu membuat tuan Lee berbalik menanggapi penuh minat. Tapi dia tetap menunjukan sifat tidak acuhnya yang menyiratkan bahwa sebaiknya tidak usah menduga apapun dan lihat saja apa yang akan terjadi selanjutnya.

“Tidak mungkin. Pasti kita tau jika itu yang terjadi. So Ah tidak mungkin diam saja. dia akan menceritakan semuanya”

“So Ah berbeda. Dia bukan gadis yang dulu lagi. Apa kau tidak memperhatikan semua perbedaan dari putri kita semenjak dia kembali dari Paris?”

“Tapi dia pasti akan mengatakan apapun yang terjadi padaya. Dan masalah Jung Soo. Tentu saja itu bukan masalah sepele. Mereka berdua adalah mantan pasangan suami isteri, tidak mudah untuk bersikap wajar”

“Ah sudahlah, aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi. Aku akan menanyakan semuanya pada So Ah setelah ponselnya bisa dihubungi kembali”

Keadaan di dalam mobil kembali hening setelah kedua orang tua itu memutuskan untuk berhenti berbicara dan lebih fokus memikirkan hal lain yang mungkin bisa menjawab pertanyaan mereka masing-masing.

***

Amour Beauty’s Building

CEO Park’s room

“Apa kau bilang? Tidak jadi pergi?”

Tuan Park hampir terlonjak dari posisinya setelah mendengar sebuah pernyataan mengejutkan yang diucapkan oleh orang kepercayaannya yang saat ini masih berada di Incheon. Dia sengaja mengirimkan 2 orang untuk memastikan So Ah kembali ke Paris setelah sebelumnya gadis itu mengundurkan diri dari posisinya di Amour Beauty.

Pria setengah baya itu tidak percaya dengan semua yang dikatakan oleh seseorang di sebrang telfon. Sudah jelas-jelas sebelumnya So Ah mengatakan bahwa dia akan kembali ke Paris dan melanjutkan perkejaannya disana, menjadi seornag asisten dari desainer seniornya ketika di bangku kuliah.

“Aku tidak mengerti dengan maksud perkataamu. Lalu kalau tidak jadi pergi ke Paris. Dia pergi ke mana?”

“Entahlah tuan. Kami sudah melakukan pengecekan di penumpang keberangkatan menuju Paris. Tapi nona So Ah tidak ada. Sepertinya kita datang terlambat sehingga tidak mengetahui apa yang sebelumnya terjadi. Petugas bandara bilang, nona So Ah mungkin membatalkan penerbangannya”

“Kalau begitu, tolong cari tau ada dimana dia sekarang. Dan tolong beritahu aku juga apa yang sedang dilakukan Jung Soo. Apakah dia masih berada di rumah Han Ga In atau tidak. Aku kehilangan banyak sekali informasi setelah aku memutuskan untuk tidak mencampuri urusan mereka. Tapi sekarang aku rasa semuanya harus diperjelas. Mengerti?”

Tuan Park menyampaikan segala intruksinya untuk seorang pria yang berada di sebrang sana. Dia merasa bahwa masalah ini harus mendapatkan sebuah kejelasan dan tidak boleh dbiarkaan begitu saja. Kejadian 4 tahun lalu tidak boleh terulang ketika dengan tenangnya dia membiarkan So Ah pergi ke Paris meninggakan semua kehidupan di Korea. Setidaknya itu yang pernah dia sesali meskipun ada hal positif yang terjadi karena So Ah bisa mewujudkan semua impiannya mengenai Paris dan Fashion.

Setelah menutup sambungan telfon, tuan Park mendesah berat. Dia duduk di kursi kebesannya kemudian bersandar pasarah di sandaran kursi. Sesekali pria setengah baya itu memijat kepalanya karena pusing memikirkan apa yang terjadi pada putra kesayangannya. Padahal baru saja dia berfikir untuk memberikan perusahaan pada Jung Soo agar dia bisa meneruskan perjuangan keluarga Park untuk Amour Beauty. Tapi sepertinya banyak masalah yang berlum mendapatkan titik terang dan arus segera diselesaikan sekarang juga.

***

Jung Soo’s Car

So Ah’s POV

Aku duduk di kursi penumpang tepat disamping Jung Soo Oppa yang sedang menyetir mobil. Kami berdua masih diam tanpa sepatah katapun. Aku memandang keluar jendela dan masih membiarkan earphone menyumpal kupingku, padahal sama sekali tidak ada musik yang aku dengarkan. Hening. Tanpa suara.

Entah apa yang harus aku lakukan sekarang. Semuanya terasa sangat membingungkan. Terlalu kaget ketika mendapatinya tiba-tiba berada di bandara, tepat di belakangku. Kemudian menyeretku untuk mengikuti langkahnya. Mengangkat tubuhku secara paksa untuk kemudian memaksa aku masuk ke dalam mobil, dan tidak bisa sama sekali melawannya.

Masih dalam keadaan percaya dan tidak percaya. Aku sama sekali tidak ingin berkata apapun. Hanya memandangi keadaan diluar dari kaca jendela mobil ini. Masih Korea. Jelas-jelas ini masih negara kelahiranku. Seharusnya sekarang aku sudah berada di dalam pesawat dan 14 jam kemudian sudah tiba di Paris untuk memulai kehidupanku yang baru. Kehidupan tanpa ada rasa bersalah dan sakt hati. Tapi sepertinya semua itu tidak akan terjadi. Tidak sampai pria di sampingku ini membiarkan aku pergi meninggalkannya.

“Sampai kapan kita akan terus diam?”

Sebuah pertanyaan diujarkan dengan nada pelan oleh Jung soo oppa. Tapi aku sama sekali tidak menanggapinya dan masi saja berkonsentrasi dengan pemandangan di jendela yang aku sendiri merasa bahwa sebenarnya sudah tidak menarik lagi.

“Kau marah padaku gara-gara aku menyeretmu paksa?”

Kalimat kedua. Dan aku masih tidak menanggapi. Aku tidak tau apa yang harus aku katakan. Memilah kata agar tidak terkesan bahwa aku sebenarnya tidak terlalu marah dengan sikapnya. Aku penasaran apa yang sebenarnya akan dia katakan. Aku juga menginginkan suatu pernyataan yang mungkin bisa mengubah pendirianku nantinya. Dan aku butuh itu. Tapi rasa egois ini terlalu tinggi. Munafik. Aku tidak bisa berbuat apa-apa.

“Apa yang harus aku lakukan agar kau mau berbicara denganku. Kumohon”

Aku menengok ke arahnya, kemudian mendelik. Membuat ekspresi Jung Soo oppa tiba-tiba berubah. Dia menautkan kedua alisnya dan mulai menggumamkan sesuatu yang aku sendiri tidak bisa menangkap apa maksudnya.

“Berhenti berbicara. Berkonsentrasilah menyetir. Aku tidak mau mati muda. Hentikan mobilnya kalau kau ingin aku berbicara”

Jung Soo Oppa menelan ludah. Aku tau dia melakukannya terburu-buru karena beberapa detik kemudian pandangannya langsung lurus ke depan. Memperhatikan jalan raya yang kami lewati. Meskipun sesekali ekor matanya melirik aku yang masih duduk dengan tidak perduli di sampingnya.

***

Han River,

03.28 PM KST

Mobil yang kami naiki berhenti. Tepat di salah satu sisi sungai Han yang sepi. Tidak ada siapapun di sini, hanya aku, Jung Soo oppa, dan angin. Suara gemuruh yang dihasilkan oleh air dan angin membuat suasana ini semakin berkesan.

Jung Soo Oppa sudah turun terlebih dahulu dari mobil putih miliknya. Dia bersandar di kap mobil sembari bersedekap ringan, merasakan angin sore yang sejuk dan sedikit terasa menusuk di kulit. Jelas-jelas ini adalah musim dingin, tapi karena suasana yang kacau, maka sepertinya semua itu sama sekali tidak terasa.

Dengan perasaan ragu-ragu, aku keluar dari dalam mobil kemudian berjalan pelan menghampirinya. Berdiri berdampingan dan memandang lurus ke arah sungai Han yang terbentang luas. Di sebelah sana terdapat jembatan layang dan juga gedung-gedung tinggi yang sengaja dibangun untuk memanfaatkan keindahan pemandangan sungai Han.

Beberapa saat kami terdiam, hening tanpa suara. Aku membiarkan angin membelai wajahku, mengacak rambut panjangku dan membuatnya berterbangan. Terkadang rambutku menghalangi pemandangan sehingga aku harus buru-buru menyelipkannya ke belakang telinga.

Aku tidak mengerti dengan apa yang terjadi denganku. Seharusnya aku bisa mencaci maki. Mengumpat kesal kemudian menumpahan segala amarahku padanya. Apa lagi yang kurang bagi seorang Park Jung Soo untuk memehuhi kualifikasi sebagai pria kurang ngajar yang tidak berperasaan. Tapi aku dengan bodohnya malah merasa tenang. Aku tidak pernah bisa membencinya meskipun aku paksa sekeras mungkin.

“Aku sudah putus dengannya”

Kalimat pertama diucapkan oleh Jung Soo Oppa dan membuat aku langsung menengok. Tidak mengerti dengan apa yang baru saja dikatakan olehnya. Tapi akhirnya batinku mulai menerka-nerka sesuatu. Han Ga In?

“Tidak ada lagi penghalang untuk kita berdua lagi sekarang. Dia melepaskanku. Tanpa syarat”

Aku terbelalak. Terkejut setengah mati.

Apa aku sedang bermimpi?

Apa ini hanya hayalanku saja?

Apa aku sekarang sedang tertidur di dalam pesawat karena perjalanan dari Korea ke Paris yang membutuhkan waktu 14 jam?

Apakah aku sedang berada di alam lain, yang semuanya bisa berjalan sesuai dengan keinginanku?

Tidak.

Ini nyata.

Aku bisa merasakan angin. Aku bisa mendengar suara kehidupan di sini. Aku bisa menyentuh tanah. Aku bisa menghirup udara yang menyejukan paru-paruku. Dan jantungku masih berdetak sempurna. Semuanya bekerja dengan baik. Tapi aku masih tidak mempercayainya.

“Aku sudah kehilangan semangat hidupku. Tidak tahu apa lagi yang bisa aku lakukan agar bisa tetap menjalani hari-hariku selanjutnya. Sejak kau mengatakan bahwa kau akan melupakanku. Ketika kau mengatakan bahwa perasaanmu padaku sangat dangkal. Aku tersentak. Aku tidak terima kau mengatakan itu semua. Terlalu menyakitkan saat aku mengetahui fakta bahwa aku mencintaimu terlalu dalam. Sedangkan kau, sepertinya akan mudah sekali melupakan perasaanmu padaku”

Jung Soo Oppa melangkahkan kakinya beberapa langkah kedepan. Kedua tangannya berada di dalam saku celana panjang yang dikenakannya. Pandangannya masih lurus ke depan, sama sekali tidak melihatku.

“Aku dan Ga In. Tadi pagi, ketika aku baru saja terbangun. Aku tidak perduli lagi dengan kebahagiaanku. Aku memutuskan untuk melakukan apapun yang diinginkan oleh Ga In. Meskipun aku sebenarnya tidak ingin. Sebisa mungkin, aku harus menganggap bahwa kebahagiaanku adalah membahagiakan Ga In. Dan kau? Kau tidak akan pernah memasuki kehidupanku lagi setelah aku mebuat kesalahan besar terhadapmu, dan setelah kau mengatakan padaku bahwa kau akan melupakanku”

Kalimat demi kalimat keluar dari mulutnya. Semuanya terdengar jelas masuk ke telingaku. Tapi aku masih dalam keadaan kacau. Terlalu sulit ketika harus mencerna kalimat itu satu-persatu. Semua yang dia katakan. Membuatku tidak bisa mengontrol emosi. Apa harus senang? Atau sedih? Atau malah aku seharusnya mengacuhkan semuanya.

“Tapi Ga In mebuatku terkejut. Dia melepaskanku. Dia mengatakan padaku bahwa dia mengakhiri hubungan kami. Sebuah hubungan dengan status sebagai kekasih. Sejak beberapa bulan terakhir ini. Aku kaget. Benar-benar kaget. Aku sendiri tidak percaya bahwa kalimat itu keluar dari mulutnya. Dia sungguh-sungguh. Aku tau dia sungguh-sungguh dengan perkataannya. Karena bebrapa saat kemudian, ketika aku mendapatkan pesan dari Soo Hyun. tentang kau yang akan kembali ke Paris. Dia menyuruhku untuk pergi. Dia mengatakan padaku bahwa aku harus menahanmu agar tidak pergi, memintamu agar tetap disini. Korea. Berada di sisiku”

Aku tersentak. Dadaku tiba-tiba terasa sakit seiring dengan cara kerjanya yang mulai berantakan. Paru-paruku berhenti memompa udara dan membuat nafasku tercekat menghawatirkan.

Han Ga In? Apa benar Han Ga In yang mengatakannya? Apa dia dengan mudahnya melepaskan Jung Soo oppa begitu saja, dan melupakan semua posesifnya yang tinggi itu? Tidak bisa dipercaya.

Jung Soo Oppa berbalik. Dia menatap lurus tepat di mataku. Aku yang masih syok hanya bisa terdiam. Berdiri lurus membalas tatapannya. Tapi aku sama sekali tidak berbicara. Tidak tahu kata apa yang seharusnya keluar dari mulutku, karena rasanya terlalu sulit. Benar-benar sulit untuk membuat kalimat yang tepat untuk menggambarkan semuanya.

“Aku tidak ingin kau pergi. Aku tidak ingin kau kembali ke Paris kemudian meninggalkanku sendirian di sini. Aku tidak ingin kejadian 4 tahun lalu terulang dan aku hidup seperti orang bodoh yang tidak punya aturan. Aku ingin kau tetap berada di sini. Menemaniku dengan tenang. Dan kita akan menjalani waktu di masa depan bersama-sama”

Air mataku menetes. Sebuah kebiasaan terbodoh yang selalu aku lakukan utnuknya. Menangis.

Padahal aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak lagi mengeluarkan air mataku hanya karena seorang pria bernama Park Jung Soo. Tapi kali ini tidak bisa. Aku tidak bisa menahan semuanya. Ini terjadi begitu saja, natual. Tidak ada paksaan dari dalam diriku sendiri. Hanya saja, semuanya malah merespon seperti ini.

“Ini tidak mungkin”

Aku bergumam pelan. Menggigit bibirku menahan emosi dan menggelngkan kepalaku dengan payah. Aku tidak tahu apakah ini memang benar-benar yang aku alami. Aku tidak ingin jika tiba-tiba ketika dia sudah mengatakan hal paling menggembirakan, menjanjikan aku masa depan yang menyenangkan. Tapi kemudian dia akan meninggalkakanku. Melepaskanku dengan perasaan sakit dan membiarkan aku terluka sendirian. Aku tidak ingin seperti itu.

“Aku mencintaimu Lee So Ah”

Sebuah pernyataan yang kelaur dari mulutnya sukses membuat air mataku mengalir semakin deras. Luapan emosi yang terlalu besar untuk sebuah hal yang terjadi secara bersamaan. Serangan kenyataan yang membuat aku merasa terkejut, sedih, dan senang tak terkendali. Ini bukan mimpi, aku bisa merasakan pipiku basah. San aku bisa merasakan ketika Jung Soo oppa mengulurkan tangannya dan mengusap kepalaku. Lembut, hangat, dan nyaman.

“Aku mencintaimu. Aku benar-benar mencintaimu”

Isakan lolos dari mulutku. Bukan sekedar tangis meneteskan air mata. Tapi terisak penuh emosi dengan dada naik turun karena tercekat. Aku mendengarnya mengatakan hal itu. Aku mendengarnya mengatakan bahwa dia mencintaiku. Aku mendengar sebuah kalimat yang sudah lama aku harapkan bisa dia katakan secara langsung. Aku menginginkan dia mengatakan itu dan sekarang dia memenuhinya. Membuatku hampir meledak karena senang. Membuatku hampir berfikir bahwa semuanya sudah terkendali. Semua rasa sakit hati sudah berakhir, dan semua tingkah munafik itu akan segera lenyap dari diriku.

“Jung Soo Oppa… aaaa…. hiks…. haaaa..aaaa…”

Seperti seorang anak kecil, aku menangis keras. Mengerang sepuas yang aku bisa dan melenyapkan rasa sesak yang tertahan di dadaku. Jeritan ekspresif bahkan membuatku melupakan situasi sepi di sekitar sini.

Melihatku yang terlau emosi, Jung Soo Oppa segera melangkah mendekat. Dia menarik kedua bahuku, membawa tubuhku kedalam pelukannya dan mengusap kepalaku lembut. Pelan-pelan tapi sangat nyaman. Sebuah kenyataan yang baru aku temukan, dan ini akan menjadi kenyataan paling menyenangkan yang aku terima. Kenyataan bahwa pelukan hangatnya akan menjadi sesuatu yang paling aku inginkan sampai kapanpun.

“Sssst… uljimarayo… kumohon. Aku tidak bisa melihatmu menangis lagi”

Aku masih terbawa emosi. Menangis dalam pelukannya, membenamkan wajahku di dadanya dan membiarkan kemeja putih yang dikenakannya saat ini basah oleh air mataku. Aku tidak perduli. Aku tidak perduli dia berkali-kali menghentikan tangisku. Karena yang pasti saat ini aku sedahg mencari cara bagaimana dia membuat pelukanya semakin lama, dan membuat aku semakin puas menikmatinya.

“Aku tidak ingin kau menangis”

Pelan-pelan, Jung Soo oppa melepaskan pelukannya. Dia menahan kedua bahuku dan menunduk menatapku yang masih sesegukan. Aku sendiri merasa seperti orang bodoh yang benar-benar memalukan. Seperti seorang bocah yang baru saja mendapatkan mainanya kembali setelah sebelumnya hilang entah kemana. Perasaanku jauh lebih bahagia dari pada itu.

“Aku tidak percaya hal ini. Aku tidak mengerti dengan apa yang terjadi sekarang. Aku tau ini bukan nyata. Aku pasti sedang berada di dalam pesawat sekarang. Aku pasti sedang bermimpi karena peejalanan menuju Paris memakan waktu selama 14 jam. Aku tau ini hanya sebuah pengharapan yang tidak mungkin aku dapatkan. Ini tidak mungkin. Aku… hmmmp…”

Mataku melebar seketika. Jantungku berhenti berdetak dan paru-paruku berhenti bekerja memompa udara untuk kesekian kalinya. Waktu terasa berhenti dan otakku tiba-tiba macet. Saat aku masih dengan penuh emosinya mencoba menyadarkan diriku sendiri sembari menggelangkan kepala, tiba-tiba Jung Soo oppa menagkupkan kedua tanganya di sisi kepalaku, kemudian menempelkan bibir kami. Dia menciumku. Sebuah ciuman tergesa-gesa yang cukup membuatku tidak sadarkan diri. Gila. Ini benar-benar gila.

“Kau merasakannya kan? Kau meraskan ketika bibirku menyentuhmu kan? Ini nyata, kau tidak sedang bermimpi atau berhalusinasi seperti yang kau katakakan barusan. Aku adalah Park Jung Soo. Semua yang kukatakan adalah benar. Tidak ada sama sekali yang bohong. Jadi aku mohon kumpulkan semua kesadaranmu dan tanggapi pernyataanku”

Aku mengerjap berkali-kali. Menatap matanya seperti orang bodoh. Jung Soo oppa masih menangkupkan kedua tanganya di pipiku, membuat aku sedikit mendongak tepat di hadapannya. Tenggelam dalam sebuah pemandangan paling indah yang pernah aku lihat. Wajahnya.

“Aku mohon. Lee So Ah”

“Ini nyata?” Tanyaku dengan tampang bodoh.

sudah jelas-jelas aku menyadari hal ini sejak tadi. Tapi karena perasaanku yang kacau, jadi aku selalu merasa bingung dengan semuanya.

“Kau? Ga In? dan…”

“Semua masalah sudah selesai” Potongnya.

Jung Soo oppa tersenyum. Sebuah senyuman paling tampan yang pernah aku lihat. Cekungan kecil di sudut bibirnya itu terlihat sangat jelas dan aku tenggelam karenanya.

“Kita akan memulai semuanya dari awal. Memulai hidup baru yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Aku mencintaimu. Tidak pernah aku mengatakan hal ini secara langsung karena aku tidak ingin mengatakanya sebelum aku melapskan Ga In. Tapi sekarang. Tidak ada lagi hambatan diantara kita. Aku bisa mengatakannya dengan lantang. Aku mencintaimu.  Dan aku harap kau masih menyimpan perasaan itu untukku. Perasaan sejak 4 tahun yang lalu”

Untuk kesekian kalinya, Jung Soo oppa kembali membuatku terkejut. Dia berulang kali memberikan pernyataan mengejutkan yang sama sekali tidak pernah aku duga. Dari mana dia tahu bahwa aku sudah mencintainya sejak 4 tahun yang lalu. Dari mana dia tahu bahwa perasaan itu tidak pernah coba aku lenyapkan.

“Bagaimana kau bisa?” Aku bertanya dan kembali dipotongnya dengan seenak hati

“Aku mengetahuinya dari Soo Hyun. Dia juga yang memberitahuku tentang kepergianmu. Jika tidak ada Soo Hyun, mungkin aku sudah kehilanganmu dan akan sangat sulit untuk bisa kembali menggenggam tanganmu”

Aku terenyuh saat mendengarkannya menjelaskan hal ini. Kim Soo Hyun. Benar-benar sahabat terbaik yang aku miliki. Dia tidak pernah mempunyai perasaan tidak suka dengan apapun yang bisa membuatnya merasa tidak nyaman. Aku tidak mengerti sebenarnya dia itu manusia atau malaikat. Tapi yang aku tau, dia adalah sahabat terbaikku.

“Aku tidak tahu harus bagaimana sekarang. satu hal yang aku tau, sebuah pernyataan bahwa aku bahagia. Aku bahagia sekarang. Aku senang dengan semuanya. Semua yang kau katakan, semuanya sangat menyenangkan”

“Terimakasih untuk mau mendengarkanku. Terimakasih karena kau sudah memberikan kesempatan padaku untuk kesekian kalinya. Maafkan aku karena aku tidak melakukan hal ini sejak 4 tahun yang lalu. Tapi sepertinya aku juga tidak akan berhasil jika melakukan hal ini dulu. Karena kau akan tetap memilih Paris tentu saja”

“Aku bodoh sekali kan? Dengan sabarnya aku mencintaimu selama itu. padahal di sini, kau melakukan segala hal sesuka hatimu. Benar-benar menyedihkan”

“Maafkan aku. Aku akan melakukan apapun untuk menebusnya. Membalas semua perasaanmu selama itu. Aku berjanji akan memperakukanmu  dengan baik, dan memberikan hal apapun yang bisa membahagiakanmu”

“Aku hanya buuth kau”

Jung Soo oppa tersenyum mendengar kalimat terakhir yang keluar dari mulutku. Dia menunduk menahan malu karena wajahnya yang memerah. Sebuah ekspresi yang aku rasa teralu berlebihan. Bagaimana dia bisa menunjukan ekspresi malu-malu seperti seorang anak remaja belasan tahun. Jelas-jelas umurnya tahun ini sudah 30 tahun. Dan aku sama sekali tidak melhat sisi itu dari dirinya. Dia tetaplah seorang Park Jung Soo yang dulu. Yang selalu membuatku merasa senang hanya dengan melihatnya saja.

“Aku berjanji tidak akan membuatmu menangis lagi”

Aku mengangguk, dan Jung Soo oppa tersneyum lagi. Dia mengulurkan tangannya untuk menyentuh puncak kepalaku, kemudian sedikit memajukan tubuhnya dan mengecup dahiku lama-lama. Rasanya menenangkan. Aku memejamkan mata merasakan kecupannya di dahiku yang terasa sangat lembut.

Jung Soo oppa kembali menarik bahuku. Membawaku kedalam pelukannya dan merapatkan tubuh kami.  Saling merasakan detak jantung satu sama lain. Menimbulkan sensasi gila yang menyenangkan. Aku suka berada di pelukannya.

Aku menghirup nafas dalam-dalam di dadanya. Menghafal wangi tubuhnya yang sudah sangat lama tidak aku kenali. Membiarkan seluruh rongga dadaku dipenuhi oleh udara di sekitarnya.

“Aku mencintaimu”

Sebuah pengakuan akhirnya aku katakan padanya secara terang-terangan. Meskipun pelan dan nyaris tak terdengar tapi aku tau dia mendengarnya. Karena beberapa saat setelah aku mengatakan hal itu. Jung Soo oppa mengusap punggungku kemudian semakin mengeratkan pelukanya di tubuhku.

Hari ini. Di tengah suasana sore. Ketika matahari turun saat bumi terus berotasi pada porosnya. Ketika aku mulai menemukan kembali kebahagiaanku. Semuanya terasa manis. Sangat amat menyenangkan. Tidak ada yang lebh menyengkan dibandingkan hari ini. Aku menemukan kebahagiaanku. Kebahagiaan yang sudah sejak lama tidak aku dapatkan. Hasil dari kesabaranku menunggu dengan ratusan kali rasa sakit hati.

Akhirnya berakhir. Penantian itu berakhir dengan sangat manis. Sejak saat umurku masih belum genap 20 tahun. Saat aku masih sorang remaja labil yang rapuh. Mencoba menghadapi sebuah kenyataan besar. Berjuang untuk hidup menahan perasaan yang meluap dan akhirnya sekarang mencapai titik puncak dimana aku baru saja melewati klimaks. Menapaki sebuah konklusi terbaik. Happy ending.

***

So Ah’s Home

17.35 PM KST
Jung Soo’s POV

Aku berjalan memutar dari mobilku dan segera membukakan pintu untuk So Ah. Setelah sebelumnya kami membicarakan semua masalah sampain selesai. Sekarang saatnya aku kembali ke masalah selanjutnyayang berhubungan dengan kedua orang tuaku dan juga So Ah.

“Kau yakin?”

So Ah bertanya padaku sesaat setelah dia keluar dari dalam mobil dan menerima uluran tanganku untuk menggenggamnya.

“Apakah kau melihat ketidakyakinan dari ekspresiku? Aku bahkan sudah bertemu dengan kedua orang tuamu tadi siang di bandara”

“Tapi sekarang situasinya berbeda”

“Percayalah padaku. Aku akan melakukan semuanya dengan baik. Kau tidak perlu khawatir. Oke?”

Aku tersenyum meyakinkannya kemudian menggenggam tangannya erat. Memastikan bahwa aku akan membawanya ke dalam dengan perasaan tenang meskipun sebenarnya aku juga merasa sangat gugup sekarang. Tapi aku harus tetap masuk ke dalam untuk melakukan semua hal yang bisa aku lakukan agar membuat semua masalahku ini terkendali.

Perlahan kami berdua melagkah masuk ke dalam. Sembari berpegangan tangan. Mungkin rasanya sangat berlebihan karena kami harus gugup. Terutama So Ah. Sudah jelas-jelas ini adalah rumahnya. Tempat tinggalnya sejak kecil. Tapi kenapa dia harus segugup ini hanya karena datang berdua bersamaku?

“Kita masuk?”

Aku bertanya sekali lagi pada So Ah dan dijawab dengan sebuah anggukan kecil. Dia mengernyit, menggigit bibirnya ringan dan menghela nafas sesekali.

Aku menghirup udara banyak-banyak sebelum memtuskan untuk menekan bel rumah So Ah dan beberapa saat kemudian intercall tersebut menyala. Dengan perasaan gugup aku berbicara sembari membungkukan sedikit tubuhku agar bisa terlihat dengan jelas dari layar intercall yan ada di dalam rumah.

Tidak berselang lama. Aku melihat ibu So Ah keluar membukakan pintu. Dia terbelalak kaget mendapati putrinya yang saat ini tengah berdiri nyata di hadapannya. Lebih jelasnya lagi, dalam genggamanku.

“So Ah-ya…”

“Eomma…”

Sebuah pertemuan yang sedikit kikuk. Ini tidak seperti pertemuan bisanya yang ilakukan oleh So Ah dengan ibunya. Terlihat ada keterkejutan dari mantan ibu mertuaku tersebut. Dan So Ah, dia juga terlhat sangat gugup menatap ibunya sendiri.

“Kau kembali? Tidak jadi pergi? Ya Tuhan, syukurlah”

Eomonim melangkah maju kemudian memeluk So Ah erat-erat. Dia mungkin sedang mencoba memastikan bahwa seseorang yang ada dihadapannya adalah nyata. Bahwa saat ini anak gadisnya telah kembali ke hadapannya dan pulang kerumah dalam keadan baik-baik saja. Tidak perlu berpisah jauh dan terbentang oleh benua yang berbeda, dengan adat yang juga berbeda. Semuanya akan baik-baik saja karena dia bisa bersama putrinya selalu. Saling berdekatan satu sama lain.

“Maafkan aku eomma”

So Ah balas bergumam. Dia membenamkan wajah di bahu ibunya dan trlihat sangat pasrah dalam pelukan wanita yang paling disayanginya tersebut. Eomonim menusap pungung So Ah, dia menepuk-nepuk kecil punggung putrinya tersebut dan mengusap rambut panjangnya yang tergerai.

Beberapa saat kemudian, pandangan eomonim tertuju padaku. Dia juga terlihat sangat kaget dan melepas pelukannya dari So Ah untuk kemudian gantian mengahlihkan perhatiannya padaku.

“Anyoenghaseo… eomonim…”

Aku mebungkukan badanku memberi salam. Dan dengan sedkit kikuk, eomonim membalas salamku sembari mengangguk. Dia mempersilahkan kami berdua masuk ke dalam rumah sembari menarik tangah So Ah dan mengengamnya erat.

***

Saat ini kami berada di ruang tamu. Tepat ruangan utama dimana seluruh keluarga So Ah berkumpul. Ayah, ibu, So Yu, dan juga Jin Hyuk Hyung, ayah Min Woo. Berada di tengah-tengah keluarga besar yang pernah menjadi keluargaku. rasanya berdebar tidak karuan apalagi ketika melihat tatapan mereka yang semuanya mengarah padaku. Seperti memberikan sebuah desakan agar aku segera berbicara dengan jelas pada semua.

Aku duduk di kursi yang berhadapan dengan ayah dn ibu So Ah. Hari sudah hampir malam, dan sebaiknya aku menyelesaikan segala ucapanku sebelum menggangu waktu makan malam keluarga So  Ah nantinya.

“Aku datang kesini unutk menjelaskan sesuatu. Maafkan aku sebelumnya karena pertama kali datang kesini tanpa memberitahu terlebih dahulu. Dan mafkan aku juga karena telah membuat So Ah tidak jadi pergi kembali ke Paris. Abouji, emonim”

Sebuah kalimat pembuka berhasil aku paparkan dengan lancar. Tapi kemudian aku kesulitan untuk merangkai kalimat selanjutnya karena semua anggota keluarga yang berada di sekitarku ini hanya menganggukan kepalanya masing-masing sembari berkonsentrasi padaku.

“Maafkan aku karena tidak sopan datang kesini membawa So Ah yang sebelumnya aku paksa untuk tidak pergi ke Paris dan meninggalkan Korea. Jujur, aku yang memaksanya untuk tetap tinggal sampai akhirnya dia bersedia. Aku melakukan itu karena…”

“Aku mencintainya”

Kalimat penutup yang menurutku sudah cukup jelas menggambarkan semuanya.

mendengar pernyataanku tersebut, tentu saja kedua orang tua So Ah, So Yu, dan juga Jin Hyuk hyung tampak sangat terkejut. Mereka mungkin tidak pernah mengira akan secepat ini aku mengatakan semuanya. Tapi aku memang tidak ingin basa-basi terlebih dahulu. Aku tidak ingin mereka melihatku ragu-ragu. Aku ingin terlihat manatap dengan semua perkataanku dan semuanya sudah tenang sekarang.

Aku menengok ke arah So Ah yang duduk tertunduk di sampingku, kemudian meraih tangannya, menautkan jari-jari kami. Aku berusha membuat dia tenang dan membiarkanku meneruskan perkataanku di depan orang tuanya. Kalau bisa, saat ini juga aku kembali menjadikannya istriku seperti dulu lagi.

“Apa maksud semua yang kau katakan? Apakah kalian berdua memang sudah menjalin hubungan tanpa kami ketahui sejak lama?”

Pertanyaan dari ayah So Ah membuatku menjadi semakin gugup. Bukan karena takut untuk menjawabnya, tapi karena aku merasa bersalah setelah membuat putri bungsunya harus sakit hati karena aku.

“Kami tidak menjalin hubungan. Tapi aku tau aku mencintainya. Mungkin terjadi sebuah kesalahan besar dalam hidupku setelah So Ah pergi ke Paris  4 tahun lalu. Kemudian setelah dia kembali, s emuanya berubah. Aku sadar bahwa So Ah bisa membuat hidupku berubah banyak. Sekarang aku bisa menyakinkanya mengenai perasaanku. Dan aku juga ingin abouji, emonim, dan juga semua keluarga ini tau bahwa aku mencintainya”

Tanganku dingin. Aku bisa merasakanannya. Meskipun aku dan So Ah saling berpengangan tangan, tapi aku tidak bisa menahan rasa gugup sehingga membuat tanganku menjadi dingin dan berkeringat karenanya,

“Jung Soo-ssi. Apa kau yakin dengan keputusanmu barusan? Apa tidak akan ada yangdisesali setelah ini?”

Pertanyaan lain terlontar dari mulut emonim. Dia sejak tadi terdiam mendengakan percakapan kami dan akhirnya sekarang bekomentar. Mencoba mencari tahu apa jawabanku agar bisa meyakinkannya megenai semua hal yang aku ucapkan.

“Aku yakin dengan keputusanku. Aku yakin dengan perasaanku padanya. Aku tidak ingin menyia-nyiakan waktu seperti dulu. Sekarnag aku sudah mencoba untuk dewasa. Menjadi seorang pria sejati yang bertangung jawab dengan segala ucapannya. Tidak perlu khawatir eomonim. Aku akan menjaga So Ah dengan baik. Aku akan membuat dia bahagia, aku berjanji”

Semuanya tersenyum saat mendengarkan jawabaku,  dan itu membuatku sedikit lega setidaknya mereka bisa mendengarkanku dengan sangat baik. Membuka hati dan tidak bersikap acuh.

“Bagaimana dengan perasaanmu? So Ah-ya…”

“De?”

So Ah mengangkat kepalanya kaget. Sebelumnya, gadis di sampingku ini hanya tertunduk sembari memainkan jari-jarinya di permukaan sofa yang kami duduki. Sejak tadi dia diam mendengarkan pembicaraan yang sudah mulai menemukan tiitk terang ini. Dan akhirnya So Yu mengajukan satu pertanyaan untuknya. Sbeuah pertanyaan yang aku harap bisa dijawab dengan jawaban yang paling muaskan dan bisa membuatku bernafas lega.

“Ya, aku mencintainya”

Sebuah jawaban tegas keluar dari mulut So Ah. Singkat tapi jelas. Itu membuat semua orang yang ada di dalam ruangan ini langsung menghela nafas lega mendengarnya. Dan aku juga tidak kalah senang mendengar kalimat itu keluar dairi mulutnya.

Baiklah. Tahap demi tahap sudah kami lewati untuk maju ke fase selanjutnya. Setelah meneumui kedua orang tua So Ah dan mengatakan apa yang sebenarnya terjadi, ditambah dengan permintaan izin untuk memiliki So Ah sepenuhnya sebagai istriku.

***

Jung Soo’s Home

18.45 PM KST
So Ah’s POV

Tahap selanjutnya yang kami lakukan adalah menemui keluarga Jung Soo oppa. Ini akan sangat sulit kurasa.

Apa yang bisa aku katakan ketika aku menemui mereka?

Apa yang bisa aku lakukan di hadapan kedua orang tua Jung Soo oppa?

Apakah mereka masih bisa menerimaku dengan baik?

Apa kehadiaranku masih diingankan di rumah itu?

Terlalu banyak pertanyaan. Rasanya akan sulit, mengingat apa yang sudah pernah aku lakukan terhadap mereka. Saat aku dengan tidak sopannya pergi meninggalkan keluaga Park untuk mengejar impianku ke Paris.

4 tahun sudah berlalu sejak terakhir kali aku tidur di dalam rumah besar yang nyaris seperti istana ini. Membiarkan semua hal yang berada di dalamnya menjadi kenangan yang sangat berkesan sampai-sampai aku sendiri tidak mampu melupakan semuanya.

Di tempat inilah aku menemukan sebuah kesatuan baru bernama keluarga. Bertambah satu ayah, satu ibu dan juga satu lagi kakak perempuan. Rasanya memang sangat menyenangkan. Jauh lebih menyenangkan daripada aku menerima fakta bahwa sebelumnya aku harus mengakhiri masa lajangku terlebih dahulu agar bisa menjadi bagian dari keluarga mereka. Hal itulah yang menjadi masalah besar sampai berlarut-larut.

“Tenang saja. Aku akan melakukannya sama seperti tadi. Orang tuaku sedang berkumpul di jam-jam seperti ini. Tapi In Yeong unni, kurasa dia tidak akan pulang lagi karena tugas rumah sakit yang memang jarang sekali bisa dia lewatkan begitu saja”

“Bagaimana jika kedua orang tuamu tidak menemerimaku. Sebetulnya tadi pagi aku sudah bertemu dengan ayahmu, tapi saat itu aku berpamitan. Tidak ada lagi yang bisa kulakukan sekarang. Apa tidak keterlaluan jika tiba-tba aku masuk ke dalam tanpa mengabari sebelumnya?”

“Hei, kau tidak ingat apa yang aku lakukan tadi sore di depan keluargamu. Aku juga sama. Kita berdua sama-sama tidak mempunyai persiapan kan? Hanya karena masalah ini menyangkut hubungan 2 keluarga, maka aku harus menyelesaikan ini sampai tuntas. Setidaknya, memberitahukan pada para orang tua  bahwa kita serius dengan jalan yang kita ambil kali ini. Tidak akan ada kekeliruan seperti dulu lagi. Ketika sebuah keputusan itu sedikit bersifat memaksa. Bahkan aku selalu diperlakukan secara otoriter”

“Baiklah, aku peraya padamu. Semoga kita bisa melewati semuanya dengan baik. Aku ingin semua ini cepat selesai, agar aku bisa segera tenang”

Kami berdua menghentikan obrolan kemudian memutuskan untuk segera keluar dari dalam mobil. Seprti biasa. Kedaan rumahnya selau tampak sepi dari luar. Dan di dalampun tidak menunjukan perbedaan yang berarti. Semuanya sama. Baik di dalam maupun di luar, pasti akan terlihat senyap. Aku rasa hanya kedua orang tua Jung Soo oppa yang berada di dalam sekarang, ditambah belasan pegawai rumah tangga yang berkeliaran di sekitar rumah itu. Sebuah pemandangan yang kadang terlihat membosankan.

Setelah kami berdua keluar dari mobil. Jung Soo oppa menggenggam tanganku yang terasa dingin. Udara malam memang semakin menurunkan suhu dan membuat kami berdua hampir menggigil. Ditambah perasaan gugup yang tidak henti-hetinya dirasakan sejak tadi.

Aku dan Jung Soo oppa berjalan menapaki teras rumah kemudian berhenti tepat di depan pintu utama akses masuk ke dalam rumah besar ini. Jung Soo oppa menekan beberapa kombinasi angka yang sepertinya sudah sangat dia hafal. Dulu ketika aku masih tinggal di sini, tidak ada kode seperti ini. Hanya ada inter call yang mejadi pengawas tamu yang datang ke rumah ini. Kami berdua langsung masuk ke dalam dan mencari keberaaan orang rumah.

“Eomma…”

Masih menggenggam tanganku, Jung Soo oppa menuntun langkahku megekornya di belakang. Aku tau dirumah ini keluarga besarnya pasti sedang bersantai setelah seharian mereka sibuk dengan aktifitas masing-masing.

Keadaannya masih sama. Hanya ada beberapa bagian yang berubah dari pertama aku tinggal disini. Penataan ruang dan barang-barang yang sebelumnya memenuhi ruang tamu kini sudah semakin berkurang sepertinya. Melihat itu aku menyadari betapa lamanya aku tidak menginjakkan kaki di rumah ini. Padahal dulu selama hampir satu bulan aku tidur di rumah ini, dan melakukan setiap aktivitasku.

“Aku pulang”

Dengan setengah berteriak Jung Soo oppa berseru sembari terus saja berjalan. Kali ini kami memasuki sebuah ruangan yang sangat besar dengan susunan sofa beserta perlengkapan elektronik iain sebagai pusatnya.

Dari sini aku bisa melihat dua sosok yang sedang duduk berdampingan. Meskipun aku melihat dari pungungnya, tapi aku bisa mengenali kedua orang tersebut. mereka adalah mantan mertuaku. Orang tua Jung Soo oppa.

Berbarengan, keduanya berbalik menatap kami. Terkejut. Tetu saja mereka terkejut melihat kedatanganku bersama Jung Soo oppa. Eomonim bahkan hanya bisa membuka mulutnya tanpa berkata apapun. Sedangkan tuan Park segera bangkit dari posisinya dan melihat Jung Soo oppa dengan mata membulat.

“Kalian?”

Dengan suara bergetar, Tuan Park menunjuk kami berdua dia mengarahkan pandangannya pada Jung Soo menatapnya dari ujung kaki sampai ke atas kepala, kemudia bergantian memandangku sembari menggelengkan kepalanya seakan mencoba untuk mencoba sadar dari keadannya saat ini.

“Ayah, ibu. Aku pulang…”

Jung Soo Oppa tersenyum. Dia melirik aku sembari megeratkan genggamannya di tanganku, kemudian melanjutkan ucapannya yang sempat terhenti.

“Aku membawanya kembali pulang. Calon menantu di rumah ini”

Aku tercekat. Sebuah kalimat yang sama sekali tidak aku sangka akan diucapkannya secepat itu. Benar-benar mengejutkan. Apa dia yakin bahwa perkataannya itu diucapkan di depan kedua orang tuanya.

“So Ah-ya…”

Eomonim melangkah maju. Pelan-pelan dia menyeret kakinya mendekat ke arah kami. Aku tidak bisa berbuat apapun karena bingung. Bagaimana seharusnya aku merespon sekarang. Aku tidak tau bagaimana cara mengatur gerak tubuku agar bisa bersikap seperti biasa.

“Eomonim…”

Aku balas bergumam. Merespon sapaannya untukku. Tapi aku belum bergerak dari tempatku sampai emonim berdiri tepat berhadapan denganku. Sebuah senyuman tulus dari bibirku membuat eomonim mengulurkan tanganya kemudian mengusap kepalaku lembut.  Benar-benar terasa sangat nyaman. Sentuhannya sudah lama sekali tidak aku rasakan. Dan sekarang semuanya terasa sangat jelas. Aku masih mengingat bagaimana lembut tangan itu menyentuh permukaan kulitku kemudian mengusapnya pelan menimbulkan rasa hangat yang sangat nyaman.

“Kau kembali sayang? Kau kembali ke rumah ini?”

“Ne… eomonim”

Eomoim mengangkat tangannya kemudian menangkupkan di kedua sisi wajahku. Mengusap pipiku lembut dengan tatapan yang tidak pernah dia alihkan kearah lain selain wajahku. Aku masih terus saja tersenyum. Membiarkan emonim melakukan apapun yan dia inginkan. Sampai kemudian dia menariku ke dalam pelukannya. Memeluk tubuhku erat-erat seakan memastikan bawah aku yang sedang berdiri di hadapannya adalah nyata.

Aku mengingat kejadian 4 tahun lalu ketika aku baru saja masuk ke dalam rumah ini. Saat dengan ramahnya eomonim menyambut kedatanganku. Menanyai aku tentang apa yang aku suka dan aku tidak sukai. Memberikanku banyak sekali barang-barang yang sengaja dia belikan setiap kali melihat hal yang menarik.

Pelukan ini. Pelukan sayang yang sangat aku rindukan. Ketika aku merasa diperlakukan tidak baik oleh Jung Soo Oppa, ketika aku merasa tertekan karena keinginanku untuk mengejar impian di Paris. Saat aku limbung dengan berbagai pilihan hidup yang sulit. Eomonim ini seperti ibuku sendiri. Dia mengerti aku. Dan sampai sekarang, emomonim masih mau menerima kehadiranku di rumah ini.

“Maafkan aku eomonim. Maafkan aku karena pergi begitu saja meninggalkan semuanya. Aku mohon maafkan semua kesalahanku”

“Sssst..”

Eomonim melepaskan pelukanya dan meletakkan jarinya dipermukaan bibirku. Kemudian menganggukan kepalanya sembari megusap pipiku lembut. Dia sama sekali tidak mengizinkan aku untuk mengatakan permintaan maafku sebagai bentuk penyesalan karena telah mengecewakannya.

Sejak pertama, pertemuanku dengan Jung Soo oppa sudah direncanakan. Saat itu kami berdua sama sekali tidak mengenal satu sama lain. Tapi ketika dia datang ke rumahku bersama seluruh keluarganya, aku pertama kali melihat sosoknya yang memang sangat menarik. Dengan setelan jas mewah, gaya yang sedikit angkuh tapi tetap terkesan santai. Dia selalu bersikap seakan semua masalah itu adalah hal mudah yang tidak perlu dibuat sulit. Jujur, sejak pertama bertemu dengan Jung Soo oppa. Aku sudah merasa tertarik, mungkin itulah yang dikatakan sebagai jatuh cinta pada pandangan pertama.

Semuanya berjalan naturan. Tidak ada paksaan. Dan aku sendiri tidak mencegah perasaanku berkembang semakin dalam untuknya. Tapi akhirnya sekarang. Saat aku sudah menemukan titik akhir yang bahagia. Maka semuanya memang sangat membahagiakan.

“Selamat datang kembali di rumah ini. Menantu”

Aku terhenyak. Sepeti baru saja mendapatkan oksigen saat dadaku terasa sesak. Ini sangat amat terasa melegakan. Benar-benar membuat aku bisa bernafas lega. Aku masih diterima di rumah ini. Aku belum dilupakan. Dan kata terakhir di kalimat itu? Aku ingin menyandang status itu lagi.

“Terimakasih eomonim”

Aku mengenggam tangan emonimin, menautkannya dengan jari-jariku dan memberikan senyuman lembut padanya. Kulirik Jung Soo oppa yang juga sedang tersenyum disampingku. Sesaat kemudian aku mengarahkan pandangaanku ke arah lain. Disana tuan Park sedang berdiri memperhatikan kami dalam jarak beberapa meter. Dia menganggukan kepalanya beakali-kali. Aku balas mengngguk dengan senyuman yang tidak pernah hilang dari bibirku.

“Aku tidak akan pergi….”

“Ayah…”

Dengan sedikt ragu aku berbicara lantang, dan sketika itu juga ekspresi abouji lagsung berubah. Dia terlihat sangat senang mendengar kalimat yang baru saja keluar dari mulutku. Matanya berbinar, dan senyuman itu semakin jelas terlihat.

Aku mendapatkan semuanya. Keluarga besar, sahabat, impian besarku dan juga seorang pria yang saat ini sudah terang-terangan mengatakan mengenai perasaannya padaku. Kalimat paling menyenangkan yang pernah aku dengar. Ini adalah akhir dari sebuah penantian panjang yang aku lakukan. Sangat amat menyenangkan pastinya.

***

1 mounth later…

Amour Beauty’s Building

Meeting room 10.12 AM KST

Author’s POV

“Pertemuan untuk kali ini dibuka. Rapat delegasi pemegang saham Amour Beauty telah hadir, dan keputusan yang sudah didiskusikan sebelumnya akan ditetapkan hari ini”

Tuan Park membuka sesi rapat akbar yang dilakukan di ruang pertemuan besar yang terdapat di lantai 8 bangunan Amour Beauty. Jajaran kursi rapih itu ditempati oleh para pemegang saham. Hanya sekitar 30% saham Amour Beauty go public sedangkan 70 % lainnya masih dipegang oleh keluarga Park sebagai presiden direktur yang menjalankan roda perusahaan.

Perusahaan itu telah berdiri sejak lama. Didirikan oleh kakek Jung Soo yang juga seorang pembisnis yang hebat. Tidak heran jika kemampuan berbisnisnya itu menurun ke anak laki-lakinya, ayah Jung Soo. Dan untuk kali ini, kemampuan cerdas ini diturunkan kepada Park Jung Soo sebagai keturunan selanjutnya.

Seorang anak laki-laiki pasti yang menjadi andalan bagi keluarga besarnya. Tuan Park tidak pernah bermaksud untuk membeda-bedakan anakanya. Karena selain Jung Soo, mereka  juga memiliki seorang anak perempuan yang saat ini bekerja sebagai seorang dokter. Meskipun secara keseluruhan tuan Park menyerahkan perusahaan pada Jung Soo, tapi dia juga tidak pernah melupakan putri pertamanya yang pasti meiliki bagian di perusahaan tersebut.  Sudah sering kali tuan Park meminta In Yeong untuk bergabung dengan perusahaan jika dia tertarik. Tapi sepertinya gadis yang umurnya sudah diatas 30 tahun tersebut terlalu cinta denga pekerjaan dokternya. Bahkan saking asiknya, dia juga rela pergi ke negara Afrika untuk melakukan bakti sosial bersama organisasi amal yang saat ini diurusnya. Kakak perempuan Jung Soo tersebut bahkan masih belum menikah sampai sekarang. itulah kenapa tuan Park terus saja mendesak Jung Soo untuk menikah agar dia bisa segera memenuhi impianya untuk memiliki seorang cucu.

“Semuanya sudah dibicarakan dengan jelas. Surat pemberitahuan sudah disebar oleh pihak perusahaan kan. Aku Park Jung Hwan. Selaku presiden direktur dari  Amour Beauty, memutuskan untuk menyerahkan jabatanku sepenuhnya kepada putraku bernama Park Jung Soo yang sebelumnay menjabat  sebagai manajer pemasaran. Semua tanggung jawab perusahaan mulai saat ini berada di pundaknya. Dan harap anda semua bisa membimbingnya untuk melakukan yang terbaik”

Ujar tuan Park lantang.

Jung Soo bangkit dari dudukannya. Berdri tegak kemudian membungkuk memberi salam.  Suara tepuk tangan riuh terdengar dari semua orang yang berada di dalam ruangan besar tersebut. Semuanya mengangguk memberikan respon baik terhadap apa yang baru saja dikatakan oleh tuan Park selaku presiden ditektur yang sebelumnya menjadi pimpinan utama di perusahaan tersebut.

“Seperti sebelumnya telah diketaui. putraku ini memang disiapkan untuk menjadi penurus perjuangan di Amour Beauty. Dia telah menunjukan eksistensinya setelah berhasil membuat gebrakan baru yang membuat Amour Beauty memiliki kemajuan yang baik. Setelah meluncurkan parfume dengan merk dagang perusahaan, kita berhasil memasuki pasar yang lebih luas. dan inovasi juga dialakukan dimana-mana. Aku menghargai kerja keras putraku dalam hal itu. Dan semoga, anda semeua yang datang disini bisa membantu membimbingnya kearah yang lebih baik”

Jung Soo sedikit tertunduk malu ketika sang ayah mengungkapkan prestasinya untuk perusahaan didepan semua pemegang saham yang hadir dalam rapat tersebut. Terlihat jelas bahwa tuan Park sangat membanggakan putranya tersebut karena sudah bisa melakukan hal yang sangat baik. Membiarkannya memegang kendali perusahaan dengan semua ilmu yang sudah dikuasai.

“Selamat siang semuanya. Namaku Park Jung Soo. Sebelumnya aku menjabat sebagai manajer pemasaran selama 5 tahun. Setelah berada lama berhubungan dengan bidang pemasaran, aku belajar banyak mengenai hal tersebut. Tapi aku mohon bantuanya dalam memimpin perusahaan menggantikan ayahku. Semoga semuanya bisa berjalan dengan baik. Terimaksih”

Dengan penuh percaya diri, Jung Soo memperkenalkan dirinya pada semua anggota rapat. Respon baik ditunjukan oleh mereka yang tampak sangat tertarik dengan kemampuan Jung Soo yang sepertinya tidak usah diragukan lagi.

“Mulai hari ini. Aku resmi mengundurkan diri dari perusahaan  dan menyerahkan semua tanggung jawab pada putraku, Park Jung Soo”

Dengan suara bergetar. Tuan Park mengucapkan perkataannya dan menepuk pundak Jung Soo yang saat ini masih duduk disampingnya. Akhirnya posisi itu didapatkan oleh Jung Soo. Duduk sebagai president ditektur dari perusahaan sang ayah. Untuk kali ini tuan Park sudah benar-benar yakin dengan keputusannya memberikan tanggung jawab pada Jung Soo. Putranya tersebut sudah benar-benar berubah. Dan dia yakin semuanya akan berjalan baik-baik saja.

***

Park’s Private Room

11.28 PM KST

Seorang pria setengah baya tengah berdiri di ruangan besar yang terlihat kosong. Pria itu menatap figura besar yang tertempel dengan sempurna di tembok berwarna coklat emas itu. sSebuah foto keluarga dengan banyak sekali orang di dalamnya. keluarga besar tuan Park yang saat ini sudah sibuk dengan urusan masing-masing. Mereka adalah keluarga besar yang tentu saja saling menghargai satu sama lain.

Ruangan itu sudah sedikit berdebu karena tidak pernah ditempati. Ruangan pribadi tuan besar Park. kakek Jung Soo yang saat ini telah meninggal. Ruangan itu selalu dibersihkan setiap hari. Tapi karena tidak ditempati maka keadanya tetap saja berbeda dari yang lain. Dingin dan senyap. Tapi tidak ada kesan tidak nyaman. Ruangan itu tetap memberikan perasaan tenang bagi siapapun yang berada di dalamnya.

Tuan Park menatap foto yang tertempel di dinding. Berdampingan dengan foto besar yang memperlihatkan kehangatan keluaga mereka. Dalam figura itu adalah kedua orang tuanya. Foto ayah dengan ibunya yang juga telah meninggal dunia. Keduanya adalah orang yang paling disayangi oleh tuan Park. Dan ayahnya jugalah yang menjadi alasan kenapa tuan Park ingin sekali membuat Jung Soo dan So Ah bersatu. Mewujudkan keinginan sang ayah yang sempat gagal dan tidak berhasil dilaksanakan dengan baik.

“Aku berhasil melakukannya ayah. Mereka berhasil disatukan kembali. Jung Soo dan So Ah. Mereka berdua kini telah menjadi satu untuk kemudian akan hidup bahagia selamanya”

Dengan suara pelan yang nyaris berbisik. Tuan Park berbicar sendiri dengan foto kedua orang tuannya yang dia sentuh dengan tangan b ergetar.

“ini takdir. Ini adalah takdir yang sangat menyenangkan. Terimakasih sudah bersahabat baik dengan kakek So Ah. Dan aku mohon, berbahagialah ayah disana. Aku akan berusaha menjaga keluarga kita tetap harmonis. Aku berjanji. Ayah…”

Tuan Park tersenyum, tapi matanya memerah. Dia membungkukan bandanya di depan sebuah foto besar ayahnya. Memberikan penghormatan untuk orang tua yang sangat disayanginya tersebut.

Hal itu berhasil dilakukan. Menyatukan putranya dengan putri dari sahabat lama sang ayah. Menjadikan mereka satu dan saling mencintai satu sama lain. Tidak akan ada lagi perpisahan. Itu bisa dijamin dengan pasti mengingat perasan Jung Soo dan So Ah yang sepertinya sudah semakin dalam.

Sebuah akhir yang sangat manis saat menerima sebuah kenyataan bahwa takdir itu memang sangat menyenangkan. Benar-benar menyenangkan saat keinginan yang menggebu itu bisa teruwujud. Menjawab semua ketikdakpastian yang dulu sempat diterka-terka bagaimana akhirya. Dan semuanya terjawab. Semuanya terjawab dengan bahagia.

***

THE END

***

Anyeonghaseo, yereubeun…

Saya kembali hadir setelah sekian lama menghilang dari blog tercinta Sujuyongwonhie. Ada yang kangen aku? *ngedipngedip*

Karena tiba-tiba otakku macet dan tidak bisa memikirkan apapun, jadilah semua project FF terbengkalai. Aku malah keasikan nontonin video downlodan dan koleksi DVD bajakan yang sama sekali belum terjamah. Dream High 2 udah keluar, tapi Dream High 1, DVD-nya masi utuh. Walopun aku uda liat dicepetin, tapi aku ga ngerti itu isinya apaan. Hahaha. Miss Replay uda tayang di TV tapi DVD aku juga blum diliat, Cuma dibuka dan meratiin tiap scene suami saya (baca: Yoochun) yang keren banget di drama itu. Pokonya aku tuh sekarang lagi liburan tapi merasa tertekan karena udah pengen masuk kuliah, dan belum menghabiskan waktu untuk bersenang-senang membebaskan fikiran. Merasa sangat dipuaskan dengan IP semester ini. Hehe, terimakasih semangatnya. Aku tau, kalo aku ini emang sangat cerdas jadi tidak usah diragukan lagi maslah nilai *tabokbolakbalik* meskipun tidak mencapai titik 4,00 tapi setidaknya sudah mendekati lah. *kibasponi*

Happy ending kan? Ini seriusan hepi ending. Dan aku telah memenuhi janji aku sama semua readers yang mulai menerka-nerka bagaimana akhir kisah Jung-Ah yang sebelumnya aku bikin ngalor ngidul dan dipenuhi adegan najong yang ganyambung. Sumfah. Setiap abis ngelarin FF, aku selalu merasa gagal dan merutuki diriku sendiri *minumminyakkayuputih*

 Huft. Untungnya readers sayang selalu memberi dukungan. Meskipun tulisan aku ancurnya naujubilah, tapi tetap dihargai. Jadinya aku tetep semangat memproduksi project gagal super ancur, dan ga kapok-kapok pubish di blog ini #JRENG!!!

Buat FF selanjutnya, aku udah tulis Hae-Ri ampe 10 lembar. Tapi macet karena gatau apa lagi yang harus ditulis. Ceritanya sih lagi pengen bernostalgia sama lagu jadul super romantis kesukaan aku, yang dinyanyiin sama Martina Mc Bride (bener tau engga nih nama) Tapi akhirnya malah terkesan mejijikan tuh FF.  Bingung juga mau diterusin apa kaga. Paling ntar aku ganti aja dah alurnya. 

DIBUAT MENGGILA SAMA ABS… HUWOOO MINGGU INI BERTEBARAN ABS DIMANA MANA. DAN SAYA SUKAAAAAA… KYAAAA… SUMFAH DEMI APA BAHAGIA BANGET. YESUUUUUUNG… HUWAAAAA… BUKA BAJUUUUUUMU SAYAAAANG *keramas*

DONGHAE… PLEASE BABY, DONT TEASE ME… JUST SHOW WHATEVER YOU WANT…!!!! MORE ABS PLEASE, I NEED ABS… BUKA BAJU AJA BANG. BUKAN BAJUNYAAAAA…. *mandikembang*

AND CHO KYUHYUN-SSI, YOU ARE HANDSOME AS ALWAYS. NAPA KAGA BUKA BAJU JUGA? BELUM CUKURAN BULU KETEK? BIARIN AJA, BULU KETEK PASTI SEKSI-SEKSI AJA KO. AYOLAH TUNJUKAN KOTAK ENAM PUNYA KAMU HUBBY… *minumjamu*

Oke, stop histeris (tabokin muka sendiri)

Ehm… *benerinbaju*

Buat Ji Hyuk. Aku juga uda mikirin itu, tapi sama aja intinya belum ditulis. Ga ngerti deh kenapa semangat menulis aku fluktuatif banget. Kalo publish sebulan sekali kan ga lucu juga kayanya (ya kali) tapi aku masih hobi nulis, jadi masih bakal tetep nulis deh.

Kadang kalo lagi banyak ide, aku malah ga menemukan situasi yang tepat untuk menumpahkannya. Gliran ada waktu nganggur depan lepi. Aku malah kehilangan semua ide dan ujung-ujungnya tetep nonoton video sambil ngakak. Gatau deh aku aja bingung sendiri. Kalo uda nulis pasti aku bakal ngebut ampe subuh ga kerasa. Pas bangun pagi tiba-tiba udah kaya mumi, ampe jalan aja sambil merem. Haha

Baiklah. Aku gamau dibilang kebanyakan ngomong, dan note aku yang disebut mengalahkan panjangnya FF. Aku juga menyalurkan isi hatiku, karena sebenernya aku ini anaknya alim banget dan gak mudah ngomong banyak sama orang lain (padahal boong)

Yasudah. Sampai Jumpa di FF selanjutnya deh. Gatau mau yang mana dulu. Tunggu aja dah ya. Yang sabar, biar tetep cantik kaya aku.

Oke, yereubeun anyeongigaseo… *bow*

~Istri galau konser~

Advertisements

184 comments on “My Ex-Wife 10th Story : Happy Ending

      • saking penasarannya baca dkomputer kantor ajaaaaaaa,,,,,sakit mata sakit mata dehhh,,,,hehehhehe,,,,,kereeeeeeennnnnnn,,,,benar2 happy ending,,,,ahhhhh mau juga dibawa hae kerumah ortunya terus kita nikah,,,,plakkkkk,,,,si teukie oppa benar2 laki2,,,mantaplahhhhhhh,,,,,tapi g ketauan so ah koleksi foto2 jungsoo lg tidur,,,,atau ini masih ada lanjutannya saeng????masih blm ada cerita pesta pernikahan mereka trus malam pertama mereka *plakkkkkk lagi dtampar sm bibir hae*<,,,heheheheheh

        lanjutin ya saeng,,,,,trus klo bs si ga in sm sehyun ajaaa,,,ahhh sehyun baik bgt yaaa *hug*,,,,

        wahhh mantap ya kamu berapaan ipknya??3,8 atau 3,9???unnie aja puas tamat kuliah dengan ipk 3,2,,,,,,hahahahahah,,,,pertahankan saeng klo bsa tamat cumlaude yaaaaa,,,,,,,,

        ahhhhh g ada comment lg yg pasti ff km selalu kereeeennnnn,,,,nice job saeng *bighug*……

        klo jadi ss4 kita ketemu ya djakartaaaaaa<<<<<aminnnnnnnnn ya allah :)))))……

        ini lg hunting tiket pesawat,,,,semoga aja cepat confirm tu ss4……..love u saeng :*

      • astaga. ga kapok kapok kamu baca di kompi kantor un.

        hum. aku juga nyadar nih masi banyak yang blum diungkap. namanya juga ngebut jadi ngeh pas uda kelar doang.

        ip aku 3,82
        whoaaa unni lulus di atas 3 juga tuh. keren.

        unni mau ke jakarta?
        ss4?
        yakin?
        humh. tabunganku cukup sih kayanya. tapi aku gabakal direstuin un.
        gimanaaaaaaaaaaaaaaa?????

      • aigooo aigooo suka endingnya tp koq ga nikah ya…
        saeng ada lanjutannya kan???? *berharap* kan pengen tau kehidupan mereka setelah tau perasaan masing2 😀 apa mesra gtu atw malah sering brantem *reader bnyak mwnya*
        ff kamu mah emank Daebak smwa *chu*
        sikyu mah gak buka baju bkan krn blm cukuran bulu ketek tp krn tu perut bkannya kotak2 tp bergelombang 😀 *kabur seblum di lempar sparkyu*

      • unni.
        emang ini masi brantakan critanya.
        nanti aku jelasin di lanjutannya deh ya. kapan2 tapi kalo sempet.

        YAK UNNI!!!!
        perut kyu aku yakin kotak 6 juga ko. dianya aja tuh ga mau pamerin. pelit ah si kyu.

  1. Eaaaaaaaa Mau lagi.. Ah sequel dong hehehe.
    Ihh Kata2 appa MERTUA dalam bget ya.. #eh
    Aq suka ending nya. . Good job chingu gk SIA2 Aq mantengin selalu FF mu ini .

    #peluk cium buat author#

  2. uwaaaa seru~~~
    happy ending yg manis~~ akhirnya jung-ah kembali bersama, yg pas ke rumah mertua masing” bener” terharu deh~
    btw jung-ah nikah gak tuh? pas di ending kurang jelas~ hehehe. tapi tetep doong bagus~~
    keep writing ya sel, saya rela nunggu ff lama publish tp hasilnya memuaskan kau dan aku (?)
    eh tapi ntar ada jung-ah side ga? kayak hae-ri side gitu.. ditunggu project ff yg lainnya 😀

  3. ASTAGA…
    *tepok jidat..

    aku kira bakal ada adegan nikah trus dihiasi adegan malemnya..
    ahh ya sudah mereka bahagia akupun bahagia
    *plak..

    SELLY YANG CERDAS… BERKAT KAMU IP AKU IKUTAN NAIK.. AHAHA
    *kecup

    udah ah.. otak aku lagi di penuhin eunhyuk.. aku mau menikmati ketampananya dulu..
    *depak donghae
    *lari ke eunhyuk

    • ngarep!!!
      ntar aku trusin kalo sempet.

      ciye hani. selamet ya.
      beruntung kamu sekelas sama aku dan temenan sama aku. pasti kamu bahagia banget kan selama smester 3? #PLAK

      kunyuk punya saya.
      menyingkirlah!!

    • Nikah kan?
      Pasti nikah !!
      Pasti ada sequelnya dah ini mah..aku yakin.
      Tapi bisa aja engga. Bisa aja nanti jungsoo sama aku, nikah, punya anak, bahagia sama aku bukan so ah.
      Hahahahahaha

      unnie cantik, kamu tau..gara2 omongan abs kamu semalem. Pikiran aku melayang kemana2 !!
      Astaga, sumpah !

      Aku mau protes !
      Part ini pendek !
      Aturan tuh kalo ending yang panjang !!
      Masa cuma bandara, sungai han, rumah ! Dikit banget latarnya !
      Aku ga suka !
      Apa lagi kisu2nya cuma sekali !
      Bodo ! Pokoknya aku protes ! Aku kontra ah !

      Ini part isinya oran g tua semua. Mana bebi aku? Mana bebi oyun?

      Tapi aku sukaaaa adegan di bandara itu. Hahaha.. Gendong aku juga dong opppaaa..
      Tapi dari depan..*dipelototin sandeul*

      unnie !
      Ayo dong banyakin dialognya !

      Aku ga bisa ngomong banyak2 di part ini. Ini ga memuaskan aku !
      Hahahaha

      udah ah.. Aku sebel sama kamu !
      Ga hot sih part ini..
      Mana yadongmu unnie jelek !
      Ga seru niihh..

  4. Jiah …
    Soo ah yg cool bisa malu” juga?? Khehehe
    cerita.a keren …
    Paling suka scene yg jung soo gendong soo ah….

    Sumpah d.sini soo ah ngapa jadi kya cwe bego??,. Melongo terus hihihi

    ak terharu pas ayah jung soo pas ngomong ma foto kakek jung soo.. Aduh terharu bgt…
    Dy bangga bgt bisa menuhin keinginan ayah.a bwat nyatuin jung-ah…
    Pokok.a keren…

    Sely awas ntar mimisan liat abs hae…
    Ih ak mah udh biasa liat abs hae d.kamar #eh??

    Ywdh sekian otak ak mampet mw komen apa agy… Bye bye

    _indah imut masih milik hae_

  5. AAAAAAAAAA!! LOVELY HAPPY ENDING!! *cium selly eonni*

    Ini sumpah keren eon! Jangan pernah bilang klo FF buatan eonni itu jelek. Kalo jelek, ngapain saya baca dan ngikutin terus haha -_- Terus berkarya ya eon! Bikin novel gitu XD

    Sekuel dong eon #PLAK *kabuuuuuuuurrrr~ XD

  6. Kyyaaaa eonnie…
    Kenapa mereka blm nikah lagi????
    Bagus bagusss bgt..
    Speechless lah bacanya *plakkk*
    Tapi seriusan loh selly eonnie yang cantiknya setara sama tiffany eonnie..*eh?*
    haeri cuplenya aku tunggu lohhh
    sama jong shin cuplenya juga. . Kekekeke
    Maaf kan readermu yang cantik jelita ini yg g selu banyak permintaan.. Kekeke..
    Pamit deh sebelum di gorok selly eonnie papayyyyyy

  7. selllyyy kenapa mereka ga d nikahin?? ada ijab kabulnya dikit..hehehehhehe
    trs bgini j end ny?? ato bkl d buat oneshoot kyk couple2 yg laen??
    tapiiii tetp gw seneng soalnya happy end trs jungsoo sm so ah nya balikan lagi..
    cuma nanggung bgt kl tamatnya bgini doang..minimal ada epilognya sedikit..
    oia mo tanya skalian emg bnr y?? suju mo konser d jkt bln april?? bnrn ato hoax doang??

    • ayo kita timpuk selon
      bisa-bisanya publish secara diam-diam

      kamu juga ga sms atau nge twit aku kalo jungah udah publish -__-
      anak durhaka

    • kenapa ini ibu-ibu pada ngrumpi di lapak aku? kangen ya sama aku? 😉

      ayokk kita keroyok si jumaa yg sedang menebar virus yadongnya dengan PW

    • JUMAAAAA~

      AKU UDAH BACA KEMAREN DAN BARU SEMPET KOMEN KAMU TAHULAH JADWALKU ITU SUPER SIBUK MELEBIHI SJ XD APA ITU?

      HAPPY ENDING SIH HAPPY ENDING TAPI KENAPA GANTUNG KAYAK GITU-__- *cekekjuma*

      AKU TERHARU 😥 BACANYA.

      KENAPA CUMAN GITU DOANG TAMATNYA KENAPA MALAH BAPAK-BAPAK DIBAGIAN TAMATNYA SEHARUSNYA JUGAH NIKAH K ATAU KALO SAD ENDING SO AH MATI HAHAHA

      DAN KENAPA AUTHOR NOTES SAMA FFnya PANJANG AUTHOR NOTESNYA? DAN KENAPA AKU BINGUNG MAU NGOMONG APALAGI!

      UDAH YA SEKIAN KOMENTAR SAYA YG SANGAT PENDEK DAN GAK JELAS TETAPI TETAP INDAH DAN IMUT(?) SEPERTI SAYA haha

      CIYEEE SELAMAT YA JUMAA YG IPNYA NYEREMPET 4 MAKAN-MAKANNYA DITUNGGU LHO ^^

      *plak*tepokjidat* lupa capslock belum mati dari tadi *nyengir*

      hai unnie-unnie gaje kalian pada kangen aku ya?

  8. Wuaaah keren akhrinya jung ah b’satu jg,,,
    setelah nyesek d part kmrn,,,
    ini mereka udah nikah lagi belum seh,,,
    berharap ada lanjutannya karena aku suka banget ceritanya…

  9. deg2an
    makasih udah dibikin happy ending
    dongsaeng-ah bkinin side storynya dong
    kehidupan mrk stlah menikah gitu
    pokoknya DAEBAKKK
    bnyak jempol aku kasih bwt kamu ^^

  10. hehehehhe publis jg ni end nya 😀
    seneng deh happy ending,,,
    ditunggu lo crita side nya eon….
    aku suka kalo baca ff eonni di akhirnya pasti ada note yg super kocak 😀
    ngerasa gmna gitu bca note nya eonni,,hahahaha
    haeri couple nya ditunggu ya eon 😀
    g’ pa2 deh molor-molor yg pnting hasil nya spektakulerr…wkwkwkwk #plak

    SARANGHAE SELLY UNNI 😀

  11. dari judulnya happy ending,,
    udah aman dulu lahh.. berarti bakalan seneng2
    dan akhirnya tamat juga,,,, bakal kangen deh sama couple ini..
    nggak papa yang penting ntar ada gantinya … si unyuk udah menanti,,,
    nggak sabar juga nunggu keluarnya couple haeri keluar…
    ayoo ayoo
    nggak sabar menati nii ^.^

  12. ya…keluar masuk ne blog belum da yang baru,eh ditinggal sebentar dah byk yg komen…kapan y bisa komen pertama?*oh pingin….padahal dari pagi dah ngecek nih blog..eh giliran gi sibuk ternyata dah ada jung-ah…

    kerennnnnn…..seneng bagt happy ending…TERHARU….
    kapan jung-ah nikah lagi?ditunggu chingu jung-ah sidenya 5 ff lainya…fighting!!

    selamat y ipnya memuaskan…q gi dagdigdug ne chingu,ip q ru mau keluar minggu ini…doain y biar ipnya naik n memuaskan….amin…

  13. yahhhhhhhhhh… unni ini kurang panjanggg!! jung-ah momentnyaa kurang!!!!! tapi masih kereeeeeeeeeeeeeennnnnnnnnnnnnn……….
    .
    huaaaaaaaaaa,,, aku kangen HAE-RI!!! aku mau donghaeeeeeeeeee…..
    AKU MAU DONGHAEEEEEEEEEE!!!!!!!!

  14. waaa happy ending !! Choaaa !! 😀
    harusnya diterusin sampe pernikahan mereka unnie trus sampe mereka punya anak , terusin pake sequel sequel *banyak maunya *tabok
    jwosonghamnida unnie kalo aku banyak maunya -___-v

  15. hurray hurray..happy ending #sambil jingkrak2
    tp ko agak sdkt kurang menggigit endingnya saeng, serasa ada yg kurang aja..tp ttp keren as usual.
    Kyaa ayo hae-ri nya cepet tongolin udh rindu berat sama abang ikan kesayanganku itu..

  16. huahahaa
    Happy ending nihhh
    Gmn Ga In sma So Hyun ya?
    Wkwk
    Tp ini msih ada oneshot2 kan?scra mreka blm nikah
    whahahha
    selamat ya sel ip nya bagus
    Gk kaya aku #ngenes
    Wkwkw
    Eh soal yesung emang bener2 deh
    Aku buka videonya malu2 gtu asli
    Tp sekali dputar mau putar lg
    Pas dia balik ke belkang panggung trus turunin jasnya
    Keliatan perutnya bagus
    Itu siwon sma hyukjae mukanya ampe shock
    Wkwkkw
    Aduh adegan water splash emang paling doyan aku
    Hihihih

  17. *jambak kerudung selon* *seret selon*

    satu, kurang panjang
    dua, kurang greget
    tiga, di part ini aku ga kepanasan (baca: jungah kali ini ga HOT)
    empat, tetep deh itu note panjang isinya kegilaan dan keseteresan halmeoni
    lima, kenapa jungah ga nikah?
    enam, ayo bikin mereka nikah dan bulan madu
    tujuh, keluarkan haeri! kangen banget sama abang ikan tiga kali taun baru ga pulang-pulang *cium jidat donghae*
    delapan, mana jihyuk? aku pengen lihat hyukjae kepanasan
    sembilan, karena ini angka favoritku aku mau bilang kalo aku sangat cantik

    kali ini komenku singkat aja ya
    soalnya aku mau piknik sama kyu dan bikin perhitungan sama si artis mandarin itu
    seenaknya aja nempel-nempel suami orang
    mana sok ngasi ucapan ulang tahun ke kyu
    awas aja ya dia berani deket-dekt kyu
    aku jambak rambutnya! aku pukul pake wajan! aku masukin sumur! aku lempari dia pake granat!

    oke aku sabar
    aku ga suka marah-marah
    dan kalo aku marah aku keliatan anggun banget
    jadi aku ga mau bikin oppaku yang lain tambah terpesona sama aku
    sekian. terimakasih.

    yang termanis mrs. cho :*

  18. Yeyeyesung..Happy ending,happy ending*jogethawaii*
    ahinya,ni pasangan nyatu juga,tp thor knp gx d ceritain ampe married truz malam pertama,Plakkk*yadongkumat*hahaha
    ya pokoknya,suka,,likelikelike,
    bingung juga mau ngomong pa lg,em..Pkoknya semangat ja buat para authornya,d tunggu ff selanjutnya,,
    eheheh,thor,bkin ff special suami aku(read,kyuhyun)bday dong,kk,*kaburrr*
    bye,,

  19. yaheee, ending..
    tapi kok rasanya kurang ya, eon? dikasih pas nikahnya gitu kek, kalo perlu sekalian pas bulan madu *kebanyakan nuntut*

    tapi suka! pokoknya, like this yyo 😀

  20. annyeong,
    saya bukan reader baru di blog ini tp saya sering sliweran diblog ni tanpa meninggalkan comment alias saya ni siders. Krna saya ni gaptek maka dri itu saya jd siders sejati. Setlah bbrpa kali coba utk comment dan gk kekrim mulu ALHAMDULILLAH*sujud.syukur* skrang sudah bisa.
    saya suka bnget sma author disini yg jago banget bkin ff, sya suka bnget sma ff Jong-Shin,krna ff ini sya jdi suka Yesung tergila gila malahan..
    mulai dri skrang sya akan brusaha comment di stiap ff yg saya baca disini. SALAM KENAL Author 🙂

  21. eh ini masih lanjutkan? Mksdnya untuk kisah jungah couple? Ayolah selly y cwanki eh mksdnya cwantik…
    Wkwkwkwk*ngakak guling2*
    Ini sumpah gantung,
    Hehe

    Dugaan aku salah smua aku pikir bakal kaya adegan sinetron yg pke kecelakaan sgala tp ini jauh lebih oke lah….
    Dan aku demen bgt adegan jungsoo d gendong…. Asik dah…

    Ayo sel, semangat nulisnya… Dan aku selalu menantikan ff mu… Hahay /eaaaa/

  22. Huikzzzzz kr itu dibkn kawin tp cm ktm ma emak bpk dah,hpp ending sich tp kgk pke kawin y? Ahh… tar mkr dl mo ngmg pa ah… ya.. Pst da lnjt crt’a y dibkn oneshoot mgkn kyk yg laen? Yah itu hrs *maksa* yah bt shelly ayo smgt nls’a jgn gl krn ABS.AAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    q bs gl trs2an bgn.pgn bc ff ssh cr snyal q lg trbuang didaerah trpncl yg ssh dpt snyl.Ah….. PUSING.Y sdh q bgung mo ngmg pa lg,yg pst HWAITING bt shelly.

  23. Huaaaaaaaaaaaaa finally keluar juga yaa ini ending
    Sumpaaaahhh aku merinding chingu denger pengakuan jungsoo
    (˘̩̩̩____˘̩̩̩)

    Tapi kapan niihh married laginya ??
    Mau aftersory nyaaa chinguuuu
    Couple ini g akan berenti ampe sini aja kan chinguu ??

  24. ~(˘▿˘~) (~˘▿˘)~ aku dtang ninggalin jejak,akhirnya selesai juga.. Auhtor daebak nih ^-^b bisa sampe part 10 satu permintaan bleh lh ya, sequelnyaaaaaaaaaa khusus buat mreka brdua #pletak! Yeojapabo 
ƪ(´▽`)┐┌(´▽`)ʃ ,♡ ♥

  25. huwaaaaaaa…udah end aja..
    sikap jungsoo keren jga bawa so ah dari bandara..hehehe..(jd ingat drama my fair lady)..hehehe..
    g ada bagian mereka nikah lagi ya????
    dtunggu ff yang lain…^^

  26. lhhooo koq yg closing appa’y jung soo oppa siihhh??kirain prnikahan mereka,,
    da sequel’y yaaaa??
    keren keren,,,,
    aq tnggu sequel’y 😀

  27. aku ninggal jejek aja duluuuuuuuuuu hahahhahahahahahahahahahahahahaahaahahahahahahahhaahahahahahahahahahahahahaahahahahahahahahaahhaaah………..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  28. Kyaaaaaaaa..c’akkuhh ketinggalan..tp ttp lah keyen ending’y pke acra gendong2an..hehehe
    my thumbs always 4u saeng..b^_^d

  29. wahh akhir.a posting jgaa…
    akuu psti ktinggalan mulu …
    ff.a kereen eonn,,pling so sweet wktu jung soo na angkt so ah buat pergi dri bndara…ituu kereen btuul…
    mmm eonn boleeh mnta satuu gk???
    bkin after story.a????#kedap-kedip gaje
    mian kalo m’repotkan…
    hehehehe
    gomawo~

  30. hahah….. galau krena abs y….
    mantap saeng….IP ok ff ok…daebak deh pokokny….
    aq jd iri**yeee
    lanjut kan berkarya & berprestasi….
    fighting……

  31. y ampun selly…ini sweet bgt..
    jdi trbayang deh klo mau married gmna cara ngomomngnya ke ortu… ><

    chukkae buat jungsoo oppa dan so ah…

    dan sgt sgt excited pas liat yesung oppa buka baju,,,sumpah,,, jadi melted liatnya..
    okay…congrats for selly sudah mnyelesaikan satu FF lagi… di tunggu yaaa "oppa saranghae" hae-ri couple… 😀

  32. keren..
    hehehe
    mian aku langsung komen dpart ini.
    aku reader bru yg ga sngaja nemu wp kalian..
    pertama buka wp lgsg nemu ff ini..
    akhrnya aku mulai ngubek” ff lainnya, soalnya udh ktagihan dr awal bca.
    aku suka couple ini..
    ayo bkin crita lain dr couple ini ^^

  33. yaaaaa ~
    Ndk sampe nikah lage ><
    Aio aio aio .. Bkin lanjutan.na . Bkin mrka nikah ampe px anak =D

    Nie ff ak suka bgt daah ..
    Ff bkinan selly smw.na keren . Ak tggu ff slanjut.na ea selly . Fighting ^^

  34. huaaa.. Aku tertinggal.. 😦
    Btw so hyun gak nongol y?!!
    Ehmm,, berasa ngegantung?! Niy dah bnr” end kah?!whuhu..

    Dgendong dibandara.. Uhuuy…
    Akhirny y teuki jd direktur juga.. Chukkaeyo.. Whe..

    Fighting!!

  35. ANYYEONG….. ^o^
    huft, akhirnya bisa komen juga…
    untung rencana kamu yg kmeren mau buat teuki oppa ktinggalan ga’ jadi, klo jdi, aq jga tau hahaha…
    baner2 ending yang happy ya sel, tpi masik tetep penasaran gmana nikahnya, ditunggu loh jung-ah sidenya….
    eitss, tpi ga’ usah terlalu dipikirin, aq sebagai reader ga’ pingin klo penulisnya terbebani dengan kemauan readernya. wlaupun lama aq kan tetap setia menunggu koq, dibuat enjoy aja…..
    terakhir, tetep semangat nulis ya…. FIGHTING !!!!

  36. Aku ketinggalan… *nangis didada heechul* Sumpah unnie cape bgttt sekarang2 ini tugasnya numpuk uda kaya cucian kotor.. Huahh, uda jarang bgt buka2 wp jadinya…

    Bwahahaha seperti baru saja menemukan pencerahan ditengah kegalauan saya mikirin tugas yg naujubilah itu, ahh~ unnie makasi bgt jung soo sama so ah juga, happy ending seneng deh
    wkwkwkwk ini engga mimpi kan? Ini nyata? Saya engga lagi tidurkan? *mulai kumat* bahagia sekali dipart ini engga ada Ga In yg selalu bikin emosi jiwa…

    eh itu tu unn, merekanya uda nikah blum si? Hahahaha oneshootnya adakah unnie? Ada lah, iya kan, engga salah kan? *banyak nanya deh* hahahaha

    ciee yg nilai IP nya gede, chukkae unn.

    Hahahah unn, emang kyu evil punya abs yaa?

    Udah deh yaa, segini ajaa komen saya pendekan. Wwkwkwk

    next ff aku tunggu!

    ~KHC~

    • nah tuh, ini lagi banyak tugas aja tingkat ke-sarap-an-nya ga berkurang. daebak kamu sayang.

      iyalah ini komen isinya apa terserah kamu.
      hum, aku lagi males nerusin nih kopel, harus smedi dulu kayanya

  37. hadeuh..!!
    aku baca-nya longkap longkap..!!
    kekekkk~

    mangap*dibacamaap* sel.. aku juga sibuk soalnya..!!
    ok..!!
    kalo aku libur aku baca semuanya..!! dari couple suami pertama aku *Yesung* ampe suami ketiga aku *Donghae* !!

    tapiiiiiii..!! setelah aku kelarin City Hunter.!!
    nanggung, 9 episode lg yg harus di babat habis..!!

    GOOD STORY.. NICE STORY..!!
    DELICIOUSOOOOOOOOOO.. ^^
    LEZATOSS..!! *LOL*

  38. aku ketinggalan…
    Hore akhirnya happy ending juga.
    Tp Q mo protes,kenape kisseu di pinggir sungai han cuma sebentar ?
    Harusnya agak lamaan dikit,pan soo ah msh bingung ngebedain mimpi atau kenyataan.
    Ditunggu karya selanjutnya
    jiahaha….

  39. mian..bru komen..umm..bgus at usual,but,kurang greget..hehe..
    Cb bwt emosi pmbca lbh mmbuncah lg../walahngomonbapaini..
    Cm it saranQ..all is ok.

  40. Asiiik…
    Happy ending..
    Tp sayang JungAh nya blum di nikahin ya un. Trus Soo Hyun + Ga In jg ga muncul.

    Selamat atas IP yg unnie. 🙂

    semua ff unnie tu sama sekali ga ada yg gagal, ancur, dsb. Kalo ff unnie ga bagus, reader unnie ga akan sebanyak ini.
    Ff unnie tu KEREN BANGET tauu. .

  41. END???% I NEED MORE JUNG_AH KOPEL N ROMANCE…… Mereka kapan nikah???? Aaaaahhhh qw kan mau liat mreka Honeymun *plakkkkk
    ayolaaaahhh sell biki SEQUEL NYAAAAAAAAAAAAAAAA….. *dilempar boom
    qw suka endnya… Tapi tapi law di buat si soo ah marah marah pasti seru….
    uri superman gmana kabrnya??%% part ini g ada blas…. Full lee ma park family semuaaaaaaaa…… Qw suka penjabarannya kata kata ringan… Walau adatypo aaaahhh yg penting qw baca dr semalem mau tidur… Ampe bangun tidur n finish lunch baru kelar ni ff kakakaka

  42. tepok pramuka *prok, prok, prok 3x
    tapi end.a kenapa ga pas mereka udah menikah?
    Oh iya mereka udah nikah lagi belom eon?
    Aku rasa malah agak ngegantung tentang jung ah .a
    soalnya pas terakhir malah adegan kenaikan jabata jungsoo n bapa.a jungsoo…
    Aku paling suka ff ini :))
    *****

  43. BENER-BENER TE O PE!
    Ihihihik :3 coba aja tiap FF ada season 2 nya *ditabok author*
    Hahahaha,
    Celotehan eonni di note lah yang paling WE O WE *peluk dan cium*
    Bikin orang ketawa berdahak bgt note nya HA HA
    Semangat! Ditunggu FF2 selanjutnya :*
    Eunhyuk dooong eon, kasi yadongnya dikit gakpapa *eh ._.V

  44. aaa… Eonni, bagus banget kata-katanya jalan ceritanya juga tentunya.
    Penasaran malam pertama mereka pernikahan ke dua.
    Hahaha…
    *yadong smirk*

  45. uwaaaaaaaaaaaaa……..
    akhir yang bahagia…*bakar petasan*

    specless..
    ni ff yg sukses dah ngaduk2 emosi jiwa raga #haha lebay ni w…

  46. Huwoooo . . . .!!!
    *ketularan salam tarzan*
    Akhrnya happy ending jg!
    *kibasponi*
    Okeh,ini couple kdua yg eonnie lirik,dan kayanya bkalan cinta deh sma couple2 dsni!*bow*
    Target couple selanjutnya,*tringggg*(nunjuk hae-ri)
    hohohoo . . . .
    See u in next ff saeng,
    *bungkuksmpetanah*

  47. Uwaaaa :O
    akhirnya selesai juga baca fanficnya 😀
    sepertinya chapter 8,9,10 chapter yang menguras emosi*lebay* 😀
    tapi semuanya keren, dan cara penulisan yang rapi,
    DAEBAKKK 😀

    #sukses untuk fanfic berikutnya^^

  48. huaaaa eonni…
    mianhae baru bisa comment disini xD
    gatahan sama critanya.. BAGUZBIGITS *alay xD*seru eon..
    btw eon, ada lanjutannya gak ? hehehe

  49. huaaaa eonni…
    mianhae baru bisa comment disini xD
    gatahan sama critanya.. BAGUZBIGITS *alay xD*seru eon..
    btw eon, ada lanjutannya gak ? hehehe

    bales ya eon~ 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s