Hae-Ri Side : Trouble Maker (Part 2 – END)

LK Corp, 12th floor.

CEO Donghae’s room

06.29 PM KST

“Iya sayang, aku tau. Sebentar lagi aku akan pulang. Kau makan malam duluan saja. Aku akan makan bersama karyawan malam ini”

“Tidak mau. Aku tidak mau makan kalau kau tidak pulang sekarang”

“Astaga. Bagaimana aku bisa aku pulang sekarang, kau tau kan akhir-akhir ini aku sedang sibuk dengan semua pekerjaanku di kantor. Dan pembangunan Hotel kita di Taninan sudah memasuki tahap ke 3. Aku sudah sering menjelaskan bahwa aku tidak bisa pulang kerumah tepat waktu akhir-akhir ini. Jadi kumohon mengertilah”

“Tidak mau. Pokoknya kau harus pulang sekarang”

“Tapi…”

Trek…

“Hya, KIM GYURI… aish jinja”

Aku mendecak kesal sembari menatap layar ponselku yang baru saja menampakan bahwa seseorang disebrang sana sudah menutup sambungan telfon secara sepihak. Dasar egois, kapan dia bisa bersikap dewasa seperti yang selalu dia katakan padaku sebelum-sebelumnya?

Aku menekan tombol tengah ponselku yang langsung membuat layar walpaper ponselku terlihat jelas. Foto pernikahan kami. Entah kenapa aku sangat menyukai foto ini sampai-sampai aku menjadikannya sebagai walpaper di ponselku. Dia terlihat sangat cantik dengan gaunnya.

Aish, tapi kenapa kelakuannya sering sekali menyebalkan. Masa dia masih juga tidak mengerti dengan kewajibanku sebagai seorang pimpinan. Harus berapa kali aku memberi penjelasan bahwa profesionalitas terkadang harus mengesampingkan semua urusan pribadi. Tidak lucu jika dia tiba-tiba datang ke kantor, menerobos masuk ke dalam ruangan saat aku sedang rapat hanya untuk memelukku sambil menangis. Sampai-sampai membuat semua orang di dalam ruangan itu kaget. Tapi saat kutanyai, dia hanya mengatakan bahwa dia sedang sangat merindukanku. Ya Tuhan. Bahkan setiap malam kami tidur bersama dan setiap pagi aku mengantarkannya pergi ke kampus. Entahlah apa yang terjadi sebenarnya dengan Gyuri beberapa minggu ini. Dia menjadi sangat posesiv padaku.

Setiap 1 jam dia akan mengirim pesan, dan jika aku tidak membalas, maka dia langsung menelfonku dan bertanya apa aku baik-baik saja. Atau jika aku sedang membutuhkan banyak konsentrasi dan harus mematikan ponsel, maka saat ponselku kembali hidup, Gyuri langsung menghubungiku sembari menangis dan mengatakan bahwa dia takut terjadi apa-apa denganku. Sering aku bertanya apa yang terjadi dengan dirinya, tapi Gyuri menjawab bahwa dia hanya terlalu menghawatirkanku saja. Tidakah itu terdengar seperti jawaban yang biasa saja untuk kelakuan luar biasanya?

“Tuan Lee, semua persiapan sudah dilaksanakan. Silahkan menuju ke ruang rapat”

“Ah, Min Ji-ssi. Algaeshimnida”

Aku langsung berdiri saat tiba-tiba seseorang melongokan kepalanya dari pintu ruanganku yang memang sengaja tidak ditutup. Dia adalah Song Min Ji. Ya benar. Kekasih Eunhyuk, sudah satu minggu ini dia menjadi karyawan magang, menggantikan karyawan lain yang sedang mengambil cuti karena sedang menjalani masa pemulihan pasca oprasi.

Sekitar 3 atau 4 minggu lalu. Aku, Gyuri, Eunhyuk dan Min Ji bertemu untuk makan bersama. Dan sejak saat itu sikap Gyuri jadi berubah padaku. Dia juga selalu menanyakan tentang Min Ji tiap aku pulang kerumah. Apa tidak bisa dia langsung menghubunginya secara langsung?

“Atau, anda mau berbarengan dengan saya? Semuanya sudah menunggu”

“Ah, tentu saja. Mari…”

Aku segera berjalan melewati meja kerjaku. Merapihkan jas hitamku sembari menggenggam beberapa kertas yang mungkin diperlukan saat rapat evalusi yang akan dilaksanakan malam ini.

***

“Eunhyuk ada disana?”

Sebuah pertanyaan aku lontarkan pada Min Ji yang sedang berjalan beriringan disampingku. Agak sedikit tidak nyaman setiap melihat dia dengan seragam kantornya, apalagi saat berdiri seperti ini. Tinggi badan Min Ji lebih rendah dari aku, dan dia selalu menggunakan seragam kantor dengan bagian dada yang turun. Itu membuatku sedikit risih saat harus berhadapan dengannya.

“Tidak. Eunhyuk oppa harus pulang kerumah. Radang lambungnya kambuh. Itu salahnya sendiri karena tadi siang tidak menyempatkan diri untuk makan”

“Astaga. Kenapa aku tidak tahu. Memangnya kalian tidak makan bersama?”

“Tidak. Aku kan sibuk mempersiapkan semua data untuk rapat malam ini”

“Hum, baiklah. Dia kan sudah besar. Seharusnya bisa memperhatikan kesehatannya sendiri”

Aku dan Min Ji meneruskan obrolan sampai masuk ke dalam elevator. Beberapa lantai kami hanya berdua di dalam elevator, tapi saat naik 2 lantai, serombongan karyawan tiba-tiba masuk dan membuat tubuhku dan Min Ji otomatis terdorong ke sudut. Dan anehnya, Min Ji malah berbalik menghadapku sehingga tubuhnya menempel dengan tubuhku. Ya Tuhan. Apa yang dilakukan gadis ini? Kalau Eunhyuk melihatnya, aku pasti akan dibunuh

Dengan sedikit kikuk, aku berusaha mengalihkan pandanganku ke arah lain, menunggu dengan tidak sabar sampai beberapa penumpang elevator in turun di tujuan masing-masing. Dan tidak sampai 2 menit. Kami sudah berhenti di lantai 27. Lantai paling tinggi di gedung ini.

“Maaf. Tadi aku membuatmu tidak nyaman. Aku terdorong yang lain dari depan”

“Ah… de, gwenchana”

Aku menggaruk belakang kepalaku saat dengan santainya dia merapihkan pakaian ketika kami berdua sama-sama keluar dari dalam elevator dan meneruskan untuk berjalan menuju ruang rapat yang pastinya sudah dihadiri oleh beberapa staf lainnya.

***

Hae-Ri’s Room, 08.26 PM KST

Gyuri’s POV

Aku masih duduk dengan frustasi di atas ranjang. Memegangi ponselku tanpa tau harus berbuat apa. Sejak tadi aku mencoba untuk menghubungi Donghae oppa tapi ponselnya mati. Ini sudah menjadi kebiasaannya karena aku sering sekali menghubunginya. Aku tau ini berlebihan, tapi mau bagaimana lagi. Aku juga tidak mengerti apa yang harus aku lakukan. Beberapa minggu ini hatiku tidak pernah merasa tenang. Semua hal yang dikatakan oleh Minji tempo hari, membuat aku selalu was-was memikirkannya.

Sudah sering kali aku mengatakan pada Donghae oppa untuk tidak terlalu dekat dengan Minji. Rubah itu bahkan bekerja satu kantor dengannya sekarang. Aku bisa tenang jika ada Eunhyuk oppa disana, tapi kan tidak selamanya mereka bersama-sama. Aku pernah mengatakan pada Eunhyuk oppa untuk mempertimbangkan mengenai Minji, tapi dia malah mengatakan kalau Minji itu sangat manis dan dia tidak bisa berhenti untuk memikirkan rubah itu. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Sudah hampir 1 bulan ini aku mencoba mengatakan sesuatu tapi mereka tidak pernah mau dengar. Semuanya tidak mau dengar apapun yang aku katakan mengenai Minji. Tapi aku tidak berani mengatakan hal terfrontal pada Donghae oppa.  Aish.

“Kau ada disini rupanya”

Spontan aku menoleh ke arah pintu kamar yang baru saja terbuka. Donghae oppa menunjukan sebuah senyuman lelah di wajahnya. Sedangkan aku yang sebenarnya senang melihat dia pulang, malah berpura-pura cemberut karena kesal.

“Kenapa? Sudah makan, hum?”

Aku membuang muka saat Donghae oppa berjalan mendekat. Dia meletakan tas jinjingnya di atas meja kerja, kemudian membuka jas hitam yang dipakainya tadi.

“Kau marah padaku? Aku fikir kau sudah mengerti alasannya”

“Aku mengerti alasannya. Tapi aku tidak mengerti kenapa kau mematikan ponselmu”

“Huh? Ponselku mati”

Entah hanya berpura-pura kaget atau dia memang benar-benar lupa untuk mengecek ponselnya.

“Astaga, sehabis rapat aku tidak menghidupkannya lagi tadi”

“Cish, alasan” Jawabku sinis

“Kenapa sih sayang? Akhir-akhir ini kau posesiv sekali, itu membuatku sedikit tidak nyaman jadinya”

“Kau tidak pernah mengerti. Aku sudah mengatakan padamu untuk tidak terlalu dekat dengan Min Ji. Dia itu kekasih Eunhyuk oppa. Jadi kau harus menjaga jarak dengannya”

“Ya Tuhan. Masih membahas masalah itu. Kau tau? Aku dan Min Ji bahkan jarang sekali bertemu walaupun kami bekerja pada tim yang sama. Hanya jika ada rapat evaluasi atau pertemuan staf, baru aku melihatnya”

“Bukan Cuma itu masalahnya. Tapi aku merasa kau juga sudah mulai tidak memperhatikan aku. Sudah bosan ya? Kau bosan karena pernikahan kita sudah hampir satu tahun? Begitu?”

“Lee Gyuri. Kumohon jangan seperti anak kecil. Aku baru saja pulang dari kantor, dan kau sudah mengajakku berdebat seperti ini. Kau tidak pernah tau bagaimana lelahnya aku setelah seharian mengurusi semua urusan hotel. Kau juga tidak tau kan kalau aku belum makan malam. Aku memilih untuk cepat pulang kerumah saat karyawan lain sedang makan malam bersama di food cort hotel. Tapi saat aku pulang utuk menemuimu, kau malah bersikap seperti ini. Kau fikir aku menyukainya?”

Donghae oppa berbicara dengan sedikit keras. Sepertinya dia memang sedang sangat kesal, karena belum sempat aku berbicara dia sudah membalikan badan kemudian berjalan masuk ke kamar mandi sembari membanting pintu sehingga menimbulkan debuman keras yang cukup menghentakku.

Dengan frustasi aku mengacak rambutku kemudian menghentakan kepalan tanganku ke permukaan kasur. Merutuki diriku sendiri yang memang sepertinya menjadi pemicu utama kemarahannya. Aku hanya sedang tidak enak hati. Dan aku tidak tahu kalau ternyata dia menanggapi semua kehawatiranku. Sekarang setelah aku mendapatkan hentakan keras seperti itu, lalu bagaimana? Bagaimana jika Donghae oppa benar-benar marah dengan sikapku yang menurutnya berlebihan. Tapi apa iya menghawatirkan suaminya sendiri itu adalah sikap yang berlebihan?

Beberapa saat aku hanya diam bersandar ke kepala ranjang, sampai kemudian Donghae oppa keluar dari kamar mandi dengan baju santainya untuk tidur. Wajahnya masih tidak terlihat begitu baik karena tidak ada senyum disana.

Aku meremas tanganku sendiri dengan gugup sebelum memutuskan untuk turun dari ranjang dan berjalan menghampirinya yang malah duduk di sofa tepat di depan televisi.

“Mianhae” Ujarku pelan

Donghae oppa pura-pura tidak mendengar perkataanku dan malah sibuk mengganti chanel TV dengan remote di tangannya.

“Maaf kalau aku jadi menyebalkan akhir-akhir ini. Maaf karena aku tidak pernah mengerti kapan saat kau lelah dan kapan saat kau tidak ingin aku ganggu ama sekali” Akuku sembari menundukan kepala

Aku tidak bisa menahan kesedihan dalam situasi seperti ini. Tapi aku berusaha untuk tidak terbawa emosi dengan meremas tanganku sendiri.  Tapi kemudian Donghae oppa mengulurkan sebelah tangannya untuk meraih jariku.

“Kesini” Ujarnya sembari menarik tangan kananku

Dengan sedikit kikuk, aku duduk disamping Donghae oppa. Tapi masih menundukan kepalaku

“Katakan apa yang ingin kau katakan padaku. Jelaskan semuanya agar aku bisa mengerti dirimu. Aku tidak tau apa sebenarnya yang sedang kau sembunyikan dariku, tapi itu memang membuatku merasa tidak nyaman” Ujarnya

“Ini karena Minji” Jawabku jujur.

Aku mengangkat kepalaku dan menengok ke rahnya yang sedang menatapku intens dari samping.

“Ini karena Min Ji datang ke ke kehidupan kita. Dan berpura-pura menjadi kekasih Eunhyuk oppa”

“Kau sudah mengatakan itu padaku sejak minggu lalu.Tapi aku masih tidak mengerti maksudnya. Kau tidak mau menjelaskan padaku lebih jauh mengenai yang kau maksud dengan berpura-pura menjadi kekasih Eunhyuk. Jangan berprasangka buruk pada orang lain. Kau tau orang itu akan merasa sakit hati jika mengetahuinya”

“Aku tidak mengada-ada oppa. Aku serius. Min Ji adalah teman lamaku, dan sikapnya memang tidak baik. Dia itu masih sama seperti dulu, saat dia berusaha menghancurkan hubunganku dengan….”

Spontan aku berhenti berbicara dan sedikit ragu utnuk melanjutkannya.

“Dengan Jinki. Iya aku tau, teruskan saja” Potong Donghae oppa

“Iya, dia itu tidak pernah suka melihat hubunganku dengan Jinki saat aku masih SMA dulu. Lalu, dia juga tidak menyukaiku semenjak ayahnya jatuh bangkrut karena kalah bersaing dengan LK Corp, lalu dia juga selalu mencoba untuk membuat rumor yang tidak baik mengenai aku di sekolah, dia juga…”

“Cukup…”

Bibirku mengatup tiba-tiba saat Donghae oppa kembali memotong perkataanku, dia sepertinya tidak suka dengan setiap hal yang aku katakan padanya mengenai Min Ji.

“hanya karena dulu dia seperti itu, maka kau akan menganggapnya buruk. Semua orang bisa berubah. Dulu dan sekarang itu berbeda. Jadi kau tidak boleh mengambil keismpulan bahwa Song Min Ji adalah temanmu ang dulu jahat”

“Tapi oppa, dia sendiri yang mengatakannya padaku. Dia yang mengatakan padaku bahwa dia masih menyimpan semua dendamnya sejak dulu. Dia mengatakan padaku secara langsung. Kau ingat saat kita berempat pergi makan bersama beberapa minggu lalu? Dia mengatakan semuanya padaku”

“Baiklah. Aku tau. Oke, aku percaya semua yang kau katakan padaku. Jadi mulai sekarang, kau tenang saja. Min Ji tidak akan bisa menyentuhmu. Jadi, kau tidak perlu lagi bersikap berlebihan. Oke?”

“Oppa, aku serius. Aku sedang tidak bercanda. Ini bukan masalah sepele seperti yang kau fikirkan”

Akui hampir kehilangan kesabaran menghadapi suamiku sendiri. Bagaimana bisa dia menganggap bahwa aku main-main dengan semua penjelasanku tentang Min Ji. Kenapa dia tidak mau sama sekali mendengarkan setiap perkataanku.

“Iya iya aku tau. Ayo kita makan malam”

Donghae oppa bangkit dari dudukannya mendahului aku yang masih tidak percaya dengan respon tak acuh yang ditunjukannya padaku. Dia berjalan menuju pintu kamar dan keluar begitu saja.

“Aish, jinja”

Dengan kesal, aku mengacak rambutku sendiri. Dan meniupkan nafas berkali-kali.Menahan gerakan refleks yang mungkin aku lakukan setelah ini. Menarik pria bernama Lee Donghae itu kemudian meninju perutnya karena kesal.

***

Hae-Ri’s Room, 07.38 AM KST

Donghae’s POV

Aku masih sibuk dengan laptopku saat Gyuri sudah duduk di dekat meja belajarnya dengan tatapan kosong. Sebenarnya tadi kami sudah mau keluar dari kamar untuk berangkat, tapi aku baru ingat bahwa ada beberapa data yang harus aku pindahkan. Jadi aku menunda keberangkatan kami.

Hari in rutinitas seperti biasa. Pergi ke kantor, dan sebelumnya harus mengantarkan Gyuri. Jadwal kuliahnya di semester 4 lebih banyak pagi, jadi kami bisa berangkat bersama-sama ke tempat tujuan masing-masing. Sekaran sudah memasuki akhir maret, dan musim semi mulai datang.

Tidak terasa pernikahan kami sudah hampir setahun sejak 2011 musim semi. Saat itulah aku dan Gyuri disatukan dalam sebuah ikatan pernikahan. Perjodohan lebih tepatnya.

“Hei, kenapa kau terlihat tidak semangat?”

Aku menanyai Gyuri yang masih duduk di kursi kesayangannya di depan tumpukan rak berisi DVD film dan drama yang menjadi koleksinya. Tas coklat yang sebelumya sudah menyampir di bahu, kini dibiarkannya tergeletak begitu saja diatas meja belajar.

“Aku tidak semangat karena kau. Karena kau tidak mau mendengarkan aku”

“Astaga. Masih membicarakan masalah yang semalam? Ayolah, santai saja. Lagipula, meskipun dia memang berniat jahat. Dia tidak akan pernah bisa melukaimu, ada aku yang akan melindungimu”

“Tapi sasarannya bukan aku. Tapi kau. Dengan mendekatimu, itu sudah cukup untuk membuat aku merasa tersakiti jutaan kali lipat daripada dia menyakiti diriku sendiri”

Sebuah jawaban yang tidak terduga dia sampaikan padaku. Sepertinya gadis ini memang benar-benar sedang sangat frustasi memikirkan Song Min Ji. Aku bukannya tidak mau percaya padanya. Hanya saja aku tidak mau pusing memikirkan hal itu. Aku fikir masalah dulu itu adalah masalah remaja labil siswi SMA dan tidak harus diperpanjang sampai sekarang. Aku tau Song Min Ji bukan gadis sejahat itu, kalau dia memang tidak baik, bagaimana bisa Eunhyuk sangat menyukainya.

“Aku akan menjaga diriku sendiri jadi kau tenang saja. Ayolah, kau harus ceria. Ini musim semi. Tidak sampai 3 minggu lagi adalah ulang tahun pernikahan kita yang pertama. Kau ingat 15 April?”

“Aku tau. Mungkin ini adalah ujian untuk ulang tahun pertama pernikahan kita. Tapi rasanya terlalu berat”

“Ayolah, sayang. Kau tidak boleh memikirkan hal itu terus menerus. Tenang saja. Kau juga harus memikirkan kuliahmu. Kuperhatikan akhir-akhir ini kau juga mempunyai bayak tugas kan? Itu wajar karena kau baru saja masuk di awal semester”

“Oppa. Aku benar-benar khawatir. Kenapa kau tidak mengerti juga sih?”

Gyuri mulai kesal setiap mendengar jawabanku yang memang terkesan sangat santai menanggapi segala kecemasannya.

“Iya aku tau. Ayo cepat, aku sudah selesai. Kita berangkat sekarang”

“Aish”

Gyrui mendecak sebal dan terburu-buru bangkit dari dudukannya. Dia meraih tas selempang di atas meja dengan penuh emosi kemudian berjalan mendahuluiku saat aku masih merapihkan tas laptopku dan beberapa data lainnya. Astaga. Kenapa jadi kesal seperti itu?

***

LK Corp, CEO’s Room

11.27 AM KST

“Kau mau makan siang dimana? Jangan menunda jadwal makanmu, atau kau akan sakit perut lagi seperti kemarin”

Aku menengok ke arah Eunhyuk yang sedang duduk di sofa ruanganku. Dia tampak sibuk dengan ponsel di tangannya.

“Iya, aku tau. Tapi kan ini belum waktunya istirahat makan siang”

“Kau sedang apa sih? Kenapa serius sekali?”

Aku berjalan mendekati Eunhyuk dan duduk di sebelahnya.

“Aku sedang mencari tau tentang Min Ji. Rasanya ada yang lain dengan dirinya sejak aku pertama kali bertemu”

“Huh, ada apa dengannya? Kau mencurigai kekasihmu sendiri?”

“Tidak, bukannya seperti itu. Kemarin aku bertemu dengan seorang gadis yang menjadi teman kampus Min Ji. Tidak sengaja saat mengantarkan Min Ji ke kampus. Tepat saat dia sudah berjalan masuk, ada seorang teman yang menghampiriku dan menanyai apa hubunganku dengan Min Ji. Saat itu aku mengatakan bahwa aku adalah temannya. Dan gadis itu mulai mengatakan sesuatu yang tidak aku mengerti”

“Maksudmu?”

Dengan penuh konsentrasi aku mendengarkan semua hal yang disampaikan oleh Eunhyuk. Dan tiba-tiba aku jadi ingat dengan sikap Gyuri akhir-akhir ini. Dia yang selalu mengatakan banyak hal mengenai Min Ji dan dia juga yang bersikap berlebihan padaku.

“Karena merasa tertarik dengan hal pertama yang dia ucapkan. Aku memutuskan untuk menanyainya lebih banyak, sampai akhirnya aku keluar dari mobil dan berbicara dengannya di salah satu tempat di skeitar kampus”

“Apa yang dia katakan?”

“Ini sedikit keterlauan. Tapi gadis itu menyebut Min Ji seagai gadis licik. Makanya aku jadi penasaran dengan maksud dari perkataannya tersebut. Sebenarnya aku juga tidak mau perduli, tapi dari tatapannya. Gadis itu sangat tidak menyukai Min Ji”

“Sebenatar… sebentar. Aku mau tanya dulu padamu. Setelah itu baru kau lanjutkan ceritanya”

Aku menginterupsi konsentrasi Eunhyuk karena merasa sangat tertarik dengan semua ucapannya.

“Tanya apa?”

“Bagaimana kau bertemu dengan Min Ji sampai kemudian kalian berdua berpacaran?”

“Oh itu. Aku bertemu dengannya saat sedang makan di restaurant. Setelah ditugaskan oleh kantor untuk bertemu dengan salah satu staf yang bekerja sama dengan kita. Saat itu ada sedikit insiden antara aku dan Min Ji sampai akhirnya kami berdua bertukan nomor ponsel. Sering saling menghubungi, bertemu, dan kemudian menjadi sepasang kekasih”

“Lalu bagian mana yang aneh dari semuanya? Sepertinya normal-normal saja. Kau ini tertular Gyuri yang selalu berprasangka buruk pada orang lain”

“Gyuri?”

Eunhyuk mengernyitkan alisnya saat aku menyebut nama istriku.

“Ah, ani. Tidak apa-apa. Silahkan teruskan ceritamu tadi”

“Sampai mana aku tadi? Aish, kau memotongnya jadi aku lupa” Umpatnya kesal

“Sampai bertemu teman Min Ji” Jawabku langsung

“Ah iya”

Dengan tampang bodoh Eunhyuk menjentikan jarinya kemudian mulai membuka mulut dan melanjutkan ceritanya.

“Dia mengatakan kalau Min Ji adalah seorang gadis yang sangat tertutup pada orang lain. Dan dia juga tidak punya banyak teman di kampus. Min Ji itu cantik, dan tidak ada pria yang tidak bisa menyebut bahwa dia manis. Kesan pertama juga yang aku dapat setelah aku bertemu dengannya. Tapi aku merasa sangat khawatir saat gadis tema Min Ji yang bernama Min Yeong itu mulai menceritakan banyak hal tentang Min Ji secara detail”

“Min Yeong mengatakan bahwa Min Ji itu seorang trouble maker. Dia selalu membuat semua orang dalam masalah dan banyak kasus yang terjadi di kampus mengenai sepasang kekasih yang putus karena ulahnya. Min Ji tinggal sendiri di Seoul karena orang tuanya pindah ke kampung halaman setelah usaha yang dibangun mengalami kebangkrutan beberapa tahun lalu. Karena itulah Min Ji memanfaatkan orang lain untuk memenuhi gaya hidupnya yang bisa dibilang sama dengan kelas tinggi. Aku jadi memikirkan semua hal itu sekarang. Aku bingung. Benar-benar bingung bagaimana harus menyikapi hal ini”

Aku menganggukan kepalaku berkali-kali saat dengan lancarnya Eunhyuk menceritakan semua hal yang saat ini sukses membuat aku pusing. Aku juga bingung jika menghadapi masalah seperti itu. Tidak akan mudah saat mengetahui sebuah keburukan fatal dari seseorang paling dekat disamping kita.

“Um, kau sudah coba berbicara dengan Min Ji?”

“Tidak. Aku tidak pernah melakukannya. Bagaimana bisa aku membicarakan hal ini dengan Min Ji, sementara dia memang selalu bersikap sangat manis di depanku. Aku tidak bisa melakukannya”

“Lalu apa solusinya? Kau akan membiarkannya begitu saja. Tapi kenapa kau harus dengan mudahnya mempercayai ucapan teman Min Ji itu?”

“Kau sendiri tau kan, aku ini mudah sekali mempercayai orang lain. Aku tidak akan mempunyai prasangka buruk jika bukan aku sendiri yang melihatnya. Makanya sekarang aku bingung apa yang harus aku lakukan. Jika mengambil kesimpulan sendiri dan mengaggap bahwa Min Ji tidak baik, itu berarti aku sudah membuat seorang gadis yang aku sayangi merasa sakit hati”

“Atau kau bisa memilih opsi nomor dua mungkin? Bagaimana?” saranku

“Opsi kedua adalah, aku sama sekali tidak mendengarkan apapun yang dikatakan orang lain dan selalu percaya dengan kekasihku sendiri. Tapi apa jadinya nanti kalau misalnya Min Ji mempunyai sebuah rahasia lain yang tidak aku ketahui?”
“Nah, kalau masalah itu aku juga bingung. Aku tidak bisa memberikan solusinya kalau begitu”

“Tapi ada hal aneh yang aku perhatikan dari Min Ji selama ini” Ujar Eunhyuk tiba-tiba

“Kau benar-benar sudah mencurigainya kan? Apa jadinya suatu hubungan jika saling tidak percaya satu sama lain. Dasar kau, berusahalah membuat suatu hubungan yang serius. Berhenti main-main”

“Karena aku ingin serius makanya aku harus mendapatkan seorang gadis terbaik yang bisa membuat aku nyaman berada disampingnya. Tidak khawatir seperti sekarang ini”

“Lalu apa hal yang membuatmu merasa tidak nyaman dengannya?” Tanyaku

“Ini ada hubungannya denganmu. Entahlah, tapi Min Ji memang selalu membicarakan kau dan Gyuri, bahkan sejak pertama aku menjalin hubungan dengannya. Akhir-akhir ini dia juga sudah jarang meluangkan waktunya untuk menemaniku, dan lebih senang bekerja di sini kemudian menyibukan diri. Menurutku dia sedang berusaha untuk memotong waktunya bersamaku” Jelas Eunhyuk

“Sebenarnya tadi pagi Gyuri juga mengatakan sesuatu tentang Min Ji, tapi aku tidak enak jika harus mengatakan hal ini padamu. Saat ini Min Ji adalah kekasihmu, dan tidak baik jika aku ikut membicarakannya juga. Tapi karena kau juga sedang limbung, jadi sekalian saja aku tambahkan pengaruh lain. Yang aku tau pasti setelah ini padanganmu akan semakin buruk pada Min Ji. Sama seperti Gyuri. Tapi yasudahlah, kurasa kau sudah bisa menyimpulkan sendiri”

“Memangnya apa yang dikatakan gadis kecil itu?”
“Apa kau bilang? Huh? Gadis kecil?”

Aku menggigit sudut bibirku dan menggeretak pelan dengan tatapan tajam saat Eunhyuk menyebut nama panggilan Gyuri yang sangat disukainya. Entah kenapa aku tidak suka jika istriku dia sebut sebagai Gadis kecil. Dia itu sudah besar, dan yang terpenting, dia sudah bukan gadis lagi. Hanya aku yang boleh memanggilnya gadis, tapi tidak untuk orang lain.

“Iya, aku tau. Kau tidak suka kan kalau aku memanggil Gyuri dengan sebutan itu. Tapi memang dia seperti gadis kecil kan? Walaupun aku sudah sangat tau kalau dia tidak gadis lagi. Yasudahlah, tidak usah membahas hal itu. Sekarang kau katakan saja apa pandangan Gyuri mengenai Min Ji, yang katanya adalah teman lamanya itu”

Beberapa saat aku membuang nafas dan mengumpulkan ingatanku mengenai perkataan Gyuri tadi pagi. Saat dia dengan kesalnya mengomel karena aku sama sekali tidak menanggapi setiap perkataannya.

“Kalau masalah Gyuri. Dia sepertinya hanya cemburu karena Min Ji sekarang magang di kantor ini. masih ada sedikit trauma masa lalu saat dia menceritakan bagaimana Min Ji juga menjadi masalah dalam hubungannya dengan Jin Ki, kau ingat dengan pria itu kan?”

“Ya, aku tau. Kau sering menceritakannya padaku dulu. Lalu apa lagi?”

“Bukannya aku juga meberikan tambahan padamu agar menilai Min Ji dari sisi negatif. Tapi Min Ji pernah menjadi trouble maker saat Gyuri masih SMA dulu. Pada saat itu hanya bermotif iri, dan ada sedikit perasaan tidak suka Min Ji karena usaha ayahnya bangkrut setelah hotel kita mengalami kemajuan pesat. Tapi itu kan dulu, aku sering mengingatkan Gyuri untuk merubah pandangannya tentang Min Ji, tapi sepertinya dia tidak mudah untuk dibuat seperti itu. Kau sendiri tahu kan, bagaimana keras kepalanya seorang Kim Gyuri”

Aku menjelaskan apapun yang aku ingat dari perkataan Gyuri dan sepertinya ya seperti itu. Tidak aku kurangi dan sama sekali tidak aku lebih-lebihkan.

“Jadi aku dan kau sama-sama bingung dengan masalah ini sekarang. Tapi sepertinya aku sudah mulai lapar, dan sebaiknya kita makan siang saja, khaja” Ujarku terburu-buru

Eunhyuk masih mencoba unutk mencerna setiap ucapanku dalam diam. Dia mengerutkan keningnya dan bersedekap dengan sebelah tangan di dagu. Seperti Sherlock yang sedang mencoa untuk memecahkan masalah. Tapi perutku memang tidak bisa diajak kompromi, dan akhirnya aku meninggalkan Eunhyuk untuk segera mencari makan siang hari ini.

***

Myeongji University

Gyuri’s POV

“Hei, Nyonya Lee. Kau kenapa sih?”

Ji Yeon yang baru datang dengan jas putih laboratoriumnya langsung menepuk pundakku dari belakang.

“Ck, kau ini. Baru datang sudah bertanya. Duduk dulu, makan siang dulu. Baru setelah itu aku akan menceritakan semuanya. Kau sudah tau awalnya kan, berarti tinggal beberapa hal yang harus aku sampaikan. Sisa ceritaku yang tidak bisa aku katakan lewat telfon”

“Aish, kenapa repot sekali sih. Aku masih ada penelitian setelah ini, kau tidak lihat aku keluar dengan menggunakan jas laboratrioum. Aku kabur dari praktikum hanya untuk menemuimu di sini. Sejak kemarin kau terus saja mengatakan padaku mengenai masalah yang sedang kau hadapi. Aku jadi tidak bisa tenang melakukan semua tugasku”

“Mianhae. Kau pasti merasa sagat terganggu dengan semua telfonku. Iya kan? Kalau begitu, aku tidak usah ceirta saja, nanti malah membuatmu tambah pusing mendengarkannya”

“Eiy, apa yang kau katakan? Cepat ceritakan. Kau fikir aku bisa membiarkanmu seperti ini”

“Yasudah, makan siang dulu. Setelah itu baru aku sampaikan semuanya padamu”

Aku dan Ji Yeon menyempatkan diri untuk makan siang di sela-sela jadwal padat kami kuliah hari ini. Aku tau, tidak banyak waktu yang kami punya. Memang sangat sulit untuk mendapatkan waktu bersama karena jadwal kami memang berbeda. Itulah kenapa aku sudah jarang mengobrol banyak dengan Ji Yeon.

***

Author’s POV

“Ah, jadi begitu. Pantas saja akhir-akhir ini kau jadi sangat berlebihan padanya. Aku tau bagaimana perasaanmu”

Ji Yeon menganggukan kepalanya berkali-kali sesaat setelah dia mendengarkan paparan Gyuri. Kedua gadis itu dengan santainya duduk di salah satu kursi kayu yang terdapat di sudut taman kampus dekat auditorium. Mereka berdua terlihat akrab saling mendengarkan satu sama lain. Tapi untuk kali ini, Gyuri yang mempunyai masalah utama dan sebisa mungkin harus segera diselesaikan sebelum bertambah besar.

“Apa kau fikir ini adalah karma?” Sebuah pertanyaan spontan keluar dari mulut Gyuri

“Maksudmu?” Tanya Ji Yeon tak mengerti

“Kita semua sama-sama tau kalau pernikahanku dan Donghae oppa itu kehendak orang tua kami. Kita berdua dijodohkan. Nah, saat itulah aku masih labil dan tidak mampu membuat keputusan karena keegoisanku. Sampai-sampai, aku masih dengan santainya menjadi sepasang kekasih dengan eng, yah kau tau siapa. Dan aku baru tau, bahwa Donghae oppa sejak saat itu memang sudah menyimpan perasaannya untukku. Bisa kau bayangkan berapa banyak perasaan cemburu dan sakit hatinya karenaku?”

“Nah, lalu apa hubungannya dengan kejadian ini?” Tanya Ji Yeon lagi

Gyuri sedikit ragu untuk menyapaikan pendapatnya. Gadis itu diam selama beberapa saat, mengarahkan pandangannya ke arah lain yang sebenarnya sama sekali tidak mampu membuat dia bisa mengurangi kecemasannya saat ini.

“Aku sendiri  baru menyadari bahwa akhir-akhir ini, setelah pernikahanku berjalan hampir satu tahun. Rasanya aku yang selalu dibuat khawatir oleh Donghae oppa. Mungkin dulu aku yang sering membuatnya cemburu. Tapi sekarang, mulai dari kecemburuanku pada Haneul unnie sebagai asisitennya, sampai saat inipun aku masih tidak bisa untuk tidak cemburu jika melihat kedekatan mereka, walaupun pada kenyataannya aku sudah tau bagaimana kehidupan asmara Haneul unnie. Yah, walaupun itu juga aku tau dari Donghae oppa” Gyuri menarik nafas sejenak sebelum melanjutkan ucapannya.

“Yang kedua, dan yang paling parah sampai membuatku tidak bisa tenang adalah kehadiran Min Ji. Dia yang sedang berusaha untuk mencari masalah denganku. Jika dipikir-pikir, setelah aku menyadari perasaanku padanya. Setelah aku sangat-sangat mencintai suamiku sendiri. Semua masalah berdatangan begitu saja, dan semuanya itu berhubungan dengan Donghae oppa dan masalah kecembururanku. Apa mungkin Tuhan sedang mencoba untuk berbuat adil, memberitahuku bagiamana rasanya saat kita harus bisa menahan sakit hati dan berusaha sebisa mungkin untuk bersabar menghadapi sebuah situasi yang sama sekali tidak diinginkan. Tapi rasanya aku tidak bisa sesabar Donghae oppa. Aku ini bukan tipe yang sangat tenang seperti dia”

JI Yeon kembali menganggukan kepalanya mendengar paparan panjang lebar yang Gyuri sampaikan. Gadis itu mencoba untuk mencerna sedikit demi sedikit setiap kata yang keluar dari mulut Gyuri. Dia mengerti apa yang terjadi, dan dia juga sedang mencoba untuk mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah ini.

“Hum, ya. Mungkin dugaanmu benar. Tapi aku rasa, jika kau mencoba untuk menangani ini dengan tenang, maka semuanya pasti beres. Aku akan membantumu, tidak usah khawatir”

“Lalu bagaimana? Apa yang harus aku lakukan sekarang?”

“Kau sudah bilang mengenai Min Ji pada Donghae oppa?”

“Sudah. Bahkan tadi pagi aku hampir saja kehilangan kesabaran saat dia hanya menanggapi semua perkataanku mengenai Min Ji dengan sangat santai. Donghae oppa itu sulit sekali mempercayai semua perkatannku. Dia malah bilang kalau aku ini selalu berfikir negatif dan menilai orang dengan cara yang salah. Padahal jelas-jelas aku sudah tahu semuanya sejak awal. Makanya sekarang aku jadi bingung”

“Bagaimana dengan Eunhyuk oppa. Kau berani mengatakan padanya?”

Ji Yeon memajukan kepalanya ke arah Gyuri dan mengangkat kedua alisnya untuk bertanya. Tapi Gyuri sepertinya tidak bisa menjawab dan mengambil keputusan karena gadis itu hanya diam dengan dagu berkerut, menandakan bahwa dia sedang bingung untuk menjawabnya.

“Tapi, Min Ji itu kan kekasihnya. Lagipula, kalau dia sedang sangat meyukai Min Ji mana mungkin Eunhyuk Oppa  mempercayai ucapan negatif yang aku sampaikan. Pasti dia lebih percaya pada kekasihnya daripada aku. Jadi itu percuma saja” Jawab Gyuri

“Tapi apa kau tidak pernah memikirkan apa yang akan terjadi pada Eunhyuk oppa kalau hubungannya dengan Min Ji malah semakin jauh. Eunhyuk oppa itu adalah orang yang sangat baik. Dia tidak pantas jika harus berdampingan dengan rubah licik itu. Mereka harus dipisahkan, kau harus bisa mengubah cara pandang Eunhyuk oppa. Setidaknya agar dia lebih berhati-hati menghadapi Min Ji”

“Tapi bagaimana caranya?”

Gyuri yang semakin bingung, tampak mulai frustasi. Jika tidak memikirkan apa akibatnya, mungkin gadis itu sudah pergi untuk menemui Song Min Ji dan menyampaikan semua hal yang mengganjal di hatinya. Tapi itu tidak mungkin, dia juga harus bisa menahan diri, bersikap wajar dan tidak terlalu emosi.

“Sekarnag coba kau telfon Eunhyuk oppa. Jika kalian berdua tidak mungkin bisa menentukan waktu untuk bertemu dan mengobrol banyak. Ya, sempatkanlah untuk menelfonnya. Semoga saja Eunhyuk oppa mau mendengarkanmu”

“Tapi, Eunhyuk oppa dan Min Ji itu kan sepasang kekasih. Mereka pasti akan menempel terus seperti permen karet. Kalau saat aku menelfon ternyata ada Min Ji bagaimana? Pasti akan sangat sulit kan?”

“Aish, mencoba saja belum. Kenapa sudah protes. Lakukan saja dulu”

Dengan gemas, Ji Yeon mencubit sebelah pipi Gyuri dan membuat gadis itu langsung merengut sebal. Emosinya sedang tidak stabil karena suasana hatinya yang was-was membuat Gyuri lebih banyak dikuasai oleh mood yang tidak baik, dan dia juga sering menghabiskan seharian penuh dalam suasana hati yang kesal.

“Ara. Aku akan coba menelfon Eunhyuk oppa. Semoga dia mau mendengarkanku”

“Baiklah, aku juga akan ikut mendengarkan percakapan kalian”

Dengan sedikit ragu, Gyuri mengeluarkan ponselnya dari dalam tas. Dia menggerakan ibu jarinya di layar sentuh ponsel tersebut, mencari nomor kontak Eunhyuk untuk kemudian menghubungi nomor tersebut. Jantungnya tiba-tiba berdebar, tidak tahu bagaimana harus menyusun kata agar tidak terkesan frontal saat dia menyampaikan pandangannya tentang Min Ji.

“Yeobseo…”

“Eunhyuk oppa…. eng, ini aku… Gyuri”

“Ah, iya Nyonya Lee. Aku tau, nama kontakmu terbaca jelas di ponselku. Ada apa?”

“Em, ani… sebenarnya ada hal yang ingin aku sampaikan padamu. Mungkin tidak nyaman jika lewat telfon seperti ini. Tapi karena aku tau kau orang yang sangat sibuk, jadi sepertinya aku hanya akan membicarakan semuanya lewat telfon saja”

“Oh begitu, baiklah. Apa yang ingin dibicarakan? Aku akan mendengarkannya baik-baik”

“Tapi, ngomong-ngomong, kau sedang dimana sekarang? Dan… eng, bersama  siapa?”

“Aku diruangan suamimu. Dia sedang pergi makan siang. Karena aku malas untuk turun kebawah, jadi aku meminta dia untuk membelikan makanan untukku saja.  Dan aku lebih memilih untuk menikmati kopi hangat di ruangan besar ini”

“Oh, Oppa sedang sendirian. Baguslah kalau begitu. Em, ada hal penting yang ingin aku ceritakan padamu. Dan mungkin akan membuatmu marah jika mendengarnya”

Dengan suara yang mulai bergetar, Gyuri memberanikan diri untuk memulai obrolannya. Sementara Ji Yeon masih setia duduk di samping Gyuri. Menempelkan telinganya pada ponsel yang sedang digenggam Gyuri.

“Ada hubungannya dnegan Min Ji kan?” Ujar Eunhyuk tiba-tiba

Gyuri yang mendengar itu otomatis langsung membulatkan matanya kaget. Dia tidak mengerti kenapa Eunhyuk bisa langsung menangkap arah pembicaraannya. Padahal mereka berdua jarang sekali menyempatkan waktu untuk sengaja menelfon, kecuali ada hal penting yang memang harus dilakukan dan tidak bisa ditunda.

“Bagaimana kau bisa tau… oppa…?”

“Tentu saja aku tau. Dongahe sudah menceritakannya tadi. Tapi rasanya, aku juga perlu mendengar penjelasan darimu. Bagaimanapun juga kau kan teman lamanya. Aku tidak ingin salah memilih pendamping nantinya. Jadi aku sekarang harus ekstra kerja keras untuk mencari tahu bagaimana sosok kekasihku. Katakanlah apa yang ingin kau katakan. Tidak usah ragu-ragu”

Gyuri menggigit bibirnya beberapa saat. Dia kembali ragu untuk mengatakan semua hal yang sebenarnya sudah menumpuk dihatinya. Sesaat gadis itu menjauhkan ponsel dari telinganya dan menengok ke arah Ji Yeon yang mengangkat kedua bahunya, mengisyaratkan bahwa dia juga tidak mengerti apa yang harus dilakukan setelah ini.

Dengan perasaan berdebar, Gyuri menghirup nafas banyak-banyak. Sebelum akhirnya dia kembali mendekatkan ponselnya ke telinga dan mulutnya mulai terbuka untuk mengatakan sesuatu.

“Jadi begini, oppa…”

***

LK Corp Building, CEO Room

Author’s POV

Eunhyuk tanpak sangat serius mendengarkan apa yang ingin disampaikan oleh Gyuri. Dia sudah meletakan cup kopi yang sebelumnya masih dipegang. Tatapannya serius mengarah pada satu objek yang bisa membuat dia lebih berkonsentrasi.

Sebenarnya pria itu juga merasa sedikit was-was. Tidak bisa dipungkiri bahwa perasannya pada Min Ji memang sungguh-sungguh. Dia menyukai gadis itu tanpa perduli bagaimana masa lalunya. Tapi saat harus mengambil keputusan yang lebih serius, akhirnya Eunhyuk ragu dan memilih untuk mencari tahu lebih banyak mengenai Min Ji. Dia tidak ingin bahwa seorang gadis yang nanti akan disampingnya ternyata malah membuat dia merasa tidak nyaman.

“Jadi begini, oppa…eng… Min Ji. Kau tau kan kalau dia itu adalah teman lamaku. Kami bersekolah di SMA yang sama”

“Em, aku sudah tau itu sejak satu bulan lalu kita bertemu. Aku juga sudah tau bagaimana Min Ji menjadi trouble maker disekitarmu. Donghae sudah mengatakannya padaku tadi”

“Ah, jadi oppa sudah mendengarnya. Em, dan ada satu hal lagi yang ingin aku sampaikan. Tapi aku mohon oppa jangan marah mendengarnya”

“Tidak. Tidak akan, katakan saja. Aku akan mendengarkan semua yang ingin kau sampaikan mengenai Min Ji. Bagaimanapun juga aku ini memang harus berhati-hati memilih seorang gadis. Dan sangat bagus sekali kalau kau mengenal gadis itu. Jadi aku bisa mendapatkan banyak informasi darimu”

”Aku mau tanya dulu. Bagaimana sikap Min Ji padamu dan juga pada Donghae oppa? Apa dia berbeda?”

“Em, itu pertanyaan yang sedikit sulit sepertinya”

Eunhyuk diam selama beberapa saat. Otaknya berputar untuk memikirkan bagaimana harusnya dia menggambarkan sikap Min Ji. Karena mereka sendiri meskipun pasangan kekasih, tapi saat di kantor sama-sama sibuk dan tidak sempat untuk saling memperhatikan. Tapi dari sikap Min Ji padanya, Eunhyuk bisa merasakan bahwa kekasihnya itu memang memandang Donghae dengan cara yang berbeda.

“Min Ji, dia jarang mengobrol banyak denganku jika di kantor. Kau tau kan Min Ji itu magang di kantor ini. Dan dia sangat serius melakukan semua pekerjaannya. Kami berdua hanya punya waktu mengobrol saat di perjalanan aku mengantarkannya pulang sampai kerumah. Sisanya, hanya obrolan biasa masalah pekerjaan. Tapi sikapnya pada Donghae, aku rasa sama saja. Tapi cara dia memandang Donghae memang sedikit berbeda. Entahlah,aku juga tidak mengerti”

Eunhyuk tidak mendengar jawaban dari sebrang sana. Selama beberapa saat keadaan hening. Mungkin karena Gyuri yang terkejut dengan jawaban Eunhyuk. Meskipun seluruh dugaan gadis itu memang benar, tapi dia juga heran dengan sikap Eunhyuk yang terkesan santai. Malah dari caranya memaparkan pendapat, Eunhyuk terkesan bukan sebagai kekasih dari Min Ji.

“Hei, Nyonya Lee. Kau masih mendengarku?”

Karena tidak ada jawaban juga, akhirnya Eunhyuk berbicara untuk memastikan bahwa sambungan telfonnya dan Gyuri belum terputus.

“Ah, de… aku hanya sedang memikirkan sesuatu. Aku ingin mengatakan hal lain yang lebih frontal. Tapi aku yakin, Eunhyuk oppa tidak akan percaya”

“Katakan saja. Sebenarnya aku jua sudah mulai menimbang Min Ji untuk tetap berada disampingku. Sudah banyak masukan yang aku terima, dan rasanya sulit ketika harus memutuskannya”

“ini ada hubungannya antara, aku, Donghae oppa, kau dan juga Min Ji. Kita berempat”

“Em, sampaikan saja. Aku akan mendengarkannya”

Dengan tidak sabar Eunhyuk menunggu suara jawaban Gyuri dari sebrang sana. Tapi dia masih tidak menjawab juga. Entah apa yang membuat Gyuri tiba-tiba berhenti berbicara. Mungkin gadis itu sedang menimbang untuk mengatakannya atau tidak.

“Hei, Nyonya Lee. Kenapa kau senang sekali sih membuatku menunggu. Katakan saja, aku tidak akan sekaget yang kau prediksikan”

“Entah kau akan percaya atau tidak. Tapi Min Ji hanya menjadikanmu sebagai alat untuk mendekati Donghae oppa”

Spontan kedua mata Eunhyuk membulat saat suara jelas Gyuri masuk ke telinganya secara langsung. Pria itu memang antara percaya atau tidak percaya. Tapi yang pasti dia merasakan sebuah hentakan maha dahsyat menghujam dadanya. Dan rasa sakit bercampur pusing kini menguasai kepalanya.

Eunhyuk mencoba untuk mengingat kejadian saat dia pertama kali bertemu Min Ji, sampai kemudian mereka berdua menjalin sebuah hubungan. Dan seterusnya, berjalan normal sebagaimana pasangan lainnya, tapi tiba-tiba berubah akhir-akhir ini setelah dia dan Min Ji menjadi sepasang kekasih sekitar satu bulan lamanya.

“Oppa… kau masih ada disitu kan?”

Gyuri yang juga merasa sangat khawatir karena tidak ada jawaban dari Eunhyuk, langsung mencoba untuk memastikan bahwa sambungan telfonnya belum terputus. Tapi Eunhyuk masih sangat syok dengan apa yang baru saja didengarnya, jadi pria itu sedang mencoba untuk mengumpulkan semua dirinya, dan berusaha merespon setiap perkataan Gyuri baik-baik.

“Maafkan aku oppa. Jika kau tidak pecaya, itu hak mu. Tapi aku juga saat ini sedang sangat kahwatir. Aku takut, jika nanti Min Ji berbuat nekat pada Donghae oppa. Min Ji itu tidak suka padaku. Dia membenciku dan selalu mengatakan bahwa dia akan terus membuat aku berada dalam masalah. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku butuh bantuanmu oppa. Aku butuh bantuanmu”

“Ini mengejutkan. Aku benar-benar terkejut. Gyuri-ya, kau memberikan lagi masukan tentang Min Ji untuk menambah daftar nilai negatif tentang gadis itu”

“Maafkan aku oppa. Tapi aku juga sedang bingung. Donghae oppa bahkan tidak pernah mau mendengarkan setiap ucapanku tentang Min Ji. Tapi syukurlah kau bisa mendengarkan aku”

“Ya, aku senang mengetahui semuanya. Setidaknya aku bisa membuat masalah ini selesai. Mengakhiri hubungan dengan Min Ji. Meskipun sejak awal, aku memang tidak pernah main-main untuk menjalin hubungan dengan seorang gadis”

“Eunhyuk oppa, kau benar baik-baik saja kan?”

Eunhyuk hanya diam saat Gyuri menanyainya. Pria itu duduk dengan lemas di sofa dan pandangannya mulai tidak fokus. Memang sulit untuk menerima sebuah kenyataan itu. Apalagi, sekarang gadis yang masih berstatus sebagai kekasihnya tersebut sedang mencoba untuk merusak hubungan sahabatnya sendiri.

“Em, aku baik-baik saja. Ada lagi yang ingin kau katakan, Gyuri?”

“Ani, hanya itu saja. Aku harap oppa mau membantuku untuk menyelesaikan masalah ini. Sekali lagi, aku minta maaf karena telah membuatmu menjadi merubah pandangan mengenai Min Ji”

“Gwenchana. Aku masih akan memikirkan semuanya dari awal. Terimakasih sudah memberitahuku mengenai masalah ini”

“Kalau begitu, aku tutup telfonnya oppa. Anyeong”

Sambungan telfon terputus, dan saat itu juga sebelah tangan Eunhyuk langsung turun melemas di atas pahanya. Pria itu sedang memutar otak memikirkan bagaimana cara agar semua masalah ini bisa diselesaikan dengan baik. Dia tidak mungkin langsung memutuskan hubungannya dengan Min Ji. Harus ada alasan yang jelas, tapi tidak mungkin juga jika dia mengatakan alasannya adalah mengenai kepribadian gadis itu sendiri.

“Ya Tuhan, kenapa jadi serumit ini?”

Eunhyuk mendesah berat dan menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa. Dia meremas rambutnya dengan sebelah tangan, mengantisipasi perasaan sakit yang mulai menjalar ketika dia sedang berusaha untuk memecahkan masalah besar tersebut.

***

Hae-Ri’s Room

09.26 PM KST

Gyuri’s POV

“Apa kau bilang. Lembur lagi?”

Spontan aku langsung meledak saat dengan santainya Donghae oppa mengatakan kalau malam ini dia akan pulang larut. Entah apa sebenarnya pekerjaan di kantor akhir-akhir ini, karena dia memang sering sekali menghabiskan waktu di kantor sampai larut.

“Setelah ini semuanya sudah selesai. Sudah sering kuberitahu kan. Ini ada hubungannya dengan hotel kita di Tainan. Setelah semuanya dikerjakan dengan baik, aku pasti pulang. Kalau kau ngantuk, tidur saja. Aku tidak akan membangunkanmu kalau pulang nanti”

“YAK, Lee Donghae. Bukan itu masalahnya. Tapi aku tidak mengizinkanmu pulang larut. Kau ini kan seorang pimpinan, langsung saja kau perintahkan semua bawahanmu untuk mengerjakan semuanya. Kenapa kau juga harus ikut-ikutan?”

“Astaga, Kim Gyuri. Kenapa kau ini tidak profesional sekali sih. Kau ini kan mahasiswa jurusan bisnis, seharusnya mengerti apa saja u yang harus dilakukan oleh pimpinan. Berhentilah merengek seperti itu, kau sudah besar”

Tidak habis fikir. Bagaimana bisa dia memanggil namaku dengan nama depan lengkap seperti itu. Apa dia sudah lupa kalau nama depanku sudah berganti jadi Lee sejak 1 tahun yang lalu. Cish, keterlaluan.

“Kau disana dengan siapa. Mana Eunhyuk oppa. Berikan padanya, aku ingin bicara”

Aku yang sudah kehilangan kesabaran, akhirnya mencari alternatif lain. Setidaknya aku bisa mengatakan pada Eunhyuk oppa untuk mengawasi setiap hal yang dilakukan oleh Lee Donghae jelek itu.

“Tidak ada, Eunhyuk sudah pulang. Tugasnya sudah selesai hari ini, dan semenjak kemarin ada masalah dengan lambungnya, Eunhyuk tidak boleh terlalu lelah bekerja. Bisa gawat nanti jadinya”

“Lalu kau disana bersama siapa?”

“Tentu saja dengan stafku. Hanya tinggal sedikit lagi. Kami hanya perlu membicarakan hal terakhir. Setelah ini semua pekerjaan sudah beres. Jadi jangan melayangkan protes lagi. Oke?”

“Tapi… yeobseo… hei, Lee Donghae”

Aku menjerit keras saat kudapati sambungan telfon diputus secara sepihak. Apa yang dilakukan oleh si bodoh itu. Berani-beraninya dia memutuskan sambungan telfonku begitu saja. Astaga. Apa pekerjaan bisa membuat semua orang jadi gila seperti dia?

“Argh…”

Dengan frustasi, aku mengacak rambutku, membuat kunciran rapihku menjadi berantakan. Aku tidak tahu lagi bagaimana harus menghadapi semuanya. Tidak ada yang bisa dilakukan. Dan aku juga tidak bisa membaca apa yang akan terjadi kedepannya. Selama ini Min Ji memang terlihat biasa-biasa saja. Tapi siapa yang tau jika tiba-tiba dia berubah menjadi sangat jahat, dan akhirnya melakukan apapun yang sudah dia rencanakan.

***

LK, Corp Building

09.45 PM KST

Donghae’s POV

Aku baru saja memacu mobilku keluar dari basement. Sedikit terburu-buru karena ini sudah hampir jam 10 malam. Rapat tadi selesai dengan sempurna. Semua staf yang bekerja keras selama satu hari penuh ini, aku berikan keringanan untuk datang terlambat besok pagi. Dan sepertinya aku juga memilih untuk tidak pergi ke kantor saja besok. Setidaknya untuk mengistirahatkan tubuhku setelah hampir dua minggu ini memang selalu disibukan dengan semua urusan kantor.

Aku tau ini sudah resiko menjadi seorang pimpinan. Apalagi aku tidak mau menyerahkan tanggung jawab begitu saja pada orang lain. Aku lebih senang ikut terlibat dalam hal apapun mengenai perusahaan, dan mengetahui perkembangan apa saja yang terjadi, meskipun itu hanya hal kecil.

Sesaat aku memacu mobilku tapi tiba-tiba perhatianku tertuju pada seorang gadis yang sudah sangat aku kenal, dia seperti sedang kebingungan  karena terus saja mondar-mandir di tempatnya. Gadis itu sepertinya kehilagan sesuatu, tapi entah apa yang mebuatnya terlihat begitu panik.

“Min Ji-ssi…”

Aku membuka  kaca jendela mobilku dan melongokan kepala melihat Min Ji yang sedang mondar mandir di depan bangunan hotel. Dari ekspresinya terlihat bahwa gadis ini memang sedang panik.

“Sajangnim” Ujarnya sedikit terkejut, kemudian membungkukan badannya singkat

“Ada apa?” Tanyaku

“Aku kehilangan ponselku. Entahlah, sepertinya jatuh. Tapi aku sendiri tidak tahu dimana”

“Em, benarkan? Lalu bagaimana?”

“Entahlah. Apa mungkin ketinggalan di dalam?”

“Kau mau kembali lagi ke atas?”

“Tapi ini sudah malam. Dan kepalaku juga sudah terasa sangat pusing”

“Kalau begitu. Biar nanti aku hubungi orang dalam saja. Aku akan meminta mereka mencarikannya untukmu. Sebaikya kau cepat pulang dan beristirahat. Mari aku antar”

Dengan penuh rasa tanggung jawab, aku menawarkan bantuan pada Min Ji yang memang terlihat sudah sangat lelah. Tidak heran jika semua staf yang tadi terlibat dalam rapat akhir merasa sangat kelelahan karena kami memang terus saja berkutat dan menganalisis banyak sekali data-data.

“Ah, tidak usah. Aku naik taksi saja”

“Tidak apa-apa. Aku antarkan saja. Kau biasanya diantarkan Eunhyuk, tapi sekarang Eunhyuk sudah puang terlebih dahulu. Jadi aku akan menggantikan tugasnya mengantarmu pulang”

“Tapi….”

“Sudahlah, naik saja”

Aku memperhatikan gerakan Min Ji yang akhirnya mau menerima tawaranku. Dia memutar langkahnya ke arah depan dan membuka pintu mobil kemudian masuk dengan sedikit kikuk. Ini memang untuk pertama kalinya aku dan Min Ji berada didalam mobil yang sama. Mungkin kalau dengan Haneul, aku sudah pernah beberapa kali ketika harus pergi menemui rekan bisnis di suatu tempat. Walaupun kadang Haenul memilih untuk membawa mobilnya sendiri daripada berada di mobil yang sama denganku.

Sepanjang perjalanan menuju kediaman Min Ji. Kami berdua sama sekali tidak terlibat dalam obrolan. Min Ji terus saja memijat dahinya yang membuatku menyimpulkan bahwa dia sedang merasa tidak enak badan. Sebenarnya jika dirasakan, aku juga sudah sangat pusing malam ini. Bekerja di kantor itu memang tidak semudah yang dibayangkan. Terlalu banyak hal yang harus dilakukan dan dituntut untuk diselesaikan dalam waktu yang sudah ditentukan.

***

“Terimakasih sudah mengatarku, sajangmin”

Min Ji yang sedang bersiap membuka pintu mobil, menyempatkan diri untuk membungkukan kepalanya ke arahku. Meskipun wajahnya sudah terlihat sangat lelah, tapi gadis ini tidak melupakan rasa hormatnya padaku sebagai atasannya.

“Kau yakin bisa turun sendiri. Di lantai berapa kediamanmu?”

Aku merasa tidak nyaman saat harus membiarkan Min Ji turun dalam keadaan seperti itu. Dia terus saja memegangi kepalanya, dan matanya sudah tidak secerah sebelumnya.

“Apartementku di lantai 18, tidak apa-apa. Aku sendiri saja. Terimakasih banyak sudah mengantarkanku”

“Tapi sepertinya kau sedang sangat pusing. Apa aku antarkan sampai ke atas saja?”

“Ah, tidak usah. Aku sendiri saja”

Min Ji bersikeras untuk tidak menerima tawaranku. Dia membuka pintu mobil dan segera turun. Namun baru saja menginjakan kedua kakinya, gadis itu sudah oleng dan hampir terjatuh. Membuat aku jadi tidak tega untuk membiarkannya pergi begitu saja.

Dengan terburu-buru, aku turun dari mobil dan menghampiri Min Ji. Memegang kedua bahunya agar dia bisa kembali tegak diatas kakiknya.

“Gwenchana? Sepertinya kau sangat pusing”

“Em, hanya sedikit pusing. Tidak apa-apa, aku bisa naik sendiri”

“Sudahlah, jangan keras kepala. Aku akan mengantarkanmu naik sampai ke depan pintu apartementmu”

“Maaf merepotkan sajangnim”

“Tidak apa-apa”

Dengan hati-hati, aku memapah tubuh Min Ji untuk berjalan memasuki lobi utama dan menuju eskalator. Gedung ini tampak sepi karena memang sudah cukup malam.

Kami berdua berhenti tepat di depan pintu dengan nomor 1807. Ini adalah kediaman Min Ji. Dia tinggal sendirian di Seoul karena semua keluarganya berada di daerah Incheon. Min Ji termasuk seorang gadis yang sangat mandiri.

Aku memperhatikan Min Ji yang sedang menekan kombinasi angka untuk membuka pintu apartement miliknya. Dia menyandarkan tubuhnya ke pintu, berusaha sebisa mungkin membuat tubuh lemasnya tidak terjatuh saking pusingnya.

“Terimakasih sajangnim”

“Kau yakin tidak apa-apa? Atau harus aku panggilkan dokter terlebih dahulu?”

“Aniya, aku hanya perlu minum obat saja, pasti akan lebih baik”

“Yasudah kalau begitu. Kau istirahat saja”

Aku menganggukan kepalaku saat Min Ji membuka pintu masuk menuju apartementnya. Tapi baru saja akan melangkah, dia kembali oleng dan menghantam tubuhku. Spontan aku menahannya agar tidak jatuh.

“Sebaiknya aku mengantarmu masuk dulu. Setelah itu, aku baru pulang”

Dengan terburu-buru, aku memapah tubuh Min Ji masuk ke dalam ruangan apartemennya. Dia menahan kepalanya di bahuku dengan sebelah tangan bertumpu pada pinggangku. Terlihat jelas bahwa dia memang sudah sangat drop hari ini.

“Maafkan aku sajangnim. Maaf karena merepotkanmu”

Min Ji bergumam pelan saat aku membantunya duduk di atas tempat tidur. Sebenarnya aku merasa sangat tidak nyaman saat harus memasuki kamar tidur seorang gadis seperti ini. Apalagi, gadis ini adalah kekasih dari Eunhyuk. Dia pasti akan membunuhku jika tau hal ini. Tapi apa boleh buat, ini adalah masalah kemanusiaan. Mana mungkin aku bertindak seperti seorang yang tidak mempunyai hati nurani. Bagaimanapun dia adalah stafku. Dan sebagai seorang pimpinan aku harus bertanggung jawab.

“Aku akan mengambil air putih. Tunggu sebentar”

Aku menganggukan kepalaku ke arah Min Ji yang sejak tadi masih memegangi kepalanya. Dengan terburu-buru, aku berjalan menuju dapur untuk mengambil segelas air putih agar Min Ji bisa merasa lebih baik. Mungkin saja dia juga mempunyai obat pusing di kotak obatnya.

***

Author’s POV

Minji tersenyum menyaksikan Donghae yang baru saja keluar dari dalam kamarnya. Gadis itu merasa sangat senang karena semua yang dia prediksikan akhirnya berjalan sempurna. Saat ini Donghae sedang pergi ke dapur untuk mengambil air puith, dan berusaha menemukan parasetamol untuk Min Ji.

Tapi yang dilakukan gadis itu adalah, mengambil tas mewah miliknya untuk kemudian mengeluarkan ponsel yang sebelumnya dia laporkan hilang pada Donghae. Dengan terburu-buru Min Ji menuliskan sebuah pesan singkatyang dia kirimkan ke nomor Gyuri.

To : Kim Gyuri

“Saat ini, aku sedang bersama Lee Donghae-mu yang tampan. Kau lihat kan. Aku bisa melakukan apapun yang aku inginkan, dan sebentar lagi aku akan mengetahui bagaimana hebatnya seorang Lee Donghae di tempat tidur. Terimakasih Kim Gyuri-ssi. Kau sudah merelakan suamimu untukku malam ini”

Kedua sudut bibir Min Ji tertarik membentuk sebuah senyuman licik. Dia senang saat membayangkan bagaimana ekspresi Gyuri saat mendapatkan pesan singkat yang baru saja dikirimkan olehnya. Pasti gadis itu akan terlihat sangat kaget. Karena Min Ji memang tidak pernah main-main dengan semua perkatannya.

Suara derap kaki membuat Min Ji kembali memasukan ponselnya ke dalam tas. Dia langsung memasang tampang lemahnya di hadapan Donghae. Dengan sebelah tangan yang aktif memijat dahinya sendiri.

“Ini minumlah, semoga kau bisa lebih baik. Aku menemukan parasetamol di kotak obatmu. Tidak baik jika meminum analgesik kan? Ini minum saja”

Donghae menyodorkan segelas air putih dan juga satu tablet parasetamol.  Seketika itu juga Min Ji langsung meraihnya. Tangan gadis itu sedikit bergetar, sehingga Donghae harus membantunya saat meminum obat tersebut. Tapi pria itu sama sekali tidak tahu bahwa orang sakit yang dihadapinya sata ini hanya sedang bermain-main. Malah yang lebih buruknya adalah, gadis bernama Min Ji itu akan menghancurkan hubunganya dengan sang istri. Hanya dalam waktu beberapa menit dari sekarang.

***

Hae-Ri’s Private Room

Author’s POV

Gyuri menggigit jari-jari tangannya. Nafasnya memburu saking kagetnya. Fikiran gadis itu masih berkecamuk antara percaya atau tidak percaya dengan apa yang baru saja dia baca. Sesaat pandangannya beralih pada ponsel yang tergeletak begitu saja di atas meja belajar. Menampakan satu pesan masuk dari kontak pesan dengan nama Song Min Ji. Sebelumnya gadis itu masih sibuk mengerjakan tugas di depan laptopnya.

Perlahan Gyuri mulai mengerjapkan matanya, mencoba untuk kembali fokus pada satu hal yang semakin membuatnya hampir gila. Sebelah jari-jari tangannya masih berada di dalam mulut, tanpa sandari merasakan sakit saat giginya mulai mengerat dan meninggalkan bekas ruam pada permukaan jarinya.

“EOMMAAAAAAAAAAAAAAA…..”

Sebuah jeritan histeris lolos dari mulut Gyuri, dengan sangat frustasi, gadis itu mencengkram kepalanya dengan kedua tangan. Merasakan bagaimana rasa sakit mulai menjalari kepalanya. Oksigen yang seharusnya bisa terhiurp baik-baik, kini terasa sangat sulit untuk masuk ke dalam saluran pernafasannya.

“Eommaaaaaaa….. aaaaaa….”

Gyuri kembali menjerit tidak terkendali. Di depan laptopnya yang masih menyala dengan tampilan file tugas miliknya. Tidak ada yang bisa dilakukan gadis itu selain menjerit memanggil ibunya yang entah sedang berada dimana.

Suara derap langkah yang terburu-buru, membuat Gyuri langsung menutupi wajahnya dengan kedua tangan, dan tangisnya mulai membesar. Entah apa yang ada di fikirannya, tapi yang pasti saat ini Gyuri sedang merasa sangat frustasi.

“Gyuri-ya, gwenchana. Apa yang terjadi?”

Nyonya Kim langsung masuk ke dalam kamar Gyuri, membuka pintu kamarnya tersebut dengan perasaan bingung.

“Donghae oppa. Donghae oppa…” ujar Gyuri lirih

Nyonya Kim menghampiri Gyuri dan membawanya kedalam pelukan. Mengusap punggung Gyuri yang malah menangis semakin keras.

“Ada apa sayang? Ceritakan pada eomma. Apa yang salah?” ujar Nyonya Kim berusaha menenangkan

“Donghae oppa. Eomma, Donghae oppa. Aku harus bagaimana?”
“Ada apa dengan Donghae? Ayo katakan, jangan seperti ini. Eomma bingung jadinya”

Gyuri terus saja menangis di pelukan sang ibu. Nafasnya tidak teratur karena terlalu keras menahan isakannya sendiri. Tidak tahu apa yang harus dilakukan saat ini.

“Apa yang terjadi. Eomma tidak tahu apa masalahnya, jangan histeris seperti ini. Ceritakan pelan-pelan, biar Eomma nanti bisa membantu untuk meyelesaikan semuanya”

Perlahan Gyuri melonggarkan pelukan pada pinggang ibunya saat dia mulai kesulitan untuk bernafas. Gadis itu melepaskan rangkulannya dan mengusap kedua pipi dengan tangan. Menghilangkan air mata yang membanjir karena tangisan besarnya.

Gadis itu menarik nafas dalam-dalam. Berusaha sebisa mungkin membiarkan seluruh rongga dadanya terisi oksigen agar seluruh kerja tubuhnya bisa berjalan normal seperti biasanya. Berusaha agar fikirannya lebih jernih dan bisa untuk mencari jalan keluar terbaik dari masalah besar yang akhirnya muncul ini.

“Donghae oppa… saat ini dia berada di salah satu tempat dengan seorang gadis. Dia adalah teman lamaku”

Sedikit terpotong dengan isakan. Gyuri mencoba untuk memberitahu masalahnya pada sang ibu. Sampai saat ini Nyonya Kim tidak pernah tau apa yang sebenarnya terjadi pada Gyuri karena memang Gyuri tidak pernah menceritakannya secara langsung pada siapapun kecuali Donghae, Eunhyuk, dan Ji Yeon.

“Maksudmu? Kenapa menantuku ada disana. Dan bagaimana bisa dia mengenal temanmu itu?”

“Ceritanya panjang eomma. Maaf karena aku tidak menceritakan semuanya. Tapi sekarang masalahnya benar-benar serius. Aku harus menghubungi Eunhyuk oppa untuk meminta bantuan”

“Tapi….”

Belum sempat Nyonya Kim meneruskan perkatannya, Gyuri sudah bangkit dari dudukannya kemudian berlari dengan menggenggam sebuah ponsel. Nyonya Kim yang terkejut, hanya bisa menatap punggung putrinya tersebut sebelum akhirnya menyadari sesuatu dan langsung mengejar Gyuri.

“Hei, Kim Gyuri”

***

Gyuri’s POV

Dengan sekuat tenaga, aku berlari menuruni anak tangga dari kamar menuju ke ruang utama. Membuka pintu keluar dan berusaha mencari keberadaan Tuan Jung, tapi hasilnya nihil. Aku tidak mungkin membawa mobil sendirian, dan akhirnya aku memutuskan untuk berlari ke depan jalan raya dan menghentikan taksi. Aku tau ibuku sedang berteriak-teriak memanggil namaku dari belakang sana. Tapi kali ini, aku terlalu panik untuk merespon semuanya. Aku harus pergi kerumah Eunhyuk oppa sekarang juga.

“Ke arah Dongjak-gu, tolong lebih cepat mengendari mobilnya”

Aku berbicara dengan supir taksi yang juga terlihat seperti kebingungan melihat ekspresiku sendiri. Beberapa kali dia melirik dari kaca yang terdapat di depan. Sedangkan aku masih sibuk dengan ponselku berusaha menghubungi Eunhyuk oppa yang entah sedang apa karena dari tadi tidak menjawab panggilanku.

“Maaf nona, lebih tepatnya, anda mau ke mana?”
“Apartemen Bright Sky”

“Ah, baiklah”

Supir taksi itu kembali memusatkan perhatiannya pada jalan raya yang kami lalui. Dan aku masih sibuk untuk menghubungi Eunhyuk oppa. Sebenarnya aku juga sudah menghubungi Donghae oppa beberapa kali. Tapi ponselnya mati. Dan itu membuatku semakin frustasi memikirkan apa yang sedang terjadi di sana. Aku tau Donghae oppa tidak mungkin terjebak oleh rubah itu. Tapi siapa yang tau apa yang akan dilakukan oleh Min Ji padanya.

Fikiranku masih terus berkecamuk saat tiba-tiba terdengar suara jawaban dari sebrang sana.

“Yeobseo” Suara pelan dan serak itu aku simpulkan sebagai Eunhyuk oppa yang baru saja bangun tidur

“Eunhyuk oppa, ini aku”

“Iya, ada apa Nyonya Lee”

“Aku butuh bantuanmu. Ini masalah yang kita bicarakan tadi pagi. Dan sekarang semuanya sedang terjadi, kau tau kan dimana kediaman Min Ji. Ayo kita kesana sekarang juga”

“Apa maksudmu, aku sedikit tidak mengerti. Aku baru saja bangun. Karena hari ini tidak enak badan, jadi aku tidur seharian, dan aku juga tidak tahu sekarang jam berapa?”

“Ini sudah hampir jam 11 malam oppa. Aku mohon bantu aku untuk pergi kerumah Min Ji. Keadannnya sangat gawat sekarang”

“Ah, iya baiklah. Sekarang kau ada dimana? Biar aku menjemputmu kesana”

“Aku di perjalananan menuju apartementmu. Kalau kau bisa memberitahuku dimana apartement Min Ji. Aku bisa berputar arah nanti”

“Tidak perlu, kau terus saja naik taksi. Aku akan menunggumu di lobby apartementku, setelah itu kita akan berangkat bersama. Apartement Min Ji tidak jauh dari apartementku. Sekarang aku akan bersiap-siap terlebih dahulu”

“Baiklah, oppa. Terimakasih atas bantuannya”

“Em”

Sambungan telfon langsung terputus saat aku mengakhiri obrolan dengan Eunhyuk oppa. Sedikit merasa lebih tenang setelah ada jawaban dari Eunhyuk oppa yang mau membantuku. Tapi sekarang aku masih sangat was-was memikirkan apa yang sedang terjadi disana. Apa yang terjadi dengan suamiku dan juga rubah gila yang dengan liciknya memasuki kehidupan kami.

***

“Cepat, naik. Kita hanya perlu 5-10 menit untuk sampai kesana”

Eunhyuk oppa membukakan pintu mobilnya saat aku baru saja turun dari taksi. Dengan terburu-buru, dia mengeluarkan beberapa lembar uang tunai dan menyerahkannya pada supir taksi. Membayar argo yang aku habiskan untuk perjalanan dari rumah menuju ke sini. Sepertinya dia juga tau bahwa aku tidak membawa sepeser uangpun selain ponsel dalam genggamanku.

“Aku tdak menyangka akan jadi sejauh ini. Memangnya apa yang terjadi” Tanya Eunhyuk oppa setelah dia masuk ke dalam mobil dan menempati kursi kemudi

“Kau tau bagaimana cerita pertamanya kan. Aku juga tidak mengerti bagaimana Donghae oppa bisa berada di apartemennya sekarang. Tapi itulah yang Min Ji katakan di pesan singkat yang dikirimkannya padaku. Aku panik karena ponsel Donghae oppa juga tidak bisa dihubungi”

“Tadi aku juga pulang terlebih dahulu di kantor. Aku tidak mengikuti rapat evaluasi yang seharusnya dilaksankan oleh beberapa staf. Aku dengar rapatnya sangat lama, dan mungkin bisa sampai malam. Jadi aku memutuskan untuk pulang dan beristirahat dirumah saja”

“Maafkan aku oppa. Padahal kau sedang tidak enak badan”

“Aish, apa yang kau katakan. Tentu saja tidak apa-apa. Secara tidak langsung, aku merasa bersalah dalam kejadian ini. Karena Min Ji… dia itu kan…”

“Ah, sudahlah oppa. Aku tau kau tidak pernah menyangka akan jadi seperti ini. Semoga saja semua belum terlambat dan kita bisa menghentikan tingkah frontal Min Ji”

Aku dan Eunhyuk oppa terus saja mengobrol selama perjaanan yang tidak terasa. Bahkan ketika mobil kami berhenti di depan gedung tinggi yang cukup mewah.  Dan aku yakin ini adalah tempat tinggal Min Ji.

***

Author’s POV

Gyuri dan Eunhyuk masuk dengan terburu-buru ke dalam apartement mewah tersebut. Mereka berlari menuju esakalator dan naik ke lantai 18. Eunhyuk sudah tau dimana apatement Min Ji karena dia juga pernah masuk ke dalamnya ketika mengantarkan Min Ji pulang.

Gyuri yang tidak bisa menahan rasa paniknya terus saja meremas jari-jari tangannya yang berkeringat. Sedikit terasa perih saat ruam di sekitar buku-buku jari telunjuk, tengah, dan manisnya mengelupas.

“Kenapa tanganmu?”

Eunhyuk yang memperhatikan gerakan Gyuri langsung bertanya saat dia menyadari ada ruam di jari-jari tangan Gyuri.

“Huh?”

Gyuri mengangkat kedua tangannya dan memperhatikan buku jari-jari tangan kanannya yang memerah.

“Ya Tuhan, pantas saja perih. Aku menggigitnya karena merasa sangat frustasi tadi. Kau tau oppa, bahkan aku tidak langsung bisa merespon saat aku membaca pesan masuk dari  Min Ji. Rasanya fikirianku antara percaya atau tidak percaya. Aku benar-benar takut sekarang”

“Sudah, kau tenang saja. Aku yakin tidak akan terjadi apa-apa” Ujar Eunhyuk menenangkan

Mereka berdua keluar dari pintu eskalator dan segera berjalan menuju apartement milik Min Ji. Berhenti di depan pintu dengan nomor 1807. Eunhyuk menggerakan jari-jarinya menekan kombinasi nomor yang juga sudah dia hafal. Jika gadis itu tidak merubahnya, maka nomor tersebut pasti bisa membuka pintu apartement tanpa harus menekan bel.

“Ah, bisa terbuka” Gumam Eunhyuk pelan saat bunyi kecil terdengar ketika dia menekan tombol enter.

Dengan perasan takut, Gyuri mengambil langkah di depan Eunhyuk, masuk mendahului pria itu untuk kemudian segera melangkah lebih dalam. Tidak ada suara dari dalam sana. Sama sekali tidak ada suara.

Beberapa langkah masuk, mata Gyuri langsung membesar saat melihat pintu kamar yang menjeblak terbuka. Dengan setengah berlari, dia menuju kamar tersebut dan berhenti tepat di depannnya.

“Donghae Oppa…”

Hadis itu tidak bisa menahan air matanya saat melihat sang suami yang sedang berdiri menghadapi seorang gadis yang duduk di pinggir ranjang sembari menutupi wajahnya dengan kedua tangan. Entah apa yang sebelumnya terjadi, tapi saat ini keadaannya memang jauh dari dugaan.

Donghae sedang berdiri tegak dan menundukan kepalanya memperhatikan Min Ji yang sedang tertunduk di pinggir ranjang dengan kedua tangan yang menutupi wajah. Bahu gadis itu bergetar, menandakan bahwa dia sedang berusaha menyembunyikan tangisannya.

Donghae yang menengok ketika melihat keberadaan Gyuri juga merasa sangat terkejut, apalagi kemudian Eunhyuk menyusul berdiri di belakang istrinya.

“Gyuri-ya…” Gumam Donghae pelan

Spontan Gyuri langsung berlari masuk ke dalam dan menghambur ke pelukan Donghae. Gadis itu memeluk tubuh Donghae erat-erat seakan menegaskan bahwa pria itu hanya miiknya. Pria itu adalah satu-satunya pria yang boleh berada di pelukannya.

Sementara di sisi lain, tatapan Eunhyuk tertuju pada gadis yang tengah menangis di pinggir ranjang. Min Ji masih tidak mengangkat wajahnya meskipun saat ini dhadapannya sebuah pemandangan lain sedang disajikan.

Perlahan Eunhyuk bergerak maju dan menghampiri Min Ji. Pria yang biasana selalu bertingkah konyol dan melontarkan hal-hal lucu itu kini terlihat sangat serius. Dari ekspresinya, terlihat jelas bagaimana sebuah kekecewaan besar dirasakannya.

“Min Ji-ya”

Ujar Eunhyuk sembari menyentuh bahu Min Ji. Perlahan gadis itu menggerakan kepalanya untuk tengah dan mendongak menatap sosok pria yang saat ini berada di hadapannya.

“Maaf…” Eunhyuk menatap mata gadis itu dalam-dalam. Meskipun dia tau Min Ji baru saja menangis dan pipinya masih basah karena air mata. Tapi tidak ada yang bisa dilakukan selain mengutarakan keputusan yang sudah dia tekadkan.

“Maaf… sebaiknya, kita akhiri hubungan kita sampai disini saja. Dan mulai saat ini, kau tidak perlu menunjukan wajahmu di hadapanku lagi”

Dengan tegas Eunhyuk berbicara pada Min Ji yang langsung terlihat semakin drop dengan kejadian itu. Tanpa memperdulikan ekspresi gadis itu, Eunhyuk langsung melepaskan tangannya dari bahu Min Ji, berbalik untuk kemudian melangkah keluar dari dalam kamar. Meninggalkan Donghae, Gyuri dan Min Ji dalam satu ruangan tersebut. Eunhyuk merasa sudah menyelesaikan tugasnya untuk mengantar Gyuri. Dan juga tugas terbesarnya untuk mengakhiri hubunganya dengan Min Ji. Sekarang, masalah lain mungkin akan diselesaikan dengan cara berbeda oleh Donghae yang juga menjadi salah satu dari lingkaran masalah yang dibuat oleh trouble maker tersebut.

“Kenapa kau menangis?”

Gyuri yang sudah melepaskan pelukannya dari tubuh Donghae, merangsek maju ke depan Min Ji, tanpa melepaskan genggaman tangannya di tangan pria yang saat ini sudah bisa membuatnya tenang.

“Aku tanya, kenapa kau menangis?”

Untuk kedua kalinya, Gyuri bertanya pada Min ji yang sedang terduduk diam menatap lurus dengan pandangan kosong. Air matanya sudah berhenti mengalir, tapi matanya terlihat sangat bengkak.

“YAK,  SONG MIN JI”

Dengan penuh emosi, Gyuri berteriak tepat di depan wajah Min Ji, membuat gadis itu sedikit mengernyitkan dahinya karena terkejut.

Melihat itu, Donghae segera menghentikan istrinya. Menarik sebelah tangan Gyuri dengan sedikit erat. Membuat gadis itu menengok menatap Donghae yang menganggukan kepalanya singkat. Memberikan isyarat agar Gyuri tenang.

“Aku yakin, kau bisa berubah Min Ji-ssi. Tidak ada yang tidak mungkin. Dan ayahmu. Kalau mau, aku bisa menjadikannya sebagai salah satu staf di LK Corp. Atau jika dia sanggup, aku akan menjadikannya Manager pelaksana di Hotel Tainan yang sebentar lagi akan selesai dibangun.  Jangan pernah putus asa. Dan aku mohon, hilangkanlah semua rasa dendam dan kebencianmu terhadap Gyuri. Itu sama sekali tidak baik. Kau masih sangat muda. Masih banyak hal yang bisa kau lakukan dan lebih menyengkan untukmu dan orang-orang disekitarmu.”

“ Jangan pernah melupakan bahwa orang tuamu sangat menyanyangimu. Jangan ulangi hal ini lagi. Mungkin aku masih bisa menghentikan tindakan frontalmu tadi. Tapi demi apapun, kau sudah membuat semua orang berada dalam masalah. Berubahlah. Kau bisa berubah menjadi Song Min Ji  yang baru”

Gyuri yang sedikit tidak mengerti dengan paparan Donghae, menatap pria tersebut dengan ekspresi bingung. Dia yang memang tidak tau menau dengan apa yang terjadi sebelumnya merasa sangat tidak mengerti, masalah apa yang sebenarnya diketahui Donghae tentang Min Ji.

“Jika kau tidak bisa tahan tinggal di Seoul. Kau bisa kembali ke Incheon. Atau jika orang tuamu mau aku tugaskan di Tainan, maka kau bisa pergi ke Tainan. Kau akan merasa lebih tenang dalam lingkungan baru, jika lingkungan lama tidak bisa menerimamu. Semangatlah. Song Min Ji-ssi”

Kalimat terakhir Donghae membuat Min Ji kembali meneteskan air matanya, dia tidak bisa menahan kesedihannya karena perlakuan lembut pria tersebut. Memang tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Saat semua harapan tidak bisa terlaksana sepenuhnya, maka berusahalah lebih keras dan lebih keras lagi, pasti bisa menjadikan impian itu terwujud. Sama halnya dengan perasaan dendam yang disimpan terlalu lama. Akan banyak orang yang merasa tersakiti, tapi itu tidak akan membuat perasaan sang pendendam merasa puas, tapi terus-menerus menginginkan hal yang lebih kejam untuk menghancurkan lawannya. Dan itu terdengar sangat-amat mengerikan.

***

Hae-Ri’s Room

Donghae’s POV

Aku baru saja keluar dari kamar mandi, dan kudapati Gyuri sudah tidak ada di dalam kamar. Tadi gadis itu masih duduk di atas ranjang dengan dress tidur pendek kesukaannya. Tapi sekarang, mungkin dia sedang berada bersama ibunya di luar. Tadi kami belum sempat menjawab apapun ketika eomonim menanyai dengan banyak sekali hal.

Aku baru saja naik ke ranjang saat suara pintu terbuka mengalihkan perhatianku. Seorang gadis dengan dress tidur pendek berwarna putih masuk begitu saja. Dari ekspresinya dia terlihat jauh lebih tenang daripada tadi. Aku tau, kejadian hari ini membuat dia merasa sangat khawatir sekaligus takut. Tapi sekarang semuanya sudah berakhir. Kami berdua akan tetap baik-baik saja.

“Kau sudah mandi?”

Gyuri berjalan pelan menghampiriku kemudian naik ke ranjang dan segera merangkak mendekat ke pelukanku.

“Bogoshipheo”

Aku tersenyum mendengar suara pelannnya yang teredam oleh dadaku. Gadis ini memang selalu manis saat dia bertingkah manja. Mengekspresiikan perasaan apapun yang sedang dia rasakan.

Aku mengusap puncak kepalanya, mengecupnya selama beberapa saat ketika Gyuri semakin mengeratkan pelukannya di tubuhku. Jari-jari kecilnya bergerak perlahan di pinggangku, memberikan rasa nyaman yang membuatku tidak ingin melepaskannya.

“Maafkan aku karena tidak mendengarkan perkataanmu. Maafkan aku karena mengabaikan semua rasa khawatirmu akhir-akhir ini. Aku tidak pernah tau apa yang akan terjadi jika kau tidak memberitahuku semuanya”

Aku mengungkapkan sebuah pengakuan langsung pada Gyuri. Saat itulah gadis ini melonggarkan pelukanya di tubuhku dan menjauhkan tubuhnya untuk kemudian duduk bersandar di sebelah bahuku.

“Aku tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi saat aku belum datang kesana. Tapi melihat Min Ji yang menangis dengan penuh emosi  sepertinya kalian terlibat dalam situasi yang cukup menarik. Apa yang kau katakan padanya sampai-sampai menangis seperti itu?” Tanya Gyuri

Aku meliriknya yang terlihat sangat cantik dengan rambut panjang yang dikuncir tinggi. Memperlihatkan dahi indah favoritku.

“Sebenarnya, dia tidak sejahat yang kau fikirkan. Hanya saja, karena rasa tidak sukanya padamu. Ditambah lagi keadaannya di sini yang memang tidak terlalu baik. Kau tau kan dia tinggal seorang diri di sini. Dia juga harus melakukan semuanya secara mandiri. Dan karena itulah dia harus memenuhi semuanya baik-baik. Mungkin gaya hidupnya memang keterlaluan, tapi yah memang karena dari dulu sudah terbiasa. Akan sangat sulit bagi Min Ji untuk mengubah gaya hidupnya”

“Tapi dia tidak berusaha melakukan apapun padamu kan? Dan kau juga tidak tergoda olehnya kan?”

Gyuri memicingkan matanya dan menatapku tajam. Dari ekspresinya dapat kulihat bahwa dia sedang benar-benar khawatir dengan jawaban apa yang akan aku katakan.

“Hum, sebenarnya…”

“Apa?” Potongnya

“Sebenarnya, tadi kami…”

“Oppaaaa….” Gyuri kembali memotong perkataanku.

Dari raut wajahnya, terlihat jelas bahwa gadis ini sedang sangat kesal menghadapiku yang terkesan main-main.

“Dengarkan baik-baik. Aku kan sedang berbicara. Kenapa kau meotongnya terus?”

“Itu karena kau menyebalkan. Kenapa mau bicara saja nadanya jadi sangat serius seperti itu?” Protesnya keras

“Iya-iya, aku tau. Sekarang kau diam, dan biar aku yang berbicara”

Spontan Gyuri langsung mengatupkan bibirnya. Dia mengangguk berkali-kali saat aku menariknya mendekat dan duduk berhadapan denganku yang sedang bersandar ke kepala ranjang.

“Tadi saat kita di mobil, aku sudah menjelaskan padamu kenapa aku bisa berada di apartement Min Ji kan. Nah setelah itu, dia mulai bertingkah aneh. Tiba-tiba memeluk tubuhku dan mengatakan sebuah hal yang sangat frontal. Otomatis aku langsung  berontak dan berusaha untuk menghentikan tingkahnya. Min Ji memang tidak menyerah begitu saja, dia tetap berusaha untuk membuatku masuk dalam perangkapnya. Tapi tenaga seorang pria pasti tidak akan bisa dilawan oleh wanita kan? Aku bisa menghentikannya. Dan berusaha bertanya baik-baik apa sebenarnya yang dia inginkan. Saat itulah dia mengungkapkan semua rasa tidak sukanya padamu. Termasuk bagaimana kehidupannya dulu dan sekarang”

“Lalu kenapa dia menangis?” Tanya Gyuri penasaran

“Itu karena saat dia mengungkapkan rasa irinya padamu. Aku juga mengungkapkan alasan kenapa dia harus melupakan perasaan itu. Aku membalikan semua hal yang dia anggap salah. Aku memberi masukan apa saja yang harus dia lakukan. Dan saat itulah Min Ji mulai larut dalam emosinya sendiri. Aku hanya memperhatikannya. Berdiri di depanya tanpa bergerak sedikitpun, mungkin karena dia sudah sadar dengan kesalahan yang telah dilakukan. Maka Min Ji mengungkapkan penyesalannya selama ini”

“Jadi kau bisa membuatnya berubah? Tapi bagaimana bisa dia mendengarkan semuanya begitu saja. Semudah itukah membuat Song Min Ji berubah?”

Gyuri tampak sangat antusias mendengarkan semua paparanku. Dia terus saja bertanya ini dan itu yang membuatku semakin pusing untuk menjawabnya.

“Entahlah . Mungkin sebenarnya dia juga sudah sangat lelah dengan situasinya sekarang. Tidak mudah menjadi Song Min Ji. Dia juga tidak punya teman sama sekali kan? Nah, setelah aku memberikannya solusi dan berbagai saran untuk berubah. Dia mulai mendengarkannya dengan baik. Kurasa Min Ji hanya butuh motivasi”

“Ya Tuhan. Jadi dia memang tidak seperti yang aku fikirkan? Tapi kenapa dia bisa sefrontal itu. Serius Oppa, kehadirannya membuat aku panik setengah mati”

“Em, bisa jadi seperti itu. Yah, dia memang termasuk seorang yang sangat frontal. Dia bisa melakukan apapun untuk mendapatkan keinginannya. Dan hal itulah yang harus diubah. Semoga saja dia mau melakukan apa yang aku sarankan. Berubah menjadi seorang yang lebih baik lagi”

Gyuri tersenyum kecil. Dia menganggukan kepalanya saat aku menjelaskan semua hal yang menimbulkan tanda tanya besar di kepalanya. Aku yang tidak tahan melihat tingkah manisnya, langsung menarik Gyuri kedalam pelukanku. Dan membiarkannya sedikit menggeliat protes karena pelukanku yang terlalu erat sampai-sampai mebuatnya kesulitan untuk bernafas.

“Lepas, aku tidak bisa bernafas”

Gyuri mendorong dadaku dengan telapak tangannya, berusaha berontak untuk mendapatkan oksigen.

“Aku kan Cuma memelukmu saja”

“Iya, tapi kau sepertinya ingin aku mati kehabisan nafas”

“Ck, selalu berlebihan”

“Kau yang berlebihan”

Gyuri kembali protes sembari membenarkan kuncirannya yang acak-acakan karena ulahku. Dasar gadis labil. Dia itu mudah sekali dibuat emosi. Tapi dengan bodohnya aku tidak pernah bosan melihatnya yang seperti itu.

“Tapi oppa…” Ujarnya setelah kembali duduk tenang

“Apa?” Tanyaku

“Aku jadi mengerti sekarang. Bagaimana perasaan orang-orang disekitar kita itu mempengaruhi setiap hal yang akan kita lakukan. Aku senang banyak orang yang memperhatikanku, dan memberikanku banyak kasih sayang. Dengan seperti ini , aku bisa melaksanakan semuanya dengan senang hati”

“Bersyukurlah dengan kehidupanmu yang bisa dibilang sempurna. Keluarga yang baik. Teman yang baik. Dan satu hal lagi, ada aku juga yang terbaik. Iya kan?”

“Kenapa jadi membawa-bawa namamu. Cish, narsis lagi?”

Aku hanya tertawa mendengar dia mencibirku dengan ekspresi menyebalkan. Entah kenapa gadis ini malah terlihat sangat imut. Kugerakan tanganku menyentuh jari-jari tangan kanannya. Tapi tiba-tiba Gyuri mengaduh sembari meringis kesakitan.

“Sakit” ringisnya

“Kenapa tanganmu. Coba kulihat”

Aku meraih tangan Gyuri dan memperhatikannya. Dapat kulihat sedikit ruam diantara buku-buku jarinya yang memerah.

“Kenapa dengan tanganmu?” Tanyaku

“Tidak apa-apa. Hanya lecet sedikit, nanti juga sembuh”

“Aish, ada-ada saja. Jangan melukai dirimu sendiri. Aku tidak mau melihatmu seperti itu”

“Iya-iya. Kau ini cerewet sekali. Lagipula, ini kan hanya luka kecil”Sergahnya

Aku hanya bisa diam memperhatikannya yang sedang bergerak untuk berbaring.

“Sudahlah, ini sudah malam. Sekarang kita tidur. Besok kau masih ada kuliah kan?” Ujarku
“Em”

Gyuri mengangguk dan menunjukan cengiran lebarnya. Melihat itu, aku tidak bisa menahan diri untuk  tidak mengulurkan sebelah tanganku dan menyentuh puncak kepalanya.

Kami berdua berbaring di atas ranjang, dengan selimut rapih yang menutupi tubuh sampai pinggang. Gyuri yang biasanya sudah merangsek maju ke pelukanku, tampak masih tenang memandangi lagit-langit kamar kami. Entah karena belum mengantuk, atau memang tidak ingin memelukku.

“Gyuri-ya”

“Mm?”

“Kau sudah tidur?”
“Belum”

“Mau tidur sekarang?”

“Aku sudah mengantuk, tapi mataku tidak mau terpejam. Bagaimana?” Ujarnya
Gyuri menoleh ke arahku yang juga sedang menatapnya dari samping.

“Sini, aku peluk saja biar cepat tertidur”

Aku mengulurkan sebelah tanganku untuk menarik tubuhnya mendekat. Sedikit menggeser naik tubuhku agar bisa membenamkan kepalanya di dadaku, merasakan puncak kepalanya di bawah daguku.

“Aku lebih senang kita tidur seperti ini dari pada berjauhan seperti tadi”

“Aku senang saat harus menghirup wangi tubuhmu sebelum tidur”

Gyuri mengeratkan pelukannya di pinggangku. Sedikit merangsek memajukan tubuhnya sehingga posisi kami benar-benar menyatu di balik selimut.

“Sudah hampir satu tahun ini, kita bahkan tidur di ranjang yang sama. Apa kau ingat ulang tahun pertama pernikahan kita itu tanggal 15 April”

Aku mencoba untuk mencari tahu apakah Gyuri mengingat tanggal penting itu. Dan benar saja. Setelah aku mengatakannya, Gyuri langsung menjauhkan tubuhnya dan mendongak menatapku.

“15 April? Astaga, berarti kurang dari 2 minggu lagi dari sekarang kan? Ya Tuhan, aku bahkan tidak menyangka sudah satu tahun menjadi istrimu”

“Jadi kau melupakan hari ulang tahun pernikahan kita?”

“Aniya, tentu saja tidak. Aku ingat. Hanya tidak menyangka saja kalau waktunya tinggal beberapa hari lagi. Lebih dari 360 hari statusku sebagai istrimu. Em, ya, cukup menyenangkan”

“Apa kau bilang? Cukup menyenangkan? Jadi hanya kata cukup, huh? Astaga, keterlaluan sekali”

“Bukan seperti itu maksudku oppa. Aku tidak tahu bagaimana harus mengatakannya. Tapi aku rasa, aku adalah wanita paling beruntung di dunia ini karena bisa menjadi seorang gadis yang berada di sisimu dengan status resmi sebagai seorang istri”

Kami berdua saling bertatapan satu sama lain. Entah kenapa rasanya sangat menyenangkan ketika melihat Gyuri tersenyum manis seperti ini. Berbeda dengan hari-hari kemarin saat dia terus saja cemberut di depanku. Dan lebih banyak menampakan wajah lelahnya.

“Ayo kita pergi berlibur di ulang tahun pertama pernikahan kita” Saran Gyuri tiba-tiba

“Liburan? Um, oke. Sepertinya bisa. Aku punya beberapa waktu setelah menyelesaikan pembangunan tahap akhir hotel kita di Taiwan. Ada saran untuk tempatnya?”

“Um, Eropa? Amerika? Atau Afrika?”

“Bagaimana kalau Australia?”

“Wah, ide yang bagus. Australia? Yakin?”

“Oke. Tapi aku tidak janji bisa pergi bertepatan dengan ulang tahun pernikahan kita 15 April nanti. Mungkin sedikit telat. Tidak apa-apa?”

“Tidak apa-apa. Aku mungkin sedang mendapatkan liburan juga di tengah jadwal kuliahku”

“Bagus. Kita bisa refreshing sejenak kalau begitu” Ujarku menyampaikan persetujuan

Kami berdua masih terus saja mengobrol menjelang tidur. Sepertinya hal ini sudah menjadi kebiasaan setiap hari.

“Apa resolusi kita di tahun ke dua pernikahan?” Gyuri mengubah topik pembicaraan kami.

Gadis ini kembali mendekat ke pelukanku, melingkarkan sebelah tangannya dalam posisi nyaman.

“Aku ingin hubungan kita bisa lebih baik. Kau semakin dewasa,dan aku semakin mengerti dirimu. Jika masalah perasaan, jujur aku juga tidak mengerti bagaimana menjelaskannya. Tapi kau memang sudah menjadi kebutuhanku”

“Dan ada saatnya saling membutuhkan itu terasa sangat menyenangkan bukan? Jauh lebih menyenangkan saat menerima fakta bahwa apapun yang aku butuhkan ada pada dirimu oppa, terimakasih sudah menjadi seseorang paling berpengaruh dalam setiap kehidupanku saat ini. Dan untuk satu tahun ini. Posisimu adalah yang terbaik”

Aku tersenyum mendengar paparan Gyuri. Ini memang bukan hal yang jarang kami lakukan. Saling jujur dan meluapkan perasaan. Tapi karena moment ini sudah dekat dengan ulang tahun pernikahan kami yang pertama,  sedikit ada rasa yang berbeda. Mendengar ungkapan perasaannya terasa sangat amat menyenangkan. Semoga kita berdua masih bisa saling memahami satu sama lain. Dan yang terpenting adalah, saling membutuhkan dan saling memenuhi kebutuhan satu sama lain. Terdengar sangat menarik bukan?

***END***

HUWOOOOOOOOOOOOOOOOOO….

Sudah berapa lama aku hiatus dari blog ini coba?

Astaga Ya Tuhan. Serius demi ketampanan Lee Donghae. Aku kehilangan semua mood buat nulis. Gatau apa yang mau ditulis karena aku rasa semua isi kepala aku sudah aku tuangkan kedalam tulisan. Bikin ini aja tuh ampe dua minggu. Serius deh, susah banget buka notebook buat nulis. Yang ada pasti godaan nonton video dowlodan atau DVD bajakan itu jauh lebih menarik daripada menulis. Dulu sih ya, aku tuh bisa nulis dengan sangat lancar. Bahkan FF udah kelar aku tulis sampe tamat, jadi tinggal publish-publish aja gitu. Eh sekarang, aku bahkan kalo nulis gatau lanjutannya kaya bagimana. Huwaaaaaaaaaaaaa, Cho Kyuhyun sayang, bantu akuuuuu…

Oke, berhubung hari ini suami saya (baca : Lee Hyukjae) lagi ulang tahun. Jadi Saengil Cukka hamnida abang sayang. Aku cinta kamu selalu. Makin tampan, makin lucu, makin cinta pokonya. Dan untuk blog Sujuyongwonhie, tempat berkumpulnya fandom terdahsyat yang pernah aku tau. Kita bisa berkumpul, gila-gilaan di sini. Jangan heran buat readers baru kalo menemukan author (nunjuk jidat sendiri) yang emang sedikit agak rusuh ya, maklum, namaja juga remaja 17 tahun, jadi masih sangat labil. Bahkan kadang frontal *ngaku*Terimakasih untuk kado terindah dari Tin-un, Nic-un, Diah-un, Hani, Novi, Rheiza, dan Erniy. Kita bahkan tidak pernah tau satu sama lain, tapi karena Sujuyongwonhie, jadi bisa bersahabat seperti sekarang. Aku sayang kaliaaaaaaan…. *hughughug*

Oke, sebenarnya akhir-akhir ini aku lagi uring-uringan. Kalian semua pasti udah tau apa penyebabnya. Tapi serius, aku gamau bahas hal itu. Jujur ampe mewek kalo ngomonginnya. Susah ya menentukan pilihan antara menentang atau mengalah.

Baiklah, gausah galau lagi. Karena galau aku udah sembuh ketika abang-abang sayang berada di Paris. Sumpah keren dahsyat lah pokonya. Semoga kalian semua bisa melakukan semua pekerjaan dengan baik. Sukses buat suami saya (baca : Donghae) dengan drama barunya yang belum mulai suting. Dan semoga di drama Beautiful You, semua member Super Junior bisa ikut main. Amin.

Next FF, aku gatau mau nulis apa dulu. Sebenernya aku udah janji mau nulis Jong-Shin special Paris, pas SS4 paris, alesannya karena nanti ada referensi yang dibikin ama suami saya (baca : Yesung) yang mungkin share beberapa tempat menarik di sana. Semoga sih ya, bisa aku kerjakan, meskipun ga janji bisa semaksimal sebelumnya.

Yasudah, mungkin Cuma itu yang bisa aku sampaikan. Ini FF yang gaje banget karena ngerjainnya juga ga kelar-kelar. Tapi udah deh ya. Terimakasih atas partisipasinya. Yang susah komen, aku ngerti, soalnya skarang kalo mau komen harus log in ke gravatar dulu.

Tapi prasaan ini ngomong ko ga kelar-kelar deh. Udah ah. Babay….

With Love

~Jung Soo’s Wife~


Advertisements

154 comments on “Hae-Ri Side : Trouble Maker (Part 2 – END)

  1. hyaaa
    Selly nimbul d permukaan
    Hwhhwh untung ye hae gk trpengaruh
    Scra disodorin ikan sypa yg nolak
    Wkwkwk

    Selly dan serlin selamat ulng tahunn
    Smoga sujuyongwonhie makin sukses dgn authornya yg unyu2
    Semangat terus ya kakak

      • ikan makan ikan..mana mauuu..haha
        selamat bwt author FF nya keren..wlopun aq blm baca yg diproteksi..T_T
        Aq suka potshoot2 nya..apalagi yg gyuri..lucu2,imut2,cantik!!
        Coba dikumpulin jd sealbum itung2 bwt kado anniversary-nya HaeRi .. ya kalau mw dibuat aq akn dgn senang hati menontonnya..heehee
        gumawo ^ ^

  2. Hahaha da typo
    Ang shrsnya yang,mencoa shrsnya mencoba,tp yg ada pas dibaca jd ngakak sndri
    Maaf otakku lg somplak hr nie
    Smpah gak rela unyuk oppa dpt type cew kyk min ji nie
    Bnr2 trouble mker,pnya tmen kyk gtu bs bkin mrinding deh kkkkkk
    *dikirambakkunti*

    Ya ampn aku jadi ikut jengkel ma haeppa deh dsni
    Skap santai kyk gtu rsnya bs bkin ksel ke ubun2 kali ya ckckkckkc
    Haeppa ajarin bpkir pstive thinking dunks???
    *gubrakssss*

    omoooooo bang unyuk kau sungguh sungguh sungguh keren
    wlpun kasihan sm uyuk oppa disini tp gpp mdh2an nti dy dpet couple yg kcak jg kkkkk
    akhrnya endingnya sweet bgt
    aduh kpan ya aku jg berduaan diats rnjang sama unyuk oppa lol XD
    *dirajamjewels*
    nie daebak,dtgu haeri ke australia
    nie moment honeymoon ke2 dunks
    wuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa~~~~~~~~
    *otakmulaiyadong*
    nice ff^^

    • HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA
      HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA
      HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA
      HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA
      HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA
      sumpah aku ikutan ngakak.
      hadeh, susah banget dah menghindari typo.

      eit, honeymoon hae-ri. bisa dipastikan bakal heboh. hahahaha

  3. Kya…….
    Ff yg dah ditunggu2 dtang..
    Aduh deg2an pas Haeppa nganterin Min Ji,,
    Gyu Ri kpn punya baby’a kan dah 1 thn…
    Ksihan Unyuk sini ma aku aja..hahaha

  4. Huwwa. . .akhirnya klar jga bcanya. . .
    adeuhh. . .bner2 gag nyangka minji bner2 ngelakuin hal yg frontal gto. . tpi untung hae nya kuat iman y. . .*amien*
    bner2 ga nyangka hyuk bkal setegar itu buat ngehadapin masalah. . .*poor hyukie*
    o,iya happy 1st anniversary buat SUJUYONGWONHIE moga ff nya lbih bgus n lebih cpet publishnya y eonn. . .
    gag tau knp aq jga lg galau gara2 ss4. . .=__= tapi y sdahlah . , . *hiks* ttp gag rela. . .><

  5. sweet ff..
    Donghaeee bener2 suami idaman..mau dong married sm kamuuu #ditabok gyuri.
    Sumpah ya, ga tw knp sungguh terobsesi sm pasangan ini, dan berharap mereka bener2 nyata..

    Oh ya, saengil chukkahamnida bwt 1st anniversary sujuyongwonhie dan tak lupa bwt unyuk oppa juga.. Smoga semuanya sukses dan bahagia

  6. Yah,eunhyux ngejomblo lg?xasian,..ma aq az xalo gt#plak..aq yg part 1 blum bca tp udah xbawa feelny bc part ini…agx xsel jg ma hae yg g trlalu nanggepin omgany gyuri,tp axhrny mslh slse jg,udh 1thn y nixahnya?xpan nich haeri pny mo2ngan d tnggu cingu

  7. Ahahahahahahahahahah seneng deh baca ff ini.
    Btw happy anniversary buat Sujuyongwonhie.
    Makasih ya sudah membuat mood dan otak saya jadi membaik setelah pusing dengan simulasi UN

      • Selly…apadeh…lama kagak nongol. Macam semedi saja kau ini.

        Kyaaaa…donge….
        Kau disini menyebalkan. Sifat dewasamu itu keterlaluan. Malah keren-an enhyuk disini mah. Dia beneran jadi superman buat gyuri.

        Gyuri nggemesin ye pas cemburu..sama kayak saya wkwkwk
        Dan demi apa. penyelesaian konflik buat minji itu kurang sadis.
        Entah kenapa aku benciiiii banget sama minji. Bawaannya pengen bejek2 itu muka srigala berbulu domba.

        Yasudahlah ya..mungkin selly lg gak ada naluri menyiksa minji.

        Udah ah,komen aku nyampah kayak biasanya.

        Next jongshin ye? Skinship nya yang banyak #plak

        @nicchan: heh…ngapain situ ngrusuh lahan komen saya! *tabok nicchan*

      • anyeong unni.
        kamu mau apa?
        skinship?
        sejak kapan demen?
        oh, paris itu akan kami habiskan untuk berciuman sampai lemas. haha *ketawa setan*

  8. yang ditunggu2 keluar juga..
    bener2 gemes waktu donghae cuma nanggepin perasaan khawatir gyuri desan santai..
    aku juga kasian sama eunhyuk.. adegan terakhir eunhyuk bener2 berpotensi bikin aku nangis
    bener2 trouble maker min ji nya..pasti malu banget jadi dia..
    baik banget jadi donghae malah mau dijadiin pegawai di hotel keluarga mrk..
    wah 1st anniversary bwt hae-ri nih..
    ada special story ga??? hhe

  9. Ohh…jadi inti dr Judul diatas tu ini… Si Trouble maker itu tu..

    Cieee…ending.a so sweet banget ni HaeRi., ganyangka juga ya..udah mau staun aja 🙂 semoga langgeng dh yaa buat HaeRi couple 😉

    dan untuk ma bebeb TeriHYUKIEEEEE…Jangan sedih sayaaaaannggg~ masi ada aku disiniii…>_<
    Saengil Chukae beb, smga awet muda makin unyu-unyu kek Yeye! 😉 All the best vo youuu, oppa~ :***

  10. akhirnya publis juga….rasanya plong bgt deh liat haeri publis…tau g q tiap hari pas deh ngecek buka blog ini-nungguin haeri-….
    keren bgt sih si hae disini,emg sih agak nyebelin tapi dewasa bgt….
    putus sama minji..sini hyuk sama aq j-dijamin g troubel maker-hehe….
    next ff chingu ditunggu…fighting!!

  11. telat trs!! akhirny d publish jg,,maaf y comment ny ntr j,,baca ny jg cepet..hehehehehehhehe,,kilat takut ktauan sm ibu boss..tp rehat sejenak dr lembur malam niii…

  12. akhirny publish jga..

    whoaaa, ceritanya membuat driku deg”an… aku bacanya sampai bdanku dingin smua karen saking tegangnya..

    ya sudah deh, dtunggu ff selanjutny.. 🙂

  13. Ninggalin kissmark *.*

    hwaaaa Akhirnya haeri comeback lagi u.u kangen bgt couple ini, dan akhirnya happy ending *buangjauhjauhminji*
    Semangat lanjutin jongshin ^.^

  14. huwa…makin cinta ama donghae
    *kecup basah*
    Akhirnya wanita rubah bisa disadarkan dari kelakuan menyimpangnya.
    Hadeh…eunhyuk patah hati.
    Sini bang,ama aye aja*sodorin pisang ama susu strawberry*
    Bt selly dan serlin,ditunggu karya selanjutnya meskipun berkutat dgn kesibukan yg seabrek-abrek.
    Anyeong !

  15. Udah lama jg g mampir,,,,sekali mampir ketemu ff haeri,,,,hohohoohohoh,,,,seru2,,,keren2,,,g taulah mau commnet apa,,,kapan sih saeng ff mu g keren *pegang idung*,,,,,hhihiihihihih,,,,

    Knp g resolusi gyuri tahun ini punya anak???hahahahaha,,,,

    G sabar jg nggu ff hae,,,mau dbikinin kue sama dy,,,,hohoohoho,,,smga dramanya sukses oppa n smga ketemu djakarta,,,,hehheheheh,,,

    Kamu kok jarang beredar dtwitter skrg saeng???kadang kangen jg sm tweet2 narsis,,gila,,,kamu,,,hahahahah,,,

    Udh ahhh banyak bacot ,,,,,nice job *hug*

    • iya unni, kamu kangen aku ya? aku belum isi paket lagi, ditambah seminggu kemaren galau *ngaku*

      oke unni cantik, terimakasih komennya

  16. Yah lg2 bang eunhyuk g dpt psgan,tp gpp diff g dpt yg baek,tp dikhdpn nyata pst diksh yg t’baek yach tach.Yapz bgung mo ngmg pa otk lg g bnr.Oh y ditgg jong-shin’a.

  17. akhirnya publish jg… hahay…
    sumpah ini kurang panjang #plakkk
    hehe
    apa mungkin saking menikmatinya ya makanya gk kerasa? entahlah~
    #angkatbaju plakplok

    ahh~ akhirnya sadar juga tuh min ji ya semoga aja kelakuannya ngga terulang lagi deh… dan donghae bagus pak anda tidak tergoda,,,
    dan gyuri lebih dewasa ya.. tapi sy suka gyuri yang kaya gini nih #plakkk labilnya… nyahahaha

    dan hyuk tenang syang kamu putus sini sama aku, aku jg lagi jomblo nih /eaaaaaaaaa/

    okelah aku selau menunggu ff2 disini tetap semangat.. okraaaaaaaaaayyyyyyy

    • eh unni gila. iya aku tau kalo aku disini gemesin banget. aku ini kan kepribadiannya sama kaya Gyuri. muka juga sama.

      makasih ya, kamu udah muji-muji suami aku

  18. wua…. HaeRi is back!! hehehhe

    aq suka endingnya… happy…. tapi ada sedikit yang mengganjal say…
    itu bang eunhyuk kok responyya langsung percaya gt aja?? dia memang udah punya bukti2 tapi kok putusnya cuma bilang gitu tok, ga tanya2 minji dulu apa n kenapa,,rasanya kurang greget,,hehe

    tapi sejauh ini,,,, memuaskan banget… aq sangat menikmatinya,,,ehhehe
    oke….. ff lainnya bakal setia ditunggu kok…. semangat!!! ^_^

  19. Huwaaaaa akhirnya haeri dataaaang jugaaa ..
    Hm donghae hebat ya bisa langsung ngerubah minji, hae oppa hebaaaatt ..
    Ga kerasa ya hari udah mw setaun aja, brati setaun juga aku menanti setiap crita.x .. Hhe
    eonni nnti di hari aniv haeri ada yg special ga eon ? Hhehe
    bwt 2eonni ku semangat terus ya 🙂

  20. uwah kirain ff ini mau beberapa part, ternyata cuma 2 part aja..
    seru, tp kurang greget nyeritain konfliknya minji, tp bagus kok 🙂 nungguin kisseu dr hae-ri tp ternyata gak nongol haha 😀

  21. kya kya kyaaa..
    haeri couplehaeri couple haeri couple *bakar petasan*

    eonnie.. kenapa resolusi buat thn kedua pernikahannya ngga punya aegi aja??? kan seru tuh jadi next ff tentang cara bikinnya *mesum*

  22. tarik napas buang hembuskan…
    hmmm hmmm, jujur aq baca ni ff 2 hr baru kelar krn apa krn aq didera sakit gigi jd perlu konsentrasi penuh bacanya & aq gak tau uda ngulang berapa kali bcanya krn otak aq ga nyerap2 mngkin krn di pengaruhi sakit gigi & smalem ini ini ff akhirnya selesai jg aq baca sampai2 aq ketiduran mkanya baru komen sekarang 😀 *lah koq curhat jdnya*
    Kamu tau apa saeng, abis bca ni ff aq jd pengen punya suami yg karakternya kyk dongek dsini trus aq harus nyari dmn, tanggung jawab saeng tanggung jawab *narik2 lengan shelly* dan knpa bayangan dongek slalu terngiang2 di otak aq -_- *maaf kyu ini salah selly* :p
    dan dan dan akhirnya aq seneng konfliknya selesai Horeeeeeeee *tepuktangan* tp knpa di ff kali ini kurang mesum ya, biasanya pasangan ini kan penebar kemesuman 😀
    oia ada yg lupa, Chukkahae buat Sujuyongwonhie moga makin berjaya *bakar petasan*
    dan satu lg utuk anniversarinya Hae-Ri di buat agak yadong ya, ga asik baca Hae-Ri klo kurang mesum krn uda biasa gtu 😀
    *kabur seblm di injek*
    *bawakabur Hae*

    • eh unni sarap. astaga ya Tuhan. Gila banget kamu ih.

      aku ga mesum tau. dan Haeri bukan penebar kemesuman. *manyun*

      oke deh unni cantik, salam sayang dari aku istrinya cho kyuhyuh

      • yeee yeee… si selly istrinya cho kyuhyuh bkan cho kyuhyun krn aq istri aslinya :p
        tp pasangan paling mesum di blog ini emank Hae-Ri tau deh kunyuk bkal gmn krn blm kelitan :p

  23. EWW…..

    demi lee donghae yang ganteng juga saengggg….senengnya ada tulisan baru. Abis belakangan jarang tulisan soal JongShin ato HaeRi *readers ga tau diri
    *

    tapi overall tetep oke kok saeng…..semoga ttp dapet ide buat nulis yaaa

  24. akhirnya Min Ji sadar jugaaa , alhamdulilaaaaa :)) , chukkae pernikahan Haer-Ri udah 1 thn , ditunggu liburannya yaaak heheheh :b

  25. aaaa.. Seperti biasa hae-ri selalu aja bikin aku penasaran buat baca tpi serius deh hampir lupa sama part ‘trouble maker’ ini tp untung nya pas baca part kedua jadi inget dikit lah.
    Daebak kak selly ^^

  26. eonni mianhae baru comment..
    Hiyaaaaaaaaaa daebak deh..
    akhirnya terselesaikan juga.. aq rada geeregetan ma tingkah Gyuri disini…
    tapi aq suka ma ketenangan Donghae..
    huaaaaaaaaaaaaaaaa andai suami aq nanti tenang kaya donghae *tarik bang ikan*
    *kyu manyun*
    *balik lagi ke kyu ah*
    huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.. pokoknya keren dehh..
    bikin lagi..
    jangan lupa Jong-shin ma Eun-Ji ya..
    hwaiting!!! saranghae CHO KYUHYUN!!

    P.S eonni galau ma SS4 bukan? ya udah eonni.. kita senasib galau ma SS4…
    moga eonni bisa nonton.. jangan seperti aq yg memang sudah tak ada pilihan..
    klo nonton salamin ke suami ganteng aq KYUHYUN, Selingkuhan mingguan aku Jongwoon oppa ma bang ikan mok[po yang selalu aq gilai Donghae ya…

    pokoknya wakilin ciuman aq ke mereka..
    mmmuaaaaaaaachhhhhhhhhhh :*

    *menghilang*

  27. aigoo.. perasaan aq naik turun bca ff ini unnie ><
    hae oppa dewasa bbget yaa.. waa tgl 15 nanti ada ff special doong.. asiik

    oiyaa, aq mau nnya ama unnie, sbnr ny suami unnie th siapa c.. koq Hae, Hyuk, Yesung oppa di blang suami unnie smua? unnie poliandri yaa wkwk XD

  28. Sdikit kompleks (?) TâÞi gk juga… Konfliknya dpet bgt…
    Akhirnya slesai ni cerita…
    Daebak deh…
    Ttp smngat nulis jong-shin..
    (ง’̀⌣’́)ง

  29. sekian lama aku menunggu kelanjutan cerita ini !
    akhirnya keluar ugga yg pasti gk buat aku nyesel nungguinnya karna ceritanya memang bner” daebak !!!

    cepet” buat cerita yg bru heheheh aku cuman ingin menikmatinya :))

  30. akhirnya lanjutannya ada jg
    kasian gyuri jdi galau gt ya
    untung aj hae ga tergoda ya *hela napas*
    hyuk cari pacar baru aj
    kasian dia, uda mau serius malah dpt cwe kaya gt

  31. Naaaah, akhirnya dipublish jga ini kopel. Ahaaahaa kereen bnget dah, alur konflik rapiih~ aa hyuk jae kan suda ku blng kau dg aku saja, tau kan sendiri akibatnya sekarang XD wkwk *plak*
    aish, un kenapa gada adegan ehem ehemnya sih? Pdhal uda nungguin loh :p *tendang*
    eeh un, knp dsini hyukkie sakit2tan yak? Aduh sian bnget abang monkey *pijitin hyuk*
    aaaa ini uda END kah? Aaah bkin sequel lg yaa? Okeoke?
    Mm, uda ckup deh kya’nya bcotan aku XD xixi paypay eonni~ aku tnggu FFmu yg lain. Dadaaaaa *bow*

  32. Aduh.. Aduh… Sumpah gw ngiri banget… Pengen jd bininya haeppa…
    Eitz… Tp bagaimana ma c epill kyu klo tau tunangannya (*nunjuk sendiri) malah terobsesi ma hyung nya….
    Aigho… Aq g mo ada pertumpahan darah hanya gara2 rebutan diriku…*plak g mungkin banget deh…
    Hahaha…
    Eonn… Intinya aq suka banget ff kamu…
    Pengen komrn panjang lebar vi g punya kata2 lagi…
    Intinya daebak wat cingu…
    Pengen cepet2 gyuri hamil…
    Pasti heboh deh… Tambah ngerecokin kerjaannya hae…
    Hahhaa….

  33. Annyeong..
    *tebar senyuman*
    mau komen ah..

    1. Ish, gemes bgt ama sikapnya hae, kalo jd gyuri, aq pasti udah dongkol setengah mati..

    2. Boleh gak aq cekek itu si minji?
    Jadi orang kok dengkian bgt. *siapin tambang*

    3. Aigoo, uri anchovy kasian banget..sini sayang, ama aku aja.. *peluk hyuk*
    *dseret siwon masuk kamar*

    ah, tp tetep sel, fanficmu DAEBAK!!
    Suka bgt ama jalan ceritanya.
    Udah ya, selly..
    Aku mau bergelung dulu dgn pekerjaan.
    Bubyee
    *cipok hyukhae*

  34. Wah gyuri syng bngt ya sm donghae oppa, sampe2 slama 1 minggu mikirin tntang ancaman.a min ji . . . .
    pokok.a donghae oppa bruntung bngt dech dpt gyuri . . .
    crtnya bgs tor . . .
    seru2

  35. wahhhhh….gila..gregetan bngt aku ama si min ji eon >.< pengen aku jambak2 tu orng… hufft…
    dan untuk uri ikan….ya ampun bng,,tau g' sieh??kamu suami idaman aku 😀 #ditendangmasukgot haaaaaaaaahahahahahahahahaha
    dari membc aja udah kethuan ganteng nya kamu bng 😀 cinta mati dah gua #plak
    sumfah ni ff keren gila…sik asik sik asik #nah lo???
    menguras emosi,,,aku ampe dag dig dug,gigit2 bntal baca nya 😀

    daebak dah…
    ditunggu karya2 brikut nya eon ,,
    saranghae selly unni… #hug

  36. waaaahhh.. akhirnya ketauan jg belang minji…
    kasian gyuri, hae ngak mau percaya apa yg dia bilang..
    malah dianggap kekanakan pl.. wkwkwk..
    untung hyuk tu orangnya baek..
    ngak buta gara2 cinta…

  37. annyeonghaseyo eonnie *bungkuk90derajat* maaf baru nongol hehe. aku readers baru inih, sebelumnya juga udah kenalan di postingan “annyeong readers” *nyengirkuda* huaahh ff yang membuat aku makin tergila gila sama yang namanya Lee Donghae haha. tapi yah eon, yah itu, sayangnya aja, Donghae menempati urutan ketiga diantara tiga biasku yang unyu unyu yaitu Lee Hyukjae dan Cho Kyuhyun hahaha *ikutanketawakyudisorrysorry* ah tuhkan akunya jadi curhat hehe *gajesendiri*
    yaudah eonn, aku jujur, kaya orang kecekek baca ff ini, dari part satu sampe end troublemaker. penyampaian konflik yang sederhana namun sangat menggebu dialur ceritanya, okehh, sangaat okeehh, aku suka banget cara pembawaan eonnie dalam menyampaikan karakter masing masing tokoh dimana karakternya Gyuri yang sangat amat nyampe di aku dan sosok Donghae yang sangat amat tenang dan lembut. FF yang ngebuat aku nyaris mati sesek napas gara gara Donghae-nya yang Ya Allah, bikin ngiler-____- dia yang romantis, huaahh. tadinya aku mau berpaling, tapi mengingat betapa setianya aku dengan Lee Hyukjae, biarkan Lee Donghae ini menjadi simpananku saja *PLAK* #mulaingawur
    Ahh kayanya cukup deh eonn, pokoknya aku bilang ini FF daebak, salah satu blog yang nyaris bikin aku mati sesek napas gara gara kata kata dan pembawaan ceritanya. semangat ya eonn sama karya karyamu dan serlin eonnie yang selanjutnya 🙂 gomawo

    • astaga, pidato kenegaraan ini?

      oke-oke-oke. makasih ya, tapi gausah deketin lee donghae juga gapapa. dia udah punya istri *nunjuk muka sendiri*

      • haha panjang amat yak eonn? ah gapapa udah *maksa* ini aku baru nongol dua kali disini hehe, maaf memang mulutku terlalu ember kalo begini mah haha. suaminya eonnie emangnya beneran cuma hae oppa doang? bukannya semua anak suju eonnie bilang suami yah? hahaha eonnie, aku selalu sakit perut kalo baca note mu yg paling bawah setelah cerita 😀

  38. kirain nanti bneran tuhh si min ji,,*lirik gyuri

    min aq mnta pw hae-ri donk,,,

    oya gpp kan aq klo comment blkangan cz aq klo bca dr hp pas mw comment susah,,jd aq comment’y klo agy bka WP ajjah,,

  39. Huuuuuua ! Romantis sekaleeee ujungnya ! Tpi aku sama yesung oppa juga romantis lo thor *gakadaygnanya* Ahhh gasabar nunggu chapter 2 mereka honeymoon (•̯͡.•̯͡) romantisan haeri apa aku sama yesung oppa yaa *plak-,-

  40. Fiuhhh..akhirnya masalah ini beres juga..sumpah,sempet degdegan..sempet mikir gmn klo bang hae tergoda..gimana hub haeri kopel klo tu bener2 terjadi..huaaa andwaeyo~

    buat hyuk..yg sabar y,banyak ko cewe yg lebih baik dari minji..termasuk aq.kkkk~

    huahh..eonni JJANG!!!haeri kopel juga JJANG!!!

  41. hahhhhh degdegaaannnnnnn…
    takut donghae beneran trgoda dan menghianati aqyuuuuu.. *rebahan d dada donghae

    untung yahh.. selamet yahh.. syukurlahhh… alhamdulillah.. *potong tumpeng
    sempet kesel sih liat hae d bilangin cuek2 ajah..
    tp untungx pekerjaan yg melelahkan itu tdk trjadi dan kesucian donghae msh trjaga #ehh
    ywdah pokox haeri lanjut.. suka deh ma couple ini.. ^^
    ehiya unyuk yg sabar yahh *peyukpeyukunyuk

  42. annyeong author aku reader baru di blog ini salam kenal ne ressa annisa apriani imnida ^ ^
    binggung tour harus ngomong apa saking bagusnya ini ff 😀 satukata buat author “daebak”. hehehe
    mian baru bisa R C L dipart ini soalnya jaringannya lagi ngadat -_____-”
    #ini apa adanya loh tour bukan ada apanya:)) hehehe

    ditunggu karya selanjutnya ^ ^

  43. Kerenn banget ..*ngacungin 10 jempol bareng donghae..
    um..thor, ini usul yaa..hehehe..
    kalo diterima syukur..kalo ga diterima juga gpp 😀
    sepanjang ff yg aku baca..kbanyakan gyuri yg cemburu..gimana kalo buat ff donghaenya yg cemburu,,..kkkekekke..
    keren tuh..:D

  44. Udah telat banget bwat komen -__-
    Tapi yh dari pda kagak sama selaut(?)
    Daebak eonn FF inii 😀 aku gemes banget kalo mreka udah sayanG2an tuh#lirik yeye
    Keep writinG!!
    Mau lanjut part honeymoon :
    Bubay*hug
    Jong woon’s love›lulusinta

  45. Udah telat banget bwat komen -__-
    Tapi yh dari pda kagak sama selaut(?)
    Daebak eonn FF inii 😀 aku gemes banget kalo mreka udah sayanG2an tuh#lirik yeye
    Keep writinG!!
    Mau lanjut part honeymoon 😮
    Bubay*hug
    Jong woon’s love›l♥lulusinta

  46. Annyeong selly eonni
    udah telat banget bwat komen -__-
    Tapi yh dari pda kagak sama selaut(?)
    Daebak eonn FF inii 😀 aku gemes banget kalo mreka udah sayanG2an tuh#lirik yeye
    Keep writinG!!
    Mau lanjut part honeymoon 😮
    Bubay*hug
    Jong woon’s love›l♥lulusint

  47. Wuah kasian eunhyuk yaaawwww .-. .- .-.
    Minji jahat ah -____-
    Syukur aja abang donghae gak kejebak sama minji 😀

  48. widih dongek hebat.. ga gampang kegoda
    hyuk sama aku aja. aku orangnya baik dan setia kok..

    minji, udah sono tobat u.u

  49. Horee.. 😀 akhirnya selesai jg baca ff trouble maker.. Kekeke~
    ya ampun sel, ff-mu selain complicated critanya juga bnyak kata” keren.a yah.. Makin cinta ama yesung deh #ga nyambung 😀

    okey, aku mw lihat” judul ff mu dan membacanya.. #plak
    ah kmu ngomongin yesung aku jg inget deh kalo KJW lg wamil di jeonju sono~ huwaaa #clouds galau 😀

    ey, kmu itu istri siapa sbenarnya? Suamimu qo bnyak amat sel? #evil laugh
    wkwkwkwk

    okey cukup, see u selly.. ^^

  50. Aaaaaah sadar juga itu minji, tp udah sempet grepe2 hae kah dia? Kkkk daebak eon yah di awali scene ranjang, di akhiri juga scene ranjang hahahak

  51. Huwe… Mau tau kelanjutan kisah cinta nya eunhyuk!!!!!!
    Ga tau mau ngomong apah, perasaan udh campur aduk seneng sedih nyesekkk…!!!
    Pokok nya daebak lah buad author sm ff nya..
    Aku sllu menunggu karya-Karyamu!! Lophe you #plaak

  52. Oooooooouuuhhhh beruntungnya Gyuri punya suami seperti Donghae. Aku sangat suka cara pemecahan masalah Donghae. Aku jg suka penggambaran sikap Donghae tp aku sedikit ga suka saat Donghae ga terlalu dengerin ucapan istrinya. Intinya sih aku suka keseluruhan cerita ini. Pemggambarannya, gaya tulisannya, konfliknya, pemecahan konfliknya & endingnya.
    Gimana sama Eunhyuk? Kasihan dia. Semoga setelah ini dia bisa dapet pasangan yg cocok. Ga hanya didunia ff tp jg didunia nyata.
    Dan semoga kita ga akan pernah ketenu sama org yg seperti Minji

  53. Wah donghae emang bener” laki” ya ,ya iya lah masa cwe oon gw :p
    donghae bssa bikin c’trouble maker macem minji jd inysaf ,goood goood (y)
    tp kasian yeh bang hyukkie langsung patah hati gttu , sabar ya bang semoga dapet ganti yg lebih sayang km ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s