Hae-Ri Side : 2nd Honeymoon in Hawaii

Hae-Ri’s Private Room

11.30 AM KST

Gyuri’s POV

“Apa kau bilang? Keberangkatan pesawatnya ditunda? Astaga, kenapa mendadak sekali? Untung kita belum berangkat”

“Iya, beruntung juga aku mendapatkan telepon dari kantor yang memberikan informasi ini, kalau kita sudah di bandara, pasti akan sangat bosan saat harus menunggu sampai jam 3 sore”

“Jam 3 sore? Ya Tuhan, sekarang bahkan masih jam setengah 12 siang. Yasudah lebih baik kita makan dulu saja kalau begitu”

Aku memberi usulan pada Donghae oppa yang baru saja memutuskan sambungan telepon dengan seseorang dari kantor. Kami berdua baru akan berangkat ke bandara untuk keberangkatan pukul 2 siang hari ini. Tapi untung saja staf dari kantor memberitahu tentang penundaan jadwal keberangkatan pesawat, jadi kami tidak perlu bosan lama-lama menunggu disana.

Sekarang dirumah hanya ada aku dan Donghae Oppa saja, sebelumnya ibu dan ayah pergi secara mendadak karena ada sedikit masalah dengan bibiku. Tadinya aku dan donghae oppa tidak akan jadi berangkat dan lebih memilih untuk ikut pergi bersama orang tuaku saja ke Busan. Tapi kemudian eomma mengatakan bahwa aku harus tetap pergi hari ini, jadi aku hanya menitipkan salam saja untuk keluarga ibuku di Busan.

“Kau mau makan apa? Kita pesan saja sebaiknya. Jadi tidak usah repot-repot membuat makanan”

“Iya, lagipula siapa yang punya ide untuk memasak. Kau kan tau aku tidak begitu pandai memasak”

“Yasudah, sekarang katakan saja apa yang ingin kau makan?”

Donghae oppa berjalan menghampiriku kemudian duduk di sofa yang berada di tengah kamar kami. Dia memutar-mutar ponsel di tangannya kemudian meraih buku tebal berwarna orange yang aku letakan begitu saja di sampingku.

“Buku apa ini?” Tanyanya sembari membuka lembaran pertama buku milikku tersebut

“Teori keuangan. Aku sedang mempelajari semuanya, kau pasti sudah hafal dengan materi itu kan?”

“Tidak. Aku bahkan sudah lupa sekarang”

“Bagaimana sih kau ini. Seorang CEO seharusnya cerdas dan bisa memahami semua teori keuangan” Protesku

“Tapi tidak semua teori itu bisa dijalankan dengan baik. Terkadang praktek tidak sesuai dengan semua teori yang kita pelajari. Misalnya teori Rostow yang mengemukakan bahwa proses pembangunan ekonomi bisa dibedakan ke dalam 5 tahap yaitu the traditional society, the preconditions for take-off, the take-off, the drive to maturity dan athe age of higt mass-consumtion. Ternyata tidak semua negara bisa menerapkan teori itu secara mulus. Bahkan malah menjadi boomerang bagi negara itu sendiri. Lihat kan betapa sebuah teori itu tidak bisa bertahan dalam waktu yang lama jika tidak ada dukungan yang cukup dari keyataannya”

Aku hanya mengangguk-anggukan kepalaku mendengar penjelasannya yang cukup memusingkan. Aku bahkan tidak menyangka dia bisa mengemukakan teori Rostow dengan sedetail itu, padahal aku saja masih sering lupa mengenai teori tersebut.

“Sudah, ayo cepat katakan apa yang ingin kau makan” Donghae oppa menyenggol tanganku dengan sedikit keras sehingga membuat aku langsung memukul tangannya spontan.

“Terserah kau saja. Aku akan makan apapun yang kau belikan”

“Baiklah, kalau begitu pizza saja. Bagaimana?”

“Oke”

Aku mengangkat dua jempolku kemudian tersenyum manis. Tapi kemudian Donghae oppa malah mengulurkan tangannya untuk menarik kaca mata yang aku kenakan sejak tadi.

“Yak… kembalikan. Aku sedang membaca” Saat itu juga aku kembali meraih kaca mataku dari tangannya. Membuat dia dengan gemas malah mengacak rambutku yang sudah terikat rapih.

“Sudah, jangan membaca terus. Kita makan dulu”

“Iya, sudah sana pesan dulu makanannya. Nanti kalau sudah datang makanannya baru aku berhenti membaca bukunya. Aku harus memanfaatkan waktu luangku yang sedikit untuk belajar. Bahkan aku sudah jarang sekali membaca buku akhir-akhir ini”

“Aish. Sini berikan ponselmu. Aku mau memesan pizza”

“Kau kan punya ponselmu sendiri”

“Sudah. Berikan saja” Instruksinya

Sembari berdecak, aku merogoh kantong celanaku kemudian memberikan ponsel milikku kepadanya yang terlihat sangat senang dengan seyuman lebarnya. Dia bahkan masih terlihat sangat tampan dengan rambut yang dibiarkan jatuh dan sama sekali tidak diatur seperti itu.

Aku kembali memusatkan seluruh perhatianku pada buku kumpulan teori ekonomi yang sejak tadi aku baca. Rasanya buku ini memang sangat menarik, tapi aku selalu malas untuk membacanya karena jumlah halaman yang sangat banyak sehingga membuatku menyerah terlebih dahulu sebelum menyentuhnya.

Kulirik seorang pria yang tengah sibuk berbicara di telepon, pria tampan itu berdiri di depan jendela dengan sebelah tangan memegang posel sementara tangan satunya lagi dia masukan ke dalam saku celana jeans santainya. Donghae oppa bahkan hanya mengenakan kaus abu-abu polos sebagai atasan dan membiarkan jaket coklatnya tergeletak begitu saja di atas ranjang.

Bulan Oktober nanti umurnya sudah mencapai 27 tahun tapi dia masih terlihat sangat muda. Siapa yang tahu bahwa cara dia memperlakukanku benar-benar sempurna. Donghae oppa tidak pernah keberatan untuk mengajariku banyak hal. Tidak bisa dipungkiri perbedaan jarak umur kami memang cukup jauh, tapi aku tidak pernah merasa kesulitan untuk berinteraksi dengannya karena sudah terbiasa sejak lama.

Dan yang paling aku suka darinya adalah bagaimana cara dia menciumku. Demi Tuhan. Aku bahkan selalu merasakan perasaan yang sama setiap kami berciuman. Lembut dan juga sedikit kasar secara bersamaan. Yang pasti setiap dia melakukan french kiss, maka rasanya seperti mau pingsan. Astaga, kenapa aku malah membahas hal ini.

“Hei Nona Gyuri…”

Tanpa sadar, ternyata Donghae oppa sedang mengibas-ngibaskan telapak tangannya di depan wajahku. Sementara aku masih terbengong mengingat bagaimana ketika kami berciuman terakhir kali malam kemarin. Aigoo, Kim Gyuri, hilangkan fikiran kotormu.

“De?” Responku dengan tampang bodoh

“Kenapa kau melamun?”

“Aniya, siapa yang melamun. Aku Cuma sedang memikirkan sesuatu saja”

“Memikirkan apa?”

“Tidak. Bukan apa-apa… oh iya, di Hawaii kita akan tinggal berapa hari?” Balasku coba mengganti topik pembicaraan

“Aku belum memikirkan hal itu sebenarnya. Tapi sampai kau bosan dan memintaku untuk mengajakmu pulang, maka kita pulang. Jadi semuanya terserah padamu”

“Aish, kau ini mana boleh seperti itu. Kau mau menghambur-hamburkan uang? Kalau ditanya kapan aku mau pulang, pasti akan sangat lama karena aku pasti mau melihat apapun yang ada di sana dan mengeksplorasi daerah tersebut habis-habisan. Jadi lebih baik drencankana saja dari sekarang”

“Oke, 5 hari cukup? Atau 7 hari?”

“Nah, seperti itu. Aku kan bisa melihat di internet terlebih dahulu, tempat mana saja yang harus aku kunjungi pertama dan sisanya akan aku kunjungi lain kali”

“iya-iya, aku mengerti Nyonya Lee”

Donghae oppa menjepit ujung hidungku dan menggoyangkanya dengan gemas. Sementara aku malah dengan pasrahnya hanya tersenyum diperlakukan seperti itu. Entah kenapa, ketika dia menyentuh ujung hidungku, rasanya malah terlihat manja. Asih jinja.

***

Donghae’s POV

Gyuri kembali melirik buku tebal berwarna orange yang aku letakan di atas meja, gadis itu meraih buku kumpulan teori ekonomi miliknya dan kembali berkonsentrasi membaca, mengacuhkanku begitu saja.

Sementara aku masih menggenggam ponselnya dan benar-benar ingin tahu apa saja isi ponsel tersebut.

Dengan nakalnya aku melihat dengan siapa saja terakhir dia berkomunikasi dan pesan apa saja yang dia terima sebelumnya.

Aku menyentuh layar ponselnya kemudian melihat daftar kontak yang masuk. Hanya Jiyeon dan mungkin teman-teman sekelasnya karena aku tidak tahu siapa nama kontaknya tersbut. Aku kembali membuka file di dalam kartu memori ponselnya dan melihat apa saja yang dia potret. Dan ternyata, sebagian besar isinya hanya foto dirinya dan beberap fotonya bersama teman-teman yang lain. Astaga dasar narsis.

“Hei oppa, apayang sedang kau lakukan dengan ponselku?”

Aku hampir terlonjak saat tiba-tiba Gyuri melongokkan kepalanya diantara pandanganku dan layar ponsel. Dia yang mengetahui bahwa aku sedang melihat-lihat gambarnya langsung merampas ponselnya dari tanganku kemudian menjitak kepalaku cukup keras.

“Yak, dasar tidak sopan. Membuka-buka ponsel milik orang lain itu tidak diperbolehkan” Protesnya keras.

Aku hanya mengusap kepalaku sembari menggigit bibir menahan rasa kesal saat dengan entengnya gadis kurang ajar itu menjitak kepalaku.

“Yak, kau. Dasar tidak sopan. Bagimana bisa kau memukul kepala suamimu sendiri huh?”

Dengan gemas aku kembali menjitak kepala gadis labil itu dan tertawa puas saat dia mengaduh kesakitan.

“Yak, Lee Donghae awas kau”

Gyuri bangkit dari dudukannya bersiap untuk melayangkan kembali pembalasannya untukku. Tapi tentu saja aku langsung bangkit dan berlari keluar dari kamar, menutup pintunya dari luar sehingga dia sama sekali tidak bisa keluar untuk mengejarku. Haha. Terkadang bercadaan seperti anak kecil begini malah membuat kita menjadi lebih rileks melakukan aktifitas apapun.

* **

“Hei, buka pintunya. Makanannya sudah datang”

Aku memanggil Gyuri yang sedang berada di dalam kamar, setelah keributan kecil yang terjadi tadi akhirnya Gyuri tidak membiarkanku masuk ke dalam kamar karena menguncinya dari dalam. Gadis itu masih sedikit kesal karena aku menjitak kepalanya cukup keras, padahal itu Cuma pembalasan yang aku berikan karena dia yang terlebih dahulu menjitak kepalaku.

“Kau bohong, memangnya aku tidak tahu memesan pizza itu lama, mana mungkin secepat itu. Baru saja 30 mrnit yang lalu” Teriaknya dari dalam

“Aku serius, kalau kau tidak mau makan yasudah. Biar aku saja yang makan sendirian”

Bukk…

Baru saja aku berhenti berbicara, tiba-tiba pintu kamarku langsung menjeblak terbuka. Gadis itu melongokkan kepalanya keluar dan tersenyum saat mendapati kotak pizza dan cola yang ada di tanganku.

“Ayo masuk” Ujarnya sumringah sembari menarik lenganku

Aku hanya menggelengkan kepalaku kemudian ikut masuk ke dalam kamar, setelah sebelumnya mendorong pintu dengan kakiku agar tertutup kembali.

“Kau sudah sangat lapar ya?” Ujarku

“Eum” Angguknya

Gyuri tampak sangat tidak sabar melihat aku yang sedang membuka kotak pizza di atas meja, dia memperhatikan setiap gerakan tanganku dengan keinginan keras untuk segera memindahkan potogan-potongan pizza itu ke dalam perutnya.

“Wah, kelihatanya enak sekali”

“Ayo cepat makan” Ujarku

Aku mengambil posisi duduk di depan Gyuri. Di dalam kamar kami terdapat satu set sofa yang memang sering kami gunakan untuk bersantai. Makanya kami berdua lebih sering berada di dalam kamar untuk beraktifitas karena suasanaya yang sangat nyaman.

“Hei, letakan dulu buku teori ekonomi yang sedang kau baca. Lepas dulu kacamatamu, konsentrasi saja makannya. Setelah ini selesai, kita harus langsung berangkat ke bandara”

“Araseo”

Gyuri meletakan buku teori ekonominya begitu saja di atas meja kemudian meraih potongan pizza di hadapan kami. Menikmati makan siang yang cukup simple sebelum perjalanan panjang sekitar 16 jam kedepan akan kami lakukan dari Korea menuju Hawaii.

***

Incheon Airport

01.15 PM KST

Aku berjalan dengan sedikit teburu-buru sembari mendorong barang bawaan yang tidak boleh tertinggal. Tadi aku dan Gyuri berpisah karena gadis itu tiba-tiba harus pergi mencari toilet. Aku menyuruhnya menunggu di sekitar foodcort tapi ternyata dia tidak ada disana. Aku tau pasti Gyuri sudah beberapa kali menghubungiku, tapi karena aku terlalu kerepotan untuk mengangkat telepon, maka aku terus saja berkonsentrasi mendorong barang bawaan kami sembari sesekali mengedarkan pandangan ke sekeliling untuk mencari keberadaannya.

Ini salahnya sendiri sehingga kami datang terlambat ke airport, ketika baru saja akan berangkat Gyuri malah sibuk mengganti bajunya dengan yang lebih baik menurutnya. Padahal jelas-jelas kita hanya akan berada di dalam pesawat selama 14 sampai 16 jam, memakai baju tidur saja pasti tidak masalah.

Kekacauan semakin bertambah saat gadis manja itu heboh ketika sampai di airport karena dia menahan untuk buang air kecil. Alhasil kami berdua harus berpisah karena aku harus membawa barang bawaan dan memastikannya tidak tercecer.

Dengan sedikit terburu-buru aku membawa barang-barang sapai beres. Setelah itu aku langsung memutar langkah untuk mencari Gyuri. Aku mengeluarkan ponselku dari dalam tas dan melihat apakah gadis itu sudah menghubungiku sejak tadi. Dan benar saja, ada 5 panggilan tidak terjawab dan 1 pesan yang diterima.

From : Gyuri

“Aku masih menunggumu. Aku tidak tahu ini ada di sebelah mana. Di depanku ada agen perjalanan salah satu maskapai Australia dan aku duduk di kursi tunggu berwarna biru. Membelakangi jendela. Di depanku ada eskalator menuju basement”

Aku langsung berlari setelah membaca pesan dari Gyuri. Tempat itu, rasanya aku bahkan melewati tempat itu ketika mendorong troly tadi, tapi kenapa aku tidak melihatnya. Dan dia juga, kalau dia melihatku pasti akan memanggilku.

Sembari terus membenarkan kacamataku yang hampir jatuh, aku cepat-cepat menuju tepat yang Gyuri sebutkan tadi. Pesawat akan berangkat 30 menit lagi, dan aku tidak ingin acara yang sudah tersusun rapih ini jadi berantakan hanya karena kami berdua ketinggalan pesawat.

Setelah berjalan cukup lama akhirnya aku bisa menemukan tempat yang dikatakan oleh Gyuri tadi. Mataku mulai berpencar mencari keberadaannya sampai akhirnya aku menemukan seorang gadis yang tengah duduk di jajaran kursi paling depan. Disampingnya ada seorang Nuna yang sepertinya juga sedang menunggu.

“Kim Gyuri…”

Aku melambaikan tanganku dan meneriakinya sembari terus berjalan mendekat. Gyuri yang mendengarku langsung mengangkat sebelah tangan dan bangkit dari dudukannya. Gadis itu terlihat sangat senang tapi juga kesal di saat yang bersamaan.

“Kau ini bagaimana sih. Aku kan menyuruhmu menunggu di foodcort saja”

“Aku tidak tahu ada di sebelah mana. Hanya tepat ini yang paling dekat dari toilet yang aku datangi tadi”

“Yasudah ayo cepat. Kita hampir ketinggalan pesawat”

Dengan terburu-buru aku menarik sebelah tangannya dan mengajak Gyuri berlari cepat-cepat. Langkahnya sedikit terseret dengan langkah besarku, tapi gadis itu tetap saja memegangi tanganku erat-erat dan berlari mengimbangi langkahku.

Baiklah. Saat ini aku dan Gyuri masih berada di Korea, tapi mungkin ketika membuka mata besok, kami berdua sudah berada di wilayah tropis benua Amerika yang pastinya akan sangat banyak hal mengagumkan disana. Hawaii. Tempat yang akan kami habiskan untuk berbulan madu yang kedua kalinya setelah Bali.

***

Honolulu, Hawaii

05.30 PM

Author’s POV

Hawaii mungkin dipilih menjadi tempat bulan madu terbaik oleh pasangan-pasangan muda. Tidak diperlukan passport untuk warga Negara Amerika, karena kepualauan ini juga masih termasuk kedalam bagian dari United States Of Amerika. Hawaii… dimana musim semi dan musim gugur menjadi waktu yang paling ideal karena cuaca yang baik, untuk kali ini mungkin masih belum sepenuhnya memasuki musim panas. Tapi Hawaii tetap hangat dan memiliki cucaca yang sangat bagus.

Bulan madu di Hawaii menawarkan suatu garis pantai yang dramatik, gunung-gunung berapi, hutan yang hijau dan rimbun, budaya lokal Hawaii, angin tropis yang sepoi-sepoi, pantai berpasir putih, pemandangan matahari terbenanam yang spektakuler. Ini semua seperti suatu magis yang terus membawa para turis ke Hawaii. Tidak hanya di Hawaii saja tapi juga di setiap pulau disekitar Hawaii yang mempunyai keindahannya masing2. Pulau-pulau Hawaii seperti Kauai, Oahu, Maui, Lanai, Hawaii, dan Malokai mempunyai daya tarik masing-masing. Hawaii menawarkan segalanya yang mungkin diinginkan oleh pasangan-pasangan untuk bulan madu yang romantis.

“Setelah berlama-lama di pesawat, ternyata kita masih berada di hari yang sama seperti keberangkatan. Sekarang masih Sabtu. Ya Tuhan, sepertinya kita dibawa mundur terbang dari Korea menuju Hawaii”

Gyuri menoleh pada Donghae yang  terlihat sibuk menggosok rambutnya yang masih basah. Pria itu baru saja keluar dari kamar mandi setelah sebelumnya dia membasuh seluruh tubuhnya yang pegal karena perjalanan yang sagat lama di pesawat. Mandi dengan air hangat ditabah scent yang menenangkan akan membuat tubuh semakin segar jadinya.

“Perbedaan waktu di Korea dan Amerika memang cukup banyak, jadi jika dihitung kita hanya melewati beberapa jam saja untuk sampai disini, padahal sudah belasan jam kita duduk di dalam pesawat”

“Oppa, apa kau tidak salah memilih hotel ini? Sepertinya sewa satu malamnya akan sangat mahal”

“Ck, kau ini masih memikirkan hal itu saja. Tidak apa-apa, untuk 2 malam ini kita akan menginap di hotel seperti ini, tapi lusa aku akan membawamu untuk menginap di tempat yang cukup berbeda, hotel dengan tema tradisional. Rumah kayu yang hangat, kita bisa mendatanginya setelah melewati beberapa malam di sini. Oahu, rumah dari State Capitol dan mayoritas penduduk Hawaii. Kita bisa mengikuti beberapa budaya Honolulu yang mengesankan ”

“Jinja? Bagaimana bisa? Memangnya kau tau dimana tempatnya?”
“Tentu saja tau, kebetulan Dong Hwa Hyung merekomendasikannya padaku”

“Kenapa kakak ipar tau sekali mengenai Hawaii, dia pernah datang kesini ya?”

“Iya, dia pernah datang kesini dua kali. Waktu itu ada urusan di perusahaan, dan dia pergi dengan tujuan dinas”

“Ah, begitu. Pantas saja”

“Hyung bilang, disana itu menjadi tempat favorit bagi orang-orang asia untuk menginap”

“Wah, pasti akan lebih tenang jika kita juga bisa menemukan orang Korea disana”

“Yah, mungkin juga kita bisa bertemu orang Korea yang sedang berlibur di Hawaii. Paling banyak ditemukan memang orang jepang, bahkan beberapa counter oleh-oleh disana milik orang jepang, dan mereka juga berbicara dengan bahasa Jepang. Tapi ngomong-ngomong kau juga mandi dulu sana. Kita pergi keluar untuk menikmati udara yang sejuk di sore hari, setelah itu kita pergi makan malam”

“Eum, oke”

“Tapi sepertinya hari ini kita gunakan untuk beristirahat saja dulu. Rasanya lelah sekali setelah menempuh perjalanan yang sangat panjang”

“Baiklah, aku mandi dulu”

Gyuri bangkit dari dudukannya kemudian melangkah masuk ke dalam kamar mandi. Gadis itu terlihat sudah sangat terbiasa dengan setiap hal yang dilakukannya bersama donghae, mereka bahkan merasa seperti berada di dalam kamarnya sendiri. Berbeda dengan apa yang terjadi tahun lalu ketika honeymoon pertama bagi keduanya. Tapi di acara bulan madu itulah untuk pertama kalinya mereka menjadi pasnagan suai istri yang sebenarnya. Dan menghabiskan semalaman untuk meluapakan perasaan masing-masing. Keduanya pasti akan sangat malu jika mengingat apa saja yang terjadi waktu itu.

***

Donghae’s POV

Aku dan Gyuri keluar dari dalam kamar hotel setelah sebelumnya berisitirahat sejenak. Kami berdua terlalu antusias dengan semua hal yang ada di sini sehingga tidak punya banyak waktu untuk diam terlalu lama.

Kami hanya bersantai di depan bangunan hotel yang menjadi tempat menginap untuk malam ini. Di depannya terdapat aliran sungai yang ditata dengan rapih. Sungai kecil itu menglir dengan air yang jernih, mungkin sengaja dijadikan sebagai salah satu daya tarik di hotel ini, karena dua bangunan hotelnya dipisahkan oleh aliran sungai.

Aku melirik gadis yang tengah berdiri disampingku. Dia tampak sangat berkonsentrasi memperhatikan aliran sungai kecil yang melewati bawah jembatan. Cahaya matahari sore yang masih cukup menyilaukan membuat wajahnya telihat berbeda. Aku paling suka melihatnya mengikat tinggi rambutnya dalam satu ikatan, menyisakan sedikit anak rambut di sekitar dahinya, tanpa menutupi keindahan dari dahi sempurnanya yang menjadi favoritku. Kim Gyuri, bahkan aku tidak pernah bosan memandangi wajahnya.

“Kau suka tempat ini?”

Aku bertanya pada Gyuri sembari menyentuh sebelah tangannya, membuat dia langsung menengok ke arahku dengan sedikit terkejut karena sebelumnya gadis itu sedang berkonsentrasi memperhatikan aliran sungai.

“Eum, neomu joha”

“Kalau kau suka hotel ini, maka kita disini saja, tidak usah pindah ke tepat lain. Atau mengunjungi Oahu-nya sebentar saja nanti”

“Tidak mau, kau bilang kita akan pergi ke Oahu. Ayo coba menginap disana lusa”

“Baiklah jika kau juga menyetujuinya”

Aku tidak tahan untuk mengulurkan tanganku mengusap kepalanya, merapihkan anak-anak rambut yang tidak terbawa kunciran kemudian menyelipkannya ke belakang telinga, membuat gadis yang aku sebut istriku ini terlihat sangat cantik.

Gyuri tersenyum dan kembali membalik tubuhnya menghadap pagar batas yang menjadi penghalang di sekeliling jembatan. Aku bahkan tidak bisa mengalihkan sedikitpun perhatianku dari wajahnya yang malah akan menjadi semakin cantik jika terus menerus aku menatapnya lebih lama.

Kugerakan kedua tanganku melingkari perutnya, memeluk tubuh kecilnya dari belakang dan meletakkan daguku di sebelah bahunya, tiba-tiba Gyuri langsung menengokan kepalanya kaget.

“Hei, Tuan Lee. Kau tidak lihat kita sedang berdiri di depan hotel. Banyak orang di sini. Apa yang sedang kau lakukan?” Ujarnya dengan suara pelan dan nada memperingatkan

Aku yang tidak perduli malah semakin mengeratkan pelukanku di perutnya kemudian menggerakan sedikit kepalaku untuk mengecupi lehernya manja. Gyuri mengusap punggung tanganku yang melingkar di perutnya. Dan kembali menunjukan protes.

“Oppa, aku tau ini Amerika. Tapi tetap saja tidak boleh bermesraan di depan umum”

“Lalu kenapa? Mereka pasti tau kalau kita ini pasangan. Kita selalu terlihat serasi, jadi jangan khawatir”

“Aish, kau ini” Balasnya kemudian terkekeh kecil.

Aku tersenyum dan terus mengeratkan pelukanku. Memeluknya dari belakang seperti ini, sembari menikmati pemandangan yang indah di hadapan kami, rasanya memang selalu menyenangkan.

Setelah puas memeluk tubuhnya, aku melepaskan tanganku dan memutar bahunya agar menghadap ke arahku. Tentu saja Gyuri langsung menjadi kikuk dan terlihat sangat mengantisipasi gerakan yang akan aku lakukan selanjutnya.

“Apa yang… kyaaaaaa…”

Tiba-tiba aku mengangkat tubuh Gyuri dan membuat dia menjerit kecil, kaget dengan perlakukanku. Tapi kemudian gadis itu tertawa sembari memukul bahuku dengan kedua tangannya. Aku mendudukan Gyuri di pinggiran pagar pembatas dan berdiri di depannya. Kutarik kedua tangannya agar melingkari leherku dan meraih tengkuknya kemudian mencium bibirnya singkat. Sebuah ciuman sayang yang manis.

“Oppa…”

Gyuri langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan dan terlihat sangat kaget dengan apa yang aku lakukan barusan. Dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan wajahnya langsung memerah saat menyadari bahwa bebrapa orang tersenyum melihat kami berdua.

Gyuri baru saja akan melayangkan pukulan untukku tapi kemudian aku langsung memundurkan tubuhku sehingga tangannya tidak dapat menjangkauku. Kami berdua tertawa bersama dan baru berhenti ketika tiba-tiba Gyuri malah menatap mataku intens, membuat aku langsung mengatupkan mulutku dan menjadi gugup.

Aku berdiri di samping Gyuri dan kembali menikmati aliran sungai yang menimbulkan suara kecil yang menenangkan. Kali ini Gyuri yang sepertinya sedang membuatku salah tingkah. Dia terus saja menatapku tanpa berkedip. Dan sesekali malah tersenyum sumringah.

“Eiy, jangan menatapku seperti itu” Protesku

“Wae? Kau malu ya? Hahaha… lucu sekali. Wajahmu bahkan menjadi merah”

Gyuri tertawa kecil memperhatikanku yang benar-benar menjadi salah tingkah karenanya. Dasar tidak sopan. Dia bahkan sudah berani menggodaku seperti ini.

“Berhenti menatapku kubilang” Ujarku memperingatkanya lagi

Gadis itu kembali tertawa dan tiba-tiba berhenti lagi saat dia seperti memikirkan sesuatu. Aku ikut terdiam memperhatikannya sebelum kemudian gadis itu menjentikan jarinya dan mengatakan sesuatu.

“Oppa, kau ingat saat kita di Bali tidak?”

“Tahun lalu kita pergi ke Bali. Iya aku ingat. Memangnya kenapa?”

“Kau ingat tidak ketika kita makan malam di atas kapal pesiar?”

“Eum, kita menikmati akan malam di kapal pesiar setelah seharian penuh kita menghabiskan waktu di pantai”

“Ayo kita makan malam di kapal pesiar lagi. Pasti di sini suasananya akan sangat berbeda kan?”

“Jadi kau mau kita pergi makan malam di kapal pesiar?”

“Eum, ayo pergi sekarang”

“Berarti kita harus pergi ke pantai terlebih dahulu. Oke, sepertinya jarak dari hotel menuju pelabuhan tidak terlalu jauh. Aku akan bertanya pada tour desk dan setelah itu kita bisa pergi ke sana”

“Oke”

Gyuri mengangkat kedua jempolnya diiringi dengan senyuman sumringah yang membuat kedua matanya sedikit terpejam. Bahkan ketika tersenyum seperti itu dia terlihat sangat polos seperti anak kecil. Tapi tetap saja, kecantikannya tidak bisa aku bandingkan dengan gadis manapun. Istriku itu adalah yang paling cantik.

***

Gyuri’s POV

Setelah sebelumnya Donghae oppa sempat kesulitan menemukan tempat yang paling tepat untuk makan malam dengan kapal pesiar, akhirnya kami bisa mendapatkan referensi tempat yang cukup spektakuler. Hanauma Bay. Adalah teluk yang ada di sekitar tempat kami menginap. Membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk sampai ke sana.

Yang kami lakukan bukan makan malam mewah dengan menyewa kapal pesiar pribadi, tapi disana memang ada resto yang khusus berada di atas sebuah kapal di pelabuhan. Donghae oppa bilang jika siang hari suasananya akan jauh labih menarik daripada malam hari. Tapi kebetulan sekali kami datang kesini ketika matahari sudah terbenam dan langit jadi gelap.

“Hanauma Bay adalah salah satu  kawasan yang menawarkan pengalaman snorkeling kelas dunia. Kristal biru kawah laut teluknya dipenuhi dengan berbagai spesies ikan dan kura-kura. Hanauma Bay sangat ideal untuk berjemur santai dibawah hangatnya sinar matahari. Aku mendapatkan referensi ini dari tour desk. Dan kita juga masih termasuk yang paling beruntung karena bisa menikmati makan malam di tempat ini, meskipun tidak bisa pergi untuk turun ke pantai”

Aku menganggukan kepalaku mendengarkan paparan Donghae Oppa. Tempat ini memang terlihat sangat ramai oleh pengunjung. Mungkin karena sekarang ini musim liburan, jadi banyak turis yang mendatangi Hawaii. Mungkin mereka juga pasangan yang sedang berbulan madu.

“Ayo sebelah sini”

Donghae Oppa menarik sebelah tanganku untuk mengikuti langkahnya ke salah satu sisi badan kapal yang berhadapan langsung dengan laut. Disana sudah tersedia meja kaca dan juga dua kursi yang terlihat unik. Di atas meja itu ada hiasan bunga lili putih dan juga dua lilin kecil yang menyala. Benar-benar makan malam romantis sepertinya.

Dengan telaten, pria yang aku sebut suamiku ini menarik satu kursi dan mempersilahkanku untuk duduk. Aku membalasnya dengan senyuman kemudian menduduki kursi tersebut. Setelah itu, Donghae oppa langsung memutar langkahnya sehingga kami duduk berhadapan. Entah apa yang ada dalam fikirannya tapi pria itu terus saja menatap wajahku tanpa berkedip.

“Ah, Wae? Tatapanmu yang seperti itu membuat aku gugup”

“Cahanya sedikit redup di sini, tapi wajahmu masih tetap bersinar dimataku”

“Aish, jinja. Diamlah oppa, jangan menggombaliku di atas sini. Nanti aku bisa jatuh ke laut mendengarnya”

“Hahahaha… kau ini”

Donghae oppa tertawa kecil dengan punggung tangan yang menutupi mulutnya. Sebuah kebiasaan yang selalu terlihat cute.

“Sudah, ayo kita pesan makanannya. Apa yang ingin kau makan?”

“Kau saja yang pesan, aku pasti makan”

“Oke, baiklah”

Donghae oppa mengangkat sebelah tangannya untuk memanggil seorang waiter yang kemudian langsung menghampiri kami. Pelayan itu menyodorkan buku menu yang tidak aku buka sama sekali. Aku membiarkan Donghae Oppa yang memilih makanan apapun untuk makan malam kami hari ini.

“Kau tidak sedang diet kan?”

Tiba-tiba Donghae oppa mengangkat kepalanya dan bertanya padaku.

“Ani… aku bisa makan apapun”

“Eum…”

Aku memperhatikan Donghae oppa yang sedang sibuk memilih menu makan malam sampai akhirnya dia menentukan pilihan. Beberapa saat kami kembali mengobrol sembari menunggu makanannya datang.

“Apa yang kau pesan?” Tanyaku

“Steak… tidak apa-apa kan?”

“Eum, oke. Tapi tadi kau tanya apa aku sedang diet atau tidak. Memangnya aku semakin berat ya sekarang?”

“Apa yang kau katakan? Kau malah terlalu ringan menurutku. Aku bahkan bisa mengangkat tubuhmu dengan sangat mudah”

“Kalau kau merasa aku jadi semakin berat, katakan saja. Aku bisa menurunkan berat badanku nanti”

“Hei. Kapan aku pernah bilang hal itu padamu. Justru berat badanku yang sepertinya naik”

“Tidak apa-apa. Aku tidak keberatan meskipun pipimu semakin berisi dan bahumu semakin lebar. Kau tetap tampan”

Aku tersenyum melihat wajahnya yang tiba-tiba langsung memerah mendengar pujian yang keluar dari mulutku. Kebiasaan yang selalu aku hafal ketika salah tingkah dia akan mengusap tengkuknya atau membenarkan sisi rambutnya. Astaga, dia terlihat sangat tampan saat seperti itu.

Kami menikmai pemandangan laut yang cukup menenangkan, gelombang laut yang mengenai lambung kapal menimbulkan suara yang agak keras, meskipun agak teredam oleh suara dari alunan musik live yang ditampilkan oleh beberapa orang yang sepertinya memang sengaja disediakan oleh resto ini.

Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya makanan yang kami pesan datang juga. Kami berdua belum makan setelah dipesawat tadi sore, dan rasanya hidangan makan malam yang tersaji ini begitu menggoda sampai-sampai aku dan Donghae oppa sama sekali tidak sempat melanjutkan obrolan dan berkonsentrasi saja pada makanan masing-masing.

Karena ini sudah malam dan juga banyak hal yang harus dilakukan besok. Maka aku dan Donghae oppa memutuskan untuk segera pulang dan kembali ke hotel. Aku sudah tidak sabar dengan kejutan apa lagi yang akan kami temukan di Hawaii.

***

“Ah, ya Tuhan, Tubuhku”

Aku melihat Donghae oppa menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur, tampa terlebih dahulu melepas jas dan juga sepatunya. Pria itu terlihat sangat kelelahan setelah kita berjalan cukup jauh dari ujung downtown hotel sampai ke sini. Sebenarnya yang punya ide untuk jalan kaki itu aku, karena pemandangan malamnya sangat menarik, jadi aku meminta Donghae oppa untuk berjalan kaki juga bersama-sama.

“Oppa, lepaskan dulu sepatumu. Bersihkan dulu tubuhmu, baru setelah itu pergi tidur”

“Ara… “

Dengan terpaksa, Donghae oppa bangkit dari berbaring kemudian melepaskan sepatunya dan mengganti dengan sandal yang sudah tersedia di samping tempat tidur kami. Sembari berjalan ke kamar mandi, dia melepaskan jas santai berwarna coklatnya kemudian melepaskan satu-persatu kancing  kemejanya. Sementara aku hanya memperhatikannya sembari menggelengkan kepala.

Karena Donghae oppa sedang berada di dalam kamar mandi. Aku buru-buru mengganti bajuku dengan baju tidur. Dress santai yang sengaja aku bawa dari rumah.

Aku berjalan menuju meja rias yang ada di sudut kamar kemudian melepaskan ikatan rambutku, menyisirnya sampai rapih sebelum kemudian aku berjalan ke atas ranjang dan merebahkan tubuhku yang juga terasa sangat pegal. Sepertinya kedatangan kami ke Hawaii untuk bulan madu malah terasa sangat melelahkan sampai-sampai aku sendiri tidak tahu apa lagi yang harus dilakukan setelah ini.

“Hei, kapan kau ganti baju?”

Donghae oppa terlihat kaget saat dia keluar dari kamar mandi dan melihatku sudah berbaring santai dengan dress tidur yang sering aku pakai di rumah.

“Aku mengganti baju saat kau sedang ada di dalam kamar mandi”

“Kenapa tidak ganti bersama saja tadi”

“Ck, kau ini. Kalau ganti baju bersama yang ada aku tidak akan bisa mengenakan bajuku lagi” Balasku sembari bangkit.

Aku berjalan melewatinya kemudian masuk ke dalam kamar mandi bergantian. Tapi tiba-tiba Donghae oppa menarik sebelah tanganku, membuat langkahku terhenti spontan.

“Hei, aku belum gosok gigi. Lepaskan tanganku” Protesku

Donghae oppa tertawa kemudian melepaskan tanganku.

“Eum, cepatlah” Ujarnya

Aku menganggukan kepalaku kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi.  Cukup lama aku menghabiskan waktu di dalam kamar mandi untuk menghapus make up dan memastikan wajahku sudah bersih sebelum tidur. Bahkan ketika aku keluar dari dalam kamar mandi Donghae oppa sudah berbaring dengan mata terpejam. Sepertinya dia benar-benar kelelahan sampai tertidur secepat itu.

Sebisa mungkin untuk tidak membuat gerakan untuk naik ke atas ranjang, aku melakukannya pelan-pelan. Tapi sebanyak apapun aku mencoba pelan-pelan, Donghae oppa tetap saja menyadari keberadaanku. Dia mengernyitkan matanya dan berbicara dengan suara berat.

“Kenapa gosok giginya lama sekali. Aku sampai ngantuk menunggumu”

“Aku harus mencuci wajahku sampai bersih oppa. Kalau kau lelah, tidur saja. Aku juga mau tidur”

“Sebenarnya ada yang ingin aku katakan padamu”

Aku langsung menengok saat hendak berbaring dan menarik selimut. Donghae oppa malah bangkit dan menatapku dengan matanya yang sayu.

“Apa?” Tanyaku pura-pura tenang

Sebenarnya aku sedang berdebar mengantisipasi keinginannya. Jujur saja meskipun bukan untuk pertama kalinya kami menghabiskan waktu seperti ini, tapi disaat memulainya aku akan gugup setengah mati. Mungkin sangat memalukan jika aku menyebutnya secara terang-terangan. Yah, seperti itu maksudku.

“Tubuhku…”

“Eum?” Responku

“Bisakah kau…”

Donghae oppa mendekatkan wajahnya dengan wajahku sementara aku langsung meremang saat dia mengulurkan tangannya dan menyelipkan jari-jarinya diantara leherku. Seperti membatu aku hanya diam dengan deru nafas yang semakin tidak beraturan.

“Aku benar-benar sangat ingin kau melakukannya…”

“De… aku… eum maksudku jika kau mau ya… kita… kita bisa…” Jawabku mulai gugup

“Jadi kau bisa melakukannya?”

Dengan lembut pria di depanku ini malah mengusap pipiku dan menyentuh telingaku, membuat aku jadi lemas tiba-tiba. Donghae oppa mendekatkan bibirnya ke telingaku kemudian berbicara dengan suara pelan.

“Demi Tuhan… punggungku pegal sekali. Bisa kau memijatnya?”

Dan Bukk… seperti aku sedang terbang kemudian dia menjatuhkanku kebawah tanpa berkata apa-apa. Benar-benar kurang ajar. Dia sedang berusaha menggodaku sepertinya huh?

“Aish, jinja. Dasar kau”

Aku mendorong dadanya dengan sedikit keras, membuat dia langsung memundurkan tubuhnya dan menatapku lucu.

“Hahahaha… jadi sebenarnya apa yang ada di fikiranmu Nyonya Lee?”

“Diam kau”

Aku langsung meraih bantal yang sebelumnya menyangga tubuhku kemudian menghempaskan ke arahnya. Tapi Donghae oppa dengan cekatan langsung menarik bantal itu dan malah meraih bahuku dengan kedua tangannya. Dia memelukku erat-erat dan menarik tubuhku untuk ikut berbaring bersamanya. Akhirnya aku pasrah saja ketika dia menghepaskan tubuhku di atas ranjang dan mengunci kedua tanganku di atas kepala.

“Sebenarnya aku tidak tahan untuk menciummu. Tapi aku yakin pasti nanti tidak akan bisa menghentikannya. Kondisiku sedang tidak begitu baik, jadi daripada nanti kau kecewa lebih baik malam ini kita istirahat saja. Oke?”

“Aish, apa yang kau katakan?”

“Sudahlah tidak usah dibahas. Sekarang aku punya satu permintaan yang aku harap kau bisa melakukannya untukmu”

“Iya iya aku tau apa yang kau inginkan. Ingin aku memijat tubuhmu euh?”

“Ne… pajeo…”

“Oke. Aku akan melakukannya, tapi lepaskan dulu tanganku”
Aku menatapnya tajam yang malah dibalas dengan kekehan kecil. Aku selalu merasa sangat lemah jika berhadapan dengannya dalam posisi seperti ini. Tubuh kekarnya selalu bisa membuat aku tidak bisa bergerak. Dia selalu menahan tubuhku dengan caranya yang aku rasa memang sangat keren. Tapi meskipun dia sedang berada diatas tubuhku, dia selalu menjaga agar berat tubuhnya tidak membuatku  merasa keberatan.

“Baiklah, ayo kita mulai dengan punggungku. Rasanya tulangku seperti remuk. Lakukanlah dengan baik. Kau tidak pernah memijat tubuhku kan, jadi berikan kesan yang baik untuk suamimu yang tampan ini Nyonya Gyuri”

“Araseo, kenapa kau ini cerewet sekali. Cepat berbaring, kau harus tertelungkup agar aku bisa memijat punggungmu”

Aku mendorong tubuhnya setelah dia bangkit melepaskan tubuhku. Donghae oppa tertelungkup dengan sebelah tangan memeluk bantal yang dia tiduri dan sebelahnya lagi dia gunakan untuk menyangga kepalanya.

“Sudah siap?” Tanyaku

“Eum. Lakukan yang keras kalau bisa”

“Araseo. Jangan teriak kesakitan kalau aku melakukannya keras-keras”

“Tidak akan”

Aku menunjukan smirk-ku pada pria tampan yang sedang tertelungkup santai menunggu gerakanku. Aku bahkan tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya. Kedua tanganku selalu mendapatkan perawatan di salon, dan kuku-kukuku juga selalu aku manjakan, dan dia dengan santai menyuruhku memijat tubuhnya dengan tanganku sendiri. Tapi apa boleh buat, sekali-kali aku berkorban dengan suami tertampan di dunia yang selalu membuat semua wanita iri padaku.

Dengan sedikit ragu aku bangkit dari posisiku kemudian menaiki tubuhnya. Merasa seperti seorang profesional. Tapi Donghae oppa kemudian mengangkat kepalanya menengok ke belakang dan memperhatikanku dengan tatapan kaget.

“Kau naik ke punggungku? Astaga Kim Gyuri-ssi, benar-benar keterlaluan”

“Kau bilang aku tidak berat kan? Sudah diam saja, katanya tadi mau aku meminjat punggungmu”

“Tapi bukan seperti itu caranya”

“Lalu bagaimana? Ini cara yang aku lakukan agar aku juga bisa lebih nyaman melakukannya”

“Tapi kau malah akan membuat punggunguku semakin sakit”

“Kalau begitu yasudah tidak usah minta dipijat”

Aku baru saja akan bergerak turun dari tubuhnya, tpi kemudian Donghae oppa langsung menarik ujung bajuku. Memaksaku kembali naik ke atas punggungnya.

“Sudah. Lakukan saja apa yang ingin kau lakukan”

Aku mendengus sebelum kemudian menggerakan kedua tanganku untuk memijat bahunya. Aku tidak yakin ini akan berhasil meringankan rasa pegal, tapi aku rasa dia pasti akan merasa semakin baik setelah kedua tanganku menyentuhnya. Aku rasa tidak butuh teori yang benar untuk hal ini, hanya mengikuti naluriku saja untuk melakukannya. Astaga. Apa-apaan ini sebenarnya?

“Sedikit lebih keras. Bahuku benar-benar kaku”

“Ara”

Aku menyahut setiap hal yang dikatakan oleh Donghae oppa. Aku tau dia sedang sangat lelah dan mengandalkan aku untuk meringankan perasaan lelahnya. Tapi apa yang bisa aku lakukan sebenarnya. Aku bahkan tidak bisa memijat sama sekali.

Beberapa saat Donghae oppa terdiam menikmati sentuhan-sentuhan ringanku di sekitar bahu dan punggungnya. Tapi kemudian pria yang sedang aku duduki ini mengintruksi agar aku menghentikan gerakanku.

“Kau pasti leah, sudah sampai disini saja acara memijatnya”

“Oke”

Aku turun dari punggung Donghae oppa kemudian duduk sembari meluruskan kedua kakiku. Bahkan tidak sampai 10 menit aku memijat punggungnya tapi dia sudah memerintahkan untuk berhenti. Apa saking tidak enaknya pijatanku sampai-sampai dia bahkan tidak mau berlama-lama.

“Aku tau aku tidak profesional, makanya kau mau cepat-cepat selesai jadinya”

“Bukan seperti itu. Aku takut nanti kau juga ikut pegal. Lagipula sayang nanti hiasan kukumu itu rusak karena aku. Dan asal kau tau, kurang lebih 10 menit kau menduduki punggungku itu secara tidak langsung sudah membuat otot-otot punggungku mengendur. Jadi tidak usah dipijat lagi”

“Jinja?”

Aku langsung kaget mendengar apa yang dikatakan Donghae oppa. Aku kira dia akan merasa sesak atau malah merasa kesakitan karena aku menduduki punggungnya. Tapi ternyata secara tidak langsung dia malah merasa lebih baik setelah aku melakukannya.

“Sudah, sekarang kita tidur saja. Besok kita pergi ke Oahu. Dan kita juga akan menginap di rumah tradisional yang ada disana”

Aku menganggukan kepalaku dan tersenyum ketika Donghae oppa mengulurkan tangannya untuk mengusap kepalaku.

“Ngomong-ngomong, terimakasih atas pijatannya barusan”

“Eum, gwenchana”

Donghae oppa menarik selimut puith untuk menutupi tubuh kami. Dia mendorong bahuku untuk berbaring dan merapihkan rambutku yang sedikit berantakan.

“Besok pagi kita harus berjalan-jalan diluar sebentar sebelum kita pergi ke pantai”

“Eum”

Aku hanya bergumam saat Dongahe oppa berbicara. Rasanya di suasana yang sangat baik ini, ditambah dengan cuaca mendukung, setiap hal yang kami lakukan disini pasti akan sangat menyenangkan. Musim panas kedua yang aku lalui bersama pria bernama Lee Donghae. Meskipun setiap haripun akan menjadi sangat special untukku sebenarnya.

“Tidurlah”

Untuk kesekian kalinya Donghae oppa mengusap kepalaku. Dia menatap mataku intens dan tesenyum lembut. Aku yang gemas melihatnya seperti itu langsung mengulurkan kedua tanganku dan melatakan di sisi pipinya. Aku menyentuhkan ujung hidung kami  dan bergumam kecil. Aku rasa dia mendengar apa yang aku katakan karena kemudian Donghae oppa menangkupkan tanganya di pipiku dan menciup dahiku lama-lama.
“Aku tau… aku juga mencintaimu”

Aku tersenyum mendengar kalimat yang baru saja keluar dari mulutnya. Ternyata dia mendengar apa yang aku bisikkan di telinganya barusan. Selalu seperti ini. Donghae oppa itu tidak pernah tertutup tentang perasaannya dan dia selalu mengatakan apa yang  bisa dia katakan untukku. Termasuk sebuah pujian, luapan cinta, atau terkadang beberapa kalimat posesiv yang terkesan berlebihan.

Tidak ada lagi pria seperti Donghae oppa di dunia ini. Dia memperlakukanku dengan saat baik, dan memberikan apapun untukku. Dia tidak pernah menuntut banyak hal dan bisa menerimaku apa adanya. Mungkin aku ini bukan seorang istri yang sempurna. Tapi aku selalu berusaha untuk membuat dia senang. Dan sejauh ini, Donghae oppa masih tetap bersemangat dengan setiap hal yang aku ceritakan padanya. Dia adalah seorang pendengar yang sangat baik. Aku menyukainya.

***

08.17 AM

Donghae’s POV

“Oppa kita sarapan di sini saja. Tidak usah kembali ke hotel, aku sudah lapar”

Gyuri yang berjalan mendahuluiku terlihat sangat senang meliihat sebuah cafe kecil yang kami lewati. Aku dan Gyuri sengaja bangun pagi untuk berjalan-jalan di sekitar hotel. Sekedar berolahraga pagi sembari menikmati sejuknya udara tropis di Hawaii.

“Oke, ayo masuk”

Aku berjalan lebih cepat dan menadahului Gyuri kemudian menarik sebelah tangannya, membawanya masuk ke dalam cafe yang terlihat sederhana itu. Bahkan di dalamnya tidak terlalu ramai sehingga aku dan Gyuri bisa lebih leluasa untuk menikmati sarapan kami pagi ini.

“Apa yang mau kau makan?”

“Sandwich… dan eum… aku mau air putih dan juga green tea”

“Oke. Ayo kita sarapan dengan menu yang sama”

Aku bangkit dari dudukanku kemudian berjalan untuk memesan sarapan kami. Gyuri yang sedang duduk malah terlihat sibuk menguncir rambut panjangnya. Dia memang senang sekali menguncir tinggi rambutnya dengan satu ikatan. Dan itu juga gaya yang paling aku suka karena dia memang akan terlihat jauh lebih cantik saat memamerkan dahinya. Ah tapi tidak juga. Dia akan tetap terlihat cantik bagaimanapun.

***

Lanikai Beach, Hawaii

10.06 AM

“Kau tau, sejak kemarin aku memang mengincar pantai. Tapi akhirnya kita bisa mendatanginya saat ini juga. Aku suka suasana sepi di sini, dan aku juga suka dengan udara hangat dan juga hembusan anginnya yang menenangkan”

Aku dan Gyuri berjalan sembari berpegangan tangan. Kami berdua menyusuri jalan setapak menuju tepi laut yang bahkan sudah terlihat dari sini. Setelah sebelumnya kami menghabiskan waktu untuk berjalan-jalan pagi, kemudian kembali ke hotel untuk mandi dan bersip-siap pergi. Sebenarnya semua barang-barang kami sudah dibawa pergi oleh salah satu petugas dari Oahu yang sengaja dikirim oleh pihak dari penginapan yang akan kami tiduri malam ini.

Sebenarnya itu bukan sebuah hotel mewah atau tempat-tempat penginapan lainnya seperti yang ada di sekitar Hawaii. Rumah singgah itu milik orang Korea, dan kakak laki-lakiku mengenal dengan baik siapa yang menjadi pemilik resort tersebut. Aku juga mengenalnya, kami sempat bertemu dan dia juga memberikan beberapa saran ketika aku memutuskan untuk mendirikan hotel di Tainan Taiwan yang saat ini baru mulai berjalan tapi sudah menunjukan progres yang sangat baik.

“Di Oahu nanti kita bisa menikmati Polynesian Cultural Center and Deluxe Oahu Tour. Kunjungan atraksi scenic Oahu dan Pusat kebudayaan Polynesian yang mempesona. Pasti akan banyak hal yang menarik di sana”

“Eum. Aku rasa akan sangat menyenangkan. Oh iya,  temannya Dong Hwa Oppa yang kau bicarakan tadi itu sedang ada di Hawaii juga?”

“Iya. Hyung bilang mereka juga sedang berlibur keluarga karena kebetulan putra kecil mereka sedang liburan di sekolahnya”

“Ah, jadi temannya Dong Hwa oppa itu sudah menikah”

“Dia sudah menikah dan memiliki seorang anak laki-laki yang katanya baru masuk dan mulai ikut belajar bersama teman-temannya di taman kanak-kanak. Aku juga baru dua atau tiga kali bertemu dengan orang itu. Namanya Seung Hwan Hyung.  Umurnya beberapa tahun diatas kakakku, tapi dia sudah memiliki seorang anak”

“Ah begitu. Jadi kita akan tinggal disana bersama mereka?”

“Tidak juga. Resortnya cukup luas dan kita pasti ditempatkan di tempat yang berbeda. Dan aku harap mereka menyediakan tempat yang paling nyaman untuk kita berdua. Dong Hwa Hyung mengatakan pada petugas dari resort tersebut bahwa kita datang kesini untuk berbulan madu. Sepertinya mereka juga sudah menyiapkan beberpa hal berbeda untuk kita berdua. Setelah menikmati beberapa saat di sini kita harus sudah pergi ke Oahu. Aku juga tidak menyangka Hyung bahkan menyiapkan semuanya sampai sejauh ini, padahal kami berdua sebenarnya tidak terlalu akrab karena jarang bertemu”

“Kalau misalnya pemilik resort tersebut orang Korea, maka pasti disana juga banyak orang Korea?”
“Disana memang terkenal sebagai kawasan Asia. Banyak juga orang Jepang atau Cina. Bahkan di beberapa tempat berbelanja, ada orang Jepang yang memiliki toko yang menjual pernak-pernik Hawaii. Dan mereka sering menggunakan bahasa Jepang untuk menarik pelanggan”

“Wah, menarik sekali”

“Eum. Setelah pulang dari sini, kita bisa langsung berangkat kesana”

Gyuri menganggukan kepalanya dan tersenyum saat aku membenarkan letak topi yang digunakannya. Gadis itu terlihat sangat lucu dengan topi besarnya yang dibeli di jalan tadi.

“Oppa, tadi kau bilang ada petugas yang membawa barang-barang kita dari hotel dan memindahkannya ke tepat yang baru, ah apa namanya, aku lupa”

“Tropic House. Kalau tidak salah sih itu. Aku lupa Dong Hwa Hyung pernah mengatakannya padaku”

“Apa kita tidak perlu kembali ke hotel untuk memastikan tidak ada yang tertinggal?”

“Tidak apa-apa. Nanti kita coba cek disana saja. Sekarang langsung pergi ke Oahu untuk bertemu dengan Seung Hwan Hyung”

“Eum. Baiklah, ayo kita pergi sekarang saja”

Gyuri yang terlihat sangat bersemangat langsung memutar langkahnya dan bersiap untuk menarik tanganku agar berjalan mengikutinya. Tapi kemudian aku menghentikannya.

“Wae? Kita bukannya harus buru-buru?” Ujarnya

“Ani… kita di sini dulu beberapa saat lagi. Aku suka anginnya. Lagipula apa kau tidak lihat di sini itu sepi tidak ada siapa-siapa, dan kita bisa menikmati suasana sepuasnya. Ayo duduk dulu sebelah sana”

Aku membawa Gyuri duduk di susunan batu yang terlihat menarik. Jika kami berdua duduk disana maka kami bisa dengan leluasa bersantai sembari menikmati keindahan pantainya.

Gyuri melepaskan topinya kemudian menyandarkan kepalanya di bahuku. Spontan aku langsung melingkarkan sebelah tanganku di pinggangnya, dengan sesekali mengusap bahunya. Kulirik wajah gadis cantik itu dan tersenyum melihat rambutnya yang berterbangan karena angin.

“Oppa, semalam kita sudah pergi ke Hanauma Bay. Bagaimana kalau sekarang kita mengunjungi Puuhonua o Honaunau National Historical Park. Kau bilang itu ada di Big Island kan? Kita menyebrang saja dari sini, lalu kembali lagi setelah melihat keadaan disana”

“Eum, oke. Nanti setelah pulang dari sini saja baru kita pergi ke Oahu, sepertinya memanfaatkan waktu sampai sore akan sangat menyenangkan”

“Oke. Ayo kita pergi untuk menyebrang ke Big Island”

***

Puuhonua o Honaunau National Historical Park , Big Island

12.02 PM

Terletak di Big Island, Puuhonua o Honaunau National Hictorical Park situs arkeologi dan reskontruksi yang dijadikan sebagai tempat tujuan wisata di Hawaii. Wilayah bersejarah di sini menyuguhkan pemandangan luar biasa yang mempesona. Aku dan Gyuri bahkan tidak bisa berkomentar banyak ketika kami memasuki area taman nasional yang sangat menarik. Bau dari tanaman yang sangat sejuk membuat perasaan menjadi tenang.

Kami berjalan kaki di sekitar Taman Nasional Puuhonua o Honaunau. Bahkan untuk menyebutkan namanya saja sangat sulit dan aku tidak tahu berkali-kali aku menyebutkan nama tempat ini dengan benar atau tidak. Tapi yang pasti apapun namanya tempat ini benar-benar menkjubkan.

Setelah berjalan cukup lama, tidak terasa hari sudah sangat siang dan kami berdua belum makan. tadi pagi aku dan Gyuri hanya pergi sarapan di cafe yang kami lewati dengan sandwich dan bebrapa kudapan lainnya. Dan sekarang rasanya perutku sudah berteriak kelaparan.

“Gyuri-ya…”

“Eum?”

Aku memanggil Gyuri yang masih berkonsentrasi memperhatikan setiap hal yang kami lewati. Dia terlihat sangat antusias dengan apapun yang dia temukan di sini. Meskipun itu hanya sebuah tanaman kecil yang hampir terinjak.

“Kau tidak lapar? Kita belum makan siang”

“Ah, iya aku lupa. Pantas saja sejak tadi kau sudah terlihat lemas. Oke, ayo makan dulu. Kau tau tempat makan di daerah sini?”
“Kita bisa menemukannya di sebelah sana. Aku rasa tadi kita melewatinya. Di tepi pantai setelah kita turun dari perahu”

“Oh, oke ayo kita kesana”

***

Aku dan Gyuri menikmati makan siang di sebuah resto yang berada di tepi pantai. Di sini cukup ramai dengan pengunjung yang juga sedang menikmati makan siang mereka. Sejak kemarin sesampainya di sini, aktifitas yang kami lakukan hanya bermain-main, makan dan tidur. Rasanya senang sekali ketika aku tidak perlu memikirkan banyak hal mengenai pekerjaan.

“Oppa. Aku merindukan eomma. Bahkan ketika kita berangkat eomma sedang tidak ada dirumah. Dan sampai sekarang dia bahkan belum menghubungiku dan menanyakan bagaimana kabarku hari ini”

Aku menengok ke arah Gyuri yang tiba-tiba jadi tidak bersemangat saat memikirkan ibunya. Kemarin ketika kami berangkat memang dirumah tidak ada siapa-siapa dan sampai saat ini Gyuri belum menghubungi ibunya. Akupun sama sekali tidak ingat karena kita berdua terlalu sibuk dengan kegiatan di sini.

“Kita telepon saja kalau begitu. Bagaimana?”
“Eum. Kau yang telepon”

“Oke”

Aku mengeluarkan ponselku dari dalam saku kemudian mencari nomor kontak ibu mertuaku. Sebenarnya aku dan eommonim tidak terlalu banyak berbicara. Aku tidak tahu apa yang harus aku obrolkan jika kami berdua terlibat dalam pembicaraan. Lebih nyaman ketika mengobrol bersama ayah mertuaku karena kita berdua bisa membicarakan masalah perkembangan perusahanaan. Dan aku juga lebih sering menemui abouji untuk mengatakan setiap hal yang ingin aku lakukan untuk hotel kami.

Kudekatkan speaker ponselku ke telinga dan menunggu jawaban dari sana. Memang membutuhkan waktu sedikit lama untuk mengalihkan panggilannya karena kami berarti melakukan panggilan internasional. Tapi kenapa lama sekali ibu mertuaku mengangkat teleponnya.

“Tidak dijawab ya?”

Gyuri yang sedang berdiri disampingku terlihat kecewa karena aku belum juga mendapat jabawan dari sebrang sana. Aku baru saja akan meresponnya sebelum kemudian terdengar respon dari sambungan teleponku.

“Yeobseo”

“Ne… yeobseo eommonim”

“Donghae-ya…”

“De… eommonim. Aku dan Gyuri sedang berada di Hawaii sekarang”

“Eum…. bagaimana disana? Apa menyenangkan?”

“Sangat menyenangkan”

Aku masih berbicara dengan eommonim sebelum kemudian Gyuri menarik-narik ujung bajuku meminta aku memberikan ponselku padanya. Aku rasa gadis ini memang sudah sangat merindukan ibunya.

“Eommonim. Gyuri ingin berbicara”

“Ah, Nee… dimana Gyuri, eomma juga ingin bicara dengannya”

Aku langsung menyodorkan ponselku pada Gyuri yang segera disambarnya dengan tidak sabar.

“Eomma…” Seketika itu juga Gyuri langsung berteriak dengan cukup keras, membuat beberapa orang di sekitar kami langsung menegok. Sementara aku haya menundukan kepalaku sembari menggaruk tengkuk.

“Eomma kenapa tidak meneleponku”

“Aish, jinja. Menyebakan”

“Iya. Aku sedang bersama Donghae oppa, kami berdua baru selesai makan siang. Disini jam 1 siang eomma”

“De? Astaga aku bahkan lupa tentang perbedaan waktu dengan Korea”

“Habisnya eomma tidak menghubunngiku, makanya aku kesal. Eomma ini bagaimana sih. Putrinya kan sedang pergi ke benua yang berbeda. Masa tidak ada perasaan khawatir sedikitpun”

“Aku memang pergi dengan Donghae oppa. Tapi setidaknya eomma juga menghubungiku. Bahkan ketika berangkatpun eomma sedang tidak ada dirumah”

Aku hanya mengernyitkan dahiku. Tidak mengerti apa yang sedang ibu dan anak bicarakan ini. Karena aku hanya mendengar suara Gyuri secara sepihak, jadi aku tidak dengar apa saja yang dikatakan oleh eommonim. Tapi sepertinya dari ekspresi Gyuri, gadis itu memang terlihat sangat kecewa karena eomonim tidak menghubunginya.

“Iya, malam ini kami mau menginap di Oahu”

“Ah begitu. Oke baiklah, nanti aku hubungi lagi”

“Ne..”

“Eum, areseo”

“Eomma saranghae…”

Aku tersenyum melihat lucunya gadis yang sedang berdiri disampingku ini. Dia bahkan selalu terlihat seperti anak kecil saat sedang mengobrol dengan ibunya.

“Ck, dasar eomma”

Gyuri menyodorkan ponselku yang segera aku ambil dan kembali aku masukan ke dalam saku

“Apa sebenarnya yang kalian berua bicarakan”

“Eomma bilang tidak mau mengganggu waktu kita berdua di sini makanya tidak menelepon”

“Ah begitu”

“Eum. Tapi aku kesal jadinya kalau begitu. Seakan-akan dia tidak khawatir sama sekali denganku. Eomma bilang karena aku pergi denganmu jadinya dia merasa tenang-tenang saja. Bagaimana  bisa seperti itu. Tetap saja aku ini harus dia perhatikan juga”

“Araseo. Kau ini kenapa tidak dihubungi ibumu saja sudah sampai seperti ini sih. Sudahlah, tadi kan sudah mendengar suara eomonim”

Aku mengusap kepala Gyuri yang terlihat masih sangat kesal. Gadis itu menggembungkan pipinya tapi malah terlihat sangat imut dengan ekspresi seperti itu.

Setelah menghabiskan waktu yang cukup lama. Kami berdua kembali menyebrang ke Maui Island untuk kemudian pergi ke Oahu. Ada orang yang menjemput dari tropic house milik Seung Hwan Hyung. Dan sepertinya di sana kami berdua akan merasa lebih nyaman karena bersama dengan orang Korea. Akan jauh lebih menyenangkan daripada harus berada diantara orang-orang asing.

***

Tropic House

03.18 PM

“Ah, jadi ini tropic house yang kau bicarakan. Sepertinya nyaman”

Aku dan Gyuri baru saja akan memasuki pagar kayu dari sebuah bangunan yang terlihat berbeda dari rumah-rumah Korea lainnya.  Tentu saja ini berbeda. Dari namanya saja sudah sangat jelas bahwa ini bukan rumah biasa. Dari luar terlihat sangat sederhana dengan bahan utama kayu berwarna coklat muda. Di sekelilingnya terdapat taman dengan bunga-bunga yang sangat menarik. Dan aku sudah tidak sabar untuk masuk ke dalamnya.

“Aku rasa pengunjungnya sedang sepi. Apa karena untuk saat ini malah tidak disewakan ya?”

“Iya, terlihat sepi sekali. Apa kau yakin oppa, kita bisa tidur di sini untuk malam ini?”

“Tapi ini yang disediakan oleh Dong Hwa hyung untuk kita, dan dia juga mengatakan bahwa di sini ada teman dekatnya yang sedang berlibur”

“Kalau begitu, ayo coba kita masuk”

Aku dan Gyuri membuka pintu besar yang terbuat dari kayu. Suasana di dalamnya benar-benar berbeda dari sebuah hotel. Lantainya terbuat dari kayu dan ada beberapa tangga untuk menuju ke atas. Aku rasa di atas ada kamar yang sengaja di susun berdasarkan nomor tertentu. Sama seperti sebuah penginapan.

“Daddy… lihat, paman dan bibi sudah datang”

Secara bersamaan aku dan Gyuri langsung menegok ke arah suara yang terdengar nyaring. Ternyata seorang anak laki-laki sedang berdiri di atas tangga. Aku rasa umurnya sekitar 5 atau 6 tahun. Ah, iya mungkin dia adalah putra dari Seung Hwan hyung.

“Aegy-ya… anyeong…” dengan riang Gyuri menghampiri anak laki-laki itu kemudian melambaikan tangannya. Tapi kemudian bocah itu malah berlari meninggalkan Gyuri yang bahkan belum naik ke tangga untuk menyalaminya. Sementara aku hanya terkekeh menyaksikan ekspresi gadis itu yang langsung berubah kesal saat dia diacuhkan oleh anak laki-laki yang cukup tampan itu.

Tidak lama kemudian, seorang pria yang aku yakin Seung Hwan hyung keluar dari salah satu pintu kamar yang ada di atas. Dia terlihat sangat ramah dan langsung turun untuk menyapa kami.

“Donghae?”

“Nee… bangapseumnida”

Aku dan Seung Hwan hyung bersalaman dan saling merangkul singkat sebelum kemudian dia meletakkan kedua tangannya di bahuku dan memperhatikan wajahku lekat-lekat.

“Setiap melihatmu, aku selalu teringat dengan Dong Hwa. Kalian berdua mempunyai garis wajah yang mirip”

“Tentu saja Hyung, dia itu kan kakakku”

“Eum… kau benar. Tentu saja seperti itu”

“Ah, iya ini istriku… Gyuri”

Aku menarik sebelah tangan Gyuri dan menautkan jari-jari kami. Gyuri langsung tersenyum ramah dan membungkukan badannya sopan.

“Gyuri imnida, bangapseumnida”

“Eum. Jadi ini gadis yang umurnya berbeda 7 tahun darimu itu huh? Kalian berdua terlihat sangat serasi. Dan nona Gyuri… kau sangat cantik…”

“Eoh? Gumapseumnida”

Gyuri kembali membungkukan badannya setelah menerima pujian dari Seung Hwan hyung. Gadis itu tiba-tiba menjadi kikuk karena kemudian malah semakin mengeratkan pegangannya di tanganku. Dasar berlebihan. Sudah berapa banyak dia disebut cantik oleh orang-orang, tapi tetap saja reaksinya seperti itu.

“Dia memang sangat cantik hyung. Tapi dia punyaku”

“Aigoo… araseo araseo”

Kami tertawa bersama-sama sebelum kemudian anak kecil yang tadi kami temui tiba-tiba turun dan menghampiri ayahnya. Anak kecil lucu itu kemudian berdiri di belakang tubuh Seung Hwan hyung sembari memegangi baju ayahnya itu.

“Miru… ayo sapa paman dan bibi. Mereka itu teman ayah. Dan paman yang ini adalah adiknya Dong Hwa samcheon”

“Miru-ya, anyeong…”

Aku menyapa bocah itu terlebih dahulu. Dan tenyata miru tersenyum dan mau membalas jabatan tanganku. Anak yang baik.

“Miru-ya… bagapta… jangan panggil aku bibi. Panggil aku Gyuri Nuna. Oke?”

Gyuri menyapa Miru yang juga dibalas dengan anggukan olehnya. Miru tampak berfikir sejenak ketika dengan santainya Gyuri malah menyuruhnya memanggil dengan sebutan nuna saja. Tapi kemudian dengan polosnya Miru mengangguk lagi dan melakukan high five dengan Gyuri.

“Oke Miru. Donghae samcheon dan Gyuri Nuna akan menginap di sini, kau tidak boleh nakal oke?”

Seung Hwan Hyung mengusap kepala Miru dan bocah laki-laki itu langsung menganggukan kepalanya dengan semangat. Benar-benar anak yang baik. Melihatnya aku jadi membayangkan bagaimana jika aku dan Gyuri memiliki seorang anak nanti. Aku ingin 4 anak, dan anak pertama akan lebih baik jika dia laki-laki. Tidak bisa dibayangkan bagaimana lucunya anak kami nanti. Kombinasi atara sifatku dan Gyuri.

Tapi apa yang dikatakan gadis itu tadi? Gyuri Nuna? Apa yang dia inginkan sebenarnya. Bagaimana bisa Miru memanggilku dengan sebutan paman sementara memanggilnya dengan sebutan Nuna. Meskipun dia masih sangat muda tetap saja seorang gadis bersuami itu seharusnya disebut sebagai bibi.

***

“Wah, daebak…”

Gyuri langsung menghambur ke arah ranjang saat aku baru saja membuka pintu kamar kami. Dia menghempaskan tubuhnya dan berbaring lurus dengan kaki menggantung. Bahkan saking keenakannya dia lupa dengan dressnya yang juga ikut terangkat sampai memamerkan paha atasnya.

“Hei, nona Gyuri. Berapa lama kau tidak menyentuh tempat tidur?”
“Eoh?”

“Kenapa kau senang sekali melihat ranjang di sini? Huh? Sepertinya kita harus mencobanya bersama-sama nanti malam”

“Tentu saja. Nanti malam kita kan pasti akan tidur di sini”
“Lebih tepatnya. Nanti malam aku akan menidurimu di sini. Begitu kan?”

“Eiy.. oppa. Apa yang ada di dalam kepalamu?”

“Didalam kepalaku ada kau… eum?”

“Asih, jinja. Mulai lagi dengan rayuanmu huh?”

Aku melhatnya bangkit dari berbaring kemudian meraih bantal di sampingnya dan langsung melemparkannya secara membabi buta ke arahku. Tapi tentu saja aku tidak tinggal diam. Aku meraih bantal yang tidak berhasil mengenai tubuhku dan langsung menghampirinya dengan tatapan tajam.

“Mau bermain-main denganku, eum… nona Gyuri?”
Ekspresi Gyuri langsung berubah saat aku meletakkan bantal yang tadi dia lempar kembali ke atas ranjang. Aku melepaskan jaket yang aku kenakan dan melemparkannya ke bawah. Kuatatap gadis yang terlihat gugup ini lekat-lekat. Seperti biasa, setiap melihat wajahnya aku pasti akan langsung terpesona gila-gilaan. Parahnya, perasaan seperti ini akan terus terulang dengan intensitas yang sama meskipun kami berdua bahkan sudah seirng kali bertemu dan dalam waktu yang cukup lama.

“Apa yang, kau…”
“Ssst…”

Aku meletakkan jari telunjukku di permukaan bibir Gyuri saat dia baru saja akan mengatakan sesuatu. Dan gadis itu langsung menjadi patung saking kagetnya. Aku tau sudah lama sekali aku tidak menggodanya seperti ini. Biasanya jika ingin melakukan sesuatu aku akan langsung terang-terangan. Dan diapun melakukan hal yang sama. Kami akan melewati malam untuk luapan cinta dan bangun di pagi hari dan saling bersikap seperti sebelumnya.

Tapi ketika aku melakukan hal ini seperti sekarang, rasanya sedikit kikuk juga. Masalahnya, kalau dia sudah kehilangan kesabaran, maka gadis ini akan berteriak dan membuat aku langsung menghentikan permainanku untuk menggodanya. Tapi di dalam sini, apa dia masih berani untuk berteriak dan membuat keributan? Kalau dirumah dia bisa memanggil ibunya. Sehingga aku langsung tidak berkutik.

“Kau tidak ingat kapan terakhir kita melakukan ini? Bahkan aku juga sudah lupa kapan tepatnya”

“Kita kan…”

“Kita kan apa?”

Aku mendorong bahu Gyuri sampai akhirnya dia kembali berbaring di atas ranjang. Kutarik kedua tangannya dan menahan di samping kepalanya membuat dia semakin terperangah. Aku tidak sedang serius, tentu saja tidak. Aku hanya sedang menggodanya saja. Bermain-main seperti ini akan membuat Gyuri menampakkan ekspresi yang sangat lucu dan aku menyukainya.

“Oppa… bagaimana kalau aku mandi dulu, Eum?”

“Ani… kita akan mandi setelah selesai. Dan sekarang tidak ada waktu untuk mandi”

“Tapi…”

Dengan cekatan aku mengecup pipi Gyuri singkat. Membuat dia memejamkan matanya dan terlihat semakin gugup. Aku menautkan jari-jari kedua tangan kami, dan dia mencengkram telapak tanganku dengan cukup kuat saking gugupnya.

Aku menyentuhkan ujung hidung kami kemudian memiringkan sedikit kepalaku mencoba mencari posisi yang pas untuk menjangkau bibirnya. Hembusan nafasnya hangat menyapu wajahku. Dan aku rasa gadis ini memakai lip balm dengan rasa vanilla karena wanginya yang sangat aku hafal.

Aku baru saja akan menjangkau bibirnya sebelum tiba-tiba suara lain menginterupsi. Ketukan yang cukup nyaring berasal dari akses masuk menuju kamar kami.

“Donghae-ya, bisa kau keluar sebentar. Kita akan membicarakan sesuatu untuk acara nanti malam”

Aish, jinja. Aku langsung melepaskan cengkaramanku di kedua tangan Gyrui dan bergerak bangkit dari tubuhnya. Aku bahkan belum berhasil menyentuh bibirnya sedikitpun. Lagipula, memangnya nanti malam ada acara apa? Kenapa Seung Hwan hyung tidak membicarakannya tadi saja ketika kami masih mengobrol bersama-sama di bawah.

“Oke istriku, kita lanjutkan nanti”

Aku megusap pipi Gyuri kemudian mengerlingkan sebelah mataku dan tersenyum menatapnya. Sementara Gyuri malah menatapku sembari melongo. Mungkin antara lega dan kaget. Lega karena aku sudah melepaskanya dan kaget karena saat kita berdua sedang berkonsentrasi tiba-tiba ada orang lain yang menginterupsi.

***

Gyuri’s POV

Aku masih berbaring di atas ranjang ketika pria itu dengan santainya melepaskan cegkramannya di tanganku dan bangkit kemudian setengah berlari keluar dari dalam kamar, meninggalkanku dengan kerlingan mata yang hampir membuatku pingsan karena sesak nafas.

Ini gila. Benar-benar gila. Sudah berapa lama kami berdua tidak berciuman, dan entah sudah berapa lama kami tidak memiliki waktu berdua yang intens di atas tempat tidur. Dan ketika dia baru melakukannya lagi, rasanya sama seperti ketika aku baru pertama kali berciuman dengannya.

“Aish, michigeseo” Gerutuku

Dengan terburu-buru aku bangkit dari berbaring kemudian langsung bergegas menuju kamar mandi. Sepertinya berendam dengan air hangat akan menjernihkan fikiranku. Lagipula apa salahnya jika malam ini kami berdua menghabiskan waktu untuk meluapkan cinta. Ini bukan pertama kalinya kan. Lalu kenapa aku harus segugup ini. Aish, jinja.

Setelah selesai mandi, cepat-cepat aku bersiap-siap untuk mengetahui apa saja yang sebenarnya mereka bicarakan di bawah sana. Baru saja sedang menyisir rambut. Tiba-tiba suara ketukan di kamar ku kembali terdengar nyaring.

Jangan katakan kalau itu Donghae Oppa. Tadi aku memakai alasan untuk mandi terlebih dahulu sebelum kami memulainya. Dan sekarang setelah aku mandi. Jangan-jangan….

“Gyuri Nuna…”

Ah Ya Tuhan. Ternyata Miru. Aku pikir Donghae oppa sudah selesai dengan obrolannya bersama Seung Hwan oppa.

“De? Miru-ya..”

Dengan terburu-buru aku membuka pintu kamar dan mendapati seorang anak kecil yang berdiri di depan daun pintu kamarku. Dia tersenyum melihatku yang kaget.

“Nuna… mommy bilang nuna harus turun ke bawah dan menemuinya. Mommy ingin nuna menemaninya pergi membeli sesuatu”

“Ah begitu. Oke. Tapi aku harus menyisir ramut sebentar lagi”

“Apa Miru boleh masuk?”

“Oh Miru mau masuk ke dalam? Tentu saja boleh, ayo sini”

Aku dan Miru sepertinya cepat menjadi akrab. Padahal ketika baru pertama kali bertatapan dengannya, anak kecil ini terlihat tidak bersahabat. Tapi ternyata dia sangat lucu dan polos.

“Sebentar ya”

“Eum…”

Miru terlihat sangat senang berada di kamarku. Dia naik ke atas ranjang kemudian kembali turun dan mengambil jaket milik Donghae oppa yang sebelumya berada di lantai. Aku bahkan baru ingat bagaimana tadi dengan santainya Donghae oppa melepaskan jaketnya.

“Nuna-ya… apa ini punya Donghae samcheon?”

“Ah. Iya itu jaket miliknya”

“Aku senang bertemu dengan kalian berdua”

“Jinja?”

“Eum. Senang sekali”

Aku tersenyum melihat Miru yang sangat antusias berada di kamarku. Bocah itu ternyata sangat bersahabat. Berbeda dengan kesan pertama yang diberikannya padaku. Aku juga ingin nanti anakku bersikap manis seperti Miru. 4 orang anak dengan sulung laki-laki. Pasti nanti jika aku punya anak laki-laki akan sangat tampan seperti ayahnya. Hum, sayang sekali aku bahkan masih takut untuk memikirkan bagaimana aku harus mengurusi anak-anakku nantinya.

“Nuna-ya…”

“Eoh?”

“Apa Nuna dan samcheon sering bertengkar?”

“Bertengkar? Apa maksudmu?”

“Apa nuna selalu berteriak pada Donghae samcheon kemudian saling berdebat dan akhirnya nuna akan meninggalkan samcheon sendirian”

Aku terperangah kaget mendengar pertanyaan yang disampaikan oleh Miru. Bagaimana bisa anak sekecil ini bertanya tentang hal itu.

“Eum. Kalau berdebat tentu saja iya. Tapi setelah itu kami berdua langsung baikan lagi”

“Oh begitu. Lalu kenapa mommy dan daddy sering sekali bertengkar. Miru takut setiap melihat mereka berdua saling berteriak”

Entah apa yang sebenarnya berada di dalam pikiran anak berumur 6 tahun itu. Kenapa dia mengatakan semua hal itu padaku. Apakah dia merasa tertekan dengan keadaan keluarganya dan kedua orang tuanya yang sering bertengkar. Aku memang belum pernah bertemu dengan Sera Unni, dia adalah ibunya Miru. Donghae oppa bilang, Sera unni itu berdarah campuran Amerika dan Korea. Tapi dia tinggal di Korea sejak lama. Sewaktu kecil Sera unnie menghabiskan waktunya di Hawaii dan diasuh oleh sang nenek, sehingga mereka selalu mneyempatkan diri untuk datang ke Hawaii jika ada waktu luang.

Aku menghampiri Miru dengan perasaan simpati. Bocah laki-laki yang sedang duduk di atas ranjang dengan kaki menggantung itu tampak bingung melihatku. Kuletakan kedua tanganku di pipinya dan tersenyum ramah.

“Miru.. kau tau tidak. Terkadang orang dewasa itu akan sulit menerima sesuatu. Orang dewasa lebih suka membicarakan apapun sebelum mereka menentukan pilihan”

“Jadi memang harus sering bertengkar?”

“Tentu saja bukan itu jawabannya. Kau tidak perlu mendengarkan apa yang mereka perdebatkan. Kalau mommy dan daddy sedang bertengkar, Miru main saja”

“Tapi dirumah tidak ada teman. Miru cuma punya teman di sekolah saja”

“Kau kan bisa bermain dengan mainanmu. Atau main game saja. Eum?”

“Eum…”

Miru menganggukan kepalanya dan sudah mulai tersenyum senang. Aku mengusap kepala bocah itu dengan lembut kemudian menyentuh pipinya yang berisi. Benar-benar anak laki-laki yang menggemaskan.

***

“Anyeonghaseo Sera unnie. Gyuri imnida, bangapseumnida”

Aku memperkenalkan diirku pada Sera unnie yang terlihat sangat cantik dengan penampilan sederhananya. Sera unni adalah mommy yang tadi diceritakan Miru. Dia terlihat sangat bersahabat. Garis wajahnya benar-benar bukan seperti orang Korea. Mungkin karena dia berdarah campuran dan menghabiskan masa kecilnya di Hawaii, makanya Sera unni lebih terlihat seperti orang Amerika pada umumnya. Tapi tetap saja ketika mendengarnya berbicara dengan bahasa Korea yang sangat fasih, aku jadi tidak meragukan kemampuannya untuk menjadi orang Korea.

“Aigoo, Gyuri-ya… yeppoda…”

Pujian yang dilontarkan oleh Sera unni membuat aku tersenyum, rasanya sedikit aneh mendengarnya memujiku dengan logat seperti itu.

“Eum. Kamsahamnida. Sera unni juga sangat cantik, makanya Miru juga tumbuh menjadi anak yang tampan”

Aku melirik miru yang sedang berdiri disamping ibunya. Bocah itu memegangi tangan Sera unni dan memeluk  paha ibunya dengan manja.

“Nee…  Miru menag sangat tampan. Dia selalu bilang kalau dia itu mirip dengan ayahnya”

“Gyuri nuna… aku ini benar-benar mirip dengan daddy kan?”

“Nee… Miru itu anaknya daddy jadi tentu saja mirip. Dan mommy juga sangat cantik, jadi Miru terlihat sangat tampan”

Anak kecil itu langsung menunjukan cengiran lebarnya sebelum kemudian tertunnduk malu. Ekspresi yang sangat menggemaskan.

***

Kami beruda pergi ke salah satu tempat berbelanja yang cukup ramai. Di sekitar sini terdapat banyak sekali toko yang aku rasa didirikan oleh warga negara asia. Rasanya sangat menyenangkan ketika kami menemukan salah satu cafe milik orang korea. Terlihat dari apa yang mereka tawarkan dan tulisan-tulisan hangul dari poster-poster yang ditempel di depannya. Mereka bahkan menempelkan beberapa foto Halyu star untuk menarik minat pengunjung. Tidak bisa dipungkiri kalau saat ini Halyu wave bahkan sudah sampai ke Amerika.

“Kita harus membeli beberapa kaleng bir. Bagaimanapun juga jika para pria berkumpul dalam sebuah acara, mereka pasti akan minum bir atau soju. Itu seperti sudah menjadi kebiasaan di Korea”

“Bir?”

“Iya bir. Kita beli saja yang tingkat alkoholnya rendah. Karena sepertinya di sini tidak mungkin menemukan soju”

Aku dan Sera unni juga Miru masuk ke dalam toko dan langsung disambut hangat oleh seorang penjaga disana. Seperti yang telah direncanakan sebelumnya bahwa nanti malam kami akan mengadakan pesta makan malam, mungkin barbeque atau sejenisnya.

“Disana bukan hanya kita saja. Beberapa pengunjung tropic house sebenarnya rekan-rekan bisnis suamiku. Mereka sengaja liburan bersama di sini”

“Ah, begitu. Pantas saja aku tidak menemukan ada orang asing disana. Semuanya orang Korea”

“Eum”

Sera unni menganggukan kepalanya sembari tersenyum. Kami berdua kembali melangkah dan membeli beberapa bahan masakan untuk membuat kudapan. Dan ternyata di sini juga kami bisa menemukan kimchi sawi. Meskipun dengan harga yang jauh lebih mahal tentu saja.

“Oh iya, ngomong-ngomong. Berapa perbedaan umurmu dengan Donghae. Aku dengar kau bahkan masih kuliah sekarang?”

“Nee… aku masih melanjutkan pendidikan manajamen keuanganku di salah satu univeristas di Seoul. Jarak umurku dan Donghae oppa sekitar 7 tahun. Perbedaan kami cukup banyak”

“Ah begitu. Aku belum pernah melihat kalian berdua berdiri berdampingan, jadi aku masih tidak bisa berkomentar banyak apakah kalian terlihat sangat serasi atau tidak. Tapi dari apa yang diceritakan oleh suamiku. Dia bilang kalian berdua itu memang terlihat sangat cocok disandingkan bersama”

“Jinja? Gumapta…”

“Jika belum punya anak, maka gunakanlah waktu kalian berdua untuk saling memahami satu sama lain. Aku sangat tahu bagimana rasanya menjadi kau, Gyuri”

“Eoh?”

“Aniy… sudah lupakan saja. Ayo kita ke sebelah sana”

Kami berdua kembali melangakahkan kaki ke salah satu sudut ruangan untuk mengambil bubuk cabai dan beberapa bumbu lainnya. Sepertinya Sera unni pandai memasak jadi dia sangat tahu bumbu apa yang harus dibeli dan aku juga harus belajar banyak darinya.

***

Tropic House, 05.10 PM

Donghae’s POV

“Aku dan Sera berbeda 8 tahun, kau bisa lihat dia jauh lebih muda dariku kan?”

“Oh, jadi Hyung dan Sera Nuna berbeda 8 tahun? Tapi kalian berdua terlihat sangat serasi. Apalagi ketika bertiga bersama Miru tadi. Aku sangat iri jadinya. Sayang sekali aku harus bersabar menunggu Gyuri menyelesaikan kuliahnya, setelah itu baru aku dan Gyuri akan memulai program 4 anak kami”

“Kau benar. Tapi yakin dengan 4 anak?”

“Eum. Tentu saja yakin. Rumahku nanti akan sangat ramai dengan suara anak kecil. Kau juga Hyung, sepertinya Miru sudah harus mendapatkan adik. Tidak ada rencana untuk menambah momongan?”

“Sejauh ini belum. Bahkan satu Miru saja sudah membuat aku dan istriku kewalahan”

Aku dan Seung Hwan hyung mengobrol santai di depan kolam renang yang ada di dalam tropic house. Resort ini cukup luas dan beberapa kamarnya penuh oleh pengunjung. Sebenarnya bukan pengunjung asing. Tapi kamar-kamar itu ditempati oleh rekan kerja Seung Hwan hyung yang juga sedang menghabiskan liburan di Hawaii.

“Kau mengambil tindakan yang tepat untuk menunggu Gyuri sampai dia selesai kuliah. Dan dalam waktu itu kalian berdua bisa saling memahami satu sama lain. Jujur aku sepertinya terlalu buru-buru ketika aku menikahi Sera”

“Maksunya?” Tanyaku bingung

“Seperti yang aku bilang padamu tadi. Aku dan Sera berbeda 8 tahun. Sekarang umurnya masih 26 tahun sementara kami sudah memiliki miru yang berumur 6 tahun. Sebenarnya tidak ada yang salah dari semua itu. Hanya saja aku merasa bahwa ketika berumur 20 tahun Sera belum siap untuk menjadi seorang ibu”

“Tapi aku melihat Sera Nuna sangat menyayangi Miru”

“Tentu saja dia sangat menyayangi Miru. Bahkan perhatiannya untuk miru lebih besar dibandingkan untukku. Dia itu ibu yang sangat baik. Tapi terkadang ketika sifat labilnya muncul, maka Sera akan menjadi sangat egois. Kau tau. Kadang aku selalu merasa bersalah karena alasan Miru dia harus berhenti kuliah dan tidak melanjutkan pendidikan arsiteknya. Padahal menjadi arsitek adalah impiannya sejak lama”

“Lalu kenapa Sera Nuna tidak meneruskan pendidikannya sekarang?”

“Tentu saja tidak bisa. Miru sangat butuh perhatian dan Sera tidak mau mengambil keputusan untuk melanjutkan pendidikannya sementara Miru harus dititipkan pada seorang pengasuh. Dia tidak akan tahu perkembangan apa yang terjadi pada Miru setiap harinya. Maka dari itu Sera memilih untuk menjaga Miru setiap hari. Tapi terkadang saat dia bosan, maka dia juga akan meninggalkan Miru dan pergi bersama teman-temannya. Hal itu sering terjadi ketika Miru masih bayi. Pada saat itu umur Sera masih sekitar 21 tahun, masih sangat muda untuk ukuran seorang ibu. Dintara teman-temannya Sera adalah satu-satunya gadis yang telah menikah dan memiliki anak. Sementara yang lainnya masih sibuk kuliah. Karena hal itulah terkadang Sera menjadi sering emosi dan kami berdua jadi sering bertengkar. Sekarang memang sudah jarang terjadi. Tapi Sera masih tidak mampu untuk mengontrol emosinya saat di depan Miru. Dan itu akan membuat Miru ketakutan”

Aku tersentak mendengar paparan Seung Hwan Hyung. Kehidupan pernikahannya memang terlihat sangat harmonis. Mereka pasangan yang serasi, dan memiliki Miru sebagai putra yang sangat manis. Tapi tetap saja ada masalah yang tersimpan di dalamnya. Aku tidak bisa membayangkan jika aku harus meminta Gyuri untuk melahirkan seorang anak. Mungkin saja dia akan berubah menjadi seperti Sera Nuna. Memang sesuatu yang terlau dini itu tidak bagus untuk dipaksakan. Meskipun aku menikahinya saat masih di usia 19 tahun, tapi aku selalu berusa untuk memahami Gyuri. Dan dia juga selau mengatakan padaku untuk belajar menjadi dewasa. Sampai saat ini kehidupan pernikahan kami baik-baik saja. Dan sekarang aku baru menyadari bahwan program menunda kehamilan yang diambilnya itu ternyata sebuah pilihan yang tepat.

“Jadi aku harap kau mempertimbangkan program 4 anak yang kau sebutkan tadi. Gyuri masih terlalu muda menurutku. Dan jangan sampai dia nanti malah menjadi seperti Sera. Tapi aku yakin, sifat egois Sera itu akan menghilang seiring berjalannya waktu. Bersamaan dengan tumbuh besarnya Miru”

“Kau beruntung Hyung. Kalian adalah keluarga yang beruntung. Mungkin itu bisa dijadikan pelajaran. Dan aku harap Hyung bisa bersabar menghadapi Sera nuna jika dia sedang merasa stress dengan rutinitasnya”

“Dan aku juga sangat beruntung bisa mendapatkan Miru dari Sera. Istriku sangat cantik, dan kau lihat Miru. Dia bahkan lebih tampan dari ayahnya”

“Hahahaha… Hyung, kau bisa saja”

Aku dan Seung Hwan Hyung berbicara panjang lebar. Hampir 2 jam kami mengobrol sampai aku sendiri lupa bahwa aku belum mandi sore ini. Kami berdua sedang mendiskusikan beberapa hal tapi tiba-tiba kedatangan Miru, Sera nuna, dan juga Gyuri langsung mengalihkan perhatian kami.

“Daddy….”

Suara nyaring Miru terdengar jelas bersamaan dengan anak kecil tampan itu yang menghambur ke pelukan ayahnya.

Aku melirik Gyuri yang terlihat sangt cantik dengan dress panjang berwarna birunya, dan juga rambut terurai yang tampak rapih dengan bando simple yang melekat disana. Meskipun Sera nuna itu cantik. Tapi tetap saja ketika dia berdiri bersebelahan dengan Gyuri maka istrikulah yang jauh lebih cantik dimataku.

“Kami membeli beberapa kaleng bir untuk pesta nanti malam. Aku dan Gyuri juga membeli beberapa bahan makanan untuk kita masak nanti. Sepertinya nanti malam akan jadi acara barbeque yang sangat menyenangkan. Sayangnya di sini tiak ada lagi yang bsia membantuku memasak selain Gyuri. Jadi Doghae-ya. Aku pinjam Gyrinya untuk membantuku. Oke?”

“Oke nuna. Tapi pastikan kau mengembalikannya padaku dalam keadaan baik baik saja”
“Araseo. Tapi aku akan memberikannya padamu terlebih dahulu. Kalian boleh berjalan-jalan ke pantai dan setelah itu, Gyuri harus membantu aku menyiapkan acara nanti malam”

“Baiklah unni. Aku siap”

Gyuri mengangkat kedua jempolnya di depan Sera Nuna. Mereka berdua terlihat sudah sangat kompak padahal baru pertama kali bertemu dan mengobrol seperti ini. Tiba-tiba Seung Hwan hyung bangkit dari dudukannya kemudian menuntun Miru untuk masuk ke dalam.

“Ayo Miru. Main bersama daddy, dan Mommy akan sibuk di dapur. Gyuri nuna dan juga Donghae samcheon akan pergi berdua. Jadi ayo kita juga bersenang-senang”

Dengan penuh semangat Miru dan Seung Hwan Hyung berlari menaiki tangga, diikuti oleh Sera nuna. Sementara aku dan Gyuri saling menengok berbarengan dan tersenyum saat kedua mata kami bertemu.

“Anyeong…”

Ujanya dengan nada manja. Aku terkekeh kecil kemudian segera bangkit dan menarik tangannya untuk berlari menuju kamar kami. Aku harus mandi terlebih dahulu sebelum membawanya untuk pergi berjalan-jalan di sore hari ini. Menyaksikan sunset di pantai sepertinya akan sangat menyenangkan.

Sembari menunggu aku mandi. Gyuri bermain game dengan ponsel kesayangannya. Gadis itu juga mengganti bajunya dan tidak lupa membawa topi yang tadi pagi kami beli sebelum datang kesini. Sepertinya topi itu akan menjadi barang kesayanganya yang akan dibawa tiap kami pergi ke pantai.

***

“Oppa, lihat ini”

Gyuri memainkan jari-jari lentiknya di permukaan pasir. Menuliskan apapun yang dia inginkan. Gadis itu terlihat sangat senang menikmati kebersamaan kami di pantai. Padahal tadi pagi kami juga baru saja mendatangi pantai dan sekarang akan menyaksikan kembali matahari terbenam di pantai.

“Kenapa kau tidak menuliskan namamu dan namaku disitu?”

“Kau saja yang buat. Biar nanti aku yang mengambil gambarnya”

Aku langsung berjongkok dan menuliskan namaku di permukaan pasir. Tapi baru saja aku selesai menuliskan namaku tiba-tiba Gyuri malah menggunakan kakinya untuk menghapus tulisanku tersebut.

“Yak… apa-apaan kau?”

“Kau yang apa-apaan. Bagaimana bisa menuliskan namamu sendiri saja salah. Kau harus menuliskan Dong Hae bukannya Dong Hee. Aish, jinja. Bagaimana sih kau ini?”

“Hahaha… aku bahkan tidak sadar menuliskannya. Cepat singkirkan kakimu, aku tulis ulang namaku”

“Sudah tidak usah. Ayo bangun. Aku mau menyentuh air laut”

Dengan terburu-buru Gyuri menepuk bahuku kemudian menarik sebelah tanganku untuk mengikuti langkahnya. Kami berdua berlari mendekati air laut dan merasa sangat senang ketika gelombangnya mengenai ujung kaki kami. Rasanya seperti terseret arus sehingga beberapa kali aku harus menahan Gyuri yang oleng dan kehilangan keseimbangan.

“Woah… aku suka laut. Neomu johahae. Jeongmal”

“Laut itu kesukaanku. Sejak kecil aku sudah sangat terbiasa dengan laut. Dan setiap melihat laut, maka yang memenuhi fikiranku adalah…. ayah…”

Gyuri langsung menengok ke arahku ketika aku baru saja selesai mengucapkan kata terakhir dari kalimatku. Ekspresi gadis itu langsung berubah saat aku mengucapkan kata ayahku. Dia akan menjadi sangat sensitif ketika aku membicarakan tentang ayahku. Ayah yang sangat aku sayangi. Ayah terbaik yang ada di dunia.

“Kau pasti memiliki banyak kenangan tentang laut”

“Banyak. Banyak sekali. Pokoknya sangat banyak. Makanya, aku sudah terbisa dengan bau pantai yang menenangkan. Dan teriknya sinar  matahari yang juga terasa hangat. Aku suka laut”

Aku merasakan gerakan tangan Gyuri yang semakin mengeratkan genggamannya. Aku tau gadis ini tidak mengalihkan sedikitpun pandanganya dari wajahku. Dia sedang memperhatikanku dan mendengarkan apapun yang keluar dari mulutku.

“Aku juga suka laut… tapi aku lebih menyukaimu”

Perkataannya sukses membuat sudut bibirku tertarik membentuk senyuman. Gadis ini jarang mengungkapkan perasaannya padaku. Dan setiap dia mengatakan tentang perasaannya. Maka aku akan merasa senang luar biasa jadinya.

Kami berdua kembali berjalan ke tepi menghindari air yang terus bergerak menyentuh kedua kakiku dan Gyuri. Matahari sudah hampir menghilang. Dan aku mengajak Gyuri untuk duduk di atas pasir sembari menikmati menit-menit yang sangat indah ketika langit berubah warna menjadi jingga dengan sinar yang hampir menghilang. Sunset.

Aku dan Gyuri masih berpegangan tangan sejak tadi. Rasanya gadis ini terlalu nyaman dengan genggaman tanganku sehingga dia sama sekali tidak berniat untuk melepaskannya.

“Gumawo… Donghae oppa…”

Tiba-tiba Gyuri bergumam dengan pandangan yang masih lurus ke depan memperhatikan langit sore.

“Untuk apa?”

“Untuk memilih aku sebagai istrimu… dan memperlakukanku dengan sabat baik”

Hatiku mencelos mendengar ucapan pelannya. Gadis ini bahkan terlihat sangat mempesona ketika wajahnya terkena siraman dari sinar jingga matahari. Selalu perasaan yang sama yang aku rasakan tiap menatap matanya. Dia itu cantik. Dia itu gadis yang sangat baik. Dan yang paling penting adalah dia hanya menyerahkan hatinya padaku saja sekarang.

Aku merangkul bahunya dan membawa tubuh Gyuri mendekat ke arahku.  Kugunakan sebelah tanganku yang lain untuk mengusap pipinya, menjangkau tengkuknya dan mengarahkan wajahnya berhadapan denganku. Kutatap kedua matanya yang sayu. Sebelum kemudian aku mencium bibirnya dengan lembut. Selembut yang aku bisa tentu saja. Tapi aku tetap tidak bisa menahan diri untuk melumatnya pelan-pelan, dan menciumnya dalam-dalam. Mencoba mengingat-ingat bagaimana rasanya berciuman dengan gadis ini. Meskipun pada akhirnya aku tetap saja akan merasakan sensasi yang sama ketika bibir kami bersentuhan.

“Aku mencintaimu”

Gumamku setelah aku melepaskan bibirnya. Gyuri mengulurkan kedua tangannya dan menangkupkanya di pipiku. Gadis itu tersenyum lembut dan menganggukan kepalanya singkat sebelum kemudian dia memajukan kembali wajahnya sembari memiringkan kepalanya untuk menjangkau bibirku. Kembali kuraih pinggangnya dan menciuminya lagi. Rasanya satu kali ciuman sedalam itu belum cukup membuat kami berdua puas untuk meluapkan sensasi gila-gilaan yang cukup menyesakkan setiap saatnya.

***

Tropic House

08.27 PM

“Tada… kimchi bokeumbab”

Dengan penuh rasa bangga Gyuri meletakkan sepiring besar nasi goreng kimchi diatas meja makan panjang yang telah disiapkan sebelumnya. Malam ini kami yang menginap di tropic house mengadakan pesta makan malam bersama. Meskipun kami yang ada di sini tidak saling mengenal. Tapi karena situasinya sekarang sedang berada di negeri orang, dan faktanya kami sama-sama orang Korea. Jadi ikatan kekeluargaannya tetap saja terasa sangat kuat. Rasanya sangat menyenangkan bisa bergabung bersama orang-orang Korea meskipun kami sedang berada di luar negeri.

“Ini dukkbokinya. Maaf kalau rasanya sedikit berbeda. Kami tidak bsa menemukan bubuk cabe dengan kualitas sebaik yang ada di Korea”

Sera nuna meletakan senanmpan dukbokki yang bahkan masih mengepulkan asap. Dia juga membawa bebrapa kaleng bir yang entah didapat dari mana. Aku rasa jika di Korea, mereka sudah menyediakan soju di sini.

Aku ini bukan pria yang suka dengan minuman beralkohol. Toleransi terhadap alkohol hanya sebatas satu gelas kecil soju atau untuk bir aku hanya akan meneguknya sedikit untuk menghormati.

“Gyuri-ya… ayo duduk sebelah sini”

Aku memanggil Gyuri sembari melambaikan tanganku agar dia segera menghampiriku dan duduk dengan tenag. Sejak tadi dia sibuk membantu Sera nuna mempersiapkan semuanya. Bahkan aku terjebak rasa bosan ketika harus menghabiskan beberapa jam dengan orang-orang yang tidak aku kenal di sini. Akhirnya aku dan Gyuri bisa duduk dengan tenang bersebelahan.

“Oppa ayo makan. Buka mulutmu… aaa…”

Gyuri menyodorkan dukkboki di sumpitnya kemudian menyuapkannya ke mulutku. Aku menuruti gadis itu dan mengunyah dukkboki suapannya tersebut dengan perasaan yang sangat senang. Gyuri tersenyum memperhatikanku sebelum kemudian gadis itu mengulurkan tangannya ke wajahku dan menggerakan jari-jari lentiknya untuk menyeka ujung bibirku.

“Gumawo” Ujarku dengan mulut penuh

Gyuri menganggukan kepalanya dengan senyuman yang sangat cantik dan aku langsung menyentuh puncak kepalanya penuh sayang.

“Ehm…”

Suara dehaman yang cukup keras membuat aku dan Gyuri langsung menengok ke arah yang lain. Ternyata semua perhatian mereka sedang tertuju pada kami berdua. Aku dan Gyuri duduk di ujung meja panjang yang telah di siapkan dan dari ujung kiri sampai beberapa orang di sampingku memang memusatkan perhatiannya pada kami. Mungkin mereka semua iri dengan apa yang Gyuri lakukan padaku.
“Aigoo. Kalian berdua manis sekali”

Sera nuna yang melihat kami tampak sangat senang dan malah menggoda Gyuri dengan mengedipkan sebelah matanya, membuat gadis itu langsung menundukan kepalanya sembari menggaruk tengkuk karena malu.

Kami kembali melanjutkan makan malam dengan berbagai menu. Bahkan beberapa orang masih sibuk dengan barbeque, termasuk Seung Hwan Hyung. Beberapa orang disana dengan asiknya membakar daging dan ketika sudah matang langsung dihidangkan ke atas meja untuk kami nikmati.

“Kau benar-benar memasak tadi?”

Aku berbicara dengan Gyuri yang duduk disampingku. Gadis itu sibuk mengunyah makanannya sebelum kemudian menjawab pertanyaanku setelah dia menelan makanan yang ada di dalam mulutnya.

“Tentu saja. Aku membantu Sera unni memasak tadi. Aku juga belajar banyak. Tapi tetap saja cara memasaknya berbeda dengan ibuku”

“Wajar saja. Sera nuna itu kan orang Amerika. Lalu apakah kalian bisa berkomunikasi dengan lancar?”

“Tentu saja iya. Meskipun ada beberapa kosa kata Korea yang tidak dia hafal dan mengucapkannya dalam bahasa Inggris. Untung saja kemampuan berbahasa Inggrisku sangat baik. Jadi terkadang dia juga berbicara dengan bahasa Inggris denganku”

“Jinja? Wah daebak”

“Kau harus menguasai Bahasa Inggris juga. Kurasa bahasa Inggris Miru bahkan lebih baik daripa kau”

“Tentu saja iya. Neneknya Miru itu orang Amerika, paman dan bibinya juga. Tentu saja dia bisa menggunakan Bahasa Inggris dengan mudah karena terbiasa”

“Tetap saja kau tidak boleh kalah dengannya”

“Aku itu mencintai Korea. Aku kan orang Korea. Pandai berbahasa Korea saja sudah cukup”

“Iya terserah apa yang ingin kau katakan. Buka mulutmu lagi… aaa”

Untuk kesekian kalinya Gyuri kembali menyuapkan potongan dukbokki ke dalam mulutku. Membuat aku tidak bisa berbicara untuk menanggapi perkatanya dan hanya bisa mengunyah dengan nikmat.

“Sera Unni. Miru dimana?”

Gyuri bertanya pada Sera Nuna dengan suara yang cukup tinggi karena Sera Nuna yang duduk agak jauh dari kami berdua. Di meja ini hanya ada 2 orang wanita saja, Sera nuna dan juga Gyuri. Tentu saja mereka yang menjadi pusat perhatian di sini, meskipun keduanya sudah punya suami tapi tetap saja aku bisa merasakan bagaimana pria-pria itu terpesona dahsyat melihat kecantikan istriku.

“Miru di dalam. Sedang bermain game di laptop ayahnya. Aku malah menyuruhnya tidur setelah sebelumnya dia makan malam duluan”

“Oh  begtiu” Balas Gyuri sembari menganggukan kepalanya

“Oppa. Ayo kita temui Miru”

Tiba-tiba Gyuri menyentuh tanganku dan menggerakan jari-jarinya dengan manja.

“Sera Nuna bilang Miru sedang sibuk bermain game”

“Ayo temui sebentar. Kita harus memberinya kue-kue itu. lihatlah, Miru pasti suka. Tadi siang kan aku berbelanja bersama Miru. Dan kue itu dia juga yang memilihnya. Pasti Miru belum mencoba kuenya”

“Baiklah, ayo kita masuk ke dalam”

Aku bangkit dari dudukanku kemudian meminta izin untuk meninggalkan meja sebelum yang lainnya selesai. Sementara Gyuri sudah sangat tidak sabar untuk segera menemui Miru. Gadis itu bahkan sudah membawa piring kecil dengan kue-kue di atasnya yang akan diberikan pada Miru.

“Aku akan kembali lagi setelah mengantarkan Gyuri masuk”

“Eum. Kau harus kembali karena kita akan minum bersama” Ujar Seung Hwan hyung

“Araseo. Nanti aku pasti kembali untuk melanjutkan barbeque”

Aku dan Gyuri membungkuk singkat sebelum kami masuk ke dalam rumah. Gyuri tampak sangat antusias untuk segera menemui Miru. Entah kenapa rasanya sangat senang melihat Gyuri yang menyukai anak kecil itu. Dengan seperti ini aku yakin ketika kita punya anak nanti, Gyuri akan sangat menyanyangi dan memperlakukan anak kami dengan baik.

“Miru-ya”

Gyuri langsung menghampiri Miru saat kami baru saja masuk ke ruang tengah. Bocah itu sedang asik bermain game dengan laptop ayahnya. Dia bahkan sendirian saja di dalam sini, padahal yang lainnya malah sibuk di luar. Termasuk ayah dan ibunya.

“Nuna-ya…. eoh? Donghae Samcheon”

Aku melambaikan tanganku ketika Miru menyebutkan namaku dengan tambahan paman di belakangnya. Padahal rasanya aneh saja mendengar bocah itu memanggil Gyuri dengan sebutan Nuna.

“Kau sedang apa?”

Gyuri duduk di samping Miru dan memperhatikan layar laptop di depannya. Miru sedang bermain game kesukaannya. Anak kecil itu tidak perduli dia sedang sendirian di dalam. Benar-benar anak laki-laki yang sangat berani. Dia tidak terlalu manja pada kedua orang tuanya, dan yang aku tau Miru juga sering ditinggalkan oleh Sera unni ketika dia kecil.

“Aku sedang main game. Mommy mengajakku ikut makan di luar, tapi aku mau bermain game saja. Habisnya disana semuanya orang dewasa, dan Miru tidak punya teman”

“Eum. Kalau begitu, Samcheon akan menemanimu di sini”

“Jinja?”

“Eum” Balasku disertai angukan

“Miru-ya. Lihatkan apa yang nuna bawa?”

Gyuri mengangkat kue yang dia bawa dari meja makan kami tadi. Gadis itu terlihat sangat lucu ketika dia berusaha untuk menggoda Miru.

“Kau ingat kita membeli kue ini bersama-sama tadi siang. Ini kue pilihan Miru”

“Wah… Miru mau coba”

“Ini, buka mulutmu… aaaa…”

Dengan lucunya Miru membuka mulut lebar-lebar dan Gyuri langsung memasukan roti itu ke dalam mulutnya.

“Dan satu lagi untuk Donghae samcheon…. aaaa…”

Gyuri menyodorkan roti selanjutnya ke padaku, spontan aku juga langsung membuka mulutku dan melahapnya.

“Kalian berdua memang anak yang pintar”

Gyuri mengulurkan tangannya untuk menepuk puncak kepalaku dan Miru bergantian. Gadis itu bahkan terlihat sangat gemas dan mengusap pipi Miru dengan kedua tangannya. Bocah laki-laki itu memang sangat menggemaskan ketika mulutnya dipenuhi oleh makanan sehingga membuat pipinya jadi semakin berisi.

Kami bertiga menghabiskan waktu untuk bersama-sama bermain game. Miru sangat senang karena aku dan Gyuri datang untuk menemaninya, sampai akhirnya Miru tertidur dengan kepalanya yang berada di pangkuan Gyuri. Bahkan istriku yang cantik itu dengan lembut mengusap kepala miru dan menyanyikan lullaby sampai bocah kecil itu tertidur. Miru langsung dibawa ke kamarnya oleh Sera Nuna, sementara Gyuri yang ikut mengantuk langsung pergi ke kamar juga. Dia terlihat sangat lelah setelah seharian ini beraktifitas.

Dan aku. Seperti janjiku tadi. Aku harus kembali ke bawah dan melanjutkan acara makan malam di luar sana bersama yang lain. Sebenarnya aku tidak terlalu suka minum. Tapi untuk toleransi rasanya tidak apa-apa menghabiskan beberapa teguk bir.

***

Gyuri’s POV

Aku sedang berbaring di atas ranjang menunggui Donghae oppa yang belum juga datang. Aku tidak tahu apa saja yang pria-pria itu lakukan di bawah. Tapi mereka sepertinya masih sangat asik mengobrolkan banyak hal sembari makan dan ditemani bir yang sudah disediakan.

Karena bosan aku kembali bangkit dan meraih ponselku yang tergeletak begitu saja diatas meja. Aku mengirimkan pesan pada Donghae oppa. Sebenarnya tidak yakin dia akan membalasnya, mungkin saja pria itu sudah mabuk dan tidak sadarkan diri sampai-sampai dia lupa bahwa istrinya sedang menunggui sampai hampir mati karena bosan.

To : Donghae Oppa

“Apa masih lama?”

Aku mengirimkan pesan yang sangat singkat agar dia bisa langsung membaca dan membalasnya. Beberapa saat aku menunggu ponselku berdeirng tapi tetap saja tidak ada balasan. Saat itu juga aku langsung menekan tombol satu, untuk panggilan langsung ke nomornya.

Aku bisa mendengar nada tunggunya lama-lama, tapi tidak dijawab juga. Sebenarnya apa yang sedang dilakukan sekelompok pria-pria Korea itu di bawah sana. Mereka bilang Cuma mau barbeque. Tapi kenapa lama sekali. Sekarang bahkan sudah lewat dari jam 11 malam. Apa aku tidur duluan saja? Aish, tapi aku sama sekali tidak mengantuk.

Untuk kedua kalinya aku mengirimkan pesan pada Dongha oppa dan berharap dia bisa membaca kemudian membalasnya.

To : Donghae Oppa

“Aku bosan. Kapan kau kembali ke kamar? Aku menunggumu sejak tadi. Aku tidur duluan ya? Kalau kau tidak membalas aku benar-benar akan tertidur. Jangan membangunkanku kalau kau masuk. Pokoknya kau jangan membangunkan aku dengan alasan apapun. Oppa aku serius. Kalau kau menelepon aku sekarang, aku juga tidak akan mengangkatnya karena sudah tidur. Oke. Anyeong”

Aku meletakan ponselku dengan perasaan kesal sendiri. Ini adalah acara honeymoon kami. Seharusnya kami bisa bersenang-senang berdua tanpa ada pengganggu. Memang menyenangkan berada di sini. menginap di tropic house dan ditemani oleh orang-orang Korea yang lain. Tapi ketika aku dan Donghae oppa membutuhkan waktu untuk berdua saja rasanya malah merasa terganggu. Aigoo. Aku benar-benar bosan. Siapa yang harus aku hubungi untuk menemaniku mengobrol.

Setelah menimbang beberapa saat akhirnya aku memutuskan untuk menghubungi Jiyeon. Mungkin di Korea sekarang sudah pagi dan Jiyeon pasti sedang sibuk di cafe ibunya. Sekarang di kampus sudah tidak ada aktivitas kuliah karena kami semua memang sedang liburan.

Aku mencari nama kotak Jiyeon dan langsung menghubungi nomornya. Melakukan panggilan internasional Amerika Korea. Tidak perduli  jam berapa disana, Jiyeon harus menemaniku mengobrol sampai aku tertidur.

“Yeobseo”

“Jiyeon-ah…”

“Hei, Kim Gyuri. Ada apa kau menghubungiku pagi-pagi begini?”

“Disini masih malam dan aku ingin kau menemaniku sampai tertidur”

“Apa kau bilang?”

“Sudah tidak usah banyak protes. Aku sedang sendirian di dalam kamar sementara suamiku yang tampan itu masih melanjutkan aktifitasnya di luar”

“Maksudmu? Apa yang terjadi sebenarnya? Kalian bertengkar?”

“Tidak. Tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin mendengar suaramu saja. Memangnya kau tidak merindukanku?”

“Araseo. Bogosiphoseo…. bagaimana liburanmu di Hawaii. Menyenangkan?”

“Sangat. Di sini setiap hari aku pergi ke pantai. Kau tau kan aku sangat suka dengan pantai”

Eum. Lalu kalian sudah mendatangi tempat apa saja? Beritahu padaku biar nant ketika aku pergi ke sana aku juga bisa mendatangi tempat-tempat yang kau datangi”

“Banyak. Pokoknya banyak sekali. Kau harus datang kesini kapan-kapan”

Aku berbaring dengan selimut yang menutupi tubuhku. Sementara tanganku masih sibuk memegangi ponsel dan melanjutkan obrolanku dengan Jiyeon.

“Kapan kau pulang?”

“Mungkin lusa atau besok lusa. Kenapa? Merindukanku kah?”

“Iya. Aku merindukanmu. Nanti setelah kau pulang. Kita harus pergi menonton film baru. Atau sekalian saja kita menonton konser”

“Eum. Oke. Sudah lama juga kita tidak pergi nonton konser”

“Hei. Di Hawaii jam berapa sekarang?”

“Lebih dari jam 11 malam. Aku juga sudah mengantuk sebenarnya”

“Yasudah kau tidur saja”

“Tapi aku belum mau tidur”

“Lalu apa yang harus aku lakukan?”

“Jangan nyanyikan lullaby untukku. Kau cerita saja. Ceritakan apapun yang ingin kau ceritakan”

“Tidak mau. Jika aku cerita lalu kau tidur, percuma saja. Sudah cepat sana kau tidur saja”

“Baiklah-baiklah. Aku tidur. Aku tutup teleponnya ya. Anyeong”

“Eum. Jalja”

Aku memutus sambungan telepon dengan Jiyeon. Mataku sudah sayu dan hampir terpejam ketika aku meletakan kembali ponselku ke atas meja. Kulirik jam digital yang terletak diatasnya. Sudah jam 11.19 PM sebentar lagi sudah tengah malam tapi Donghae oppa belum juga kembali ke kamar.

Baiklah aku memutuskan untuk tidur saja. Jika nanti dia datang aku tidak akan perduli dan akan tetap tidur pura-pura tidak dengar. Salah siapa tidak membalas pesanku dan tidak mengangkat panggilanku.

Baru saja beberapa detik aku memejamkan mata tiba-tiba terdengar suara dari kenop pintu yang terbuka. Dan suara dari langkah kaki yang terdengar mendekat. Aku rasa pria itu sudah selesai dengan acaranya. Dia baru masuk setelah aku hampir tertidur. Bagus sekali.

“Gyuri-ya… “

Suara Donghae oppa terdengar sedikit berbeda. Apa dia mabuk?

“Kau sudah tidur eum?”

Aku meraskan ranjangnya bergerak karena Donghae oppa mendudukinya. Segera aku membuka kedua mataku dan bangkit dari berbaring, kuperhatikan wajahnya yang memerah. Ya, aku yakin di pasti baru habis minum. Karena Donghae oppa akan berubah menjadi merah hanya dengan sedikit alkohol saja.

“Kau mabuk?”

“Ani… hanya sedikit pusing saja. Padahal aku tidak menghabiskan satu kaleng bir-nya. Tapi kepalaku sudah pusing jadi aku memutuskan untuk tidur dan meninggalkan acara itu terlebih dahulu”

“Ah begitu. Yasudah cepat sana bersihkan dirimu, ganti baju dan tidurlah, besok pagi pasti kepalamu akan terasa lebih baik. Nanti pusingnya jadi hilang”

“Kepalaku terasa berat sekali. Dan aku yakin pasti sekarang wajahku sudah sangat memerah”

“Eum. Kau itu tidak bisa minum, jadi sekalinya minum kau akan jadi seperti ini. Sudah ayo sana ganti baju”

“Tidak mau”

Donghae oppa malah merangsek tubuhnya ke arahku dan menarikku ke dalam pelukannya. Dia menggerakan kepalanya di sekitar bahuku, kemudian menyingkirkan rambut panjangku di sana. Aku merasakan ujung hidungnya menyentuh leherku. Beberapa saat dia masih betah memeluk tubuhku kemudian melepaskannya tiba-tiba.

“Shampomu wangi stroberi. Aku menyukainya”

Baru saja Dongahe oppa akan memeluk tubuhku lagi aku langsung mendorong dadanya menjauh.

“Eiy… ayo sana ganti baju dulu” Bujukku

“Aku tidak mau”

Untuk kai ini Donghae oppa sedikit memaksa untuk memeluk tubuhku lagi. Dia semakin mengeratkan pelukannya dan beberapa saat kemudian aku bisa merasakan bagaimana hangat permukaan bibirnya menyentuh leherku. Baiklah sepertinya aku memang tidak bisa meloloskan diri untuk kali ini.

“Aku menginginkanmu” Bisiknya di telingaku

Mendengar itu tentu saja aku langsung terhenyak. Udara hangat dari nafasnya membuat aku langsung merinding. Dan yang terjadi selanjutnya adalah dengan santainya dia menurunkan tali baju tidur di bahuku. Gerakan itu memulai malam kami yang menyenangkan sekaligus melelahkan. Aku tau dia melakukannya dalam keadaan setengah mabuk. Bahkan aku masih bisa merasakan sisa-sisa alkohol di dalam mulutnya ketika kami berciuman. Baiklah, sepertinya malam ini benar-benar akan menjadi malam yang sangat panjang.

***

07.09 AM

Donghae’s POV

Aku mengernyitkan mataku saat kurasakan cahaya dari sinar matahari yang terang mengenai retina mataku yang baru saja terbuka. Perlahan aku membuka mataku dan yang pertama aku lakukan adalah melihat jam digital yang ada diatas meja disamping ranjang 07.09 AM dan berarti ini masih sangat pagi.

Seluruh tubuhku terasa sangat pegal dan aku baru menyadari bahkan saat ini seorang gadis tengah berada dalam pelukanku. Gadis itu masih tertidur damai dengan selimut yang menutupi tubunya sebatas dada. Dari bagaimana rasanya ketika dia memeluk tubuhku, aku tau bahwa Gyuri masih belum mengenakan baju-bajunya yang berserakan di lantai, berantakan bersamaan dengan baju-bajuku.

Aku ingat apa yang terjadi tadi malam. Tentu saja sangat ingat. Meskipun saat itu kepalaku sedang sangat berat karena sebelumnya meminum bir. Tapi aku tidak bisa dikatakan mabuk. Yah, mungkin setengah mabuk. Aku tidak bisa meminta izin untuk pergi ke kamar terlebih dahulu dari semuanya. Bahkan ketika Gyuri menghubungiku aku juga tidak bisa meresponnya karena tidak enak pada yang lain. Untuk menghormati semuanya, aku ikut minum bir yang telah disediakan disana, meskipun hanya beberapa teguk samapi kepalaku terasa berat.

Aku melepaskan rangkulan di tubuh Gyuri dan pelan-pelan bangkit dari berbaring. Sebisa mungkin aku tidak membuatnya terbangun karena aku tau Gyuri pasti sangat lelah setelah semalaman kami  menghabiskan cukup banyak tenaga untuk saling meluapkan cinta.

Kutatap wajah cantiknya yang terlihat bersinar karena terkena sinar matahari pagi dari celah kaca jendela kamar kami. Aku mengusap bahu pucatnya dan membenarkan letak selimut yang menutupi tubuhnya. Gyuri pasti akan langsung tersentak kaget jika bangun nanti dia mendapati pakaiannya berserakan di lantai. Sebuah kebiasaan yang tidak pernah berubah. Padahal suda berapa kali dia terbangun dan mendapati tubuhnya dalam keadaan yang sama, tapi tetap saja perasaan terkejut itu akan sangat berlebihan.

Aku segera bangun dan mandi. Tapi ketika aku sudah selesai mandi, Gyuri masih belum bangun juga. Sepertinya dia masih butuh banyak waktu untuk beristirahat. Tadi sebenarnya aku berencana untuk mengajaknya pergi ke pantai dan nenikmati suasana pagi di sana, tapi sepertinya aku harus pergi terlebih dahulu dan menungguinya disana.

Kuliirk ponsel miliknya yang tergeletak di atas meja dan menuliskan sesuatu disana. Aku tau kebiasaan yang dilakukannya saat pertama kali membuka mata dipagi hari adalah mencari keberadaan ponselnya. Baiklah nona Gyuri yang cantik, sampai bertemu di pantai.

***

Gyuri’s POV

Aku menggeliat dengan mata terpejam dan baru bisa merasakan bahwa seluruh tubuhku terasa sangat kaku. Aigoo. Apa semalam kami terlalu bekerja keras? Atau karena pria tampan itu membuat aku kewalahan berkali-kali sampai kelelahan seperti ini.

Kugerakan sebelah tanganku untuk mencari keberadaan Donghae oppa disampingku. Aku ingin memeluk tubuhnya tapi ternyata dia tidak bisa aku jangkau dengan tanganku. Apa sudah bangun?

Dengan sedikit enggan aku membuka mataku dan mendapati bahwa Donghae oppa ternyata sudah tidak ada di tempat tidur. Aish, jinja. Setelah apa yang dilakukannya semalaman, sekarang malah meniggalakan aku sendirian seperti ini hum?

Aku bangkit dari berbaring sembari memegangi selimut di dadaku dan merasa tercengang saat menyaksikan pakaianku sendiri berserakan di bawah tempat tidur. Yah, hal seperti ini memang bukan pertama atau kedua kalinya terjadi. Tapi tetap saja aku pasti akan merasa sangat terkejut setiap bangun tidur dan mendapati keadaan tubuhku sendiri.

Kuraih ponselku yang tergeletak dia tas meja. Kebiasaan yang selalu aku lakukan ketika baru saja membuka mata. Aku menggeser screen lock ponselku dan langsung disuguhi sebuah catatan yang ditulis di memo yang langsung terlihat ketika aku menggeser screen lock-nya.

“Aku pergi ke pantai. Kalau kau sudah bangun, temui aku disana… oh iya, terimakasih untuk semalam. Aku mencintaimu”

Kedua sudut bibirku tertarik membentuk sebuah senyuman. Pria itu. Kenapa dia selalu bisa membuat aku meleleh?

***

“Oppa…”

Aku berteriak dengan suara yang cukup keras untuk memanggil seorang pria yang sedang duduk di atas pasir sembari memandangi laut di hadapannya. Donghae oppa melambaikan tangannya padaku dan tersenyum melihat kedatanganku.

Dengan terburu-buru aku langsung berlari menghampirinya dan hal yang sama dilakukan oleh Donghae oppa. Dia menyambutku dengan sebuah pelukan hangat kemudian malah semakin mengeratkan pelukannya sampai tubuhku sedikit terangkat. Pria itu baru melepaskan pelukannya ketika aku menepuk-nepuk bahunya karena sesak.

“Aish, jinja. Kau mau membunuhku dengan sebuah pelukan hum?” Gerutuku kesal

Bukannya merespon, dia malah menangkupkan kedua tangannya di pipiku dan mengecup bibirku singkat. Membuat aku langsung melongo dengan perlakukannya.

“Jangan mengomel. Kau tetap saja terlihat cantik meskipun sedang mengomel”

Oke. Terus saja membuat aku terbang jika kau tidak membuatku meleleh sampai pingsan. Ini adalah resiko memiliki suami seorang pria yang rajin menggombal dan pandai merayu. Tidak ada satu haripun yang aku lewatkan tanpa mendengar kata-kata manis dari mulutnya.

“Kau curang. Kenapa meninggalkanku sendirian di dalam kamar?”

“Itu karena kau maish belum bangun juga. Aku tidak tega membangunkanmu. Karena suasana pagi di pantai akan sangat indah, jadi aku memutuskan untuk datang kesini. Dan ternyata memang benar-benar sangat indah”

“Pantainya masih sangat sepi jika kita datang sepagi ini”

“Iya kau benar. Tapi setelah ini pasti akan banyak sekali yang datang untuk berjemur dengan hangatnya matahari pagi”

Aku memperhatikan setiap kata yang keluar dari bibirnya. Tapi isi fikiranku mulai berkecamuk mengingat bagaimana fasihnya bibir itu bergerak menciumiku dalam-dalam dan mengecupi leherku dengan lembut. Ya Tuhan. Kenapa pria ini hebat sekali?

“Wae?”

“Eoh?” Jawabku dengan tampang melongo

“Kenapa kau memperhatikanku seperti itu? Terpesona hum?”

“Eum”

Spontan aku langsung menganggukan kepalaku mendengarnya  bertanya, sebuah respon bodoh yang memalukan. Bagaimana bisa aku menganggukan kepalaku saat dia bertanya apakah aku sedang terpesona padanya. Aish jinja.

“Aigoo, neomu kiyeowo..”

Donghae oppa mengulurkan kedua tangannya untuk mencubit pipiku dengan gemas. Oke. Baiklah, aku harus mengakui terkadang sebuah kesalahan itu malah membuat aku terlihat cute. Dan terbukti dengan apa yang dilakukannya padaku sekarang.

***

“Jadi semalam kau mabuk?”

Aku bertanya pada Donghae oppa yang sedang berjalan disampingku. Kami berdua menapaki pasir pantai dengan bertelanjang kaki. Merasakan bagaimana lembutnya pasir pantai disini menyentuh telapak kaki kami.

Suasananya yang sangat sepi membuat aku merasa bahwa pantai ini memang sengaja disiapkan hanya untuk aku dan Donghae oppa berdua saja. Padahal beberapa saat lagi pasti akan langsung ramai oleh pengunjung.

“Jadi sebenarnya semalam itu aku sudah ingin pergi ke kamar untuk tidur. Tapi rasanya tidak enak dengan rekan-rekan yang lain. Mereka bilang aku harus minum dulu sebelum pergi. Yasudah, aku minum saja”

“Bahkan wajahmu berubah jadi merah”

“Tapi aku tidak sepenuhnya mabuk. Hanya kepalaku saja yang terasa berat. Aku masih bisa mengingat semuanya dengan jelas. Tenang saja”

“Apa maksudmu?”

“Eiy… Jangan khawatir aku melupakan apa yang kita lakukan tadi malam. Terimakasih karena kau telah membuatku merasa sangat bahagia”

Aku merespon perkataannya dengan semakin mengeratkan genggaman tanganku padanya. Entahlah harus menjawabnya seperti apa. Aku rasa hubungan kami berdua memang sangat baik. Dan tidak ada yang bisa membuat kami saling menyakiti satu sama lain. Meskipun banyak hal yang terjadi selama satu tahun terakhir menjadi pasangan suami istri. Tapi semuanya masih bisa dilewati dengan sangat baik.

Donghae oppa mengajakku kembali ke Tropic House ketika sinar matahari mulai menjadi semakin panas. Mungkin hari ini adalah hari terakhir kami di Hawaii karena besok kami harus kembali ke Korea. Masih banyak pekerjaan Dongha oppa yang ditinggalkan disana, dan sepertinya ketika pulang dari sini Donghae oppa harus menghabiskan banyak waktu di kantor dengan pekerjaannya yang tertunda.

***

Tropic House, 09.16 AM

“Maafkan aku, tapi ini memang sangat mendadak. Aku harus menyelesaikan masalahku dengan Sera dulu. Kalian bisa kan membantuku?”

Aku dan Donghae oppa baru saja kembali ke penginapan tapi kemudian Seung Hwan oppa sudah menunggu kami di depan. Dia terlihat sangat panik karena Sera unni yang tiba-tiba pergi setelah semalam mereka bertengkar. Aku merasa sangat khawatir dengan apa yang terjadi pada keduanya, tapi yang lebih menghawatirkan adalah bagaimana dengan Miru. Aku masih sangat ingat bagaimana Miru menceritakan tentang pertengkaran kedua orang tuanya. Dan semoga saja untuk kali ini Miru tidak tahu mengenai hal ini.

“Tapi Miru belum bangun?”

“Iya, dia belum bangun makanya aku tidak bisa mengajaknya pergi mencari Sera. Tolong kalian jaga Miru sampai aku kembali. Bagaimana? Bisa tidak?”
“Tentu saja hyung. Aku dan Gyuri akan menjaga Miru. Hyung selesaikan saja urusan dengan Sera nuna”

“Baiklah kalau begitu. Terimaksih atas bantuan kalian. Aku pergi dulu”

Seung Hwan oppa terlihat sangat terburu-buru karena dia langsung berlari menuju keluar. Sepertinya pertengkaran mereka kali ini juga cukup serius sampai-sampai Sera unni pergi meninggalkannya dan Miru. Sebenarnya hal itu adalah kebiasaan buruk, dan aku harap itu tidak akan pernah terjadi padaku dan juga Donghae oppa.

Sesaat setelah Seung Hwan Oppa pergi. Aku dan Donghae oppa saling melempar pandang dan menggelengkan kepala secara bersamaan. Kami berdua duduk di ruang tengah untuk kemudian membicarakan mengenai apa saja yang akan dikatakan pada Miru setelah ini dan bagimana cara mengajaknya bermain agar tidak menanyakan keberadaan kedua orang tuanya. Tapi baru saja aku dan Donghae Oppa memulai pembicaraan, tiba-tiba suara anak kecil terdengar dari atas tangga. Miru sedang berdiri dan mulai melangkah turun masih dengan baju tidurnya.

“Donghe samcheon… apa melihat mommy?”

Miru yang baru bangun langsung menanyakan keberadaan ibunya. Bahkan bocah itu masih terlihat mengantuk.

“Miru-ya, sudah bangun?”

Dengan cekatan aku langsung menghampiri Miru dan menanyainya penuh simpati.

“Nuna, kenapa ketika aku bangun tidak ada mommy dan juga daddy. Apa mereka sudah kembai ke Korea? Lalu bagimana dengan Miru? Apa mereka meninggalkan Miru?”

“Aniy.Tadi pagi Mommy dan Daddy Miru tiba-tiba harus pergi untuk mengurusi satu hal, jadi hari ini Miru main dengan nuna dan samcheon oke?”

“Tapi mommy tidak meninggalkan Miru kan?”

“Tidak tentu saja tidak. Mereka akan kembali siang atau nanti sore dan tadi ayah miru meminta kami berdua untuk menenami Miru”

Aku meraih tangan Miru menuntunnya untuk duduk di kursi yang ada di ruang tengah. Dan Donghae oppa dengan penuh perhatian langsung menarik tangan miru dan memangku tubuh anak laki-laki itu penuh sayang. Aku sangat suka melihat Donghae oppa berinteraksi dengan Miru. Rasanya sangat menyenangkan melihat dia bisa bersikap sangat baik pada anak kecil.

“Samcheon tidak ada urusan kan hari ini? Jadi bisa menemani Miru kan?”

“Eum. Tentu saja, Donghae Samcheon akan menemani Miru bermain seharian. Sekarang bagaimana kalau kita berenang saja? Eoh?”

“Berenang? Ayo, sejak kemarin Miru sangat ingin berenang, tapi Mommy tidak mengizinkannya”

“Jinja? Sayang sekali. Yasudah, sekarang Miru berenang bersama samcheon dan juga Gyuri nuna. Setelah itu kita pergi untuk mengelilingi Big Island, kalau perlu kita menyebarang ke Maui juga. Ini bukan pertama kalinya Miru ke Hawaii kan? Berarti Miru tahu apa saja yang menarik di sini kan?”

“Donghae samcheon. Miru tidak ingat apa saja yang Miru lakukan tiap datang kesini”

“Hahaha. Kau ini. Yasudah ayo kita berenang saja… lets go…”

Donghae oppa mengangkat tubuh Miru dan menggendongnya menuju ke kolam renang yang ada di halaman samping tropic house. Bahkan resort ini masih sangat sepi karena aku yakin yang lainnya masih damai dengan tidur masing-masing. Tapi baguslah, jika seperti itu, aku Donghae oppa dan juga Miru bisa berbas bermain-main.

***

Donghae’s POV

Aku, Gyuri, dan juga Miru langsung masuk ke dalam kolam renang dengan riang. Kami berdua harus menjaga Miru dan mengajaknya bermain seharian ini. Miru itu hanya anak kecil yang tidak tahu masalah apapun yang sedang terjadi pada kedua orang tuanya. Dan sebiknya aku tidak membuat dia menanyakan kedua orang tuanya berkali-kali.

Sebelumnya aku membuka baju tidur Miru dan membantunya memakai celana pendek untuk berenang. Karena aku dan Miru sama-sama laki-laki jadi aku tidak membiarkan Gyuri untuk melakukannya. Lagipula Miru juga tidak mau jika Gyuri yang melepaskan bajunya karena dia merasa malu. Hahaha. Benar-benar lucu.

Aku dan Miru masuk terlebih dahulu ke dalam air, sementara Gyuri hanya mengawasi kami dari tepi kolam renang. Melihat nuna cantiknya itu malah asik memperhatikan kami, akhirnya Miru protes juga. Dia meminta Gyuri untuk turun ke kolam renang dan bergabung bersama kami. Tentu saja aku menjadi orang yang paling mendukung permintaan Miru.

Akhirnya kami bertiga masuk kedalam kolam renang, tapi tetap saja Gyuri malah bermain-main dengan perlengkapan renang milik Miru. Bukannya membantuku menjaga Miru, dia malah asik sendiri bermain-main air. Tapi melihatnya seperti itu memang sangat menyenangkan.

“Nuna… ayo ke sebelah sini. Nuna harus berenang”

“Aku tidak bisa berenang dengan baik. Miru bermain dengan paman saja. Tadi kan Miru Cuma minta nuna untuk turun ke air. Oke, nuna sudah ikut turun kan sekarang?”

“Nuna tidak bisa berenang? Kalau begitu harus belajar”

“Ani, aku bisa berenang. Tapi aku masih sedikit tidak berani”

Aku tertawa melihat Gyuri yang hanya berdiri di tepi kolam renang sembari memperhatikan kami. Sebenarnya aku agak riish dengan pakaian renang yang dia gunakan.

“Gyuri-ya…” Panggilku

“Wae?”

“Kemarilah”

“Tidak mau”

“Ayo kemari”

“Mau apa?”

“Sini aku ajari berenang”

Aku mengedikkan kepalaku memerintahkan Gyuri untuk mendekat. Tapi dia msih tetap berdiri di pinggiran kolam sembari menggelengkan kepalanya. Melihatnya seperti itu akhirnya aku memutuskan  berenang menghampirinya setelah sebelumnya aku menaikkan tubuh Miru ke tepi, dan membiarkan dia duduk di pinggiran kolam dengan kedua kaki yang mengayun memainkan air.

“Miru tunggu di sini. Samcheon akan mengajari Gyuri nuna berenang”

“Oke” Jawab Miru sembari mengangkat jempolnya

Setelah memastikan Miru akan baik-baik saja, aku langsung memutar tubuhku dan berenang menghampiri Gyuri di sebrang sana. Gadis itu hanya tersenyum menyaksikan aku yang dengan santai berenang mendekat kearahnya.

“Aku bisa berenang oppa. Aku tidak perlu diajari” Ujarnya langsung ketika aku bahkan belum mengatakan apapun.

“Yasudah ayo coba lakukan”

“Aku tidak mau berenang”

“Kenapa. Kau bilang kau bisa berenang”

“Aku bisa berenang. Aku tau apa yang harus aku lakukan, hanya saja aku… aku takut tenggelam…”

“Astaga Ya Tuhan. Lihat kau bisa berdiri dengan tegak di sini. Tinggi airnya hanya sepinggangmu. Kenapa harus takut tengelam”

“Kau tau kan aku ini penakut.  Jadi percuma saja mengajariku”

“Siapa bilang? Ayo cepat pegang tanganku”

Aku mengulurkan kedua tanganku yang kemudian langsung disambut Gyuri dengan ragu-garu. Gadis itu meraih tanganku dan memeganginya erat-erat. Aku mulai menuntun kedua tangannya dan menariknya pelan-pelan ketika dia mulai mengangkat kakinya dari dasar kolam dan menggerakannya untuk berenang. Bahkan sekarang ini adalah untuk pertama kalinya aku mengajari Gyuri berenang. Aku juga baru tau kalau dia tidak pandai berenang.

“Mudah bukan” Tanyaku pada Gyuri yang masih berkonsentrasi menggerakan kedua kakinya

“Jangan lepaskan tanganku” Ujarya penuh penekananan

“Araseo”

Aku meyakinkan Gyuri dan terus membantunya untuk belajar menggerakan kakinya dengan benar. Cukup lama aku menghabiskan waktu untuk mengajari Gyuri berenang. Tapi kemudian aku langsung menyuruhnya naik dan mengenakan kembali bajunya. Melihatnya berenang dengan pakaian seminim itu membuat aku risih sendiri jadinya.

***

11.17 AM

Kami mengunjungi Polynesian Cultural Center and Deluxe Oahu Tour . Atraksi scenic Oahu dan Pusat kebudayaan Polynesian yang mempesona.  Banyak yang bisa dilakukan di daerah sini. Diantaranya adalah berjalan melewati lembah Nu`uanu, tour ke desa Pasifik selatan, menikmati buffet lunch, surfing di pantai utara dan banyak lagi.

Aku, Gyuri dan Miru menghabiskan makan siang di Oahu dengan tema buffet lunch yang memuaskan. Dengan seperti itu makan siang kami terasa lebih santai, dan Miru juga sangat senang karena dia bisa memilih semua makanan kesukaannya sendiri.

Selesai di Oahu, kami bertiga pergi mengunjungi Pearl Harbor, The Arizona Memorial and Punchbowl Tour. Kami melakukan kunjungan di Amelia Earheart Lookout. Menaiki hutan yang rimbun. Menikmati panorama dan melihat pemandangan Diamond Head yang begitu menarik. Waikiki dan Honolulu memang tempat yang sangat mempesona.

“Kita sudah menggunjungi banyak tempat. Miru pernah tidak mendatangi tepat-tempat ini?”

Aku menanyai Miru yang sedang berjalan diantara aku dan Gyuri yang menuntun kedua tangannya. Bocah ini terlihat sangat senang karena kami mengunjungi banyak sekali tempat untuk menghiburnya. Sebisa mungkin aku dan Gyuri membuat Miru tidak menanyakan bagaimana ayah dan ibunya sekarang.

“Kalau datang ke Hawaii, Miru hanya pergi ke rumah nenek saja. Dan sebelumya Miru tidak ingat karena Miru kan masi kecil”

“Aigoo. Sekarang kan kau juga masih kecil Miru”

Gyuri mengacak rambut Miru dengan gemas mendengar pernyataan polos yang dilontarkan oleh bocah itu.

“Oppa, sekarang kita mau pergi kemana lagi. Ini sudah hampir sore”

“Bagaimana kalau Pacific Aviation Museum and Pearl Harbor Tour”

“Melihat kapal perang yang kau ceritakan itu?”

“Eum. Miru pasti juga senang jika melihat hal seperi itu. Dia kan anak laki-laki jadi Miru rasanya akan mendukung keinginanku”

“Baiklah, terserah kau saja kalau begitu”

“Oke Miru? Bagaimana kalau kita meihat kapal perang? Eoh?”

“Disini ada? Sebelah mana?”

“Oke, ayo kita pergi kalau begitu”

Aku kembali memimpin Gyuri dan juga Miru menuju tempat berikutnya. Berbekal peta perjalanan dan juga fasilitas lengkap dari ponsel, aku bisa sampai ke tempat manapun yang diinginkan. Untuk  Tour kali ini disuguhkan dengan setiap hal yang akan membawa kami kembali ke Peristiwa Hawaii 7 Desember 1941. Berpetualang kembali ke masa sejarah via Museum Oahu’s Pacific Aviation. mengunjungi Hangar nomor 37, melihat ukuran panjang pesawat dan senjata atau peralatan Perang dunia 2. Banyak hal yang menarik tentu saja. Dan melihat Miru juga sngat antusias. Dia merasa seperti sedang masuk ke dalam game yang sering dimainkannya secara langsung.

Puas menikmati berbagi hal yang disuguhkan disana. Akhirnya kami bertiga kembali ke Big Island. Setelah sebelumnya Gyuri mengikuti kemanapun tempat yang aku inginkan. Dengan sabar dia menemani aku dan Miru menyaksikan banyak hal. Dan sekarang giliran dia yang mengusulkan tempat mana yang ingin dikunjungi. Tapi aku sudah bisa menebaknya dengan sangat mudah. Yep. Tempat berbelanja tentu saja. Sejak tadi Gyuri membicarakan tentang oleh-oleh yang harus dia beli dan ada juga beberapa hal yang hanya bisa di dapatkan di Hawaii, gadis itu bilang dia harus mendapatkan semuanya. Dan aku akan memenuhi apapun keinginannya di sini.

***

Kami memasuki daerah dengan jajaran pertokoan yang cukup ramai. Jalanan sepanjang ini mirip seperti daerah Myeongdong di Korea, atau yah layaknya daerah perbelanjaan khusus yang memang sepertinya banyak didatangi oleh para turis asing.

“Oppa, coba lihat ini. Lucu kan?”

Gyuri menarik tanganku dan membawaku masuk ke dalam toko pakaian yang cukup ramai. Dia mengambil sebuah kaus berwarna biru muda dengan gambar jerapah di depannya. Kaus itu memang bukan ukuranku. Gyuri mengambilnya untuk Miru.

“Miru. Ini bagus kan?”

Gyuri mengangkat baju di tangannya ke arah Miru yang sedang berada di punggungku. Karena Miru lelah jadi aku menggendongnya sejak tadi.

“Iya, Miru suka” Jawabnya polos

“Jinja?”

Gyuri langsung menampakan  ekspresi senangnya melihat Miru yang menyukai baju pilihannya. Gadis itu segera meraih tubuh Miru dan menurunkanya dari punggungku dengan tidak sabar.

“Ayo kita coba” Ujarnya

“Oke” Balas Miru sembari berjalan dituntun oleh Gyuri menuju ke fiting room yang ada di sudut ruangan.

Beberapa saat aku menunggui dua orang itu keluar sampai akhirnya aku melihat Miru sudah mengganti kaus yang tadi dipakainya dengan baju pilihan Gyuri.

“Wah, kyeopta…” Ujarku sembari mengangkat dua jempolku untuk Miru

Gyuri tertawa dan kembali membungkukan badannya untuk merapihkan kaus yang dipakai Miru. Kami keluar dari toko tersebut setelah sebelumnya membayar apa yang kami beli.

“Miru, nuna mau ambil gambarmu. Dan kita juga harus mengambil foto bersama. Nanti kalau kita sudah kembali ke Korea Miru harus sering main ke rumah Nuna. Kau tau Dong Hwan samcheon kan? Kau bisa minta dia mengantarkanmu ke rumah kami”

“Eum. Miru juga mau main lagi bersama Gyuri nuna dan Donghae samcheon. Nanti kalau Samcheon sudah memberikan adik bayi, pasti Miru akan semakin senang”

Aku danGyuri secara bersamaan langsung melempar pandang satu sama lain. Gadis itu tersenyum padaku dan kembali mengalihkan perhatiannya pada Miru.

“Oke. Nanti jika kami berdua sudah memiliki bayi, Miru harus sering main kerumah dan membantu nuna untuk menjaga adik bayinya ya”

“Pasti. Miru pasti akan sering main”

“Jinja? Hahaha… anak pintar”

Gyuri mengusap kepala Miru dan terlihat sangat menyayangi bocah itu, membuat aku semakin senang melihat keakraban keduanya.

“Oke. Miru, ayo berdiri di sebelah sana. Nuna mau mengambil foto miru dengan baju barunya”

Miru menuruti perkataan Gyuri dan langsung berdiri dengan senyuman khasnya. Bocah laki-laki itu terlihat sangat menggemaskan.

***

“Kita mau pergi kemana lagi setelah ini?” Tanyaku pada Gyuri yang masih terlihat bersemangat untuk melangkah.

Aku tau gadis ini memang sangat hobil berbelanja. Dia akan menjadi sangat senang ketika menyaksikan banyaknya pernak-pernik lucu dan pasti akan lanngung membeli semuanya tanpa memikirkan apapun. Terkadang aku selalu menghawatirkan kebiasaan belanjanya yang tidak terkontrol.

“Ayo kita lihat oleh-oleh di toko souvenir sebelah sana. Aku harus membelikan sesuatu untuk teman-teman kelasku dan juga untuk orang tua kita”

“Oh, baiklah kalau begitu” Jawabku menurut

“Miru, kau tidak cape kan? Kalau lelah berjalan bilang saja, nanti Dongahe samcheon  akan menggendongmu lagi. Oke?”

Gyuri menanyai Miru yang sedang berjalan berpengangan tangan denganku. Santai sekali dia mengatakan pada Miru jika lelah maka aku yang akan menggendong. Aigoo.

Kami berhenti sejenak disebuah cafe untuk membeli minuman dingin. Seperti biasanya Guri membeli vanilla latte kesukaannya. Sementara Miru lebih meilih ice cream coklat yang sama denganku.

Kami berjalan dengan santai menyusuri jajaran toko di daerah Waikiki dan masuk ke salah satu toko souvenir yang cukup lengkap. Terlihat banyak sekali hal yang mereka jual, yah cukup menarik. Aku rasa aku juga harus membeli beberapa oleh-oleh untuk orang kantor.

“Hei Gyuri, lihat itu”

Aku menunjukan sebuah kalung dengan satu butiran mutiara kecil sebagai hiasannya. Kalung itu terlhat sangat simple tapi menarik. Entah apa yang membuatnya menarik, hanya saja ketika melihatnya aku langsung merasa bahwa kalung itu akan sangat cantik jika dipakai oleh Gyuri.

“Yang mana? Itu?”

Gyuri menunjuk kalung yang aku maksud dan segera mengambilnya. Dia menyerahkannya padaku untuk memintaku memakaikan di lehernya.

“Hei, kau harus membayar dulu sebelum memakainya”

“Tidak apa-apa, ayo pakaiakan saja. Aku pasti akan membayarnya”

Aku menuruti perintah Gyuri dan langsung memakainkan kalung itu di lehernya. Dan benar saja. Kalung sesimple itu akan terlihat sangat cantik berad di lehernya. Bahkan sebuah kalungpun sangat tau dimana tempat yang bisa membuatnya terlihat sangat cantik.

“Oh iya Oppa. Ayo pilih apapun yang bagus. Kita akan membelinya untuk oleh-oleh”

Gyuri kembali mengintruksiku untuk membantunya. Sementara dia malah sibuk sendiri dengan berbagai aksesoris yang dijual di sini.

Kami menghabiskan cukup banyak waktu di toko souvenir. Tapi bukan hanya menghabskan waktu, kami juga menghabiskan cukup banyak uang untuk membayar semuanya. Tidak apa-apa hal ini tidak setiap hari dilakukan, dan kita berdua tidak pernah tau kapan lagi bisa mendatangi Hawaii dan berbelanja souvenir. Jadi manfaatkan saja waktu di sini baik-baik.

***

Seperti di Myeong dong, kami bertiga terus berjalan menyusuri jalan pertokoan dengan santai. Aku mengambil beberapa foto Miru dan Gyuri tiap kami menemukan hal menarik untuk diabadikan. Sepertinya keikutrsertaan Miru kali ini membuat acara jalan-jalan aku dan Gyuir jadi semakin menyenangkan.

Bahkan sekarang Miru sudah tidak terlalu cangung seperti kemarin. Bocah ini sudah terbiasa dengan aku danGyuri. Dia juga tidak sungkan memintaku untuk membelikan sesuaty yang dia inginkan. Rasanya seperti memiliki seorang anak laki-laki. Ya aku rasa akan seperti ini jadinya jika nanti aku dan Gyuri punya seorang anak.

Aku sedang menuntun Miru dan berjalan mengekor Gyuri di belakangnya. Jika masalah berbelanja pasti seorang wanita yang akan memimpin. Aku tidak terlalu mengerti dengan apa saja yang harus aku beli. Jadi aku membiarkan Gyuri mengarahkan kami ke manapun yang dia inginkan.

Hari sudah sangat sore dan bahkan sudah hampir malam. Aku dan Gyuri memutuskan untuk kembali ke penginapan. Dan tepat sekali ketika kami sedang dalam perjalanan pulang, aku mendapat telepon dari Seung Hwan Hyung.

Aku merogoh ponselku didalam saku celana dan segera mendekatkan speakernya ke telinga

“Yeobseo”

“Donghae-ya”

“Ne Hyung”

“Kaian ada di mana?”

“Kami di perjalanan sebentar lagi pulang kembali ke tropic house. Hyung sudah pulang”

Eum. Aku sudah pulang dan sekarang ada di penginapan bersama dengan Sera. Kami sudah menyelesaikan masalah kami berdua, dan sekarang Sera menanyakan Miru”

“Oh begitu. Iya yung aku akan segera pulang. Tunggu sebentar lagi”

Aku langsung mengatakan pada Gyuri apa saja yang aku bicarakan dengan Seung Hwan hyung, Gyuri langsung menampakan kelegaannya ketika mendengar Sera Nuna sudah menunggui Miru di penginapan. Untung Seung Hwan hyung bisa menyelesaikan urusannya dengan Sera Nuna. Dan Miru juga tidak terlalu banyak terkena imbas dari masalah keduanya.

***

Tropic house

10.18 PM KST

Di malam hari aku dan Gyuri duduk bersandar di kepala ranjang. Kami berdua meluruskan kedua kaki yang mulai terasa pegal setelah seharian ini pergi berjalan-jalan menyusuri tempat-tempat indah di Hawaii. Bayak sekali yang bisa kami dapati di pulau yang sangat menggaukkan ini. Tidak salah kami berdua memilih Hawaii sebagai tempat untuk berbulan madu kedua memperingati satu tahun pernikahan kami.

Aku dan Gyuri mengobrol santai. Membicarakan apa saja yang seharian ini terjadi. Kami juga membahas pembicaraan yang sebelumnya dilakukan dengan SeungHwan Hyung dan juga Sera nuna. Setelah sampai tadi sore Miru sangatat senang bisa kembali bertemu dengan keuda orang tuanya. Setelah makan malam kami mengobrolkan beberapa hal. Kebetulan Miru sudah tertidur karena kelelahan, jadi aku, Gyuri, Seung Hwan Hyung dan juga Sera nuna bisa lebih leluasa becerita.

Mereka mengucapkan terimakasih karena aku dan Gyuri sudah menjaga Miru dan mengajaknya bermain seharian. Mereka bilang sebenarnya masalah mereka itu hanya masalah kecil. Dan di saat itu juga Sera nuna mengatakan permintaan maafnya pada Seung Hwan Hyung, hal itu membuat aku dan Gyuri jadi tidak enak jadinya. Sera nuna bilang, dia iri pada Gyuri yang bisa bersikap lebih dewasa darinya. Padahal ketika dia baru menikah dengan Seung Hwan Hyung, dia juga masih seusia Gyuri, bedanya saat itu dia sudah hamil Miru dan melahirkan di usia 21 tahun.

Sera nuna mengatakan bahwa Gyuri adalah gadis yang sangat baik dan aku beruntung  mempunyai istri sepertinya. Sera nuna juga berjanji akan mengunjungi kami dan menjadi kerabat meksipun kami sudah kembali ke Korea. Kebetulan Seung Hwan Hyung bersahabat dengan Dong Hwa Hyung. Jadi kam bisa menambah banyak sahabat yang saling membantu satu sama lain.

“Menghaabiskan beberapa hari di sini benar-benar menyenangkan. Aku senang kau membawaku ke Hawaii”

Gyuri menyandarkan kepalanya di bahuku dan berbicara dengan suara pelan, sementara aku mengusap lengannya naik turun.

“Ini adalah acara honeymoon kedua kita. Dan aku harap kita masih bsia melakukan yang ketiga keempat dan seterusnya. Pernikahan kita sudah bertahan sampai lebih dari satu tahun. Dan aku bangga karena dalam waktu tersebut, kau menunjukan banyak perubahan ke arah yang lebih baik. Seperti apa yang dikatakan Sera nuna tadi. Kau memang seorang gadis yang sangat hebat dan aku berutung sekali memilikimu”

“Salah. Sebenarnya aku yang beruntung karena memilikimu. Kau yang membuat aku menjadi seperti sekarang. Kau yang mengajarkan aku semuanya,dan karena kau aku selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik. Semua aku melakukannya untukmu”

Aku tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Gyuri. Perkataannya itu membuatku merasa bangga sebagai seorang suami. Meskipun kami berdua pada awalnya tidak mengingnkan pernikahan ini, tapi akhirnya kami bisa hidup dengan bahagia.

“Besok kita sudah kembali ke Korea dan ini adalah malam terakhir di Hawaii. Ayo kita buat kenangan mengesankan malam ini”

“Eum?”

“Kau tidak mengerti maksudku?”

Aku mengerlingkan sebelah mataku pada Gyuri yang langsung dijawabnya dengan senyuman. Saat itu juga aku langsung menariknya ke daam pelukanku dan memeluk tubuhnya erat-erat. Kami berdua mulai menghabiskan malam terakhir di Hawaii dengan membuat satu kesan menarik lagi. Sebuah pengalaman yang tidak akan terlupakan.

***

Saturday, 2012. 7 July

Nowon-gu, Seoul

Hae-Ris Private Room 09.28 AM KST

Aku memperhatikan Gyuri  yang sedang sibuk dengan komputernya. Gadis itu sedang merapihkan satu folder foto-foto yang aku coppy dari memory kamera yang kami bawa ketika liburan di Hawaii beberapa waktu lalu. Gadis itu terlihat sangat senang menyaksikan foto-foto kami yang jumlahnya sangat banyak.

Aku yang juga sedang sibuk dengan kertas-kertas dihadapanku malah memperhatikan setiap gerak-geriknya dengan penuhminat. Entah kenapa setiap sedang menyelesaikan tugasku ditemaninya aku malah akan kehilangan seluruh konsetrasiku dan lebih senang memperhatikan kecantikannya diam-diam.

“Oppa, coba liha sini”

Aku hampir terlonjak saat tiba-tiba Gyuri menengok kearahku dan memintaku untuk mendekat ke arahnya. Dengan terburu-buru aku langsung bangkit dari dudukanku dan menghampirinya yang sedang sibuk membuka satu persatu foto-foto kami.

“Kau lihat. Fotonya banyak sekali. Tapi foto kita berdua bahkan sangat sedikit. Jika tidak aku yang mengambil gambarmu, maka kau yang mengambil gambarku. Sayang sekali”

“Eum kau benar. Jarang sekali foto kita berdua. Tapi sepertinya Seung Hwan hyung menyimpan banyak foto juga keitka kita sedang barbeque”

“Ah, iya benar. Pasti ada banyak foto yang diambil malam itu. Tapi coba dulu kau lihat foto-foto ini”

Gyuri menggeser kursornya turun dan memperlihatkan padaku foto apa saja yang ada di dalam file tesebut. Aku berdiri di belakang Gyuir dengan sangat antusias menyaksikan foto-foto yang ksmi ambil disana.

“Foto-fotonya yang lain masih belum aku coppy”

“Eum. Nanti aku akan meminta Dong Hwa Hyung untuk meminta soft coppy dari Seung Hwan Hyung. Ngomog-ngomong. Kenapa lebih banyak fotomu daripada fotoku?”

“Itu karena kau selalu mengambil fotoku. Dan kau juga kan yang memegang kameranya”

Aku menganggukan kepalaku mendengar perkataan Gyuri. Gadis itu bangkit dari dudukannya kemudan menyandarkan belakang tubuhnya ke meja belajar. Dan aku baru menyadari sesuatu. Bahwa dia masih mengenakan kalung yang aku pilihkan ketika kami di Hwaii beberapa waktu lalu.

“kau masih mengenakan kalung itu? Lalu kau kemanakan kalung dari ibuku”

“Ah, kalung ini?” Gyuri menundukan kepalanya dan meraih hiasan kalungnya

“Kalung dari ibumu aku simpan baik-baik. Aku bahkan takut mengenakannya. Aku takut jika nanti kalung itu hilang. Kau tau kan kalau aku pernah sekali menghilangkan kalung itu. Aku takut nanti hilang lagi”

“Ah, begitu. Padahal jika kau menjaganya baik-baik pasti tidak akan hilang”

“Tidak apa-apa. Aku memakai kalung ini saja. Ini kan kalung pilihanmu, dan kau juga yang memasangkanya untukku”

Aku tersenyum mendengar jawabannya. Sebuah jawaban yang sangat manis dan enak didengar. Aku tau Gyuri memang sangat menjaga kalung pemberian ibuku. Kalung yang diberikan di saat pertunangan kami yang dilaksanakan berbarengan dengan ulang tahun perusahaan yang dilakukan di Mokpo. Dan dia juga pernah menghilangkan kalung itu ketika kami pergi ke Busan. Meskipun akhirnya kalung itu berhasil ditemukan lagi.

“Hei kau tau tidak”

“Apa?”

“Ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu. Tapi ini sudah sangat sering kau dengar”

“Apa? Ayo katakan saja”

Aku mendekatkan mulutku ke sebelah telinga Gyuri membuat dia langsung mematung secara tiba-tiba mengantisipasi apa yang akan aku lakukan. Aku menggunakan kedua tanganku untuk menahan bahunya dan membisikan sesuatu tepat di telinganya.

“사랑해” Ujarku pelan

Eksspresi Gyuri langsung berubah saat dia mendengar kata yang kelur dari mulutku. Gadis itu menundukan kepalanya dengan raut wajah yang mulai memerah. Membuat aku tidak tahan untuk tidak mengulurkan tanganku dan menyentuh puncak kepalanya. Kami berdua saling bertatapan satu sama lain dan setelah itu Gyuri langsung menghabur ke dalam pelukanku. Dia melingkarkan kedua tangannya di pinggangku dan membenamkan wajahnya di dadaku. Tingkah yang sangat manis.

***

***END***

***

ANYEONG…..

HUWAAAAAA…. AKHIRNYA SETELAH SEKIAN LAMA AKU STRES SENDIRI DENGAN UAS AKHIRNYA BISA KEMBALI KE PERADABAN DAN MASUK KE DUNIA SUJUYONGWONHIE LAGI.

HASTAGAH, GA KERASA KALO UDAH LAMA BANGET AKU GA PUBLISH. PAS BUKA WP AMPE UDAH BANYAK SARANG LABA-LABA DIMANA-MANA SAKING UDAH LAMANYA GADIBUKA.

EH, CAPS LOCKNYA… *purapuralupa*

Okesip. Sekarang aku bingung mau ngomong apa… eum, karena lagi banyak-banyaknya pendatang baru di Sujuyongwonhie, jadi aku mau menampilkan karakter asli aku yang anggun dan ga banyak omong, biar kesannya readers baru pada seneng gitu nemu WP FF yang adminnya manis kaya aku #PLAK

Untuk para readers baru kalo kalian merasa bingung dengan postingan apa aja sebenernya yang ada di sini semuanya bisa diliat di page LIBRARY. Liat tuh kan list di bagian paling atas, kalian klik aja dan pasti akan menemukan kumpulan postingan yang ada di Sujuyongwonhie. Buat yang nanya dan bingung dengan urutan baca FF-nya juga bisa diliat di situ. Kadang soalnya ada yang nanya sama aku “Urutan baca FF Hae-Ri itu darimana aja? Ribet bacanya!” nah jawabannya ada di page LIBRARY itu, semuanya udah jelas dan aku rasa tidak ada postingan yang terlewat, karena aku juga akan memperbaharuinya terus-menerus.

Hadeh ini kenapa malah ngomongi itu sih. Oke. Karena ini aku baru kembali setelah berabad-abad. Bahkan tiba-tiba Anang Ashanti udah kawinan aja ternyata #PLAK *apahubungannya*

Eum, agak canggung juga nih jadinya kalo kaya gini. Padahal biasanya kan ga bingung mau ngomong apa.

Oh iya, pertama kita bahas Hae-Ri dulu deh ya. Ini couple emang selalu baik-baik aja, dan semua masalah kehidupan dari yang ringan ampe yang berat udah mereka lalui selama lebih dari setahun ini jadi Couple Official Sujuyongwonhie. Aku ampe kebingungan mau digimanain lagi ni kedua manusia ini. Tapi selama ada Shiper Hae-Ri dan masih suka SMS, Mention, atau nulis di FB aku minta aku nulis nih couple, kalo ada idenya pasti aku tulis ko. Tenang aja.

Jujur aku juga gatau masalah Hawaii Hawaii. Browsing juga ga ada jurnal dari orang Indonesia yang dateng kesana. Adanya Cuma artikel-artikel aja dan itupun isinya hampir sama. Ada artikel yang bagus tapi pake Bahasa Inggris -,- Daripada aku pusing baca tuh artikel tentang Hawaii alhasil dengan berbekal ke-sotoy-an aku jadilah FF Hae-Ri ini, meskipun isinya ga mirip sama bulan madu. Maklum laki aku si Kyuhyun belum ngajakin aku buat bulan madu, masih sabar nunggu dia kelar ngumpulin duit buat modal kita pergi ke Hawaii.

Selamat untuk ELF all over the world atas kembalinya uri Superman dengan Sexy, Free, and Single. Rasanya baru kemaren aku nulis curhatan kaya gini ngomongin Mr Simple dan ngebahas semua hal tentang itu. Eh sekarang udah 6JIB aja, semoga nanti ada 7JIB 8JIB 9JIB ampe si Leeteuk umur 60 tahun deh minimal *gilaajalusel*

Aku suka sama semua lagu di 6JIB tapi tetep aja yang jadi favorit lagunya Daydream. Itu suara Sungmin lembuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuut banget “Na momunda… na momunda…” *malahnyanyi*

Dan yang paling asik lagunya Rockstar, suka banget pas bagian Yesung “nae…nae…nae…naega nugu?” Ih itu keren banget ah dianya. Dan berkesan banget lirik-nya Teuki yang terdengar seperti dia ngomong “Ahjuma nakal” Hahaha… keren lah pokonya lagi-lagu di 6JIB *tepakpalaHyukjae*

Kalo masalah MV aku paling suka pas bagian awalnya, pas adegan ngusap-mengusap leher. Ituyah liat Donghae paling depan kaya gitu, aku langsung kejang-kejang ampe mimisan, dan kalau liat MV SFS aku pasti akan replay bagian yang itunya sekitar 6 sampai 7 kali sebelum lanjut liat mv-nya sampe kelar. Haha… sexy banget pokonya laki aku itu *remesdadaDonghae*

Style mereka di SFS keren banget. Meskipun pake jaring ikan teri yang membalut tubuhnya tapi siwon tetep aja ganteng, ganteng karena topless. Hehe *nyengir* dan yang paling berkesan sih kostumnya Kyuhyun, itu lo yang dilehernya, gak nahan banget… Pffft… kaya semacem ban dalem yang dimekarin dan dipakein ke leher Kyuhyun, kreatip aja tuh stylish-nya. Hahahahahaha. Tapi yang namanya ganteng yah mau digimanain aja tetep keren. Cuma aku kawatir kalo Sungmin ngamuk, dia kan pake bando-nya tajem banget tuh banyak pakunya, kelo nyeruduk orang kayanya bakal berakibat fatal. Pffft… *nahanketawa*

Eum, aku gabisa terlalu berkoar-koar ya disini. Lagi galau mikirin nilai aku di semeter 4 ini. Rasa-rasanya sih ya baklan turun drastis dari semester 3 kemaren. Aku juga ngerasa ga maksimal dan emang beberapa mata kuliahnya susah. Tapi semoga aja nilai-nilai aku bakal baik-baik aja. Amin.

Oh iya next FF mau apa? Eun-Ji Couple dulu apa Jong-Shin Couple dulu. Mau yang mana aja terserah deh, soalnya dua-duanya aku emang sama-sama gapunya ide -,- Jadi bakal tetep ngaret juga. Hahaha *dibakarReaders*

Terus sekarang aku kan udah mulai liburan nih, masuk lagi sekitar bulan Sepetember *lamabeneryaAllah* Jadinya banyak waktu luang di rumah. Tapi tetep aja waktunya ga aku habiskan dirumah, biasa lah agak sibuk kaya artis, jadi paling ada waktu ngetik cuma malem-malem doang. Untungnya selalu ditemani laki aku yang ganteng *colekketekLeeteuk*

Sama kaya ngerjain Hae-Ri yang iuni. Ini juga dikerjainnya dari sore ampe malem tiap hari, lumayan juga akhirnya kelar. Tapi ga kerasa juga sih bisa sepanjang ini. Ini kepanjangan engga? Eum? Masih ada yang bilang kependekan? Awas aja kalo masih ada yang protes kalo ini masih kependekan. Abisnya aku bingung mau ngapain lagi mereka di Hawaii.

Baiklah berhubung aku ada urusan lain setelah ini, jadi aku gabisa ngomon banyak-banyak. Buat yang masih kangen sama aku bisa SMS, Mention atau Wall di FB aku aja. Yang baru masuk Sujuyongwonhie, santai aja. Semua readers di sini temenan sama aku, jadi silahkan SKSD aja.

Oh iya buat yang sulit nulis comment. Kalian bisa isi kolom comment dan isi nama dan alamat email aja, kalo misalnya website gausah diisi. Atau kalian bisa isi dengan alamat website apa aja. Misalnya Sup3rjunior.wordpress.com gitu juga bisa ko. Terus kalo yang aneh udah ngerasa ngirim comment tapi tiba-tiba commentnya ilang itu ga masalah karena sebenarnya komentar kalian Cuma tersembunyi aja. Karena kalo komen pake email baru itu harus aku approve dulu. Dan kadang ada juga comment yang masuk spam. Dan itu harus ditindaklanjuti juga. Jadi buat yang mau coba nulis comment, yuk silahkan coba tulis aja. Tapi kalo yang ribet buat comment juga santai aja sih, kadang ada yang ngirim comment lewat akun aku, itu juga sangat aku hargai. Setidaknya setelah baca kalian memberi dukungan buat aku. Hal paling menyenangkan bagi seorang author itu ya membaca comment dari readersnya. Sekarang aku udah ga baca ff kecuali Kyuna, karena menurut aku baca comment dari readers itu lebih menyenangkan daripada baca FF *Tsah…*

Oke. Ini lama-kelamaan tetep aja ya note aku bakal panjang. Gatau deh gimana caranya menghentikan mulut manis aku buat berhenti berbicara. Emang udah bakatnya jadi calon ibu negara jadinya pengen pidato mulu #PLAK *ibunegaramacamapa*

Baiklah, kalo aku masih semangat nulis aku akan kembli dengan next FF yang kalian sendiri tentukan. Aku sih ya niatnya pengen nulis Eun-Ji Couple Prosecutor Got Married. Tapi tergantung permintaan kalian deh. Inget ya aku Cuma pegang 4 Couple untuk saat ini.

Akhir kata, Wassalamualaikum…

Yoreubbuen, anyeong…

With Love

-Marshanda-

DAFTAR PUSTAKA

Wikipedia

Some article from google,

Advertisements

172 comments on “Hae-Ri Side : 2nd Honeymoon in Hawaii

    • Hae~ya…….romantis bgt,bruntng jd gyuri,tp slalu kalo bca ff ni kopel pasti brfikir yg iya iya. bner 2 di ajk keliling hawaii #mau jg ma kyuhyun#plakk………. pkokoknya q bner2 ska^^
      6jib q jg ska lg dremday…..suarnya bner…,berasa sedapnya tp sayang berharap pas di teaser kyuh nya buka2 an ternyta engga. tp cma icung yg sblah bdan nya keliatan…. tp para supermen emang sexy euy smpe2 pas liat mv nya tmen q ada yg nyoba ngitung abs siwon hehehe. oy q penasaran ma kelanjutan ff jaksa lee……. tp q mah teserah aja yg mana duluan yg penting happy#dah kebnyakan cucurnya ya????? next di tnggu(brharap yg enji) tp yg mana aja boleh. tetep semangat\|^_^|/

  1. Aigoo…Haeri makin romantis, buat orang envy aja nich >,< gyuri lucu ya bisa berenang tapi takut tenggelam, itu sama aja gk bisa berenang si gyuri eon T_T. Eon kapan nih jongshin comeback ? Uda kangen sama itu couple…

  2. EUNJI COUPLE! AYO JANGAN LAMA-LAMA, KASIAN LAKI SAYA (eunhyuk yang ganteng) CENGO LIAT DUO REMAJA LABIL CIUMAN BERMINGGU-MINGGU.
    *peluk hyuk seret pulang*

    jahahaha, dateng2 langsung nagih. Buat haeri, nunggu saya dapet mood dulu ya? Saya msh trauma pgm soalnya.
    *jiah, lebay kumat*

    okey, selly-ya.. Met liburan.

    Saya kangen Diah jumma yg udah lama gak ngerusuh disini..
    Huhuhu..
    *usap ingus di abs bang jongwoon*

  3. Eonni,,,huaaaaa brasa ngikut HaeRi ke Hawaii deeeehhh,,haha

    qta samaan eonni,,aku jg d SFS pling suka part dance yg ngusap2 ke leher,,,seksi bgt jadinyaaaaaaa Hae kliatan jelas bgt gerakannyaaaaa,,,….

  4. kyaaa
    haeri couple kangen bnget…
    ahh ngiri nih honeymoonnya ke tempat2 yg romantis terusss.
    eh kebayang dgn jelas penggambaran hae oppa yg lgi ketawa sambil ditutup mulutnya pake punggung tangan. Ketawanya terngiang2 hha
    uasnya udah beres sell?

  5. Finally..this FF is out..yeahhhh..seneng baca nya..huahhh..haeri emg deh..sweettttttt bgt..
    Apalg hae oppa yg nunjukin rasa sygnya bgt..huahhhh..iri dot com..
    Btw ak menanti smua ff nya..ayo cpt kluarkan..xixiix..

  6. waaa.. haeri comeback.. kkk~
    aaa..envy sama couple ini .. honeymoonnya di tempat yang romantis teruss..
    apalagi donghae yang romantisnya nggak karuan..pengen deh meluk bang ikan satu ini *ehh??
    kyaaa~
    daebak eonn ^^

  7. huaaa,,, daebaaaak… selly daebak.. u,u
    yg penting aku sukaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ^o^
    kereeeeeeeeeeeeen~ :3 *heboh*
    ah.. aku ga mw komen macem”.. *ppyeong* #Plakk

  8. donghae bener bener deeehh.. romantiis banget. enak banget ya gyuri bisa diperlakukan semanis itu kkk, suami idaman setiap wanita. habis duit berapa ya kira kira??? demi gyuri apapun akan donghae lakukan sepertinya hihi
    honeymoon paling luar biasa deh sepertinyaa haha
    next ff terserah eonni mau ngelanjutin yang mana dulu, saya akan setia menunggu. karna saya tau nggak gampang ngumpulin ide segitu banyaknya :))
    eonni daebak !!!!!

  9. annyeong onni~ dah lama ga ngacak”wp sujuyongwonhie jd kangen bngt sama semua tlsn onni,hehehe..
    Haeri couple itu emg couple yg to tweet bngt dehh dr couple yg lain..
    Oia onni,kalau bs Eunji couple aja yaa onni yg dluan soalny penasaran bngt sm lnjtn part kmrn T_T

  10. pertama-tama.. aq ucapkan terima kasih ma Selly eonni..
    eonni aku nunggu2 trus eonni publish FF setiap hari pasti nyempetin waktu cek blog.. tp tak mendapatkan apa2.. dan akhirnya penantian yang panjang berakhir juga..

    ok deh aku gga bisa banyak mgomong buat komen berhubung aq speechless ma keromantisan nie 2 manusia yang selalu romantis dimana2,,, bete..menyebalkan.. iri gw #mojok,,

    next FF aku pengen PGM karena aq gemes ma nasih suami aq yg keren dan kebetulan emang paling keren dan berkharisma di sexy, free & single.. oh lee hyuk jae *cipokeunhyuk…

    dah deh segitu jja… lagi gga mood untuk berkata2 nie.. rating rusuhnya turun 70%..
    yu ah eonni.. bye,,,

    • emang ini romantis ya? aku malah udah ngerasa ini kaya sinetron. haha

      iya aku juga cinta banget sama lee hyukjae pokonya. dia kece banget lah ga ada lagi yang gantengnya kaya dia.

      haha, aku menyadari kalo kamu ga rusuh rusuh amat ko disini

  11. akhirnya setelah perjalanan panjang, ampe sy ktduran, akhrnya bs nyelesain bcnya #plak
    Bkn karena panjang atau pendeknya sodara2 tp emang sy ngantuk /dor
    Wkwkwk

    Haha untung pas bka tl ada yg rt-in jd tw kan ternyata udah publish… Jd langsung meluncur deh… Stelah kemaren bka tutup wp liat update-an…

    Aaaaaaaaaaaaaaaaaa *dr td mw teriak ditahan dulu mw orasi diatas*
    Omg! Hawai hawai hawai *nari2 ky wanita hawai*
    Sumpah tuh nama2 tempat nya bkin pusing, tp menarik sangat jd brasa blajar geografi lg dah… Hoho…

    Dan yah adegan paling manteb tuh pas hae setengah mabok trus bilang “aku menginginkanmu” sumpah brasa mw nelanjangin diri lah.. Hae cacth me! Cacth me! Jinjaaaa
    Dan muri y nama anak kecil nya… Pengen digigit dah brasanya gemes gtu… Apa lg pas si HaeRi lg ngemong tuh bocah brasa orang tua ya… Udah cocok bgt jd orang tuaaa
    Dan si hae bisikin apaan seh sy gk ngerti sumpaaaah help meee

    Dan untuk next ff karena lg tergila2 sm unyuk dr efek mv SFS jd aku milih PGM aja dah.. Aduh yah gy unyuk yg blg jinja na na na na na itu pengen bgt tarik tuh muka taro didada tp suami tercinta bkal nyekek aku jd gk jd dah *lirik kyu*
    Ahh dan untuk 6jib tinggal nunggu nyampe ke tangan aja gk sabaaar
    Gulliver Gulliver ga ga Gulliver Gulliver ga ga
    manteb dah tuh lagu
    dan coz am a lockstaaaaa *copy kt2 yesung*
    haha
    aduh okelah cukup rasa2nya udah bebusa nih eyke ngomongnya jd udahan deh… dadah jgn mimpiin sy ya… klo kangen tinggal mention @MiaKyuKyu
    #plak
    bye bye

    • YAK UNNI!! apaan itu bahasanya menelanjangi. astaga Ya Tuhan.

      miru ya? imut ya dia. dia itu bakal jadi anak aku nanti un.
      itu si hae bilang “Saranghae” unni plis deh, masa hangul saranghae aja ga apal sih, katanya punya laki orang korea.

      eh eh eh, udah punya si kyu jangan genit sama laki aku ya unni

      iya unni masa aku gatau kalo itu akun twitter kamu. haha

  12. Hae-ri makin keren aj,!!

    tau gak chingu gra2 bca Hae-ri couple & d tmbah lg Mv SF&S d dtik 00:11 yg wktu adegan donghae ngusap lherx kya yg d omongin chingu d ats ntu,,,!!
    *tariknapas*
    aku rsa Q mencintaiMuw donghae oppaaa,,,,,!!!
    bagaimna ini ???
    #yeppa,,,mianhae,!!
    *curhat*

  13. Hae-ri makin keren aj,!!

    tau gak chingu gra2 bca Hae-ri couple & d tmbah lg Mv SF&S d dtik 00:11 yg wktu adegan donghae ngusap lherx kya yg d omongin chingu d ats ntu,,,!!
    *tariknapas*
    aku rsa Q mencintaiMuw donghae oppaaa,,,,,!!!
    bagaimna ini ???
    #yeppa,,,mianhae,!! 😥
    *curhat*

  14. honeymoon pertama di bali…
    ke 2 di hawai…
    ke-3nya dmn????
    hahahaha
    di tunggu hae-ri side lainnya saeng…

    no coment untuk ff nya…
    coz dah bagus banget dab bikin akoe pingin datang ke hawaiiiii….
    tarik kyuhyun ajak langsung ke hawai,….

  15. hae-ri couple comeback wah jd ngiri ma hbgn merka yg mkn hri mkn mesra aja.miru neomu kyeopta .jd ngebyangin klo mrk pnya baby wkwkwk.
    utk next nya pgm dlu aja deh dh penasarn ma kelnjutnnya.
    finally 6jib rilis jg ska lg baladnya yg daydream ma someday trus lgu now merinding ps yeppa teriak serenade wow keren.mg sj sukses deh ….

  16. kyaaaa, kebetulan bgt.

    asyiknya jalan2 breng hae-ri + ngintipin mreka bulan madu. hahaha..

    eun-ji aja eon. lg penasaran bgt sm kelanjutan’a cerita itu. hehe 😉

  17. Eeeeeehhhhh,,,,si asmirandah udah ganti jd marshanda lagi,,,,muhaaaaaahhaaaaa,,,,kamu mah udah terbiasa bikin note panjang saeng,,,katanya g mau panjang2 tp akhirnya itu note panjangnya jd minta ampun,,,tp klo pendek malahan jd aneh kamunya *plaaaakkkkkk balik ke comment,,,,aiggggooooo si mr ganna,,dong hee,,efl ini kenapa kenapa kenapa romantis sekali????pengen jd gyuri,,,,,huwaaaaaaa,,,,so sweet bgt lah pokoknya,,,,ada g ya org kayak gtu di dunia nyata,,,,pengen satu deh g banyak2,,,,hihihihihi,,,,itu miru pengen dkarungin n bawa k pulang deh,,,,kisskisskiss,,,,mmmmuaaacccchhhh….hihiihihihih,,,si Mr. Lee itu emang g bs minum yaaa,,,salut bgt sama laki saya *ditampar gyuri ngaku2*,,,,,,pokoknya daebak lah,,,,so sweet nya bikin mupeng ,,,,,smga dapet laki kayak hae *shalat tahajud malam2* :)))))),,,,oiaaaa klo lagu di SFS paling suka someday unnie saeng,,,,sm from U,,,,emang fav yg ballad sih dr dulu,,,,g taulah,,someday itu berasa bgt liriknya,,,”simanari” apalagi suara si hyuk “cakep” enak bgt di lagu itu,,,tp semuanya kerenlah pokoknya,,,,g tau deh klo udah comment dblog kamu pasti ikutan panjang,,,oia mau vote PGM aja donk saeng dlanjutin dulu,,,, I’m so curious yeaaahhhhh *nyanyi sherlock bareng onew* ,,,,,,,,dae to the bak,,,,bikin malam minggu g bosenin baca ff kamu *buka aib sendiri lg jomblo*!!!!!aanyeong *kisshug* 🙂

    • unniya… anyeong… hahahaha

      ternyata si unni udah komen di sini. mana panjang bener lagi -.-

      miru ya. ih lucu banget tuh anak. hae pengen 4 aku bisa deh brojolin yang kaya miru semua 4 anak.

      unni kalo mau laki kaya donghae kayanya emang satu banding spuluhjuta di dunia ini. jadi banyakin aja ya tahajudnya. haha

  18. Akhirnya publish jgag
    ya ampun panjangnya ampx 1 jam stgah ak bcnya!
    Kren eon ne crtanya!
    Hahahaha lucu wkt bgian miru manggl donghae samcheon sdgkan gyuri nuna!
    Jangn lm2 publishnya ya eon!

  19. Wokeh.. Ini amat sangat panjang..
    Kasian aja sih sm miru. Bener deh mending HaeRi jgn punya anak dulu. Mesra2an aja dulu dah ya. Puas puasin…
    Jongshin aja habis ini ya. Aseekkk tuh..

  20. kkkyyyaaaaaaaa onnie !
    Akhirnya mncul jg neh couple
    ahh so sweet bngt ! Dan ini pnjng luar binasa !

    Sm bngt onn,aku jg sk pas bag ngusap leher itu lokh aduh donghae oppa bkin klepek2
    trs onn dancenya hyukkie jg krn bngt pas di MV itu
    ada kang-in oppa lgi,bner2 kngn bngt sm kang-in

    eun-ji couple dl donk onn,soalnya tdi aku ngebut
    baca FFnya dari part 1-5 dan terlanjur penasaran …..

    Ohya by the way,aku reader baru di blog ini

  21. hmmm annyeong eonnie,,,daebak,,kekeke tenang eon ff na g’ kependekan qoq,,sangat memenuhi syarat standar nasional ff hehe,,hmmm 6jib emang daebak kan eon,,ckck bner jga klo sungmin oppa ngamuk trus nyeruduk orang bsa ribet hahaha oh ya eon aq mau eunji couple dulu dong,,penasaran tngkat dewa sma eunhyuk oppa yg liat jihyun sma hyunseok kissing d cafe,,pasti merana deh dia #narikeunhyukoppa,,klo bsa sih abis tu lngsung jongshin couple hehe #djitaksellyeonnie hmm fighting eon smoga nilai nya bgus ea,,

  22. UNNIE AKHIRNYA KAMU KEMBALI!!!!! *ga nyante*

    Aaaaah unnie si ikan makin keren aja yaa. Mau ke hawaii. Aish si heechul diajakin kehawaii, tapi dia lg sibuk.. Hahahaha ini keren banget unn, berasa kaya kehawai beneran. Unn Gyuri ga jadi make bikininya? Padahal saya nunggu2 *plakkk* unn di donge ngomong apaan si, yg dibagian terakhr itu -__- di hape ga kebaca gitu..

    Hahaha disaat semua orang sudah move on ke 6jib, saya tetep bertahan di 5jib,.. *heechul mana heechul* haha tapi saya seneng ama guliver unn *elap abs unyuk* eh tapi si wookie makin imutt aja yakk *di bom heechul* kira kalo 7jib ada, uda ada heechul belum yaa.

    cie yang lg liburan, selamat yoo. Hahasaya doain semoga hasil uasnya memuaskan unn, terus IP nya merangkak naik. Amieennn Hahahaha

    eum tenang unn aku shiperin semua kopel ya ada di sujuyongwonhie jadi kalo mau publish yg mana dulu pasti saya baca.. Hahaha walau kalo baca eunji pasti nambah galau, kasian nasib hyuk jae.. *peluk mesra eunhyuk* dan kemudian diseret heechul* next ff aku tunggu unn..

    sekarang marshanda, besok siapa? Ayu ting ting? Hahaha

    CATET: AKU KANGEN KAMU UNN!!! *hueks* hahahaha

    ISTRI SAH KIM HEECHUL^^

    • iya tapi enak loh jadi heechul. dia di militer aja masih bisa keluyuran nonton konser jang geunseok. ama yoona pula -.-

      eum. 6jib lagunya keren deh sama kaya album sebelumnya. meskipun ga ada heechul ga lengkap jadinya.

      kamu kangen aku?
      udah banyak banget ternyata yang ngangenin aku.

      eh ayu tingting. ini kata2nya sama kaya han hyomin deh *tunjuk yang komen diatas*

  23. Wahhhhhhh Hae-Ri couple nya muncul lagi!!!
    Keren unni sumpah deh gak bohong:)
    Aku mau ff Eunji couple dulu deh aku rindu jaksa lee yg akhir2 ini tambah kece *cipok basah jaksa lee*

  24. yaaaa eonni kenapa bulan madunya gak ada yadongnya? kenapa di cut? padahal diriku sebagai HaeRi shipper menunggu2-_-
    kalo boleh kasih saran part yg ini agak ngebosenin eonn*ditabok eonni* terus itu ada typo agak lumayan banyak tuh bertebaran.
    tapi keseluruhan baguss bangeet kok.

  25. Kyakkkkk dongsaeng kamu sukses bikin aq senyam senyum sendiri dipelukan kyuhyun “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ..”̮ ..
    Asliiii so sweettttttt bgetttttt bgettt … Aq suka bget dah . Ahhh ada yadong nya juga. Eiyyyy kok tau sih kalau kecupan dalam di leher itu yang paling enak hayooo

  26. TINGGALIN JEJAK *capslockjebol*
    HUAAAAAA *tariknapasturunkan*
    KECEEEEH HAERINYA THOOOR !!
    Makin romantis makin unyuunyuu, makin lopeehlopeeh sama babang donghae, dan semoga rumah tangga saya dan kimjongwoon juga sprti haeri *plaaaak*
    Thor JONGSHIN coupleeee doooong, pokokeeeeeeeeeee KEREN ! KECEH BADAI ANGIN TOPAN TORNADO BANJIR TSUNAMI THOOOOR *alaaaah-.-*
    FIGHTING THOR ! JONGSHIN COUPLEE YA THORR (ʃƪ˘˘ﻬ)

  27. hahahhaha
    eneng bangetzzzzzz akhirnya haeri muncul juga………………
    seneng banget bacanya,,jadi kepengen honeymoon ke hawaii bareng ma hae*ditabok gyuri
    ditunggu story dari jongshin and eunji ^_^
    salam manis,,

    Aura Kasih^_^

  28. Ahhhh….mauuuuuuuu!!!
    Mau honeymoon ma abang donghae ♥(>̯┌┐<)•°
    *gigitbantal*
    Kok bacanya kaya lagi baca fan acc honeymoon donghae beneran yaa??
    Hahahahaa
    Aku pilih jaksa Lee ajahh, lg suka liat mukanya abang onyet pas di SFS nihhh..ㅋㅋㅋㅋㅋㅋ

  29. apaaaaaaa???? Ada hae-ri,,,,huwaaaaaaa merasa ketinggalan 😦
    ko munculnya ga ketahuan

    abanggg hae, kamu smkn menyilaukan mataku dan mendesirkan hatikuuu…pesonamu itu mmbwt ngecesssss

    yaaa ampyunnnnn second honeymoon haeriiii
    selliiiii, ini super duper keren, pemaparan ttg hawainya, suasana keadaan dll membuat sprti ada disana brg ama abang haeee
    adudududuhh mereka smkn romantis manis harmonis aromaniss cihuyyyy. Jd, kpn dong mereka punya dede bayinyaa????hehehe

    ditunggu next ffnya ^^

  30. dia kan orang spesial unn, jadi wamilnya enak. Iya unn tau ko, tadinya ngajakin aku unn, tp saya lg sibuk ngurus masa depan.. Jadi ngajaknya yoona. Hahahah

    iyaa unn, tapi guliver yg paling sering saya puter.. Hahaha

    iyakah itu kata2nya sama? Sumfah saya ga tau -_- berarti reader disini satu hati unn.. Wkwkwk

  31. ciyyeee ciyee mkn romantis z tuch 1 couple,jd pgn kehawai yuk ke puncak hawai’a sejuk.Selly ayo lnjt sm eunji biz itu br jongshin,lnjt lnjt ditgg part eunji’a,,,,,

  32. ah kemaren mau comment tapi mata udah tinggal segaris hahaha
    seperti biasanya aku suka sama couple ini
    makin romantis aja
    aduuuuh jadi envy deh kkkk
    oh hawaiiiii,kapan aku kesana
    *pinjem pintu kemana saja sama doraemon*
    kapan gyuri hamil?????
    eh tapi harus lulus dulu ya==”
    heeeeem padahal kan lucu kalau gyurinya hamil trus ngerjain hae^^

  33. Weeeww. . kirain bneran mw publish hae ri udh lebaran, . . ternyata. . .
    miru. . . neomu. . neomu kyeopta. . !!!!
    jujur. . aq bingung mw comment apa. . cz haeri couple mah kn udh adem ayem za y. . ^^
    aq mw ngoment mv oppadeul za dech. .
    setuju gag nich klu yesung jdi mirip bgt ma jinyoung b1a4?
    aq setuju ma selly wkt yeye nyanyi. . nae. . nae. . naega nugu? *wuih* brasa keren za dngernya. .
    n yg plg aq suka wkt mereka come back stage d mnet. . n si abang kunyuk makin hari makin ganteng za. . *lgsg mimisan* apalagi wkt nyanyi lgu from u dgn kemeja putihnya. . .*uwwoo*____*lgsg kagak ngedip*
    ok. . akhir kata aq mw eunji couple donk. .

  34. Yeee akhirnya hae-ri muncul
    Ini yg bikin aku suka baca ff di sujuyongwonhie, banyak ilmunya.Tapi sel ni ff panjangnya gak ketulungan.Pasti capek ngetiknya.Makasih ya udah nyempetin nulis.

    Eun-Ji couple kayaknya seru tuh buat dilanjutkan

    Semangat!!!

  35. haeri couple daebakk . . ^^.
    Makin bikin mimisan eon . .*ciumhaeppa* 😀
    next ff pasangan sjti haeppa ja yaitu hyukppa . Yg lg kbkran jenggot lyt istr’a kissu. . .
    kekekeke

  36. wah aku suka bgt chinguuu haeriii couple disini romantis donghae nya… kkkkk
    oh y aku juga suka chingu suara sungmin yg nan meomunda itu lembut bgt sampe2 aku crop tuh suarany *knp ngomongin sungmin* #eah…

  37. Kyaaaaa. Aku baru sempet baca skrg. Eon aku sukaaaaa. Berasa ngalamin langsung liburannya. Hebat. Aku jadi tau tempat-tmpat liburan di hawai ^^
    Keep write eon. Anw kira-kira kapan ya gyuri hamil? Wkwkwk

  38. SELLLIIIII… *cekokin pake toa mesjdit*
    asli blushing berat baca ff ini.. Scene scene manis betebaran dimana mana.. Aaaarrhh, *tekep muka yg udah merona sejak tadi*

    gila ya si d0nghae,dua malem berturut turut.. Eh? Ups! *tutup mulut*

    sekalian hanimun,sekalian dapet pelajaran hidup juga ya,dr seunghwan.
    Eh tapi sel,kok aku udah ngerasa familiar gitu ya sama nama seunghwan?
    Nemu dimana ya? Aduh lupaa.. *mikirmikir*

    dan ngm0ngin 6jib..
    Arrrggh gila yesung cakep bgt >.<
    donghae juga,siwon juga,eh tapi teuki jg cakep,ryeowook juga,eh sama sungmin juga ding.. JAELAH,ITU NAMANYA SEMUANYA CAKEP EKA!.. APALAGI HYUKJAE,ASLI GAK NAHAN BANGET! #streskumat
    dan si kyuhyun,walaupun majang bunga raflesia arn0ldi di leher,yg kata si seli mirip potongan ban,dia cakep bgt,apalgi yg pas pake jas item itu, YA ALOH SEL,KOK MEREKA CAKEPNYA GAK ABIS ABIS?!!

    ne,berasa bru kemaren baca n0tesnya seli tentang mr.simple,skrg udah hampir setauan aja,LoL

    aah,komenku udah kepanjangan sepertinya..
    Oiya sel,, AKU KANGEN JAKSA LEE..!
    *guncang2 seli*
    postingan depan aku mau PGM! *Culik jihyun*

    • ini bukan scene manis unni. tapi menggelikan, isinya gombalan donge semuanya coba

      iya unni pokonya come back mereka heboh banget dah. telah mengguncang hatiku. wah pastilah akan selalu tampan dan semakin tampan.

  39. Onnie cantikkkkkk.
    Ini ff nya kenapa rada kurang hot kaya jhong-shin wkwkwk waktu mereka honeymoon lebih hot men *otakyadong* maklum jam 3 pagi wkwkwk
    Ini sbtuulnya kurang panjang onn entah mengapa tetep jhong-shin yang terpanjang.
    Menurutku ya onn selsaiin dlu itu si eunhyuk nanggung bgt itu FF nya yang part6 .ngeselin abis . Jangan sampe ga happy ending dah wkwkwkw
    Kasian abang unyuk jarang bener dibkinin ff sma author2 malah jdinya sad ending buajhahaha.
    Oke cukup skian. Jangan lama2 onn postnya kesepian wkwkwkwkwkw :*

  40. Aaahh, Haeri couple muncul lagi dah..
    Donghae oppa unyuu deh..
    Bagus banget ff nya..
    Bacanya ampe tahan gak tidur pdhl uda tengah malam..
    Hahaha..
    Eonni, pgm nya cepetan donk
    Pensaran banget gue..

    Ngomong2 di MV nya siwon oppa sexy aiiii…
    Donghae oppa di awal2 MV bikin aku jerit2 dah pas ntn nya…

    Btw, uda ngmg pjg lebar ni..
    *ketauan bawel nya..
    Kalo gitu sekian n trims .. Hahaha
    Bye2 #dadah2 an smbil dipeluk donghae

  41. hahaha ada yang baru ni…. 😀
    senengnya baca ff ni couple…semakin hari semakin mesra aja,,,,
    tp kapan ya project 4 anak nya niselenggarakan**apaan??**
    udah deh g’ tau mau ngomong apa lg…daebak pokoknya…
    makin cindta selly unni 😀 hehehe

    wah,,,betul2 eon pas bagian donghae oppa ngusap2 leher*apasih?* di mv SFS keren gila,,sekseh abis pandangan nya…hahaha**ikut-ikutan remesdadadonghae**
    itu2 baju nya hae…ya ampun…jaket nya itu lo unn….kok ampe kebuka…jdnya kan aku pengen hahaha *mimisan* O_o

    pokoknya 6jib daebak selly unni juga daebak 😀

  42. udah baca semua yg haeri sweet moment,jd komentnya skligus aja yahh dsni.

    adohhh sumpah ini sweet bgt…
    tiap harinya mkin mesra, makin errrr….
    plg suka sih yg MISS U sumpah maniss bgt, pelampiasan pas ketemu ya ampunnn manisss sekaliii…
    ternyta aku mkin cinta, cinta sama donghaeeeeee…. sarangHAE..
    wkwkwkkw..
    stressss deh kl baca donghae trsss…

  43. Suasana hawai ny kurang berasa…Gak tw jg deng ky gimana? Secara lom prnh ksana.LoL kkkkkkkkkkk
    V Stelah baca ‘curhatan(?) Jd ngerti tnyta informasi tentang hawai mang sedikit y?!!!! 🙂
    Aku Nungguin Eun-ji couple *penasaran tingkat akut!* 😀
    Cuma bisa do’ain moga bisa dapet ilham ide-ide cerita yang ‎​​Ơ̴̴̴̴̴̴̴̴̴̴͡Ƙe”̮ .. & Jong-shin ato eun-ji nya cepet dpost dweh (maunyaaaa)… Whohoho…
    ‎♡ Fighting!!!!!

  44. daebak..
    Hu hu hu akhirnya nyampe sini juga
    Maafin Q ya sel coz q ru sempet komen sekarang
    Ni karena koneksi internet ModemQ lola banget jadi males buwat nunggu
    Ayo semangat buwat lanjutin abang donghae ma gyuri lagi
    He he tak tunggu FF lainnya
    Nb :
    Selly Password buat hae-ri side nya sama semua atau tiap part beda, q coba buat masukin yang I love you gag bisa yah??
    Makasih and maaf ya Q cerewet banget disini
    Critanya makin keren

  45. akhirx bsa bca ni ff lg…
    Huaaaa.. Haeri couple mkiin romantis aja..
    Miru bnr2 lucu….. Jdi ngebayangin klw haeri pux anak nnti..

  46. HUWOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO HAERI SEKSEEEEEEEEEEEEEEEEEEHHHHHH hohohhohohohohoho aigoo beruntung sekali gyuri punya donghae oppa huhuuuhuhuhhu… pengen deh mereka jadi kenyataan hohhohoohhohoho

    huWOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO

  47. setelah sminggu yg lalu publish baru hr ini aq sempat bacanya 😀
    dan yg cuma mau aq bilang kurang mesuuuum >,< kurang detail itu adegan ranjang nya 😀 tp yg aq suka dongeknya skarang jd lbh brani ngumbar kemesraan di muka umum *ciumHae* yg di kolam renang itu gyurinya kurang sexy kan bnyak bgt foto2 hwejinya yg sexy2 knp ga di pake 😀 biar risihnya Hae di ff readers jg bisa ngerasain abis liat Gyuri yg sexy 😀
    ya tuhan PGM jg publish ya uda deh aq lngsung ke TKP aja, sekian dlu komennya ntar smbung di PGm lg 😀 *narik Hae ngajak baca bareng*

    • itu nama aq kurang lengkap krn lappy baru di bersihin jd harus ngetik email ulang eh namanya malah kurang gara2 ga sabar mau baca PGM 😦 lngsung tekan enter td

      • aigoo ini knpa komen aq yg sblmnya koq ga masuk 😦
        ya uda deh tulis ulang lg 😦
        setelah sminggu yg lalu publish baru hr ini aq sempat bacanya 😀
        dan yg cuma mau aq bilang kurang MESUUUUUMM >,< kurang detail itu adegan ranjang nya 😀 tp yg aq suka dongeknya skarang jd lbh brani ngumbar kemesraan di muka umum *ciumHae* yg di kolam renang itu gyurinya kurang sexy kan bnyak bgt foto2 hwejinya yg sexy2 knp ga di pake 😀 biar risihnya Hae di ff readers jg bisa ngerasain abis liat Gyuri yg sexy 😀
        ya tuhan PGM jg publish ya uda deh aq lngsung ke TKP aja, sekian dlu komennya ntar smbung di lg PGM 😀 *narik Hae ngajak baca bareng*

      • jiah itu komen aq knp jd bnyak gtu td satupun ga ada yg muncul huuuuffftt *pingsan bareng Hae*

  48. hawaaaaaaaaaiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii….
    ini bacax ngirit2 dikit2 ngintip2 biar ga cepet abis..
    ehh ketemu jg sama the end..
    aisttttt ahhh mw punya laki kayak gituuuu *colok idung donghae
    hahahahahaaa
    mirux lucuuuu baju jerapahx jugaaa apalagi yg gendong2 miru itu lebih lucu #ehh *d plototin gyuri

    seperti biasa masalah saia klo mw coment adalah.. kata2 mutiara authorx..
    beneran deh..tiap selese baca ff tuh udh kebayang mw coment apa..
    tapi begitu baca kata mutiara yg d bawah..
    ngakak ampe sakit perut trus blusssssss triinngggg ilang
    lupa mw coment apa..
    alhasil balik lg k atas bwt mikir mw coment apa
    berat bgt emng hidup saia *brsandar d dada donghae ^o^

  49. sumfah nie couple romantis gila,suamiKYU*dilibasdonghae*emg raja gombal,ngalahin komeng*?*sneng bca ff.y tp lebih sneng bca cuap2.y author.y,soal.y kta2.y itu loh somplak#ditendang author
    udah lah buat author.y figting!!

  50. Whooaaa… Sell, knapa couple ini sllu teramat manis??? Bnr2 bikin envy…
    Tp pengen banget liat gimana nanti klo gyuri nya hamil trus ngidam… Hehehe..

  51. eooniiiiiiiiiii~~ ff nya panjang bangettttttttttt~~~~ asik bacanya tapi jujur mata juga sakit wkwkwkwkwk.
    hyawww~~ eonni suka mengadakan riset sebelum bikin ff ya? keren dong! jadi readers merasa benar2 masuk kedalam cerita 😀

  52. (y) setiap sekuelnya gue suka gatau deh mesti bilang apa yang pasti bahagia banget yang idupnya kek gyuri. ada ga yaaaaa

  53. wah ff daebaaaak haeri couple jd favorite aku dsni eonni. Maaf bru komen dsni. Itu yg terahir di blg donge apa eon ? Maaf aku gk ngrti hangeul dan males kalo hrus nyari pake google translate kekeke eonni lanjutkan haeri couple neeee ^^ annyeong eonni ♥

  54. Aish.. Donghae ngomong apa sih??
    Di hp aku mah ga kebaca kotak2 malah hehehe

    kirain mereka berdua bakalan dihotel ajah selama honeymoon *yadongkumat*
    eh, itu cerita sera sm sunghwan gmna??

  55. ah,,, honeymoon kali ini lebih so SWEET~!!!! apalagi pas mereka jalan-jalan sama miru seperti lihat keluarga kecil >.<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s