(SHARE FF) Someday

Author : Fabiola Natalina @fabiola_lina

Main Cast :
Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk Super Junior
Song Eunhye Other Cast
Park Jungsoo a.k.a Leeteuk Super Junior

Genre : Romantis

Diclaimer : cerita ini milik saya dan saya harap kalian suka. Lee Hyukjae dan Park Jungsoo adalah milik Tuhan, orang tuanya, Super Junior, dan tentunya milik ELF ^^

Warning : Typo meraja lela.

NB : diharapkan mendengarkan “SUPER JUNIOR – SOMEDAY” ketika membaca one shoot ini.

%%%

Eunhyuk berjalan gontai menuju ke backstage. Senyuman yang awalnya tergambar jelas di bibir Eunhyuk mendadak sirna setelah ia menampilkan sebuah performance yang mengesankan di hadapan para ELF yang sangat setia mendukungnya. Tubuh kecilnya ia sandarkan di bangku yang memang disediakan di backstage itu. Perlahan airmuka Eunhyuk berubah menjadi airmuka yang tidak dapat ditebak.
“Kau lelah Hyukjae-ah?” tanya Leeteuk, sang leader yang sangat dibanggakan di Super Junior ini.
“Gwaenchanayo, hyung. Bukannya ini sudah menjadi resiko kita.” Eunhyuk berusaha menampilkan gummy smile yang menjadi andalannya selama ini kepada Leeteuk, namun Leeteuk yang sudah memahami sifat para dongsaeng-nya satu-satu beranjak duduk di hadapan Eunhyuk, mengulurkan tangannya menyentuh pundak Eunhyuk pelan.
“Ceritakan padaku jika kau sedang memiliki masalah. Aku tahu kau adalah dongsaeng yang paling pintar menyembunyikan masalahmu dari kami tapi aku sudah tahu kau, Hyukjae-ah. Aku tahu kau menyimpan beban bukan di pikiranmu. Sekarang cobalah ceritakan sedikit masalahmu padaku.” Tatapan Leeteuk yang cukup meneduhkan hati Eunhyuk membuat dirinya tergugah. Eunhyuk menyadari bahwa ia sesalu memendam segala masalah yang ia miliki di hatinya, ia tak ingin membuat semua orang yang ada di sampingnya mengkhawatirkan dirinya, ia tak ingin merepotkan orang lain hanya karena dirinya. Maka dari itu, ia memilih untuk selalu memendam beban yang mungkin cukup mengganjal di hatinya itu sendiri.
“Aku hanya teringat masa lalu, hyung…”

***

When we were young, we did not realise our youth
When we loved, we did not realise our love for each

Seorang namja tengah berdiri di tempat pemberhentian bus yang biasa ia kunjungi sebelum berangkat sekolah. Tas ransel berwarna hitam dengan jaket berwarna kuning bergaris hijau ia kenakan. Sesekali ia melirik jam tangan yang ia gunakan ditangan kirinya.
“Hyukjae-ah, mian aku terlambat.” Seorang yeoja tampak terengah-engah ketika sudah sampai di samping Hyukjae –namja itu–.
“Yak Song Eunhye, apa kau tidak tahu aku sudah menunggu kau di sini berapa lama?” Eunhye –yeoja itu– mengatur nafasnya pelan sebelum menyahut ucapan Hyukjae tadi.
“Aku bangun kesiangan karena melembur mengerjakan tugas Kim seonsaengnim semalam. Mianhae.”
“Kau ini pemalas sekali Eunhye-ya, itu tugas sudah diberi sejak seminggu yang lalu. Mengapa kau baru mengerjakannya huh? Jinja!”
“Sudahlah! Kajja kita berangkat. Di mana kau letakkan sepedamu?” Hyukjae mengarahkan kepalanya menunjuk letak sepeda yang ia parkirkan di samping halte. Eunhye tersenyum singkat lalu menarik tangan Hyukjae menuju ke tempat sepeda itu berada. Eunhye menatap Hyukjae yang tengah menaiki sepeda di hadapannya. Entah sejak kapan perasaan ini muncul, namun Eunhye selalu merasa berdesir ketika ia berada di samping namja yang sudah menjadi sahabatnya sejak kecil ini.
“Yak Eunhye-ya. Ppaliwa! Kita tidak punya banyak waktu. Kau ingin Kim seonsaengnim menghukun kita karena kita terlambat masuk ke kelasnya. Cepatlah naik.” Teriakan Hyukjae menyadarkan lamunan Eunhye sehingga membuat Eunhye sendiri kelabakan. Segera ia dudukan dirinya di boncengan sepeda Hyukjae yang terletak tepat di belakang Hyukjae.
“Kau pegangan pada pinggangku. Aku akan mengebut agar kita tidak terlambat sampai sekolah.” Eunhyuk menarik tangan Eunhye agar Eunhye dapat melingkarkan kedua tangannya di pinggang Eunhye. Semburat berwarna merah tergambar jelas di pipi Eunhye, jantungnya berdegup kencang, darahnya berdesir cepat, dan tubuhnya mendadak lemas. Perasaan ini, apakah Eunhye benar-benar sudah terpikat dengan sosok Hyukjae –sahabat sejak kecil–nya ini.
Hyukjae sendiri merasakan hal yang aneh ketika ia menggenggam tangan Eunhye yang duduk di belakangnya. Ia tidak pernah merasakan rasa aneh seperti ini ketika ia menggenggam tangan Eunhye. Selama ia dan Eunhye berteman, ia tidak pernah merasakan perasaan ini. Namun akhir-akhir ini perasaan ini muncul tanpa diduga. Eunhye seperti kebiasaan bagi Hyukjae. Ketika Eunhye tidak ada di sampingnya, Hyukjae selalu merasa ada yang kurang. Ketika ia tahu bahwa Eunhye sakit, ia terlihat paling panik di antara teman-temannya. Ketika Eunhye sedih, ia bisa merasakan bagaimana sakitnya perasaan Eunhye saat itu. Hyukjae kembali melihat tangan Eunhye yang sudah melingkar di pinggangnya. Hatinya kembali terlonjak ketika ia merasakn Eunhye mengeratkan pegangannya di pinggang Hyukjae. Kini senyuman tergambar jelas di wajah Hyukjae maupun Eunhye saat itu.

***

But now returning to the past
Back then we were that young and loved that way

Leeteuk menghela nafas yang cukup panjang ketika mendengar cerita Eunhyuk yang kini sudah berada di dalam van yang akan membawanya kembali menuju ke dorm. Di dalam van itu terdapat Yesung dan Shindong yang sudah terlelap tidur di tempat duduk paling belakang karena kelelahan sedangkan Leeteuk dan Eunhyuk masih terjaga. Leeteuk menatap Eunhyuk yang duduk di sampingnya.
“Jadi kau merindukan Eunhye-mu itu?” tanya Leeteuk yang membuat Eunhyuk tersenyum simpul.
“Sangat, hyung. aku sangat merindukan dia sekarang. Akhir-akhir ini aku sangat merindukan dia. Entah mengapa sosok dia selalu muncul di dalam pikiranku. Jika aku memiliki satu permohonan yang pasti akan terwujud, aku hanya ingin kembali ke masa lalu dan mengungkapkan perasaanku ini kepadanya. Perasaan ini sangat menyiksaku, hyung.” Eunhyuk menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi, ia pejamkan matanya sesaat, merasakan bagaimana perasaannya itu sangat menusuk hatinya.
“Jangan pernah berharap sesuatu yang tidak mungkin terjadi, Hyukjae-ah. Itu semua mustahil. Jika memang kau ingin mengungkapkan perasaanmu yang sudah bertahun-tahun ini kau pendam, mengapa kau tidak mencarinya saja. Aku yakin dia masih berada di Korea.” Helaan putus asa terdengar di keheningan di dalam van ini. Malam semakin larut, baik Leeteuk maupun Eunhyuk memilih diam dan bergulat dengan pikiran mereka masing-masing.
“Aku sendiri tidak tahu keberadaan dia sekarang ada di mana, hyung?” desah Eunhyuk lirih sehingga terkesan menahan kesedihan yang teramat dalam di hatinya.

***

Most of the memories have gone with the tear-filled river of time
Slowly flowing away

Hyukjae menggenggam tangan Eunhye erat hingga mereka kini sudah berada di tepi sungai Han. Menatap indahnya sungai Han di sore hari. Matahari yang semakin lama menghilang dari tempat semula, langit yang berubah warna menjadi warna orange yang membuat warna sungai Han menjadi indah karena pantulannya, dan angin yang terasa dingin sudah mulai berhembus dengan kencang. Perlahan Eunhye melepas genggaman Hyukjae, berjalan menuju lebih dekat dengan sungai Han yang kini ada di hadapannya. Hyukjae menatap Eunhye dengan nanar.
“Chukkaeyo, Lee Hyukjae. Impianmu selama ini terwujud bukan? Kau akan menjadi seorang artis sebentar lagi.” Hyukjae mendengar kalimat itu dengan jelas. Kalimat yang seharusnya disambut tawa oleh Hyukjae namun entah mengapa Hyukjae merasakan sakit di hatinya ketika mendengar kalimat itu terucap dari bibir Eunhye. Hyukjae melangkahkan kakinya yang berat menuju ke tempat Eunhye berdiri. Ketika sampai di samping Eunhye, Hyukjae melihat sebulit airmata jatuh di pipi chubby Eunhye yang membuat hati Hyukjae mencelos.
“Uljima, Song Eunhye. Kau jangan membuatku tidak rela jika aku harus meninggalkanmu di sini. Aku merasa menjadi manusia paling kejam karena akan meninggalkanmu.” Eunhye tersenyum kemudian dengan cepat ia hapus airmatanya, ia berbalik menghadapkan tubuhnya pada tubuh Hyukjae di sampingnya.
“Aku menangis karena aku bahagia. Aku bahagia karena kau diterima menjadi salah satu trainee di agency ternama di Korea. Aku tidak menyangka seorang Lee Hyukjae akan menjadi seorang artis nantinya. Pasti kau akan memiliki banyak fans yang sangat memujamu terutama fans wanitamu.” Hyukjae manatap mata Eunhye yang tampak berkaca-kaca, bukan kata ini yang Hyukjae inginkan. Ia sangat menginginkan Eunhye mengatakan bahwa Eunhye tidak ingin ia pergi dari sisinya. Hyukjae menginginkan Eunhye mengatakan agar Hyukjae tidak meninggalkan Eunhye si sini. Namun ternyata perkiraan Hyukjae salah.
“Kau bahagia karena aku diterima menjadi trainee, Eunhye-ah?” tanya Hyukjae lirih. Eunhye tersenyum memperlihatkan lesung pipitnya yang mencolok, ia genggam tangan Hyukjae erat dan menatap mata Hyukjae tajam.
“Ne, aku sangaaat bahagia. Karena ini demi masa depanmu jadi aku sangat bahagia mendengar berita ini. Kalau kau sudah di sana, pilihkan aku lelaki terbaik yang tampan dan pintar dan jangan lupa jodohkan nantinya padaku.” Hyukjae mendengar tawa itu, tawa yang membuat Hyukjae tidak rela melepaskan yeoja ini. Dengan cepat, direngkuhnya tubuh Eunhye ke dalam pelukan Hyukjae. Hyukjae mengeratkan pelukannya itu dengan erat. Eunhye sedikit tersentak ketika tiba-tiba Hyukjae memeluknya, perasaan Eunhye semakin kacau. Perlakuan ini membuat Eunhye tidak rela melepaskan namja yang sangat dicintainya saat ini. Perlahan airmata Eunhye jatuh, ia merasakan emosinya saat itu tidak dapat terkontrol dengan baik. Hyukjae yang merasakan Eunhye mulai menangis semakin mengeratkan pelukkannya, ia merasakan bahu Eunhye bergetar hebat. Kaos yang Hyukjae kenakan sudah basah di bagian dadanya. Airmata Hyukjae ikut menetes, ia dapat merasakan sakit yang Eunhye rasakan saat ini. Hyukjae memberikan kecupan singkat di puncak kepala Eunhye, seketika membuat tangisan Eunhye meledak. Airmata Hyukjae semakin deras, ia benar-benar akan meninggalkan gadis yang ada dipelukannya ini, gadis ini benar-benar merelakannya ia pergi, dan ia harus mengubur perasaannya ini dalam-dalam. Tepat hari ini adalah hari terburuk bagi Hyukjae, begitu pula dengan Eunhye.

***

But now returning to the past
The youth and love of past was so precious

Mengingat masa lalu membuat Eunhyuk terlihat lemah. Leeteuk menyadari itu. Ternyata inilah beban yang selama ini Eunhyuk sembunyikan dari mereka –member Super Junior–. Eunhyuk tidak ingin terlihat lemah di depan mereka, ia tidak ingin membuat mereka khawatir dengan keadaan dia yang sebenarnya. Leeteuk dapat merasakan bagaimana sakitnya Eunhyuk ketika ia harus kembali mengingat masa lalu yang begitu menyakitkan itu. Pemuda itu hanya bisa berharap kembali ke masa lalu. Pemuda itu hanya ingin mengutarakan perasaannya kepada gadis yang selama ini berada di sisinya. Pemuda itu, Lee Hyukjae, hanya ingin bertemu dengan gadis itu, Song Eunhye.

***

When we were young, we forgot our youth
When we loved, we saw it as too boring

“Hyukjae-ah, apakah kau pernah jatuh cinta?” tanya Eunhye yang membuat Hyukjae berhenti sejenak dengan kegiatan menulisnya di buku pelajarannya. Hyukjae menatap Eunhye penuh tanya.
“Waeyo kau menatapku seperti itu?”
“Aniyo, aku hanya bingung saja mengapa tiba-tiba kau bertanya seperti itu padaku. Apa kau sedang jatuh cinya, Eunhye-ah?” Hyukjae kembali menulis setelah mengucapkan kata itu tanpa memperdulikan Eunhye yang sedari tadi tersenyum yang membuat Hyukjae bergidik ngeri.
“Ne!! Aku sedang jatuh cinta, Hyukjae-ah. Ternyata jatuh cinta itu rasanya menyenangkan..” Hyukjae terdiam, nafasnya memburu. Ia remas pulpen yang kini digenggamnnya. Mengapa dia seperti ini? Mengapa mendadak ia merasakan hatinya seakan dihempaskan begitu saja?
“Eunhye-ya, kita ini masih muda. Kita belum bisa mengerti arti jatuh cinta. Sudahlah lebih baik kau kerjakan tugasmu ini, jangan sampai kau lembur lagi seperti biasanya.”
“Yak kau ini!! Apa kau tidak pernah merasakan jatuh cinta hah? Sampai saatnya kau merasakan yang namanya jatuh cinta, kau akan merasakan hal yang sama seperti yang aku lakukan.” Eunhye menghempaskan tubuhnya di sofa dan kembali bergulat dengan buku serta catatannya.
“Kalau menurutku, jatuh cinta itu membosankan. Membosankan karena kau akan menunggu seseorang yang kau cintai itu akan memiliki perasaan yang sama denganmu.” Eunhye terdiam mendengar ucapan dari Hyukjae. Mengapa dia tidak berpikiran sampai situ? Mengapa ia baru menyadari hal ini? Hyukjae benar. Jatuh cinta itu akan membosankan karena ia akan menunggu sampai kapan Hyukjae akan memiliki perasaan yang sama dengannya.

***

But now thinking back
Back then we were that young and loved that way

Eunhyuk menutup matanya, ia hempaskan tubuhnya diranjang yang begitu nyaman. Disela-sela gelapnya saat matanya tertutup, ia kembali melihat sosok Eunhye sedang tersenyum. Perlahan Eunhyuk pun menampilkan senyuman di bibirnya. Ingatan kembali menyusuri saat-saat indah bersama Eunhye, di mana ia dan Eunhye selalu bersama, di mana ia dan Eunhye tidak pernah terpisahkan, di mana ia dan Eunhye saling membutuhkan, di mana ia dan Eunhye saling melengkapi. Eunhyuk menahan perih di hatinya. Ia menepis kata-kata yang pernah diucapkan kepada Eunhye waktu itu. ia mengatakan bahwa jatuh cinta itu membosankan. Tidak Eunhye-ah! Itu semua tidak benar. Jatuh cinta itu membuat kita sangat bahagia. Jatuh cinta membuat kita mengerti bagaimana rasanya menjadikan seseorang itu sangat spesial di hatinya. Eunhyuk sadar, Eunhyuk mengatakan itu karena ia sedang cemburu, bukan karena hal yang lain. Ia merasa menjadi lelaki pengecut saat ini. Eunhyuk berharap saat ini, malam ini tepatnya, gadis itu dapat mendengarkan isi hati Eunhyuk. Isi hati Eunhyuk yang mengatakan bahwa “Lee Hyukjae sangat merindukanmu, Song Eunhye..”

***

Someday we will meet again
Even though we don’t know where we will go
Someday we will meet again
With already separated identities

Eunhyuk merasakan hempasan angin yang begitu kencang menyentuh kulit-kulit putihnya. Ia kembali merapatkan mantel yang ia kenakan serta syal yang melilit di lehernya. Tempat ini sangat ia berarti baginya, sudah berapa lama sejak insiden perpisahan itu ia tidak pernah mendatangi tempat ini, sungai Han. Eunhyuk masih bisa merasakan pelukkan Eunhye ketika ia memeluk gadis itu yang tengah menangis, Eunhyuk masih bisa mendengar suara isakan tangis yang tercipta dari bibir Eunhye. Ia benarkan letak kacamata hitamnya itu kemudian duduk di bangku yang sudah disediakan di tepi sungai Han ini. Tempat ini banyak berubah, namun suasana tempat ini tidak akan berubah. Sudah hampir 9 tahun ia tidak pernah melihat tempat ini. Ia memang sering melewati sungai Han namun ia tidak pernah mendatangi tempat ini. Bayangan Eunhye dan dirinya tergambar jelas di hadapan Eunhyuk saat ini. Saat-saat di mana mereka akan berpisah. Eunhyuk merindukannya, sangat merindukannya. Suara gemercik air menemani Eunhyuk yang masih setia memandangi sungai Han yang tampak berwarna orange karena pantulan cahaya sore saat itu. Eunhyuk memainkan playlist dari Ipodnya, seketika terputar lagu Super Junior-Someday. Ia tersenyum mendengar lagu tersebut. Lagu ini sekilas menggambarkan dirinya dan Eunhye. Tangan Eunhyuk ia masukkan ke dalam kantung mantelnya, ia pejamkan matanya sejenak merasakan makna dari lagu yang sudah terputar berulang-ulang kali. Senyuman terlihat mengembang di bibir Eunhyuk, ia kembali merangkai masa-masa indah bersama Eunhye. Tak terasa langit sudah berubah menjadi berwarna gelap namun Eunhyuk enggan untuk beranjak dari tempat itu. Ia masih mendengarkan lagu itu dengan headphone-nya dan memejamkan matanya merasakan kehadiran Eunhye di sisinya.
Lagu ini, suatu saat kita akan bertemu kembali. Apakah dirinya dan Eunhye akan bertemu kembali seperti yang dikatakan lagu ini. Perlahan Eunhyuk mulai membuka matanya, menatap kembali sungai Han yang sudah dipenuhi cahaya berwarna-warni dari lampu-lampu yang menyala di sekitar sungai Han. Tanpa ia sadari, sedari tadi sepasang mata tengah menatap dirinya. Tepat berada di depannya. Eunhyuk melebarkan matanya, ia lepaskan kacamata hitam dan headphone yang ia kenakan lalu kembali menatap seseorang yang kini juga tengah menatapnya. Ini mustahil, apakah ini mimpi? Eunhyuk kembali melebarkan matanya, namun sosok dihadapannya itu tetap masih berdiri tanpa bergerak sedikit pun. Eunhyuk berdiri dan berjalan pelan menghampiri sosok itu, sosok itu tersenyum ketika Eunhyuk sudah berada tepat di hadapannya yang berjarak kurang lebih 1 meter ini.
“Hyukjae-ah..” suara itu. Suara yang sudah hampir 9 tahun ini Eunhyuk rindukan. Eunhyuk masih terdiam menatap wajah yang berada di hadapannya. Eunhyuk menatap sosok wanita ini dari atas sampai bawah, tidak ada perubahan sama sekali. Hanya saja rambut yang biasanya ia potong sebahu kini sudah memanjang hingga punggung, poni depan yang biasanya menghiasi dahinya kini beralih menjadi poni samping, dan dulunya ia yang tidak berkacamata kini sudah berkacamata. Perubahan yang hampir membuat Eunhyuk tidak sadar akan kehadiran gadis yang ada di hadapannya.
“Aku mencintaimu, Song Eunhye..” hanya kata itu yang mampu terlontar dari bibir Eunhyuk. Kata yang sudah ia tahan hampir 10 tahun lamanya, kata yang hampir membuatnya gila, dan kata yang hampir membuatnya putus asa.
“Gomawo, Hyukjae-ah. Nado saranghae.” Eunhye dengan cepat merangsek masuk ke dalam pelukan Eunhyuk yang sangat ia rindukan. Ia sadar, pasti ia akan dipertemukan kembali oleh Hyukjae-nya, entah itu kapan waktunya. Dan sekarang, takdir menjawab semua doanya. Ia dapat merasakan pelukkan ini lagi. Ia dapat merasakan rasa ini lagi. Rasa jatuh cinta yang teramat sangat. Dan ia dapat meluapkan kerinduannya ini. Hanya kepada namja yang sangat dicintainya, Lee Hyukjae.

Jeormeun naren jeormeumeul moreugo
Saranghal ttaen sarangi boiji anhanne
Hajiman ije dwidoraboni
Urin jeormgo seoro sarangeul haetguna

Nunmul gateun siganui gang wie
Tteonaeryeoganeun geon han dabarui chueok
Geureoke ije dwidoraboni
Jeormeumdo sarangdo aju sojunghaetguna

Eonjenganeun uri dasi mannari
Eodiro ganeunji amudo moreujiman
Eonjenganeun uri dasi mannari
Heeojin moseup idaero..

Jeormeun naren jeormeumeul ijeotgo
Saranghal ttaen sarangi heunhaeman boyeonne
Hajiman ije saenggakhae boni
Urin jeormgo seoro sarangeul haetguna

Eonjenganeun uri dasi mannari
Eodiro ganeunji amudo moreujiman
Eonjenganeun uri dasi mannari
heeojin moseup idaero..

Eonjengan uri dasi mannari
Eonjengan uri dasi mannari
Idaero idaero

Eonjenganeun uri dasi mannari
Eodiro ganeunji amudo moreujiman
Eonjenganeun uri dasi mannari
Heeojin moseup idaero..

(Someday-Super Junior)

Advertisements

One comment on “(SHARE FF) Someday

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s