Jong-Shin Couple : Chuseok Special (drabble)

Dobonggu, Daegu. 29 September 2012

Author’s POV

Jong Woon masih berusaha mengancingkan hanboknya yang sedikit kebesaran setelah sebelumnya dia merasa kesulitan menemukan baju tradisional yang pas di tubuhnya yang sekarang terlihat semakin kurus. Bukan karena dia sengaja melakukan program diet untuk menurunkan berat badan, tapi akhir-akhir ini pria itu memang sangat sibuk dengan semua pekerjaannya sampai-sampai dia kehilangan pipi berisi yang biasanya menjadi hal paling menarik ketika memandangi wajahnya yang tampan.

“Ini adalah pertama kalinya aku merayakan chuseok tidak bersama keluarga besarku. Biasanya aku akan pergi ke Cheonam dan berlibur selama 3 hari disana. Tapi kali ini, tahunnya berbeda… setelah aku bersamamu tentu saja”

Jong Woon membalikkan tubuhnya dan mendapati Shin Yeong yang masih duduk sibuk di depan cermin untuk mengenakan hiasan di rambutnya. Pria itu tersenyum melihat Shin yYeong dengan hanboknya yang indah berwarna merah, warna kesukaannya.

“Setiap tahun aku akan pulang ke Daegu untuk merayakan chuseok, dan acaranya selalu sama. Tapi tetap saja menyenangkan. Dan sekarang ada kau. Aku pikir, kau akan mengajakku ke Cheonam dan bertemu dengan keluarga besarmu disana, tapi ternyata kau yang mengalah dan mengikutiku ke Daegu… terimakasih”

“Untuk apa mengucapkan terimakasih?” Tanya Jong Woon sembari berjalan mendekat dan menurunkan tubunya berjongkok di samping Shin Yeong yang masih betah duduk di depan cermin.

“Terimakaish karena di tahun pertama pernikahan kita, kau mau merayakan chuseok bersama seluruh keluarga besarku di sini. Padahal keluarga kami sangat sederhana, jauh berbeda dengan keluargamu yang pastinya merayakan chuseok dengan jauh lebih meriah”

“Apa yang kau bicarakan? Chuseok itu adalah hari bersyukur. Dan dijadikan kesempatan juga untuk berterimakasih kepada arwah leluhur. Tidak perlu meriah yang dtekankan dalam chuseok, tapi seberapa banyak doa yang disampaikan dan seberapa besar nilai-nail tradisi yang dilestarikan. Tidak masalah aku melakukannya dengan keluargaku atau keluargamu. Toh keluargamu juga keluargaku kan?” Ujar Jong  Woon

Shin Yeong menghentikan gerakan tangannya ketika dia selesai memasang hiasan rambut di sekitar gulungan rambut panjangnya yang membuat gadis tu terlihat semakin cantik.

“Araseo, aku tau kesempatan ini akan kita jadikan untuk mempererat hubungan kekeluargaan juga. Dan dalam kesempatan ini, aku mau mengambil waktu sebanyak banyaknya bersama kelaurgaku karena jarang sekali aku bisa pulang ke Daegu jika rutinitasku di Seoul sudah sangat padat”

“Ya, kau benar. Jadikanlah kesempatan ini untuk sepuas-puasnya menghabiskan waktu bersama keluargamu. Tapi aku mohon… jangan lupakan keberadaan aku disni juga”

“Araseo” Balas Shin Yeong diiringi senyuman.

Tiba-tiba sesuatu terlintas di kepala Shin Yeong dan membuat gadis itu langsung bangkit berdiri dengan terburu-buru, membuat Jong Woon yang sedang berjongkok langsung mengalihkan pandangannya ke atas dan mendongak menatap gadis itu.

“Ada apa?” Tanyanya bingung

“Aku lupa belum melakukan sesuatu” Ujar Shin Yeong terburu-buru.

Dengan santainya Shin Yeong menggunakan kedua tangan untuk mendorong bahu Jong Woon dan membuat pria itu terduduk di lantai secara paksa. Bahkan masih terbengong, Jong Woon membenarkan posisi duduknya kemudian bersila dengan penuh tanda tanya.

“Aku lupa belum member hormat dan selamat chuseok kepada suamiku”  Shin Yeong berkata sembari menegakkan tubuhnya.

Dengan gerakan lambat, gadis itu membungkukan badannya ke arah Jong Woon kemudian menekuk kedua kakinya dan bersujud sebanyak dua kali. Sebuah cara tradisional untuk memberikan penghormatan dan baru kali ini dia lakukankepada seorang pria yang berstatus sebagai suaminya.

Melihat apa yang baru saja dilakukan Shin Yeong, tentu saja Jong Woon tidak bisa menahan senyuman. Dia bisa melihat bagaimana dengan fasihnya Shin Yeong bergerak membungkuk dan bersujud di depannya memberikan penghormatan. Baru kali ini dia mendapatkan perlakukan seperti itu, dan rasanya dia menjadi satu-satunya pria yang akan membuat pria lain merasa iri karena memiliki istri yang benar-benar mengerti adat dan tradisi yang baik.

“Selamat hari chuseok… suamiku…”

***

Chuseok, atau dikenal sebagai hari bulan purnama. Adalah hari libur resmi di Korea yang dirayakan secara besar-besaran pada bulan ke-8, hari ke-15 kalender lunar. Perayaan ini berupa pesta makan untuk mengucapkan terimakasih atas keberhasilan panen, sehingga disebut juga hari panen, festival bulan musim panen, atau hangawi yang berarti perayaan besar di tengah musim gugur.

Musim gugur dalam sistem Lunar berada pada bulan Juli-Agustus dan musim panen jatuh pada rentang tiga bulan dan tanggal 15 jatuh pada pertengah bulan. Jadi hangawi secara harfiah berarti perayaan besar ditengah-tengah musim gugur.Orang Korea menyimbolkannya dengan liburan besar. Sunguh suatu tradisi yang indah dan mereka masih mempertahankannya hingga kini ditengah kemajuan Korea yang begitu pesat dan banyaknya perubahan dimasyarakat Korea seperti meningkatnya keluarga inti yang terpisah satu sama lain akibat kesibukan masing-masing sehingga mereka sangat memanfaatkan hari Chuseok ini untuk berkumpul dengan keluarga walau hanya beberapa jam saja.

Chuseok adalah hari dimana masyarakat Korea bersyukur kepada nenek moyang atas panen yang melimpah namun bukan hanya itu , hal yang terpenting adalah Chuseok adalah hari dimana warga Korea mengucapkan terima kasih kepada Orang tua, Kakak,adik, teman , kerabat, tetangga.

Tok… tok… tok…

Dengan perasaan gugup Jong Woon mengetuk pintu kayu yang  berada di salah satu ruangan jajaran kamar-kamar besar khas rumah tradisional Korea. Pria itu menggenggam sebelah tangan Shin Yeong erat-erat dan berusaha sebisa mungkin untuk mengatur semua hal yang biasa dilakukannya dengan sempurna. Kali ini memang hanya hal sederhana memberikan salam kepada kedua orang tua Shin Yeong dan juga kakek dan nenek gadis itu, tapi karena hal ini dilakukan untuk pertama kalinya, maka dari itu Jong Woon tampak sangat  gugup.

“Silahkan masuk”

Balasan lembut dari suara seorang wanita yang diyakini Jong Woon suara ibu mertuanya itu membuatnya sedikit lebih tenang. Setidaknya Jong Woon memang sangat akrab dengan sang ibu mertua dan juga neneknya meskipun dia tidak terlalu dekat dengan ayah Shin Yeong.

Secara berbarengan Jong Woon dan Shin Yeong melangkahkan kaki mereka melewati batas pintu kayu dan masuk ke dalam untuk kemudian duduk dengan leluasa di depan keluarga mereka.

“Selamat hari Chuseok, abeoji, halmeoni, abeoji dan eommonim… semoga semuanya diberikan kesehatan dan umur yan panjang” Ujar Jong Woon memimpin

Shin Yeong tersenyum menganggukkan kepalanya sebelum kemudian keduanya melakukan penghormatan membungkuk dan bersujud sebanyak tiga kali untuk kedua orang tua mereka. Suasananya memang agak sedikit lebih formal di saat-saat seperti ini, tapi setelahnya akan lebih santai ketika kegiatan minum teh bersama akan mencairkan suasana.

“Semoga kalian berdua juga diberikan kesehatan dan panjang umur. Cepatlah punya anak dan berikan banyak cucu yang akan meramaikan perayaan chuseok di tahun yang akan datang”

Secara berbarengan Jong Woon dan Shin Yeong saling melempar pandang satu sama lain kemudian tersenyum dengan sedikit kikuk. Mereka langsung salah tingkah tiap mendengar kata “anak” yang diucapkan oleh siapapun. Tapi tentu saja di hari yang berbahagia ini pasangan muda itu merasa sagat senang mendengar doa-doa yang diucapkan.

“Kamsahamnida” Balas keduanya secara kompak

“Duduklah dengan nyaman, dan kita mengobrol santai di sini. Jarang sekali ada hidangan gotgam dan biasa menikmati teh bersama” Ujar kakek Shin Yeong sembari menyodorkan penganan gotgam atau kesemek kering yang diberi taburan gula halus.

“Nee… abeoji…”

Jong Woon menerima mangkuk teh yang diberikan oleh Shin Yeong dan menyesapnya sedikit. Dia masih kebingungan mengatur manner yang tepat di depan keluarga Shin Yeong.

“Kita akan melakukan charye, atau upacara leluhur di halaman depan nanti, tapi sekarang santai saja dulu sembari menunggu keluarga lain yang belum datang ke sini” Ujar orang tua Shin Yeong ikut dalam pembicaraan.

“Ngomong-ngomong, apakah keluarga bibi Min Seok juga akan menginap di sini? Berarti banyak sekali keluarga yang berkumpul. Memangnya semua kamar bisa menampung?” Celetuk Shin Yeong

Spontan Jong Woon menengok kearah gadis itu dan meliriknya dengan tatapan yang menekankan bahwa sebaiknya gadis itu tidak usah berbicara apapun jika tujuannya untuk membuat pembicaraan mereka jadi tidak menarik.

“Tenang saja, kamar untk kalian berdua sudah disiapkan, jadi kalian bisa tidur di kamar yang tadi sudah kalian masuki, keluarga yang lain bisa menempati jajaran kamar di sebelah barat di dekat tempat berkumpul aula kelaurga besar kita”

“Ah, baguslah kalau begitu” Balas Shin Yeong lega

Jong Woon hanya menggelengkan kepalanya melihat ekspresi lega Shin Yeong. Tapi kemudian dia langsung mengok saat ayah mertuanya memanggil namanya.

“Jong Woon… ada yang ingin ayah tanyakan padamu”

“Ah… de, abeonim” balasnya sigap

“Apakah selama ini kau menemukan kebiasaan buruk Shin Yeon yang membuatmu merasa tidak nyaman?”

Pertanyaan itu membuat Jong Woon terdiam. Dia melirik Shin Yeong kemudian tersenyum dan meraih sebelah tangan gadis itu, menggenggamnya kencang sampai-sampai gadis di sampingnya juga kaget dengan perlakuan tiba-tiba itu.

“Aku tidak terbiasa dengan ketidakhadiran Shin Yeong disekitarku, walaupun itu hanya dalam hitungan jam. Dan itu saja yang membuatku merasa tidak nyaman”

***

Hari mulai gelap ketika semua angota keluarga akhirnya berkumpul di halaman tengah bangunan yang memang biasanya digunakan untuk berkumpul.  Tempat itu juga yang dulu pernah djadikan sebagai tempat prosesi pernikahan Jong Woon dan Shin Yeong. Suasananya hangat, dan sepertinya Jong Woon mulai terbiasa dengan situasinya saat ini.

Pada malam hari keluarga besar dibagi menjadi dua kelompok, yaitu perempuan dan laki-laki. Bagi lak-laki, mereka semua merayakan dengan soju dan penganan ringan, juga obrolan santai lainnya.  Sementara perempuan lebih senang untuk menata meja dan menyajikan hidangan special chuseok.

Shin Yeong yang mulai bosan karena sendirian tampak memperhatikan Jong Woon yang sedang duduk diantara para paman dan juga saudara-saudaranya yang lain. Meskipun seperti itu, tapi rasanya Jong Woon sudah mulai terbiasa karena beberapa kali dia juga ikut tertawa dalam obrolan tersebut.

“Nuna ya… kenapa kau memperhatikan kakak ipar terus?”

Yeong Min yang memergoki Shin Yeong sedang menatap Jong Woon menegur sang kakak yang langsung mengalihkan padangan.

“Siapa bilang aku memperhatikan Jong Woon… aku… aku sedang memperhatikan ayah” Elak Shin Yeong kemudian berjalan melewati Yeong Min.

“Hei nuna”

Dengan jahilnya, Yeong Min menarik ujung Hanbok Shin Yeong, membuat gadis itu hampir terjungkal karena kelakuan isengnya.

“Aish, jinja. Ada apa?”

“Kau sangat menyukainya ya?”

“Menyukai siapa?” Respon Shin Yeong pura-pura bodoh

“Aku bisa melihatnya dengan sangat jelas. Kau itu sepertinya sangat tergila-gila pada pria yang sedang duduk disana. Dasar nuna bodoh, setidaknya kau harus menyembunyikan perasaanmu agar lebih keren. Rasanya jadi lucu jika melihatmu menatap kakak ipar dengan tatapan seperti itu”

“Hei, apa yang kau tau tentang perasaanku? Ck, dasar bocah tengik. Lepaskan bajuku”

Shin Yeong menghempaskan tangan Yeong min dari hanboknya kemudian menjitak kepala adik satu-satunya  dengan gemas.

“Ck…dasar nuna pikun. Kenapa kau menjitakku seperti ini, kalau kau suka padanya ya apa yang salah. Toh kalian kan sudah hidup bersama”

“Diam kau”

Shin Yeog meninggalkan Yeong Min kemudian kembali pada kumpulan keluarganya yang lain. Gadis itu mengambil songpyeon penganan khas chuseok yang menjadi favoritnya dan memakannya dengan lahap.

“Yeongi…”

Seseorang memangil nama Shin Yeong dan membuat gadis itu langsung menegok. Shin Yeong mendapati sang bibi menyodorkan satu gelas minuman kepadanya. Minuman berwarna coklat seperti teh, tapi dia sendiri tidak tahu apakah itu benar-benar teh atau bukan.

“Ini untukmu”

“Apa ini?” Tanya Shin Yeong penasaran

“Teh biasa, hanya saja ini didapatkan dari ibu mertuaku, kau harus mencobanya dan menghirup aroma mawar yang wangi ketika teh itu menguar di depan hidungmu”

“Jinja?”

“Eum. Kau tau kan, suamiku itu mempunyai kelurga yang sangat menyukai berbagai jenis teh, dan aku juga sudah mencicipi beberapa. Ini cobalah”

“Ah, terimakasih banyak bi. Sepertinya ini memang sangat menarik. Dapat tercium dari wanginya”

“Em, kau benar. Kau pasti menyukainya”

Shin Yeong mengangguk-anggukkan kepalanya mendengarkan paparan sang bibi, gads itu terlihat sangat antusias menatap segelas kecil teh di tangannya sebelum kemudian meneguknya sampai habis tak tersisa.

“Apa kau suka?” Tanya sang bbii memastikan

“Eum, apa aku bisa mendapatkannya lagi?”

“Haha, kau benar-benar suka sepertinya”

Shin Yeong tersenyum dan dengan senang mengangkat kedua jempolnya dihadapan sang bibi. Tapi kemudian perhatiannya kembali tertuju pada Jong Woon yang masih betah berkumpul dengan para laki-laki yang masih asik mengobrol sejak tadi.

“Bibi, ngomong-ngomong… minuman berwarna putih yang disajikan disana itu bukan alkohol kan?” sembari mengernyit Shin Yeong menunjuk minuman yang dihidangkan di meja yag ada di hadapan Jong Woon, sementara pria itu bekonsentrasi menuangkan minuman itu ke mangkuk di depannya.

“Arak beras maksudmu? Tentu saja itu mengandung alkohol. Itu arak tradisional”

“Jinja?” Balas Shin Yeong khawatir

Gadis itu memperhatikan Jong Woon yang mulai meneguk minuman tersebut. Biasanya Jong Woon tidak akan kuat minum, tapi diluar dugaan, untuk kedua kalinya Jong Woon menuangkan minuman beralkohol teksebut kedalam mangkuknya sampai-sampai Shin Yeong hanya bisa menggelengkan kepala menatap tingkah sang suami.

“Ck, pasti dia akan mabuk setelah ini”

***

“Yeongi-ya… kau di dalam kan?”

Suara berat itt terdtngar nyaring di ruangan kecil yang malam ini menjadi tempat Shin Yeong dan Jong woon beristirahat. Dengan langkah sempoyongan Jong Woon menggeser pintu kayu kemudian menutupnya kembali  setelah dia berhasil melangkah masuk tanpa ambruk.

Shin Yeong yang sudah berbaring langsung terperanjat kaget melihat Jong Woon yang tiba-tiba masuk kekamar mereka dalam kedaan mabuk berat.

“Ck, jadi kau benar-benar mabuk?”

Shin Yeong menyingkap selimut yang sudah dia kenakan di kasur lantainya kemudian berdiri untuk menahan tubuh Jong Woon yang hampir terjungkal menindihnya. Gadis itu menahan tubuh Jong Woon dalam pelukannya, tapi dengan nakalnya jongwoon mengambil kesempatan untuk memeluk tubuh Shin Yeong erat-erat dan membenamkan wajahnya di leher gadis itu dengan manja.

“Aish, jinja. Jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan tuan Kim Jong Woon. Baru kali ini aku menghadapimu dalam keadaan mabuk seperti ini”

“Yeongi-ya… siapa bilang aku mabuk? Aku hanya pusing saja” Balas Jong Woon dengan artikulasi yang tidak jelas.

“Ck, diamlah. Au akan melepaskan bajumu. Lihat, kau sampai basah karena keringat”

Dengan sepenuh tenaga Shin Yeong membuat tubuh Jong Woon tegak kemudian menarik simpul depan hanbok yag dipakai oeh pria itu. Shin Yeong menarik lepas baju luar dan menyisakan baju dalam berwarna putih ditubuh Jong Woon. Tapi belum sempat Shin Yeong melanjutkan pekerjaannya, Jong Woon sudah jatuh ke lantai den terduduk dengan lemas. Pria itu memegangi kepalanya yang pasti terasa berputar.

“Siapa yang menyuruhmu mabuk-mabukan. Kau itu kan tida suka minum alkohol, kenapa bisa mabuk seperti ini”

“Tadi aku Cuma minum arak beras, dan rasanya lumayan enak makanya aku meneguknya sampai tiga kali dan ternyata itu membuat kepalaku pusing”

“Sudah cepat lepaskan bajumu. Aku akan mencarikan baju ganti didalam lemari untuk menganti bajumu yang hampir basah itu”

“Tidak usah, uku tidak perlu baju malam ini”

“Apa masudmu?” tanya Shin Yeong bingung

Gadis itu menatap Jong Woon dengan ragu-ragu kemudian menyilangkan kedua tangannya didepan dada.

“Jangan harap kau bisa menyentuhku dalam keadaan mabuk. Aku tidak pernah tau bagaimana caramu melakuannya dalam kedaan mabuk, dan aku tidak mau mengambil risiko dengan mempertaruhkan tubuhku sendiri”

“Tenang saja. Aku akan melakukannya sepelan yang aku bisa. Kemarilah”

“Tidak mau” Tolak Shin Yeong

Jong Woon tersenyum mendengar jawaban Shin Yeong, tapi kemudian pria itu langsung bangkit dari posisinya menarik Shin Yeong sampai gadis itu terseret dan terduduk di atas pangkuannya dengan tepat.

“Sudah kubilang, aku akan melakukannya sepelan yang aku bisa. Aku akan bertanggung jawab jika kau merasa tidak nyaman… cepat buka bajumu”

“Mworago?”

***END***

 

Tralalalala… FF maksa #PLAK

Masih aget, fresh form the oven, baru kelar langsung publish.

Gaje? Gantung? Pendek? Biarin!!!! *lempar gocengan*

Udah ah, aku mau lanjutin CEO Scandal.

Babay *kembali bersemedi*

Advertisements

105 comments on “Jong-Shin Couple : Chuseok Special (drabble)

  1. eonnie. . . .
    Drmu kejam banget. . . .
    Ngantungin ff.a. . . .

    Ternyata shin yeong istri penurut ya. . . Ampe sujud2 segala. . . .

  2. eaa.. bang jongwon kenapa tamatnya pas lagi seru begitu.. *timpukin selly*

    tumben deh kamu bikin mereka so sweet2an begini. lucu aja ngebayanginya mengingat shin yeongnya begitu sifatnya.

  3. Astaga gntung nya gak asik bgt.. Bru mau berfantasi *ketauan yadong* hahahahhhaha
    Si jongwoon knp bs nakal2 gni..astaga..ckckckck..

  4. knp disn jongwon’a mkn mesum y,ksian shinyeong.
    Selly kpn jongshin haneymoon di jpg dah pnsrn dan kgn ma cpl yg atu ini.yapzz ditgg CEO SCANDAL’a.HWAITING

  5. huwa…keren eonni ceritany…
    adat istiadat negara gingseng ternyata menarik..dan aku lmyn ska..
    lanjutanny dtunggu eonni 🙂

  6. Huwaa… abang jongwoon-ku manis sekali lagi mabuk.. Jadi mesem-mesem sendiri ngebayangin abang yang kayak gitu,.. minta tapi setengah sadar.. Gimana yah rasanya?? #plakk
    Aish…kenapa berenti di situ sel?? mau lajutannya atuh… lanjutiinn.. *tarik-tarik tangan Selly*

  7. Yak eonnie yg g bertanggung jwb. Lg seru2x baca nie drable mlh di END g2 aja? Aigoo~ blm sembuh kangen q pda JongShin couple ini eon. Lgian nanggung bgtz c eon dibikin drable sekalian z jdi’in FF. Eonni-ah di lanjut z scene zg trakhir i2 ea ea ea *pasangpuppyeyes*

  8. muhahaha note terpendek selly tralalatrilili
    Hahahaha

    Wkwkwk drabble nya manis bgt dah…
    Dan ttp ujungnya menjurus dah ah tp gk pke bgt kok…
    Tp pdahal sy penasaran gmana gaya kim jongwoon do it somethin while he is drunk
    Wkwkwk
    Oke selly ditunggu next ff nya…

  9. omg.jong woon dlm keadaan mbuk pun tetep aja pikiran yadongnya muncul.
    knp endingnya disaat yg tk tepat…jd berfantasi sendiri nich..keke
    dtgu ceo’s scandalnya sell.

  10. kyaaa kyaaaa kyaaaaaaa aku histerissss
    kenapa andddddddddd
    waeee waeee waeeeee
    *otak yadongkumat*
    *dibekep unyuk oppa*
    tanggung jawab
    aku mau cepet dilanjutin hahhahha
    *maksa*
    kayaknya yesung oppa kalau mabuk sexy deh
    *gubraks*

  11. kkk~
    author.a belum pernah ditampar kkoming nii XD

    iyaa bener, ecung jadi kuruuuuusss *.*
    aish…tp makin sekseh gitu *tetep*

    author, cepetin lanjutin CEO Scandal *mulai asah golok*

  12. pendek benget unn,, typo bertebaran dimana mana 😀
    tapiiiii,,, ceritanya tetep bagus, aku sukaaa, meskipun endingnya agak gantung sihh,,
    ditunggu CEO Scandal-nya,, cpetan ya unn,, 😀

  13. Eishhhh ini copule, cerita yang lama hampir yadongan gegara kwangjangnim. sekarang gegara arak beras. emang bener-bener deh selly -____- lanjutin nggak! *nyolot*

  14. aiissshh,,, jinja??? seginikah??? hwaaa eoni cm bkin aku pnasaran aja.. tanggung eon… bkin org pnasaran dosa lho eon*ceramah mksa..
    kangen ma jongshin yg satu iniiii,,, wlaupun hmpir gila si ceo gk publish2,,, tp aku ckup sneng bca ini…:D ayo ceo’y d kluarin *demo pke kolor yeye

  15. Kaget banget ada jongshin, mana keringgalan jauh lagi……

    Pertama, aku nangis bacanya….. Trharu sm shin yeong yng hormat sama jong woon..
    Tp kpm akhir nya.. Enh…….gmna gtu…???????
    Jd kangen mereka sell…..
    Ayo lanjutkan d ceo ….!!!!!

  16. ok dech sel…..
    FF ini emang berasa pendek banget dari pada FF mu yang lain…
    tapi sebagai gantinya ntar CEO’s scandal harus lebih panjang n lebih banyak dari pada ini….
    kkkkkk 😀
    #dilempar bom sama selly

  17. huwaaaaaa selong nyebeliiiin.. >///<
    Apa apaan itu endingnya gantung nista banget??! *tabok seli pake teplon*

    aih, manis bgt j0ngshin di epis0de chuseok ini.. Om mata seksi ngegemesin bgt lagi mabuknya.. Tapi jadi mesum ye, -____-

    **“Aku tidak terbiasa dengan
    ketidakhadiran Shin Yeong
    disekitarku, walaupun itu hanya
    dalam hitungan jam. Dan itu saja yang membuatku merasa tidak nyaman”**
    melting asli baca kalimat ini.. #elapmimisan

  18. kekeke~ aigoo makin romantis nih JongShin..bikin envy*culikyeye*

    aishh frustasi saking pendeknya,trus kenapa ga d lanjutin yg akhir itu eonn*lirikJongShin*

    orangtua shinyeong udh minta cucu..ayo cepet cepet bikin*maunya*d lempar meja*

  19. kkkk siabang Yeye ternyata bisa romantis gitu pas bilang :

    Aku tidak terbiasa dengan ketidakhadiran Shin Yeong disekitarku, walaupun itu hanya dalam hitungan jam. Dan itu saja yang membuatku merasa tidak nyaman”

    kata – katanya sungguh mengena dihati

  20. kya shin young bener dah istri idaman, hormat ma suami.
    hahah… jongwon mabuknya lucu.
    tenanglah aku akan melakukan sepelan mungkin. bikin ngakak. . . .
    okesip lanjutannya, q praktekan sendiri #plakkk

  21. “Aku tidak terbiasa dengan ketidakhadiran Shin Yeong disekitarku, walaupun itu hanya dalam hitungan jam. Dan itu saja yang membuatku merasa tidak nyaman” <— bikin saya melayang.
    Dan endingnya bikin ngakak! XD

  22. eonni eonni~~ masih ingatkah dengan saya? *oke ini ga penting* udah lama banget ga mampir ke sini — terakhir pas aku masih smp baca jongshin sampe honeymoon dan ternyata ada lanjutannya :3 aku jongshin sipper /? hahaha sudahlah lupakan
    ijin baca ff yang lain yaaa 😀

  23. KyaAaAa…. >.<
    aQ bru ajj nemu nhe ep-ep jong shin couple…
    DaebaKkKk…
    KerenNn thor,,
    tpi yg nho ad passwordx thu…
    Mnta pW nya yg jong shin honeymoon di kanada ama di paris d0nk thor…??
    *pasang aegyo*
    nhe emailQ yha
    minho_flamers@yahoo.com
    gomawo ^.^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s