Gallery

(SHARE FF) True Love Part 2

ffkuu

Judul                : True Love Part 2

Author             : 신수림 (@cyynmel)

Leght               : chapter

Cast                 : Kim Jongwoon, Kim Hyojin, Park Hyojin

Support cast     : Kim Jongjin, Nyonya Kim, Eunhyuk, Lee Sungmin

 

— Pervious Part —

“ah..nyonya tidak usah seperti ini, saya hanya membantu anda. Tidak usah.” Hyojin menolak pemberian nyonya Kim, padahal sebenarnya Ia sangat tidak menolak mendapatkan uang itu. Tapi Ia cukup tau diri dan Ia memang berniat untuk membantu nyonya ini tanpa mengharapkan balasan. Hyojin masi tetap tersenyum dan nyonya Kim menatap Hyojin dengan tatapan kagum. “gadis ini, dari penampilannya sepertinya bukan dari kalangan berada, namun kenapa dia sopan sekali. ia pasti anak yang sangat baik.” Batin Nyonya Kim.

“sepertinya sudah sangat malam, bagaimana kalau kau, saya antar pulang ne. “ tawar nyonya Kim. Belum sempat Hyojin menolak, Nyonya Kim sudah mendorong Hyojin masuk ke dalam mobilnya.

“hmm…siapa namamu?” Tanya nyonya Kim pada Hyojin. “oh,,Kim Hyojin imnida” seketika tubuh Nyonya Kim menjadi beku dan matanya membulat. “Hyo..hyo..jin?”

 

— True Love Part 2 —

“Hyo..hyo..jin?” ulang nyonya Kim. “ne..Kim Hyojin imnida. Ada apa nyonya?” Tanya Hyojin bingung melihat ekspresi terkejut dari Nyonya Kim. “ah tidak ada apa-apa” elak Nyonya Kim. “kenapa gadis ini harus memiliki nama yang sama dengan Park Hyojin?” batin Nyonya Kim.

“Nama saya Kim Bo Kyung, tapi kau bisa memanggilku Nyonya Kim.” Tambah Nyonya Kim. “ah ne..Nyonya Kim senang bertemu dengan anda.” Hyojin semakin merasa aneh dengan wanita yang disampingnya kini. “ada apa dengannya? Kenapa Ia menatapku terus?”

“Rumahmu dimana, hum?” Tanya nyonya Kim memecah keheningan, “oh rumahku ada diujung jalan ini..nah ya disini.” Mobil Nyonya Kim berhenti disebuah panti asuhan kecil, nyonya Kim tertegun menatap bangunan  kecil yang dikelilingi banyak bunga itu. “kau….”

“ne..saya seorang yatim piatu. Sedari kecil saya ditinggal disini, saya tidak pernah tau siapa orang tua saya. Kata Lee ahjumma, pengurus panti ini, orang tua saya meninggal karena kecelakaan saat saya berumur 1 tahun.” Cerita Hyojin sambil tersenyum miris.  Nyonya Kim langsung memeluk Hyojin sambil mengusap punggung Hyojin dengan lembut. Hyojin sedikit tersentak, ia memang sudah terbiasa dipeluk oleh Lee ahjumma, namun pelukan ini terasa lain, lebih hangat dan nyaman. “kau adalah gadis yang sangat baik. Orang tuamu pasti sangat bangga terhadapmu.” Nyonya Kim mengusap rambut Hyojin yang panjang dengan sangat lembut. Hyojin merasa sangat ingin menangis tapi ia tahan. Nyonya Kim melepas pelukannya dan tersenyum. Hyojin segera keluar dari mobil nyonya Kim dan membungkuk. “sampaikan salamku pada Lee ahjumma ya. Aku akan sering kesini nantinya untuk menghujungimu, bolehkah?” kata Nyonya Kim.

“tentu saja nyonya. Aku akan sangat senang jika nyonya kembali lagi kemari.” Kata Hyojin bersemangat. Mobil nyonya Kim semankin menjauh, Hyojin masi menatapnya dengan mata yang berbinar. Sesekali ia tersenyum saat mengingat pelukan dari nyonya Kim. Untuk pertama kalinya Ia merasa nyaman saat dipeluk selain oleh Lee ahjumma.

“Hyojin-ah…kenapa baru pulang? Kau diantar siapa, hum?” Lee ahjumma keluar menghampiri Hyojin yang masih berada di depan pagar. “ah..tadi aku menolong seorang wanita yang tasnya dirampas, lalu aku diantarkan pulang olehnya.” Jawab Hyojin yang kini merangkul Lee ahjumma sambil berjalan masuk ke dalam rumah. “tapi kau tidak apa-apa kan hyojin-ah?” Tanya lee ahjumma sambil membalik-balikkan badan hyojin. “tidak apa-apa! Aku baik-baik saja. Tidak usah terlalu khawatir kkk”

“apa kau sudah makan? Ahjumma sudah membuatkan makanan kesukaanmu. Sungmin baru saja menerima gaji pertamanya sebagai seorang manager.” tawar Lee ahjumma dengan semangat. “eomma memasak sangat banyak dan itu semua makanan kesukaanmu, Hyojin-ah.” Kata sungmin yang tiba-tiba muncul dihadapan Hyojin. “sungmin oppa..chukhahaeyo..” kata Hyojin dan langsung memeluk oppa-nya itu. Yah walau bukan oppa sungguhan, namun Hyojin dan Sungmin sudah seperti kakak adik sungguhan, tidak hanya mereka tapi untuk semua penghuni panti sudah seperti saudara sendiri. Maka dari itu Hyojin sangat betah tinggal disini.

***

Nyonya Kim melangkahkan kakinya kedalam rumahnya, baru saja membuka pintu, Jongwoon menghampirinya dan memeluknya. “eomma…eomma tidak apa-apa kan? Tadi aku dengar tas eomma dirampas seorang pria.” Kata Jongwoon saat melepas pelukannya. “eomma tidak apa-apa. Tadi eomma diselamatkan oleh seorang yeoja. Dia sangat manis, tapi sayangnya dia anak yatim piatu. Kasian sekali dia.” Cerita nyonya Kim yang sekarang sudah duduk di kursi santainya. Jongwoon duduk disampingnya dan merasa ingin tau tentang yeoja itu. “yeoja?” Tanya Jongwoon, nyonya Kim hanya mengangguk singkat. “eomma minumlah dulu.” Jongjin datang dengan segelas air putih untuk eommanya. “seharusnya eomma tidak usah pulang terlalu malam lagi. Untung ada yeoja itu kalau tidak tas eomma pasti akan hilang.” Ujar Jongjin. “yeoja itu pasti yeoja yang sangat liar, mana mungkin dia bisa menyelamatkan eomma dari pencuri itu atau jangan-jangan dia teman si pencuri.” Tebak Jongwoon.

“kapan kebiasaan mengada-ngadamu hilang, Jongwoon-ah? Dia menolong eomma dengan cara memukul si pencuri itu dengan tutup tong sampah. Dia bahkan menolak uang yang eomma berikan. Dia gadis yang lembut dan sangat ceria. Dia gadis baik.” Nyonya Kim menjelaskan dengan mata berbinar-binar. Jongjin tersenyum melihat Jongwoon yang sekarang memanyunkan bibirnya.

***

“maaf tuan, sudah saya cari namun Park Hyojin sama sekali tidak bisa kami temukan.” Kata salah satu anak buah jongwoon. Sudah sejak hilangnya Hyojin, Jongwoon menyuruh beberapa anak buahnya untuk mencari Hyojin, baik itu di korea ataupun di luar negeri namun hasilnya sama, Park Hyojin tidak bisa ditemukan. “ya sudah kau boleh keluar, teruslah mencari.” Perintah Jongwoon, “harus bagaimana lagi aku mencarimu jin-ya?? Kenapa susah sekali?” Jongwoon mengacak rambutnya frustasi. Ia ingat betul saat pertama kali dia bertemu dengan Hyojin, gadis manis penjual bubur yang Ia yakini Hyojin bukannlah gadis yang eommanya pikirkan, gadis miskin yang hanya ingin hartanya saja.

Flashback

Jongwoon berkeliling di sekitar myeondong untuk mencari tempat yang pas dimana Ia akan membuka bisnis barunya, sebuah toko kacamata. Tanpa sengaja Jongwoon menabrak seorang gadis yang tengah membawa setumpuk bubur. Bubur-bubur itu jatuh dan berserakan di jalanan. Gadis itu segera berjongkok dan membereskan wadah-wadah bubur itu. “haduh bagaimana ini?” gadis itu panik.

“mianhae, aku tidak sengaja.” Jongwoon ikut berjongkok dan turut mengambil wadah-wadah bubur itu. “ne..gwenchanayo.” gadis itu mendongak dan menatap Jongwoon. DEG! Jantung Jongwoon seakan berpacu lebih cepat, satu kata untuk menggambarkan gadis yang ada di depannya ini. manis! Ya gadis ini sangat manis. “tuan…sebaiknya anda tidak usah ikut membantu. Sungguh ini tidak apa-apa.” Gadis itu masih saja membereskan wadah-wadah bubur itu. Tanpa sengaja tangan mereka bersentuhan. Hening. Hanya suara jantung mereka yang terdengar. Padahal myeondong sangat ramai namun kenapa mereka merasa kalau  irama jantung mereka sangat jelas terdengar? Gadis itu langsung berdiri sambil memegangi wadah – wadah bubur yang sudah kotor. Jongwoon juga ikut berdiri dan terlihat salah tingkah. “ehm..aku akan mengganti semuanya.” Gadis itu menatap Jongwoon dan kali ini ia tersenyum, tidak tahukah dia bahwa Jongwoon bisa saja mati melihat senyumnya itu. “tidak usah tuan, sungguh ini tidak apa-apa. Permisi.” Gadis itu berbalik dan menghilang diantara orang-orang, Jongwoon yang tersadar belum sempat menanyakan siapa namanya.

 

*keesokan harinya*

“ahh..aku sangat lapar hyung.” Kata Leo sepupu Jongwoon yang turut membantu Jongwoon mempersiapkan bisnis barunya. “ah..baiklah kita cari makan siang dahulu di sekitar myeondong.” Kata Jongwoon. Mereka berjalan berkeliling myeondong untuk mencari makan siang. Tiba-tiba Leo menghentikan langkahnya di depan warung bubur kecil diemperan toko yang sudah tidak buka lagi. “wah, baunya sangat lezat. Ayo hyung, kita makan bubur saja. Sudah lama aku tidak makan bubur.” Ujar Leo sambil menarik-narik lengan Jongwoon. Saat mereka masuk kedalam tenda itu tiba-tiba jantung Jongwoon serasa ingin melonjak karena melihat seorang gadis yang ditabraknya kemarin. Gadis manis itu sedang membawakan pesanan kepada salah seorang ahjumma. Senyumannya, suaranya, cara berjalannya entah mengapa Jongwoon sangat menyukainya. “yak hyung! Kau kenapa” Tanya Leo yang menatap aneh kepada sepupunya itu. “ah anniya” elak Jongwoon Dan menormalkan mimik wajahnya.

“ah..selamat dating.” Gadis itu membungkuk dan betapa terkejutnya Ia saat melihat Jongwoon. “tu..tuan.” kata gadis itu sambil menyunggingkan sebuah senyuman. “neo..masih mengingatku?” Tanya Jongwoon. “ne..masih. ehm..silahkan duduk disini tuan.” Kata gadis itu sambil menuntun Leo dan Jongwoon kearah meja kosong disamping pintu. “kau bekerja disini?” Tanya Jongwoon sedikit berbasa-basi, sudah jelas kalau gadis ini kerja disini tetapi masih bertanya. “ne..ini warung bubur punya ayah saya tuan.” Jawab gadis itu. “ahh..kalian lama sekali. aku sudah sangat lapar. Kami pesan 2 bubur yang paling special ne.” kata Leo yang sedari tadi perutnya berbunyi. “oh..ne…tunggu sebentar” saat hendak pergi, tangan gadis itu ditahann oleh Jongwoon. “aku lupa. Siapa namamu?” Tanya Jongwoon. Gadis itu terdiam melihat tangannya yang masih digenggam oleh Jongwoon. Jongwoon yang tersadar segera melepaskan tangannya. “Jongwoon imnida.” Ujar Jongwoon dengan senyum mautnya yang bisa membuat meleleh setiap wanita. “aku..Leo imnida.” Ucap Leo yang juga ikut-ikutan memperkenalkan dirinya yang langsung mendapapat tatapan tajam dari Jongwoon. Gadis itu tersenyum melihat tingkah Jongwoon. “naneun Park Hyojin imnida, senang berkenalan dengan anda Jongwoon dan Leo-ssi.”

Semenjak hari itu Jongwoon selalu mengujungi toko bubur milik ayah Hyojin. Hyojin juga sering member ide-ide kreatif untuk toko Jongwoon. Hingga pada hari pertama pembukaan, Hyojin memberikan serangkai bunga sederhana dan membuatkan Jongwoon bubur yang sangat special. Hingga akhirnya mereka jatuh dalam perasaan masing-masing dan menjadikan mereka sepasang kekasih yang saling mencintai.

flashback off

“hyung!” tampak Eunhyuk masuk kedalam ruang kerja Jongwoon tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. “yak! Tidak sopan sekali.” bentak Jongwoon yang kaget.

“mian hyung, tapi ini karena Park Hyojin hyung!”

 

— TBC —

Advertisements

5 comments on “(SHARE FF) True Love Part 2

  1. hyaaaaaaaaaaaaaaa macem apa iniiii demi tuhaaaaaaaaaaaaaaaannnn *lempar meja*
    tbc nggak pas banget -__- *tabokin authornya*
    eomma kim kayaknya suka banget sama kim hyojin :3 mau dijodohin yaa :3 kyaaaaaaaaa *soktau*
    trus gimana nasib park hyejin ._. trus gimana nasib gue sama jongwoon ;;~;; *slaap*
    okesip next chap panjangin yah author ssi XD saraaanggg <<333333

  2. Wah smg berita baik yg di bwkn hyukjae oppa mengenai park hyojin.. daebak ff so sweet love story jong woon oppa n hyojin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s