(SHARE FF) Daydream

Cover Daydream

Daydream

Author  : Namgichan / @gusthi920831 

Cast       : Kim Jong Woon, Heechul, Park Jung Soo,  Yoon Ji Hye (OC) Genre    : Romance, Tragedy,  Angst
Length  : OneShot

Cerita ini juga dipublish di  http://woonieforever.wordpress.com

From Author :

Finally,, berhasil juga buat ff ini. Cerita ini terinspirasi dari VCR SS5 Sebelum part Lagu Ballad. Seriously, aku hampir nangis nntonnya.

Kenapa judulnya daydream? saya juga gak ngerti,,

I hope u enjoy with this weird story.

Yesunglah,, sekian cuap-cuapnya.

Selamat menikmati..

 

 

 

“Apa hal yang paling kau rindukan?”

“Masa lalu”

“Wae?”

“Karena sekuat apapun kita berusaha, masa lalu tak akan pernah kembali”

 

Tik tok tik tok tik tok……

Tarikan nafasmu yang tenang, diiringi setiap detak jarum jam itu entah kenapa mengiris hatiku. Detik demi detik berlalu sangat lama, aku merindukanmu Yoon Ji Hye.

 

Ku sentuh jemarimu, ku genggam tanganmu, masih terasa hangat. Aku merindukan sentuhan hangatmu ini. Masih tak ku percaya setahun ini dapat kulalui. Setidaknya aku masih melihatmu bernafas, meyakinkanku  bahwa, kau masih hidup. Bahwa suatu hari, kau akan terbangun dan tersenyum kepadaku.

 

“Oppa ! Ada apa? Siapa orang – orang itu? Mengapa mereka mengejar kita?”

“Tenanglah, kita akan baik – baik saja. Kau harus percaya padaku, arra?”

“Dor!!”

“Oppa….”

“Jihye!!!”

Tidaaakk!!

Jihye!!

 

Ah, kilasan kejadian itu terlintas lagi dipikiranku.Kemudian aku menuju balkon untuk menenangkan pikiranku. Hiruk pikuk kota dibawah sana berjalan dengan normal, seolah tak ada kejadian apapun. Yah, semuanya memang terlihat normal kecuali hatiku yang tak bisa menghilangkan rasa bersalah ini.

 

Ji Hye, aku disini. Aku disampingmu. Kenapa kau terlihat sangat tenang, seperti tertidur biasa. Kapan kau akan terbangun? Aku sangat merindukan senyummu. Idak seharusnya kau melakuka itu chagiya. Aku tahu, kau hanya ingin melindungiku saat itu. Semua salahku, harusnya Aku yang melindungimu. Chagiya, ku mohon maafkan aku. Yang bisa kulakukan hanya menemanimu, berdoa untukmu.

 

Yoon Ji Hye, Tahukah kau tanggal berapa sekarang ? 21 Juni 2013. Ini hari ulang tahunmu chagi. Saengil Chukka Hamnida. Maaf karena harus merayakannya alam keadaan seperti ini. Andai saja waktu bisa kuulang kembali, aku ingin meminta pada tuhan untuk bertukar posisi deganmu..

 

Tik.. Tok.. Tik.. Tok Tik Tok…

 

 

Seoul, 20 Juni 2012

07.15 AM

“Oppa!! Jebal  Ireonayo !! Ini sudah pagi. Oppa!!” suara dari yeoja itu terasa familiar ditelingaku, berusaha membangunkanku yang memang sulit sekali untuk bangun pagi, tapi itu..

 

“Ji Hye?” Aku tak percaya dengan kedua mataku, benarkah? Apa aku bermimpi?

“ya! Oppa, kenapa kau melihatku seperti orang aneh begitu?”

Sontak aku terkaget, ku peluk erat yeoj yang ada di hadapanku. Terima kasih tuhan, ternyata aku hanya bermimpi.

Tunggu, benarkah ini mimpi atau hanya…

“tanggal berapa sekarang?” pertanyaan yang kuajukan ini membuat kening Ji Hye berkerut.

“20 Juni oppa.Besok kan ulang tahunku!” Sahutnya dengan nada ceria.

“Tahun berapa sekarang?” pertanyaanku yang kedua ini membuatnya semakin heran.

“Kau tidak sakit kan oppa?  Masa kau sampai lupa dengan tahun. Kita ada di tahun 2012 oppa. Kau kenapa sih?” Jawab Ji Hye dengan nadanya yang agak bingung melihat ekspresiku.

“Ani, Neneun gwaenchanayo.” Degup jantungku terasa cepat, otakku kembali berpikir. Kalau begitu hari ini….

“Oppa, wae? Jangan memasang ekspresi seperti itu. Aku takut melihatmu”

“Ah, mianhae. Tidak apa – apa. Ayo bersiap, hari ini kita akan melakukan apa?” tanyaku lembut, berusaha menyembunyikan  kegelisahan  yang aku rasakan.

“Kau bilang hari ini kau cuti kan? Kau berjanji mau mengantarku ke makam  eomma, ingat?”

Apa? Kenapa ini terasa seperti déjà vu?

“Eoh, benar. Ayo kita bersiap – siap” sahutku.

 

 

 

Somewhere on Seoul

10.30 AM

“Fiuh,, kita sampai. Eomma aku datang” gumamnya sambil mengulum senyum. Mengunjungi makam eomnim adalah kegiatan yang tak pernah ia lewatkan setiap tahun, khususnya sehari menjelang ulang tahunnya dan ulang tahun eomonim. Sejak eomonim meninggal saat Ji Hye berusia 17 tahun dan sudah 2 tahun belakangan ini aku menemaninnya.

 

“Eomma, apa kabar? Aku harap kau berbahagia di sana. Aku kembali, tentusaja dengan Jong Woon oppa. Kau bisa lihat eomma, dia mengurusku dengan sangat baik” ucap Ji Hye di hadapan pusara eomonim sambil menggenggam tanganku, aku tersenyum.

“Sekali lagi aku berterima kasih, karena telah melahirkan putri semanis dan sebaik  Ji Hye. Aku akan menjaganya dengan baik” gumamku pelan.

“Gomawo oppa” Jawab Ji Hye.

“Kajja”

 

 

Coffe Shop

12.30 PM

“Oppa, apa tidak ada hal khusus yang ingin kau lakukan hari ini? Yang kita lakukan sejak dari tempat eomma tadi hanya berputar – putar dan berakhir disini” Ucap Ji Hye dengan nada yang sedikit manja.

“Aniyo, hari ini aku hanya igin menghabiskan waktu bersamamu. Jarang kan kita bisa bersantai seperti ini” Jawabku.

 

Entah, aku sendiri tak tahu apa yang salah. Semua kejadian yang kualami sejak pagi tadi terasa seperti déjà vu. Kata – kata yang meluncur dari mulutku  barusan juga sepertinya pernah aku ucapkan.

“Kring… Kring…”

“Oppa, ponselmu.” Ujar Ji Hye

“Ne?” Aku tersadar dari lamunanku.

“Ponselmu bordering”

“A.. Chakkaman  ne?” Sahutku, kemudian beranjak ke tempat yang agak sepi untuk menjawab telpon  itu.

“Ne”

 

“Yeoboseyo? Ini aku.  Apa? Eoh.  Oke, Arraseo”

 

Seolah sudah  tahu apa yang ingin dibicarakan orang yang ada di sebrang telepon ini, aku berusaha menjawab dengan biasa saja. Namun, Justru kegelisahannku semakin memuncak.

“Dari siapa oppa?” Tanya jihye begitu ak kembali ke kursi kami.

“Heechul Hyung, menanyakan kasus yang terakhir kami tangani” Jawabku.

“Ada masalah?” Wajah Ji Hye mulai menunjukan rasa khawatir.

“Gwaenchana, semua baik – baik saja” Jawabku.

Aku berharap, Ji Hye tidak mendengar nada kebohongan  yang tersembunyi dari ucapanku.

 

 

 

Jongwoon & Jihye Apartment

23.30 PM

“Ceklek”

Suara pintu apartemen kami yang aku buka, Akhirnya kami sampaijuga di rumah. Rasanya lelah sekali hari ini. Tapi aku sangat senang, bisa menghabiskan seharian penuh bersama yeoja yang ku cintai ini.

 

“Oppa, terima kasih untuk hari ini. Entah apa yang special, tapi aku merasa sangat senang” ucap Ji Hye yang kemudian memelukku dengan erat.

“Ne, aku juga sangat senang hari ini” Sahutku dengan senyuman yang paling manis yang bisa ku berikan. Kemudian perlahan Ji Hye mengangkat wajahnya, memandang wajahku kemudian membalas senyumku.

 

Perlahan ku dekatkan wajahku ke arahnya, lalu bibir kami bertemu. Aku merasakan sensasi hangat sekaligus membuat hatiku sakit. Entah kenapa ciuman itu terasa begitu dalam, seolah kami akan berpisah untuk waktu yang lama.

“kring.. kring..” Teleponku kembali bordering.

“Ah, Hee Chul hyung, tunggu sebentar ne?”

“Ya oppa”

 

Yeoboseyo”

“Jong Woon, maaf aku menggangu istirahatmu. Tapi ini benar – benar darurat. Identitasmu sebagai agen FBI telah bocor ke telinga Park Jung Soo. Dia dan bawahannya telah mengetahui dimana tempat tinggalmu.  Ada anak buah kita yang tertangkap, dan sepertinya dia yang membocorkan identitasmu. Mereka tahu, kalu kau yang berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba yang dilakukannya. Kau dan Ji Hye dalam bahaya, kau tahu kan seberapa bahanyanya Park Jung Soo? Dia Mafia kelas atas. Kau harus sangat berhati – hati. Kami akan mengirimkan bantuan sesegera mungkin”

“Ne, Arraseo”

 

Aku menutup telepon. Hanya satu kata itu yang dapat aku ucapkan atas penjelasan Heechul Hyung yang sangat panjang. Rasanya seperti ada hujan es yang mengguyur tubuhku saat ini, lidahku kelu. Apa yang ku cemaskan ternyata benar. Aku mulai merasa seperti orang gila, sepertinya ada yang salah dengan otakku. Semua déjà vu hari ini, mimpiku. Aku mulai sangsi, apa sebenarnya itu mimpiku, atau saat ini aku sedang bermimpi.

Kemudian aku teringat Ji Hye. Kalau mimpi itu akan jadi kenyataan, setidaknya Ji Hye harus selamat.

 

“Oppa, ada apa lagi? Apa kau harus kembali bertugas?” Ujar Ji Hye saat melihatku yang datang dengan wajah khawatir.

“Ambil Jaket dan tasmu, kita harus pergi dari sini” Jawabku.

“Oppa, apa yang terjadi? Setidaknya jelaskan padaku” Sahut Jihye, raut wajahnya mulai menunjukan rasa takut.

 

“Oppa ! Ada apa? Siapa orang – orang itu? Mengapa mereka mengejar kita?”

“Tenanglah, kita akan baik – baik saja. Kau harus percaya padaku, arra?”

“Dor!!”

“Oppa….”

“Jihye!!!”

Tidaaakk!!

Jihye!!

 

Lagi – lagi kilasan kejadian  itu melintas dipikiranku. Tidak, Ji Hye harus selamat. Kalupun harus ada yang berkorban malam ini, itu bukanJi Hye. Aku akan memegang janjiku pada eomonim.

 

“Kajja! Kita harus segera pergi!” Jawabku sedikit memaksa, tanpa memberikan penjelasan apapun padanya.

 

“Opaa..”

 

Meskipun dengan sedikit ragu, namu Ji Hye tetapbergegas untuk pergi. Kami keluar dengan perlahan. Aku menyiapkan senjata milikku untuk berjaga – jaga.

“Astaga oppa! Untuk apa pistol itu?” Terlihat rasa takut Ji Hye semakin menjadi ketika melihatku menggenggam senjata itu.

 

“Untuk berjaga – jaga. Chagiya, tetaplah disisiku”

 

Sedikit berlari kami menyusuri koridor apartemen.  Tanpa diduga salah seorang anak buah Park jung Soo menemukan  kami dan tanpa permisi melepaskan peluru kea rah kami yang untungnya tidak mengenai sasaran.

 

Kami terus berlari hingga sampai di depan sebuah lift. Kilasan kejadian di mimpi itu berkeliaran di otakku, dan aku rasa inilah akhirnya. Aku menarik Ji Hye untuk masuk ke dalam lift, kali ini aku harus melindunginya.

 

Ya, aku harus mengatakan ini, waktu kami tidak banyak lagi. Ku tatap kedua mata polosnya yang sudah tak mampu menahan butiran bening itu untuk menetes dari matanya. Mata yang mungkin aka sangat ku rindukan.

 

“Jihye, maukah kau berjanji padaku?”

“Apa? Sebenarnya ada apa? Kenapa mereka mengejar kita oppa?” Tanya Jihye bertubi – tubi sambil terisak.

“Gwaenchana Ji Hye, gwaenchana. Kau harus berjanji padaku untuk hidup dengan baik di masa depan ne?”

 

“Oppa…”

 

“TING”

 

Bunyi lift yang akan terbuka. Inilah saatnya, aku harus menggantikan posisinya yang ingin melindungiku. Akulah yang harus melindunginya. Kemudian ubuhku membelakangi lift, pintu itu terbuka.

 

“Oppa!!!”

 

“Dorr!!”

 

Suara tembakan yang memekakkan itu, mengena tepat pada sasarannya. Aku tak mampu menopang tubuhku, aku terjatuh. Ah, yang penting Ji Hye-ku selamat. Jadi seperti ini rasa sakitnya, begitu timah panas ini bersarang di tubuhku. Ya tubuhku, bukan ji Hye. Itulah yang penting. Keributan diluar lift terdengar seperti suara Hechul Hyung, bantuan datang dan sepertinya kami selamat.

 

“Jong Woon Oppa, Jebal.. jangan tinggalkan aku.. oppaa!!!” Terdengar isakan Ji Hye yang menyesakkan dadaku. Tapi rasanya aku mengantuk, ditambah rasa sakit yang tak tertahankan ini.

 

“Chagiya, mianhae.. mianhae.. Aku ingin tidur” jawabku lemah. Apaaku bisa bertahan?

“Oppa!!! Jangan lakukan ini padaku, ireonayo!!”Isakannya semakin kencang berubah menjadi teriakan. Namun, sekencang apapun teriakannya, rasa kantukku tak berkurang. Justru bertambah.

 

“Chagiiya.. Saengil Chukka Hamnida.. aku mencintaimu.. Neomu saranghamnida” Hanya kata itu yang berhasil keluar dari mulutku sebelum terpaan rasa sakit yang amat dahsyat ini menyerangku.. Aku rasa aku benar – benar tidak tahan. Aku lelah, aku ingin tidur.

 

“Annyeong Yoon Ji Hye”

 

“Jong Woon Oppaaaa!!!!!!!!!!”

 

FIN

 

 

Oke? Weird Story? Eoh, I know.

Leave ur comment please ^__^

Advertisements

One comment on “(SHARE FF) Daydream

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s