Hae-Ri Slight Scene : Club No.1

Club No.1 Senselly

“Huwaaaaaa… hiks… Taecyeon oppa….”

Suara Gyuri yang menangis meraung-raung di dalam kamar membuat Donghae spontan langsung menghentikan aktivitasnya di ruang baca. Pria itu segera berlari menghampiri sang istri yang ternyata sedang duduk berhadapan dengan layar laptopnya yang menyala.

You are my sunshinemy only sunshine….” alunan theme song di ending acara Global We Got Married terdengar saling bersahutan dengan isakan Gyuri. Gadis itu menggenggam tisu, menyeka hidungnya.

“Ya Tuhan… Kim Gyuri….” Donghae yang baru menyadari penyebab tangisan Gyuri langsung menepuk dahinya. Pria itu menggelengkan kepala saking takjubnya melihat gadis itu mampu menangis keras hanya karena menonton variety show di laptopnya.

Oppaaaaaa….” Gyuri yang menyadari keberadaan Donghae berdiri di belakangnya langsung bangkit dan memeluk pria itu erat-erat. Terkadang jika sedang terbawa suasana, seorang Kim Gyuri bisa sangat berlebihan. Dia bisa menangis seperti bayi dan bisa tertawa seperti kerasukan. Ckck… gadis yang lucu.

“Kenapa Taecyeon oppa harus dipisahkan dengan GuiGui? Kenapa episode mereka singkat sekali? Kenapa produser acara itu tega sekali menyatukan dua orang kemudian memisahkannya secara paksa?” dengan suaranya yang terdengar sangat serius, Gyuri mulai meracau tidak jelas.

Aigoo.” Donghae menghembuskan nafas. Kehabisan kata-kata.

Dengan wajah datar, pria itu mengusap punggung sang istri. Ia menjauhkan tubuh Gyuri dan sambil berdecak mengusap air mata yang membasahi pipinya.

“Kau ini… malam-malam membuatku panik saja.”

“itu karena acaranya benar-benar membuatku sedih. Aku paling tidak suka perpisahan oppa.” Gyuri mengerucutkan bibirnya. Sesekali ia masih segukan.

“Ya Sudah, jangan memilih tontonan yang bisa membuatmu menangis.”

“Sudah terlanjur. Lagipula, mana mungkin aku melewatkan satu episode pun dari tayangan We Got Married.”

Donghae menghembuskan nafas lagi mendengar jawaban Gyuri. Yah mau bagaimana lagi? Lama-lama ia juga jadi sangat terbiasa menghadapi tingkah labil gadis itu. Salah siapa jatuh cinta dan memutuskan untuk hidup bersama Kim Gyuri?

“Iya, terserah kau saja. Sekarang berhenti menangis dan cari tontonan lain yang bisa membuatmu senang. Ini sudah malam, kenapa kau tidak tidur juga?”

“Aku kan sudah bilang mau ikut lembur bersamamu. Kalau kau sibuk mengerjakan semua tugas kantor di ruang baca. Berarti aku akan sibuk nonton di kamar.” gadis itu menunjukkan cengiran lebarnya. Dengan matanya yang sembab, malah membuat ekspresinya terlihat cute. Dan bisa apa lagi jika Donghae sudah berhadapan dengan Gyuri? Paling-paling ia hanya tersenyum dan mengusap kepala gadis itu dengan sayang.

“Baiklah, teruskan menontonnya. Aku akan melanjutkan tugasku.” Donghae mengedikkan kepalanya.

Gyuri mengangguk dan kembali duduk di kursinya. Gadis itu baru saja akan membuka new tab di mozilla firefox nya, tapi tiba-tiba ia teringat sesuatu.

“Ah… sekarang hari minggu.” Ia kemudian melirik jam digital disamping ranjang. “Jam 11, tepat. Yeay… Shinhwa Broadcast.” Gadis itu menjentikan jarinya. Ia segera mematikan laptopnya yang beranjak penuh semangat menyalakan televisi, kemudian duduk manis di sofa.”

“Oke oppa… selamat melanjutkan tugasmu. Aku tidak akan mengganggu lagi kali ini.”

Donghae menertawakan istrinya sambil berlalu. Kalau dipikir-pikir, hidupnya pasti akan terasa sepi Jika Gyuri tidak seramai itu. Rasanya ia dan Gyuri adalah kombinasi paling tepat sebagai pasangan yang sangat kacau.

Setelah memasuki ruang baca, Donghae kembali meraih kertas-kertas yang berserakan diatas meja. Akhir-akhir ini ia sibuk mengurusi renovasi hotel di berbagai sudut. Ditambah rencana peluasan hotelnya di Tainan. Tak heran, sebagai penanggung jawab utama dari ribuan staff nya Donghae harus bekerja ekstra keras.

“Um… ini berkas bagian konstruksi. Ah… mana laporan pelaksanaan bulan lalu.” Ia sibuk mengacak-acak tumpukan berkas yang ada di sofa.

Di tengah konsentrasinya, tiba-tiba Donghae mendengar suara Gyuri yang tertawa keras. Gadis itu sepertinya memang sudah tidak waras jika sedang menonton. Dan Donghae baru ingat, akhir-akhir ini Gyuri tidak pernah ketinggalan menonton variety show favoritnya itu meskipun jam tayangnya tengah malam.

“Astaga….” Donghae tertawa. Setiap ia membayangkan bagaimana ekspresi Gyuri sekarang, ia justru ikut tersenyum. Dan mendengar suara tertawa Gyuri dari kamar membuat itu juga ikut tertawa keras.

Di saat Donghae sedang berkonsentrasi lagi untuk membaca laporan keuangan, tiba-tiba ponselnya berdering. Panggilan masuk dari orang terdekatnya di kantor.

Eoh? Ada apa tengah malam kau menghubungiku?” Donghae langsung melemparkan pertanyaan tanpa terlebih dahulu menyapa seseorang di balik sambungan teleponnya.

“Kau pikir, aku di rumah tidak lembur. Aku baru saja selesai membuat draft untuk rapat besok. Seminggu ini pola tidurku jadi tidak teratur karena urusan kantor.” balas si penelepon.

“Eunhyuk-a… sudah untung aku tidak mewajibkan kalian lembur di kantor. Aku memberi kebebasan untuk pulang di jadwal biasa. Tapi pekerjaan harus selesai dirumah. Bukankah itu lebih mudah.” sela Donghae.

Yang sibuk di kantor bukan hanya Donghae dan Eunhyuk saja, tapi juga semua staff. Terkadang mereka bahkan memutuskan untuk menginap bersama jika harus mengejar deadline dari semua rencana yang sudah ditetapkan. Meskipun Donghae tidak pernah ikut terlibat lembur di kantor. Apapun alasannya, ia tidak boleh pulang terlalu malam atau Gyuri juga akan ikut menginap di kantor bersamanya. Daripada direcoki istrinya yang akan berisik, lebih baik Donghae pulang dan mengerjakan tugasnya di rumah. Lagipula, jika tidak tidur palingan Gyuri menonton drama atau menghabiskan waktu dengan internet.

Araseo. Aku menelepon bukan untuk membicarakan masalah pekerjaan.” Eunhyuk menengahi Donghae yang sepertinya sedang sangat sensitive masalah pekerjaan. “Sudahlah, jangan terlalu serius. Jika kau tidak bisa menyelesaikan analisisnya malam ini. Besok di kantor kita semua bisa mengerjakannya bersama-sama.”

“Iya, sebentar lagi juga aku menyerah. Biasanya aku sudah sangat mengantuk. Tapi Gyuri menemaniku lembur. Meskipun dia juga sibuk sendiri. Tapi aku merasa tidak terlalu lelah jadinya.” balas Donghae.

“Eiiiiy… kalian mau pamer kemesraan padaku? Cish. Sudah tidak mempan. Aku sudah terbiasa menyaksikan kalian bersama-sama. Lebih dari dua tahun.” karena sering dipanas-panasi, lama kelamaan Eunhyuk kebal juga. Padahal sebelumnya dia pasti sudah uring-uringan ingin segera punya pacar dan menikah.

“Baguslah. Yasudah, sebenarnya ada apa kau menleponku. Membuang waktu saja.” kali ini Donghae yang tidak sabaran.

“Hanya mengingatkan. Jangan lupa besok bawa baju latihan. Lusa, perusahaan kita akan ikut berpartisipasi dalam pertandingan baseball.”

“Ah, itu. Iya tentu saja. aku pasti akan latihan dengan benar.” Donghae menghirup nafas panjang kemudian menyandarkan punggungnya ke sofa. Telepon dari Eunhyuk mengingatkan kembali pada tim baseball perusahaan dimana ia juga bergabung menjadi salah satu anggotanya.

“Jangan lupa, Sajik Baseball Stadium jam 3 sore.”

Araseo….”

“Baiklah, aku tutup teleponnya. Kau selesaikan tugasmu dengan benar. Jangan merepotkan staff di kantor.”

“Yak!!” Donghae baru saja akan memaki-maki Eunhyuk saat ia menyadari bahwa sambungan telepon sudah terputus.

“Aish, dasar.” Donghae terkekeh. Ia kembali mengarahkan pandangannya pada tumpukan berkas. Dan disaat ia baru saja mendesah berat karena lelah tiba-tiba suara Gyuri kembali terdengar kencang.

“Hahahahahaha….”

Mendengar hal itu, seketika Donghae juga ikut tersenyum. Meminta Gyuri menemaninya untuk sama-sama lembur ternyata bukan ide yang buruk.

***

Pagi-pagi sekali, Donghae sudah bersiap untuk berangkat ke kantor. Bahkan ketika sang istri masih berbaring di ranjang. Sebenarnya Gyuri juga sudah bangun saat ia menyadari Donghae tidak ada disampingnya, tapi gadis itu lebih memilih untuk berguling dengan malas mengingat ia tidak punya jadwal pagi.

tumblr_mkl5jsacA51qcntwzo1_500

“Hei, Kim Gyuri. Kau mau tidur sampai jam berapa?” Donghae yang sedang merapihkan rambutnya di depan cermin merasa terusik karena ia bisa melihat dengan jelas keberadaan Gyuri di belakangnya. Gadis itu masih sangat enggan untuk membuka mata, padahal hari sudah sangat terang.

Oppa sudah mau berangkat sekarang? Bukankah masih terlalu pagi?” Gyuri bangkit dari berbaring dan merapihkan rambutnya sambil menguap. Ia melompat turun dari ranjang menghampiri Donghae.

“Selamat pagi.” Donghae menarik pinggang Gyuri mendekat dan mencium dahi gadis itu.

“Kenapa hari ini mengenakan dasi yang sama seperti kemarin?” Gyuri mengambil dasi Donghae yang masih tergantung di pintu lemari, ia membuatkan simpul dasi di leher pria itu. Kebiasaan baru Donghae adalah pergi ke kantor tanpa memakai dasi jika Gyuri tidak memakaikannya. Terkadang ia juga bisa bermanja-manja pada istrinya.

“Kenapa kau langsung memakaikannya tanpa memilihkannya?” Donghae balik bertanya.

“Astaga. Tidak bisakah kau memilih dasi sendiri seperti biasanya?” Gyuri langsung berdecak sambil menarik lepas simpul dasi yang baru saja selesai dibuatnya. Gadis itu kembali membuka lemari dan mengeluarkan beberapa dasi yang ia cocokkan dengan warna kemeja Donghae hari ini.

“Istriku stylish-ku.” jawab Donghae sambil tersenyum.

Gyuri masih berkonsentrasi membuat simpul dasi sampai selesai. Ia merapikan kerah baju Donghae dan memakaikan jas hitamnya. Sebagai seorang istri ia harus memastikan penampilan suaminya pagi ini sudah benar-benar sempurna.

“Oke, silahkan sarapan Tuan Lee Donghae. Aku harus mandi dulu.” ujar Gyuri sambil membungkukkan badannya. Berakting seperti pelayan.

“Siapa bilang aku akan sarapan tanpamu?” dan dengan sedikit memaksa, Donghae menarik sebelah tangan Gyuri keluar kamar dan membawa gadis itu ke meja makan untuk menamaninya sarapan.

Rasanya begitu menyenangkan jika melihat pasangan tersebut bisa akur. Seiring dengan pernikahan mereka yang sudah lebih dari dua tahun, rasanya memang harus saling mengoreksi diri sendiri. Berusaha menjadi lebih baik dan membuat satu sama lain merasa nyaman.

Gyuri melambaikan tangan ketika Donghae mulai melaju dengan mobilnya. Gadis itu kembali masuk ke dalam rumah. Setelah ini masih ada beberapa hal yang harus ia kerjakan. Selain menemani ibunya berbelanja, ia juga harus datang ke acara latihan di club kampus yang ia ikuti. Beberapa bulan terakhir karena bosan tidak ada kegiatan, akhirnya Gyuri dan sahabatnya Jiyeon memutuskan untuk ikut bergabung dalam club cheerleader. Ia yang tidak betah dengan sedikit kegiatan mulai bergabung dengan beberpa club. Sebelumnya drama dan jurnalis. Sekarang justru terjun bebas ikut dalam club cheerleader. Kalau donghae tahu istrinya ikut menari-nari menyemangi pria-pria yang sedang bertanding, ia bisa mengamuk tak terima.

tumblr_l7p5bmuKHx1qc2y6vo1_400

Setelah selesai latihan, Gyuri dan Ji Yeon menyempatkan diri untuk makan bersama. Latihan yang dilakukan juga sebenanrnya bukanlah latihan serius seperti anggota club cheerleader lainnya. Kedua gadis itu hanya termasuk sebagai bagian dari club, tapi tidak bertanggung jawab dalam aktivitas kejuaraan antar team cheers. Yang pasti latihan mereka hari ini adalah untuk acara pertandingan baseball besok di Sajik Baseball Stadium.

“Kau serius Donghae oppa menjadi salah satu tim baseball yang akan bertanding besok?” Ji Yeon yang masih tidak percaya, terus menanyai Gyuri. Ia tidak habis pikir bagaimana Gyuri sangat berani menerima tawaran dari club mereka untuk bergabung dalam tim cheer di acara pertandingan baseball besok.

“Iya, aku juga baru tahu tadi malam saat ia meminta tolong untuk membereskan perlengkapan baseball-nya. Tapi semoga saja dia tidak terlalu berlebihan saat mengetahui aku juga ada di sana bersama tim cheer.” Gyuri mendesah bigung. Ia meriah milk shake di meja dan menyedotnya banyak-banyak.

“Hum. Jika di pikir-pikir, aku rasa Donghae oppa akan sangat terkejut mendapatimu disana. Tidakah sebaiknya kau mengatakan hal ini padanya nanti malam setelah dia pulang kantor?” saran Ji Yeon.

“Tidak perlu. Lagipula, besok kita menjadi cheers dalam 2 pertandingan kan? Kalau tidak salah tim perusahaannya bermain dalam pertandingan kedua. Jadi aku akan berangkat pagi, sementara dia akan berangkat dari kantor bersama teman-temannya.”

“Ya, semoga saja Donghae Oppa tidak meneriakimu saat kau bersorak-sorai dengan pom-pom dan berakting genit untuk menyemangati para pemain.”

“Eiy… ini kan hanya untuk bersenang-senang. Aku kan sudah bilang, setelah memasuki liburan musim panas. Aku akan keluar dari club cheers. Pada awalnya, kita berdua juga hanya iseng saja kan?”

“Eum…” Ji Yeon mengangguk.

Keduanya melanjutkan pembicaraan mereka tentang konsep untuk besok. Terkadang Gyuri sering berpikir, dengan statusnya yang sudah menikah ia tidak ingin hidupnya diberi banyak batasan. Tapi keinginannya itu justru mencerminkan bahwa ia tidak bertanggung jawab terhadap keputusan yang ia ambil. Mekipun pasangan hidupnya bukan tipe pria yang mengekang keinginannya, tapi tentu saja harus ada keseimbangan dan saling menghargai satu sama lain. Memikirkan hal itu, rasanya akan banyak pertimbangan bagi wanita sebelum mereka memutuskan untuk menikah.

Keesokan harinya. Di pagi yang sama cerah seperti sebelumnya, Gyuri bangun terlebih dahulu. Ia menyiapkan tas Donghae berikut segala perlengkapan baseball. Ia juga memasukkan botol air mineral dan beberapan bungkus herbal yang biasa dikonsumsi pria itu. Bentuk perhatian seorang istri terhadap suaminya memang tak terkalahkan. Termasuk untuk istri labil yang satu ini.

“Kau bilang, hari ini juga ada acara. Mau pergi kemana?” pertanyaan Donghae membuat Gyuri yang sedang jongkok langsung terkejut. Gadis itu memutar kepalanya dan mendapati Donghae sedang berdiri hanya dengan handuk yang melilit pinggangnya.

“Sebenarnya acara kampus. Jadwalnya masih lama. Aku bisa berangkat siang nanti.” jawab Gyuri sambil bagkit berdiri.

“Ah, begitu. Sayang sekali kau tidak bisa datang menonton pertandingan baseball perusahaan kali ini. Padahal lawan yang akan kami hadapi itu cukup tangguh.”

“Benarkah?” Gyuri mengerutkan alisnya. Jari-jari tangannya tak mau diam saat ia berbohong. “Maaf aku tidak bisa datang. Tapi aku ingin mendengar kabar baiknya darimu nanti. Jika kau menang, harus segera memberitahuku.” ujarnya antusias.

Araseo.” Donghae mengangguk. Ia mengusap puncak kepala Gyuri. “Aku akan pulang dengan membawa kabar baik untukmu.” pria itu mencubit sebelah pipi Gyuri dengan gemas, ia memajukkan kepalanya dan mencium bibir sang istri sekilas.

“Fghting!” Gyuri menunjukkan cengiran lebarnya.

Seperti apa yang telah direncanakan. Donghae pergi terlebih dahulu dan ia sendiri bersiap-siap dirumah. Gadis itu mengeluarkan seragam kebanggannya yang baru akan dipakai untuk pertama kali. Seragam berwarna merah dengan kombinasi hitam. Terlihat sangat mini dan membuat Gyuri mengerutkan dahi. Ia mulai was-was apa yang akan dikatakan Donghae jika ia melihat istrinya menari-nari dengan pakaian seperti itu di depan banyak orang?

“Oke… aku tidak boleh mundur. Ini sudah terlanjur. Dan aku memang ingin mencobanya. Profesional saja Kim Gyuri-ssi.” gadis itu mensugesti dirinya sendiri.

Di siang yang lumayan terik akhirnya sekelompok gadis-gadis dari club cheerleader Kyunghee University sudah berjajar cantik. Mereka memakai baju yang sama, bahkan dengan gaya rambut yang sama. Satu kunciran di belakang yang membuat rambut mereka akan bergerak kesana kemari sesuai dengan tarian.

Menjadi cheers untuk pertandingan seperti ini bukanlah hal yang sulit. Tidak sama seperti cheerleader yang tampil dalam acara kompetisi. Gyuri dan kelompoknya hanya perlu menari ditambah dengan musik kpop sebagai pengiring. Setelah selesai, mereka akan kembali duduk dan bersiap untuk menyemangati pertandingan berikutnya.

“One, two, three, four….” aba-aba yang terdengar nyaring itu membuat formasi terlihat sempurna. Alunan lagu “Bo Peep Bo Peep” T-Ara membuat semua penonton dan juga pemain yang berada di lapangan bersorak. Meskipun ini bukan pertandingan besar, tapi penontonnya cukup ramai. Kebanyakan diantara mereka adalah staff dan karyawan yang sengaja datang untuk menyemangati tim baseball dari perusahaan mereka. Dengan lincahnya, Gyuri bergerak sesuai dengan tarian yang sudah Ia pelajari. Tatapan mata terlihat fokus ke arahnya. Seruan dan tepuk tangan membuat tim cheerleader semakin bersemangat melakukan gerakan mereka sampai lagu habis.

Dengan nafas terengah-engah, gadis-gadis itu kemudian kembali ke ruangan mereka. Meninggalkan pertandingan yang baru dimulai. Gerakan kompak dan high five menandai suksesnya mereka kali ini. yang paling senang diantara semuanya tentu saja Gyuri dan Ji Yeon. Mereka termsuk angota baru di club itu, tapi sudah bisa berpartisipasi dalam acara yang cukup ramai seperti tadi.

“Ambil ini, keringatmu bercucuran.” Gyuri menyodorkan tisu untuk Ji Yeon yang sedang duduk sambil memegangi botol air minumnya.

“Kau mau minum?” gadis itu gantian menyodorkan air mineralnya.

“Aku juga punya.” balas Gyuri sambil mengangkat kaleng minuman dingin yang baru saja ia dapatkan.

“Ternyata seru juga mendengar riuh suara penonton yang merasa senang melihat penampilan kita. Aaah… jika seperti ini, rasanya sayang sekali untuk keluar dari club cheerleader.” ujar Ji Yeon mulai tidak rela.

“Iya, memang menyenangkan. Tapi aku tidak boleh mnegingkari janjiku. Aku kan cuma ingin tahu saja dengan club cheerleder. Sejak SMA aku tidak pernah bergabung dengan club seperti ini. Aku akan tetap berhenti setelah ini.”

“Kau serius?”

“Iya. Sekarang saja, tampil tanpa diketahui Donghae oppa, aku merasa was-was. Khawatir jika nanti ia akan mengomel jika melihatku besorak untuk tim-nya.”

“Eiy… aku rasa Donghae oppa bukan tipe pria yang suka mengomel.”

“Cish, kau tidak tahu saja kalau dia menyampaikan banyak protesnya padaku. Lebih dari dua tahun menyandang status sebagai istri seorang Lee Donghae, aku tahu apa yang ia suka dan apa yang tidak ia suka. Maka dari itu terkadang aku takut untuk melakukan apapun dan mengekspresikan keinginanku.”

“Astaga. Rumitnya punya suami.” celetuk Ji Yeon.

Gyuri melirik sahabatnya itu dan mereka tertawa bersama. Obrolan keduanya tidak berlangung lama karena salah satu diantara tim cheers mengajak untuk kembali ke pinggir lapangan dan menyaksikan pertandingan.

Di sudut lain, segerombolan pria dengan tas di tangan masing-masing memasuki gedung dengan suara yang cukup berisik. Mereka semua saling bercanda satu sama lain. Terlihat Donghae dan Eunhyuk berjalan beriringan. Sangat menarik menyaksikan pria-pria kantoran dengan kemeja rapih mereka sebelum bersiap untuk pertandingan.

“Gyuri tidak datang?” tiba-tiba Eunhyuk bertanya pada Donghae, mengingat Gyuri yang biasanya selalu menempel pada sahabatnya itu seperti permen karet.

“Dia bilang ada acara di kampusnya. Jadi tidak bisa datang.”

“Ah, sayang sekali. Padahal seharusnya ia datang menyemangati. Kalau seperti ini, bisa-bisa tim kita kalah bertanding.”

“Eiy. Tenang saja. Aku sudah berjanji padanya kalau tim perusahaan kita akan menang dalam pertandingan. Makanya, kau juga berusaha bermain dengan benar.”

“Aish, kau ini. Kita berdua kan sama-sama amatiran. Jangan saling mengandalkan satu sama lain. Lagipula, kenapa harus pertandingan baseball?”

“Nah… kau benar. Kalau saja sepak bola, aku pasti jauh lebih bersemangat daripada ini.” balas Donghae setuju.

Mereka menyusuri pinggiran lapangan karena masuk dari tempat parkir di samping stadium. Dan dari posisi mereka berjalan, Eunhyuk memperhatikan fokus baru yang membuat alisnya mengerut.

“Donghae-a… kau lihat para gadis pom-pom yang sedang duduk disana?” Eunhyuk mengarahkan telunjuknya.

Cheerleaders. Kenapa?”

“Aku seperti melihat Gyuri.” ujar Eunhyuk.

Donghae yang penasaran ikut memperhatikan para gadis yang sedang duduk menyaksikan pertandingan. Ia memang sepertinya melihat Gyuri ada di sana, tapi posisi Gyuri saat itu terhalang oleh teman disebelahnya sehingga Donghae tidak bisa melihatnya dengan jelas.

“Kau ini ada-ada saja. Aku tidak akan mengizinkan Gyuri bergabung dalam club cheerleader. Lagipula, aku tidak melihat dia ada disana. Semua gadis-gadis itu itu berdandan serupa. Agak sulit membedakannya dari jauh.”

“Kau benar… wah, sepertinya mereka sedang bersiap untuk bersorak dalam pertandingan kita nanti. Ah benar-benar cute.”

“Aish, dasar kau.” Donghae menyenggol lengan Eunhyuk sambil tertawa.

Persiapan di ruang ganti cukup sibuk sore itu. Donghae yang sudah bersiap dengan seragamnya juga tampak sibuk dengan ponsel. Pria itu berusaha menghubungi Gyuri, tapi teleponnya tidak diangkat. Sudah dua kali ia mengirimkan pesan, tapi Gyuri juga tidak menjawabnya. Jelas saja, karena sang istri memang sedang tidak memegang ponselnya.

“Lima menit lagi pertandingan di mulai. Ayo kita beranjak sekarang.”

Eunhyuk menepuk bahu Donghae dari belakang, dan dibalas anggukkan. Tim baseball dari LK-Hotel-Corp sudah siap bertanding. Terlihat ketegangan di wajah mereka. Meskipun ini hanya sebuah pertandingan olah raga, tapi tetap saja ketika membawa nama perusahaan rasanya ada tanggung jawab lain yang harus di emban.

Tim lawan sudah siap siaga di lapangan. Mereka berbaris berhadapan dan saling bersalaman satu sama lain. Ritual permainan baseball yang mungkin hanya dilakukan dalam event ini. Anggota tim yang bermain tentu saja staff yang masih sangat muda. Diantara mereka mungkin ada yang bisa bermain setara pemain baseball professional, tidak amatiran seperti Donghae dan tim nya.

Suara riuh penonton semakin kecang terdengar saat barisan cheerleader memasuki pinggir lapangan. Semua mata langsung mengarah pada para gadis pom-pom tersebut. Donghae yang menyadari bahwa ada dua orang gadis yang dikenalnya disana langsung membulatkan mata tidak percaya, ia berjalan lebih dekat keluar dari barisan. Alisnya mengerut menyaksikan Gyuri berada di tengah barisan, dengan rambut yang dikuncir tinggi, dan baju serba mini. Gadis itu memang terlihat paling cantik diantara teman-temannya, tapi untuk kali ini Donghae benar-benar tidak suka melihatnya.

Sementara itu Gyuri yang menyadari Donghae sedang menatapnya langsung melambaikan tangan dan menunjukkan cengiran lebar. Meskipun saat ini perasaannya benar-benar kacau. Antara ingin lari kabur dari formasi atau pura-pura pingsan karena tatapan Donghae. Tapi tidak ada yang bisa ia lakukan, ia tidak boleh membuat tim cheerleadersnya ikut kacau. Beriringan dengan dimulainya lagu KARA – Mister, team Cheers juga memulai gerakan tangan mereka. Untuk kedua kalinya sukses dari awal sampai akhir. Meskipun di tengah-tengah tariannya Gyuri tetap melirik Donghae karena panik. Ia takut pria itu justru berlari dan menariknya keluar dari lapangan. Tapi untunglah hal itu tidak terjadi, Donghae bisa bersabar sampai Gyuri menghilang dari pandangannya dan kembali ke ruang ganti bersama teman-temannya.

Pria itu mendesah berat. Setelah disemangati habis-habisan oleh sang istri, ia justru sama sekali kehilangan mood nya untuk bermain. Tak kalah kaget, Eunhyuk sahabat Donghae itu justru hanya menggelengkan kepala dengan mata berbinar setelah lagu KARA – Mister berakhir.

“Woaaaaa… Gyuri benar-benar daebak!” celetuknya tanpa sadar. Dan kecerobohannya kali ini mendapat hadiah jitakan yang mendarat sempurna di belakang kepalanya. Siapa lagi kalau bukan Donghae yang memberikan bonus geratis itu pada Eunhyuk yang bahkan masih belum bisa mengembalikan konsentrasinya yang acak-acakan karena tarian cheerleaders dihadapannya tadi.

“Istrimu… aku tidak salah mengira kan?” ujar Eunhyuk sedikit ragu.

“Awas saja kalau aku sudah pulang kerumah. Kim Gyuri-ssi… kau benar-benar… aish…” Donghae mengepalkan tangannya erat-erat.

Seruan dari salah satu tim nya membuat Donghae kembali memaksakan diri untuk berkonsentrasi pada pertandingan. Ia berada di posisi batter, yang akan memulai babak pertama.

Pukulan pertama. Gagal.

Pukulan kedua. Gagal.

Jika ia gagal di pukulan ketiga, maka out. Tapi untunglah, Donghae bisa mengendalikan diri dan mengumpulkan konsentrasinya baik-baik. Ia memikirkan kemenangan untuk perusahaan yang dipimpinnya. Meskipun saat ini ia benar-benar dalam mood yang tidak baik. Tapi…

“Okey….” salah satu tim Donghae mengangkat kepalan tangannya karena senang. Pukulan ketiga berhasil dan Donghae berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan home run.

Pertandingan terus berlanjut seperti biasanya. Hanya saja, Donghae tidak ikut berpartisipasi dalam babak berikutnya. Ia hanya menonton yang lain bergantian menjadi batter dan pitcher.

Lama-lama Donghae bosan karena hanya berperan sebagai penonton. Ia beranjak masuk ke ruang ganti dan mengambil air mineral yang ada di dalam tasnya. Ia jadi ingat tadi pagi Gyuri yang menyiapkan semua perlengkapannya. Dan pria itu kembali berdecak kesal.

Dering yang terdengar nyaring membuat Donghae langsung merogoh ponselnya. Panggilan masuk dari Gyuri. Sesaat Donghae memijat belakang kepalanya dan menarik nafas panjang sebelum menggeser icon call di layar ponselnya.

Yeoboseyo.” sapanya dengan nada datar.

“Oppa… kau… tidak sedang di lapangan?” suara Gyuri justru terdengar kaget. Sebelumnya ia hanya sedang mencoba untuk menghubungi nomor Donghae saja, tapa perlu pria itu mengangkatnya karena ia tahu Donghae sedang bertanding. Tapi ternyata, pria itu justru menjawab panggilannya secara langsung. Membuat Gyuri gelagapan.

“Aku haus. Botol minum ku ketinggalan di dalam tas. Kau masih sibuk besorak dengan club baru yang kau ikuti?” Donghae menyinggung masalahnya.

“Itu… sebenarnya aku ingin mengatakan hal itu padamu. Tapi… ini yang terakhir. Aku janji ini penampilan terakhirku. Aku akan keluar dai club cheers… sebenarnya ini juga sudah…” suara Gyuri terdengar panik. Tentu saja ia menjaga perasaan Donghae agar tidak marah padanya. walau bagaimapun apa yang dilakukannya kali ini sepenuhnya kesalahannya. Jika saja ia mengabaikan keinginan untuk tetap berprilaku seperti teman-temannya yang lain, yang masih bebas melakukan segala hal.

“Kau dimana?” Donghae memotong pembicaraan Gyuri. Nampaknya untuk kali ini ia benar-benar sedang kesal menghadapi istrinya.

“Aku janji oppa… aku akan keluar dari tim cheers. Ini serius.”

“Aku bertanya, kau ada dimana sekarang?” Donghae kembali menekankan pertanyaannya.

Gyuri semain panik. Gadis itu mengembuskan nafas frustasi. “Masih di Sajik. Di ruang ganti nomor 4. Bersama teman-temanku yang lain juga.”

“Keluarlah dari sana. Aku akan menemuimu.” Donghae langsung memutus sambungan telepon. Pria itu mendesah berat. Ia menarik tas bawaannya, dan meraih jaket baseball miliknya. Ia memutuskan untuk tidak meneruskan pertandingan dan menyerahkan semuanya pada tim perusahaan.

Di dalam ruang ganti nomor 4. Gyuri terlihat mondar-mandir. Semua teman-temannya sudah mengganti baju mereka, dan hanya ia sendiri yang masih mengenakan seragam cheerleadersnya. Gadis itu terlalu takut jika Donghae benar-benar marah padanya. Bahkan setiap perkataan Ji Yeon pun tidak bisa membuat Gyuri tenang.

Suara ketukan pintu yang terdengar tidak sabar membuat para gadis yang ada di dalam langsung menengok kearah yang sama. Mereka yang sudah bersiap untuk keluar justru terbengong dan saling menatap satu sama lain.

“Kim Gyuri….” suara seorang pria yang memanggil Gyuri membuat lirikan mata justru berbelok dan mengarah pada satu-satunya gadis yang masih mengenakan seraman cheers di dalam ruangan itu. Satu-satunya gadis bernama Kim Gyuri.

“Astaga. Tamatlah sudah riwayatku.” Gyuri menepuk dahinya. Dengan langkah berat, ia berjalan menuju pintu keluar. Dan benar saja, ia melihat Donghae masih mengenakan seragam baseballnya. Pria itu mentapnya dengan mata yang sayu, tidak menekankan kemarahan seperti yang ia kira.

“Bukankah oppa, sedang bertanding?” dengan polosnya Gyuri bertanya sambil menggaruk kepalanya.

“Tidak bisa berkonsentrasi karena kau.” balas Donghae jujur.

Mianhae… aku sudah mengatakan semuanya padamu. Aku akan berhenti.”

“Ck, pakaian macam apa ini?”

Donghae menatap Gyuri dari ujung kaki ke ujung kepala. Gadis itu terlalu cantik dengan gaya-nya. Lekuk tubuhnya yang terekspos di mana-mana itu membuat Donghae merasa kecewa.

“Rok pendek. Bahkan baju yang kau kenakan juga tidak mampu menutupi perutmu.” tanpa berhenti mengeluh, Donghae meletakkan tas besarnya. Ia memakaikan jaket baseball miliknya untuk Gyuri.

“Sudah aku bilang. kau tidak boleh sembarangan berpakaian. Seluruh tubuhmu itu terlalu berharga untuk menjadi objek pandangan pria-pria lain.” ujarnya memperingatkan.

“Araseo.. mianhae…” Gyuri menundukkan kepalanya.

“Melihatmu seperti ini membuatku merasakan sesuatu yang berbeda dari biasanya. Jika kau hanya di depanku saja, tentu aku akan merasa senang. Tapi kalau kau berada di depan banyak orang dan ratusan mata yang memandangimu. Aku justru tidak rela.”

Donghae kembali medesah. Ia tahu, Gyuri mungkin hanya senang ikut-ikutan dengan teman-temannya. Lagipula tidak ada yang salah dari aktivitas Gyuri kali ini. Mungkin hanya Donghae saja yang terlalu berlebihan.

“Aku janji tidak akan seperti ini lagi.” ujar Gyuri menyesali.

Araseo, gwenchana…” Donghae menggulurkan sebelah tangannya mengusap kepala Gyuri. Ia merangkul bahu sang istri dan memeluknya erat.

“Lain kali jangan mengecewakanku lagi. Kau boleh melakukan semua hobimu. Tapi ingat batasanmu, karena kau adalah seorang istri.”

“Eum…” Gyuri mengerti. Bukan untuk pertama atau kedua kalinya. Tapi gadis itu menyadari bahwa ia sudah terlalu banyak membuat kesalahan pada Donghae dan sudah terlalu banyak mengecewakan pria itu.

Mianhae.” Rasanya belum cukup kata maaf yang ia ucapkan atas keterkejutan Donghae melihatnya hari ini.

Gwenchana.” Donghae mengusap punggungnya. Pria itu melepaskan tubuh Gyuri dari pelukan dan mencium pipinya sambil tersenyum.

“Ambil tasmu. Ayo kita pulang. Aku ingin kau menyiapkan makan malam untukku.” ujar Donghae sambil menepuk bahu Gyuri. Gadis itu mengangguk dan segera berbalik untuk membuka pintu ruang ganti. Dan tepat saat pintu ia dorong, saat itu pula terdengar suara mengaduh dari dalam. Gyuri dan Donghae yang kaget langsung melongokkan kepala mereka. Keduanya tertawa saat mendapati teman-teman Gyuri jatuh terduduk sambil memegangi dahi mereka masing-masing.

“Astaga… jadi kalian semua sedang mengintip?”

*END*

 

Selesai!!

*udah gitu doang?*

*iya udah!*

Hahaha… annyeong yeoreubeun. Lama tak berjumpa. Maklum aku sibuk ngurus suami *suami sape?* di bulan penuh berkah ini, Alhamdulillah dapet berkah punya laki macam Donghae… *haseeeek*

Um, sesuai judulnya “Slight Scene” jadi ya cuma sekilas info aja. Gausah banyak-banyak. Ini aja ngerjainnya nyuri-nyuri waktu abis traweh. Tadinya mau diselipin NC dikit, tapi auzubillahiminasyaitonirojim deh… tobat lagi puasa.

Yang kangen Hae-Ri sudah aku penuhi keinginanya. Yang nagih “Baby Project” kayanya aku gak bisa nerusin yang itu. Sumpah susah banget nyari waktu luang buat nulis.

Saat ini aku lagi seneng nulis yang pendek-pendek. Gak ngebebanin dan cepet juga ngelarinnya. Apalagi sambil dibelaysayang sama abang Kyuhyun tercintah *yassalam*

Yang nanyain Captain’s Romance, aku gak tau kapan. Kayanya nanti abis lebaran yah… haduh sebenernya aku juga gak mau mengecewakan readers aku. Tapi ya mau bagaimana lagi?

Okey, my beloved readers. If you love me… I will love you more. *cium dari jauh*

Bye

-Asmirandah-

Advertisements

117 comments on “Hae-Ri Slight Scene : Club No.1

  1. makin so sweet aja nih couple
    gyuri terlalu ajaib ya kl lagi nonton

    ada bbrp typo loh tp gpp sih ttp ga mengurangi apapun

  2. waduhhhhhh ni couple akhirnya kembali muncul, rasarasanya kangeunn bgt sama ni kopel..mereka memang always sweet couple..love yaa abang donghae

    lanjutan kyuhyun kapan nih sel?

  3. Wooowwww keren a kira donghae bakalan marah2 ehhhh ternyata dgn baik hati dia cuma nasihatin istrinya. Sukkaaaaa

  4. hha
    asik asik ada haeri couple
    tos ah sama gyuri, aku juga nangis tuh waktu nonton ep. Yg itu.. Hhe
    suami lembur, gyuri juga ikut lembur?
    cie co cwittt 😀

  5. Ya alloh..Kangen tulisanmu.N haeri couple..Donghae emang bener2 suami idaman..Sayangnya saya belum mendapatkan novel ceo scandal,uh..

  6. Buakakakak apa ini? Aku kira club no-1 mau nyeritain donghae ma gyuri joget club no-1 yg kayak di SS5 yg kyuhyun nya grepe2 dancer gity *astagfirullah* ramadhan intan.. Hahhaha.. Anyway.. Busway… Seru jg. Jd mikirin gmn frustasi nya bang dongkrak liyat istri tercintah goyang2 genit ala cheers. Dan mata ubang myeolchi yg kegirangan dpt rezeki hahhahaha…

    Eonni pokoke ditunggu captain romance nya. Langsung kawinin aja dah tuh si kyu ma si ah ri. Ga usah repot2 pdkt hahahahahha.. #as always..

    Terakhir, selamat menjalankan ibadah shaum eonniky tercintah. Love u…

    -jessica-

  7. ahh eonni, akhirnya. saking kgnnya ama ni couple aku baca oppa saranghae sampe berkali2 eon. dan sekarang akhirnya ada lagi. captain’s romance eon pliss lanjutin. FIGHTHING!! ↖(^▽^)↗

  8. yuhuuuuu *malambai-lambai

    haeri udah kembali … haeri udah KEMBALI … HAERI UDAH KEMBALI
    *oke sip ini gak nyate*

    *tebar cap kaki cinta*

    dikit yah eonni ? gak pp !! melepas rindu sama couple ini . walaupun belakangan ini lagi di buat galau sama ikan amis -_- *banyak sekali scandalnya (kenapa jadi curhat)

    ini bagus looooh eonnie apa lagi kalo di tambah NC *astagfirullah puasa

    udah ah panjang coment nya babaaaay :*

  9. Aku suka sama ama kopel ini
    Akhirnya muncul juga walopun cuman sekilas info
    Baby projectnya ga diterusin ?? Yaaahhhh 😦
    Tapi semoga punya waktu luang dan bisa nerusin 🙂
    Semangat !

  10. aaaaaaaaaa….
    akhirnya haeri muncul juga…
    seneeeeng bgt sma couple satu ini…
    kpn KyuRi nya muncul juga..???

    okk… semangat bwt onnie
    d tunggu crita lainnya… 🙂

  11. Asmirandahhhhhh,,,,,walaupun sekilas tapi tapi tapi jd beneran pengen nikah n suaminya pengertian kayak haeeeee :****** ada gitu suami yg bolehin istrinya nonton2 varshow gtu???ahhh smga bsok punya suami kayak gitu juga malahan ngasih ongkos tiap ada artis kpop yg konser *plakkkkkk* tp emang dsini hae pengertian bgt ya,,,g membesar2kan masalah,,,kamu bikin ini kayak yg udah pengalaman nikah aja,,,,hahahahahah,,,,,keren saeng n selalu doakan unnie mu ini dapat suami pengertian yaaaa,,,,blm sanggup kayaknya keluar sepenuhnya dr dunia fangirling tp klo suami g ngerti ya harus gmn lg *fangirling diam2* wkwkwkkwkwk,,,,dtggu ff lainnya saeng,,,br aja kmren rasanya unnie nanyain haeri yaa,,lgsg update kamunya :DD soalnya kan haeri yg bikin pertama ke blog kamu,,, good job *hug*

    • unniiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii…. aiigoo, jangan ngegalau aja ah. tenang un, pasti dapet suami macam hae yang baik dan pengertian. haha

      iyanih, akunya lagi kangen ama kopel ini. senengnya nulis yang pendek pendek dulu

  12. Waw ada HaeRi couple story lagi.. so sweet, meskipun awalnya Gyuri hanya main2 tp ia th resiko bhw donghae oppa tdk menyukai nya berpakaian seperti itu dan donghae oppa nya jg pengertian n finally gyuri pun th batasannya krn ia sdh menjadi seorg istri

  13. Wahh keluar lagi akhirnya couple favoritku yang satu ini. Tetep lanjutin yah eon walaupun pendek. Aku tetep suka kok. Oh iya, Captain Romancenya ditunggu terus loh. Fighting!! 😀

  14. ku kira ini chapter eon ternyata oneshoot tapi tetep kece kok 😀 emang bng donghae gak ada duanya kebaikan hatinya hahaha oke fighting ne eon 🙂

  15. akhirnya update juga eonni ^^
    ak udah greget banget pas bagian gyuri tampil diliatin donghae dan senyum” sendiri pas bagian akhir
    ditunggu captain’s romance ny eonni 🙂

  16. Wah…kangen brat sama haeri eon 🙂

    Terbayar sudah dgn ff yg spektakular ini hahaha*alay
    Ditunggu lanjutannya ya eon..
    Smngt trus y eon 😀

  17. astgaaa kocak bngett nii pasangan
    awl* aja udh ketawa oleh Gyurii Hahhhaaa
    Yaa salam lee hyuk jae sma lee dong hae kok bkin klepek* wkwkwkwkk kembaran kya ny

    sush byangin ekspresi donghae liatt Gyurii hahaga antar ngeliat istrii yg cantik.dan kekecewaan

  18. akhirnya couple ini muncul juga
    *sujudsyukur
    nice… cute… finally gyuri udah jadi istri sholehah *apadewhh
    tapi ko Hae masih srg panggil Kim Gyuri bukan Lee Gyuri??
    but overall, kereeenn

  19. eyaaaa,,,, akhirnya Haeri Couple muncul lagi.
    Pasangan yg selalu so sweet,,, meskipun Donghaenya protektiv abis. Ga apa ko oppa, aku mendukung ke protektivanmu #ehhhh.
    Nahhh, udh lama pernikahann mereka, kapan punya baby :), Haeri baby project, dan dan Kyuhyun Captain Romance :)….
    Ditunggu kelanjutan setiap storymu eonni #bowwwww 😀

  20. Kangen Hae-Ri couple…Aaaaa Donghae peranmu di sini sangat sabar huhu apalagi kalau hadapin tingkah Gyuri yang kadang masih labil hehe kereeeeen dan waktu baca bis senyum2 sendiri kkk

  21. kangen deh sm cerita HaeRi couple..
    akhirx author pubblish jg.

    tetep seruu..
    mkin romantis ..

    d tnggu next partnya..
    fighting..

  22. akhirnya mereka muncul lagi 😀
    walaupun singkat tapi tetep seneeng, udah lama ga baca couple ini..
    mereka makin romantis, disini hae emang suami idaman banget

  23. Seru eon hehe daebak deh pokoknya 🙂 Tapi ngomong- ngomong Donghae itu suamiku juga loh. Jadi kebayang gyuri itu aku kekeke~
    yaah abis lebaran? Padahal nunggu banget lanjutannya. Tapi figthing eonni semoga cepet yaa..
    Buat ceo scandal, aku cari di gramedia ngga dapet 😦

  24. akhirnya eonnie update *-*)/ lumayan kangen nih sama Gyuri-Donghae hehehe *-*)/ eh tapi…lebih kangen lagi sama seorang piloooottt ;A; masa pilotnya dibiarin ‘matung’ terus sih didepan pintu (/.\) aih, selanjutnya captain’s romance ya eonn ^^v hehhe

  25. uiii akhirnya ada postan haeri couple again. rasanya tuh kaya love at the first sight sama couple ini. jadi miss ff couple ini so much.. haha aku doain deh eon supaya punya waktu luang yang banyak supaya bisa buat+share ff haeri yg buanyakkkkkkkkk aminn 🙂 kalau untuk couple lain aku pikir” dulu perlu didoain apa enggak wkwk.. btw eon, kapan nih ada novel haeri?? berminat buat gak eon?? :3

  26. Yaaa ampu gyuri knp kmu melakukan sesuatu yang hampir membuat donghae kecewa, untung aja donghae oppa gag sampai marah2 .

    Gyuri juga si aneh2 udah tau dia skrang jd istri , masih aja ikut cheerleader

  27. kyaaaaaaaaaaa gomawo asmirandah onn udah post haeri hoho uhuuuuhuuu kangennya terobati hehehe… Syukaaaaa tambah syukaaa deh sama pasangan ini… Sweeteuuu hohoho… Kasian eunhyuk dia belum punya pacar mana haeri suka pamer lagi hhuuhuuuu ngiri hhoohho… Semoga onnie sering post haeri ahahahaha

  28. setelah searching ff yang bagus, eh nemu ni blog ternyata castnya abang ikan:D wkwk daebak thor!!! aku suka ini ff pertama di blog ini yang aku baca:)
    new readers thor!! mohon bantuan nya;)

  29. Annyeong…. Lama tak jumpa saeng 😀

    haeri couple kocakk… Hahaha 😛

    duh…yg jdi bininya donge tuh,,anugerah bgtt ….
    gyuri kpn lulusx yah… Lama amat..haha#plakk 😛

  30. so sweet banget sih ><
    typo masih berceceran(?) ._.v

    annyeong aku readers baru disini. dan ini comment pertam di FF ini. oya ngga ada FFNC (?) *yadongkumat*

  31. diliat dari judulnya ‘club No.1’, kukira ini tentang Donghae yg nari bareng sama sexy dancer..
    ternyata bukan ^^
    ceritanya bagus eonni..

  32. Ya ampun gyuri bandel bangett yeh , untung suami nya donghae , jd gg sampe di marahin banget cuman dikasih tau doank :3
    gyuri beruntung dapetin suami donghae , itu langka bgt *hewan kali , hehhee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s