Jong-Shin Couple: Seven Days in Daegu (Teaser)

Untitled-1

Daegu, day 1

“Aku bahkan tidak bisa menghitung berapa terowongan yang kita lewati untuk membelah bukit tadi. Meski bukan pertama kalinya pergi ke kampung halamannya Shin-Yeong, tapi aku masih tidak bisa berhenti merasakan takjubnya.” untuk mengurangi rasa kantuk, akhirnya aku mengobrol dengan Jong-Jin. Tanganku sudah pegal sekali rasanya.

“Iya, sepanjang perjalanan aku tidak rela untuk tidur, Hyung.”

“Tidak rela apanya? Kau bahkan tidur sampai ngorok saat kita baru keluar dari jalan tol pertama.”

“Tapi itu tidak masuk hitungan kota Daegu.” kilahnya.

Aku melirik Shin-Yeong sedang tertidur, dia duduk disampingku yang sedang mengemudi. Kepalanya yang miring ke sebelah kaca mobil membuat dahinya terbentur jika mobil bergerak terlalu kencang. Aku yang tidak betah, langsung meminta bantuan Jong-Jin untuk menurunkan sandaran kursi Shin-Yeong agar dia bisa tidur dengan nyaman. Padahal tadi gadis itu tidak berhenti mengoceh dan berusaha membuatku tidak mengantuk, agar bisa terus konsentrasi mengemudi. Tapi, sekarang malah dia yang tertidur.

Eomma dan Appa, aku tidak bisa melihat mobilnya di belakang.”

“Tenang saja, sopir-nya sudah sangat fasih dengan jalan-jalan kecil di Daegu. Memangnya kau tidak tahu kalau kampung halaman Tuan Jung-Man itu bersebelahan dengan kampung halamannya Shin-Yeong?”

“Ah, pantas saja Tuan Jung-Man dan Nuna selalu berbicara dengan satoori.”

“Kalian berdua berisik sekali.”

Aku dan Jong-Jin secara bersamaan langsung menengok kearah Shin-Yeong yang berbicara dengan mata terpejam. Kadang dia selalu protes jika aku meledek satoori-nya yang terdengar lucu jika sedang berbicara denganku. Dasar gadis Daegu cerewet.

 

Daegu, day 2

Eomonim, mau tidur denganku tidak? Biar para lelaki tidur bertiga dalam satu kamar. Abeonim, Jong-Woon oppa, dan juga Jong-Jin bisa menggunakan kamar tidur utama yang paling besar di rumah ini.” tiba-tiba Shin-Yeong menyampaikan idenya yang tidak biasa.

“Ide yang bagus. Bagaimana kalau aku tidur di kamarmu?” respon ibuku. Ini pertama kalinya aku melihat ibuku sangat antusias untuk tidur dengan Shin-Yeong.

“Kau sangat dekat dengan ibu mertuamu. Tapi kenapa hati ibumu ini terasa sakit ya?” ujar ibu Shin-Yeong. Aku menahan tawa menyaksikan drama keluarga yang membuat Shin-Yeong jadi serba salah itu. Rasakan.

Eomma…” Shin-Yeong menatap ibunya kebingungan. “Eomma, tentu juga tidur bersamaku. Kita tidur bertiga, bagaimana?” ujarnya dengan raut wajah tidak enak. Gadis itu sedang berusaha membuat kedua wanita yang paling disayanginya itu tidak saling cemburu.

“Benar, kita bertiga tidur bersama. Jadi bisa berbincang-bincang sebelum tidur. Iya kan, Shin-Yeong eomonim?” ibuku yang tadinya terlihat sangat girang, kini menampakkan waut wajah tidak enak juga. Dasar para wanita, situasi sekecil apapun selalu dibuat repot.

“Ah, iya benar. Ide yang sangat bagus.” respon ibu Shin-Yeong sambil tertawa lepas. Mendengar satoori-nya membuatku juga ikut tertawa karena teringat gaya bicara Shin-Yeong. Ya ampun, benar-benar keluarga yang sangat bahagia.

Sekarang ketiganya tertawa senang setelah berhasil menemukan jalan tengah. Shin-Yeong tampak lega. Tapi kemudian, ada satu lagi ucapan yang membuat gadis itu langsung mengerutkan dahi kebingungan.

“Bagaimana dengan halmeoni?” aku lupa ada satu wanita kesangannya Shin-Yeong lagi yang sedang duduk diantara kami. “Apakah kalian hanya akan tidur bertiga saja?” ujar nenek Shin-Yeong sambil cemberut dan meremas-remas jari tangan. Suasana hatinya pasti sangat kesal.

Nah, kena kau Kim Shin-Yeong. Memang sesungguhnya tidur berdua denganku saja menjadi pilihan terbaik untukmu.

 

Daegu, day 3

“Desa ini terletak di kaki gunung Palgongsan, bersebelahan dengan Kampung Otgol yang terkenal dengan kompleks rumah tradisional dari Dinasti Joseon, Baekbul-gotaek. Itulah alasannya kenapa masyarakat di kampung halamanku masih menjaga rumah-rumah tradisional mereka.”

Aku mendengarkan penjelasan Shin-Yeong mengenai tempat indah di kaki gunung Palgongsan ini. Pertama kali datang kesini adalah saat menghadiri pernikahan bibi Min-Suk, kedua saat pesta pernikahanku dengan Shin-Yeong, ketiga saat chuseok. Sekarang aku baru sadar, kenapa shin-yeong selalu merindukan tempat ini. Suara-suara alam yang ramai bukan lalu lintas yang padat, tidak ada hiruk pikuk orang-orang yang akan berangkat ke kantor masing-msing. Ah, benar-benar tenang.

“Tempat mana yang belum pernah kau tunjukkan padaku di sekitar sini?”

“Um… ada satu taman yang sangat terkenal. Tempatnya cukup jauh dari sini. Tapi ketika SMA aku selalu pergi ke sana setiap minggu. Mau coba pergi?”

“Oh, oke. Hari ini kita bermain ke tempat yang agak juah. Aku juga ingin tahu tempat main apa saja yang yang selalu Kim Shin-Yeong datangi ketika masih muda dulu.”

“Kau pikir aku sudah tua?” ujarnya kesal.

“Hahaha… tentu saja. Setelah melahirkan kau akan berubah menjadi ahjumma.”

Tawaku terhenti saat jitakan dari tangannya meluncur mulus dan mendarat dengan apik tepat di debielakang kepalaku.

“Aku tidak suka dipanggil ahjumma.” ujarnya sambil berlalu mendahuluiku.

 

Daegu, day 4

“Kau serius? Benar mau mengantarku?” gadis itu memajukan kepalanya seakan tidak percaya. Dia mengedip-ngedipkan matanya dan berbicara dengan suara dilembut-lembutkan. “Kau sedang tidak memberi harapan palsu kan? Tidak baik membohongi wanita hamil.” ujarnya diakhiri decakan ragu.

“Tentu saja. Aku akan mengantarkanmu ke sekolah SMA-mu. Pasti rindu sekali kan mau pergi kesana?”

“Iya, aku sangat merindukan suasana sekolahku… ah, coba saja Hye-In masih belum menikah dan tidak pergi pindah ke Incheon bersama suaminya. Aku pasti bisa mengajaknya bersama-sama pergi ke sekolah dan mengenang masa lalu.”

“Sudah. Tidak usah bawa-bawa orang lain untuk ikutan. Kita berdua saja. Lagipula ini hari minggu, pasti hanya ada petugas keamanan yang berjaga di sekolah. Iya kan?”

“Ah, iya. Terakhir kali aku menginjakkan kaki di SMA memang masih tuan Oh petugas keamanannya. Tenang saja, aku mengenalnya dengan baik. Dia pasti mengizinkan kita masuk ke dalam kelas.”

“Ayo-ayo cepat, aku sudah tidak sabar.”

Shin-Yeong menarik-narik ujung bajuku dengan sangat antusias, gadis itu bahkan nyaris melompat-lompat jika aku tidak memelototinya yang mulai bertingkah seperti cacing kepanasan.

Araseo” gadis itu berdeham sambil menggaruk belakang kepalanya “Khajaaa…”

Shin-Yeong berjalan mendahuluiku dengan langkah cepat. Dia benar-benar melompati dua tangga sekaligus untuk turun ke tanah. Kelakuannya benar-benar membuatku harus menahan nafas selama beberpa saat saking kagetnya.

“YAK!”

Mian…” gadis itu berbalik dengan cengiran tanpa dosan. Aish.

 

Daegu, day 5

“Dokter, istriku tidak apa-apa kan?”

“Kami akan memeriksanya lebih lanjut.”

“Dan… bayi kami. Tidak akan terjadi apa-apa kan?”

“Tim dokter tidak bisa memastikannya sekarang. Anda harus bersabar sampai kami selesai melakukan pemeriksaan.”

“Aku mohon dokter. Lakukan yang terbaik.”

“Tentu saja.” jawabnya dengan raut wajah yang masih terlihat tenang.

Satu jam waktu yang ditempuh untuk sampai ke rumah sakit. Masih untung rumah sakit di pinggiran Daegu ini mempunyai unit gawat darurat yang sukup baik sehingga sehingga Shin-Yeong langsung bisa ditangani.

Ayah dan ibuku sedang dalam perjalanan juga untuk menyusul kami. Aku benar-benar panik saat Shin-Yeong terjatuh tadi. Dan rasanya takut sekali saat beberapa jam kemudian ia mengatakan bahwa ada darah yang keluar. Ya Tuhan. Selamatkan bayi kami.

 

Daegu, day 6

“Jong-Woon… sebelah sini. Cepatlah, masih banyak yang tersisa.”

Shin-Yeong berteriak memanggilku yang masih sibuk menggosok gentong-gentong berisi kimchi, toenjang atau sejenis kacang-kacangan, dan juga beberapa obat herbal milik halmeoni. Neneknya Shin-Yeong memang sangat senang membuat olahan fermentasi seperti ini. Semakin lama maka hasilnya akan semakin baik. Aku rasa ada lebih dari lima puluh gentong yang disusun dengan barisan rapih di halaman belakang.

“Lihat, debu sebelah sini banyak sekali. Sudah tiga hari tidak hujan. Padahal cuaca masih cukup dingin. Selain mengelapnya kau juga harus memastikan kalau gentongnya tertutup dengan rapat. Dan cek juga apakah ada gentong yang retak.”

Gadis ini sejak tadi memerintahku ini dan itu. Ck, kemarin dia membuatku nyaris mati karena panik. Sekarang dia sudah dalam kondisi yang sangat baik. Aneh. Kadang aku heran sendiri bagaimana tubuh pendeknya yang kurus itu bisa sangat tahan banting.

Halmeoni sudah mulai membuat obat-obatan herbal untukku ketika dia tahu kalau aku hamil. Obat-obatan tersebut dia buat dalam gentong-gentong dan juga toples yang besar.”

“Iya, aku tahu kau ini kesayangannya halmeoni.”

“Tapi semenjak tahu kalau aku hamil, kesayangannya halmeoni bukan aku lagi. Tapi bayi dalam perutku.” ujarnya sambil tersenyum.

 

Daegu, day 7

“Kau bisa diam tidak, sih?”

Aku menarik rambut Shin-Yeong agar dia bisa duduk dengan benar. Sejak tadi gadis itu maju mundur dan bercanda dengan Jong-Jin. Pulang dari Daegu, aku meminta Jong-Jin yang mengemudikan mobilnya sampai ke Seoul. Sementara aku dan Shin-Yeong duduk di kursi belakang.

Tapi bukan Shin-Yeong namanya kalau dia bisa duduk manis dan menikmati perjalanan pulang dengan santai. Shin-Yeong membuka tutup jendela, mengeluarkan sebelah tangannya, kadang malah melongokkan kepalanya ke luar jendela, membuatku harus berkali-kali menarik ujung rambutnya dengan gemas. Aku suruh tidur, sekarang dia malah main tebak-tebakan dengan Jong-Jin.

“Jong-Woon…” Shin-Yeong menarik sebelah tanganku, tapi kemudian mengerutkan hidungnya, lupa kalau dia tidak boleh memanggil namaku saja di depan orang lain. Termasuk Jong-Jin.

Oppa… nanti, bulan depan, atau bulan selanjutnya kita pergi ke Daegu lagi ya? Boleh kan?”

“Tidak.” jawabku tanpa pikir panjang.

Shin-Yeong tidak terima dan melepaskan pegangannya di tanganku.

“Pelit sekali. Bukannya bulan depan kau punya banyak waktu luang.” Ujarnya.

“Iya. Tapi aku menghindari perjalanan jauh saat kau sedang hamil. Sekarang baru tiga bulan kau sudah membawa bayiku jatuh terpeleset sampai kau berguling-guling di tanah, masuk rumah sakit dan harus mendapatkan obat-obatan. Belum lagi ramuan herbal dari halmeoni juga harus kau habiskan. Aku akan membatasi ruang gerakmu. Pokoknya kau harus menurut.”

“Tapi, halmeoni bilang bulan depan peach di halaman depan akan berbuah banyak sekali. Kita pergi ke daegu ya. Aku kan sangat suka peach.”

“Aku akan membelikanmu satu kardus penuh peach dari super market.”

“Aish.” Shin-Yeong kesal.

Spoiler pic

2 3 4 1

Hai hai, lama tak menyapa.

Ini baru teaser ya. Nanti aku bikin 7 part, berarti 1 day itu 1 part.

Tapi masih belum tau part 1 nya kapan bisa publish. Hihihi. Mianhae

Advertisements

74 comments on “Jong-Shin Couple: Seven Days in Daegu (Teaser)

  1. Aduh penasaran sama cerita jong shin couple selama 7hr di daegu..dah kangen banget ma couple ini…
    Di tunggu cerita selengkapnya

  2. Wahhh akhirnya jongshin nge-post lagi…. kangen deh ma couple ini….
    Di tunggu tulisan” berikutnya ya eonn..:-)

  3. aaah.. aku udh ga sbar pngen cpet bca yg full nya..

    hahaha.. pengen liat kelabakannya yesung oppa sma klakuan shin young noona yg aktif wupn lg hamil.. hihi.. :D..

    trs, aku suka bgt klu shin young noona lg manja.. hehe.. dia lucu bgt, apa lg pas dia tarik2 baju yesung Oppa.. haha 😀

    i always waiting for your new Fanfiction.. 🙂
    Fighting Eon !

  4. huaaaaaaaaaa critaaanya smkinn bikinn aku gregetttt 🙂 ka .. sering2 yah kak buat yg kya gini .hehe .. seneng aku bcanya 😀

  5. aaaaaaaaa Jongwoon :’) comeback juga akhirnya

    manis manis manis 😥 terharu.
    oke, mata ini lagi sensitive mungkin. tadi aku nemu beberapa typo, dan kesalahan penulisan.
    hahaha :v
    btw, gaya bahasanya wow makin bagus.

    gak sabar untuk part depannya. SEMANG, kak Sel :*

  6. yaa ampun dikasih ini ajaa aku udh suka wkwkwk ,,, mreka berdua ckckck , Ny kim itu kan pnya tmpang polos dan manis tp ini apaa coba wkekek,, aku takut pas Shin young dibawa kerumah sakit dipikiran aku jd ingat PGM ajaa aws ajaa unii bkin keguguran lagi apa lagii dii teaser ny lagiiiiii ,,, tp akhir ny gk jd alhamdulilah ,,

  7. huaaaaaaa eoonnniiiiiiiii ayo di post…..akoke h bca ini nya aja udh seruuuuuu….. galau pas dirmh sakit eh pas baca lanjutannya kerennnnnn…..aku akan sabar menanti karya mu eonnnnn…….oke ini udh panjang kan babay *narikdonghae

  8. Aaah gasabar baca part 1 nyaaaa >< akhirnya couple favorit hadir lagii hoho gumawo eonni posting part 1 nya jgn lama2 eon yak kl bisa 😉 ditungguuu~~~

  9. Ahhhh akhirnya oniie satu ini comeback juga,tak taukah kau onn bawa aku sngat merindukanmu *eaaakk hahaha
    Ditunghu part2 selanjutnya ya onn
    Hwaiting onn:D

  10. Woaaa! KJW’s Family liburan ke Daegu. Ditunggu full storynya..
    Penasaran gimana interaksi dua keluarga ini 😀 aku juga sempet panik pas adegan Shin Yeong pendarahan, untung dia gadis tahan banting. kekeke!

  11. anyeong selly ^.^v *lambai2 cntik ala putri indonesia* uuuwwwaa.. ini couple di update lgi °\^.^/° penasaran to the max sm crita ini.. klo bs secepatnya publish ya.. suka pake banget sm JongShin couple ini.. baca couple ini jdi kangen Yeye oppa.. can’t wait.. oiya HaeRi couple gak ada yg baru kah??

  12. AAAAAAA …. senyam senyum bcanya … 🙂 pengen makan mereka ber2, ang ang.
    Yeahh d.tunggu sangat eonn, udh kangen bangett tauk 🙂 semangat 🙂

  13. Brrti 7 part beda tempat eon?? Kek travelling haahaaah, okeh ditunggu kelanjutan critanya jan lama” eon, n ff kyuh yang kis kis gitu kapan lanjutnya eon???

  14. Brrti 7 part beda tempat eon?? Kek travelling haahaaah, okeh ditunggu kelanjutan critanya j eon, n ff kyuh yang kis kis gitu kapan lanjutnya eon??? Jinja bikin penasaran 😀

  15. aigoo… ketinggalann… shock juga pas tau shinyeong hamil aaa…. rasanya gimana gitu wkwkwk… ternyata belom dipublish kirain ketinggalan,, gak sabar mau baca 😀

  16. Ahh ngk sabar nunggu part 1nya.. Kangen banget sama jongshin..

    Sepertinya yang ini bakalan seru bangett (˚̯́ ∇˚̯̀)✧

  17. Daebak deh teaser nya 😀 Kangen banget baca cerita jong shin couple ini hehe 🙂 Ditunggu deh kelanjutanya jangan lama-lama ya min 😉

  18. Annyonghaseo unnie. . Aku readers lama yang bru muncul*plak.apaansihgajebnget.
    Ditunggu part2 yang lengkapnya unnie. . .

  19. Finally ;_; eonni published ff 😀
    oh ya belum intro kkk~ hai eonniii aku reader newbie.. Yah nggak newbie-newbie amat lah ya, udah sekitar 3 bulan yang lalu sih ngubrek-ngubrek (?) blog ini dan aku sukaaaaa banget sama ceritanya, dan maaf baru bisa coment heheh
    keep writing! Jjang^^

  20. saeng…..dirimu kok sekarang jaraaaaang bgt update…

    padahal blog dirimu salah satunya
    uh jadi favo unnie….

    coz…..like jong woon…..much much …muchhh…..qiqiqiqiqik

  21. wahhhh aku penasaran bgt sama yg day 5 😀
    penasaran knp shinyoung sampe dibawa kerumah sakit hahaha pasti jongwoon panik setengah mampus wakak

    btw annyeong^^ aku readers baru hehe ga sengaja nemu blog ini ehh langung kecantol sama cerita jongwoon shinyoung wakakak
    mereka pasangan yg lucu ><

    dan untung cerita yg ini aku nunggu bgt author buat publish ff ini, sumah penasaran bgttttttt

    jgn lama" di post nya ya thor 😀

  22. Salam kenal,
    Saya reader baru, nemu blog ini dr blog ff yg maincastny kim jongwoon…
    Ini Teaser ff pertama yg ku bc d ff ni, udah g sabar bc ff jongwoonie sblm2ny…
    Suka sangat ff klo maincast ny kim jong woon…
    Dtunggu ff full partny ya author
    Semangat ya dn salam kenal lg
    Oiy izin bc ff dsni ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s